cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Arjuna Subject : -
Articles 390 Documents
PENETRASI BUDAYA YAHUDI DALAM AJARAN ISLAM Ahmad Turmudzi
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 15, No 1 (2013): Wahana Akademika
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v15i1.532

Abstract

AbstractPenetration and acculturation cause problems for the adherents of certain religions. It was experienced by Muslims when the Jewish culture influenced the heart teachings of Islam such as the interpretation of the Prophet of the Qur’an and Hadith. Fairy tales and the information obtained from Jewish culture had scattered in the works of tafsir al-Qur’an. While in the Hadith of the Prophet, the influence of Jewish culture was transformed into false hadiths (mawdlu’at) that contained stories that are misleading superstition. This article examines the influence of Jews (Israiliyat) in the interpretation of the Koran. Some of the questions that the author has answered in this paper are how the history of Jewish had influenced the religious teachings of Islam; what the dangers arise from the existence of such influences, and what efforts Muslim scholars have tackled the influences of these.
PANDEMIK DALAM MASYARAKAT RISIKO Muna Yastuti Madrah; Nailil Muna; Tali Tulab
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 8, No 1 (2021): Vol. 8, No. 1, April 2021
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v8i1.6581

Abstract

Pandemik CoVID-19 menjadi bencana global, membawa dampak tidak hanya bagi kesehatan dunia, namun semua aspek kehidupan seperti, sosial, ekonomi, politik dan budaya, agama dan pendidikan. Hal ini menunjukkan masyarakat berada dalam situasi yang penuh risiko. Ancaman-ancaman massal seperti serangan teroris, penyebaran virus, bencana alam dan bencana lainnya akan membahayakan penduduk dunia yang tingkat mobilitas dan konektivitasnya semakin tinggi. Maka diperlukan perhatian yang cukup besar untuk teori persepsi risiko dan peran persepsi risiko dalam pengambilan keputusan. Situasi saat ini memperlihatkan bahwa umat Muslim telah berada pada era masyarakat risiko. Hal ini tidak serta merta berarti bahwa semua semua aspek kehidupan berisiko, namun kehidupan akan selalu diwarnai oleh berbagai risiko yang akan mempengaruhi proses di masyarakat. Artikel ini mencoba menganalisa konteks sosial masyarakat Muslim modern dengan perspektif sosiologi masyarakat berisiko khususnya pada masa pandemik CoVID-19. Pandemi Covid-19 juga memperlihatkan bahwa sesungguhnya Negara-negara tidak siap, nampak pada sulitnya Negara mengontrol disiplin dan tanggung jawab masyarakat, yang semakin menunjukkan ketidaksiapan dalam menghadapi masyarakat berisiko. Dalam hal ini dibutuhkan tidak hanya tata kelola publik yang baik namun juga tata kelola risiko di tengah kompleksitas masyarakat dinamis.
AL QUR’AN DAN ISU KESETARAAN GENDER Nurrochman Nurrochman
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 1, No 2 (2014): Wahana Akademika
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v1i2.816

Abstract

AbstractThis paper explains the issues Gender in al Qur’an and Islam. Adaptation of gender discourse in Islam have generated various respons among moslem, which can be classified in to at least three groups. First, outspoken group refuse the adaptation gender into moslem community. They have claimed gender issues represent the product of Western civilization and not a part of Islamic doctrine. Second, group that supporting adaptation of gender issues in Islam world. Third, critical group to issues gender in Islam. In one side, they active to campaign about gender equality in Islam world. But in the other side they also give the critic. This paper, focus on moslem feminists thougt, especially in al Qur’an interpretation. They attend in newly perspective about interpreting sentences of al Qur’an, especially that talking about the women rights, like polygamy, violence, justice, waris, divorce and veil usage. All of moslem feminists sure that Islam esteem the women rights. But, moslem intellectual have to reinterpretate the sentences of al Qur’an to get the deep meaning.Keywords: Islam, gender, tafsir
Pluralitas Masyarakat dalam Islam Joko Widodo
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 4, No 1 (2017): Wahana Akademika
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v4i1.1481

Abstract

AbstractPlurality is a fact and can not be denied in society, Islam as a moderate religion, which a justice, and always invites people to facilitate religious and possess compassion for fellow human beings. Islam rejects the conservative attitudes, opacity, and setbacks. On the other hand, Islam also rejects definitively all forms of oppression, hostility, murder, and destruction (on behalf of unifying the Ummah). All humans in the natural world was created from the same origin. No excess of one than the other, but the most good in the discharge of its functions sebagimana caliph of God on earth, which is more useful for humanity, and the most piety to Allah SWT. Differences of race and nation merely as a sign and identity in social life of society. Islam recognizes the plurality, as in Q.S. Al-Hujurat verse; 13. Islam recognizes the differences in nation, tribe, ethnicity and language. This diversity can not be deleted. But Islam is able to cope with this diversity or differences.Kata Kunci: Pluralitas Masyarkat, Islam
MENELADANI NILAI-NILAI KARAKTER KOMUNITAS MAHASANTRI (STUDI PONDOK PESANTREN ASSHODIQIYAH SEMARANG) Moh Farhan
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 5, No 1 (2018): Wahan Akademika
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v5i1.2563

Abstract

AbstractThis article would like to examine the values of the characters of students Asshodiqiyah islamic Boarding School Semarang. Character education is a very strategic issue today. This can be seen from the many cases of moral decadence that has entered the world of education. Starting from the persecution of students even to murder. Of course this causes anxiety for all of us.From that, it is necessary to be disclosed as one prototype model of character value education conducted in islamic boarding school as an indigenous institution that has proven to be the front guard in carrying out character education because the students of this islamic boarding school live for 24 hours under the watch of the kiai. The issues raised in this article are: 1) How is the activity of the students in Asshodiqiyah islamic boarding school Semarang, 2) What are the character values developed in Asshodiqiyah islamic boarding school Semarang. This research is a qualitative descriptive research in which the researcher presents various data obtained from observation, interview, and documentation. From the research that has been done, the results show that: 1) students’ activity in Asshodiqiyah islamic boarding school Semarang can be classified in the form of routine and incidental activity, whereas 2) The character values developed in Asshodiqiyah islamic boarding school Semarang are religious, honest, discipline, hard work, creative, independent, democratic, curiosity, spirit of nationalism, love of the homeland, appreciate achievement, communicative, love peace, love reading, caring environment, social care, responsibility. AbstrakArtikel ini ingin mengkaji tentang Nilai-nilai karakter dalam komunitas mahasantri di Pondok Pesantren Asshodiqiyah Semarang. Pendidikan karakter menjadi isu yang sangat strategis dewasa ini. Hal tersebut bisa kita lihat dari banyaknya kasus dekadensi moral yang sudah masuk dalam dunia pendidikan. Mulai dari penganiayaan yang dilakukan siswa bahkan sampai pembunuhan. Tentu saja hal ini menyebabkan kegelisahan bagi kita semua. Dari itulah perlu kiranya untuk diungkap sebagai salah satu prototype model pendidikan nilai karakter yang dilakukan di pesantren sebagai lembaga indigenous yang telah terbukti menjadi garda terdepan dalam melaksanakan pendidikan karakter karena memang para santri bermukim selama 24 jam di bawah pantauan sang kiai.Permasalahan yang diangkat dalam artikel ini adalah : 1) Bagaimana aktifitas mahasantri di Pondok Pesantren Asshodiqiyah Semarang, 2) Apakah nilai-nilai karakter yang dikembangkan di Pondok Pesantren Asshodiqiyah Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang mana peneliti menyajikan berbagai macam data yang diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dari penelitian yang telah dilakukan, didapatkan hasil bahwa: 1) Aktifitas mahasantri di Pondok Pesantren Asshodiqiyah Semarang dapat diklasifikasikan berupa kegiatan rutin dan insidental, sedangkan 2) Nilai-nilai karakter yang dikembangkan di Pondok Pesantren Asshodiqiyah Semarang diantaranya berupa nilai religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan atau nasionalisme, cinta tanah air, menghargai prestasi, komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, tanggung jawab.
PENGELOLAAN ZAKAT PERTANIAN DI LAZIS NU KABUPATEN KENDAL Abdul Hakim
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 2, No 2 (2015): Wahana Akademika
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v2i2.385

Abstract

In Kendal, at least three social religious institutions that have influence in the community of Kendal, Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, and Rifaiyyah.. Among the three institutions, Nahdlatul Ulama (NU) has the most members spread across the region Kendal, particularly among the farming community. Ideally, NU was able to encourage its members to carry out agricultural zakat. Especially in the NU Community has an institutions, LAZIS (Institution for Managerial Zakat and Shodaqoh). But in reality, of the amount of NU LAZIS scattered in the district of Kendal, only five LAZIS that optimally perform zakat empowerment of agriculture, namely District Rowosari, District Patebon, District Gemuh, District Kangkung, and District Boja. Its implementation is not maximized in the districts but still only focused on areas of the village or certain villages Management and organization become a serious problem in the utilization of zakat agriculture . Zakat management of agriculture focused on aspects of the collection and utilization . Organizational aspects can be solved by internal and external solutions through communication , mapping mustahik and internal consolidation with LAZIS - LAZIS NU in its territory.Keywords: Management, Agricultural Zakat, LAZIS
SUPERVISI AKADEMIK UNTUK MENINGKATAN KOMPETENSI GURU DALAM MENGEMBANGAN MATERI BAHAN AJAR DI MI KECAMATAN PRINGSURAT, KABUPATEN TEMANGGUNG Nur Makhsun
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 7, No 2 (2020): Vol. 7, No. 2, Oktober 2020
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v7i2.6553

Abstract

Peningkatan mutu pendidikan formal sangat ditentukan guru, karena mereka memiliki fungsi dan peran strategis dalam pembangunan pendidikan. Oleh karena itu perlu kinerja guru perlu ditingkatkan. Pengembangan bahan ajar merupakan bagian dari proses pengembangan inovasi pendidikan. Bahan ajar tidak selamanya harus konvensional, namun guru harus melakukan beberapa tindakan untuk perbaikan cara pandang, berpikir, sikap, kebiasaan, profesionalisme, maupun perilaku dalam mengajar. Dengan demikian para guru harus memberikan inovasi dalam membuat bahan ajar karena akan berdampak pada kelancaran kegiatan pembelajaran siswa agar tidak cenderung merasa bosan. Tujuan Penelitian Tindakan Kepengawasan ini untuk mengetahui peningkatan kinerja guru dalam pengembangan materi bahan ajar melalui supervisi akademik di MI di Kecamatan Pringsurat, Kabupaten Temanggung. Penelitian tindakan ini dilakukan 3 siklus, dari hasil tindakan yang dilakukan terbukti dapat meningkatkan kinerja guru madrasah dengan standar ideal. Dari 69,25 % pada siklus l, dapat meningkat menjadi 71,65 % pada siklus II, dan siklus ke III meningkat menjadi 85,25%. Hasil penelitian ini menunjukkan supervisi akademik dapat meningkatkan kinerja guru madrasah dengan ketuntasan mencapai 100 %.
PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF PSIKOLOGI SUFISTIK Zuhri Zuhri
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 1, No 1 (2014): Wahana Akademika
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v1i1.805

Abstract

AbstractEffort to improve the quality of education a necessity for the people who want toget ahead, because the quality of education that will produce qualified humanresources to compete and exceed with other nations, which can produce workand creativity in all aspects of life, to realize these goals, become responsibility ofgovernment and the community as a provider of infrastructure while theeducator responsible for the learning process in this case is not only a variety offacility and allowance obtained but the more urgent is the spirit and motivationof religion as a driving force of progress or Sufi psychological factors.Keyword: mutu pendidikan, psikologi sufistik
MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PONDOK PESANTREN DALAM MEMBENTUK KARAKTER SISWA DI PONDOK PESANTREN RAOUDHOTUT THOLIBIN REMBANG JAWA TENGAH Nur Hasan
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 3, No 2 (2016): Wahana Akademika
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v3i2.1146

Abstract

AbstrackTujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menemukan tentang penerapan model pembelajaran karakter di pondok pesantren Roudhotut Tholibin Kabupaten Rembang.Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif yakni lebih melihat seperti apa penerapan media belajar dan pembelajaran berbasis pondok pesantren di Pondok Pesantren. Sedangkan metode pengumpulan data yang digunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian kualitatif dilakukan sejak sebelum memasuki lapangan, selama di lapangan dan setelah selasai di lapangan.Model pembelajaran pendidikan berbasis karakter di Pondok Pesantren Roudhotut Tholibin terdapat beberapa upaya dan rencana pembentukan karakter pada siswa atau santrinya. Hal ini ditunjukkan tata tertib santri pada buku peraturan disiplin santri, tentang tata tertib disiplin santri seperti menyiapkan petugas piket, etika izin dan berbagai jenis pelanggaran dengan konsekuensi hukuman. Proses pendidikan di Pondok pesantern melalui tahapaan-tahapan pembelajaran dalam hal penguasaan baca tulis dan hafalan al-Qur’an.Keywords: model pembelajaran, karakter siswa dan pondok pesantren.
METODOLOGI PEMBELAJARAN AHLAK Mustopa Halmar
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 12, No 1 (2011): Wahana Akademika
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v12i1.2255

Abstract

Mengajarkan akhlak yang merupakan bagian dari aspek sikap atau afektif, merupakan pekerjaan yang tidak mudah, berbeda dengan mengajarkan matematika, fisika, ilmu-ilmu sosial dan lain sebagainya. Karena mengajar akhlak, bukanlah sekadar menyampaikan ilmu pengetahuan atau sejumlah informasi atau keterampilan, tetapi membentuk perilaku sikap peserta didik yang diamalkan dalam kehidupannya. Di samping itu akhlak berhubungan dengan nilai (value) yang sulit diukur, karena menyangkut kesadaran yang tumbuh dari dalam. Sehingga untuk mendapatkan hasil pembelajaran akhlak, dalam arti perubahan sikap yang diwujudkan dalam bentuk perilaku yang dibiasakan membutuhkan: usaha yang serius, waktu yang cukup lama, dan lingkungan yang kondusif.

Filter by Year

2011 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 2 (2025): Vol. 12, No. 2, October 2025 Vol. 12 No. 1 (2025): Vol. 12, No. 1, April 2025 Vol. 11 No. 2 (2024): Vol. 11, No. 2, October 2024 Vol. 11 No. 1 (2024): Vol. 11, No. 1, April 2024 Vol. 10 No. 2 (2023): Vol. 10, No. 2, October 2023 Vol 10, No 2 (2023): Vol. 10, No. 2, October 2023 Vol 10, No 1 (2023): Vol. 10, No. 1, April 2023 Vol 9, No 2 (2022): Vol. 9, No. 2, Oktober 2022 Vol 9, No 1 (2022): Vol. 9, No. 1, April 2022 Vol 8, No 2 (2021): Vol. 8, No. 2, Oktober 2021 Vol 8, No 1 (2021): Vol. 8, No. 1, April 2021 Vol 7, No 2 (2020): Vol. 7, No. 2, Oktober 2020 Vol 7, No 1 (2020): Vol. 7, No. 1, April 2020 Vol 6, No 2 (2019): Vol. 6, No. 2, Oktober 2019 Vol 6, No 1 (2019): Vol. 6, No. 1, April 2019 Vol 5, No 2 (2018): Wahan Akademika Vol 5, No 2 (2018): Wahan Akademika Vol 5, No 1 (2018): Wahan Akademika Vol 5, No 1 (2018): Wahan Akademika Vol 4, No 2 (2017): Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 4, No 2 (2017): Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 4, No 1 (2017): Wahana Akademika Vol 4, No 1 (2017): Wahana Akademika Vol 3, No 2 (2016): Wahana Akademika Vol 3, No 2 (2016): Wahana Akademika Vol 3, No 1 (2016): Wahana Akademika Vol 3, No 1 (2016): Wahana Akademika Vol 2, No 2 (2015): Wahana Akademika Vol 2, No 2 (2015): Wahana Akademika Vol 2, No 1 (2015): Wahana Akademika Vol 2, No 1 (2015): Wahana Akademika Vol 1, No 2 (2014): Wahana Akademika Vol 1, No 2 (2014): Wahana Akademika Vol 1, No 1 (2014): Wahana Akademika Vol 1, No 1 (2014): Wahana Akademika Vol 15, No 2 (2013): Wahana Akademika Vol 15, No 2 (2013): Wahana Akademika Vol 15, No 1 (2013): Wahana Akademika Vol 15, No 1 (2013): Wahana Akademika Vol 14, No 2 (2012): Wahana Akademika Vol 14, No 2 (2012): Wahana Akademika Vol 14, No 1 (2012): Wahana Akademika Vol 14, No 1 (2012): Wahana Akademika Vol 12, No 1 (2011): Wahana Akademika Vol 12, No 1 (2011): Wahana Akademika More Issue