cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL PENELITIAN
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 376 Documents
Implikasi Kebijakan Penghapusan Sekolah Bertaraf Internasional dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Muhammad Miftah
Jurnal Penelitian Vol 10, No 1 (2016): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jupe.v10i1.1330

Abstract

Representasi Masyarakat Aktif di Masa Pandemi Covid-19 (Studi Ekonomi dan Sosial Keberagamaan di Bausasran Danurejan Yogyakarta) Ratna Istriyani; Muhammad Fathur Rahman
Jurnal Penelitian Vol 14, No 2 (2020): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jp.v14i2.8108

Abstract

The purpose of this study consists of two points. First, explore the responses and strategies of the Bausasran community in overcoming economic problems due to the Covid-19 pandemic. Second, reviewing the religious ritual protocol of the Bausasran community during the Covid-19 pandemic. The method used in this research is descriptive qualitative. Collecting data was used two tecniques, that were observation and interview. Both of tecniques were did in accordance with health protocols in a pandemic situation.Based on the results of research conducted, community of Bausasran Yogyakarta were able to overcome the problem of food security, especially for economically vulnerable groups due to the pandemic. A strategy was carried out through a food packets distribution movement. The distribution of food packets carried out by the community for residents who lost their source of income during the pandemic. The funds of food packets were obtained from compulsory contributions made by residents every month through the RT and RW management. Then in the socio-religious aspect, local leaders together with residents made worship protocols for worshipers at the mosque according to the appeal of the Indonesian Ministry of Religion. In addition, it eliminated crowd routine religious activities. Based on this, it can be concluded that the local initiation from the Bausasran community in Yogyakarta is a representation of the active society, described by Amitai Etzioni who utilizes three factors: knowledge, decision making, and power.
PERBENTURAN ANTAR DALIL HUKUM (TA‘A>RUD} AL-ADILLAH) Khoirun Nisa
Jurnal Penelitian Vol 8, No 2 (2014): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jupe.v8i2.832

Abstract

 THE THEOREMA CLASHES (TA‘A>RUD} AL- ADILLAH). This study is discuss the argument of the law (ta‘a>rud} al-adillah) clashing problem. This study was started by some cases the argument of  the law that looks clashed. In this case, there are two opinions of  ulama, namely: (1) qat}‘i> may not clashing, because every argument that qat}‘i>  requires the existence of  the law (madlu>l); (2) Ulama allows the two qat}‘i>  mutual clashing argument, where each argument was held by ulama as a qat}‘i> proof. The solution face two arguments of  the law which clashed is: (1) tawfi>q or compromise , namely facing two arguments who clash so that no visible again the existence of clashing; (2) takhs}i>s} or the setting aside, if two arguments clashing, one of  them is general special other, then the way out with special argument practiced to set a specific things according to its specialties, while the general public is practiced according to it’s general; (3) if it still contrary, then undertook to at least one of whom practiced, another is leaving, by doing nasakh-mansu>kh, tarji>h}, takhyi>r; (4) if the dispute cannot be avoided, then both the argument that choose, not practiced , namely by way of tawa>quf   dan tasaqut}. Important points from this review is that there is no contradiction between arguments of the law. If there is a conflict it is in outer side only, not the essential.keywords: Ta‘a>rud} al-Adillah, Tawfi>q, Takhs}i>s}, Tarji>h}, Tawa>quf.Tulisan ini membahas masalah perbenturan antar dalil hukum (ta‘ar> ud} al-adillah). Kajian ini diawali oleh beberapa kasus dalil hukum yang tampak berbenturan. Dalam hal ini, ada dua pendapat ulama, yaitu: (1) pendapat yang menyatakan bahwa dua dalil yang qat}‘i> tidak mungkin bertentangan, karena setiap dalil yang qat}‘i> mengharuskan adanya hukum (madlu>l); (2) ada ulama yang memungkinkan bertemunya dua dalil qat}‘i> yang saling berbenturan, di mana masing- masing dalil tersebut dipegang oleh ulama yang memandangnya sebagai dalil qat}‘i>. Solusi menghadapi dua dalil hukum yang berbenturan adalah: (1) tawfi>q atau kompromi, yaitu mempertemukan kedua dalil yang berbenturan sehingga tidak terlihat lagi adanya perbenturan; (2) takhs}i>s} atau pengkhususan, yaitu jika dua dalil tersebut berbenturan, satu di antaranya bersifat umum, yang lainnya khusus, maka jalan keluarnya dengan melakukan pengkhususan sehingga dalil khusus diamalkan untuk mengatur hal yang khusus menurut kekhususannya, sedangkan yang umum diamalkan menurut keumumannya; (3) jika masih bertentangan, maka diusahakan setidaknya satu di antaranya diamalkan, yang satu lagi ditinggalkan, yaitu dengan melakukan nasakh-mansu>kh,  tarji>h},  takhyi>r;  (4)  jika  pertentangan  tersebut tidak dapat dielakkan, maka kedua dalil itu ditinggalkan, tidak diamalkan, yaitu dengan jalan tawa>quf  dan tasaqut}. Poin penting dari kajian ini adalah bahwa tidak ada pertentangan di antara dalil- dalil hukum. Kalaupun ada, hal itu hanyalah bersifat lahiriah, secara substansial tidak bertentangan.kata kunci: Ta‘a>rud} al-Adillah, Tawfi>q, Takhs}i>s}, Tarji>h}, Tawa>quf.
Islamic Center dan Peran Kekuasaan dalam Konstruksi Identitas Islam di Lombok M. Mustain
Jurnal Penelitian Vol 12, No 2 (2018): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jp.v12i2.4075

Abstract

Era reformasi membawa kebebasan dan keterbukaan dalam kehidupan sosial, politik, dan keagamaan bagi bangsa Indonesia. Kondisi ini memicu munculnya kontestasi identitas agama dalam kehidupan sosial di tingkat nasional maupun regional. Prosesnya tidak hanya dilakukan masyarakat, tetapi juga melibatkan aktor-aktor yang di antaranya adalah para gubernur, bupati, dan wali kota. Wujud kontestasi itu antara lain berupa konstruksi identitas regional dan lokal yang menggunakan simbol-simbol agama. Di wilayah Nusa Tenggara Barat, khususnya di pulau Lombok konstruksi identitas Islam diwujudkan dalam bentuk pembangunan Islamic Center di kota Mataram. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada peran yang sangat besar dari sang gubernur, yaitu Dr. TGH. Zainul Madjdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) dalam pembangunan Islamic Center di Mataram Lombok. Peran itu diwujudkan dalam berbagai bentuk, yaitu dukungan dana dalam APBD NTB tahun 2011-2014, penggalangan dana masyarakat, dan peran dalam manajemen dan pengelolaan. Berkat komitmen yang kuat dari TGB, gagasan untuk membangun Islamic Center yang telah bergulir semenjak kepemimpinan tiga gubernur sebelumnya dapat diwujudkan. Komintennya itu diwujudkan dengan dukungan dana dari APBD NTB sepanjang periode pertama kepemimpinannya. Selanjutnya untuk menjamin keberlangsungannya, TGB juga membentuk UPT Islamic Center sebagai unit yang bertanggung jawab mengelola Islamic Center.
Pembelajaran Kontekstual dalam Membangkitkan Kepemimpinan Transformatif Nur Wahyu Eko Pramono
Jurnal Penelitian Vol 9, No 2 (2015): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jupe.v9i2.1320

Abstract

Strategi Penyuluhan Berbasis Scientific Approach sebagai Upaya Preventif Pernikahan Dini (Studi Deskriptif pada Siswa MA Sultan Fattah Sukosono Kedung Jepara) Santi Andriyani; Abdulloh Hamid; Azzah Nur Laila
Jurnal Penelitian Vol 14, No 1 (2020): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jp.v14i1.7170

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah : 1) untuk mengetahui strategi penyuluhan berbasis scientific approach sebagai upaya preventif Pernikahan Dini; dan 2) untuk mengetahui respon siswa mengenai praktik Pernikahan Dini. Objek penelitian dalam studi ini adalah berupa proses pembelajaran berbasis saintifik pada siswa MA Sultan Fatah Jepara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analisis. Instrument penelitian yang digunakan yaitu observasi dan kuisioner. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) tahapan penyuluhan berbasis scientific approach mengenai Pernikahan Dini dan dampaknya  adalah; observing, questioning, experimenting; dan communicating. Hasil kuisioner tentang perspektif remaja/siswa MA Sultan Fatah Jepara atas fenomena Pernikahan Dini dan dampak negatifnya menunjukkan prosentase 84,3%  yang berarti siswa sangat setuju bahwa praktik Pernikahan Dini sangat  merugikan dan berimbas pada segala aspek kehidupan pasangan remaja. Dampak negatif praktik pernikahan dini juga  berimbas pada seluruh aspek kehidupan pasangan remaja termasuk aspek kesehatan, ekonomi, sosial, dan pendidikan.
Teologi AhmAdiyAh dulu, SekArAng, dAn AkAn dATAng di indoneSiA Ridwan A. malik
Jurnal Penelitian Vol 7, No 2 (2013): Jurnal Penelitian
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jupe.v7i2.749

Abstract

THE THEOLOGY OF AHMADIYAH IN THE PAST, PRESENT, AND FUTURE IN INDONESIA. In Indonesia, the existence of Ahmadiyah got the anarchist criticism from some quarters, although there is a small group that defends it. Among the cons against Ahmadis, who put forward the reason that Ahmadiyah includes the cult because it had violated the principles of Islam. Among people supporting Ahmadiyah are more likely to look at the human side, that is “man” Ahmadiyah has a right to breathe the air of freedom in Indonesia. In historical records, Ahmadiyah has two strongholds, the stronghold of Lahore which is still on the rack of islam and the stronghold of Qadyan that is beyond the principles of Islam. In Indonesia, it is unclearly identified which one is included stronghold of Lahore and whicah one is included the Qadyan camp. Attitudes and this research should be encouraged in order to establish a more objective assessment process against the Ahmadiyah. keywords: Ahmadiyah, Lahore, Qodyan, Indonesia.Abstrak Di Indonesia, eksistensi Ahmadiyah mendapat kecaman anarkis dari sebagian kalangan, walaupun masih ada sebagian kecil golongan melakukan pembelaan. Kalangan yang kontra terhadap Ahmadiyah, yang dikedepankan adalah alasan bahwa Ahmadiyah termasuk aliran sesat karena telah melanggar prinsip ajaran Islam. Adapun kalangan yang pro terhadap Ahmadiyah lebih cenderung melihat pada sisi kemanusiaan, yaitu “manusia” Ahmadiyah berhak menghirup udara kebebasan di Indonesia. Dalam catatan sejarah, Ahmadiyah memiliki dua kubu, yaitu kubu Lahore yang masih berada dalam jalur prinsip Islam dan kubu Qadyan yang berada di luar prinsip ajaran Islam. Di Indonesia, belum jelas teridentifikasi atau terinventaris mana yang termasuk kubu Lahore dan mana yang termasuk kubu Qadyan. Sikap dan penelitian inilah yang mesti digalakkan dalam rangka menuju proses penilaian yang lebih objektif terhadap aliran Ahmadiyah.kata kunci: Ahmadiyah, Lahore, Qodyan, Indonesia.
Peran Manusia Sebagai Khalifah Allah di Muka Bumi: Perspektif Ekologis dalam Ajaran Islam Watsiqotul Mardliyah; S. Sunardi; Leo Agung
Jurnal Penelitian Vol 12, No 2 (2018): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jp.v12i2.3523

Abstract

Kerusakan alam dan lingkungan hidup yang lebih dahsyat bukanlah disebabkan oleh proses alam yang semakin tua, akan tetapi justru akibat dari ulah tangan-tangan manusia yang selalu berdalih memanfaatkannya. Dalam ajaran islam banyak hadis dan ayat akan kewajiban manusia untuk mengelola alam dan menjaga akan diminta pertanggungjawabannya, sehingga manusia tidak berhak berlaku sewenang-wenang dalam memimpin dan mengelola alam. Dalam penelitian ini akan lebih jauh dibahas bagaimana peran manusia sebagai khalifah di muka bumi dalam perspektif ekologis sesuai ajaran islam. Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) bagaimana peran manusia sebagai khalifah dari perspektif ekologis dalam ajaran islam?; (2) bagaimana manusia sebagai klahifah dimuka bumi dalam menjaga dan memelihara alam? Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui peran manusia sebagai khalifah dari perspektif ekologis dalam ajaran islam; (2) manusia sebagai khalifah dimuka bumi dalam menjaga dan memelihara alam. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif jenis dengan jenis penelitian studi pustaka. Penelitian kepustakaan di lakukan melalui buku, majalah, jurnal, internet dan sebagainya. Selain itu dengan melakukan studi pengamatan dari penelitian-penelitian sebelumnya. Hasil yang ditemukan yaitu: (1) bahwa alam adalah segala sesuatu yang diciptakan Allah dengan segala isinya, dalam konteks ini, bahwa alam tidak hanya benda angkasa atau bumi dan segala isinya, tetapi alam juga terdapat diantara keduanya, tugas dari seorang khalifah menjadikan perlindungan bagi umat dan menjaga kelestarian alam (ekosistem), sehingga khalifah dan umat harus bersatu dan saling mencintai guna menjalankan kehidupan sesuai dengan syariat islam dan keberlangsungan hidup; (2) manusia adalah khalifah di muka bumi, tugas khalifah dalam Al Qur’an biasa disebut imaratul ardh (memakmurkan bumi) dan ibadatullah (beribadah kepada Allah). Allah menciptakan manusia dari bumi ini dan menugaskan manusia untuk melakukan imarah dimuka bumi dengan mengelola dan memeliharanya.
PARADIGMA BARU PENDIDIKAN ISLAM (Konsep Pendidikan Hadhari) Bashori Bashori
Jurnal Penelitian Vol 11, No 1 (2017): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jupe.v11i1.2031

Abstract

AbstrakPersoalan pendidikan islam sedari dahulu hingga sekarang menjadi kajian sosial yang menarik untuk tetap dikaji. Persoalan relevansi pendidikan islam, kurikulum pendidikan islam, hingga dikotomi pendidikan menjadi hal yang masih eksis dalam kajian akademik. Salah satu peran dalam melihat banyaknya persoalan tersebut, maka diperlukan pembaharuan strategi pendidikan yang membumi, dan untuk melakukan pembaharuan pendidikan Islam diperlukan paradigma pendidikan yang mampu mengarahkan pada tujuan dan sasaran pendidikan Islam. Islam sendiri tidak mengenal adanya dikotomi. Al-Qur’an dan Hadis sebagai sumber umat Islam telah memberikan penjelasan yang lugas adanya ilmu pengetahun (Science) dan pemahaman agama secara baik. Masalah dikotomi keilmuan pun menjadi persoalan yang tidak pernah habisnya diperdebatkan dalam pendidikan Islam. Dari uraian tersebut, secara fundamental pendidikan hadhari adalah pendidikan yang berupaya membangkitkan kembali spirit keilmuan Islam yang integratif tanpa dikotomi dengan menginternalisasikan prinsip-prinsip wahyu dan etika Islam tentang  pendidikan. Ketiga entitas yaitu hadharah al-nash, hadharah al-falsafah dan hadharah al-‘ilm adalah entitas yang tidak dapat berdiri sendiri.  Hadharah al-nash tidak bisa berdiri sendiri tanpa hadharah al-‘ilm dan  hadharah al-falsafah dan sebaliknya. Relevansi pendidikan hadhari dengan permasalahan pendidikan Islam saat ini adalah pendidikan Islam harus mampu menginternalisasikan sumber nilai-nilai Al-Qur’an dan hadis dalam melihat permasalahan kontemporer sebagai landasan penyelesaian pendidikan Islam.Kata Kunci: Paradigma, Pendidikan Islam, Hadhari
EVALUASI PENGAJARAN BAHASA ARAB DI STAIN KUDUS: UPAYA UNTUK MENEMUKAN BENTUK IDEAL PENGAJARAN BAHASA ARAB Zaimatus Sa’diyah
Jurnal Penelitian Vol 10, No 2 (2016): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jupe.v10i2.1820

Abstract

Sebagai lembaga pendidikan Islam, STAIN Kudus mempunyai tanggungjawab untuk menjaga keberlangsungan pengajaran bahasa Arab bagi mahasiswa.Hal ini terwujud dalam bentuk mata kuliah wajib yang harus diikuti oleh seluruh mahasiswa di lingkungan STAIN Kudus.Meski mungkin bagi sebagian besar mahasiswa STAIN Kudus bahasa Arab bukan lagi menjadi hal yang baru, namun hal ini tidak menggugurkan beban kewajiban lembaga pendidikan ini untuk mengajarkan bahasa Arab pada mahasiswa.Hal ini tentu saja berdasar pada kesadaran atas hubungan yang erat antara bahasa dan kualitas hidup seseorang.Secara teoritis, bahasa berperan penting dalam menciptakan bangsa yang unggul.Keunggulan suatu bangsa bertumpu pada pencapaian prestasi generasinya, prestasi ini bertumpu pada keunggulan berpikir, dan keunggulan berpikir berbanding lurus dengan keunggulan berbahasa.