cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL PENELITIAN
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 376 Documents
Tujuan dan Materi Pendidikan dalam Perspektif Al-Quran (Studi Tafsir Tarbawi Karya Ahmad Munir) Mikyal Hardiyati; Umi Baroroh
Jurnal Penelitian Vol 13, No 1 (2019): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jp.v13i1.4921

Abstract

Abstrak :Pendidikan yang dipandang oleh masyarakat sebagai human investment. Artinya bahwa pendidikan berperan dalam proses pembangunan karakter dan intelektual sebuah bangsa. Tolak ukur sebuah bangsa yang maju salah satunya dapat dilihat dari keberhasilan pendidikannya. Pendidikan harus mendapatkan perhatian khusus dan konsep yang matang sehingga tujuan pendidikan dapat tercapai. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pendidikan dalam perspektif yang berbeda yaitu perspektif Al-Quran. Dalam artikel ini fokus membahas serta mengkaji terminologi pendidikan dalam beberapa istilah, tujuan dan isi atau materi pendidikan dalam perspektif Al-Quran.Pendekatan deskriptif dan library research dalam penelitian ini sangat perlu dilakukan untuk mencapai fakta dan realitas yang ada khususnya perkembangan pada dunia pendidikan Islam. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah studi tafsir tarbawi karya Ahmad Munir, sedangkan untuk data sekunder menggunakan buku-buku dan jurnal ilmiah yang berkaitan dengan tujuan pendidikan. Dari hasil penelitian menggunakan metode penelitian deskriptif dan library research diperoleh informasi bahwa didalam Al-Quran terdapat beberapa istilah pendidikan antara lain tarbiyah, ta’dib, ta’lim dan tazkiyah. Tujuan pendidikan pada akhirnya adalah membentuk manusia menjadi insan kamil dan bermanfaat bagi lingkungannya. Materi pendidikan terbagi kedalam 2 bidang yaitu bidang kajian-kajian keislaman dan bidang sains sosial serta eksakta.Kata Kunci : Pendidikan, tujuan pendidikan, materi pendidikan dalam perspektif Al-Quran
Reaktualisasi Manajemen Kesiswaan dalam Mempertahankan Local Wisdom (Studi Analisis di MTs Miftahul Ulum Karangmojo, Klego, Boyolali) Muhammad Miftah
Jurnal Penelitian Vol 11, No 2 (2017): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jupe.v11i2.3169

Abstract

This paper discusses how the active role of MTs Miftahul Ulum in maintaining the local culture through structural students’ management. Students’ management is one of important aspects in educational institutions. It is because base on this, institution can map and plan the future activities in an educational institution. Basically, the students’ management discusses the planning of student, students’ organization and students’ coaching so the students’ learning process in educational institutions can be success. Management pattern used in this Madrasa always considers local culture by keeping the culture and customs that exist in the community through its superior programs. 
Implementasi Pendidikan Multikultural di Madrasah Inklusi Madrasah Aliyah Negeri Maguwoharjo Yogyakarta Jiyanto Jiyanto; Amirul Eko Efendi
Jurnal Penelitian Vol 10, No 1 (2016): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jupe.v10i1.1366

Abstract

Implikasi Paedagogis Alquran Surat Luqman Ayat 13-19 Tentang Materi Dasar Pendidikan Agama Islam Muhammad Tang S; Akhmad Riadi
Jurnal Penelitian Vol 14, No 2 (2020): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jp.v14i2.8139

Abstract

AbstractAl-Quran Surah Luqman Verses 13-19 has the scientific signals related to the basic material of Islamic education. This study aimed to determine the pedagogical implications about the material of Islamic education, which existed in Al-Quran Surah Luqman Verses 13-19. This research is a qualitative descriptive/literature review based on the revelatory approach of the Al-Quran Surah Luqman Verses 13-19. This study has two types of data called the primary data from Al-Quran and the interpretation of Surah Luqman Verses 13-19. The secondary data are taken from various written sources such as papers, magazines, educational literature, and several sources which closely related to this research. The data analysis techniques are carried out by processing, categorizing, interpreting and drawing conclusions. The primary material of Islamic education in Al-Quran Surah Luqman verses 13-19 includes faith education about the prohibition of committing syiriq to Allah, the morals towards parents, and others, the worship education which concerns the command to perform prayers, the social education includes orders to love kindness, to hate the badness, and must always be patient in life. The basic material of Islamic education can be applied in family education to form the development of the spiritual, emotional, and social intelligence of the children. Keywords: Al-Quran Surah Luqman, The Basic Material of Islamic EducationAbstrakAl-Quran Surat Luqman Ayat 13-19 mengandung isyarat ilmiah tentang materi pendidikan agama islam. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana implikasi paedagogis tentang materi dasar pendidikan agama islam yang terkandung dalam Al-Quran Surat Luqman Ayat 13-19.  Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif/telaah kepustakaan berdasar pada pendekatan kewahyuan dari Al-Quran Surat Luqman Ayat 13-19. Terdapat dua jenis data dalam penelitian ini yakni data primer berupa ayat Al-Quran dan kitab-kitab tafsir Al-Quran Surat Luqman Ayat 13-19, dan data sekunder dari berbagai sumber tertulis seperti makalah, majalah, literatur pendidikan, dan beberapa sumber pendukung yang terkait dengan penelitian ini. Teknik pengolahan data dilakukan dengan pemrosesan, pengkategorian, penafsiran dan penarikan kesimpulan. Materi dasar pendidikan agama islam yang terkandung dalam Al-Quran Surat Luqman Ayat 13-19 meliputi materi pendidikan keimanan berupa larangan berbuat syirik kepada Allah, adab terhadap orang tua, akhlak terhadap orang lain, pendidikan ibadah yang menyangkut perintah mendirikan shalat dengan sempurna, pendidikan sosial yang meliputi perintah untuk beramar makruf nahi munkar dan perintah untuk senantiasa bersikap sabar. Materi dasar pendidikan islam tersebut dapat diterapkan dalam pendidikan keluarga untuk membentuk perkembangan kecerdasan spiritual, emosional, sosial anak secara ideal. Kata Kunci:  Al-Quran Surat Luqman, Materi Dasar  Pendidikan Islam
TINDAKAN HUKUM DISKRESI DALAM KONSEP WELFARE STATE PERSPEKTIF HUKUM ADMINISTRASI NEGARA DAN HUKUM ISLAM Aristoni Aristoni
Jurnal Penelitian Vol 8, No 2 (2014): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jupe.v8i2.834

Abstract

DISCRETIONARY LEGAL ACTION (FREIESER- MESSEN) IN THE WELFARE STATE CONCEPT: PERSPECTIVE OF STATE ADMINISTRATION LE- GAL AND ISLAMIC LAW. Regulation of  wisdom known as discretionary or ‘freiesermessen’ essentially is a legal act of government or supplies tool of  state administration. This action carried out by the agency or the officials carrying out the government affairs to be able to act on their own initiative in solving social problems. This paper is an analysis of  discretion or ‘freiesermessen’ as one of  the means to move for official or administrative departments of  the State to take action without having to be bound completely on legislation. As a result, in the ideal level, the government has the authority to make discretionary without being tied entirely to the law. But in practical terms, it does not mean that the government or officials of  the State administration can act arbitrarily, but rather an attitude that must be accounted for. In other words, despite government intervention in the lives of  citizens is indispensable in the conception of  the welfare state, but also the accountability of each government action is indispensable in a State of law that upholds the values of truth and justice. keywords: Law act, Discretion, State administration legal, Islamic Law.Peraturan  kebijaksanaan  yang  dikenal  dengan  istilah  diskresi atau freiesermessen pada hakikatnya merupakan tindakan hukum pemerintah atau alat perlengakapan administrasi Negara. Tindakan ini dilakukan oleh badan atau pejabat yang melaksanakan urusan pemerintahan untuk dapat bertindak atas inisiatif  sendiri dalam menyelesaikan persoalan-persoalan sosial. Tulisan ini merupakan analisis terhadap diskresi atau freiesermessen sebagai salah satu sarana yang memberikan ruang bergerak bagi pejabat atau badan-badan administrasi Negara untuk melakukan tindakan tanpa harus terikat sepenuhnya pada undang-undang. Hasilnya, pada tataran ideal, pemerintah memang diberikan kewenangan untuk membuat diskresi tanpa harus terikat sepenuhnya pada undang-undang. Namun pada tataran praktis, tidak berarti pemerintah atau pejabat administrasi Negara dapat bertindak semena-mena, melainkan sikap itu haruslah dipertanggungjawabkan. Dengan kata lain, meskipun campur tangan pemerintah dalam kehidupan warga Negara merupakan keniscayaan dalam konsepsi welfare state,   tetapi pertanggungjawaban setiap tindakan pemerintah juga merupakan keniscayaan dalam Negara hukum yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebenaran dan keadilan.kata kunci: Tindakan hukum, Diskresi, Hukum administrasi negara, hukum Islam.
Globalisasi, Pendidikan Karakter, dan Kearifan Lokal yang Hybrid Islam pada Orang Melayu Kalimantan Barat Syamsul Kurniawan
Jurnal Penelitian Vol 12, No 2 (2018): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jp.v12i2.4899

Abstract

Pada era globalisasi, seperti saat ini, di mana jati diri sebuah bangsa sedang diuji, membangun karakter menjadi sebuah kebutuhan. Hal ini menjadi alasan pentingnya pendidikan karakter diberikan tidak hanya di rumah atau sekolah, tetapi juga di masyarakat. Khususnya masyarakat, dapat menjadi pusat pendidikan karakter oleh sebab di dalam keseharian masyarakat memiliki kearifan lokal yang dapat digali sebagai basis pendidikan karakter. Seperti orang Melayu Kalimantan Barat, yang mempunyai kearifan lokal, yang masih digenggam kuat dalam keseharian mereka sebagai Melayu. Kearifan lokal yang dianut oleh orang Melayu Kalimantan Barat sangat dekat dengan Islam, mengingat keterhubungan antara identitas Melayu dan Islam. Kearifan lokal ini lahir, bertumbuh dan berkembang di kalangan orang Melayu Kalimantan Barat dan berwarnahybrid, karena terjadi perpaduan kearifan lokal dengan nilai-nilai Islam. Di antara variannya yang dibahas dalam artikel ini, yaitu hukum adat Melayu, pantang larang, dan upacara adat.
ETIKA KERJA ISLAM DAN KEADILAN ORGANISASI: STUDI PADA BMT DI KABUPATEN KUDUS Wahibur Rokhman
Jurnal Penelitian Vol 9, No 1 (2015): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jupe.v9i1.858

Abstract

WORK ETHICS OF ISLAM AND ORGANIZATIONAL JUSTICE: Study on a BMT in Kudus, This research aims to analyze the relationship of  work ethics of  Islam and organizational justice in BMT in Kudus. The organizational justice is measured using three dimensions of  justice developed by Cropanzano et al. (2007), they are: distribution justice, procedural fairness and interactional justice. Further, the study also tested the influence of  the three dimensions of justice against work ethics of  Islam felt by employees. The results of this research show that the level of  organizational justice and work ethics of Islam felt by employees working in the BMT in Holy is high enough. The results of the regression analysis also showed a significant positive influence on the distribution of Justice, procedural fairness and interactional justice against the work ethics of  Islam. Implications, limitations and suggestions for the next research are also discussed in this article.keywords: Distribution Justice, Procedural Justice, Work Ethics Of Islam.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis  hubungan etika kerja Islam dan keadilan organisasi di Baitul mal wat tamwil (BMT) di Kabupaten Kudus. Keadilan Organisasi disini diukur menggunakan tiga dimensi keadilan yang dikembangkan oleh Cropanzano dkk. (2007) yaitu: keadilan distribusi, keadilan prosedural dan keadilan interaksional. Lebih lanjut, penelitian ini juga menguji pengaruh tiga dimensi keadilan terhadap etika kerja Islam yang dirasakan oleh karyawan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat keadilan organisasi dan etika kerja Islam yang dirasakan oleh karyawan yang bekerja di BMT di Kudus cukup tinggi. Hasil analisis regresi juga menunjukkan adanya pengaruh yang positif signifikan keadilan distribusi, keadilan prosedural dan keadilan interaksional terhadap etika kerja Islam. Implikasi, keterbatasan dan saran untuk penelitian yang akan datang  juga dibahas dalam artikel ini.kata kunci: Keadilan Distribusi, Keadilan Prosedural, Etika Kerja Islam.
Dinamika Taubat pada Pengonsumsi Minuman Beralkohol Arif Hidayat; Eny Purwandari
Jurnal Penelitian Vol 14, No 1 (2020): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jp.v14i1.7302

Abstract

Kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol memliki berbagai dampak negatif baik secara fisik maupun psikologis. Namun kebiasaan tersebut bisa berhenti pada beberapa orang, meskipun telah bertahun-tahun mengonsumsi minuman beralkohol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dinamika taubat pada pengonsumsi minuman beralkohol. Responden dalam penelitian ini adalah empat orang yang pernah menjadi pengonsumsi minuman beralkohol namun saat ini sudah bertaubat. Peneliti melakukan wawancara secara mendalam terhadap keempat orang subjek tersebut dan mengamati perilaku mereka selama satu bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada kondisi internal maupun eksternal yang mengiringi subjek selama melalui proses taubat. Orang yang mengonsumsi minuman beralkohol serta melakukan perbuatan-perbuatan menyimpang lainnya pada tahap tertentu akan merasakan kejenuhan yang menjadi sebab utama untuk bertaubat. Rasa jenuh tersebut merupakan hidayah dari Allah yang diberikan pada orang-orang yang dikehendaki-Nya. Dukungan keluarga dan dukungan sosial serte komitmen yang kuat menjadi faktor yang penting bagi subjek agar tetap bertahan dalam proses taubat.
PERGULATAN PEMIKIRAN ISLAM DI RUANG PUBLIK MAYA (ANALISIS TERHADAP TIGA WEBSITE ORGANISASI ISLAM DI INDONESIA) Muhamad Mustaqim
Jurnal Penelitian Vol 7, No 2 (2013): Jurnal Penelitian
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jupe.v7i2.814

Abstract

THE  ISLAMIC  THINKING  IN  THE  CYBERSPACE (AN ANALYSIS OF THREE WEBSITE ISLAMIC ORGANIZATIONS  IN  INDONESIA).  The  shift  from physical public space in the virtual public space becomes a contestation for social organizations, including Islamic organizations. This paper intends to analyze the tendency of  the struggle of  Islamic thought to public spaces through official website of each organization Islam. As a representation of Islamic organizations, this study selected three Islamic organizations representing certain trends and typologies. Namely, Hizb ut-Tahrir Indonesia (HTI) representing transnational fundamentalist group, the Liberal Islam Network (JIL), which is a representation of the liberal group, and the Nahdlatul Ulama (NU), which represents the middle and moderate currents. This paper examines the trends and the existing contents of  the three websites, does not highlight a deeper understanding of  religious activity in the area of  empirical Islamic organizations.keywords: Public Space, Website, the Islamic Organization.Pergeseran dari ruang publik yang bersifat fisik pada ruang publik maya menjadi kontestasi bagi organisasi-organisasi sosial,  termasuk  di  dalamnya organisasi  Islam.  Tulisan ini bermaksud menganalisis kecenderungan pergulatan pemikiran Islam pada ruang publik maya melalui website resmi masing-masing organisasi Islam. Sebagai representasi dari organisasi-organisasi Islam, dalam kajian ini dipilih tiga organisasi Islam yang mewakili kecenderungan dan tipologi tertentu. Yaitu, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang mewakili kelompok fundamentalis-transnasional, Jaringan Islam Liberal (JIL) yang merupakan representasi dari kelompok liberal, dan Nahdlatul Ulama (NU) yang mewakili arus tengah dan moderat. Tulisan ini hanya mengkaji kecenderungan dan konten yang ada dalam tiga website tersebut, tidak menyoroti lebih  mendalam tentang  aktivitas  keberagamaan  organisasi Islam di wilayah empiris.kata kunci: Ruang Publik, Website, Organisasi Islam.
Tinjauan Hukum Islam terhadap Denda Penjadwalan Ulang Pembiayaan Mikro Murabahah di Bank Syariah Mandiri Cabang Dumai Provinsi Riau Ahmad Maulidizen
Jurnal Penelitian Vol 12, No 2 (2018): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jp.v12i2.3280

Abstract

Many Syariah banks in Indonesia are experiencing problematic financing because customers can not pay their debt installments, then the bank takes the settlement step by rescheduling the debt installment. In the process the bank charges a fee to the customer and this incriminates the customer. This research was conducted to analyze Islamic law against the cost charged to the customers in the process of rescheduling micro murabahah financing conducted by Bank Syariah Mandiri Branch Dumai Riau Province. This research uses data collection method with observation method, interview and library data, then analyzed by using inductive, deductive and comparative method. The results of this study conclude that the cost of micro-financing rescheduling in Bank Syariah Mandiri Branch Dumai Riau Province is not fully in accordance with Fatwa of Shariah and National Shari'ah Council Fatwa that has not been implemented, ie the bank charges the customer in rescheduling in addition to the actual cost required for the rescheduling process. And the authors provide suggestions for improving this by (1) providing the time period so that the customer can afford to pay, (2) the conversion of the financing contract of the murabahah to qard financing, and (3) rescheduling by charging real costs at no cost others.