KALPATARU: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Jurnal ini berfokus tentang penelitian dalam pendidikan sejarah, bidang sejarah, sejarah lokal, sejarah nasional dan sejarah global, budaya Indonesia, kearifan lokal dan pendidikan sejarah.
Articles
200 Documents
SENJANG: SEJARAH TRADISI LISAN MASYARAKAT MUSI BANYUASIN
Brian Apriadi;
Eva Dina Chairunisa
Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 4, No 2 (2018): Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas PGRI Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/kalpataru.v4i2.2492
Senjang salah satu tradisi lisan masyarakat Musi Banyuasin, pada awalnya disampaikan secara lisan. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimanakah sejarah tradisi lisan masyarakat Musi Banyuasin?. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu metode deskriptif kualitatif, teknik yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu: observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian senjang merupakan tradisi lisan masyarakat Musi Banyuasin muncul pertama kali didaerah sungai Keruh dan juga sebagai salah satu kebudayaan asli masyarakat Musi Banyuasin awalnya musik pengiring senjang menggunakan kenong, sebagai salah satu musik pengiring dari senjang, ketika Belanda masuk ke Sumatera Selatan maka musik pengiringnya pun mengalami perubahan pada saat ini musiknya pun mengalami modernisasi dan memakai musik orgen tunggal sebagai pengiringnya dan juga senjang disampaikan secara tunggal ataupun berpasangan.
METAFORA DALAM KEBUDAYAAN ISLAM MELAYU SUMATERA SELATAN
Muhamad Idris
Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 5, No 2 (2019): Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas PGRI Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/kalpataru.v5i2.4113
Metafora dalam sastra lisan merupakan bagian khazanah kekayaan kebudayaan masyarakat Melayu Islam Sumatera Selatan. Beragam bentuk sastra lisan masyarakat Melayu Sumatera Selatan masih kekayaan intelektual masyarakat Melayu. Ancaman dari dalam dan dari luar mengancam eksistensi metafora dan sastra lisan masyarakat Melayu Sumatera Selatan. Belum banyak penelitian dan tulisan yang mengungkap kekayaan khazanah kebudayaan tersebut, sehingga penelitian ini diharapkan mampu mendokumentasikan kekayaan khazanah kebudayaan Melayu Islam Sumatera Selatan. Permasalahan penelitian 1) Bagaimanakah metafora digunakan masyarakat Iliran-Uluan Sumatera Selatan dalam sastra lisan? 2) Katagori metafora konseptual apa saja yang digunakan masyarakat Iliran-Uluan Sumatera Selatan dalam sastra lisan? 3) Bagaimanakah metafora dalam sastra lisan masyarakat Iliran-Uluan Sumatera Selatan dapat dianalisis dengan teori strukturasi? Metode penelitian yang dipergunakan untuk menjawab penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Simpulan penelitian ini adalah: 1) Metafora dipergunakan oleh masyarakat Melayu Islam Sumatera Selatan dalam sastra lisan senjang, tadut, rejung, petatah petitih puyang, mantra/jampi, slogan, cerita rakyat, ungkapan adat, dan toponim; 2) Katagori metafora konseptual yang digunakan masyarakat Iliran-Uluan Sumatera Selatan dalam sastra lisan diklasifikasikan menjadi tiga katagori: (1) metafora orientasional; (2) metafora ontologis; (3) metafora struktural, dengan katagori yang paling banyak digunakan adalah metafora struktural; 3) Teori strukturasi dapat mengungkap beragam temuan fenomena. Pada beberapa kasus di beberapa daerah memiliki kemiripan tindakan dorongan aktor dan masyarakat dengan beragam dorongan atau motivasi ekstrinsik maupun intrinsik. Agen berprofesi sebagai orang pintar Agen memiliki peran besar dalam kehidupan sosial, ekonomi, politik dan keagamaan dalam masyarakat desa. Seseorang dapat menjadi tokoh/aktor setelah melalui proses atau jalan yang panjang, dan dituntut memiliki kemampuan introspeksi dan mawasdiri dari para agen di dalam dan sebagai pembentuk, duree aktivitas sosial sehari-hari yang akan dipengaruhi pengetahuannya. Dalam menjalankan perannya orang pintar dituntut harus mengembangkan keterampilannya untuk menghadapi arus perubahan. Metafora menyimpan bentuk kearifan lokal manusia Melayu Sumatera Selatan. Pengawetan informasi dalam bentuk metafora yang merekam kearifan lokal menggambarkan kebijakan dan kepedulian manusia Islam Melayu dalam hubungan dengan manusia, alam dan vertikal dengan Tuhan sang pencipta.
TRADISI ZIARAH DALAM KEBUDAYAAN MELAYU PALEMBANG
Desi Ratna Sari;
Muhamad Idris;
Nelly Ermarita
Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 1, No 1 (2015): Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas PGRI Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/kalpataru.v1i1.525
ABSTRAK Rumusan masalah adalah bagaimanakah sejarah tradisi ziarah dalam kebudayaan Melayu Palembang? Sehingga tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimanakah sejarah tradisi ziarah dalam kebudayaan Melayu Palembang karena tradisi ziarah ini masih terus dilakukan masyarakat Palembang khususnya di kompleks pemakaman Kawah Tekurep.Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kualitatif. Pendekatan yang digunakan Sosiologis Antropologi. Untuk memperoleh data yang relevan dan sesuai dengan masalah dalam penelitian ini, maka teknik pengumpulan data yang digunakan adalah pengamatan secara langsung atau observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini ialah analisis model interaktif. Hasil penelitian ini ialah Tradisi ziarah kubur pada Melayu Palembang merupakan hasil akulturasi budaya antara kebudayaan Arab dengan kebudayaan lokal. Tradisi ziarah kubur dalam kebudayaan masyarakat Melayu Palembang berkembang karena bagian dari unsur syar’i Islam. Tradisi ziarah kubur di Palembang dilakukan dengan mengunjungi makam-makam leluhur seperti makam-makam di Kawah Tekurep sebagai makam leluhur masyarakat Melayu Palembang. Tradisi ziarah dapat mengawetkan nilai sejarah dan nilai budaya makam-makam kuno di Palembang. Kata kunci: tradisi, ziarah, makam, Kawah Tekurep
TEMBIKAR TEMUAN DI DESA DURIAN GADIS SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN SEJARAH
Meril Agista;
Muhamad Idris
Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 2, No 2 (2016): Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas PGRI Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/kalpataru.v2i2.1594
Desa Durian Gadis memiliki kekayaan artefak temuan tembikar. Beragam bentuk dan fungsi tembikar ditemukan, akan tetapi data sejarah tersebut belum dimanfaatkan dalam pembelajaran sejarah .Masalah dalam penelitian ini adalah nilai sejarah apakah yang ada pada tembikar temuan di desa Durian Gadis yang dapat dimafaatkan sebagai sumber pembelajaran sejarah?. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai sejarah dari tembikar temuan di desa Durian Gadis yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran sejarah kelas X Sekolah Menengah Atas Yayasan Wanita Kereta Api (YWKA) Palembang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah medote deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawacara dan dokumentasi. Teknik analisi data dilakukan dengan tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tembikar temuan di desa Durian Gadis kaya akan sejarah, yakni peninggalan artefek-artefak yang ditemukan berupa tembikar serta stratigrafi. Nilai sejarah tembikar temuan di desa Durian Gadis dapat dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran sejarah kelas X di Sekolah menengah Atas Yayasan Wanita Kereta Api (YWKA) Palembang yang dapat menambah wawasan dan pengetahuai siswa khususnya peninggalan sejarah lokal berupa tembikar temuan di desa Durian Gadis
NASKAH SYAIR BURUNG NURI PADA MASA KESULTANAN PALEMBANG SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN SEJARAH
Ahwa Rika Damayanti;
Ahmad Zamhari
Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 4, No 1 (2018): Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas PGRI Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/kalpataru.v4i1.2447
Naskah Syair Burung Nuri adalah hasil ide atau gagasan dari Sultan Mahmud Badaruddin II yang mengandung unsur ke-Islaman dengan berbagai kalimat yang merujuk pada sebab dan akibat perbuatan yang diperbuat. Permasalahan dalam penelitian ini adalah nilai-nilai apakah yang terkandung pada naskah syair Burung Nuri pada masa kesultanan Palembang yang dapat dijadikan sebagai sumber pembelajaran moral pada pembelajaran sejarah?. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui nilai moral pada naskah syair Burung Nuri pada masa kesultanan Palembang. Metodologi yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, dokumentasi dan observasi. Hasil penelitian adalah nilai sejarah yang dimiliki naskah syair Burung Nuri pada masa kesultanan Palembang mengandung nilai-nilai kebangsaan yang berperan dalam peningkatan moral pada masyarakat Indonesia. Dengan dijadikan naskah syair Burung Nuri sebagai sumber pembelajaran sejarah, maka akan membantu proses perkembangan moral pada peserta didik. Nilai-nilai yang dapat diambil dalam naskah syair Burung Nuri yaitu nilai religiusitas, nilai toleransi, nilai keadilan, nilai gotong royong, nilai solidaritas, nilai kepercayaan, nilai tanggung jawab dan nilai kepedulian
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN VIDEO TUTORIAL PEMBUATAN REFLIKA ARCA DI SMA NURUL IMAN PALEMBANG
Hikmawati Hikmawati;
Sukardi Sukardi
Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 5, No 1 (2019): Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas PGRI Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/kalpataru.v5i1.2943
Video tutorial pembuatan reflika arca adalah media pembelajaran yang menyampaikan pesan kepada siswa berupa audio dan visual yang terdapat materi di dalamnya dan dapat membangun motivasi serta rasa ingin tahu bagi peserta didik. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimanakah pengembangan media pembelajaran video tutorial pembuatan reflika arca di Sekolah Menengah Atas Nurul Iman Palembang?. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengembangan media pembelajaran video tutorial pembuatan reflika arca di Sekolah Menengah Atas Nurul Iman Palembang. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode penelitian dan pengembangan (Research and Development). Hasil penelitian dari hasil uji penggunaan oleh ahli validasi media mendapatkan rata-rata total penilaian 81,2% hasil tersebut menunjukkan masuk ke dalam kategori “sangat baik” untuk digunakan, dan hasil penilaian dari siswa mendapatkan nilai rata-rata total penilaian 86,25% yang menunjukkan masuk ke dalam kategori “sangat baik” untuk digunakan. Dari hasil uji lapangan yang dilakukan oleh ahli media dan siswa dapat disimpulkan bahwa pengembangan video tutorial pembuatan reflika arca dalam penelitian ini layak untuk digunakan sebagai media pembelajaran.
KESIAPAN DOSEN PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH DALAM PELAKSANAAN PEMBELAJARAN DI UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG
Nindiati Sri Dina
Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 2, No 1 (2016): Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas PGRI Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/kalpataru.v2i1.1314
Penelitian ini berupaya mendeskripsikan kesiapan dosen dalam pembuatan silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran mata kuliah yang diampunya. Untuk merencanakan pelaksanaan pembelajaran, seorang dosen harus merumuskan tujuan intruksional, menguraikan deskripsi satuan bahasan, menentukan metode dan teknik pembelajaran yang akan digunakan, memilih berbagai media dan sumber belajar, dan menyusun instrumen penilaian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosen Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Univeritas PGRI Palembang telah menyusun silabus dan RPP secara baik serta berusaha untuk menerapkan rencana pembelajaran secara utuh. Usaha untuk meningkatakan kesiapan dosen dalam proses pembelajaran dapat dilakukan dengan melakukan monitoring dan evaluasi, sehingga dapat dinilai kesiapan dosen, mutu pembelajaran dan dilakukan pembinaan secara berkala. Selain itu, dosen Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Univeritas PGRI Palembang diharapkan melakukan evaluasi dan pengembangan RPP, karena pembelajaran terus mengalami perkembangan sejalan dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
KONSEP KOSMOLOGI CANDI GEDONG II DI MUARA JAMBI SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN SEJARAH DI SMK NEGERI 1 PEMULUTAN SELATAN
Marita Anggraini
Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 3, No 2 (2017): Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas PGRI Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/kalpataru.v3i2.1629
Tata letak candi Gedong II menunjukkan hubungan fungsional antara candi induk dan candi perwara. Hubungan fungsional itu berkaitan dengan sistem pantheon sekaligus prosesi ritus keagamaan. Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah nilai sejarah apakah pada konsep kosmologi candi Gedong II di Muara Jambi sehingga dapat dijadikan sebagai sumber pembelajaran sejarah di SMK Negeri 1 Pemulutan Selatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui konsep kosmologi candi Gedong II di Muara Jambi sebagai sumber pembelajaran sejarah. Metode dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui dokumentasi, observasi, dan wawancara. Teknik analisis data yaitu reduksi data, penyajian data dan penerikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep kosmologi candi Gedong II di Muara Jambi merupakan ilmu sejarah yang mempelajari alam semesta berupa tata letak candi Gedong II di Muara Jambi yang dapat dijadikan sebagai sumber pembelajaran sejarah di SMK N 1 Pemulutan Selatan.
PERJUANGAN NELSON MANDELA MELAWAN RASISME DI AFRIKA SELATAN (1940-2010) SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN SEJARAH
Rahmayati Rahmayati;
Kabib Sholeh;
Ida Suryani
Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 1, No 2 (2015): Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas PGRI Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/kalpataru.v1i2.539
ABSTRAKLatar belakang penelitian ini adalah ketika Nelson Mandela meningga dunial para remaja dan peserta didik belum banyak yang tahu siapa Nelson Mandela. Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana perjuangan Nelson Mandela melawan rasisme di Afrika Selatan tahun 1940-2010. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sejarah Afrika Selatan, untuk menjelaskan perjalanan hidup Nelson Mandela dan untuk mengungkapkan perjuangan Nelson Mandela melawan rasisime. Metode yang digunakan adalah metode historis atau penelitian sejarah. Adapun langkah-langkah penelitian ini yaitu heuristik, interpretasi dan historiografi. Sumber data penelitian ini dikumpulkan dari berbagai perpustakaan dan sumber-sumber lain yang relevan dengan penelitian ini. Tehnik analisis data yang digunakan tehnik analisis kualitatif, data-data kualitatif yang diperoleh dari hasil perjuangan Nelson Mandela melawan rasisme dianalisis untuk memperoleh suatu gambaran dari tokoh yang diteliti. Adapun Hasil penelitian ini adalah orang kulit putih mendapatkan hak-hak istimewa sedangkan orang kulit hitam dibebankan dengan kewajiban-kewajiban yang berat yang akhirnya menimbulkan perlawanan orang kulit hitam terhadap bangsa kulit putih. Perjuangan Nelson Mandela melawan rasisme di Afrika Selatan sangat luar biasa. Nelson Mandela berjuang untuk mengembalikan hak-hak orang kulit hitam untuk berdiri sama tinggi dengan orang kulit putih. Politik diskriminasi yang diberlakukan oleh orang kulit putih menjadikan orang kulit hitam tidak dapat mengenyam pendidikan sebagaimana orang kulit putih, kehidupan orang kulit hitam sangat terbelakang baik sosial, ekonomi dan politik. Diskriminasi yang diberlakukan oleh orang kulit putih melahirkan dampak yang tidak baik bagi masyarakat kulit hitam antaralain adalah diberlakukannya undang-undang agraria, undang-undang perkawinan dan konsep Homeland. Karena politik diskriminasi inilah Nelson Mandela melakukan perjuangan untuk mendapatkan kesetaraan bagi masyarakat kulit hitam. Nelson Mandela terpilih menjadi presiden Afrika Selatan. Presiden berkulit hitam pertama di Afrika Selatan. Terpilihnya Nelson Mandela menjadi presiden Afrika Selatan merupakan akumulasi dari hasil perjuangannya dalam melawan rasisme atau politik apartheid selama puluhan tahun. Kata kunci: Nelson Mandela, Rasisme, Afrika Selatan.
KESAKSIAN VIVIAN BULLWINKLE SEBAGAI KORBAN KEKEJAMAN JEPANG DI PULAU BANGKA PADA TAHUN 1942 SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN SEJARAH
Meri Safitri;
Ida Suryani
Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 3, No 1 (2017): Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas PGRI Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/kalpataru.v3i1.1617
Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Bagaimana sejarah kesaksian Vivian Bullwinkle sebagai korban kekejaman Jepang di pulau Bangka pada tahun 1942 dapat dijadikan sebagai sumber pembelajaran sejarah?. Sedangkan tujuan dari penelitian ini yaitu: (a) Untuk mengetahui kesaksian Vivian Bullwinkle sebagai korban kekejaman Jepang di pulau Bangka pada tahun 1942.(b) Untuk mengungkapkan gambaran kehidupan di pulau Bangka pada masa penjajahan Jepang melalui kesaksian suster Vivian Bullwinkle. (c) Untuk mengetahui kesaksian Vivian Bullwinkle sebagai korban kekejaman Jepang di pulau Bangka pada tahun 1942 dapat dijadikan sebagai sumber pembelajaran sejarah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis data analisis interaktif melalui pengumpulan data, reduksi data, display data, dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: kesaksian Vivian Bullwinkle sebagai korban kekejaman Jepang di Pulau Bangka pada tahun 1942 dapat dijadikan sumber pembelajaran sejarah. Kesaksian Vivian Bullwinkle memberikan keterangan lebih detail mengenai penjajahan Jepang di pulau Bangka, mengungkap cerita dari bangkai kapal yang kini terdampar di garis pantai Tanjung Kalian, hingga terjadinya penembakan massal di kawasan tersebut pada tahun 1942 dan disampaikan pada siswa dengan menggunakan strategi CTL (Contextual Teaching and Learning) agar siswa dapat lebih mudah memahami materi Zaman Penjajahan Jepang di Indonesia dengan memanfaatkan sejarah lokal.