cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
MODUS-Jurnal Ekonomi dan Bisnis
ISSN : 08521875     EISSN : 25493787     DOI : -
Core Subject : Economy,
MODUS Journal published twice a year in March and September. This journal publish empirical and conceptual research in the areas of accounting, economics, business and management and first published in 1983 by the Faculty of Economics, Universitas Atma Jaya Yogyakarta. This journal open to researchers and academics who are interested in writing articles in the fields of accounting, economics, business and management to be published.
Arjuna Subject : -
Articles 411 Documents
Literasi Keuangan, Financial Self-Efficacy, Orientasi Masa Depan dan Theory of Planned Behavior terhadap Minat Investasi Dana Pensiun Fadilah, Rindi Anti Nur; Viana, Eka Dasra; Matoati, Rindang
Modus Vol. 37 No. 2 (2025): VOL 37 NO 2 (2025)
Publisher : Faculty of Business and Economics Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/modus.v37i2.10592

Abstract

Indonesia has a large workforce; however, participation in pension programs remains low, with only around 6% or 3,990,234 individuals enrolled. According to a 2020 DPLK survey, only 14% of millennials have a pension plan, despite being among the most financially vulnerable groups when entering retirement. This study aims to examine the influence of financial literacy, financial self-efficacy, future orientation, and factors within the Theory of Planned Behavior on millennials’ interest in investing in pension funds. The research was conducted in the Greater Jakarta area (Jabodetabek) from March to July 2023, utilizing both primary and secondary data, and analyzed using the SEM-PLS method. The findings indicate that future orientation, attitude toward behavior, and perceived behavioral control have a significant influence on millennials’ interest in pension fund investment. Meanwhile, financial literacy, financial self-efficacy, and subjective norms show a positive but not statistically significant effect. These results suggest that fostering a strong future orientation, along with positive attitudes and a sense of control over financial decisions, can enhance millennials’ interest in pension investment. Therefore, targeted efforts are needed to improve financial literacy, boost financial self-efficacy, and strengthen long-term financial awareness among millennials to support better financial preparedness for retirement. Keywords: financial literacy; financial self-efficacy; future orientation; millenials; pension fund. Indonesia memiliki jumlah angkatan kerja yang besar, namun partisipasi dalam program dana pensiun masih rendah, yaitu hanya sekitar 6% atau 3.990.234 orang. Survei DPLK tahun 2020 mencatat bahwa hanya 14% generasi milenial yang memiliki program pensiun, padahal kelompok ini termasuk yang paling rentan secara finansial saat memasuki masa pensiun. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh literasi keuangan, financial self-efficacy, orientasi masa depan, serta faktor-faktor dalam Theory of Planned Behavior terhadap minat generasi milenial dalam berinvestasi pada dana pensiun. Penelitian dilakukan di wilayah Jabodetabek selama Maret–Juli 2023 dengan menggunakan data primer dan sekunder serta dianalisis menggunakan metode SEM-PLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orientasi masa depan, sikap terhadap perilaku (attitude toward behavior), dan persepsi kontrol perilaku (perceived behavioral control) berpengaruh signifikan terhadap minat investasi dana pensiun. Sementara itu, literasi keuangan, financial self-efficacy, dan norma subjektif menunjukkan pengaruh positif tetapi tidak signifikan. Temuan ini menyiratkan bahwa membentuk orientasi masa depan yang kuat, serta meningkatkan sikap positif dan rasa kontrol terhadap keputusan keuangan, dapat mendorong minat berinvestasi dalam dana pensiun. Oleh karena itu, diperlukan upaya yang lebih terarah untuk meningkatkan literasi keuangan, kepercayaan diri dalam mengelola keuangan, dan kesadaran jangka panjang generasi milenial guna menciptakan kesiapan finansial di masa pensiun. Kata kunci: dana pensiun; financial self-efficacy; generasi milenial; literasi keuangan; orientasi masa depan.  
Analisis Pengaruh Price Limit dan Market Capitalization terhadap Volatilitas Pasar dan Kinerja Saham Sari, Putri Irmala; Yanto, Supri
Modus Vol. 37 No. 2 (2025): VOL 37 NO 2 (2025)
Publisher : Faculty of Business and Economics Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/modus.v37i2.10720

Abstract

This study seeks to examine the influence of price limits and market size on market volatility and stock performance in technology firms listed on the Indonesia Stock Exchange, with investor sentiment serving as a moderating variable. The study employs a quantitative methodology, utilizing a sample of 45 technology firms from 2020 to 2024, chosen by purposive sampling. Data analysis with multiple linear regression and Moderated Regression Analysis (MRA) utilizing SPSS version 26. The findings indicated: (1) Price limits exert a significant negative influence on market volatility (β=-0.342, p<0.05) and a positive influence on stock performance (β=0.287, p<0.05); (2) Market Capitalization has a significant positive impact on both market volatility (β=0.456, p<0.05) and stock performance (β=0.534, p<0.05); (3) Investor sentiment positively moderates the relationship between price limits and market volatility (β=0.298, p<0.05), while negatively moderating the relationship between Market Capitalization and stock performance (β=-0.245, p<0.05). The implications of the study suggest the need to evaluate price limit policies that consider investor sentiment and technology sector characteristics. Regulators are advised to develop an adaptive price limit mechanism based on Market Capitalization and investor sentiment. The contribution of this research is the development of an analytical model that integrates investor sentiment as a moderating variable in the relationship between price limits and Market Capitalization with volatility and stock performance, especially in the technology sector which has unique volatility characteristics. Keywords: price limit; Market Capitalization; market volatility; stock performance. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak batas harga dan kapitalisasi pasar terhadap volatilitas pasar serta kinerja saham pada perusahaan teknologi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, dengan sentimen investor sebagai variabel moderasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sampel 45 perusahaan teknologi dari periode 2020-2024, yang dipilih melalui purposive sampling. Analisis data dilakukan melalui regresi linear berganda dan Analisis Regresi Terpadu (MRA) menggunakan SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Price limit berpengaruh negatif signifikan terhadap volatilitas pasar (β=-0.342, p<0.05) dan berpengaruh positif terhadap kinerja saham (β=0.287, p<0.05); (2) Market Capitalization berpengaruh positif signifikan terhadap volatilitas pasar (β=0.456, p<0.05) dan kinerja saham (β=0.534, p<0.05); (3) Sentimen investor memoderasi secara positif hubungan antara price limit dan volatilitas pasar (β=0.298, p<0.05), namun memoderasi secara negatif hubungan antara Market Capitalization dan kinerja saham (β=-0.245, p<0.05). Implikasi penelitian menyarankan perlunya evaluasi kebijakan price limit yang mempertimbangkan sentimen investor dan karakteristik sektor teknologi. Regulator disarankan mengembangkan mekanisme price limit yang adaptif berdasarkan kapitalisasi pasar dan sentimen investor. Kontribusi penelitian ini adalah pengembangan model analisis yang mengintegrasikan sentimen investor sebagai variabel moderasi dalam hubungan price limit dan Market Capitalization dengan volatilitas dan kinerja saham, khususnya di sektor teknologi yang memiliki karakteristik volatilitas unik. Kata kunci: price limit; Market Capitalization; volatilitas pasar; kinerja saham.
Kerja di Rumah tapi Tertekan: Implikasi Work From Home, Tekanan Kerja, Kelelahan Digital terhadap Produktivitas Generasi Sandwich Sari, Raden Ayu Aminah Rizkia Puspita; Putra, Febrianur Ibnu Fitroh Sukono; Suryawijaya, Tito Wira Eka; Reza, Ahmad; Kristina, Erin
Modus Vol. 37 No. 2 (2025): VOL 37 NO 2 (2025)
Publisher : Faculty of Business and Economics Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/modus.v37i2.11383

Abstract

This study aims to evaluate the impact of work pressure, digital fatigue, and work-life balance on the productivity and well-being of the sandwich generation in the context of work from home (WFH). The research approach uses an explanatory quantitative method involving 582 respondents who have been working remotely for at least one year. Data were collected through an online survey using a structured questionnaire. The data were analyzed using Structural Equation Modeling - Partial Least Squares (SEM-PLS) through the SmartPLS 4.0 application. The results of this study reveal that work pressure, digital fatigue, and work-life balance (WLB) serve as significant mediators of the productivity of the sandwich generation in the WFH context. The findings indicate that the sandwich generation, who face dual demands, is vulnerable to stress and burnout in a virtual work environment. This study also identifies the need for flexible work policies, psychological support, and time management training to mitigate the negative impacts of digital fatigue. The contribution of this research lies in its specific focus on the sandwich generation, filling the gap in the literature regarding the impact of digital fatigue in the WFH context. The practical implications suggest that organizations should develop more inclusive strategies to support employee well-being in the digital era. This research is expected to serve as a foundation for further studies on the impact of technology and changing work patterns on the mental and emotional well-being of workers, especially within the context of the sandwich generation. Keywords: sandwich generation; digital fatigue; virtual office; work from home. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak work pressure, kelelahan digital, dan work-life balance terhadap produktivitas dan kesejahteraan generasi sandwich dalam konteks work from home. Pendekatan riset ini menggunakan kuantitatif eksplanatori dengan melibatkan 582 responden yang telah bekerja secara WFH minimal satu tahun. Data dikumpulkan melalui survei secara daring dengan instrumen kuesioner terstruktur. Data dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling - Partial Least Squares (SEM-PLS) melalui aplikasi SmartPLS 4.0. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa work pressure, digital fatigue, dan work-life balance (WLB) berperan sebagai mediator yang signifikan terhadap produktivitas generasi sandwich dalam konteks Work From Home (WFH). Temuan ini mengungkap bahwa generasi sandwich yang menghadapi tuntutan ganda, rentan terhadap stres dan burnout dalam lingkungan kerja virtual. Penelitian ini juga berhasil mengidentifikasi perlunya kebijakan kerja fleksibel, dukungan psikologis, dan pelatihan manajemen waktu untuk mengurangi dampak negatif kelelahan digital. Kontribusi penelitian ini terletak pada fokus khusus terhadap generasi sandwich, mengisi celah literatur tentang dampak kelelahan digital dalam konteks WFH. Implikasi praktisnya bagi organisasi untuk mengembangkan strategi yang lebih inklusif dan mendukung kesejahteraan karyawan di era digital. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi landasan untuk studi lebih lanjut mengenai dampak teknologi dan perubahan pola kerja terhadap kesejahteraan mental dan emosional pekerja, khususnya dalam konteks generasi sandwich. Kata kunci: generasi sandwich; kelelahan digital; kantor virtual; work from home.
Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Terbentuknya Cryptocurrency Market Bubble: Studi Kasus pada Bitcoin Priarum, Refiona Meriarti; Hascaryani, Tyas Danarti
Modus Vol. 37 No. 2 (2025): VOL 37 NO 2 (2025)
Publisher : Faculty of Business and Economics Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/modus.v37i2.11539

Abstract

The bubble market phenomenon in cryptocurrency, especially Bitcoin, has become a serious concern in digital investment. This study aims to analyze the effect of volume trading, market capitalization, and sentiment market in the information of the bubble market in Bitcoin. Using the correlational quantitative research method, daily secondary data from January 2021 to May 2021 was analyzed using multiple linear regression models. The result showed that all independent variables, namely volume trading, market capitalization, and sentiment market, have a significant positive influence on the Bitcoin bubble market, both partially and simultaneously. This study reveals that the formation of a Bitcoin bubble market occurs through a complex interaction of the three factors, where a surge in volume trading acts as an initial trigger, supported by an increase in market capitalization that gives the illusion of stability, and reinforced by optimistic sentiment market that encourages speculative behavior of investors without considering fundamental analysis. These findings provide a deeper understanding of the dynamics of bubble market formation in Bitcoin and can be taken into consideration by investors in making investment decisions. Keywords: Bitcoin; bubble market; volume trading; capital market; sentiment market. Fenomena bubble market pada cryptocurrency, khususnya Bitcoin, telah menjadi perhatian serius dalam dunia investasi digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh volume trading, kapitalisasi pasar dan sentiment pasar terhadap terbentuknya bubble market pada Bitcoin. Dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif korelasional, data sekunder harian dari Januari 2021 hingga Mei 2021 dianalisis menggunakan model regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh variabel independen yaitu volume trading, kapitalisasi pasar dan sentiment pasar memiliki pengaruh positif signifikan terhaddap pembentukkan bubble market pada Bitcoin, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini mengungkapkan bahwa pembentukkan bubble market pada Bitcoin terjadi melalui interaksi kompleks ketiga faktor tersebut, di mana lonjakan volume perdagangan berperan sebagai pemicu awal, didukung oleh peningkatan kapitalisasi pasar yang memberikan ilusi stabilitas, serta diperkuat oleh sentimen pasar yang optimis yang mendorong perilaku spekulatif investor tanpa mempertimbangkan analisa fundamental. Temuan ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang dinamika pembentukkan bubble market pada Bitcoin dan dapat menjadi pertimbangan bagi investor dalam mengambil keputusan investasi. Kata Kunci: Bitcoin; bubble market; volume perdagangan; kapitalisasi pasar; sentimen pasar.
PENGARUH JUMLAH WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI DAN BADAN TERHADAP PENERIMAAN PAJAK INDONESIA DENGAN KEPATUHAN PELAPORAN PAJAK SEBAGAI VARIABEL PEMODERASI Indraswono, Cahyo
Modus Vol. 31 No. 2 (2019): MODUS
Publisher : Faculty of Business and Economics Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/modus.v31i2.2393

Abstract

ABSTRACTThis study aims to examine the effect of the number of taxpayers on tax revenue for Indonesia's economic growth with taxpayer compliance as a moderating variable. One indicator in state revenue is the number of taxpayers contained in a country that is expected to be able to contribute to the state revenue. In a country with high taxpayer compliance, it is expected to be able to improve the relationship between the number of taxpayers and tax revenues for Indonesia's economic growth. This research was conducted at the Ministry of Finance of the Directorate General of Tax of the Republic of Indonesia (DGT RI). The Directorate General of Taxation as an entity that has authorization in tax regulation is expected to be able to enforce the law, especially in the field of taxation in order to increase state revenues as part of Indonesia's economic growth. Compliance with taxpayers on the taxation law is allegedly able to increase the influence between the number of taxpayers and tax revenue for economic growth. The hypotheses compiled in this study are: (H1) the number of taxpayers has a positive effect on tax revenue; (H2) that information technology has a positive effect on taxpayer satisfaction; (H3) satisfaction of taxpayers has a positive effect on tax compliance; (H4) law enforcement has a positive effect on tax compliance; (H5) tax compliance has a positive effect on the relationship between the number of taxpayers and tax revenue; and (H6) tax revenue has a positive effect on economic growth. The results of this study indicate that H1, H2, H5 and H6 are supported while H3 and H4 are not supported. Testing of the relationships between variables in this study uses secondary data contained in the annual report of the Directorate General of Tax of the Republic of Indonesia (DGT RI) in 2012-2015 by using multiple regression analysis. Research data used in covering data of all taxpayers located throughout Indonesia, including data of individual taxpayers, treasurers, and corporate taxpayers. Keywords: number of taxpayers; tax revenue; economic growth; taxpayer compliance ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh jumlah wajib pajak orang pribadi dan badan terhadap penerimaan pajak untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan kepatuhan pelaporan pajak sebagai variabel pemoderasi. Salah satu indikator dalam penerimaan negara adalah jumlah wajib pajak yang terdapat dalam suatu negara yang diharapkan mampu memberikan kontribusi bagi penerimaan negara. Dalam suatu negara dengan kepatuhan wajib pajak yang tinggi diharapkan mampu meningkatkan hubungan antara jumlah wajib pajak dan penerimaan pajak untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia. Penelitian ini dilakukan pada Kementerian Keuangan Direktorat Jenderal Pajak Republik Indonesia (DJP RI). Direktorat Jenderal Pajak sebagai badan yang memiliki otorisasi dalam regulasi perpajakan diharapkan mampu menegakkan hukum khususnya dibidang perpajakan guna meningkatkan penerimaan negara sebagai bagian dari pertumbuhan ekonomi Indonesia. Kepatuhan wajib pajak terhadap peraturan undang-undang perpajakan diduga mampu meningkatkan pengaruh antara jumlah wajib pajak dan penerimaan pajak untuk pertumbuhan ekonomi. Hipotesis yang disusun dalam penelitian ini adalah: (H1) Jumlah wajib pajak berpengaruh positif terhadap penerimaan pajak; (H2) Teknologi informasi  berpengaruh positif terhadap kepuasan wajib pajak; (H3) Kepuasan wajib pajak berpengaruh positif terhadap kepatuhan pajak; (H4) Penegakan hukum berpengaruh positif terhadap kepatuhan pajak; (H5) Kepatuhan pajak berpengaruh positif  terhadap pengaruh antara jumlah wajib pajak dengan penerimaan pajak; dan (H6) Penerimaan pajak berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi. Hasil penelitian ini menunjukkan H1, H2, H5 dan H6 terdukung sedangkan H3 dan H4 tidak terdukung. Pengujian terhadap hubungan antar variabel dalam penelitian ini menggunakan data sekunder yang terdapat dalam laporan tahunan Direktorat Jenderal Pajak Republik Indonesia (DJP RI) tahun 2012-2015 dengan menggunakan multiple regression analysis. Data penelitian yang digunakan dalam meliputi data seluruh wajib pajak yang terdapat di seluruh Indonesia, meliputi data wajib pajak orang pribadi, bendahara, dan wajib pajak badan. Kata kunci:  jumlah wajib pajak; penerimaan pajak; pertumbuhan ekonomi; kepatuhan wajib pajak
PENGARUH SERTIFIKASI DIRI (SELF-CERTIFICATION) TERHADAP SLACK ANGGARAN: PERAN PENGENDALIAN INFORMAL DALAM MEMITIGASI PERILAKU OPORTUNIS: PENDEKATAN EKSPERIMEN Yandra, Fachmi Pachlevi; Kusuma, Dheni Indra
Modus Vol. 31 No. 2 (2019): MODUS
Publisher : Faculty of Business and Economics Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/modus.v31i2.2395

Abstract

ABSTRACT Budget participation raises the problem of opportunistic behavior in the form of budgetary slack. Budget slack occurs when employees try to use information to overestimate the estimated resources needed or reduce the estimated income that can be achieved to make it easier for them to achieve cost efficiency and performance targets, so that they get better performance evaluation scores. In terms of accounting, organizations try to prevent or reduce slack behavior because it has consequences for the loss of opportunities for profits or increased costs. This study aims to conduct laboratory experiments to test the role of self-certification as a variable capable of mitigating budget slack behavior. The participants who will be used in this study are S1 and S2 students of YKPN College of Economics, Yogyakarta. The reason for choosing students as participants is because the assignments given in this experiment only require individual general cognitive abilities, not special abilities that require judgment and individual work experience. Research data collection was carried out using a 1 x 2 experimental design between subjects. The experiment will be carried out using a computer-assisted program. The assignment given was the assignment of "symbol matching" adopted from Nahartyo (2012). Budget slack variables are measured based on the variance between estimation and realization of the success of the task. Variable manipulation of self-certification against participants will be inserted in experimental case material. The hypothesis was tested using ANOVA statistical tools, by comparing the average variance between manipulation groups and control groups. Keywords: budgetary slack; self-certification; budget participation ABSTRAKPartisipasi anggaran memunculkan masalah perilaku oportunis berupa slack anggaran. Slack anggaran terjadi pada saat pegawai mencoba memanfaatkan informasi untuk melebihkan estimasi sumber daya yang dibutuhkan atau menurunkan estimasi pendapatan yang mampu dicapai agar memudahkan mereka mencapai efisiensi biaya dan target kinerja, sehingga mendapat skor evaluasi kinerja yang lebih baik. Dari sudut pandang akuntansi, organisasi mencoba untuk mencegah atau mengurangi perilaku slack karena memiliki konsekuensi terhadap hilangnya peluang keuntungan atau peningkatan biaya. Penelitian ini bertujuan melakukan eksperimen laboratorium untuk menguji peran sertifikasi diri (self-certification) sebagai variabel yang mampu memitigasi perilaku slack anggaran. Partisipan yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah mahasiswa S1 dan S2 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN, Yogyakarta. Alasan pemilihan mahasiswa sebagai partisipan adalah karena penugasan yang diberikan dalam eksperimen ini hanya membutuhkan kemampuan kognitif umum individu, bukan berupa kemampuan khusus yang membutuhkan judgment dan pengalaman kerja individu. Pengumpulan data penelitian dilakukan menggunakan desain eksperimen 1 x 2 antar subjek. Eksperimen akan dilaksanakan menggunakan program berbantuan komputer. Penugasan yang diberikan adalah penugasan “pencocokan simbol” yang diadopsi dari Nahartyo (2012). Variabel slack anggaran diukur berdasarkan variansi antara estimasi dan realisasi keberhasilan tugas. Manipulasi variabel sertifikasi diri terhadap partisipan akan diselipkan dalam material kasus eksperimen. Hipotesis diuji menggunakan alat statistik ANOVA, dengan membandingkan rata-rata variansi antar grup manipulasi dan grup kontrol.  Kata kunci : slack anggaran; sertifikasi diri; penganggaran partisipatif
PENGARUH PERENCANAAN PAJAK, BEBAN PAJAK TANGGUHAN DAN KUALITAS AUDIT TERHADAP MANAJEMEN LABA Prasetyo, Novi Catur; Riana, Riana; Masitoh, Endang
Modus Vol. 31 No. 2 (2019): MODUS
Publisher : Faculty of Business and Economics Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/modus.v31i2.2401

Abstract

ABSTRACTThe purpose of this study is to find out and analyze the effect of tax planning, deferred tax expense and audit quality on earnings management. The population of this research is the automotive and component sub-sector manufacturing companies listed on the Stock Exchange in 2013-2017. The sample method used in this study is purposive sampling with a total of 32 financial statements obtained. Based on the results of multiple linear regression tests assisted by the SPSS 19.0 program, the first hypothesis shows a significant effect on earnings management. The second hypothesis shows that the deferred tax expense does not affect earnings management. The third hypothesis shows that audit quality has a negative effect on earnings management.Keyword : earnings management; tax planning; deferred tax expense; audit qualityABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menemukan dan menganalisis pengaruh perencanaan pajak, beban pajak tangguhan, dan kualitas audit terhadap manajemen laba. Populasi riset ini adalah perusahaan-perusahaan manufaktur dalam sub-sektor otomotif dan komponen yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama tahun 2013-2017. Metode pengambilan sampel adalah purposive sampling dengan total 32 laporan keuangan. Hasil analisis multiple linear regression menggunakan Program SPSS 19.0 menunjukkan pengaruh perencanaan pajak yang signifikan terhadap manajemen laba. Sedangkan beban pajak tangguhan tidak mempengaruhi manajemen laba. Sementara itu, kualitas audit memiliki pengaruh negatif terhadap manajemen laba.Kata kunci: manajemen laba; perencanaan pajak; beban pajak tangguhan; kualitas audit
GAP ANALYSIS IMPLEMENTASI ISO 26000 PADA PERUSAHAAN PUBLIK Suwandi, Suwandi; Akyuwen, Roberto
Modus Vol. 31 No. 2 (2019): MODUS
Publisher : Faculty of Business and Economics Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/modus.v31i2.2405

Abstract

ABSTRACT ISO 26000 have been used as a guideline of Corporate Social Responsibility (CSR) practices in various companies globally. This research is aimed at analyzing the implementation gap of two main subjects of ISO 26000 in PT. Bakrie Sumatra Plantations Tbk (BSP). The two main subjects are human rights and labor practices. A descriptive qualitative approach is used to process various primary and secondary data. Primary data are gathered through series of interview with relevant respondents, while secondary data are collected mainly from the CSR reports in the period of 2016-2017. It is found that, if referred to the ISO 26000 core subjects, there is an implementation gap in BSP’s CSR practices in the context of labour practices and human rights. Several important documents on these two core subjects are not yet developed by the BSP management until recently. Keywords: CSR implementation; human rights; ISO 26000; labor practices ABSTRAK ISO 26000 digunakan sebagai panduan praktik Corporate Social Responsibility (CSR) di berbagai perusahaan di dunia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesenjangan (gap) dalam implementasi dua subjek utama dalam ISO 26000 pada  PT. Bakrie Sumatra Plantations Tbk (BSP). Kedua subjek utama tersebut adalah hak asasi manusia dan praktik tenaga kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk memproses data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dengan metode wawancara dengan responden, sedangkan data sekunder diperoleh dari laporan CSR selama periode 2016-2017. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya kesenjangan implementasi di dalam praktik CSR pada BSP, jika ditinjau dari subjek inti ISO 26000, yaitu dalam konteks praktik tenaga kerja dan hak asasi manusia. Beberapa dokumen inti dalam dua subjek utama tersebut belum disediakan oleh manajemen BSP. Kata kunci: implementasi CSR; hak asasi manusia; ISO 26000; praktik tenaga kerja
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETERSEDIAAN DAN KETERAKSESAN INTERNET FINANCIAL REPORTING OLEH PEMERINTAH DAERAH DI INDONESIA Kurniawan, Christophorus Heni; Scorpianti, Lorencia Novi Kartika
Modus Vol. 31 No. 2 (2019): MODUS
Publisher : Faculty of Business and Economics Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/modus.v31i2.2409

Abstract

ABSTRACT This study aims to identify the factors that influence the availability and accessibility of internet financial reporting by regional governments in Indonesia. The hypothesis of this study is that leverage, audit opinion, and financial autonomy influence the availability and accessibility of internet financial reporting by regional governments in Indonesia. Using purposive sampling, 70 financial statements are obtained. Ordinal logistic regression model is used for the first research model (availability) and linear regression with dummy variables is used for the second research model (accessibility). For the first research model, the results show that leverage negatively affects the availability of internet financial reporting by regional governments, while audit opinion and financial autonomy do not affect the availability of internet financial reporting. For the second research model, this study finds that leverage does not influence the accessibility of internet financial reporting, while audit opinion and financial autonomy positively affect the accessibility of internet financial reporting.  Keywords: internet financial reporting; leverage; audit opinion; financial autonomy of regional government ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi ketersediaan dan keteraksesan internet financial reporting oleh pemerintah daerah di Indonesia. Berdasarkan riset terdahulu dapat dihipotesakan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi adalah leverage, opini audit, dan kemandirian keuangan pemerintah daerah. Sampel penelitian yang digunakan yaitu website seluruh pemerintah daerah di Indonesia, baik provinsi maupun kabupaten/kota. Berdasarkan kriteria pemilihan sampel menggunakan purposive sampling, didapatkan sejumlah 70 laporan keuangan yang dapat diteliti. Data dianalisis menggunakan model regresi logistik ordinal untuk model penelitian I (ketersediaan) dan regresi linier variabel dummy untuk model penelitian II (keteraksesan). Hasil penelitian model penelitian I menunjukkan bahwa leverage berpengaruh negatif terhadap ketersediaan internet financial reporting oleh pemerintah daerah, sedangkan opini audit dan kemandirian keuangan pemerintah daerah tidak berpengaruh terhadap ketersediaan internet financial reporting oleh pemerintah daerah. Hasil penelitian model penelitian II menunjukkan bahwa leverage tidak berpengaruh terhadap keteraksesan internet financial reporting oleh pemerintah daerah, sedangkan opini audit dan kemandirian keuangan pemerintah daerah berpengaruh positif terhadap keteraksesan internet financial reporting oleh pemerintah daerah. Kata kunci: internet financial reporting; leverage; opini audit; kemandirian keuangan pemerintah daerah
PENGARUH KOMPENSASI DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KEPUASAN KERJA PEGAWAI BADAN PENGELOLAAN PAJAK DAN RETRIBUSI DAERAH (BPPRD) BANGKA Damayanti, Nia; Julinar, Allivia
Modus Vol. 31 No. 2 (2019): MODUS
Publisher : Faculty of Business and Economics Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/modus.v31i2.2411

Abstract

ABSTRACTThis study aims to determine the effect of compensation and work motivation on employee’s job satisfaction. The data used in this study is primary data (questionnaire) obtained from 15 employees. This research was conducted at the Regional Tax and Retribution Management Agency in Bangka with a purposive sampling method. Compensation and work motivation should be done side by side in order to increase the job satisfaction of employees. The analysis of this study uses two methods, namely qualitative and quantitative methods. The steps of data analysis are as follows: (1) distributing and collecting questionnaires, (2) summing each indicator, (3) determining the percentage of each indicator, (4) testing the validity and testing the reliability of each questionnaire indicator, and (5) conducting data analysis with quantitative method. From the results of qualitative tests on the results of questionnaire answers, compensation and work motivation significantly influence job satisfaction, while based on quantitative method research data shows that compensation and work motivation do not significantly influence job satisfaction. Keywords: compensation; work motivation; job satisfaction; employee ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompensasi dan motivasi kerja terhadap kepuasan kerja pegawai. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer (kuesioner) yang diperoleh dari 15 pegawai. Penelitian ini dilakukan di Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah di Bangka dengan metode purposive sampling. Kompensasi dan motivasi kerja hendaknya dilakukan berdampingan agar dapat meningkatkan kepuasan kerja pegawainya. Analisis penelitian ini menggunakan dua metode, yaitu metode kualitatif dan kuantitatif. Langkah-langkah analisis data adalah sebagai berikut: (1) mendistribusikan dan mengumpulkan kuesioner, (2) menjumlahkan setiap indikator, (3) menentukan persentase masing-masing indikator, (4) menguji validitas dan menguji reliabilitas masing-masing indikator kuesioner, dan (5) melakukan analisis data dengan metode kuantitatif. Dari hasil tes kualitatif pada hasil jawaban kuesioner, kompensasi dan motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja, sedangkan berdasarkan metode penelitian kuantitatif data menunjukkan bahwa kompensasi dan motivasi kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja. Kata kunci: kompensasi; motivasi kerja; kepuasan kerja; pegawai

Filter by Year

2013 2026