cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL PENELITIAN
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 376 Documents
PEMIKIRAN ISLAM DALAM PERSPEKTIF SUNNI DAN SYI’AH Muh. Shohibul Itmam
Jurnal Penelitian Vol 7, No 2 (2013): Jurnal Penelitian
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jupe.v7i2.817

Abstract

THE ISLAMIC THINKING IN SUNNI AND SYI’AH PERSPECTIVES. This paper attempts to describe the problems associated with Islam in particular with regard to Sunni and Syi’ah teachings. The number of  streams that developed in Islam today has resulted Islam got claims from various clerical community, such as terrorism and others, resulting in the ruination image of  Islam in the constellation of  the religions of  man. As the flow and the teachings of  the most dominating civilization of  the world religions, Sunni and Syiah, including the Wahhabi, are necessary to clarify the existence or clarified the diversity in the constellation of  Islam, considering the number of streams that are currently claiming truth on themselves. Iran as the country becoming a reference in the world of  developing Syi’ah should be used as a reference in the study of  understanding associated with Sunni and Syi’ah. From this country, the world of  Islam knows the concept ofgoverning “Wilayatul Faqih”. The concept was pioneered by the government of Imam Khomeini who became known after Islamic Revolution in Iran 1979 and continues to be developed up to now. Every year Iran is celebrated with a huge demonstration with the slogan in Persian, “Islam Pyruz ast, ast Nabud Istikbar”, Islam is victorious, crushed the vanity of the islam enemy.keywords: Islam, Sunni, Syi’ah, Perspective, Differences, Similarities.Tulisan ini mencoba mengurai persoalan yang berhubungan dengan Islam secara khusus yang berkaitan dengan ajaran Sunni dan Syi’ah. Banyaknya aliran yang berkembang dalam Islam dewasa ini telah mengakibatkan Islam mendapat klaim dari berbagai komunitas agamawan, seperti teroris dan lainnya, yang mengakibatkan redupnya citra Islam dalam percaturan agama-agama manusia. Sebagai aliran dan ajaran yang paling mendominasi peradaban agama dunia, Sunni dan  Syi’ah,  termasuk  Wahabi,  perlu  memperjelas  eksistensinya atau diperjelas keberagamaannya dalam percaturan agama Islam, mengingat banyaknya aliran yang dewasa ini mengklaim kebenaran atas dirinya. Iran sebagai negara yang menjadi rujukan dunia dalam mengembangkan ajaran Syi’ah patut dijadikan rujukan dalam studi pemahaman yang berhubungan dengan Sunni dan Syi’ah. Dari negara Iran, dunia Islam mengenal konsep pemerintahan “Wilayatul Faqih”. Konsep pemerintahan ini dipelopori oleh Imam Khumaini yang mulai dikenal setelah Revolusi Islam Iran pada tahun 1979 dan terus dikembangkan hingga sekarang. Setiap tahun di Iran diperingati dengan demonstrasi besar-besaran dengan semboyan dalam bahasa Persia, “Islam Pyruz ast, Istikbar Nabud ast”, Islam jaya, hancur kesombongan musuh Islam.kata kunci: Islam, Sunni, Syi’ah, Perspektif, Perbedaan, Persamaan.
Fundamentalisme dan Radikalisme dalam Pusaran Krisis Politik di Timur Tengah Abdurrohman Kasdi
Jurnal Penelitian Vol 12, No 2 (2018): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jp.v12i2.4155

Abstract

Artikel ini mengkaji tentang eksistensi fundamentalisme dan radikalisme dan pengaruhnya dalam krisis politik di Timur Tengah. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan sosiologi agama dan pendekatan sejarah. Menggunakan pendekatan sosiologi agama, karena studi tentang fundamentalisme dan radikalisme sangat terkait dengan agama-agama. Selain itu, juga menggunakan pendekatan sejarah, karena mengkaji politik timur tengah sangat berkaitan dengan latar belakang sejarah, sosial, politik, budaya, ekonomi dan lain sebagainya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa krisis politik di Timur Tengah dapat dianalisis dalam tiga hal: pertama, konflik antara negara-negara Arab dengan Israel. Kedua, konflik dalam internal Negara Arab. Ketiga, konflik negara-negara non Arab di Wilayah Timur Tengah.Krisis politik ini disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu: pertama, masalah perbatasan(boundary dispute). Pada tahun 1916, melalui perjanjian Sykes-Picot, Inggris dan Perancis melakukan negoisasi membagi bekas wilayah Turki Utsmani; Irak, Libanon, Suriah, dan Yordania. Kedua, Masalah Minyak. Minyak menjadi salah satu faktor munculnya isu sentral yang sangat sensitif dan selalu menjadi pemicu adanya konflik di TimurTengah. Ketiga, Masalah Air. Air menjadi salah satu sumber vital kehidupan manusia, sehingga banyak sekali konflik yang terjadi di kawasan Timur-Tengah yang disebabkankan oleh air. Sedangkan fundamentalisme dan radikalisme agama di Timur Tengah dapat diklasifikasikan dalam beberapa kategori. Pertama, negara-negara yang rezim pemerintahnya otoriter seperti Irak dan Suriah. Kedua, wilayah yang dijajah dan diduduki kekuatan asing, seperti di Palestina. Ketiga, di negara yang kebijakan pemerintahannya dipandang terlalu memihak ke Barat seperti di Mesir.
Identifikasi Nilai-nilai Pendidikan Islam Dalam Pemberdayaan Masyarakat Pada PNPM Mandiri Bekti Taufiq
Jurnal Penelitian Vol 11, No 1 (2017): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jupe.v11i1.2171

Abstract

Di era reformasi seperti sekarang banyak pihak mulai mempertanyakan tentang pembangunan dan pemberdayaan masyarakat yang  berdasarkan pengalaman yang terjadi menunjukkan bahwa selama ini Indonesia yang merupakan salah satu Negara berkembang belum pernah terbebas dari kemiskinan, keterbelakangan dan pengangguran yang pada dasarnya kondisi tersebut sesuatu yang ditolak manusia tetapi sulit untuk dihindarkan,yang kemudian masyarakat kita mengalami perubahan yang sangat pesat tetapi belum menghadirkan kemandirian dan kesejahteraan. Dalam pembelajaran pada masyarakat tentunya tidak terlepas dari nilai-nilai pendidikan Islam yang pada saat sekarang banyak pembelajaran yang dilaksanakan melalui pendidikan-pendidikan non formal dengan berbagai macam model maupun bentuk misalnya pembelajaran bagi masyarakat  dengan program pemberdayaan yaitu melalui PNPM mandiri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai-nilai pendidikan Islam apa saja yang terkandung dalam PNPM Mandiri?.   Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan, serta menggunakan metode telaah dokumen dalam mengumpulkan data deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan menghimpun data dari berbagai literatur tentang pemberdayaan masyarakat dan PNPM mandiri. Karena datanya berupa deskriptif, maka teknik yang digunakan untuk menganalisis data adalah contens analysis yaitu menganalisa isi dari data yang diperoleh. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa : dalam PNPM mandiri mengajarkan nilai-nilai pendidikan Islam, nilai- nilai tersebut adalah nilai khuluqiyah (jujur, amanah, ikhlas, adil ) dan nilai amaliyah ( kesetaraan, kesatuan dalam keberagaman, demokrasi, transparansi, partisipasi). Semua nilai-nilai tersebut sejalan dengan prinsip dasar dalam pemberdayaan masyarakat. Kata kunci : Nilai-nilai Pendidikan Islam, Pemberdayaan Masyarakat, PNPM Mandiri 
EVALUASI PROGRAM PENDAMPINGAN PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN MUSLIM INTEGRAL (P3KMI) DI JURUSAN PENDIDIKAN GURU RAUDHATUL ATHFAL FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN IAIN SURAKARTA TAHUN 2016 Subar Junanto
Jurnal Penelitian Vol 10, No 2 (2016): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jupe.v10i2.1780

Abstract

AbstractProblems in the study faced by Program Pendampingan Pengembangan Kepribadian Muslim Integral (P3KMI), which is the implementation of learning that sometimes does not correspond to the learning schedule that includes the implementation time and duration, in addition to the program material is sometimes not in accordance with the target implementation P3KMI. So it is necessary to evaluate for Program Pendampingan Pengembangan Kepribadian Muslim Integral (P3KMI). The purpose of this study was to evaluate Program Pendampingan Pengembangan Kepribadian Muslim Integral (P3KMI) in Raudhatul Athfal Departement At Tarbiyah And Teacher Training Faculty  IAIN Surakarta in 2016 using CIPP MODEL.This study uses a mix method, which incorporates quantitative and qualitative research. This research was conducted in evaluating Program Pendampingan Pengembangan Kepribadian Muslim Integral (P3KMI). Raudhatul Athfal Departement At Tarbiyah And Teacher Training Faculty  IAIN Surakarta in 2016. mentee and mentor of P3KMI. Data collection techniques using observation, interviews, documentation and questionnaire. The focus of the evaluation in the form of context, input, process and product of P3KMI. Data were analyzed using qualitative analysis and statistical analysis.              
Aktualisasi Budaya Organisasi Madrasah dalam Meningkatkan Kinerja Guru Mualimul Huda
Jurnal Penelitian Vol 15, No 2 (2021): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jp.v15i2.12494

Abstract

Madrasah is part of educational organizations that provide Islamic education. Madrasah continues to innovate and reform in their implementation to become educational institutions that have advantages and can compete in the midst of globalization.. One form of effort to improve teacher performance is the actualization of madrasah organizational culture, which is reflected in aspects of values and norms that are believed to be true, attitudes and behavior of madrasah residents, and all habits traditions that are internalized with educational programs in Madrasah. This study aims to describe the organizational culture of madrasah by referring to the concept of theory, descriptive analysis to improve teacher performance. The method in this reseach used an approach mixed method. Data collection techniques through questionnaires, documentation, interviews, and observation instruments. The data are presented with quantitative descriptive analysis accompanied by qualitative descriptive analysis. Respondents and informants in this research were selected through cluster sampling, which consisted of madrasah principals, teachers, and private madrasah aliyah committees in Jepara. This study describes that the achievement of madrasah organizational culture in the dimensions of values, attitudes, and habits reaches an average value in the excellent category. It is necessary to increase the collaboration indicators between teachers and appreciate the performance. There are organizational cultural values that are believed to be a form of worship and a spirit of devotion (hidmah), and prioritize education based on exemplary, habituation of religious activities and the formation of ahlakul karimah.
EKSISTENSI HARTA DALAM ISLAM (SUATU KAJIAN ANALISIS TEORITIS) Rizal Rizal
Jurnal Penelitian Vol 9, No 1 (2015): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jupe.v9i1.853

Abstract

 THE EXISTENCE OF PROPERTY IN ISLAM (A Study of  Theoretical Analysis). Humans have a natural tendency trying to take control and own property as much as possible. In a hadith of the Prophet, explained that the man was not satisfied with his wealth despite a valley-shaped gold so that he died. In fact, al-Quran and al- Sunnah forcefully argued that the property should not move from one person to another, but in a way that justified by syarak namely through trades or transactions based on consensual. The use of property in Islam should always be in the service of God and utilized in order taqarrub (closer) to Allah. Utilization of personal property must not only for the owner’s personal possessions, but also used for social functions in order to help fellow human beings. Islam has given special attention to the property in terms of both how to obtain and use that property owned it has a value of worship with Allah in order to achieve a happier life in the hereafter. A Muslim is commanded to make a living and generate wealth by striving mightily. Islam has given special attention to the property in terms of  both ways. How actually the concept of  property in Islam, then the following study will explain it.keywords: Hidden Existence, Ownership, Happiness.Manusia memiliki fitrah berupaya untuk menguasai dan memiliki harta sebanyak mungkin. Dalam sebuah hadith Rasulullah saw., dijelaskan bahwa manusia itu tidak akan puas dengan hartanya walaupun berbentuk satu lembah emas sehingga dia mati. Malahan al-Quran dan al-Sunnah dengan tegas menjelaskan bahwa harta tidak boleh berpindah milik dari seorang kepada orang yang lain melainkan dengan cara yang dibenarkan oleh syarak yaitu melalu perdagangan atau transaksi yang didasari atas suka sama suka. Penggunaan harta dalam ajaran Islam harus senantiasa dalam pengabdian kepada Allah dan dimanfaatkan dalam rangka taqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah. Pemanfaatan harta pribadi tidak boleh hanya untuk pribadi pemilik harta, melainkan juga digunakan untuk fungsi sosial dalam rangka membantu sesama manusia. Islam telah memberikan perhatian khusus terhadap harta baik dari segi cara mendapatkannya maupun penggunaannya sehingga harta yang dimiliki itu mempunyai nilai ibadah di sisi Allah dalam rangka pencapaian kehidupan yang lebih bahagia di akhirat. Seorang Muslim diperintahkan untuk mencari nafkah dan menghasilkan harta dengan berjuang sekuat tenaga. Islam telah memberikan perhatian khusus terhadap harta baik dari segi cara Bagaimanakah sebetulnya konsep harta dalam Islam, maka kajian berikut akan menjelaskannya.kata kunci: Eksistensi Harta, Kepemilikan, kebahagiaan.
AGAMA SEBAGAI UPAYA MENGEMBALIKAN KESEHATAN MENTAL SANTRI PENDERITA SKIZOFRENIA (Studi Kasus Di Pondok Pesantren Darus Syifa Wedung Demak) Rochanah Rochanah
Jurnal Penelitian Vol 13, No 2 (2019): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jp.v13i2.6035

Abstract

Agama adalah sesuatu yang tidak terlepas dari kehidupan manusia. Fungsi agama adalah mengatur kehidupan manusia, termasuk mengatur tingkah laku manusia dalam kehidupan sehari-hari. Seberapa baiknya perilaku yang nampak dalam diri seseorang pada dasarnya adalah hasil dari ketaatannya dalam menjalankan ibadah agama. Oleh karenanya, agama memiliki peran penting dalam kehidupan setiap manusia, salah satunya adalah sebagai upaya untuk mengembalikan kesehatan mental bagi mereka yang terkena gangguan dan penyakit mental, dalam hal ini adalah penderita skizofrenia. Skizofrenia merupakan gangguan pada mental yang sudah memasuki kategori berat. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatatiff deskriptif analitis. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Secara eksplisit, permasalahan yang peneliti angkat dalam penelitian ini adalah; Bagaimana peran agama dalam upaya mengembalikan kesehatan mental santri penderita skizofrenia di pondok pesantren Wedung Demak. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif-analitis. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil peneltian menunjukkan bahwa peran agama dalam upaya mengembalikan kesehatan mental santri penderita skizofrenia di pondok pesantren Wedung Demak adalah; Pertama, agama mengajarkan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Kedua, agama mengajarkan untuk melakukan ikhtiyar Ketiga, agama mengajarkan untuk tidak putus asa. Keempat, agama mengajarkan untuk bertawakkal. Kelima, agama mengajarkan untuk displin. Keenam, agama mengajarkan untuk hidup sederhana. Ketujuh, agama mengajarkan untuk ikhlas dalam menjalani kehidupan.
MODEL BIMBINGAN AGAMA ANAK JALANAN DI JALUR PANTURA Mubasyaroh Mubasyaroh
Jurnal Penelitian Vol 8, No 1 (2014): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jupe.v8i1.1344

Abstract

RELIGIOUS GUIDANCE MODEL OF STREET CHILDREN IN PANTURA, The phenomenon of street children in Indonesia is a complex social issue. In every year of their existence are constantly undergoing significant development. Their existence has raised a new round of social exploitation by making them human periphery. Street children is a reality that is continuous to be examined. Their existence was always present as a problem that no end of its roots. The reality was very complex so that demands careful handling, serious, focused and continuous. The result of this research shows that the model of religious guidance in the area of the former County of Pati use fusion model because it was implemented by TKSK (Sub-district Volunteers Welfare Labor) under the Social Service and integrated with educational activities and exercise, as well as by volunteering independently. The third model of the religious guidance of street children that is in Kudus, Pati and Rembang, the religious guidance model in Kudus implemented by volunteers independently that have a uniqueness and advantages. In addition to the hours of work done by following street children and carried out in the places where they make a living, the guidance which was held in Kudus took place in a relaxed atmosphere, and performed by the teens so that authors call it peer counseling. As for the impact of religious guidance against street children; increased understanding of their religion, but not so significantly affect behavior change and their religiosity.
Pengasuhan Disiplin Positif Islami Sebagai Upaya Penurunan Kekerasan Terhadap Anak di Kabupaten Sidrap Sulvinajayanti Sulvinajayanti; Adnan Achiruddin Saleh; M. Nasri Hamang
Jurnal Penelitian Vol 15, No 1 (2021): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jp.v15i1.10241

Abstract

Kasus kekerasan pada anak masih marak terjadi khusunya yang terjadi dalam lingkup keluarga. Pelaku kekerasan berdasarkan hubungan orangtua baik suami maupun istri masih sangat tinggi persentasenya. Salah satu strategi yang dilakukan adalah dengan pengasuhan disiplin postif islami. Pengasuhan disiplin positif Islami mengarahkan orang tua melihat dibalik setiap perilaku, perasaan, dan pikiran anak sehingga orang tua mampu memahami perkembangan anak. Kekerasan disebabkan oleh persepsi yang terbangun yakni proses belajar, motivasi, dan kepribadian. Tujuan dari penelitian ini adalah efektifitas pengasuhan disiplin positif Islami bagi orang tua sebagai upaya penurunan kekerasan terhadap anak di Kabupaten Sidenreng Rappang. Desain penelitian menggunakan quasi-eksperimen yang dilakukan pada 34 orangtua yang berada dalam sebelas kecamatan di Kabupaten Sidrap. Taeknis analisis data yang digunakan adalah uji paired sample T Tes dengan desain eksperimennya yaitu pre test – post test design yaitu dengan membandingkan antara hasil pre test sebelum diberikan perlakuan dengan hasil post test setelah diberikan perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengasuhan disiplin positif Islami efektif mengubah persepsi kekerasan orang tua terhadap anak di Kabupaten Sidrap.
Pesantren Sebagai Habitus Peradaban Islam Indonesia Siti Ma'rifah; Muhamad Mustaqim
Jurnal Penelitian Vol 9, No 2 (2015): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jupe.v9i2.1325

Abstract