cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
JURNAL PENDIDIKAN TEMATIK DIKDAS
Published by Universitas Jambi
ISSN : -     EISSN : 25276905     DOI : -
Core Subject : Education,
Indonesian Basic Education Journal terbit dua kali setahun pada bulan Mei dan Desember dangan e-ISNN 2527-6905 berisi tulisan gagasan konseptual, kajian dan aplikasi teori, tulisan praktisi dan hasil penelitian dan pengajaran dalam bidang keilmuaan pendidikan dasara termasuk pendidikan sekolah dasar, pendidikan taman kanak-kanak, dan pendidikan anak usia dini. Jurnal TEMATIK DIKDAS diterbitkan oleh Program Studi Magister Pendidikan Dasar Universitas Jambi.
Arjuna Subject : -
Articles 91 Documents
IMPLEMENTASI MODEL BELAJAR QUANTUM LEARNING DALAM PEMBELAJARAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL DIKELAS IV SDN 110/IV KOTA JAMBI Nurjanah Nurjanah
Jurnal Pendidikan Tematik Dikdas Vol. 1 No. 1 (2016): Pendidikan Tematik Dikdas
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Dasar Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.914 KB)

Abstract

Kurikulum Nasional yang sangat mengedepankan 4 kompetensi inti yakni spritual,sikap,pengetahuan dan ketrampilan menuntut siswa mesti kreatif,inovatif,mandiri serta punya karakter yang terpuji.pertanyaan timbul dalam benak saya apakah hanya murid yang mesti mempunya 4 kompetensi itu,tentu saja tidak, guru haruslah memiliki kompetensi yang handal agar generasi emas bisa terwujud. Guru sebagai profesi haruslah profesional dalam melaksanakan kinerjanya, Muatan lokal dikembangkan atas prinsip: kesesuaian dengan perkembangan fisik dan psikologis peserta didik, keutuhan kompetensi dan fleksibilitas jenis dan bentuk sesuai karakteristik satuan pendidikan serta pengaturan waktu penyelenggaraan. Kebermanfaatan untuk kepentingan melestarikan dan mengembangkan potensi kearifan lokal yang menunjang pembangunan daerah dan pembangunan nasional dalam menghadapi tantangan global dan terpadu dengan muatan nasional semua mata pelajaran, lingkungan satuan pendidikan, dan terpadu dengan dunia usaha serta dunia industri dan penggunaan model belajar yang tepat mampu meningkatkan kualitas proses pembelajaran didalam kelas, dan penelitian ini berfokus pada model pembelajaran Quantum learning. Kata kunci: Kurikulum Nasional, Muatan lokal, Kearifan Lokal, Quantum Learning.  
DILEMA GURU SD TERHADAP IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMERINTAH TERKAIT PENINGKATAN KOMPETENSI DAN KUALIFIKASI GURU Rini Astuti
Jurnal Pendidikan Tematik Dikdas Vol. 1 No. 1 (2016): Pendidikan Tematik Dikdas
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Dasar Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.32 KB)

Abstract

Tinggi dan rendahnya suatu kualitas pendidikan dapat dilihat berdasarkan beberapa faktor dimana saat ini di Indonesia yang sekarang menjadi sorotan pemerintah terhadap kebijakan yang dikeluarkan banyak disebabkan oleh berbagai faktor misalnya rendahnya kualifikasi dan kompetensi guru. Dimana upaya pemberdayaan dan pengembangan untuk meningkatkan kualifikasi dan kompetensi guru harus dilakukan secara berkelanjutan. Diberlakukannya UU Guru-Dosen No.14/2005 yang mensyaratkan guru harus S-1, menambah kompleks keadaan guru dan pemberlakuan otonomi daerah dan otonomi pendidikan terasa berat dikarenakan gurunya belum S-1, dan persoalan ini menjadi sangat kompleks ketika menyangkut kompetensi profesi guru. Untuk mempercepat seluruh guru memenuhi persyaratan kualifikasi pendidikan yang diharapkan tuntas pada tahun 2015 sesuai dengan amanat UU Nomor 14 Tahun 2005, pemerintah melalui Departemen Pendidikan Nasional sejak tahun 2006 memberikan subsidi peningkatan kualifikasi guru pada satuan pendidikan dasar dan menengah yang sedang dan akan menempuh pendidikan jenjang S1/D-IV,baik guru PNS maupun guru bukan PNS. Namun, upaya pemberdayaan dan pengembangan peningkatkan kualifikasi dan kompetensi guru SD cukup kompleks dan termarjinalkan dibandingkan dengan guru-guru pada jenjang lainnya. Tujuan makalah ini adalah untuk  mendiskusikan apa saja program pemerintah dalam peningkatan kualifikasi dan kompetensi guru SD, serta untuk mengetahui standar kualifikasi dan kompetensi guru SD, dan mengetahui dilemma apa saja yang saat ini dirasakan oleh pendidik di tingkat sekolah dasar yang sering kali terabaikan, dan implementasi kebijakan dan program pemerintah dalam peningkatan kualifikasi dan kompetensi guru SD di daerah. Kata Kunci : Implementasi Kebijakan Pemerintah, Peningkatan Kompetensi Dan Kualifikasi Guru
MENGEMBANGKAN KECERDASAN BAHASA ANAK USIA DINI MELALUI PENGGUNAAN METODE BERCERITA BERGAMBAR DI TAMAN KANAK-KANAK AL-JAMIAH DHARMA WANITA IAIN STS JAMBI Muhammad Taridi; Risnita Risnita; Hayati Hayati
Jurnal Pendidikan Tematik Dikdas Vol. 1 No. 1 (2016): Pendidikan Tematik Dikdas
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Dasar Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.414 KB)

Abstract

Penelitian ini membahasa: Penerapan Penggunaan Metode Bercerita yang memberi kontribusi dalam mengembangkan kecerdasan anak usia dini, melihat kendala-kendala yang dialami guru, mengetahui upaya yang dilakukan guru dalam mengatasi kendala dalam penerapan metode bercerita bergambar.Tujuan dari penelitian adalah: memformulasikan penerapan metode bercerita bergambar dalam meningkatkan pengembangan kecerdasan bahasa anak usia dini di TK al-Jamiah IAIN STS jambi dengan mengetahui; penerapan metode bercerita bergambar dalam meningkatkan Kecerdasan Bahasa Anak Usia Dini, mengetahui upaya yang dilakukan guru dalam mengatasi kendala dalam penerapan metode bercerita bergambar. Penentuan subjek penelitian menggunakan teknik purposive sampling, dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data dan verifikasi/penarikan kesimpulan, sedangkan pengecekan keabsahan data dilakukan dengan perpanjangan keikutsertaan, ketelitian pengamatan, triangulasi, dan melakukan konsultasi pembimbingan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara garis besar  penerapan bercerita bergambar dalam metoda BCCT di TK al-Jamiah IAIN STS Jambi telah diupayakan, pelaksanaan masih belum sesuai, pendidik masih menggunakan pendekatan klasikal, pendidik mengetahui bercerita bergambar dari membaca buku dan menerima materi saat pelatihan secara teori, namun pendidik belum melihat secara nyata praktek pelaksanaan sesungguhnya di lapangan, pendidik belum memiliki persepsi dan pemahaman yang sama mengenai metode BCCT, di TK menerapkan sudut dan area, hal ini dipengaruhi oleh latar belakang, pengalaman kerja yang selama ini dilakukan di TK, sentra sudah lama dilakukan di kelompok bermain, para pendidik menyatakan bahwa penerapan metode bercerita bergambar hanya dilakukan sebatas pengetahuan secara sepintas dan kurang mendalam, sentra bercerita bergambar kurang mendapat prioritas penerapannya dengan alas an kekurangan tenaga pendidik. Hasil penelitian ini merekomendasikan kepada TK al-Jamiah IAIN STS Jambi untuk 1) Meningkatkan potensi guru dalam mengembangkan pembelajaran melalui bercerita bergambar, 2) Meningkatkan peran guru dalam kegiatan bercerita serta melibatkan orang tua, 3) Mengadakan sosialisasi pembelajaran dengan metode sentra.   Kata Kunci: Metode Bercerita Bergambar, Anak Usia Dini, Kecerdasan Bahasa
PENGGUNAAN MODEL EXPLICIT INSTRUCTION UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA MENULIS PUISI BEBAS DI KELAS VC SD NASIONAL SARIPUTRA JAMBI TIMUR TAHUN PELAJARAN 2015/2016 Toni Sepriyadi
Jurnal Pendidikan Tematik Dikdas Vol. 1 No. 1 (2016): Pendidikan Tematik Dikdas
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Dasar Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.751 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi atas kondisi nyata di lapangan, melalui wawancara awal dengan siswa yang membuktikan bahwa kemampuan atau keterampilan menulis belum sepenuhnya dikuasai oleh siswa. Berdasarkan wawancara awal dengan guru kelas V SD Nasional Sariputra Jambi Timur bulan Agustus 2015, guru mengeluhkan metode dan model yang tepat untuk untuk membantu siswa meningkatkan kemampuan menulis. Salah satunya guru belum mengetahui penggunaan model Explicit Instruction (Trianto, 2011), meliputi langkah-langkah pembelajaran bahkan tindakan saat menggunakan model Explicit Instruction (Trianto, 2011). Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan penggunaan model Explicit Instruction oleh guru, agar dapat meningkatkan kemampuan menulis puisi bebas siswa kelas VC SD Nasional Sariputra Jambi Timur. (2) untuk menjelaskan penggunaan model Explicit Instruction mampu meningkatkan kemampuan siswa kelas VC SD Nasional Sariputra Jambi Timur dalam menulis puisi bebas. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (classroom action research) yang berisi tindakan-tindakan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas suatu sistem dan praktik-praktik yang ada dalam sistem tersebut. Tujuan artikel ini untuk memaparkan konsep model Explicit Instruction dalam materi menulis puisi bebas. Sintaks model Explicit Instruction sendiri terdairi dari 5 fase yaitu: (1) menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa, (2) mendemonstrasikan pengetahuan dan keterampilan, (3) membimbing pelatihan, (4) mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik, (5) memberikan kesempatan untuk pelatihan lanjutan dan penerapan.   Kata Kunci: Model Explicit Instruction, kemampuan menulis, puisi bebas
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERTANYA DASAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL DISCOVERY LEARNING DI KELAS III B SDN 64/1 MUARA BULIAN Muhammad Sofwan
Jurnal Pendidikan Tematik Dikdas Vol. 1 No. 1 (2016): Pendidikan Tematik Dikdas
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Dasar Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.804 KB)

Abstract

Berdasarkan hasil observasi pada kelas 3B SDN 64/I Muara Bulian dan wawancara terhadap guru yang mengampu kelas tersebut, peneliti memperoleh data dari 24 siswa yang ada di dalam kelas hanya 3 orang yang berani untuk bertanya setelah diberikan kesempatan untuk menanya.Bahwa kualitas siswa dalam bertanya dasar masih kurang optimal, terlihat dari proses kegiatan belajar mengajar, siswa hanya mendengarkan dan tanpa ada respon untuk bertanya. Tujuan Penelitian ini ialah mengetahui sejauh mana keefektivitas model Discovery Learning dalam meningkatkan kemampuan bertanya dasar siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas, dimaksud untuk memperoleh informasi mengenai keefektifitasan model Discovery Learning untuk meningkatkan kemampuan bertanya dasar. Tujuan   penelitian   ini   adalah   untuk   mengetahui keefektifitasan  model Discovery Learning untuk meningkatkan kemampuan bertanya dasar Kendala yang dialami guru dalam proses pembelajaran antara lain yaitu peserta didik kurang aktif dalam mengikuti proses pembelajaran. Tidak sedikit peserta didik yang sibuk berbicara dengan teman sebangku, melamun, menelungkupkan kepala di atas meja, dan tidak memperhatikan guru yang sedang mengajar.Selain itu, kemampuan peserta didik dalam mengungkapkan dari hasil yang telah yang siswa amati masih sangat minim. Hal ini disebabkan antara lain  : (1) Dalam penyampaian materi pelajaran masih berjalan satu arah, guru    menjadi pusat kegiatan (teacher center learning) dan metode yang digunakan didominasi dengan konvensional. (2) kurangnya keterlibatan siswa secara aktif dalam pembelajaran, serta siswa cenderung cepat bosan dalam mengikuti pelajaran yang berdampak pada rendahnya kemauan siswa untuk bertanya. (3) Kurang kemandirian siswa dalam pembelajaran, hal ini bisa dilihat apabila ada jam  kosong siswa belum bisa memanfaatkannya dengan baik. Kata kunci : Bertanya Dasar, Model Discovery Learning
PENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA ANAK USIA DINI MELALUI METODE BERCERITA DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA BUKU BERGAMBAR DI TK AL-FIQRI MUARO JAMBI Nyimas Muazzomi
Jurnal Pendidikan Tematik Dikdas Vol. 1 No. 1 (2016): Pendidikan Tematik Dikdas
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Dasar Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.837 KB)

Abstract

Metode bercerita merupakan salah satu metode pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan berbicara anak, karena berbicara mempunyai peranan yang sangat penting bagi kehidupan manusia, agar metode bercerita tidak membosankan maka seiring dengan perkembangan teknologi metode bercerita dituangkan dengan bantuan media buku bergambar, sehingga pembelajaran dengan metode bercerita pada anak usia dini tidak membosankan.Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengembangkan kemampuan berbicara pada anak; 2) memberikan pembelajaran yang menyenangkan melalui metode bercerita dengan media buku bergambar di kelompok B TK Al Fiqri Muaro Jambi. Metode penelitian dilakukan dengan tindakan kelas. Subjek penelitiannya anak didik kelompok B di TK Al Fiqri Muaro Jambi, yang terdiri dari 20 orang anak, di Kabupaten Muaro Jambi. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif persentatif dan deskriptif aktivitas anak anak didik. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan berbicara yang dicapai anak didik kelompok B TK Al Fiqri Muaro Jambi lebih meningkat di bandingkan dengan sebelumnya di mana perkembangan kemampuan berbicara anak hanya mencapai 20,83%, namun setelah dilakukan praktek penelitian tindakan kelas melalui metode bercerita dengan menggunakan media buku bergambar, pada siklus pertama mengalami peningkatan mencapai 68,33%, maka dari itu dilakukan penelitian ulang sehingga pada siklus kedua mengalami peningkatan mencapai 95,83%, dimana tingkat pencapaian tersebut sudah memenuhi target penelitian yaitu lebih dari 85%, Begitu pula dengan guru lebih mudah dalam menyampaikan metode bercerita, dan memberikan pembelajaran yang menyenangkan.Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: pembelajaran melalui metode bercerita dengan media buku bergambar dapat dikatakan berhasil dalam rangka meningkatkan kemampuan bercerita anak, untuk itu disarankan pada semua guru dapat memberikan kegiatan bercerita dengan bantuan media buku bergambar  sehingga dapat menarik dan menyenangkan anak. Kata Kunci: Kemampuan Berbicara,  Anak Usia Dini, Bercerita, Media, Buku  Bergambar,
PENINGKATAN HASIL BELAJAR LARI CEPAT DENGAN MENGGUNAKAN SAVI (SOMATIS, AUDITORI, VISUAL, INTELEKTUAL) PADA SISWA SEKOLAH DASAR Boy Indrayana
Jurnal Pendidikan Tematik Dikdas Vol. 2 No. 1 (2017): Pendidikan Tematik Dikdas
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Dasar Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.9 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar lari cepat menggunakan SAVI pada siswakelas V SDN 69/IV Kec. Telanaipura Kota Jambi. Yang menjadi sampel ini adalah siswa kelas V dengan jumlah siswa sebanyak 25siswa yang akan diberikan tindakan berupa pembelajaran menggunakan SAVI terhadap hasil belajarlari cepatpada pembelajaran atletik. Metode yang dipakai pada penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Untuk memperoleh data dalam penelitian ini dilakukan tes hasil belajar di akhir setiap siklus yang berbentuk aplikasi penilaian teknik dasar lari cepat. Dengan pelaksanaan penelitian tes hasil belajar ini dilaksanakan selama dua minggu atau dua kali pertemuan. Analisis data dilakukan dengan reduksi data dan paparan data. Hasil penelitian menyimpulkan : (1) dari tes hasil belajar siklus I diperoleh sebanyak 15 orang siswa dengan nilai setelah dikonfersikan sebesar (60) telah mencapai tingkat ketuntasan belajar sedangkan 10 orang siswa (40) belum mencapai tingkat ketuntasan belajar. Dengan nilai rata-rata hasil belajar setelah adalah 69.66 Namun belum memenuhi kriteria ketuntasan secara klasikal yang diharapkan yaitu 85%.(2) dari tes hasil belajar siklus II diperoleh data sebanyak 23 orang siswa dengan nilai setelah dikonfersikan sebesar (92) yang telah mencapai ketuntasan dalam belajar dan 2 orang siswa (8) masih belum tuntas. Dengan nilai rata-rata hasil belajar setelah adalah 78.76 Peningkatan nilai rata-rata hasil belajar siswa dari tes sebelumnya yaitu 9.1 dan peningkatan ketuntasan klasikalnya sebesar 32%. Berdasarkan hasil analisis data dapat dikatakan bahwa menggunakan SAVI dapat memberikan peningkatan terhadap proses hasil lari cepat pada siswa kelas V SDN 69/IV Kec Telanaipura Kota Jambi Tahun Ajar 2016/2017. Kata Kunci : Lari Cepat, SAVI (Somatis, Auditori, Visual, Intelektual)
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA MATERI SOAL CERITA DI KELAS VI A SDN 61/X TALANG BABAT AGUSERI EFFENDI
Jurnal Pendidikan Tematik Dikdas Vol. 2 No. 1 (2017): Pendidikan Tematik Dikdas
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Dasar Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.693 KB)

Abstract

Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika materi soal cerita kelas VI semester I tahun pelajaran 2015/2016. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VI.A SDN 61/X Talang Babat, Kecamatan Muara Sabak Barat, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Propinsi Jambi. Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan dalam tiga siklus, setiap siklus terdiri dari dua kali pertemuan.Tahap awal pada siklus I dibuat perencanaan untuk membuat RPP, langkah kedua melaksanakan RPP, observer mencatat jalannya pelaksanaan siklus I dilembar observasi, hasil observasi direfleksi dan dituangkan dalam lembar refleksi. Hasil refleksi perlu perbaikan pada: kegiatan guru dalam menjelaskan langkah-langkah model pembelajaran NHT pada siswa, pengelolaan diskusi, dan pemberian penghargaan kepada siswa. Pada akhir siklus I dilakukan evaluasi dengan hasil yang cukup memuaskan. Hasil evaluasi dikonversikan dengan tabel hasil tes belajar siklus I. hasil konversi menyatakan bahwa penelitian belum mencapai target, perlu dilanjutkan dengan siklus II. Hasil refleksi dituangkan dalam perencanaan untuk siklus II melahirkan RPP siklus II, pelaksanaan siklus II, diobsevasi oleh observer, observer mencatat kegiatan siklus II dilembar observasi. Hasil observasi direfleksi dan dituangkan dalam lembar refleksi. hasil refleksi perlu perbaikan hanya pada kegiatan pengelolaan diskusi. Hasil evaluasi siklus II dikonversikan dengan tabel hasil tes belajar siklus II. hasil konversi menyatakan bahwa penelitian juga belum mencapai target, sehingga harus dilanjutkan dengan siklus III. RPP siklus III, juga disusun berdasarkan hasil refleksi siklus sebelumnya yaitu siklus II.Hasil observasi pada tahap pelaksanaan siklus III menunjukkan bahwa semua bagian dalam kegiatan pembelajaran sudah berlangsung dengan baik, sehingga tidak ada lagi bagian kegiatan pembelajaran yang perlu diperbaiki. Sedangkan hasil evaluasi siklus III yang dikonversikan dengan tabel hasil tes belajar menyatakan bahwa penelitian telah mencapai batas target kriteria ketuntasan belajar yakni sebesar 87,88%. Terjadi peningkatan rata-rata hasil belajar siswa yaitu dari 59,38 pada kondisi awal sebelum perbaikan menjadi 66,41 pada siklus I, dari 66,41 menjadi 71,88 pada siklus II. Dari 71,88 pada siklus II, menjadi 78,91 pada siklus III. Kata Kunci: Model Pembelajaran Kooperatif, Numbered Heads Together, Matematika
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN IPS MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DI KELAS IV SDN No 140/VI RANTAU PANJANG KEC Ma. SIAU Fachruddiansyah Muslim
Jurnal Pendidikan Tematik Dikdas Vol. 2 No. 1 (2017): Pendidikan Tematik Dikdas
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Dasar Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.091 KB)

Abstract

Mata pelajaran IPS merupakan mata pelajaran pokok yang harus di ikuti oleh seluruh siswa SDN No 140/VI Rantau Panjang dan seluruh siswa di Indonesia, sebagai mata pelajaran pokok yang dapat membentuk sikap logis, kritis, cermat, kreatif dan disiplin maka mata pelajaran IPS menjadi sangat penting. Pada siswa SD sering salah persepsi terhadap tujuan pada mata pelajaran ini khususnya dikalangan siswa SD Negeri 140/VI Rantau Panjang itu sendiri, siswa kadang menganggap mata pelajaran IPS sangat sulit, sehingga mata pelajaran IPS kurang menyenangkan bagi mereka hal terseebut berimplikasi terhadap hasil pelajaran mereka.Berdasarkan hasil diskusi bersama teman sejawat di SD Negeri 140/VI Rantau Panjang, didapatkan informasi bahwa masih rendahnya kemampuan belajar siswa khususnya dalam mata pelajaran IPS. Hal ini, juga akan berimbas kepada hasil belajar yang masih di bawah KKM. Data yang ambil merupakan data aktivitas siswa selama proses pelaksaan penelitian dan data hasil belajar siswa pada saat tes evaluasi kemampuan siswa, dimana prosedur dalam penelitian ini dimulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan,observasi evaluasi dan refleksi. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa SD Negeri 140/VI Rantau Panjang pada mata pelajaran IPS sehingga memperoleh nilai diatas KKM. Dari hasil pengamatan dan penelitan yang dilakukan pada akhir siklus I, siswa yang tuntas belajar sebesar 48,15%, Pada Siklus II mengalami peningkatan 67,1% dan Siklus III mengalami peningkatan 81,48%. Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas ini dapat disimpulkan bahwa hasil belajar mata pelajaran IPS pada materi Pecahan dapat ditingkatkan. Kata Kunci : Hasil Belajar, Pembelajaran Kooperative, Stad
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP URGENSI PAUD DI KECAMATAN DANAU TELUK KOTA JAMBI K.A Rahman
Jurnal Pendidikan Tematik Dikdas Vol. 2 No. 1 (2017): Pendidikan Tematik Dikdas
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Dasar Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.612 KB)

Abstract

Usia dini merupakan suatu usia yang sangat penting bagi seorang individu, karena dalam usia ini individu mengalami perkembangan otak yang sangat pesat. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan persepsi masyarakat terhadap urgensi PAUD di Kecamatan Danau Teluk Kota Jambi secara umum, serta persepsi masyarakat terhadap urgensi PAUD yang berhubungan dengan anak usia dini yang hidup pada masa peka; anak usia dini memiliki sel-sel otak yang harus dikembangkan; anak usia dini merupakan generasi emas suatu bangsa, dan anak usia dini sedang melewati masa yang sangat menentukan masa depannya. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif melalui pendekatan kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah orang tua/masyarakat yang mengikuti program PAUD dan berdomisili di Kecamatan Danau Teluk. Pengambilan data dalam penelitian ini dengan menggunakan angket yang berisi 28 pernyataan dan di sebarkan kepada 56 responden. Dari penelitian dihasilkan bahwa persepsi masyarakat terhadap Urgensi PAUD di Kecamatan Danau Teluk Kota Jambi berada pada kualitas “Sangat Baik”. Terbukti dari hasil rata-rata dengan bobot 89%. Beikutnya persepsi masyarakat terhadap Urgensi PAUD yang berhubungan dengan anak usia dini hidup pada masa peka berada pada kualitas “Baik” (87%), persepsi bahwa anak usia dini memiliki sel-sel otak yang harus dikembangkan berada pada kualitas “Baik” (88%), persepsi bahwa anak usia dini merupakan generasi emas suatu bangsa berada pada kualitas “Baik” (88%), dan anak usia dini sedang melewati masa yang sangat menentukan masa depannya berada pada kualitas “Sangat Baik” (92%). Kata kunci: Persepsi, Urgensi, PAUD.

Page 1 of 10 | Total Record : 91