cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL PENELITIAN
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 376 Documents
INTERNALISASI NILAI-NILAI AKHLAQUL KARIMAH SISWA PADA PEMBELAJARAN AKIDAH AKHLAQ DI MADRASAH IBTIDAIYAH KECAMATAN WINDUSARI KABUPATEN MAGELANG Sigit Utomo
Jurnal Penelitian Vol 11, No 1 (2017): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jupe.v11i1.2170

Abstract

Internalisasi atau penanaman nilai akhlaqul karimah terhadap peserta didik menjadi sangat penting dalam era globalisasi seperi sekarang ini, karena moral semakin tergerus adanya gesekan kamajuan zaman. Peran pendidik dan sistem pendidikan serta metode dalam pembelajaran perlu diupayakan seoptimal mungkin agar tujuan pendidikan dapat tercapai sesuai yang diharapakan.Penelitian ini merupakan penelitian Kualitatif deskriptif dengan metode dalam memperoleh data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Dalam analisis data dengan menggunakan reduksi data, karena pendekatan yang digunakan adalah kualitatif, bertujuan untuk mendeskripsikan Internalisasi Nilai-Nilai Akhlaqul Karimah dalam hal ini siswa Kelas V pada Pembelajaran Akidah Akhlaq di Madrasah Ibtidaiyah Kecamatan Windusari kabupaten Magelang studi kasus di MI Al-Islam Balesari, MI Al-Islam Kembangkuning, dan MI Nurul Huda Candisari. penelitian ini merupakan penelitian lapangan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Kelas V pada Pembelajaran Akidah Akhlaq di Madrasah Ibtidaiyah Kecamatan Windusari kabupaten Magelang studi kasus di MI Al-Islam Balesari, MI Al-Islam Kembangkuning, dan MI Nurul Huda Candisari.  meliputi beberapa tahapan seperti: (a) tahapan pengenalan dan pemahaman terhadap materi yang diajarkan, (b) tahap penerimaan dengan menginginkan proses belajar merasakan berkaitan konteks lingkungan seperti dalam kegiataan keagamaan, keteladanan, pembiasaan  seta motivasi, (c) tahapan pengintegrasian, yaitu seorang pelajar mulai memasukkan nilai ke dalam keseluruhan sistem nilai yang di anutnya.  2) Kelas V pada Pembelajaran Akidah Akhlaq di Madrasah Ibtidaiyah Kecamatan Windusari kabupaten Magelang studi kasus di MI Al-Islam Balesari, MI Al-Islam Kembangkuning, dan MI Nurul Huda Candisari.  meliputi: strategi transinternal, yaitu strategi yang melibatkan guru dan siswa dalam komunikasi yang aktif, baik verbal, fisik maupun batin. Selain itu juga terdapat faktor pendukung, seperti adanya penambahan jam mata pelajaran pada kegiatan keagamaan dengan materi tersendiri, kemudian sekolah berada di lingkungan pedesaan yang strategis untuk proses belajar, kegiatan-kegiatan keagamaan, tata tertib, situasi lingkungan sekolah, keteladanan dan pembiasaan secara bersama-sama telah mengarah pada internalisasi nilai-nilai akhlaqul karimah. Adapun faktor penghambatnya meliputi tingkat pemahaman siswa terhadap ajaran Islam yang berbeda.
PENDIDIKAN ISLAM DI KELUARGA DALAM PERSPEKTIF DEMOKRASI (Studi Pemikiran Hasan Langgulung dan Abdurrahman an Nahlawi) Musmualim Musmualim; Muhammad Miftah
Jurnal Penelitian Vol 10, No 2 (2016): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jupe.v10i2.1781

Abstract

ISLAMIC EDUCATION IN FAMILY IN THE PERSPECTIVE OF DEMOCRACY (Study Thought and Abdurrahman Hasan Langgulung an Nahlawi),       The family as a pillar of society has an important position in building civilization. In Islam, family educational responsibilities given to parents as control over the development of the child's personality, which has the function of education to foster children. Given the current social problems that occur in the community originate from the interaction of the family. If a good family, the community would be good as well and vice versa. Islamic education in the family then become the focus for assessment as a fundamental means of educating children. Study thinking and Abdurrahman Hasan Langgulung an Nahlawi on Islamic education in the family do to get the formulation of Islamic education to address the challenges of the future. Study these two men thought sharpened with the perspective of democracy to be more focus on getting the formulation of Islamic education in the family. This study is a literature study (library research) or the study of literature (literature research). Data collection techniques with documentation data analysis using descriptive analysis (descriptive analysis), a content analysis (content analysis) and a comparative analysis (comparative analysis). The approach used is hermeunetik, philosophical and democracy.      Keywords: Islamic Education, Family and Perspectives of Democracy. 
Strategi Etnografi dalam Implementasi KMA 183 Tahun 2019 pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Madrasah Sutarno Sutarno; Uky Fatanun Fiqih
Jurnal Penelitian Vol 15, No 2 (2021): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jp.v15i2.10808

Abstract

National education has a function of developing cognitive, affective and psychomotor aspects, as well as the formation of noble personality as a dignified nation's identity. Global changes that are very quick to demand the world of education to respond and adjust to compiling a curriculum that is able to adopt these changes, one that must adjust to the madrasa curriculum. In the KMA regulates graduation standards, core competencies (KI), and basic competencies (KD) for the field of Hadith Qur'an Studies, Akidah Akhlak, Fiqh, SKI, and Arabic which are the peculiarities of madrasas. The purpose of this study was to analyze the application of the application of ethnographic methods in the implementation of KMA 183 of 2019. One aspect that can be measured using an ethnographic approach is an aspect of attitude. To get valid data quality, ethnographic studies have stages 1) selecting community groups (class), 2) investigating to obtain information, 3) processing and interpreting data, and 4) Finalization of data and compiling reports. This research has implications for the application of ethnography in the implementation of KMA 183 of 2019 in PAI learning in madrasah. It is expected that more madrassas are expected to use ethnography to do the size of the quality of attitude.  
Keberbakatan Anak Berkebutuhan Khusus di SD LB Purwosari Kudus Muzdalifah M Rahman
Jurnal Penelitian Vol 9, No 2 (2015): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jupe.v9i2.1322

Abstract

PEMANFAATAN GAME MONOPOLI AYO MENGAJI DALAM MENINGKATKAN KEGEMARAN MENGAJI AL-QUR'AN Zaenal Arifin
Jurnal Penelitian Vol 13, No 2 (2019): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jp.v13i2.6239

Abstract

Artikel ini merupakan hasil penelitian yang bertujuan untuk: 1) mengetahui pelaksanaan kegiatan mengaji Al-Qur’an di Masjid Al-Mustofa Sukobubuk Margorejo Pati, 2) mengetahui penggunaan media game monopoli ayo mengaji dalam kegiatan mengaji Al-Qur’an di Masjid Al-Mustofa Sukobubuk Margorejo Pati, dan 3) mengetahui kegemaran siswa yang mengaji al-Qur’an dengan menggunakan media monopoli Ayo Mengaji di Masjid Al-Mustofa Sukobubuk Margorejo Pati. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Sumber primernya adalah guru mengaji, ta’mir masjid dan para santri. Sedangkan sumber sekundernya dalah orangtua santri dan masyarakat. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan melakukan  wawancara observasi  dan dokumentasi. Teknik  pengolahan  dan  analisis data kualitatif menggunakan  3 tahapan yaitu 1) reduksi data, 2) display data, dan 3) pengambilan kesimpulan. Hasil penelitiannya adalah bahwa 1) pelaksanaan pembelajaran mengaji al-Qur’an di Masjid al-Mustofa yaitu pengenalan huruf hija’iyah, cara bacanya, penyambungannya, tajwid dan gharib menggunakan kitab Yanbu’a (susunan yayasan Arwaniyah Kudus) yang terdiri dari 7 jilid. 2) Penggunaan media monopoli Ayo Mengaji dalam belajar mengaji merupakan terobosan dalam penggunaan metode yang bervariasi dalam belajar mengaji, sehingga siswa tidak merasa bosan dan selalu semangat dalam belajar. Pelaksanaannya disesuaikan dengan permainan monopoli hanya saja materinya disesuaikan dengan materi belajar al-Qur’an. 3) Peserta didik yang mengikuti kegiatan mengaji menggunakan media monopoli cenderung sangat antusias, senang dan merasa tidak bosan. Hal ini dapat dilihat pada kehadiran peserta didik dan antusiasme mereka dalam mengikuti kegiatan mengaji. Mereka secara bersama-sama bekerja sama dan saling mengingatkan untuk menjawab perintah yang mereka dapatkan dari kartu umum. 
PEMAKNAAN AYAT AL-QURAN DALAM MUJAHADAH: Studi Living Qur’andi PP Al-Munawwir Krapyak Komplek Al-Kandiyas Moh. Muhtador
Jurnal Penelitian Vol 8, No 1 (2014): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jupe.v8i1.1343

Abstract

DEFINITION OF THE VERSES OF THE QUR’AN IN MUJAHADAH (THE STUDY OF THE LIVING QUR’AN IN PP Al-MUNAWWIR KRAPYAK Al-KANDIYAS COMPLEX). The Qur’an as a guideline of life for Muslims and became the authoritative source in the realm of social reality has developed its meaning. Relation to the development of meaning in al-Qur’an is the potential of the Qur’an itself that keeps studied and preserved in the realm of the theoretical and praxis. In the theoretical realm of the Qur’an continues to experience the reconstruction of understanding, reconstruction is related to the Qur’an itself, as is the case. About what enclosing the Qur’an when down and what is contained in the Qur’an itself. Both of them does not close the possibility to continue to be developed with different variants of the science to be an approach in digging the content of its science value, such as sociology, anthropology, historiy, and hermeneutic. On the other hand the study of praxis, in relation to the Qur’an is how the verses of the Qur’an are understood and practiced. This study assesses the reality of the society with the Qur’an. In that sense, the strive of mujahadah devotee community when interacting with verses of the Qur’an which become the practices and had a magical and mystical power. Because in practice a conviction verses are read when mujahadah contains a value that cannot be expressed. So the verses of the Qur’an become alive amongst the people, but it’s merely as a discourse and perception, it also confines the substantial meaning of a verse which contained in it when being interpretated or takwil.
Education and Concern of Zakat Agencies Muhammad Munadi; Ahmad Umar; Novianni Anggraini
Jurnal Penelitian Vol 15, No 1 (2021): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jp.v15i1.9208

Abstract

This research examined the zakat agencies which concern to the education program. This research used library reserach. The documents used were the ins and outs of zakat agencies that have educational development programs. These documents were taken from the website of zakat agencies both BAZNAS and Dompet Dhuafa (DD). The data taken consisted of information, data, and news related to the alocation of zakat for education, education variations of education program, the type of zakat disbursement, and the path alocation in education. The data analysis was descriptive qualitative analysis. The results showed that BAZNAS gave scholarships from Elementary School – Undergraduate (Islamic Religious Higher Education and Public Higher Education) and in-country scholarships. DD gave scholarships for undergraduate – Post graduate (Islamic Religious Higher Education and Public Higher Education), in-country scholarships, overseas scholarships, middle and high school level, education for teacher and literacy school. Zakat agencies are very varied in the development of education especially in Dompet Dhuafa from upstream to downstream.
PERAN NU DAN MUHAMMADIYAH DALAM PROSES PEMBUATAN KEBIJAKAN PUBLIK DI KUDUS Ulya Ulya
Jurnal Penelitian Vol 8, No 2 (2014): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jupe.v8i2.843

Abstract

ROLE OF NU AND MUHAMMADIYAH IN THE PROCESS OF MAKING PUBLIC POLICY IN KUDUS. This study aims to determine the role of  mass organizations in the process of  making public policy in the local level. It was especially the role played by the two largest Islamic organizations in Kudus called  NU  and  Muhammadiyah.  Examining  regulations,  such as UU No. 25/2004 on national development planning system, community involvement has a strong legal basis. The method used in this research was qualitative research using case studies to explore the issues. Data collection techniques used in-depth interviews of the main actors of  the organization, organizational documents and newspaper clippings. The main results of this research as follows; First, NU and Muhammadiyah considers that public policies are matters of  society life at large, but the presence of NU and Muhammadiyah more often considered as formality so that they are less successful in influencing the issues raised. Second, NU and Muhammadiyah fight more for the issues raised by persuasiveness because the government is open enough to have dialogue, but the space that can be utilized is still very limited. Third, although NU and Muhammadiyah have big network and members in the village, they are still less in developing and exploring the resources to get involved in public policy-making process.Keywords: Mass organizations, NU, Muhammadiyah, Participation, Public Policy.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran organisasi massa dalam proses pembuatan kebijakan publik di tingkat lokal, terutama peran yang dilakukan dua ormas Islam terbesar di Kudus yakni NU dan Muhammadiyah. Dilihat dari aspek regulasi, misalnya UU 25/2004 tentang sistem perencanaan pembangunan nasional, keterlibatan   masyarakat   memiliki   dasar   hukum   yang   kuat. Metode yang dipakai dalam riset ini adalah riset kualitatif  dengan menggunakan  studi  kasus  untuk  mendalami  isu  yang  diambil. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam (in depth interview) terhadap aktor utama organisasi, dokumen organisasi maupun kliping koran. Hasil utama riset ini sebagai berikut; pertama, NU dan Muhammadiyah memandang bahwa kebijakan publik adalah urusan yang menyangkut hidup masyarakat secara luas, namun karena kehadiran NU dan Muhammdiyah lebih sering dianggap formalitas sehingga kurang berhasil memengaruhi isu yang diangkat. Kedua, NU dan Muhammadiyah lebih banyak memperjuangkan isu yang diangkat melalui pendekatan persuasif  karena memang pemerintah cukup terbuka untuk diajak dialog, tetapi ruang yang bisa dimanfaatkan masih sangat terbatas. Ketiga, walaupun kaya jaringan dan anggota yang mengakar di desa, NU dan Muhammadiyah masih kurang mendayagunakan sumber daya yang ada untuk mau terlibat secara maksimal dalam proses pembuatan kebijakan publik.Kata kunci: Organisasi massa, NU, Muhammadiyah, partisipasi, kebijakan publik
Proses Penentuan Awal Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah di Indonesia: Sinergi antara Independensi Ilmuwan dan Otoritas Penguasa Jaenal Arifin
Jurnal Penelitian Vol 13, No 1 (2019): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jp.v13i1.4892

Abstract

Penetapan dan penentuan awal bulan qamariyyah adalah menempati posisi penting bagi umat Islam, karena disamping untuk menentukan hari-hari besar Islam, juga digunakan untuk menentukan awal dan akhir bulan Ramadan dan bulan Dzulhijjah, untuk itu masalah ini menyangkut ibadah Syar’i. Apalagi setelah lahirnya perguruan tinggi Islam di seluruh Indonesia yang pasti melahirkan percepatan keilmuan tentang disiplin ilmu tersebut. Bahkan sekarang ilmu falak di jadikan sebagai konsentrasi jurusan tersendiri di sebagian perguruan tinggi islam di Indonesia. Perdebatan masalah awal bulan Ramadan dan Syawwal merupakan persoalan klasik, tetapi senantiasa aktual. Dikatakan klasik, sebab sejak awal Islam masalah ini sudah mendapatkan perhatian dan pemikiran yang serius. Tapi, karena hampir setiap tahun menjelang Ramadhan dan Syawal, masalah ini menjadi actual disebabkan terjadi persoalan khilafiyyah yang terus menerus dan tak berujung. Otoritas Ilmuwan Falak Dengan Proses Penentuan Awal Ramadhan, Syawal Dan Dzulhijjah Di Indonesia merupakan hubungan sinergi pemerintah Indonesia yang memang sudah terjalin sejak masa sebelum masa colonial, masa kolonial maupun masa pasca kemerdekaan.
PENANAMAN NILAI-NILAI AKHLAK PADA ANAK TUNAGRAHITA DALAM PENDIDIKAN VOKASIONAL Studi Deskriptif Kualitatif di Balai Rehabilitasi Sosial Disgranda “Raharjo” Sragen Etik Kurniawati
Jurnal Penelitian Vol 11, No 2 (2017): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jupe.v11i2.3485

Abstract

Pentingnya suatu pendidikantermasuk di dalamnya adalah pendidikan akhlak bagi seluruh warga negara. Tidak terkecuali bagi anak tunagrahita yang memiliki kekurangan atau keterbatasan dalam hal mental. Kekurangan atau keterbatasan tersebut tidak menjadi suatu penghalang bagi anak tunagrahita di dalam menerima haknya yaitu dalam hal pendidikan. Dalam kenyatannya pendidikan bagi anak tunagrahita tidak dapat disamakan dengan anak normal pada umumnya.Bukan berarti dengan kekurangan yang dimiliki anak tunagrahita tidak bisa dididik dan diarahkan untuk berakhlak baik.Fokus Penelitian ini adalah: (1) Bagaimana metode yang digunakan dalam menanamkan nilai-nilai akhlak bagi anak tunagrahita melalui pendidikan vokasional di Balai Rehabilitasi Sosial Disgranda ”Raharjo” Sragen? (2) Akhlak apa yang dibentukmelalui penanaman pendidikan vokasional di Balai Rehabilitasi Sosial Disgranda ”Raharjo” Sragen?. Adapun tujuan penelitiannya untuk mengetahui metode yang digunakan dan akhlak yang dibentuk bagi anak tuna grahitamelalui pendidikan vokasional di Balai Rehabilitasi Sosial Disgranda”Raharjo” Sragen.