cover
Contact Name
Yani Rahmawati
Contact Email
yani.rahmawati@ugm.ac.id
Phone
+6282139195272
Journal Mail Official
jpkm.dpkm@ugm.ac.id
Editorial Address
Jl. Pancasila Bulaksumur UGM, Blok G7, Yogyakarta, Indonesia 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (Indonesian Journal of Community Engagement)
ISSN : 24609447     EISSN : 25415883     DOI : https://doi.org/10.22146/jpkm
Core Subject : Science,
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (Indonesian Journal of Community Engagement), with registered number ISSN 2460-9447 (print), ISSN 2541-5883 (online) is a scientific multidisciplinary journal published by Directorate of Community Services Universitas Gadjah Mada. It is in the national level that covers a lot of common problems or issues related to community services. The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of community services.
Arjuna Subject : -
Articles 345 Documents
Peningkatan Minat Budi Daya Melalui Pelatihan Produksi Pakan Ikan Mandiri dan Akuaponik Anis Zubaidah; Ganjar Adhywirawan Sutarjo; Nur Ocvanny Amir; Ridho Firmandhaka
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (Indonesian Journal of Community Engagement) Vol 6, No 2 (2020): Juni
Publisher : Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.562 KB) | DOI: 10.22146/jpkm.50379

Abstract

Remaja merupakan figur yang sangat berperan dalam proses pembangunan nasional dan mentalitas nasional. Aktivis pemuda di Dusun Jetis, Desa Mulyoagung dipilih sebagai mitra target dalam program kemitraan ini karena dianggap mampu menjembatani pengusul dengan masyarakat. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan keterampilan remaja di bidang pertanian dan perikanan melalui pelatihan pembuatan pakan ikan mandiri dan budi daya ikan menggunakan sistem akuaponik demi mencapai ketahanan pangan nasional melalui pengembangan potensi lokal. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pelatihan secara langsung tentang teknik pembuatan pakan ikan secara mandiri dengan memanfaatkan bahan baku lokal dan pelatihan budi daya ikan menggunakan sistem akuaponik. Hasil dari kegiatan ini adalah peningkatan ketertarikan remaja terhadap akuaponik sebesar 30% dan peningkatan pemahaman remaja tentang pembuatan pakan ikan sebesar 30%. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa pelatihan dapat meningkatkan ketertarikan dan pemahaman remaja perihal akuaponik dan pembuatan pakan ikan mandiri sehingga di masa mendatang diharapkan akan semakin banyak remaja yang menekuni bidang pertanian dan perikanan. 
Aspek Agronomi Pohon Karet dan Masalah yang Dihadapi Petani Karet Sumihar Hutapea; Ellen Lumisar Panggabean; Rizal Aziz; Tumpal HS Siregar; Suswati Suswati
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (Indonesian Journal of Community Engagement) Vol 6, No 2 (2020): Juni
Publisher : Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.213 KB) | DOI: 10.22146/jpkm.52555

Abstract

Tebal kulit disadap, kedalaman sadap, panjang alur sadap, frekuensi sadap, dan waktu sadap harus dipertimbangkan dalam penyadapan pohon karet. Perencanaan penggunaan bidang sadap penting untuk menjamin periode sadap yang  panjang, lebih dari 25 tahun. Pada perkebunan karet rakyat hal tersebut tidak dianut. Oleh karena itu, penyuluhan yang sesuai dengan kebutuhan petani diperlukan. Penelitian ini menyajikan aspek agronomi  perkebunan karet rakyat yang menunjukkan rendahnya produksi dan beberapa aspek penyuluhan yang diperlukan petani karet. Penelitian dilakukan melalui survei dan tanya jawab pada Juni-Juli 2019 di Desa Sari Laba Jahe, Kecamatan Biru-Biru, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara. Kelompok yang disurvei adalah Kelompok Tani Mekar Tani yang beranggota 30 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan kebun karet masing-masing petani dan tanya jawab untuk memperoleh data serta informasi, berkaitan dengan aspek agronomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani karet belum menghasilkan produksi ideal, 26,67% petani menghasilkan kurang dari 25 g per pohon per sadap. Sebanyak 17 petani mengelola kebun seluas kurang dari 1 ha dan 1-1,5 ha mengelola kurang dari 500 pohon per ha. Sebanyak 46% petani berpendapat bahwa masalah yang dihadapi dalam mengelola kebun karetnya adalah penyakit jamur akar putih (JAP).
Accompaniment on Application of Concentrates as Cattle Feed for Palm-Oil Plantation Farmers Endang Baliarti; Hamdani Maulana; Nono Ngadiyono; I Gede Suparta Budisatria; Panjono Panjono; Tri Satya Mastuti Widi; Muhammad Danang Eko Yulianto; Bayu Andri Atmoko
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (Indonesian Journal of Community Engagement) Vol 6, No 2 (2020): Juni
Publisher : Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.691 KB) | DOI: 10.22146/jpkm.53749

Abstract

The activity aims to trial and applies the result of the study of the palm oil plantation-cattle integration system, especially in feed technology, and increase the knowledge and ability of cattle maintenance for Karya Bersama farmers groups. Karya Bersama is one of the farmers’ groups that develop palm oil plantation-cattle integration. The activities are carried out from July to November 2017 at the Sawit-Sapi Center, and the Karya Bersama Farmers Group located in Rokan Hulu District, Riau. The activity began with the socialization of the ingredients, function, benefits of concentrate feed, and concentrate feed production process at Sawit-sapi Center. The activity continued with the application trial of concentrate feed for cattle belonging to farmers and accompaniment for two months. The results showed that the concentrate feed containing 55-60% of palm kernel oil with 17,42% protein content has excellent palatability. Each cattle is given 2 kg/day, always consumed. The activities received a very positive response, so we hope this activity would increase the farmers’ enthusiasm to improve their cow performance.
Application of Energy-Saving Distiller for Standardized Patchouli Oil Production in Patchouli Oil SME in Kulon Progo Karna Wijaya; Widi Kurniawati; Nasih Widya Yuwono; Farida Farida
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (Indonesian Journal of Community Engagement) Vol 6, No 2 (2020): Juni
Publisher : Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3868.048 KB) | DOI: 10.22146/jpkm.54296

Abstract

Patchouli oil is one of the export commodities with high economic value that attracts attention in the raw material business. To be marketed domestically as well as internationally, patchouli oil must meet the Indonesian National Standard (SNI). Various patchouli oil processing techniques have been developed by researchers but only a few that meet the requirements of SNI. In this study, patchouli leaves were processed using an energy-saving distiller equipped with heat insulators. Patchouli oil was then treated using bentonite-NaHCO3 composite adsorbent which was synthesized through a hydrothermal process followed by calcination. The program was executed by preparing of the distiller and adsorbent before applying them to Surya Wulan patchouli oil processing SME. The adsorbent was prepared and analyzed at the Physical Chemistry Laboratory and the distiller was tested in CV. Fruitanol Energy, Yogyakarta. The result showed that the distiller has a capacity of 15 kg, which can save costs up to 35.5% and 33.3% more efficient in time compared to the conventional technology in Surya Wulan SME. Patchouli oil produced successfully met SNI quality requirements and was certified by LPPT UGM. Furthermore, the adsorbent produced was able to reduce around 80% of the acid number of crude patchouli oil.
Intensifikasi Lahan Tegalan Untuk Meningkatkan Penghasilan Warga Masyarakat Model Daerah Aliran Sungai (DAS) Mikro Cangkringan Ambar Kusumandari; Supriyandono Supriyandono; Hatma Suryatmojo
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (Indonesian Journal of Community Engagement) Vol 6, No 2 (2020): Juni
Publisher : Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.294 KB) | DOI: 10.22146/jpkm.56126

Abstract

Kerusakan lingkungan di Indonesia semakin meningkat sebagai akibat terjadinya bencana banjir, tanah longsor dan kekeringan yang semakin meningkat. Berbagai upaya perbaikan kondisi DAS sudah dilakukan untuk mewujudkan keseimbangan lingkungan dan tata air DAS serta memberikan manfaat sosial ekonomi yang nyata bagi masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap kondisi lingkungan dan upaya pelestariannya; meningkatkan produktivitas lahan melalui pola agroforestri; dan meningkatkan pendapatan masyarakat MDM Cangkringan. Metode yang digunakan adalah melalui pembangunan demplot partisipatif. Dalam hal ini masyarakat terlibat secara aktif sejak dari perencanaan sampai dengan pelaksanaan pembangunan demplot intensifikasi pada lahan tegalan oleh kelompok tani Maju Makmur. Hasil pengabdian dapat disimpulkan bahwa melalui sosialisasi kegiatan maka diperoleh adanya peningkatan pengetahuan, pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap kondisi lingkungan dan upaya pelestariannya. Dalam perencanaan partisipatif, diperoleh bahwa jenis yang dipilih adalah sengon karena memberikan keuntungan ganda yaitu aspek ekologi dan ekonomi. Peningkatan produktivitas lahan pekarangan dilakukan dengan metode yang ramah lingkungan dalam bentuk intensifikasi pekarangan melalui pola agroforestri. Pengembangan agroforestri dilakukan dengan membuat plot percontohan (demplot) oleh kelompok tani Maju Makmur. Selanjutnya, pengembangan agroforestri dapat memberikan hasil berupa berbagai jenis tanaman yang dibudidayakan oleh petani dan dapat dipanen secara berkelanjutan.
Pelatihan pada Kader Kesehatan dan Pembentukan Kelas Kesehatan “Hidup Sehat Dengan Diabetes Mellitus” Elisabeth Siti Herini; Melina Dian Kusumadewi; Yusmiyati Yusmiyati; Adeta Stefianti Isnoor
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (Indonesian Journal of Community Engagement) Vol 6, No 3 (2020): September
Publisher : Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1082.327 KB) | DOI: 10.22146/jpkm.31050

Abstract

Penyakit tidak menular (PTM) atau dikenal juga sebagai penyakit kronis, yaitu penyakit yang tidak ditularkan dari orang ke orang. Salah satu jenis penyakit tidak menular yang prevalensinya selalu meningkat dari tahun ke tahun adalah Diabetes Mellitus. Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) PTM merupakan salah satu program prioritas pemerintah untuk mencapai kesehatan masyarakat yang lebih baik melalui upaya promotif dan preventif untuk mendeteksi dan mengendalikan secara dini keberadaan faktor risiko PTM. Kegiatan edukasi dan konseling di meja 4 Posbindu PTM di Desa Sumbersari belum berjalan dengan optimal. Hal ini dipengaruhi oleh faktor kurangnya pembinaan terhadap kader Posbindu dan belum terbentuk kelas kesehatan sebagai implementasi kegiatan Posbindu kepada masyarakat sasaran. Kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat ini bertujuan mengoptimalkan peran kader Posbindu PTM dalam melakukan edukasi dan konseling melalui pelatihan kader dan membentuk kelas kesehatan. Metode kegiatan ini meliputi pengembangan media edukasi, penyelenggaraan pelatihan kader, dan pembentukan kelas kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari 80% kader menilai media edukasidapat diterapkan, terdapat peningkatan pengetahuan kader sebelum dan sesudah pelatihan (p = 0.003, sig < 0.05), ada peningkatan ketrampilan kader dalam memberikan edukasi dan konseling, dan pasien mengatakan dapat merasakan manfaat dalam proses edukasi ini. 
Empowerment Programs among Local Inhabitants at Rabak Residence in Indonesia Roikhan Mochamad Aziz
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (Indonesian Journal of Community Engagement) Vol 7, No 1 (2021): March
Publisher : Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.094 KB) | DOI: 10.22146/jpkm.34007

Abstract

Community service in Rabak Village, Bogor, Indonesia, was done for 30 days, involving 16 students from 7 faculties with an additional 1 lecturer as a supervisor. Activities were conducted from August until September 2017. The approach used the methodology of Hahslm with the ontology of Islam, comprehensiveness in epistemology, and axiology of balancing. This guidance method utilized the straight path theory that combines the three main factors, internal, external, and reflexivities such as academicians, regulators, and ulama. For the planning and implementation, the research had objectives to map community potential, increase people capacity and transfer education. There were problems with local culture and obstacles encountered such as lack of time, sort of consolidating and coordinating with various parties in internal group members and supervisors, external parties such as sponsors, as well as the reflexivity of ulama and religious leaders. From the results of the activities, there were several successes: increasing community participation in development programs in villages, increasing motivation to learners in elementary and junior high school to continue education to higher levels, and to educate public knowledge about Islamic universities, to increase public awareness of the importance of marriage books, and increase physical building or development rehabilitation of water reservoirs, and reading parks.
Perbaikan Kesehatan Kadang di Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri Ahmad Hidayat; Nining Tyas Triatmaja
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (Indonesian Journal of Community Engagement) Vol 6, No 3 (2020): September
Publisher : Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1570.583 KB) | DOI: 10.22146/jpkm.38353

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk memperbaiki kesehatan lingkungan kandang ternak melalui pendampingan kelompok ternak. PkM dilakukan di Desa Satak dan Desa Asmorobangun, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri. Metode yang digunakann adalah metode ceramah (pemberian edukasi tentang syarat dan pentingnya lingkungan kandang yang sehat), Focus Group Discussion (FGD), dan praktik secara langsung. Beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan meliputi observasi kesehatanlingkungan kandang, edukasi peternak terkait dengan kesehatan lingkungan kandang, Focus Group Discussion perencanaan penyehatan lingkungan kandang, dan perbaikan kesehatan lingkungan kandang. Berdasarkan hasil yang diperoleh diketahui bahwa edukasi yang diberikan dapat meningkatkan pengetahuan peternak tentang lingkungan kandang ternak yang sehat sehingga terbentuk kesadaran untuk memperbaiki lingkungan kandang. Perbaikan kesehatan lingkungan kandang yang dilakukan berdasarkan Focus Group Discussion adalah (1) perbaikan lantai kandang sesuai dengan syarat kandang sehat; (2) perbaikan saluran limbah ternak; (3) pembangunan tempat penampungan limbah; dan (4) perbaikan saluran air bersih di kandang. Kesehatan lingkungan kandang perlu diperhatikan oleh peternak dan dinas yang terkait, seperti Pusat Kesehatan Hewan dan Dinas Peternakan.
Policy Advocacy Training for Women Victims of Violence in Maros Regency Muh Tang Abdullah; Andi Ahmad Yani; Atta Irene Allorante; Amril Hans
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (Indonesian Journal of Community Engagement) Vol 7, No 1 (2021): March
Publisher : Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (758.504 KB) | DOI: 10.22146/jpkm.38592

Abstract

Cases of violence against women in Maros Regency are quite high. For example, in 2016, according to Department of Women Empowerment and Child Protection (DP3A) data, there were 68 cases and 21 police data cases. Likewise, divorce data in the Religious Courts are more caused by domestic violence. Of course, this social problem must be immediately addressed through local government policies. However, in fact, no policy specifically regulates the handling of this problem. Therefore, community service in the form of policy advocacy training for village women victims of violence needs to be carried out. This advocacy training was attended by 25 participants from various villages. Participants were provided with policy advocacy materials covering (1) government policies and programs on the protection of women; (2) the concept and practice of policy advocacy; (3) issues of violence and protection of women; (4) technical public speaking and lobby strategy, and (5) public opinion and press release materials. The results of the training evaluation resulted in an increase in knowledge and skills for participants after following the entire set of materials provided. Recommendations for activities are suggested to immediately take more concrete action in the form of policy advocacy to encourage the issuance of the Regional Regulation (Perda) of Maros Regency concerning Protection of Women from Violence
Empowerment of Posyandu Cadres in Early Detection of Child Growth Problems: Optimization of KIA Books Alfi Muntafiah; Octavia Permata Sari; Nor Sri Inayati; Qodri Santosa
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (Indonesian Journal of Community Engagement) Vol 7, No 1 (2021): March
Publisher : Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (667.858 KB) | DOI: 10.22146/jpkm.41510

Abstract

Posyandu (integrated health center) as a health information center for the community is expected to be the spearhead of early detection of developmental disorders in children under five. Posyandu activities are driven by cadres. Cadres monitor the growth of children under five through anthropometric measurements: body weight, height, head circumference and development milestones. Knowing how to measure anthropometric parameters, data plotting on a growth chart in the Maternal and Child Health (Kesehatan Ibu dan Anak=KIA) book, and interpret the results are very important. Cadres with good understanding and skills will greatly assist in monitoring child growth and development. This activity is expected to increase the knowledge and skills of cadres in monitoring child development. This activity was carried out through counseling, training, case study, and discussion. Pre-tests and post-tests were conducted to evaluate this activity. The mean pre-test was 40.00 ± 11.69, with the lowest value being 10.00 and the highest value being 60.00. The mean post-test was 54.10 ± 12.08, the lowest value was 30.00 and the highest was 90.00. The Wilcoxon test found p=000, where 20.5% participants' knowledge did not change while 69.23% had better knowledge compared to before the activity. Conclusion: This training can significantly improve cadres' knowledge and skills about the use of the KIA book.