cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : 25276271     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN (JSTP) (e-ISSN: 2527-6271) merupakan "Open Acess Publications" yang diterbitkan oleh Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo, dengan fokus dan ruang lingkup berupa: Teknologi Pengolahan pangan, bioteknologi pangan, keamanan pangan, mikrobiologi pangan, kimia pangan dan teknologi industri pangan.
Arjuna Subject : -
Articles 708 Documents
FERMENTASI RAGI TAPE (Saccharomyces cereviceae), TERHADAP SIFAT FISIK, KIMIA DAN ORGANLEPTIK PRODUK KOPI BUBUK ROBUSTA (Coffea conephora) Saputra, Agung Putu Agus; Baco, Abdu Rahman; Asyik, Nur
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 5, No 6 (2020): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.621 KB) | DOI: 10.33772/jstp.v5i6.15714

Abstract

ABSTRACTThis study aimed to determine the effect of fermentation time for tape yeast on the physical, chemical andorganoleptic properties of Robusta coffee. The results showed that 20 hours of fermentation had a very significantly effect onorganoleptic assessment (color, aroma, and taste), assessment of physical properties (pH, solubility, and water content), andcaffeine, chlorogenic acid, and ash conten. From the data, it was found that the f3 treatment was the best treatment in theorganoleptic assessment of color, aroma and taste namely 3.93, 3.88, and 3.98, respectively. The solubility, moisturecontent, caffeine content, ash content and chlorogenic acid of sample f3 were 16.80 seconds, 3.67%, 0.51%, 4.64% and1.73%.Keywords: Fermentation, best treatment, Robusta coffee, yeast tape (Saccharomyces cereviceae).ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama fermentasi ragi tape terhadap sifat fisik, kimia danorganoleptik kopi Robusta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fermentasi 20 jam berpengaruh sangat nyata terhadappenilaian organoleptic (warna, aroma, dan rasa), penilaian sifat fisik (pH, kelarutan, dan kadar air), dan (kafein, asamklorogenat, dan kadar abu). Dari data diperoleh bahwa perlakuan f3 merupakan perlakuan yang terbaik pada penilaianorganoleptik warna, aroma dan rasa berturut-turut 3,93, 3,88, dan 3,98. Kelarutan, kadar air, kadar kafein, kadar abu danasam klorogenat sampel f3 yakni 16,80 detik, 3,67%, 0,51%, 4,64% dan 1,73 %.Kata kunci: Fermentasi, kopi Robusta, ragi tape( Saccharomyces cereviceae)ABSTRACTThis study aimed to determine the effect of fermentation time for tape yeast on the physical, chemical andorganoleptic properties of Robusta coffee. The results showed that 20 hours of fermentation had a very significantly effect onorganoleptic assessment (color, aroma, and taste), assessment of physical properties (pH, solubility, and water content), andcaffeine, chlorogenic acid, and ash conten. From the data, it was found that the f3 treatment was the best treatment in theorganoleptic assessment of color, aroma and taste namely 3.93, 3.88, and 3.98, respectively. The solubility, moisturecontent, caffeine content, ash content and chlorogenic acid of sample f3 were 16.80 seconds, 3.67%, 0.51%, 4.64% and1.73%.Keywords: Fermentation, best treatment, Robusta coffee, yeast tape (Saccharomyces cereviceae).ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama fermentasi ragi tape terhadap sifat fisik, kimia danorganoleptik kopi Robusta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fermentasi 20 jam berpengaruh sangat nyata terhadappenilaian organoleptic (warna, aroma, dan rasa), penilaian sifat fisik (pH, kelarutan, dan kadar air), dan (kafein, asamklorogenat, dan kadar abu). Dari data diperoleh bahwa perlakuan f3 merupakan perlakuan yang terbaik pada penilaianorganoleptik warna, aroma dan rasa berturut-turut 3,93, 3,88, dan 3,98. Kelarutan, kadar air, kadar kafein, kadar abu danasam klorogenat sampel f3 yakni 16,80 detik, 3,67%, 0,51%, 4,64% dan 1,73 %.Kata kunci: Fermentasi, kopi Robusta, ragi tape( Saccharomyces cereviceae)
PENGARUH FORMULASI TEPUNG JAGUNG ( Zea Mays L) DAN TEPUNG BERAS MERAH WAKAWONDU (Oryza Nivara L) TERHADAP UJI ORGANOLEPTIK DAN NILAI GIZI PADA COOKIES Ulfa, Sitti Hawana; Karimuna, La; Sadimantara, Muhammad Syukri
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 6, No 1 (2021): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (633.344 KB) | DOI: 10.33772/jstp.v6i1.16636

Abstract

ABSTRACTThis study aimed to determine the effect of the corn (Zea mays L) flour and red rice (Oryza nivara L.) flour formulation on the organoleptic characteristics and nutritional values of cookies. This study used a completely randomized design (CRD), with the formulation of wheat flour: cornflour: red rice flour of K0 (100%:0%:0%), K1 (50%:45%:5%), K2 (50%:40%:10%), K3 (50%:35%:15%, K4 (50%:30%:20%) and K5 (50%:25%:25%. The results show that the cookie product most preferred by panelists of the organoleptic test was the K1 treatment (Wheat flour 50%: cornflour 45%: red rice flour 5%) with scores of color, aroma, taste, and texture reached 3.53 (like), 3.33 (like), 3.57 (like), and 3.74 (like), respectively. The selected cookies were composed of 4.2% moisture, 1.71% ash, 4.49% protein, 12.93% fat, and 76.81% carbohydrates. The higher concentration of cornflour and red rice flour increased water, ash, protein, and fat contents but decreased the carbohydrate content. Based on the organoleptic assessment, the product was accepted (preferred) by the panelists. However, only the moisture and fat contents of the product met the national standards.Keywords: corn flour, red rice flour, cookiesABSTRAKTujuan penelitian ini yaitu untuk menentukan pengaruh formulasi cookies tepung jagung (Zea mays L) dan tepung Beras merah (Oryza nivara L.) terhadap nilai organoleptik dan kandungan nilai gizi. Penelitian ini menggunakan rancangaan acak lengkap (RAL) yaitu formulasi terigu: tepung jagung : tepung beras merah yang terdiri (K0 = 100%: 0%;0%, K1 = 50% : 45%: 5%, K2 = 50% : 40% : 10%, K3 = 50% : 35% : 15%, K4= 50% : 30% : 20% dan K5= 50% : 25% : 25%. Hasil penelitian produk cookies terpilih berdasarkan uji organileptik adalah perlakuan K1 (Tepung terigu 50% : tepung jagung 45% ; tepung beras merah 5%) dengan skor penilaian terhadap warna sebesar 3,53 (suka), aroma sebesar 3,33 (suka), rasa sebesar 3,57 (suka), tekstur sebesar 3,74 (suka). Cookies terpilih memilii kadar air 4,,02%, kadar abu 1,71%, kadar protein 4,49%, kadar lemak 12,93% dan karbohidrat 76.81%. Semakin banyak penambahan tepung jagung dan tepung beras merah kandungan air, abu, protein, dan lemak semakin meningkat sedangkan kadar karbohidrat menurun dan berdasarkan penilaian organoptik dapat diterima (disukai) oleh panelis, walaupun hanya kadar air dan kadar lemak yang memenuhi standar SNI.Kata kunci: tepung jagung, tepung beras merah, cookies.
ANALISIS ZAT PEWARNA RHODAMIN B PADA SIRUP YANG BEREDAR DI BEBERAPA PASAR TRADISIONAL KOTA KENDARI Rattagi, Risma Rego; Karimuna, La; Tamrin, Tamrin
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 6, No 1 (2021): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.511 KB) | DOI: 10.33772/jstp.v6i1.16641

Abstract

ABSTRACTThis study aimed to analyze the presence of Rhodamine B dye and the levels of Rhodamine B dye contained in syrups that are traded in Kendari City Traditional Markets, especially in the Mandonga Korem Market, Mandonga Wet Market, Kota Lama Central Market, Andonohu Market, Wua-Wua Central Market or Pasar Baru. This was a descriptive survey study by observing various brands of syrup. This study used purposive sampling, where samples were taken deliberately based on the study objective. The population of the sample was all syrups with a striking color, such as red. The research variable was the identification of the Rhodamine B dye presence in syrups that were traded in the traditional markets of Kendari City. The samples were tested using wool yarn in qualitative and quantitative methods. The results show that among 10 syrup samples that were traded in several traditional markets in Kendari City, there was one sample that was indicated to contain the dangerous Rhodamine B dye, namely the syrup sample from the Mandonga Wet market (B2) with a concentration of 178 ppm. This means that 10% of the syrup samples contained Rhodamine B dye while 90% of the syrup samples did not have Rhodamine B dye. Keywords: Rhodamine B, Syrup, Kendari Traditional MarketABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan zat pewarna Rhodamin B dan kadar zat pewarna Rhodamin B yang terkandung dalam sirup yang diperjual belikan di Pasar Tradisional Kota Kendari khususnya pada Pasar Korem Mandonga, Pasar Basah Mandonga, Pasar Sentral Kota Lama, Pasar Andonohu, Pasar Sentral Wua-Wua atau Pasar Baru. Jenis penelitian ini yaitu survei yang bersifat deskriptif dengan melakukan observasi terhadap berbagai merk sirup. Penarikan sampel diambil secara purposive sampling yaitu diambil secara sengaja sesuai pertimbangan dan kebutuhan penulis. Populasi sampel semua sirup yang memiliki warna mencolok seperti warna merah. Variabel penelitian yaitu mengidentifikasi keberadaan zat pewarna Rhodamin B pada sirup yang diperjual belikan di pasar Tradisional kota Kendari. Di uji menggunkan benang wol dengan menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 10 sampel sirup yang diperjual belikan di beberapa pasar Tradisional Kota Kendari ada satu sampel sirup yang terindikasi mengandung zat pewarna Rhodamin B yang berbahaya yaitu sampel sirup dari pasar Basah Mandongan (B2) dengan konsentrasi 178 ppm artinya ada 10% sirup yang terindikasi zat pewarna Rhodamin B dan 90% sampel sirup tidak terindikasi zat pewarna Rhodamin B.Kata Kunci : Rhodamin B, Sirup, Pasar Tradisional Kota Kendari
KANDUNGAN VITAMIN C DAN PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP SELAI LEMBARAN PALA DENGAN PENAMBAHAN SARI BUAH NAGA Sipahelut, Sophia G; Rejeki, Sri; Patty, John Alfred
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 5, No 3 (2020): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (634.305 KB) | DOI: 10.33772/jstp.v5i3.13101

Abstract

ABSTRACTUtilization of nutmeg flesh is still limited; thus, processing it into nutmeg-sheet jam is aimed to improve its added value. However, nutmeg flesh has astringent and bitter taste caused by the tannin level which may impact the processed products. To overcome this problem, a combination of nutmeg flesh and dragon fruit was carried out. The purpose of this study was to determine the exact proportion of nutmeg and dragon fruit juice to produce a nutmeg-sheet jam that is preferred by consumers. This study used a one-factor Randomized Complete Design, namely the proportion of nutmeg flesh juice and dragon fruit juice consisting of three treatment levels, namely: P1 (100%:0%), P2 (75%:25%), P3 (50%:50 %). The organoleptic testing on nutmeg-sheet jam products used the hedonic test conducted by 30 semi-trained panelists. The results show that different ratios of nutmeg flesh juice and dragon fruit juice significantly influence the consumers’ preference for color, appearance, taste, aroma, texture, and overall acceptance. The nutmeg-sheet jam with a proportion of 75% nutmeg juice and 25% of dragon juice was the most preferred product by the consumers. The selected product has 28.72 mg vitamin C /100 g of ingredients and pH 4.2.Keywords: nutmeg flesh, dragon fruit, nutmeg-sheet jam, consumers’ preferenceABSTRAKPemanfaatan daging buah pala masih terbatas, sehingga pengolahan daging buah pala menjadi selai lembaran merupakan usaha untuk meningkatkan nilai guna. Namun, daging buah pala memiliki rasa sepat dan rasa getir yang disebabkan oleh adanya kadar tannin yang akan berdampak pada produk olahannya. Untuk mengatasi permasalahan ini, maka dilakukan kombinasikan daging buah pala dengan buah naga. Tujuan penelitian ini adalah menentukan proporsi sari buah pala dan sari buah naga yang tepat yang dapat menghasilkan selai lembaran yang disukai oleh konsumen. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap satu faktor, yaitu proporsi sari buah pala dan sari buah naga yang terdiri dari tiga taraf perlakuan yaitu: P1 (100%:0%), P2 (75%:25%), P3 (50%:50%). Pengujian organoleptik terhadap produk selai lembaran menggunakan uji hedonik oleh 30 panelis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio sari buah pala dan sari buah naga yang berbeda memberi pengaruh nyata terhadap tingkat kesukaan konsumen pada atribut warna/kenampakan, rasa, aroma, tekstur dan penerimaan keseluruhan (over all). Selai lembaran dengan penambahan rasio sari buah pala 75% dan sari buah naga 25 % merupakan produk yang paling disukai oleh konsumen dengan kandungan vitamin C 28.72 mg/100 g bahan dan pH 4.2.Kata kunci : daging buah pala, buah naga, selai lembaran, preferensi konsumen
FORMULASI SARI KEDELAI (Glycine Max L) DENGAN PENAMBAHAN BUAH KERSEN (Muntingia Calabura L.) SEBAGAI MINUMAN FUNGSIONAL KAYA PROTEIN DAN KONTRIBUSINYA TERHADAP ANGKA KECUKUPAN GIZI (AKG) HARIAN PADA REMAJA PUTRI Rosniatin, Rosniatin; ansharullah, Ansharullah; Asyik, Nur
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 6, No 1 (2021): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (686.023 KB) | DOI: 10.33772/jstp.v6i1.16650

Abstract

ABSTRACTThe purpose of this study was to determine the effect of soy milk formulation with the addition of Muntingia fruit on organoleptic, protein content, antioxidant activity, and the contribution to the recommended dietary allowances (RDA) for female adolescents. This study used a completely randomized design (CRD) with six treatments of Muntinigia fruit addition, which were S0 (Control), S1 (10%), S2 (20%), S3 (30%), S4 (40%), and S5 (50%). The research data were analyzed using Analysis of Variance, then samples with significant results further tested using Duncan's Multiple Range Test (DMRT) at the 95% confidence level (α = 0.05). The results show that the addition of Muntingia fruit to soy milk had a very significant effect on the organoleptic characteristics of the color and aroma as well as a significant effect on the taste. The S4 treatment (40%) was the most preferred treatment with preference rating scores of color, aroma, and taste 3.66 (like), 3.79 (like), and 3.76 (like), respectively. Meanwhile, the respective descriptive rating scores for color, aroma, and texture were 5.13 (very brown), 4.07 (distinctive smell of Muntingia fruit), and 4.11 (thick). The selected sample of soy milk with the addition of Muntingia fruit had a protein content of 5.776 g and antioxidant activity of IC50 221.99 ppm. The protein RDA in treatment S0 and S4 were 27.08 and 19.85, respectively. Consumption of 200 ml soy milk added Muntingia can help meet the daily protein needs of female adolescents. The soy milk with the addition of Muntingia fruit met the national standards for protein content. Keywords: soy milk,Muntingia fruit, protein, RDA, female adolescents.ABSTRAKTujuan penelitian ini yaitu untuk menentukan pengaruh formulasi sari kedelai dengan penambahan buah kersen terhadap organoleptik, kadar protein, aktivitas antioksidan dan kontribusi dari Angka Kecukupan Gizi (AKG) protein harian pada remaja putri. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 6 perlakuan penambahan sari buah kersen S0 (Kontrol), S1(10 %), S2 (20%), S3 (30%), S4 (40%) dan S5 (50%). Data hasil penelitian dianalisis menggunakan sidik ragam (Analisis Of Varian), dengan uji lanjut menggunakan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf kepercayaan 95 % (α=0.05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan buah kersen pada sari kedelai berpengaruh sangat nyata terhadap karakteristik organoleptik warna dan aroma sedangkan untuk karakteristik organoleptik rasa berpengaruh nyata. Perlakuan S4 (40%) merupakan perlakuan yang paling disukai dengan skor penilaian kesukaan warna sebesar 3.66 (suka),aroma 3.79 (suka), rasa 3.76 (suka), sedangkan untuk penilaian skala deskriptif yang disukai panelis untuk warna 5.13 (sangat cokelat), aroma 4.07 (berbau khas buah kersen),tekstur 4.11 (kental). Sari kedelai dengan penambahan buah kersen terpilih memiliki kadar protein 5,776 g dan aktivitas antioksidan IC50 221,99 ppm. Kontribusi Angka Kecukupan Gizi (AKG) Protein Pada Produk sari kedelai dengan penambahan buah kersen pada perlakuan S0 (27.08), sedangkan pada perlakuan S4 (19.85). Dengan mengkonsumsi produk sari kedelai dengan penambahan buah kersen sebanyak 200 ml/hari dapat membantu memenuhi kebutuhan protein harian pada remaja putri. Berdasarkan SNI, bahwa produk sari kedelai dengan penambahan buah kersen sudah memenuhi standar untuk kandungan protein.Kata kunci: sari kedelai, buah kersen,protein,AKG,remaja putri.
APLIKASI EDIBLE COATING DARI KARAGENAN DENGAN PENAMBAHAN XANTHAN GUM TERHADAP PERUBAHAN MUTU PISANG MULI (Musa acuminata) SELAMA PENYIMPANAN Tambunan, Kartini; ansharullah, ansharullah; Faradilla, RH Fitri
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 5, No 3 (2020): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (921.475 KB) | DOI: 10.33772/jstp.v5i3.13108

Abstract

ABSTRACTThe purpose of this study was to determine the effect of edible coating made from carrageenan with the addition of xanthan gum on shelf life and weight loss of cavendish bananas during storage. This study used a Complete Randomized Design (CRD) consisting of six treatments for the addition of xanthan gum, namely XG1 (0%), XG2 (0.6%), XG3 (0.8%), XG4 (1%), XG5 (1.2%) and XG6 (1.4%) with three replications. The fruit was stored for ten days and observed at days 2, 4, 6, 8, and 10. Data were analyzed using analysis of variants and continued with Duncan’s multiple range test (DMRT) at a 95% confidence level if the observed variable was significant. Results show that on the treatments of XG1, XG2, and XG3 the damage to the fruit was seen on the 8th day. Meanwhile, the XG4 treatment showed no damage until the 10th day, while the XG5 and XG6 treatments show the damage on the 9th day. The control fruit show damage on the 6th day. The xanthan gum addition had a significant effect on preventing the weight loss of the cavendish banana. The results show that the XG4 treatment had the lowest weight loss from the second day to the tenth day while the highest weight loss was obtained by the control.Keywords: Edible Coating, carrageenan, cavendish banana, xanthan gumABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edible coating dari karagenan dengan penambahan xanthan gum terhadap masa simpan, dan susut bobot pada pisang muli selama penyimpanan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari enam perlakuan penambahan xanthan gum yaitu XG1 (0%), XG2 (0,6%), XG3 (0,8%), XG4 (1%), XG5 (1,2%) dan XG6 (1,4%) dengan tiga kali ulangan, buah disimpan selama sepuluh hari dengan waktu pengamatan pada hari ke- 2, 4, 6, 8, dan 10. Data dianalisis dengan menggunakan analisis ragam (Analysis of Varians) dan hasil berpengaruh nyata terhadap variabel pengamatan, dilanjutkan dengan uji (Duncan Multiple Range Test) DMRT pada taraf kepercayaan 95%. Hasil Penelitian menunjukkan pada perlakuan XG1, XG2, dan XG3 kerusakan pisang muli terlihat pada hari ke-8, perlakuan XG4 hingga hari ke-10 tanda kerusakan belum nampak terlihat, perlakuan XG5 dan XG6 kerusakan diduga pada hari ke-9, sedangkan untuk kontrol kerusakan buah pisang nampak pada hari ke-6. Berdasarkan analisis ragam pengaruh penambahan xanthan gum pada susut bobot pisang muli berpengaruh nyata dan susut bobot terendah dari hari kedua hingga hari kesepuluh pada perlakuan XG4 sedangkan susut bobot tertingi terdapat pada perlakuan kontrol.Kata kunci: Edible Coating, karagenan, pisang muli, xanthan gum
PENAMBAHAN PUREE BIJI KLUWIH (ACTINOCARPUS COMMUNIS) PADA PEMBUATAN ES KRIM TERHADAP KUALITAS FISIK DAN DAYA TERIMA KONSUMEN amalia, dina; Setiati, Yati; Alsuhendra, Alsuhendra
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 6, No 2 (2021): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (612.231 KB) | DOI: 10.33772/jstp.v6i2.16380

Abstract

Penelitian bertujuan mempelajari adanya pengaruh terhadap penambahan puree biji kluwih pada pembuatan es krim dalam kualitas fisik dan daya terima konsumen. Puree biji kluwih ini kemudian ditambahkan sebanyak 10%(P1), 20%(P2) dan 30%(P3) kedalam es krim. Adapun penilaian kualitas fisik dilakukan dengan pengukuran overrun dan resistensi pelelehan, sedangkan penilaian daya terima konsumen diuji secara organoleptik kepada 3 panelis ahli dan 30 panelis tidak terlatih. Berdasarkan hasil uji Anova, terdapat pengaruh penambahan puree biji kluwih terhadap kualitas fisik es krim puree biji kluwih. Hasil uji Tuckey α=0,05 menunjukan semua perlakuan berpengaruh nyata, namun terdapat kencendrungan nilai yang tertinggi, P1 adalah produk yang terbaik pada aspek overrun dan P3 adalah produk yang terbaik pada aspek resistensi pelelehan. Pada hasil uji Friedman menunjukan perlakuan tidak berpengaruh terhadap warna, rasa biji kluwih, rasa gurih, aroma, dan tekstur, tetapi terdapat pengaruh pada aspek rasa manis. Hasil uji Tuckey α=0,05 menunjukan bahwa P2 merupakan produk yang direkomendasikan pada aspek rasa manis karena memiliki nilai yang tertinggi. Produk dengan perlakuan P3 direkomendasikan sebagai es krim puree biji kluwih terbaik berdasarkan pertimbangan dari kualitas fisik yang baik, disukai oleh konsumen, dan tujuan utama untuk mengoptimalkan penggunaan biji kluwih pada es krim.
KAJIAN IN VITRO KHASIAT EKSTRAK ETANOL DARI MINUMAN TEH LANSAU KHAS SUKU MUNA Suryani, Suryani; Kasmawati, Henny; Ruslin, Ruslin; Wardana, Gede Yogi Prana; Aspadiah, Vica
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 5, No 3 (2020): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1151.352 KB) | DOI: 10.33772/jstp.v5i3.13114

Abstract

ABSTRACTLansau is a traditional medicinal herb of the Muna tribe consisting of 44 types of medicinal plants. Application of Lansau in the Muna community empirically can overcome various degenerative diseases such as diabetes, hypertension, improvement of kidney function, and other degenerative diseases. This study aimed to analyze the safety of Lansau medicinal herb using an acute toxicity test for ethanol extract of Lansau medicinal herb through the calculation of LD50 (Lethal dose 50) value and histopathological observation of the lung, liver, and kidney of the male Wistar strain. Twenty-five male Wistar rats were divided into five groups namely KN group (0.5% NaCMC), LS1 group (28.6 mg/kgbw), LS2 group (57.2 mg/kgbw), LS3 group (114.4 mg/kgbw), and LS4 group (228.8 mg/kgbw). The Lansau extract was given through a single oral route and then the behavior and motoric activity of rats were observed from days 0-14. The results show that no animals died until 14-day of all dosage groups; thus, the LD50 (Lethal dose 50) value could not be concluded yet. Observation of behavior and motoric activity shows some decrease in the activity of rats (grooming, looking up and down, hanging, urinating, defying, etc.). Histopathological data of the lungs show that the lungs were still normal while histopathological data of the liver show necrosis in the LS4 group. The histopathological data of the kidney show normal conditions.Keywords: Acute Toxicity Test, Lansau, LD50.ABSTRAKLansau adalah ramuan obat tradisional khas suku Muna yang terdiri dari 44 jenis tanaman obat. Penggunaan Lansau dimasyarakat Muna secara empiris mampu mengatasi berbagai penyakit degeneratif seperti Diabetes Militus, Hipertensi, Perbaikan fungsi Ginjal dan penyakit degeneratif lainnya. Untuk mengetahui keamaman penggunaan ramuan obat Lansau maka dilakukan uji toksisitas akut ekstrak etanol ramuan obat Lansau melalui perhitungan nilai LD50 (Lethal dose 50) dan pengamatan histopatologi organ paru-paru, hati dan ginjal tikus putih jantan galur wistar. Tikus jantan wistar yang digunakan berjumlah 25 ekor yang terbagi menjadi 5 kelompok yaitu kelompok KN (NaCMC 0,5%), kelompok LS 1 (28,6 mg/kgbb), kelompok LS 2 (57,2 mg/kgbb), kelompok LS 3 (114,4 mg/kgbb) dan kelompok LS 4 ( 228,8 mg/kgbb ). Pemberian sediaan ekstrak etanol Lansau diberikan melalui rute peroral dengan dosis tunggal kemudian diamati Perilaku dan aktivitas motorik tikus dari hari 0-14. Hasil penelitian menunjukan tidak ada hewan yang mati hingga hari ke-14 dari semua kelompok dosis sehingga nilai LD50 (Lethal dose 50) belum dapat disimpulkan. Pengamatan perilaku dan aktivitas motorik menunujukan beberapa penurunan respon keaktifan tikus (Grooming, menengok atas dan bawah, menggantung, urinasi, defikasi dan lain-lain). Data hasil histopatologi organ paru-paru menunjukan organ paru-paru masih normal, data histopatologi organ hati menunjukan terjadinya nekrosis pada kelompok LS 4, data hitopatologi organ ginjal menunjukan keadaan normal.Keyword: Lansau, LD50,Uji Toksisitas Akut
PENGARUH PENAMBAHAN HIDROKOLOID TERHADAP SIFAT FISIK DAN SENSORI ES KRIM SANTAN KELAPA Utama, Rozi Satria; Fajri, Prima Yaumil; Agustina, Agustina; rahayu, cucu
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 6, No 2 (2021): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (605.276 KB) | DOI: 10.33772/jstp.v6i2.17187

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan hidrokoloid terhadap sifat fisik (waktu leleh dan overrun) dan sensori (rasa, tekstur, aroma, dan penerimaan keseluruhan) es krim santan kelapa. Rancangan penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktor tunggal yang terdiri dari 4 perlakuan yaitu penambahan hidrokoloid 0%, penambahan guar gum, karagenan, dan CMC dengan konsentrasi masing – masing 0,3%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan hidrokoloid berpengaruh signifikan terhadap waktu leleh es krim santan kelapa. Waktu leleh es krim penambahan hidrokoloid 0%, penambahan guar gum, karagenan, dan CMC berturut-turut adalah 44,67 menit, 49 menit, 56,67 menit, dan 51,33 menit. Penambahan hidrkoloid tidak berpengaruh signifikan terhadap overrun es krim santan kelapa. Pada uji kesukaan, penambahan CMC dan karagenan berpengaruh signifikan terhadap nilai kesukaan untuk tekstur dan penerimaan keseluruhan, namun tidak berpengaruh terhadap rasa dan aroma, sedangkan penambahan guar gum tidak berpengaruh terhadap rasa, aroma, tekstur dan penerimaan keseluruhan. Es krim santan kelapa dengan penambahan CMC mempunyai nilai tertinggi untuk parameter tekstur dan penerimaan keseluruhan.
PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG UWI UNGU (Diescoreao Alata) TERHADAP KARAKTERISTIK ORGANOLEPTIK, NILAI GIZI DAN ANTIOKSIDAN COOKIES Irianto, Fitri Amelia; ansharullah, ansharullah; Sadimantara, Muhammad Syukri
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 5, No 4 (2020): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (639.28 KB) | DOI: 10.33772/jstp.v5i4.14516

Abstract

ABSTRACTThe purpose of this study was to determine and study the effect of substitution of purple yam flour on the organoleptic value, nutrition and antioxidant activity of cookies. This study used a completely randomized design (CRD) with the substitution of purple yam flour (TT = wheat flour) and (TUW = purple yam flour) on the characteristics of cookies with variation addition of purple yam, namely U1 (100: 0), U2 (90:10), U3 (70:30), U4 (50:50), U5 (30:70). Data were analyzed using Analysis of Variance and continued with Duncan's Multiple Range Test (DMRT) at the 95% confidence level (α = 0.05) and the T test (T-Test) at the significant level of 0.05. The results showed that the organoleptic values of the parameters of color, aroma had very significant effect and organoleptic parameters of taste and texture had no significant effect on cookies products. Based on the organoleptic assessment, the selected treatment (U1) was obtained with an average score of color, aroma, taste, and texture i.e 3.43 (rather like), 3.67 (like), 3.47 (rather like) and 3.57 (like), respectively. The water, ash, fat, protein, carbohydrate and fiber content of sample U1 were 3.11, 2.47%, 17.23%, 12.32%, 64.87%, and 2.79%. The IC50 value of U1 sample was very weak category approximately 505.13 ppm.Keywords: Purple yam, organoleptic, nutritional value, antioxidant activity, cookies.ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mempelajari pengaruh subtitusi tepung uwi ungu terhadap nilai organoleptik, gizi dan aktivitas antioksidan pada cookies. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan subtitusi tepung uwi ungu (TT= tepung terigu) dan (TUW = tepung uwi ungu) terhadap karakteristik cookies dengan variasi penambahan tepung uwi yang berbeda yaitu, TT:TUW ; U1(100:0), U2(90:10), U3(70:30), U4(50:50), U5(30:70). Data dianalisis menggunakan Analisis ragam (Analysis of Varian) dan dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf kepercayaan 95% (α=0,05) dan uji T (T-Test) pada taraf signifikan 0.05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai organoleptik parameter warna, aroma berpengaruh sangat nyata dan organoleptik parameter rasa serta tekstur berpengaruh tidak nyata pada produk cookies. Berdasarkan penilaian organoleptik diperoleh perlakuan terpilih (U1) dengan skor rerata warna, aroma, rasa dan tekstur berturut-turut 3.43 (agak suka), 3.67 (suka), 3.47 (agak suka) dan 3.57 (suka). Kadar air, abu, lemak, protein, karbohidrat dan serat pada sampel U1 yaitu 3.11, 2.47 %, 17.23 %, 12.32 %, dan 64.87 %, dan 2.79 %. Nilai IC50 sampel U1 yaitu 505.13 ppm dengan kategori sangat lemah.Kata kunci: Uwi ungu, organoleptik, nilai gizi, aktivitas antioksidan, cookies.

Filter by Year

2016 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 3 (2024): Vol 9, No 2 (2024): Vol 9, No 1 (2024): Vol 8, No 6 (2023): Vol 8, No 5 (2023): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 8, No 5 (2023): Vol 8, No 4 (2023): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 8, No 3 (2023): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 8, No 2 (2023): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 8, No 1 (2023): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 7, No 6 (2022): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 7, No 5 (2022): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 7, No 4 (2022): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 7, No 3 (2022): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 7, No 2 (2022): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 7, No 1 (2022): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 6, No 6 (2021): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 6, No 5 (2021): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 6, No 4 (2021): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 6, No 3 (2021): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 6, No 2 (2021): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 6, No 1 (2021): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 5, No 6 (2020): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 5, No 5 (2020): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 5, No 4 (2020): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 5, No 3 (2020): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 5, No 2 (2020): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN Vol 5, No 1 (2020): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN Vol 4, No 6 (2019): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN Vol 4, No 5 (2019): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN Vol 4, No 4 (2019): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN Vol 4, No 3 (2019): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN Vol 4, No 2 (2019): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 3, No 6 (2018): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 3, No 5 (2018): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN Vol 3, No 5 (2018): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN Vol 3, No 4 (2018): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN Vol 3, No 3 (2018): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN Vol 3, No 2 (2018): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN Vol 3, No 1 (2018): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN 2017: PROSIDING SEMINAR NASIONAL FKPT-TPI 2017 Vol 2, No 6 (2017): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN Vol 2, No 5 (2017): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN Vol 2, No 4 (2017): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN Vol 2, No 3 (2017): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN Vol 2, No 2 (2017): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN Vol 2, No 1 (2017): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN Vol 1, No 3 (2016): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 1, No 2 (2016): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 1, No 1 (2016): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN More Issue