KALPATARU: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Jurnal ini berfokus tentang penelitian dalam pendidikan sejarah, bidang sejarah, sejarah lokal, sejarah nasional dan sejarah global, budaya Indonesia, kearifan lokal dan pendidikan sejarah.
Articles
200 Documents
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA FILM DOKUMENTER TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN SEJARAH DI SEKOLAH MENENGAH ATAS SRIGUNA PALEMBANG
Vina Pratiwi
Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 4, No 2 (2018): Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas PGRI Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/kalpataru.v4i2.2498
Permasalahan dalam penelitian ini adalah pada saat proses kegiatan pembelajaran berlangsung dalam menyampaikan materi ajar masih terkesan monoton. Hal ini dikarenakan kurangnya partisipasi siswa dalam proses pembelajaran, sehingga membuat siswa menjadi bosan, kurang aktif dan akhirnya tidak memperhatikan guru yang sedang mengajar di kelas, akibatnya akan berdampak pada nilai mereka rendah. Untuk mengatasi permasalahan ini maka guru harus menggunakan media pembelajaran yang tepat. Media yang dapat digunakan yaitu media film dokumenter. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh media film dokumenter terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran sejarah di Sekolah Menengah Atas Sriguna Palembang. Metode yang dipakai yaitu metode deskriptif kuantitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui, observasi, tes soal, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data, hal ini dilihat bahwa kelas eksperimen yang diberikan perlakuan dengan media pembelajaran film dokumenter memiliki rata-rata skor akhir sebesar 77,89 lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata kelas kontrol yang diberikan perlakuan model ceramah yaitu 69,46 dan hasil uji-t paired sample t-test yang menggunakan SPSS 22 diperoleh sig. (2-tailed) 0,000 < (α = 0,005) karena 0,000 < 0,005 sehingga H0 ditolak, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar siswa yang memperoleh pembelajaran dengan media film dokumenter dan siswa yang memperoleh pembelajaran dengan model ceramah di kelas XI SMA Sriguna Palembang”.
PERKEMBANGAN KOPI SEMENDE KURUN WAKTU 1919-2019 SEBUAH TINJAUAN STUDI MASYARAKAT SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN SEJARAH DI SMA NEGERI 1 LAHAT
Nila Puspita;
Sukardi Sukardi;
Mirza Fansyuri
Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 6, No 1 (2020): Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas PGRI Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/kalpataru.v6i1.4648
Perekonomian merupakan perkembangan yang naik turun hasilnya, karena dalam bidang pertanian kebutuhan ekonomi sangat diperlukan untuk bertahan hidup seperti perkebunan, salah satunya perkebunan kopi. Petani kopi telah dimulai sejak tahun 1971 namun disangsikan keberhasilannya setelah lebih dari 1 dekade, pada tahun 1919 kopi tradisional yang berjenis robusta telah dimiliki oleh masyarakat Semende setelah seiring berjalannya waktu tahun ketahun perkembangan kopi ini mulai meningkat meskipun ada beberapa tahun mengalami kemunduran. Akan tetapi, pada tahun 2016-2019 kopi terus merangkak naik hingga pertanian yang lainnya terlewati seperti padi, karet, sawit dan lain sebagainya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan observasi, wawancara, studi pustaka, teknik analisis data dengan pengumpulan data, reduksi, sajian dan penarikan simpulan/verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian perkembangan kopi Semende kurun waktu 1919-2019 sebuah tinjauan studi masyarakat sebagai sumber pembelajaran sejarah dapat disimpulkan bahwa perkembangan kopi Semende merupakan bagian perekonomian Indonesia dan dunia. Sebagai bahan kebutuhan kelancaran ekonomi kopi juga banyak diminati masyarakat Semende dan masyarakat lainnya. Dengan demikian kopi dikenal hingga menjuru ke dunia internasional.
KIPRAH DAN SUMBANGSIH PEMIKIRAN PENDIDIKAN NAHDLATUL WATHAN DI PULAU LOMBOK NUSA TENGGARA BARAT
Ahmad Afandi
Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 1, No 1 (2015): Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas PGRI Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/kalpataru.v1i1.530
ABSTRAK Di masa-masa awal keberadaannya, sistem pendidikan yang ditawarkan oleh Nahdlatul Wathan, yang merupakan sebuah organisasi sosial-keagamaan lokal Islam, mendapat respon yang sangat kecil dari orang-orang di Lombok. Ia bahkan terlihat kontroversial dalam beberapa kasus karena pola pendidikan yang diterapkannya bertentangan dengan model pendidikan lokal. Pertanyaan yang muncul selanjutnya adalah bagaimana lembaga-lembaga pendidikan yang berafiliasi dengan Nahdlatul Wathan dapat bertahan hidup? Hasil studi ini menunjukkan bahwa pendidikan yang dipromosikan oleh Nahdlatul Wathan telah berhasil meyakinkan masyarakat mengenai beberapa hal penting. Pertama, bahwa makna pendidikan, tidak lain adalah proses memanusiakan peserta didik melalui bimbingan dan pengembangan potensinya guna menghadapi masa depan. Kedua, pendidikan memberikan kontribusi kepada penyebaran nilai-nilai positif dan berfungsi sebagai pembentukan intelektualitas, kreativitas dan kemampuan. Ketiga, tujuan akhir dari pendidikan adalah untuk mencapai kesejahteraan di dunia dan akhirat. Keempat, guru memiliki tanggung jawab untuk menempa murid mereka untuk mencapai tujuan pendidikan. Selain itu, guru dalam konsep Nahdlatul Wathan haruslah menguasai ilmu pengetahuan dan memiliki standar moral dan spiritual yang tinggi. Kelima, peserta didik hendaknya tinggal di lingkungan yang baik sehingga proses belajar mengajar dapat berjalan sukses. Kata kunci: Nahdlatul Wathan, pendidikan nilai
MOLUSKA TEMUAN DI DESA SAKO SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN SEJARAH
Sutomo Sutomo;
Ahmad Zamhari
Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 2, No 2 (2016): Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas PGRI Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/kalpataru.v2i2.1602
Percandian Bumiayu di Desa Tanah Abang kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir berasal dari masa Sriwijaya. Candi Bumiayu identik dengan arca dan relief yang kaya dengan nilai sejarah dan budaya. Arca di candi Bumiayu dapat dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran sejarah. Rumusan masalah penelitian ini: Apakah pengarcaan di percandian Bumiayu dapat dijadikan sebagai sumber pembelajaran IPS terpadu (sejarah) kelas VII SMP Sriguna Palembang?. Tujuan penelitian ini: (1) Untuk mengetahui lokasi serta lingkungan alam yang terdapat di Candi Bumiayu agar dapat dijadikan sebagai sumber pembelajaran IPS terpadu (sejarah). (2) Untuk mengetahui analisis Pengarcaan dari Candi 1 Bumiayu agar dapat dijadikan sebagai sumber pembelajaran IPS terpadu (sejarah).(3) Untuk mengetahui analisis Pengarcaan dari Candi 3 Bumiayu sebagai sumber pembelajaran IPS terpadu (sejarah). Metode yang digunakan dalam penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yaitu: dokumentasi, observasi, wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis model analisis interaktif. Kesimpulan penelitian: Pengarcaan di candi Bumiayu yang terdapat di candi 1 dan candi 3 Bumiayu bercorak Hindu. Pengarcaan di candi Bumiayu dapat menambah pengetahuan siswa tentang sejarah lokal di Sumatera Selatan
KAJIAN TATA RUANG LUKISAN DINDING PADA BATU BALAI DI DESA TEGUR WANGI LAMA KOTA PAGARALAM SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN SEJARAH
muhammad Randi Saputra;
Rudi Asri
Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 4, No 2 (2018): Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas PGRI Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/kalpataru.v4i2.2489
Kota Pagaralam memiliki peninggalan dalam bidang seni, dalam tradisi megalit telah mengenal seni lukis yang berkualitas tinggi, gaya naturalis serta gaya stilir telah muncul di berbagai lukisan tersebut, lukisan tersebut memiliki makna tersendiri yang mengandung nilai-nilai estetika dan juga mencakup pada kehidupan sehari-hari pada masyarakat yang hidup pada zaman itu. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimanakah kajian tata ruang lukisan dinding pada batu balai di desa Tegur Wangi Lama kota Pagaralam sebagai sumber pembelajaran sejarah?. Tujuan penelitian mengetahui kajian tata ruang yang terdapat didalam lukisan dinding pada batu balai di desa Tegur Wangi Lama kota Pagaralam sebagai sumber pembelajaran sejarah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: 1) Kajian tata ruang lukisan dinding pada batu balai di desa Tegur Wangi Lama menjelaskan tentang keadaan lingkungan dan kondisi yang terdapat pada sekitar lukisan. 2) Makna yang terkandung pada lukisan ini bahwa di daerah tersebut sudah adanya perkampungan dan masyarakatnya melakukan upacara adat pertanian sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil pertanian yang mereka dapat. 3) Kajian tata ruang lukisan dinding pada batu balai di desa Tegur Wangi Lama kota Pagaralam dapat dijadikan sebagai sumber pembelajaran sejarah, karena dapat menambah minat siswa dalam belajar sejarah dan dapat menambah wawasan siswa terrhadap peninggalan prasejarah yang ada di Sumatera Selatan.
PENGEMBANGAN MEDIA AUDIO VISUAL SEJARAH ISLAM MATERI MASJID AGUNG PALEMBANG
Septia Puspita;
Sukardi Sukardi
Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 5, No 2 (2019): Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas PGRI Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/kalpataru.v5i2.3550
Media audio visual merupakan bentuk dari multimedia. Multimedia merupakan salah satu media yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran. Berdasarkan observasi yang dilakukan di SMA PGRI 2Palembang jika dilihat dari kegiatan pembelajaran pada mata pelajaran sejarah masih belum cukup optimal, hal ini disebabkan antara lain guru dalam proses pembelajaran masih menggunakan media pembelajaran yang masih sederhana yakni berbentuk visual, sedangkan dikategorikan sebagai media hal tersebut belum mencangkup materi secara keseluruhan. Pemilihan media audio visual ini dipilih untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan pertimbangan untuk memanfaatkan fasilitas yang telah tersedia di SMA PGRI 2 Palembang. Tujuan dari pengembangan media ini adalah untuk menghasilkan suatu produk media pembelajaran sejarah khususnya materi Sejarah Islam Masjid Agung Palembang yang dapat dijadikan sebagai alternatif dalam pencapaian tujuan pembelajaran yang ditentukan. Penelitian ini menggunakan model perkembangan melalui sepuluh tahap berikut: (1) penelitian dan pengumpulan informasi, (2) perencanaan, (3) mengembangkan awal dari produk, (4) pengujian lapangan awal, (5) revisi awal produk, (6) uji coba pertama, (7) perbaikan dan penyempurnaan produk, (8) valiasi produk, (9) revisi produk akhir, (10) menyebarluaskan produk. Hasil pengembangan media audio visual ini tergolong baik, yang meliputi penilaian dari media berada pada kriteria baik, penilaian dari isi media baik serta penilaian dari guru mata pelajaran sejarah di sekolah yang berada pada kriteria baik
EKSISTENSI MUSEUM KONPERENSI ASIA AFRIKA SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN SEJARAH SISWA MENENGAH ATAS
Fauzi Rachman
Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 2, No 1 (2016): Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas PGRI Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/kalpataru.v2i1.1590
Museum Konperensi Asia Afrika sarat dengan nilai sejarah dan budaya dari masa kolonial sampai masa Indonesia merdeka, museum yang menjadi bukti perjuangan negara dan bangsa Indonesia untuk ikut dalam pembangunan dunia. Museum Konperensi Asia Afrika dapat dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran sejarah di sekolah.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Peninggalan peninggalan Museum Konperensi Asia Afrika yang dapat dijadikan sebagai sumber pembelajaran sejarah SMA; (2) Relevansi antara Museum Konperensi Asia Afrika dengan kurikulum sejarah SMA. Bentuk penelitian ini deskriptif kualitatif. Hasil penelitian dapat disimpulkan: (1) Peninggalan Museum KonperensiAsia Afrika yang dapat dijadikan sumber pembelajaran siswa SMA berupa bangunan museum dan koleksi benda-benda peninggalan yang dipamerkan di dalam museum. Bangunan Museum Konperensi AsiaAfrika dibagi menjadi tiga ruangan. Ruangan pertama yaitu pameran tetap, ruangan kedua yaitu perpustakaan, ruangan ketiga yaitu audiovisual. Setiap ruangan di Museum Konperensi Asia Afrika mengandung fungsi untuk mengabadikan dan menyebarkan nilai-nilai sejarah dan kebangsaan serta keteladanan dari peristiwa Konferensi Asia Afrika tahun 1955. Benda-benda yang dapat dijadikan sumber pembelajaran sejarah di ruangan pameran tetap; (2) Museum Konperensi Asia Afrika mempunyai kaitanerat dengan materi sejarah SMA yang tercantum dalam kurikulum.
Penilaian Portofolio dalam Meningkatkan Kemampuan Self-Assessment Mahasiswa
Eva Dina Chairunisa
Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 4, No 1 (2018): Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas PGRI Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/kalpataru.v4i1.2442
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana penilaian portofolio mampu meningkatkan kemampuan self assessment mahasiswa bersamaan dengan proses pembelajaran di kelas. Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa pendidikan sejarah Universitas PGRI Palembang Program Studi Pendidikan Sejarah pada mata kuliah Evaluasi Pembelajaran Sejarah. Penilaian portofolio ini melibatkan mahasiswa secara langsung dalam menentukan kriteria penilaian dan mahasiswa melakukan penilaian terhadap proses dan hasil pembelajaran masing-masing. PTK ini menggunakan model PTK Kurt Lewin (1946) yang terdiri dari 4 konsep yaitu, Perencanaan, Tindakan, Observasi dan Refleksi. PTK ini hanya terdiri satu siklus, karena capaian pembelajaran yang ditentukan telah tercapai pada siklus pertama. Dari penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa 1) Penilaian portofolio mampu memberikan motivasi pada mahasiswa untuk mengerjakan tugas yang diberikan; 2) Penilaian hasil belajar menjadi lebih objektif karena tidak hanya melibatkan dosen sebagai penilai, namun juga memanfaatkan penilaian mahasiswa sendiri sebagai evidence dari hasil belajar; 3) Penilaian portofolio dinilai mampu untuk meningkatkan keterampilan self-assessment mahasiswa.
AKTUALISASI NILAI-NILAI PERJUANGAN KEMERDEKAAN INDONESIA DI KECAMATAN ILIR BARAT I KOTA PALEMBANG
Dimas Setiawan;
Ahmad Zamhari
Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 5, No 1 (2019): Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas PGRI Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/kalpataru.v5i1.2939
Masa kemerdekaan adalah masa paling penting dalam perkembangan kota Palembang. Pendekatan penelitian menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yaitu dokumentasi, wawancara dan observasi. Hasil penelitian adalah perjuangan kemerdekaan Indonesia membutuhkan waktu yang sangat lama hingga mencapai kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945. Perjuangan kemerdekaan di kota Palembang berlangsung sangat heroik dan puncaknya pada Perang Lima Hari Lima Malam dalam usaha mempertahankan negara. Nilai-nilai perjuangan kemerdekaan Indonesia tersebut diaktualisasikan dalam bentuk penamaan jalan, tempat dan bangunan di kecamatan Ilir Barat I Palembang seperti Jalan Sumpah Pemuda, Jalan Angkatan ’45, Jalan Alamsyah Ratu Prawiranegara, Brimob Polda Sumsel, SMA Negeri 1 Palembang dan Universitas Sriwijaya yang memiliki nilai-nilai kebangsaan yang patut diteladani seperti nilai perjuangan, nilai nasionalisme, nilai keadilan, nilai persatuan bangsa, nilai kesatuan wilayah dan nilai gotong royong yang dapat diakui dan selalu diingat masyarakat sebagai bentuk perjuangan bangsa.
TEMUAN SEJARAH ATIVITAS PERDAGANGAN KUNO DI DESA DURIAN GADIS SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN SEJARAH
Muhamad Idris
Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 2, No 1 (2016): Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas PGRI Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/kalpataru.v2i1.1586
Desa Durian Gadis menyimpan data sejarah aktivitas perdagangan berupa tembikar dan keramik asing. Permasalahan penelitian: 1) Bagaimanakah temuan sejarah aktivitas perdagangan kuno di desa DurianGadis?; 2) Bagaimanakah implikasi temuan sejarah aktivitas perdagangan kuno di desa Durian Gadis terhadap pembelajaran sejarah?. Tujuan: untuk mengetahui temuan sejarah aktivitas perdagangan kuno di desa Durian Gadis; 2) Implikasi temuan sejarah aktivitas perdagangan kuno di desa Durian Gadis terhadap pembelajaran sejarah di Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas PGRI Palembang.Metodologi penelitian: deskriptif kualitatif dengan pendekatan arkeologi, keramikologi, ilmu budaya,geologi. Sumber data: informan, dokumen, tempat. Teknik pengumpulan data: wawancara me ndalam,kajian dokumen, observasi langsung. Teknik cuplikan di desa Durian Gadis, validitas data dengan tekniktriangualasi data dan metode. Teknik analisis yang dipergunakan teknik analisis interaktif. Sejarah desa Durian Gadis memiliki lapisan sejarah zaman Sriwijaya, zaman kesultanan Palembang Darussalam,zaman kolonial, zaman penjajahan Jepang. sejarah desa Durian Gadis bermuatan kelokalan SumateraSelatan memberikan kontribusi pada pelestarian nilai sejarah dan nilai kearifan lokal, mendorong upaya penelitian dan pembelajaran sejarah lokal Sumatera Selatan. Penelitian dan pembelajaran serpihan serpihansejarah lokal, menyusun mozaik sejarah Sumatera Selatan yang akan memberikan pemahamankesejarahan Sumatera Selatan yang utuh melalui pembelajaran sejarah di Program Studi Pendidikan Sejarah