Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota is a scientific journal in the Field of Regional and City Planning published by the Department of Regional and City Planning, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. The editorial team accepts scientific writings/articles and book reviews in the field of Regional and City Planning and Development or those with an emphasis on Spatial Planning. The encompassed fields include spatial planning, urban design, geographic information systems for regional and urban planning, Islamic spatial planning, transportation, coastal planning, environmental studies, socio-economic regional planning, rural planning, tourism planning, disaster management, urban landscape, and other relevant areas.
Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol 7 No 2 (2018)"
:
10 Documents
clear
POLA PERGERAKAN PENDUDUK PEKERJA DI KECAMATAN SOMBA OPU KABUPATEN GOWA SEBAGAI DAERAH HINTERLAND KOTA MAKASSAR
Iswahyudin Iswahyudin;
Murshal Manaf;
Agus Salim
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/jpm.v7i2.6104
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa Kecenderungan pola pergerakan perjalanan pekerja di daerah hinterland Kota Makassar yaitu Kecamatan Somba Opu kabupaten Gowa. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Metode penelitian berupa observasi lapangan, kuesioner, dan pengumpulan data sekunder dari instansi terkait dengan metode analisis deskriptif menggunakan Matriks Asal Tujuan (MAT) untuk mengetahui karakteristik pola pergerakan pekerja dan analisis crosstab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diperoleh 13,30% dari Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa bergerak kepusat-pusat kegiatan Kota Makassar. Karakteristik penduduk pekerja, sebagian besar merupakan kelompok usia 30-34 tahun dengan jenis kelamin laki– laki. Pergerakan didominasi oleh PNS dengan tingkat pendapatan sebesar 2,5–5 juta. Hampir sebagian besar penduduk pekerja memiliki kendaraan pribadi. Jarak tempuh didominasi pergerakan dengan jarak 1–5 km dengan waktu tempuh kurang dari 1 jam. Pola pergerakan yang terbentuk adalah pergerakan internal-internal di daerah hinterland sendiri dan pergerakan internal-eksternal (daerah hinterland–Kota Makassar) Kecenderungan pola pergerakan penduduk pekerja di daerah hinterland Kota Makassar dipengaruhi moda yang digunakan, jarak tempuh, dan waktu tempuh, dan usia penduduk pekerja sedangkan jenis pekerjaan, tingkat pendapatan tidak berpengaruh terhadap tujuan pergerakan.
PERILAKU MASYARAKAT BERWAWASAN LINGKUNGAN DITINJAU DARI ASPEK SIKAP DAN KEARIFAN LOKAL DI DAERAH SEMPADAN SUNGAI KOTA MAROS KABUPATEN MAROS
Syafri Syafri;
Syamsul Bahri;
Ridwan Ridwan
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/jpm.v7i2.6370
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variabel yang dominan yang memberi pengaruh pada perilaku masyarakat berwawasan lingkungan di daerah sempadan sungai. Prosedur penarikan sampel individu dilakukan secara acak untuk mendapatkan 200 responden dengan teknik proporsional stratifide random sampling dan dari jenis serta analisis data dikategorikan dalam penelitian kuantitatif. Berdasarkan data, informasi dan fakta yang diperoleh, kemudian data tersebut dianalisis dengan regresi linier berganda sehingga diharapkan dapat mengetahui pengaruh variabel yang satu terhadap variabel lainnya. Variabel pada penelitian ini yaitu variabel sikap masyarakat (X1), kearifan lokal (X2) dan perilaku masyarakat (Y). Dari hasil analisis diperoleh model persamaan dengan koefisien kontanta dan koefisien variabel menghasilkan persamaan Y = 13.403 + 0.531 X1 + 0.513 X2. Nilai variabel sikap terhadap variabel perilaku sebesar positif 0.513 dan nilai Sig. yang diperoleh sebesar 0.001 < 0.05 maka H0 terima. Berdasarkan hasil tersebut yang berarti sikap masyarakat berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku masyarakat yang dapat diartikan bahwa jika sikap masyarakat semakin tinggi maka perilaku masyarakat berwawasan lingkungan semakin tinggi pula atau sebaliknya. Nilai variabel kearifan lokal terhadap variabel perilaku sebesar positif 0.408 dan nilai Sig. yang diperoleh sebesar 0.000 < 0.05 maka H0 terima. Berdasarkan hasil tersebut yang berarti kearifan lokal berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku masyarakat yang dapat diartikan bahwa jika sikap masyarakat semakin tinggi maka perilaku masyarakat berwawasan lingkungan semakin tinggi pula atau sebaliknya. Kesimpulan dari uraian tersebut berarti bahwa adanya kecenderungan variabel sikap lebih dominan (sedang) mempengaruhi variabel perilaku dibandingkan oleh variabel kearifan lokal.
DINAMIKA RUANG BUDAYA PADA KAWASAN CAGAR BUDAYA KOTAGEDE YOGYAKARTA
Ogi Dani Sakarov;
Septiana Fathurrohmah
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/jpm.v7i2.5926
Kotagede merupakan salah satu kawasan pusat kebudayaan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Hal ini menjadikan pemerintah menetapkan kawasan tersebut sebagai kawasan cagar budaya yang dilindungi undang-undang, dimana salah satu tujuannya adalah untuk mengendalikan dinamika budaya yang terjadi di Kawasan tersebut. Besarnya arus modernisasi dan akulturasi budaya menjadikan Kotagede memberikan dampak positif maupun negatif bagi perkembangan budaya local dimana budaya ini secara tidak langsung akan mempengaruhi perkembangan ruang Kawasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati dinamika dari perkembangan ruang budaya pada Kawasan cagar budaya Kotagede, lebih khusus pada alur perkembangan ruangnya. Penelitian ini berlokasi di Kawasan Cagar Budaya Kotagede Yogyakarta, dengan fokus pada ruang-ruang aktivitas budaya. Penelitian ini menggunakan metode induktif kualitatif fenomenologis, yang lebih fokus pada fenomena dan keunikan yang ada pada Kawasan. Setelah dilakukan analisis, diketahui bahwa perkembangan ruang budaya Kawasan tidak bisa lepas dari arus modernisasi dan akulturasi budaya dimana perkembangan budaya ini juga mempengaruhi perkembangan ruang Kawasan. Ada dua (2) konsep perkembangan ruang yang ada pada Kawasan Cagar Budaya Kotagede : (1) konsep alur perkembanan ruang budaya Kawasan, (2) konsep akulturasi dan modernisasi ruang kawasan.
STRATEGI PENGEMBANGAN DESA WISATA BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI DESA TAMMANGALLE POLEWALI MANDAR
Nur Adyla S;
Nurlaela Nurlaela
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/jpm.v7i2.5822
Desa Tammangalle merupakan salah satu desa di wilayah pesisir kabupaten Polewali Mandar yang memiliki potensi wisata budaya dan wisata kerajinan, selain itu potensi aktivitas sosial budaya seperti pembuatan perahu sandeq (perahu khas Mandar), dan aktivitas menenun sarung sutera Mandar yang merupakan ciri khas masyarakat Mandar menjadikan desa ini sangat potensial dalam pengembangan desa wisata berbasis kearifan lokal. Tujuan umum penelitian ini adalah merumuskan strategi pengembangan desa wisata berbasis kearifan lokal di Desa Tammangalle. Tujuan umum tersebut akan dicapai melalui tahapan pencapaian tujuan khusus berikut; (1) Mengidentifikasi karakteristik dan potensi wisata di Desa Tammangalle untuk dikembangkan menjadi desa wisata berbasis kearifan lokal, (2) Menganalisis faktor pendukung dan penghambat dalam pengembangan desa wisata berbasis kearifan lokal di Desa Tammangalle, (3) Merumuskan strategi pengembangan desa wisata berbasis kearifan lokal di Desa Tammangalle. Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisa deskriptif eksploratif dengan tiga tahapan teknik analisa yang digunakan yaitu teknik analisa deskriptif, teknik analisa Delphi dan teknik analisa SWOT. Hasil penelitian ini adalah strategi pengembangan desa wisata berbasis kearifan lokal untuk peningkatkan perekonomian Desa Tammangalle.
POLA SPASIAL PENGGUNAAN MOBIL DAN MOTOR DI KELURAHAN PEDURUNGAN TENGAH KOTA SEMARANG
Zulhamdi Zulhamdi;
Diah Intan Kusumo Dewi
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/jpm.v7i2.6171
Penggunaan kendaraan pribadi di daerah perkotaan tidak terlepas dari pengaruh pesatnya laju pertumbuhan penduduk baik itu faktor pertumbuhan penduduk secara alami maupun faktor dari urbanisasi sehingga mengakibatkan pertumbuhan kota menuju ke arah pinggiran kota. Salah satunya pertumbuhan ke arah timur Kota Semarang yakni Kelurahan Pedurungan Tengah. Kelurahan Pedurungan Tengah merupakan kelurahan di Kecamatan Pedurungan dengan jumlah kendaraan tertinggi dari kelurahan lainnya yaitu terdiri dari 10.299 unit sepeda motor dan 2.099 unit mobil. Berdasarkan RTRW Kota Semarang Tahun 2011 – 203. Kelurahan Pedurungan Tengah merupakan BWK V yang direncanakan sebagai pengembangan kawasan perumahan dengan kepadatan sedang hingga tinggi dan sebagai sub pusat pelayanan kota. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pola spasial dari penggunaan kendaraan pribadi di Kelurahan Pedurungan Tengah apakah membentuk pola yang bergerombol, tersebar, atau acak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah pendekatan metode kuantitatif. Penelitian ini menggunakan teknik non-probability sampling yang bersifat purposive sampling. Teknik analisis yang digunakan menggunakan pendekatan permodelan spasial yaitu Spatial Statistics Analysis dengan bantuan GIS (Geographic Information System). Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa penggunaan mobil dan motor membentuk pola mengelompok dengan tingkat konsentrasi tinggi (high cluster). Konsentrasi penggunaan mobil dan motor tinggi di Kelurahan Pedurungan Tengah adalah Perumahan Mahesa (RW 3), Perumahan Ganesha (RW 4), Perumahan Turangga Mukti (RW 5), dan RW 12. Konsentrasi penggunaan mobil dan motor terendah di Kelurahan Pedurungan Tengah adalah RW 1, RW 2, RW 7, RW 8, RW 9, RW 10, dan RW 13.
MOTORCYCLE DEPENDENCY IN LOW-INCOME PEOPLE : MODELING SPATIAL AND SOCIO-ECONOMIC FACTORS IN URBANIZED AREA OF YOGYAKARTA
Yori Herwangi
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/jpm.v7i2.5121
There are a lot of research on automobile dependency and the factors influencing it that has been done. However, these studies were mostly conducted in developed countries by using a car as the object of research. While the growth in the use of motorcycles in developing countries, especially in Asia has become a phenomenon that is inevitable now, not much is known about the processes and factors that affect motorcycle ownership and dependency in developing countries. Yet according to some studies the majority of motorcyclists are low-income people who should have get more attention from the policy maker. There are allegations that low income people are forced to have a motorcycle because their specific needs cannot be met by existing public transport services. Therefore, by using the urban areas of Yogyakarta as a case study, this study intends to: 1) demonstrate the occurrence of motorcycle dependency in low income people; and 2) model the process of motorcycle dependency in low-income people in terms of spatial and socio-economic factors that influence it. The process of data collection is done through a questionnaire to a sample of 437 low-income households, and interviews with 40 informants. Data from the questionnaire is processed using descriptive and inferential statistics method, while the interview data processed by content analysis method. Based on the analysis it can be concluded that the motorcycle dependency has occurred in low-income people in Yogyakarta urbanized area. The information from the interview was also used for modelling the process of someone becoming a captive users of motorcycle based on their spatial and socioeconomic characteristics. It was found out that there is the different processes that occur for low-income people living in areas with good transport service and the poor one. This assessment of the factors that affect motorcycle dependency on low-income people are expected to give a picture of the areas that should be prioritized in an inclusive policy to increase accessibility of a region, either through improved public transport services or the provision of public facilities that are accessible within a walking distance.
KARAKTERISTIK KRIMINALITAS DI KAWASAN PERMUKIMAN (STUDI KASUS: PERUMAHAN DAN KAMPUNG KABUPATEN SLEMAN)
Widyasari Her Nugrahandika;
Retno Ramadhani;
Ishmah Aditia Nurfajrina
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/jpm.v7i2.5025
Keamanan menjadi salah satu isu dalam mewujudkan sustainable cities and communities untuk mencapai tujuan pembangunan yang berkelanjutan (sustainable development goals). Keamanan berkaitan erat dengan kejahatan atau kriminalitas. Lokasi yang rawan terjadi tindak kejahatan adalah daerah perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik kriminalitas yang terjadi di perumahan dan kampung, serta upaya pencegahan kriminalitas di daerah perkotaan di Kabupaten Sleman. Penelitian ini menggunakan pendekatan deduktif dengan metode analisis kuantitatif-kualitatif. Pada metode analisis kuantitatif, digunakan teknik statistik yang meliputi statistik deskriptif dan statistik inferensial dengan uji korelasi chi-square test. Sedangkan metode analisis kualitatif digunakan untuk mendukung analisis karakteristik kriminalitas dan upaya pencegahannya. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa jenis kriminalitas yang rawan terjadi di Kabupaten Sleman adalah pembunuhan, penganiayaan, penodongan dengan senjata tajam/api, pencurian, dan penjambretan dimana pencurian memiliki tingkat kriminalitas tertinggi. Kriminalitas di kampung pada umumnya memiliki kecenderungan terhadap pola jalan dan lingkungan, fasilitas sekolah sebagai fasilitas umum permukiman, tingkat keramaian berdasarkan kedekatan kelas jalan, dan pemeliharaan lingkungan terhadap vandalisme. Sementara kriminalitas di perumahan pada umumnya memiliki kecenderungan terhadap pola jalan dan lingkungan, signage sebagai sarana keamanan fisik, tipe bangunan kawasan permukiman sekitar, dan tinggi bangunan kawasan permukiman sekitar. Konsep CPTED (Crime Prevention Through Environmental Design) yang berpengaruh terhadap upaya pencegahan kriminalitas di kawasan permukiman di kawasan perkotaan adalah territoriality yang diperkuat dengan adanya surveillance yang diperkuat oleh adanya interaksi sosial antar masyarakat, access control, serta maintenance dan target hardening (home maintenance) yang dilakukan oleh pemilik dan masyarakat.
EFEKTIVITAS PEMANFAATAN RUANG PARKIR PADA RUAS JALAN PENGAYOMAN KOTA MAKASSAR
A. Syahriyunita Syahruddin;
Citra Amalia Amal
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/jpm.v7i2.6125
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat efektivitas pemanfaatan ruang parkir berdasarkan indikator perilaku parkir pengunjung, serta lokasi penempatan fasilitas parkir di ruas Jalan Pengayoman Kota Makassar. Serta untuk menganalisis pengoptimalan pemanfaatan ruang parkir sebagai solusi alternatif pemecahan masalah agar peningkatan pelayanan terhadap ruang parkir bisa maksimal. Jenis penelitian yang dilakukan bersifat deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan kuesioner. Ruas Jalan Pengayoman dibagi dalam lima zona berdasarkan fungsi bangunan yang dominan, serta waktu pengamatan terbagi dalam empat waktu. Data dan informasi yang diperoleh dianalisis menggunakan statistik regresi ordinal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel perilaku parkir berperan sangat besar dalam ketidakefektifan pemanfaatan ruang parkir di ruas Jalan Pengayoman Kota Makassar.
EVALUASI KETERSEDIAAN RUANG TERBUKA HIJAU (RTH) PUBLIK DI KAWASAN PUSAT KOTA KEPANJEN KABUPATEN MALANG
Pamela Dinar Rahma;
Dipa Supriyanti
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/jpm.v7i2.6219
Kepanjen as the capital of Malang Regency continues to improve, in addition to being equipped with various public facilities and green open spaces, it will also be used as a pilot as a green city by the Regency Government. Currently Kepanjen City already has several public green open spaces, but the existing public open green space still does not meet the standard area of green open space of a region. Therefore this study will evaluate the availability of public green open space in Kepanjen City. This study aims to find out the distribution of public green open space in the Kepanjen City Center. The method used in this study is evaluative descriptive, how to obtain data by field observations, interviews and recording. Based on the results of the survey and analysis that the public green open space in the Kepanjen City Center Area consists of railroad borders, river borders, cemeteries, and green roads. Railroad green open space along 3 km along the railroad tracks, each river has been protected by green open space river border, in the central area of Kepanjen City has two public cemeteries and one Chinese cemetery which also functions as a green open space, and the Green Roadway in Kepanjen urban area is located on Panglima Sudirman street, Kawi, Panji street, Sultan Agung street, and Dr Wahidin Sudirohusodo street.
DAYA DUKUNG KAWASAN TRANSIT ORIENTED DEVELOPMENT DI LEBAK BULUS PROVINSI DKI JAKARTA
Hayati Sari Hasibuan;
Riza Harmain;
Weiza Berkademi;
Intan Permata Sari
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/jpm.v7i2.6112
Transit Oriented Development (TOD) menjadi konsep yang popular pada perkembangan perkotaan di Indonesia. TOD merupakan konsep penataan ruang dan transportasi terintegrasi untuk menciptakan ruang kota yang kompak, guna lahan tercampur, dan kawasan transit publik yang berada dalam jarak berjalan kaki. Kawsan TOD diharapkan dapat memberi solusi pada permasalahan kronis transportasi di Jakarta. Penelitian ini fokus pada kawasan TOD Lebak Bulus yang dijadikan sebagai stasiun pusat terpadu dari jaringan Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta. Pertanyaan penelitian adalah bagaimana daya dukung lingkungan pada kawasan Lebak Bulus untuk mendukung pengembangan ruang dan transportasi berbasis konsep TOD. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah: (1) analisis daya dukung lingkungan berdasarkan kemampuan lahan dan mengeksplorasi perubahan dinamis guna lahan dan mobilitas perkotaan di Jakarta, serta (2) analisis dokumen rencana penataan ruang terhadap kawasan ini. Data dan informasi diperoleh dari Sistem Informasi Geografis terhadap perubahan guna lahan dan mobilitas perkotaan tahun 2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan stasiun pusat Lebak Bulus yang memiliki luas 18,9 ha ini memiliki daya dukung lingkungan yang baik untuk dikembangkan sebagai kawasan TOD. Komposisi guna lahan saat ini masih didominasi oleh sarana transportasi, terminal, 44% dan perumahan 34,57%. Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) pada kawasan ini membagi dominasi zonasi untuk fasilitas umum 88,74%, dan perumahan 9,02%. Kesimpulan penelitian adalah daya dukung lingkungan kawasan Lebak Bulus dapat ditingkatkan dengan melakukan penataan berbasis TOD dan perlu dilakukan peninjauan ulang atas RDTR Kawasan Lebak Bulus.