cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Geosaintek
ISSN : 24609072     EISSN : 25023659     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Jurnal GEOSAINTEK adalah jurnal yang dikelola oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) ITS dan Departemen Teknik Geofisika ITS. Terbit pada bulan Januari-April, Mei-Agustus, dan Septermber-Desember pada setip tahunnya. Jurnal Goeaintek mempublikasi dan menerbitkan hasil kajian, penelitian, penerapan ilmu pengetahuan serta teknologi di bidang kebumian. Terbuka bagi peneliti, praktisi, serta akademisi dari berbagai lembaga.
Arjuna Subject : -
Articles 200 Documents
Pola Sebaran Kekeringan di Kecamatan Simpenan Menggunakan Metode SPI (Standardized Precipitation Index) Ratri Widyastuti
Jurnal Geosaintek Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v6i1.6272

Abstract

Monitoring kekeringan menjadi salah satu kegiatan penting yang dapat dilakukan dengan berbagai macam metode. Penelitian ini menggunakan data curah hujan hasil observasi dari stasiun pengamatan curah hujan milik BMKG yang berada di Kecamatan Simpenan, Jawa Barat, dan data produksi hasil pertanian yaitu padi sawah dan bawang merah yang merupakan salah satu komoditas unggulan di Kecamatan Simpenan, Jawa Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola sebaran kekeringan di Kecamatan Simpenan berdasarkan analisis SPI (Standardized Precipitation Index) yang di kategorikan dalam 7 kelompok yaitu sangat basah, basah, agak basah, normal, kering, agak kering, sangat kering, dan juga mengetahui pengaruh kekeringan terhadap hasil produktivitas pertanian unggulan di Kecamatan Simpenan yaitu padi sawah dan bawang merah. Nilai SPI kemudian dipetakan dengan ArcGIS menggunakan metode Inverse Distance Weighted (IDW) untuk melihat pola sebaran kekeringan secara spasial. Dari hasil pengolahan didapatkan nilai SPI tertinggi terjadi pada bulan Januari hingga Februari dengan rentang nilai 1,00 s.d 1,71, yang termasuk dalam kategori agak basah hingga basah. Nilai SPI  terendah terjadi pada bulan September hingga Oktober dengan rentang nilai -1,50 s.d -1,99. Kondisi kekeringan yang terjadi di Kecamatan Simpenan berpengaruh terhadap hasil produksi pertanian varietas unggulan yaitu padi sawah dan bawang merah. Produktivitas tertinggi untuk padi sawah dan bawang merah terjadi pada bulan Maret dengan hasil panen padi sawah 296 ton/ha, dan bawang merah 70 kwintal/ha. Penurunan produktivitas padi sawah dan bawang merah terjadi pada bulan Agustus dengan hasil panen padi sawah 50 ton/ha, dan bawang merah 43 kwintal/ha.
INTEGRATED LAMINATED SHALY SAND ANALYSIS (LSSA) AND MONTE CARLO UNCERTAINTY PROBABILISTIC APPLIED FOR THE THIN LAMINATION RESERVOIR TOWARDS SIGNIFICANT NET PAY ADDITION Arphan, Frankstein; Gunawan, Adi; Lestari, Wien; Utama, Widya
Jurnal Geosaintek Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v6i1.6501

Abstract

In recent years, formation evaluation and well logging analysis have been evolving from its measurements, accuracy and applicability to determine tough downhole environments. Thin bed Reservoir is one of the most challenging well logging analysis due to the complexity of the high content of clay minerals in the shaly-sand lamination layer (thin bed) which inherently affects the log data response in the form of high gamma ray values and low resistivity. This causes the thin lamination zone is identified as a non-reservoir zone. Meanwhile, worldwide 30 to 40% of the oil in-place resources are confined within thin beds. Seeing the problem in the prediction of thin bed reservoirs, this research is focusing on Enhancing and developing thin bed potential by reevaluating petrophysical analysis, applying Laminated Shally Sand Analysis and Monte Carlo Uncertainty Probabilistic for calculating petrophysical parameter distribution and validating the parameter with Log Image. Laminated Shally Sand Analysis implements Thomas Steiber Plot in order to give laminated shale distribution and porosity, whereas the water saturation is calculated using Waxman Smith’s Equation. From this research, well SSK has thin bed potential at 2521.45 - 2543.45 ft. Laminated Shally Sand Analysis also capable to improve thickness of netpay with the range of 40.35% based on probabilistic delivered from Monte Carlo.
ANALISIS SUMBER GEMPA MIKRO MELALUI DISTRIBUSI LOKASI HIPOSENTER MENGGUNAKAN METODE DOUBLE DIFFERENCE PADA LAPANGAN PANAS BUMI “X” Nur Isnaini Rahmaningtyas; Widya Utama; Wien Lestari
Jurnal Geosaintek Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v6i1.6549

Abstract

Monitoring sumber panas bumi  perlu dilakukan untuk memaksimalkan  kegiatan eksplorasi dan pemanfaatan sumber energi, dengan melihat adanya aktivitas yang terjadi dibawah permukaan yaitu gempa mikro. Uji lokasi pada penelitian ini menggunakan metode Double Difference yang terdiri dari 2 tahap  yaitu clustering dan  relokasi, hasil  relokasi hiposenter  gempa mikro pada lapangan panas bumi “X” menunjukkan bahwa clustering terbagi menjadi 1 kelompok dengan jumlah event  260 data. Secara kuantitatif hasil dari proses relokasi hiposenter dengan metode Double Difference menghasilkan nilai eror yang jauh lebih kecil dibandingkan metode yang digunakan dalam penelitian sebelumnya yaitu Geiger Adaptive Damping. Metode Double Difference memiliki rata-rata nilai RMS eror sebesar 0.078 sedangkan, metode Geiger Adaptive Damping  menghasilkan rata-rata nilai RMS eror sebesar  0.29. Secara kualitatif, hasil relokasi hiposenter terletak tepat dibawah jalur sumur pada daerah penelitian, dapat dibuktikan dengan hasil layout antara titik relokasi hiposenter dengan penampang 2D lintasan pengukuran metode Magnetotellurik pada daerah penelitian. Lintasan C,D dan E menujukkan hasil hiposenter berada pada sumur PPL-04ST, PPL-04AST, PPL-07, PPL-06, PPL-02AST, dan PPL02ST. Adanya titik relokasi hiposenter yang berada tepat dibawah jalur sumur produksi mengindikasikan adanya aktvitas pada zona tersebut seperti aliran-aliran fluida yang mengalir pada reservoir panas bumi. Maka dapat disimpulkan bahwa event gempa mikro yang terjadi merupakan akibat aktivitas-aktivitas produksi yang terjadi didalam sistem geothermal. 
RANCANG BANGUN ALAT PENGUKUR KECEPATAN AKUSTIK DAN KADAR AIR VOLUMETRIK UNTUK MONITORING TANAH LONGSOR Ahmad Iqbal Hamami; Dwa Desa Warnana; Amien Widodo
Jurnal Geosaintek Vol 6, No 2 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v6i2.5410

Abstract

Faktor yang dapat memicu terjadinya tanah longsor salah satunya yaitu nilai hambatan geser yang kecil. Hal ini bisa disebabkan karena terdapatnya lapisan kedap air dibawah lapisan jenuh oleh air. Sehingga perlu dilakukan monitoring parameter tanah lain yang berhubungan dengan kadar air volumetrik. Dari data BNPB, dalam 10 tahun terakhir bencana tanah longsor terjadi di Indonesia lebih dari 200 kali setiap tahunnya. Dari total kejadian bencana longsor tersebut mengakibatkan 63 orang meninggal dunia dan hilang, 1625 rumah rusak, dan 37 fasilitas umum rusak. Sedangkan menurut LIPI, hingga saat ini baru terdapat 150 alat deteksi longsor yang terpasang dari ribuan yang dibutuhkan. Sehingga pada penelitian ini akan dibuat prototipe alat untuk monitoring tanah longsor. Penelitian ini akan membahas mengenai aplikasi alat ultrasonic transducers sebagai sistem monitoring kecepatan akustik pada tanah. Ultrasonic transducers adalah metode yang menggunakan 2 sensor ultrasonic dimana satu sensor dihubungkan dengan modul transmitter dan sensor yang lainnya dihubungkan dengan modul receiver, selanjutnya keduanya akan dihubungkan dengan generator gelombang dan mikrokontroler. Transmitter sebagai sensor untuk menghasilkan gelombang suara didalam tanah yang akan diterima oleh receiver. Sehingga didapatkan waktu penjalaran gelombang suara pada jarak tertentu yang telah ditentukan. Dari kedua parameter tersebut dilakukan perhitungan di software Arduino IDE sehingga bisa didapatkan output berupa kecepatan akustik pada tanah. Setelah dilakukan pengujian dengan sudut kemiringan 43o, didapatkan nilai kecepatan akustik saat terdapat rekahan pada pengujian ke-1 naik dari 1309.24 m/s ke 1694.34 m/s, 1636.55 m/s ke 2117.93 m/s pada pengujian ke-2, dan 1505.23 m/s ke 2117.93 m/s pada pengujian ke-3. Nilai kadar air volumetrik sendiri terdapat pada rentang 87% sampai 99% pada saat terdapat rekahan sampai longsoran total terjadi. Hasil dari pengujian tanah menunjukkan bahwa jenis tanah yang digunakan pada penelitian ini adalah pasir lempungan.
KARAKTERISTIK SEDIMEN HOLOSEN – PLEISTOSEN BERDASARKAN UKURAN BUTIR PADA SEDIMEN INTI EW17-08, TEPI BARATLAUT PAPARAN SUNDA Septriono Hari Nugroho; Purna Sulastya Putra; Ageng Digdya Garin Pamungkas
Jurnal Geosaintek Vol 6, No 2 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v6i2.7025

Abstract

Sedimen inti EW17-08 terletak pada tepi baratlaut Paparan Sunda. Pengendapan sedimen pada wilayah tersebut berhubungan dengan perubahan kenaikan muka air laut yang terjadi pada paparan Sunda. Penelitian ini merupakan studi pendahuluan yang bertujuan untuk mengetahui karakterstik sedimen berdasarkan analisis tren ukuran butir  pada periode transisi Holosen - Pleistosen. Sedimen inti EW17-08 diambil pada Ekspedisi Widya Nusantara menggunakan Kapal Riset Baruna Jaya VIII. Karakteristik sedimen Holosen dan Pleistosen dapat dibedakan dari nilai mean, sorting, skewness dan kurtosis. Batas Holosen – Pleistosen ditentukan berdasarkan kemunculan pertama dari Bolliela Adamsi pada kedalaman 161 cm. Fasies sedimen dalam inti tersebut dibedakan menjadi dua fasies, fasies I berumur Pleistosen Akhir dengan komposisi sedimen berupa perselingan lanau sedang-pasir sangat halus. Fasies II dengan komposisi sedimen berupa lanau kasar dan berumur Holosen. Hasil studi pendahulan ini diharapkan dapat digunakan untuk mengetahui perubahan lingkungan yang terjadi selama Pleistosen – Holosen.
INSTRUMEN REAL TIME ROCK RESISTIVITY METER UNTUK MENGUKUR RESISTIVITAS DAN MEMONITOR SIFAT KELISTRIKAN SAMPEL BATUAN Yogi, Ida Bagus Suananda; Pangestu, Riang; Karyanto, Karyanto; Darmawan, I Gede Boy
Jurnal Geosaintek Vol 6, No 3 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v6i3.7890

Abstract

Resistivitas adalah salah satu sifat fisis batuan yang banyak dimanfaatkan dalam berbagai bidang seperti eksplorasi sumber daya, geoteknik, teknik lingkungan, dan mitigasi bencana. Nilai resistivitas didapat dengan menggunakan pengukuran geolistrik, MT, ataupun AMT di permukaan. Nilai yang diukur di lapangan dapat divalidasi dengan membandingkan nilai resistivitas sampel batuan secara langsung. Oleh sebab itu, dibuatlah instrumen Real Time Rock Resistivity Meter yang dirancang untuk dapat mengukur nilai resistivitas batuan secara otomatis dan real time. Proses monitor dan pengukuran dilakuan di komputer dengan memanfaatkan microcontroller Arduino. Validasi alat dilakukan dengan menggunakan resistor sebesar 1 kΩ, 10 kΩ, 100 kΩ, dan 1 MΩ dengan eror pengukuran kurang dari 2.2 %. Sampel batuan yang diukur berupa batuan Tuf dan batuan beku. Hasil pengukuran menghasilkan dua kecendrungan nilai, yaitu saat hasil pengukuran polaritas positif dan negatif. Perbedaan ini terjadi karena adanya energi listrik yang tersimpan di dalam batu. Dari analisis yang dilakukan, nilai resistivitas batuan dihitung dari rata-rata kedua polaritas. Batuan tuf memiliki nilai resistivitas sebesar 12,6 kΩm dan batuan beku sebesar 262 kΩm. Tuf basah memiliki nilai resistivitas 89,7 Ωm dan berangsur naik hingga 10,1 kΩm selama 9 hari. Nilai yang bervariasi ini terjadi karena batuan tuf memiliki rekahan yang dapat menyimpan dan cepat melepas air. Dengan kemampuan ini, instrumen Real Time Rock Resistivity Meter dapat digunakan untuk validasi atau bahkan menghasilkan referensi nilai reisistivitas formasi batuan di sekitar kita.
Analisis Parameter Fisis Lempung Dalam Penentuan Daya Dukung Tanah (Studi Kasus: Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik) Ahmad Widodo; Widya Utama; M. Singgih Purwanto; M. Haris Miftakhul Fajar
Jurnal Geosaintek Vol 6, No 2 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v6i2.5445

Abstract

Kawasan reklamasi di Kecamatan Manyar, Gresik merupakan daerah dengan kondisi tanahnya yang didominasi oleh tanah lempung. Sebelum dilakukan pembangunan dan pembebanan, perlu dilakukan investigasi untuk mendapatkan daya dukung tanah lempung tersebut. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mendapatkan karakter fisis lempung di lokasi penelitian, dan mendapatkan daya dukung optimum dari model tanah lempung dan tanah timbunan. Penelitian dilakukan dengan melakukan pemodelan tanah dan pemberian beban permukaan. Sehingga didapatkan nilai penurunan yang kemudian digunakan untuk penentuan nilai daya dukung. Penelitian ini menggunakan sampel lempung dari lapangan untuk dilakukan pengukuran sifat fisis secara langsung. Didapatkan hasil densitas 1,448 gr/cm3, porositas 70,046 %, specific gravity 2,565 dan kohesi 5,238 kN/m2. Hasil analisis hubungan antar parameter didapatkan bahwa antara specific gravity – porositas, kohesi – specific gravity dan kohesi – porositas menujukkan adanya hubungan parameter yang kuat. Sedangkan parameter yang tidak menunjukkan adanya korelasi ialah antara porositas – densitas, specific gravity – densitas dan kohesi – densitas. Dari 4 model tanah yang dimodelkan didapatkan hasil daya dukung optimum untuk model 1 sebesar 35 kN/m2, model 2 sebesar 40 kN/m2, model 3 sebesar 43 kN/m2, dan model 4 sebesar 47 kN/m2.
KOROSIFITAS PADA TANAH LAPUKAN VULKANIK BERDASARKAN NILAI TAHANAN JENIS TANAH DI KAWASAN UNPAD JATINANGOR, KABUPATEN SUMEDANG, JAWA BARAT Yanwar Yusup Rukmana; Zufialdi Zakaria; Dicky Muslim; Nadhirah Seraphine
Jurnal Geosaintek Vol 6, No 2 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v6i2.6581

Abstract

Abstrak. Pembangunan infrastruktur terutama gedung-gedung tinggi tidak terlepas dari penggunaan material logam/besi. Masalah besar bagi bangunan dan peralatan yang menggunakan material logam adalah Korosi. Korosi yaitu degradasi atau penurunan mutu logam akibat reaksi kimia suatu logam dengan lingkungan di sekitarnya termasuk tanah. Indikator utama yang sangat signifikan dalam menentukan klasifikasi korosi pada tanah yaitu nilai tahanan jenis, karena laju dari korosifitas merupakan fungsi dari konduktivitas listrik. Indikator lain yang berpengaruh terhadap klasifikasi korositas adalah karakteristik dari tanah itu sendiri. Pengambilan nilai tahanan jenis tanah pada penelitian ini mengacu pada ASTM G187-12.  Karakteristik tanah lapukan vulkanik yaitu di dominasi oleh besar butir halus. Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan dan pengujian di laboratorium, tanah di daerah penelitian berjenis Lanau dengan tingkat Plastisitas Rendah-Tinggi (MH-ML) serta Lempung dengan tingkat Plastisitas Tinggi (CH). Hasil analisis dari sebaran potensi korosifitas tanah di daerah penelitian menunjukkan bahwa tingkat korosifitas tanah berada pada tingkatan Sedang-Tinggi. Zona korosifitas tinggi pada sampel dengan kedalaman 0.5 m terkonsentrasi di sebelah barat laut, Pada sampel dengan kedalaman 1.0 m terkonsentrasi di sebelah tenggara, dan pada sampel dengan kedalaman 1.5m tersebar di seluruh daerah penelitian.   
APLIKASI METODE FLAT BASE ELECTRICAL RESISTIVITY SURVEY UNTUK MENGETAHUI KERUSAKAN DI JALAN TERUSAN RYACUDU LAMPUNG SELATAN Felik Destian Putra; Andri Yadi Paembonan; Reza Rizki
Jurnal Geosaintek Vol 6, No 3 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v6i3.8009

Abstract

Telah dilakukan penelitian pada Jalan Raya Terusan Ryacudu Lampung Selatan menggunakan data Flat Base Electrical Resistivity Survey dengan tujuan untuk mengetahui faktor penyebab kerusakan jalan yang terjadi di lokasi tersebut. Jalan Terusan Ryacudu merupakan akses keluar masuknya kendaraan yang menghubungkan kota Bandar Lampung dengan pintu masuk tol ITERA-Kotabaru yang ditemukan banyak titik kerusakan pada permukaan aspal yang dapat memicu munculnya permasalahan di lokasi tersebut. Berdasarkan penampang 2D pada daerah penelitian ini memiliki persebaran nilai resistivitas yang relatif tinggi antara 1000-5000 Ohm.m dan didominasi oleh nilai resistivitas dari lapisan batuan tufa yang merupakan batuan yang mendominasi lokasi penelitian ini namun di beberapa titik ditemukan adanya sebaran nilai resistivitas yang cenderung lebih rendah yang diakibatkan oleh adanya proses pemadatan material yang kurang sempurna saat proses pembuatan jalan. Pada penampang 2D resistivitas di lokasi ini juga ditemukan adanya sebaran nilai resistivitas yang cukup rendah dengan nilai 16-80 Ohm.m yang diindikasikan sebagai batuan tufa yang proses pemadatannya tidak sempurna dan mengalami infiltrasi oleh adanya air yang letaknya berada di bawah titik yang mengalami kerusakan berupa lubang di permukaan aspal. Secara umum kerusakan yang muncul pada lokasi ini diakibatkan oleh adanya proses pemadatan material jalan yang tidak sempurna dan adanya proses infiltrasi oleh air terutama air hujan.
UJI LOKASI HIPOSENTER MIKRO-EARTHQUAKE (MEQ) DENGAN METODE INVERSI SIMULATED ANNEALING PADA LAPANGAN PANAS BUMI “XX” Halim, Gian Ricardo; Utama, Widya; Mariyanto, Mariyanto
Jurnal Geosaintek Vol 6, No 2 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v6i2.6548

Abstract

Energi sangat berpengaruh untuk kegiatan-kegiatan manusia. Sumber energi sendiri didapatkan melalui proses – proses eksplorasi sumber daya alam. Kini sudah banyak macam kegiatan eksplorasi yaitu eksplorasi mineral, eksplorasi minyak dan gas bumi serta yang baru-baru ini sedang digalakkan yaitu eksplorasi panas bumi atau biasa disebut dengan geothermal. Eksplorasi panas bumi adalah terobosan untuk sumber energi terbarukan. Untuk memenuhi kegiatan eksplorasi, maka dari itu perlu dilakukan survei geofisika untuk menggambarkan kondisi penampang bawah permukaan agar dapat memaksimalkan kegiatan eksplorasi dan pemanfaatan sumber energi. Untuk menunjang kegiatan di area panas bumi digunakan metode seismik pasif yaitu pencatatan aktivitas gempa miro. Data gempa mikro merupakan hasil perekaman gelombang seismik natural dengan frekuensi yang rendah dan memiliki nilai magnitudo (≤3 SR). Gempa dalam skala yang kecil ini biasanya disebabkan oleh simulasi hidraulik, produksi/injeksi, pengeboran atau kegiatan lainnya yang berhubungan dengan eksplorasi reservoir sekitar area panas bumi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan uji lokasi titik hiposenter dengan metode inversi Simulated Annealing. Hasil dari metode inversi ini akan dilihat hasilnya dengan penelitian yang ada sebelumnya. Parameter untuk menentukan baik tidaknya suatu metode akan dilihat dari nilai misfit atau RMS. Metode inversi Simulated Annealing ternyata lebih baik dibandingkan metode-metode yang sering digunakan untuk menentukan titik hiposenter karena hasilnya tidak terjebak pada minimum lokal dan memiliki nilai misfit yang lebih kecil. Input dari metode inversi ini adalah lokasi stasiun, model kecepatan 1 dimensi, travel time, dan inisiasi hiposenter awal. Untuk hasil yang didapatkan dari metode ini pada dasarnya adalah lokasi yang lebih presisi secara perhitungan dilihat dari nilai misfit yang didapat.