cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. pacitan,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Humaniora
ISSN : 23560614     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Terbit tiga kali setahun bulan Februari, Juni dan Desember. Berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian atau kajian analisis kritis di bidang pendidikan, kebudayaan, dan sosial kemasyarakatan. Artikel telaah (review article) dimuat atas undangan.
Arjuna Subject : -
Articles 61 Documents
UPAYA MENINGKATKAN MINAT DAN KETUNTASAN BELAJAR DENGAN PENERAPAN METODE KERJA KELOMPOK PADA MATA PELAJARAN TEORI SISTEM TRANSMISI SISWA KELAS XII TKR-1 SMKN 3 PACITAN TAHUN PELAJARAN 2011/2012 Sidik, Muhammad Farid Fajar
Jurnal Humaniora Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Humaniora
Publisher : LPPM STKIP PGRI Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah siswa yang sampai sekarang masih pelik adalah kemerosotan minat belajar, hal ini tentu berimbas pada hasil belajar yang. Bila keadaan seperti itu tidak segera ditangani secara serius akan berdampak pada rendahnya kualitas siswa. Hal tersebut yang mendorong peneliti untuk melibatkan diri dalam mencari sekaligus memformulasikan alternatif yang dapat dijadikan pengelolaan kondisi di atas. Berdasarkan hal tersebut maka ditetapkan metode pembelajaran yang sesuai pada setiap kegiatan belajar agar bisa memotivasi siswa dan meningkatkan pemahaman terhadap kesiapan dan ketuntasan belajar siswa di Sekolah. Tujuan dalam penelitian ini adalah; 1) untuk mengetahui peningkatan minat belajar siswa pada mata pelajaran  Teori Sistem Rem dengan metode kerja. 2) Untuk mengetahui peningkatan motivasi dan ketuntasan belajar siswa dengan penggunaan metode kerja kelompok. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (classroom based action research). Dibagi menjadi dua siklus pembelajaran, dengan subyek yang diteliti adalah siswa kelas XII TKR-1 SMK dengan jumlah 32 orang siswa.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa; 1) metode kerja kelompok dapat meningkatkan minat belajar siswa pada mata pelajaran Teori Sistem Transmisi. Hal ini terlihat dari minat belajar pada masing-masing siklus dengan nilai indikator minat belajar yang telah ditentukan. Untuk siklus I pada indikator bertanya rata-rata hanya 2,14; indikator Menjawab Pertanyaan dengan rata-rata  2,21, dan indikator Mengerjakan Tugas  hanya mendapat rata-rata 1,96. Meningkat pada siklus II untuk indikator Bertanya rata-rata  menjadi 2,62; indikator Menjawab Pertanyaan rata-rata  mendapat 2,71; dan pada indikator Mengerjakan Tugas   mendapat rata-rata   2,58. Penggunaan metode kerja kelompok juga dapat meningkatkan ketuntasan belajar siswa pada mata pelajaran  Teori Sistem Transmisi. Hal ini dapat dilihat dari nilai rata-rata hasil belajar dan presentase ketuntasan belajar masing-masing siklus. Yakni pada siklus I nilai rata-rata hasil belajar adalah sebesar 64.218 dengan tingkat ketuntasan belajar sebesar 46,88%. Pada siklus II nilai rata-rata hasil belajar siswa sebesar meningkat menjadi 72,66 dan tingkat ketuntasan belajar siswa menjadi 90,63%. Kata Kunci: minat, ketuntasan, metode, kerja kelompok
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA KELAS XII AKUNTANSI DENGAN MENGGUNAKAN METODE PROBLEM BASED LEARNING PADA KOMPETENSI DASAR STATISTIK DI SMK NEGERI 2 PACITAN ., Sunarti
Jurnal Humaniora Vol 2, No 3 (2015): Jurnal Humaniora
Publisher : LPPM STKIP PGRI Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secara umum penelitian ini mempunyai tujuan adalah untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar matematika siswa dengan metode Problem Based Learning pada siswa kelas XII AK-1 SMK Negeri 2 Pacitan dan sekaligus untuk mengetahui perkembangan kemampuan belajar setelah diterapkannya Problem Based Learning. Salah satu model pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum 2006 yang dikembangkan sekarang adalah Pembelajaran Berbasis masalah (Problem Based Learning). Pembelajaran ini berfungsi untuk merangsang siswa untuk berfikir kritis dan keterampilan pemecahan masalah baik yang dihadapi secara nyata maupun telaah kasus sehingga hasil belajar yang diharapkan dapat tercapai.Pelaksanaan tindakan dilakukan pada semester 1 pada bulan Agustus sampai dengan Oktober 2011 pada tahun pelajaran 2011/2012. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilaksanakan di SMK Negeri 2 Pacitan pada siswa kelas XII AK-1. Objek penelitian ini adalah siswa kelas XII AK-1 dengan jumlah 32 siswa.Hasil evaluasi yang dilakukan diperoleh data sekian permasalahan tersebut diatas pada kegiatan pembelajaran siklus 1 masih berkisar 58,38 % siswa yang mampu dalam proses belajar mengajar dan hasil evaluasi 59% sedangkan pada siklus 2 Dalam aktifitas kegiatan pembelajaran pada siklus 2 telah diketahui bahwa hasil yang dicapai berkisar 73 % hal ini menunjukkan adanya peningkatan, sedangkan kegiatan evaluasi 78 % siswa yang tuntas dalam pembelajaran. Dengan demikian pembelajaran matemtika dengan kompetensi dasar statistik dengan metode Problem Based Learning dapat ditingkatkan.Kata Kunci ; Peningkatan, prestasi belajar matematika, metode
PERMAINAN BAHASA DALAM PEMBELAJARAN BERBASIS PENDIDIKAN KARAKTER KELAS X DI SMK HARAPAN KARTASURA SURAKARTA Putri, Nimas Permata; Hendriyanto, Agoes
Jurnal Humaniora Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Humaniora
Publisher : LPPM STKIP PGRI Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pembelajaran berbasis pendidikan karakter dengan permainan pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dapat meningkatkan prestasi siswa. Analisis penelitian ini menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian adalah pembelajaran dengan menggunakan pembelajaran whisper race, teka-teki silang, dan bermain peran di SMK Harapan dapat meningkatkan karakter anak seperti: rasa ingin tahu, bersahabat, peduli sosial, tanggung jawab, disiplin, dan cinta tanah air dan peningkatan kemampuan siswa dapat dilihat dari peningkatan nilai siswa dari dengan rata-rata capaian untuk pretestnya 50,6 terjadi peningkatan hasil nilai rata-rata sebesar 67,3 sehingga terjadi peningkatan 16,7. Tingkat kepuasan siswa terhadap pembelajaran permainan bahasa sebesar 75,04%. Pembelajaran yang berbasis permainan aspek karakter sangatlah terlihat terutama sikap kedisiplinan, kejujuran, ketangkasan. tanggung jawab, kreatifitas, toleransi, percaya pada diri sendiri, dan tidak pantang menyerah.Kata Kunci : Pembelajaran, Permaninan, bahasa, karakter
PRACTICING INDIVIDUAL MICRO TEACHING BY APPLYING POLITENESS STRATEGIES Kurniawan, Agung Budi; Wibawa, Saptanto Hari
Jurnal Humaniora Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Humaniora
Publisher : LPPM STKIP PGRI Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research area is about practicing individual micro teaching by applying politeness strategies. There are some politeness strategies, and one of those are Face Threatening Acts or FTAs. Face Threatening Acts/ FTAs are kinds of facial expressions and gestures. Researchers assume that FTAs is very valuable and useful to be applied for micro teaching training. It is proven in this research. The micro teaching kind for this research paper is individual micro teaching. Researchers applied one shot case study of experiment research without control group. The researchers analyze the micro teaching practice through descriptive qualitative technique. There are not comparison techniques. Researchers just gave some treatments to subjects, then observed the application of the treatments. The findings and discussion are presented together in form of analysis tables in this paper. It is to analyze micro teaching performance one by one of all subjects of this research. In order to the research, the researchers hang on Brown and Levinson’s concepts of FTAs. Other additional theories and concepts also include to support them. Kata Kunci: Individual, micro teaching, politeness, strategies
PEMBELAJARAN MENULIS PERMULAAN DAPAT MENINGKATKAN PENGUASAAN TEKNIK MENULIS PADA SISWA KELAS I SEKOLAH DASAR NEGERI SIDOMULYO I NGADIROJO PACITAN TAHUN PELAJARAN 2011/2012 ., Harini
Jurnal Humaniora Vol 2, No 3 (2015): Jurnal Humaniora
Publisher : LPPM STKIP PGRI Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Siswa Sekolah Dasar secara mutlak menguasai kemampuan baca, tulis dan hitung. Tetapi berdasarkan hasil penelitian awal, pendapat dan pengamatan tentang kemampuan menulis permulaan siswa Sekolah Dasar, khususnya di Sekolah Dasar Negeri Sidomulyo I Ngadirojo, masih kurang. Salah satu penyebab kekurang berhasilan pembelajaran menulis dimaksud diduga karena faktor metode yang digunakan dalam pembelajaran.Penelitian ini bertujuan mengatasi hambatan dalam penggunaan metode pembelajaran menulis permulaan di kelas I, yaitu dengan mengembangkan pembelajaran menulis permulaan serta mengidentifikasi hambatan-hambatan dan cara mengatasinya. Penelitian ini dilakukan terhadap siswa kelas I Sekolah Dasar Negeri Sidomulyo I Ngadirojo. Siswa yang menjadi subyek penelitian berjumlah 15 orang yang masuk pada awal tahun ajaran 2001/ 2002. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan (action research) dengan metode kualitatif. Penelitian ini dilakukan dengan perencanaan tindakan, pelaksanaan, pengamatan dan mengadakan perenungan terhadap pelaksanaan tindakan pembelajaran menulis permulaan. Pembelajaran menulis dilakukan dengan 2 macam teknik yaitu sebagai berikut : (1) pembelajaran menulis tanpa buku. Pembelajaran tanpa buku ini dengan cara menulis bayangan garis-garis putus pada huruf , (2) Pembelajaran menulis dengan buku. Langkah-langkah pembelajaran menulis dengan buku dilakukan dengan teknik menebalkan garis-garis putus pada huruf, (3) Menggabungkan suku kata menjadi kata sederhana, (4) Permainan mengisi kolom untuk membuat kata, (5) Memakai kartu huruf utnuk menggabungkan suku kata, kata menjadi kalimat sederhana tetapi bermakna. Salah satu hambatan dalam pembelajaran menulis permulaan yaitu beberapa siswa mengalami kesulitan dalam membedakan suku kata na dan ma. Cara mengatasi hambatan yang dimaksud, yaitu pada pelaksanaan pembelajaran menulis permulaan, mulai dari langkah-langkah pemilihan kata, pembimbingan, pengelompokkan siswa, penilaian kemajuan belajar siswa. Kata Kunci: Pelaksanaan, Pembelajaran, Menulis Permulaan.
MENINGKATKAN KOMPETENSI MENGGAMBAR SAMBUNGAN KAYU DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA KERTAS MATRIKS PADA SISWA KELAS XII PROGRAM STUDI KRIYA KAYU SMK NEGERI 1 PACITAN TAHUN PELAJARAN 2012/2013 Suyoso, Muksim
Jurnal Humaniora Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Humaniora
Publisher : LPPM STKIP PGRI Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan: 1) Untuk meningkatkan kompetensi menggambar sambungan kayu dengan menggunakan media kertas matriks pada siswa kelas XII Program Studi Kriya Kayu di SMK Negeri 1 Pacitan, 2) Untuk mengetahui bagaimana meningkatkan kompetensi menggambar sambungan kayu dengan menggunakan media kertas matriks pada siswa kelas XII Program Studi Kriya Kayu di SMK Negeri 1 Pacitan. Metode penelitian yang dilakukan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), sedangkan model PTK yang diterapkan merupakan model Kurt Lewin. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SMK Negeri 1 Pacitan, pada kelas XII Kriya Kayu. . Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa kelas XII dalam menguasai kompetensi menggambar sambungan kayu dengan menggunakan kertas gambar matriks mengalami peningkatan terutama pada pengetahuan syarat-syarat sambungan dan jenis sambungan kayu mendatar, serta meningkatnya poin kerapian dan keakuratan ukuran dalam menggambar. Pada siklus I hasil evaluasi terhadap siswa dalam pembelajaran  kompetensi menggambar kayu dalam penilaian teori adalah 59,82 %, untuk penilaian kerapian 53,64%, untuk penilaian kebersihan 40,91%, untuk penilaian kelengkapan notasi keterangan 22,73%, dan untuk penilaian keakuratan ukuran adalah 54,55%. Kemudian pada siklus II mengalami peningkatan yang signifikan yaitu kompetensi menggambar kayu dalam penilaian teori 89,90%, untuk penilaian kerapian 83,45%, untuk penilaian kebersihan 75 %, untuk penilaian kelengkapan notasi keterangan 83%, dan untuk penilaian keakuratan ukuran adalah 85%. Sehingga dalam hasil tes pada siklus II dengan perolehan nilai sesuai dengan indikator keberhasilan baik. Kata Kunci : Menggambar sambungan kayu, Kertas Matriks
PENGGUNAAN METODE BERMAIN PERAN UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN PENTINGNYA SALING MENGHORMATI SESAMA MANUSIA DALAM PEMBELAJARAN PPKN SISWA KELAS IV SDN SIDOMUYO III NGADIROJO PACITAN ., Sutejo
Jurnal Humaniora Vol 2, No 3 (2015): Jurnal Humaniora
Publisher : LPPM STKIP PGRI Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejalan dengan prinsip pembelajaran PPKn yang dilaksanakan disekolah terutama pada sekolah dasar diharapkan dijadikan proses pembentukan pribadi nilai-nilai moral dan norma Pancasila yang ditujukan agar anak-anak SD dapat mengetahui, memahami, menghayati dan memilih nilai yang dianggap berharga dalam hidupnya sekaligus menjadi moral dan norma masyarakat Sedangkan yang merupakan tujuan dari Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah untuk mengetahaui penggunaan metode bermain peran dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang pentingnya saling menghormati pada siswa kelas IV di SDN Sidomuyo III Kecamatan Ngadirojo Kabupaten Pacitan.Subyek penelitian adalah siswa kelas IV di SDN Sidomuyo III Kecamatan Ngadirojo Kabupaten Pacitan yang berjumlah 23 siswa. Penelitian Tindakan kelas (PTK) dilaksanakan pada semester II tahun pelajaran2011/2012, pada bulan Februari sampai dengan April 2012. Penguasaan metode pembelajaran bagi setiap guru adalah tuntutan yang harus dipenuhi sebagai tenaga profesional kependidikan dan senangtiasa harus dikembangkan secara terus menerus. Perlu disadari bahwa tidak ada satu metode yang sepenuhnya sesuai untuk setiap tujuan pembelajaran. Setiap metode mengandung unsur-unsur kekuatan dan kelemahan tersendiri.Adapun hasil yang dicapai dari hasil penelitian tindakan kelas menggunakan metode bermain peran dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang pentingnya saling menghormati. Hasil belajar siswa juga meningkatkan dilihat dari rata-rata post tes siklus I yaitu 61,3 naik menjadi 72,6 pada siklus II. Dan data post tes pada siklus II yaitu 72,6 naik menjadi 80,4 pada siklus III.Kata Kunci ; Peningkatan, metode, prestasi belajar
ABILITY LEVEL TO DEVELOP A CASE STUDY RESEARCH PLAN OF SIXTH GRADE ENGLISH DEPARTMENT STUDENTS OF STKIP PGRI PACITAN IN THE ACADEMIC YEAR 2014-2015 Kurniawan, Agung Budi
Jurnal Humaniora Vol 2, No 3 (2015): Jurnal Humaniora
Publisher : LPPM STKIP PGRI Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Case study is one of most used research type in language area especially in English education area. This research is actually a normal situation of classroom lecture of Language Teaching Learning Research subject. The subject of this research is all students of sixth semester of English department of STKIP PGRI Pacitan in the academic year 2014-2015. They consist of 2 classes which contain 65 students. It’s existed two meetings in LTLR subject. The first is the fourth meeting. Researcher taught all theories, concept, and frame work of case study. The second meeting is the fifth meeting of LTLR subject. It was conducted by giving task of developing a case study research plan to students. Researcher gives 4 choices of themes of case study according to kinds of case study which is education, evaluative, ethnography, and multi-side case study. Every student must choose one of them and not allowed to change the topic or title. Then, they have to develop the theme and topic to a case study frame work which consists of theme of case study, identification of the problem, objectives, object of the research, technique of data collection, instrument of the research, and research procedure. Every part has scoring and qualification criteria. In the end of every work, all scorings are collected of which maximum score is 100. Overall, sixth semester students’ ability to develop case study research plan of English department of STKIP PGRI Pacitan in the academic year 2014-2105 is average.Key words: developing, case study, research, plan, sixth grade, English department, STKIP PGRI Pacitan 2014 -2015
EVALUASI KEBIJAKAN POIN PELANGGARAN TATA TERTIB SISWA DI SMK NEGERI 1 PACITAN TAHUN 2012 Sucipto, Bambang Hadi
Jurnal Humaniora Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Humaniora
Publisher : LPPM STKIP PGRI Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan 1) mengetahui efektivitas kebijakan poin pelanggaran tata tertib siswa di SMK Negeri 1 Pacitan, 2) mengetahui kendala-kendala yang dihadapi dalam melaksanakan kebijakan poin pelanggaran tata tertib siswa di SMK Negeri 1 Pacitan, 3) mengetahui respons siswa tentang diberlakukannya kebijakan poin pelanggaran tata tertib siswa di SMK Negeri 1 Pacitan. penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri 1 Pacitan pada tahun 2010. Subyek penelitian ini adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, guru bimbingan penyuluhan, koordinator ketertiban, satpam sekolah, dan sebagian siswa SMK Negeri 1 Pacitan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah rubrik pengamatan(catatan lapangan), pedoman wawancara, catatan sasaran mutu bidang kesiswaan, dan angket respons siswa. Metode pengumpulan datanya yaitu metode observasi, metode wawancara, metode dokumentasi, dan metode  kuesioner.  Analisis data di lapangan yang dilakukan peneliti menggunakan analisis data interaktif. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa 1) kebijakan poin pelanggaran tata tertib siswa berjalan dengan efektif sehingga dapat mencapai tujuan yang ditetapkan, 2) latar belakang siswa yang sangat heterogen dan adanya beberapa siswa yang memang mempunyai potensi untuk melanggar tata tertib sekolah, serta adanya guru yang kurang peduli terhadap kebijakan poin pelanggaran tata tertib menjadi kendala dalam melaksanakan kebijakan poin pelanggaran tata tertib siswa, 3) siswa memberikan respons yang positif terhadap kebijakan poin pelanggaran tata tertib. Siswa menyatakan setuju karena dengan adanya kebijakan poin pelanggaran tata tertib membuat siswa lebih tertib dan disiplin. Kata kunci: evaluasi, kebijakan, poin pelanggaran
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL TALK SHOW (TS) PADA PEMBELAJARAN PPKn DI SMAN 2 PACITAN ., Jiyanto
Jurnal Humaniora Vol 2, No 3 (2015): Jurnal Humaniora
Publisher : LPPM STKIP PGRI Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas pembelajaran di kelas sangat mempengaruhi terhadap kualitas hasil belajar siswa, kesalahan pada metode pembelajaran dapat diatasi dengan penerapan model pembelajaran yang inovatif. Pembelajaran inovatif merupakan pembelajaran yang mampu menarik perhatian siswa melalui pelibatan aktif siswa yang bersangkutan. Pembelajaran inovatif mampu membawa perubahan dalam proses belajar siswa karena siswa cenderung senang dengan pembelajaran yang memanfaatkan informasi dan teknologi yang terus berkembang. Salah satu strategi pembelajaran inovatif yaitu strategi pembelajaran dengan menggunakan model Talk Show, yaitu suatu strategi pembelajaran yang dapat meningkatkan kreatifitas dan hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil analisis data didapatkan bahwa model pembelajaran kooperatif model Talk Show (TS) lebih efektif dari pada model pembelajaran konvensional. Hal ini terlihat dari nilai rata rata kelas eksperimen lebih tinggi dari pada nilai rata rata kelas kontrol. Nilai rata rata kelas eksperimen siswa yang sudah memahami terdapat 75,2 %, kemudian siswa yang cukup memahami terdapat 14,4% serta siswa yang kurang memahami terdapat 10,4 %. Kemudian nilai rata-rata kelas kontrol 19,6 % siswa sangat memahaami, 32,8% siswa cukup memahami dan 47,2% siswa kurang memahami. Kata Kunci: Pembelajaran Kooperatif , Model Talk Show, Pembelajaran PPKn