cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. pacitan,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Humaniora
ISSN : 23560614     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Terbit tiga kali setahun bulan Februari, Juni dan Desember. Berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian atau kajian analisis kritis di bidang pendidikan, kebudayaan, dan sosial kemasyarakatan. Artikel telaah (review article) dimuat atas undangan.
Arjuna Subject : -
Articles 61 Documents
PERBANDINGAN METODE SIRKUIT DAN METODE PLYOMETRIK TERHADAP PENINGKATAN WALL BOUNCE DALAM PERMAINAN BOLA BASKET DI STKIP PGRI PACITAN Ari Iswanto; Budi Dermawan
Jurnal Humaniora Vol 5 No 1 (2017): Jurnal Humaniora
Publisher : LPPM Press STKIP PGRI Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui perbandingan latihan menggunakan metode sirkuit dan metode plyometrik terhadap peningkatan wall bounce dalam permainan bola basket di STKIP PGRI Pacitan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Mahasiswa Prodi PJKR STKIP PGRI Pacitan. Sampel yang diambil adalah mahasiswa STKIP PGRI Pacitan angkatan 2015. Pembagian kelompok dengan menggunakan ordinal pairing. Tehnik sampling menggunakan population sampling. Sampel dikelompokkan menjadi dua kelompok, tiap kelompok 11 mahasiswa sebagai kelompok A dan kelompok B. Kelompok A diberi latihan dengan menggunakan metode Sirkuit sedangkan kelompok B diberi latihan dengan menggunakan metode plyometrik. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan test dan pengukuran yaitu ketepatan wall bounce sesuai dengan standar test dan pengukuran Sekolah Tinggi Olahraga. Persyaratan analisis data menggunakan uji normalitas dan homogenitas. Teknik analisis data menggunakan Uji-t, validitas yang digunakan sebesar 0,666 dengan reliabilitas sebesar 0,791. Berdasarkan hasil analisis uji-t diketahui bahwa rerata pretest kelompok A (sirkuit) adalah 21,82 dan rerata postest adalah 24,91 dan di dapat thitung sebesar 7,089 dengan signifikansi 0,000. Nilai ttabel dengan db= 9 pada taraf signifikansi 5% adalah 2,262, oleh karena thitung > dari ttabel (7,089>2,262) hal ini berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest wall bounce yang dilatih dengan metode sirkuit. Rerata pretest pada kelompok B (plyometrik) adalah 21,00 dan rerata postest adalah 22,900 dan di dapat thitung sebesar 2,923 dengan signifikansi 0,015. Nilai ttabel dengan db= 9 pada taraf signifikan 5% adalah 2,262, oleh karena nilai thitung > ttabel (2,923>2,262), hal ini terdapat perbedaan yang signifikan antara pretest dan postest wall bounce yang dilatih dengan metode plyometrik. Hasil penelitian ini menunjukkan hasil nilai thitung sebesar 2,166 dengan signifikansi 0,040 nilai rata-rata latihan wall bounce dengan menggunakan metode sirkuit sebesar 24,909 dan rata-rata latihan menggunakan metode plyometrik sebesar 22,909. Hal ini dapat disimpulkan bahwa metode sirkuit lebih efektif dari pada metode plyometrik untuk meningkatkan wall bounce dalam permainan bola basket.
NON-EQUIVALENCE GRAMMATICAL VARIATION IN CHILDREN BILINGUAL STORYBOOKS TRANSLATION Chusna Apriyanti; Dwi Rahayu
Jurnal Humaniora Vol 3 No 3 (2016): Jurnal Humaniora
Publisher : LPPM Press STKIP PGRI Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The objectives of this study were to find out the non-equivalence grammatical variation and the probable effects of the occurence of non equivalence between the English version and Bahasa Indonesia in children storybook. The descriptive quantitative research was implemented in this study. There were twenty books as the data source. The researcher collected the data by reading the original and translation children bilingual storybooks, underlining grammatical non-equivalent expression, and classifying those non-equivalences into table. After being collected, the data were analyzed by these procedures: selecting the expression in text 1 and text 2, analyzing the data by using the theory of equivalence, drawing the conclusion. The result showed that there were five types of grammatical non-equivalence. They are person (5.33%), tense (32.52%), voice (4.73%), number (45.56%), and gender (11.83%).
KONSEPSI MAHASISWA PENDIDIKAN MATEMATIKA TERHADAP MATA KULIAH METODE NUMERIK Mulyadi Mulyadi; Dwi Cahyani N.A.
Jurnal Humaniora Vol 5 No 1 (2017): Jurnal Humaniora
Publisher : LPPM Press STKIP PGRI Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsepsi mahasiswa pendidikan matematika terhadap mata kuliah metode numerik. Konsepsi dalam hal ini dibedakan menjadi tiga yakni memahami konsep, tidak memahami konsep dan miskonsepsi. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa program studi pendidikan matematika STKIP PGRI Pacitan. Teknik yang digunakan dalam pengambilan subjek adalah purposive sampling. Sumber data diperoleh dari hasil tes diagnostik kesalahan yang disertai skor Certainly of Response Index (CRI) dan wawancara mendalam. Validasi data dilakukan dengan triangulasi teknik. Analisis data yang digunakan adalah model Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini diperoleh sebagai berikut: 1). konsepsi mahasiswa terhadap sistem persamaan linear utamanya pada metode eliminasi Gaus-Jordan menunjukkan bahwa 86% mahasiswa tidak memahami konsep, 14% memahami konsep dan tidak ada mahasiswa yang mengalami miskonsepsi; 2). konsepsi mahasiswa terhadap integrasi numerik menunjukkan bahwa 32% mahasiswa tidak memahami konsep, 68% memahami konsep dan tidak ada mahasiswa yang mengalami miskonsepsi; 3). konsepsi mahasiswa terhadap differensiasi numerik menunjukkan bahwa 45% mahasiswa tidak memahami konsep, 55% memahami konsep dan tidak ada mahasiswa yang mengalami miskonsepsi.
MODEL INTERNALISASI NILAI-NILAI PERJUANGAN DIPONEGORO DALAM MEMBENTUK KARAKTER MAHASISWA SEJARAH DI STKIP PGRI PACITAN Heru Arif Pianto; Achmad Hozaini
Jurnal Humaniora Vol 4 No 1 (2016): Jurnal Humaniora
Publisher : LPPM Press STKIP PGRI Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pembangunan karakter khususnya di lembaga pendidikan tinggi merupakan suatu hal yang tidak dapat ditunda lagi, karena mengingat semakin besarnya tuntutan masyarakat terhadap lulusan yang tidak hanya saja memiliki intelektualisme yang tinggi, tetapi juga dibarengi dengan sikap dan perilaku yang berbudaya sesuai dengan jiwa dan kepribadian bangsa. Kegiatan uji coba internalisasi nilai-nilai perjuangan Diponegoro di STKIP PGRI Pacitan dengan sasaran mahasiswa program studi Pendidikan Sejarah diharapkan dapat memberikan respon positif. Dengan strategi pembelajaran yang tidak membosankan, kegiatan ini mampu membangkitkan semangat dan kebanggaan kepada mahasiswa sebagai calon guru sejarah. Kurangnya informasi yang dimiliki oleh mahasiswa tentang kehidupan dan perjuangan Pangeran Diponegoro membuat program internalisasi nilai-nilai perjuangan Diponegoro menjadi wahana belajar dan sarana untuk memenuhi keingintahuan mahasiswa. Penelitian ini merupakan penelitian historis dengan menitikberatkan pada program survey. Sedangkan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah, yang terdiri dari empat langkah yaitu, heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Hasil penelitian ini diharapkan bisa menunjukkan bahwa harus ada korelasi antara proses investigasi hubungan antara penyampaian pesan yang dilakukan oleh dosen kepada mahasiswanya dengan pengalaman belajar sejarah perjuangan Pangeran Diponegoro, pengalaman mengikuti kegiatan ilmiah yang berkaitan dengan pendidikan karakter, maupun latar belakang pendidikan. Selain itu juga dilakukan uji coba internalisasi mewarisi nilai-nilai perjuangan Pangeran Diponegoro yang melalui pengamatan umum dan pemberian kuesioner.
INCREASING STUDENTS’ WRITING SKILL THROUGH PEER EDITING TECHNIQUE TO THE SECOND SEMESTER OF IKIP PGRI BOJONEGORO Fitri Nurdianingsih
Jurnal Humaniora Vol 4 No 1 (2016): Jurnal Humaniora
Publisher : LPPM Press STKIP PGRI Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is aimed to know whether the use of Peer editing technique can improve writing skill of the second semester students English Department at IKIP PGRI Bojonegoro in academic year 2015/2016. This study was conducted through an action research. The writer applied two cycles of action research. She began her study by giving a pre-test, cycle 1, cycle 2, and a post-test. To collect the data, the writer used test only as her research instrument. Based on the finding result, it showed that the students’ improvement in mastering English writing especially in writing an essay was good. The average achievement of the students’ pre-test was 43,33, in cycle 1 was 52,11, in cycle 2 was 65,44, and the post-test was 76,67. The main factor affecting the improvement was the students’ interest in the material given that was the peer-editing technique. The writer concludes that the students got positive behaviour in writing an essay after appling peer editing technique. They could be more confident and active while they did the peer-editing technique. It is suggested that using peer-editing technique should be recommended for teaching writing especially an essay.
KREATIVITAS PELATIH BOLA VOLI DI KLUB BOLA VOLI SE-KABUPATEN PACITAN DALAM MENYIKAPI KETERBATASAN ALAT DAN FASILITAS Budi Dermawan; Ari Iswanto
Jurnal Humaniora Vol 5 No 1 (2017): Jurnal Humaniora
Publisher : LPPM Press STKIP PGRI Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membantu memberi gambaran secara empiris dan ingin mengetahui kreativitas pelatih bola voli di Pacitan dalam menyikapi keterbatasan alat dan fasilitas. Desain penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan metode survei dan instrumen angket. Populasi dalam penelitian ini adalah Populasi dalam penelitian ini adalah pelatih bola voli yang melatih di perkumpulan atau klub bola voli di Kabupaten Pacitan sebanyak 32 pelatih. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh populasi (sampel populasi). Data tentang kreativitas pelatih pada penelitian ini mencakup kemampuan melihat masalah, kemampuan pelatih dalam menciptakan ide, serta sikap terbuka terhadap hal-hal baru. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik deskriptif kuantitatif dengan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum kreativitas pelatih bola voli se-Kabupaten Pacitan dalam menyikapi keterbatasan alat dan fasilitas masuk kategori tinggi. Secara rinci, kreativitas pelatih bola voli se-Kabupaten Pacitan dalam menyikapi keterbatasan alat dan fasilitas yaitu: (1) Kemampuan dalam melihat masalah yang berhubungan dengan alat dan fasilitas masuk kategori sangat tinggi, (2) Kemampuan pelatih dalam menciptakan ide untuk memecahkan masalah masuk kategori tinggi, (3) Sikap terbuka dan menerima hal-hal baru masuk kategori tinggi.
PRACTICING INDIVIDUAL MICRO TEACHING BY APPLYING POLITENESS STRATEGIES Agung Budi Kurniawan; Saptanto Hari Wibawa
Jurnal Humaniora Vol 2 No 1 (2014): Jurnal Humaniora
Publisher : LPPM Press STKIP PGRI Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research area is about practicing individual micro teaching by applying politeness strategies. There are some politeness strategies, and one of those are Face Threatening Acts or FTAs. Face Threatening Acts/ FTAs are kinds of facial expressions and gestures. Researchers assume that FTAs is very valuable and useful to be applied for micro teaching training. It is proven in this research. The micro teaching kind for this research paper is individual micro teaching. Researchers applied one shot case study of experiment research without control group. The researchers analyze the micro teaching practice through descriptive qualitative technique. There are not comparison techniques. Researchers just gave some treatments to subjects, then observed the application of the treatments. The findings and discussion are presented together in form of analysis tables in this paper. It is to analyze micro teaching performance one by one of all subjects of this research. In order to the research, the researchers hang on Brown and Levinson’s concepts of FTAs. Other additional theories and concepts also include to support them.
FAKTOR-FAKTOR KESULITAN BELAJAR MATA KULIAH BELAJAR MOTORIK PADA MAHASISWA PENJASKESREK STKIP PGRI PACITAN Ridha Kurniasih; Bela Murdian
Jurnal Humaniora Vol 5 No 1 (2017): Jurnal Humaniora
Publisher : LPPM Press STKIP PGRI Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dibuat untuk menganalisis faktor-faktor kesulitan belajar yang terjadi pada mahasiswa Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Pengambilan data dalam penelitian ini dengan cara observasi, wawancara mendalam, dokumentasi. Hasil penelitan ini menunjukkan ada beberapa faktor yang ikut mempengaruhi belajar mahasiswa beserta kesulitannya. Faktor-faktor tersebut antara lain adalah kurangnya aktivitas belajar mandiri, kebiasaan belajar yang kurang baik, tempat kos anak yang jauh dari pantauan orang tua.
IDENTIFIKASI KEAKTIFAN BELAJAR DAN SIKAP ILMIAH MAHASISWA PROGRAM STUDI PGSD STKIP PGRI PACITAN Sugiyono .; Joko Sutrisno
Jurnal Humaniora Vol 3 No 3 (2016): Jurnal Humaniora
Publisher : LPPM Press STKIP PGRI Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keaktifan belajar dan sikap ilmiah mahasiswa dalam mengikuti kegiatan perkuliahan. Keaktifan belajar adalah segala sesuatu yang dilakukanpeserta baik fisik maupun mental/non fisik dalam proses pembelajaran atau suatu bentuk interaksi (guru dan siswa) untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang menyangkut kognitif, afektif dan psikomotor dalam rangka untuk mencapai tujuan belajar. D. Sedangkan, sikap ilmiah merupakan tindakan yang ditunjukkan untuk menyelesaikan suatu permasalahan atau menanggapi suatu pendapat atau ide dengan berdasarkan ilmu pengetahuan yang telah terbukti kebenarannya Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus. Penelitian ini dilaksanakan terhadap mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar STKIP PGRI Pacitan pada perkuliahan Kajian Matematika Sekolah Dasar. Data penelitian hasil observasi, hasil angket, dan wawancara dianalisis secara deskriptif. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi; reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian ini bahwa keaktifan belajar mahasiswa yang mendominasi adalah pada kategori kurang, dan sebaliknya keaktifan belajar kategori baik justru pada yang paling kecil. Pada masing-masing indikator terlihat bahwa indikator keaktifan dalam mengikuti jalannya pembelajaran mendapat hasil paling tinggi, dan indikator keaktifan dalam memunculkan ide alternatif jawaban menunjukkan hasil paling rendah. Sedangkan, untuk sikap ilmiah mahasiswa yang mendominasi terletak pada kategori sangat kurang, dan hasil terendah pada kategori sangat baik. Selanjutnya hasil pada indikator-indikator yang telah diukur hasil yang paling rendah terletak pada indikator sikap kreatif, dan hasil yang tertinggi pada indikator sikap demokratis.
PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR DAN PEMAHAMAN SISWA MELALUI PEMBELAJARAN GEOMETRI BERBANTUAN PROGRAM KOMPUTER “WINGEOM” PADA POKOK BAHASAN BANGUN DATAR Novi Mayasari
Jurnal Humaniora Vol 4 No 1 (2016): Jurnal Humaniora
Publisher : LPPM Press STKIP PGRI Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is a classroom action research (CAR) conducted in order to determine whether (a) increase student motivation in learning geometry (Flat) that uses a computer program medium "Wingeom". (B) to determine an improved understanding of the spatial dimension of students in three media are using the computer program "Wingeom". These results indicate that CTL learning model can improve motivation and increase students' understanding through learning of spatial geometry Computer-aided program "Wingeom" on the subject of class VIII Semester Bangun Datar even in SMP Islam Kedung Bondo Balen Bojonegoro Year 2015/2016.