cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Arjuna Subject : -
Articles 390 Documents
FIQH SOSIAL KIAI SAHAL SEBAGAI FIQH PERADABAN Jamal Ma'mur Asmani
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 2, No 2 (2015): Wahana Akademika
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v2i2.390

Abstract

view original file
PENGUATAN PENDIDIKAN PANCASILA DI PERGURUAN TINGGI DALAM MEMBANGUN GENERASI TAAT KONSTITUSI Hamidulloh Ibda
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 7, No 2 (2020): Vol. 7, No. 2, Oktober 2020
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v7i2.6528

Abstract

Penguatan Pendidikan Pancasila di perguruan tinggi menjadi solusi membangun generasi taat konstitusi. Penguatan Pendidikan Pancasila sangat mendukung untuk mewujudkan Gerakan Nasional Revolusi Mental, Kementerian Agama, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Mahkamah Konstitusi. Perkuliahan Pendidikan Pancasila harus mengacu nilai-nilai integritas, etos kerja, dan gotong royong. Ketiga nilai utama itu ditujukan dalam rangka mencapai budaya bangsa yang bermartabat, modern, maju, makmur, dan sejahtera berdasarkan Pancasila. Ketaatan pada konstitusi dimulai dari beberapa hal. Pertama, kesadaran hukum yang bisa dikuatkan dalam perkuliahan Pendidikan Pancasila. Kedua, pemenuhan seorang untuk paham hukum agar tidak melanggarnya dan terkena sanksi. Ketiga, identifikasi terhadap ketakutan terhadap hukum itu sendiri. Keempat, internalisasi ketaatan hukum itu sendiri agar benar-benar memahami dan mengimplementasikan Pancasila, konstitusi, dan hukum itu sendiri. Ketaatan pada konstitusi diwujudkan dengan menaati semua substansi yang ada pada UUD 1945 beserta segala aspek yang dikuatkan melalui Pendidikan Pancasila. Kompetensi perkuliahan Pendidikan Pancasila harus berorientasi pada mutu dan perilaku nyata. Kompetensi di sini tidak sekadar berupa pengetahuan dan keterampilan, namun ditekankan pada pembentukan sikap dan tindakan nyata untuk taat konstitusi. Membangun negara demokrasi konstitusional bisa dikuatkan melalui implementasi Pancasila lewat sila-silanya. Dalam jangka panjang bisa dilakukan perguruan tinggi dengan menguatkan mata kuliah Pendidikan Pancasila agar mereka paham politik, konstitusi, demokrasi, Pemilu dan lainnya.
KEBIJAKAN PENGGUNAAN SANKSI PIDANA DALAM PERUNDANG--UNDANGAN HUKUM ADMINISTRASI UNDANGAN HUKUM ADMINISTRASIUNDANGAN HUKUM ADMINISTRASI UNDANGAN HUKUM ADMINISTRASI Eman Sulaiman
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 1, No 1 (2014): Wahana Akademika
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v1i1.806

Abstract

AbstractThe use of criminal sanctions as the main sanction has indicated the extent towhich the level of understanding of the legislators to the problem of "crime andpunishment". At least show that the limited understanding of the use of criminalsanctions also affect the determination of criminal sanctions in administrativelaw. "Errors" in the formulation of the implications for the difficulty andconfusion in the law enforcement, because there is a gap of two disciplines,namely the criminal law on the one hand and on the other hand administrativelaw, which has its own procedural law. This confusion will lead to ambiguity inthe resolution of cases of violation of administrative law contains criminalsanctions, whether enforcement will be carried out by law enforcement agencieswithin the criminal justice sisitem or whether officials of the state administrationin the sphere of administration? Such circumstances, of course, will lead to theexistence of legal uncertainty for the community.Kata Kunci: sanksi pidana, hukum pidana, hukum administrasi
PENDIDIKAN KRITIS DAN REKONSTRUKSI KURIKULUM MADRASAH Hendri Purbo Waseso
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 3, No 2 (2016): Wahana Akademika
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v3i2.1147

Abstract

AbstractThis paper reveals the importance of the madrasah curriculum development through various contextual perspectives. Study of critical education occupies a position on a learner awareness efforts about the importance of continuity between theory and practice. Madrasah curriculum has a distinctive religions experienced difficulties in how religious subjects functioning integrative and relevant to the present conditions. Through literature review, it was found that the critical education can be used as an alternative in reconstructing the existing of madrasah curriculum. Critical education gives a basic framework and substantial how egalitarian, humanist education, and transformative it can be implemented. It is done with the four principles in the process of reconstruction of the madrasah’s curriculum, namely to minimize the gap between theory and practice in the sphere of organizing material, growing the awareness of educators and learners become critical educators and critical learners that achieved together, lead learners to realize the potential significantly, and the transmission of Islamic values through a hidden curriculum.Keywords: Madrasah Curriculum and Critical Education
MANFAAT TA‘LIM AL-QUR’AN SEBAGAI MAHAR (KAJIAN FIQH MUQARAN) Moh. Fauzi
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 12, No 1 (2011): Wahana Akademika
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v12i1.2256

Abstract

Mahar dalam Islam ditetapkan sebagai kewajiban suami kepada istrinya, sebagai tanda kecintaan dan ketulusan hati menikahinya, sebagai penghormatan terhadap kemanusiaannya, bukan sebagai ganti harga atas dirinya. Karena, sebelum Islam datang mahar menjadi milik wali atau pengampunya, maka Islam menetapkan mahar sebagai hak milik si perempuan. Karenanya, dalam menentukan jenisnya meskipun didasarkan atas kesepakatan dan kerelaan kedua pihak, suara pihak perempuan yang menghendaki jenisnya harus diperhatikan, sehingga mahar yang diberikan benar-benar bermanfaat.Berdasarkan adanya dua aliran pendapat tentang boleh dan tidaknya mahar dàlam bentuk ta’lim al-Qur’an, pendapat aliran pertama yang menyatakan boleh dan sah mahar dalam bentuk ta’lim aI-Qur’an lebih sejalan dengan konteks kehidupan dunia modem yang cenderung materialistis. Dengan mahar dalam bentuk ta’lim aI-Qur’an akan dapat memberi siraman dan kesejukan hati di tengah kegersangan hati umat manusia modern. Terlebih jika perempuan yang akan dinikahi adalah mu’allaf yang sudah terpenuhi kebutuhan materinya. Pemberian mahar dalam bentuk ta’lim al-Qur’an akan sangat berguna baginya dibandingkan mahar dalam bentuk materi.
STUDI PEMIKIRAN FAZLUR RAHMAN TENTANG HADIS-HADIS PREDIKTIF DAN TEKNIS Abdul Fatah Idris
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 14, No 1 (2012): Wahana Akademika
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v14i1.355

Abstract

Ada asumsi dalam masyarakat, bahwa sebagian hadis dalam kitab-kitab hadis sudah tidak sesuai lagi dengan ilmu pengetahuan pada saat ini. Hal ini mendorong pada intelek Muslim (ulama) untuk melakukan kritik hadis Nabi. Seperti halnya Fazlur Rahman melakuakan kritik tertuju pada matan hadis prediktif dan teknis yang diasumsikan sebagai matan hadis yang bukan bersumber dari Nabi. Demikian pula tentang sanad hadis yang belum bisa dijadikan sebuah argumentasi yang bersifat positif dan final dalam kehadisan. Maka timbul masalah: Mengapa Fazlur Rahman mementingkan aspek matan hadis daripada aspek sanad hadis?; Mengapa Fazlur Rahman tidak menerima hadis prediksi dan teknis, sebagai matan hadis sahih?; Sejauh mana orsinalitas pemikiran Fazlur Rahman, serta apa kelebihan dan kekurangannya? Disertasi ini, bertujuan untuk mengungkap orisinalitas pemikiran Rahman tentang kriteria matan hadis prediksi dan teknis, dan apa alasan-alasannya bahwa hadis-hadis prediksi dan teknis dikatakan tidak sahih. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan historis dan filosofis. Yakni ingin menemukan pemahaman Rahman terhadap sumber-sumber Islam melalui kajian teks sejarah berupa hadis Nabi. Beberapa temuan yang dapat penulis abstraksikan: bahwa konsepsi hadis dan sunnah adalah dua kata yang berbeda namun identik maknanya. Rumusan kriteria kesahihan hadis Fazlur Rahman berbeda dengan rumusan Muhādśîn tetapi rumusannya bersifat penyempurna dari kriteria hadis sebelumnya. Bagi Rahman aspek sanad tidak terlalu penting, karena sistem isnad belum bisa dijadikan sebuah argumentasi yang bersifat positif dan final. Sebaliknya Muhādiśîn lebih menyorot pentingnya sanad hadis. Karena sanad hadis sangat efektif untuk menentukan validitas hadis. Karena itu apabila mengesampingkan aspek sanad akan menafikan klasifikasi hadis sahîh, hasan,dan da’îf. Demikian pula apabila hanya mementingkan aspek matan saja maka akan banyak diketemukan hadis-hadis yang lemah (da’îf)  tidak terdeteksi validitasnya. Secara aplikatif pemikiran Rahman tentang kritik sanad hadis belum diketemukan. Sebab pandangan Rahman itu hanya bersifat teoritis keilmuan. Berbeda dengan para Muhādiśîn  secara jelas dituangkan dalam ‘ulūm al-hadiś, baik secara teoritis maupun aplikatif.  Rahman menolak hadis prediksi dan teknis, karena hadis-hadis tersebut sebagian besar tidak bersumber dari Nabi tetapi merupakan hasil formulasi para ulama generasi Muslim awal. Ia beralasan adanya peperangan politik (al-fitan) yang tak kunjung padam menyebabkan mereka membuat prediksi-prediksi yang bertujuan politik, dogmatis dan theologis. Demikian pula hadis teknis dipandangnya hadis yang tidak historis, tetapi tetap harus dipandang bersifat normative di dalam formulasi-formulasinya yang actual. Metode hermeneutic dan sosio histories merupakan ciri khas pemikiran Rahman dalam pengembangan metode pemahaman sumber-sumber Islam. Inilah kelebihan bagi Rahman yang tidak pernah dikembangkan sebelumnya oleh ulama muhādiśîn. Namun setiap orang juga tidak lepas dari segala kekurangan. Karena itu ekses dari ketidak sabaran Rahman untuk mengaplikasikan pemikiran metode tersebut, menimbulkan pemahaman kontroversial masyarakat Muslim dalam bidang keagamaan.  
Konversi Identitas Preman Menjadi Laskar di Solo Warsito Warsito
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 6, No 2 (2019): Vol. 6, No. 2, Oktober 2019
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v6i2.3167

Abstract

Konversi identitas laskar mantan preman menarik untuk dikaji. Perubahan pertama dari preman menjadi anggota jamaah tabligh yang gerakannya menjauhi politik praktis berubah menjadi anggota gerakan haroki yang melawan pemerintahan dan anti demokrasi. Identitas perlawanan muncul pada mantan anggota jamaah tabligh yang mendahulukan ikhramul muslimin dan tidak mempermasalahkan system pemerintahan negaranya. Perubahan berikutnya adalah menjadi anggota laskar, perubahan terakhir tidak mengejutkan karena kedua gerakan memiliki tujuan sama yaitu penegakan syariat Islam di Indonesia dengan pola yang berbeda. Haroki lebih mementingkan pembinaan anggota dan membesarkan jamaah sementara laskar mendahulukan kekerasan dalam menyelesaikan konflik. Proses mengkategorisasi diri pada suatu kelompok dan proses pindah dari satu kelompok ke kelompok yang lain, kemudian proses pembandingan kelompoknya dengan kelompok lain sehingga menjadi ingoup favoritism (fanatik kuat) dan merendahkan kelompok lain menjadi pembahasan dalam kajian ini dengan pendekatan teori identitas sosial.
MANFAAT JEJARING SOSIAL BAGI KEGIATAN DAKWAH SISWA PRATEPSASANA ISMAIL MEMORIAL SCHOOL (PIMS) NAKHON SI THAMMARAT THAILAND SELATAN Maya Rini Handayani
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 1, No 1 (2014): Wahana Akademika
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v1i1.797

Abstract

AbstractThis article discusses about the benefits of information technology for Islamicda’wa activities of PIMS (Pratepsasana Ismail Memorial School) students. In thisarticle, the information technology focuses on social network, which is a facebook. PIMS is a school managed by Pondok Bantan in Nakhon Si Thammarat(NST) province, Southern Thailand. Both PIMS school and pondok Bantanhave provided some modern facilities such as buildings, classrooms, and computer laboratories. Therefore, it is very interesting to know the PIMS student’sIslamic da’wa activities using the information technology by utilizing computerlaboratories in PIMS and Pondok Bantan.Keyword: dakwah Islamiyah, facebook, Pratepsasana Ismail MemorialSchool
STRATEGI PENERAPAN MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH (Studi Kasus di MI Nurul Islam Ngaliyan Semarang) Munif Kholifah Sulistiyoningrum
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 3, No 1 (2016): Wahana Akademika
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v3i1.875

Abstract

AbstractSchool based management determines e? ectiveness, e? ciency and productivity of school organization. It constitutes a new paradigm on educational system that gives wide autonomy to manage human and ? nance resources depending on priority. Its implementation is based on UU No.20 in 2003 regarding national education system article 51. MI Nurul Islam is one of the basic educational institutions that have successfully implemented school-based management. Th is is proved by academic and non-academic outcomes, supported by competitive quality, especially on religious discipline; good implementation stage of school based management (MBS); decentralization of educational implementation and successful character of headmaster of MI Nurul Islam. By using descriptive-qualitative approach, this study tries to explore the implementation strategy of school based management (MBS) in MI Nurul Islam Ngaliyan Semarang.Keywords: School Based Management, Implementation Strategy, MI Nurul Islam, autonomy, decentralization.
Integrasi Ilmu Pengetahuan (Sains) dan Agama Islam feiza rahma putri
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 6, No 1 (2019): Vol. 6, No. 1, April 2019
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v6i1.4848

Abstract

Abstrak: Integrasi ilmu pengetahuan (sains) dan agama islam memanglah memiliki sudut pandang yang berbeda. Namun dalam hal ini, keselarasan antara keduanya haruslah ditingkatkan. Karena keduanya memiliki peran penting dalam kehidupan manusia dan kemajuan sebuah bangsa. Agama merupakan pedoman atau tata cara atau petunjuk melalui aturan di dalam kitab suci dimana dalam ilmu pengetahuan (sains) yang berorientasi pada interaksi komunikasi yang ada di dalam masyarakat. Keduanya tentu memiliki hubungan dimana berintegrasi pada perilaku, moral, etika dan kemasyarakatan.

Filter by Year

2011 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 2 (2025): Vol. 12, No. 2, October 2025 Vol. 12 No. 1 (2025): Vol. 12, No. 1, April 2025 Vol. 11 No. 2 (2024): Vol. 11, No. 2, October 2024 Vol. 11 No. 1 (2024): Vol. 11, No. 1, April 2024 Vol. 10 No. 2 (2023): Vol. 10, No. 2, October 2023 Vol 10, No 2 (2023): Vol. 10, No. 2, October 2023 Vol 10, No 1 (2023): Vol. 10, No. 1, April 2023 Vol 9, No 2 (2022): Vol. 9, No. 2, Oktober 2022 Vol 9, No 1 (2022): Vol. 9, No. 1, April 2022 Vol 8, No 2 (2021): Vol. 8, No. 2, Oktober 2021 Vol 8, No 1 (2021): Vol. 8, No. 1, April 2021 Vol 7, No 2 (2020): Vol. 7, No. 2, Oktober 2020 Vol 7, No 1 (2020): Vol. 7, No. 1, April 2020 Vol 6, No 2 (2019): Vol. 6, No. 2, Oktober 2019 Vol 6, No 1 (2019): Vol. 6, No. 1, April 2019 Vol 5, No 2 (2018): Wahan Akademika Vol 5, No 2 (2018): Wahan Akademika Vol 5, No 1 (2018): Wahan Akademika Vol 5, No 1 (2018): Wahan Akademika Vol 4, No 2 (2017): Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 4, No 2 (2017): Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 4, No 1 (2017): Wahana Akademika Vol 4, No 1 (2017): Wahana Akademika Vol 3, No 2 (2016): Wahana Akademika Vol 3, No 2 (2016): Wahana Akademika Vol 3, No 1 (2016): Wahana Akademika Vol 3, No 1 (2016): Wahana Akademika Vol 2, No 2 (2015): Wahana Akademika Vol 2, No 2 (2015): Wahana Akademika Vol 2, No 1 (2015): Wahana Akademika Vol 2, No 1 (2015): Wahana Akademika Vol 1, No 2 (2014): Wahana Akademika Vol 1, No 2 (2014): Wahana Akademika Vol 1, No 1 (2014): Wahana Akademika Vol 1, No 1 (2014): Wahana Akademika Vol 15, No 2 (2013): Wahana Akademika Vol 15, No 2 (2013): Wahana Akademika Vol 15, No 1 (2013): Wahana Akademika Vol 15, No 1 (2013): Wahana Akademika Vol 14, No 2 (2012): Wahana Akademika Vol 14, No 2 (2012): Wahana Akademika Vol 14, No 1 (2012): Wahana Akademika Vol 14, No 1 (2012): Wahana Akademika Vol 12, No 1 (2011): Wahana Akademika Vol 12, No 1 (2011): Wahana Akademika More Issue