cover
Contact Name
Sulha
Contact Email
ojs_mk@uho.ac.id
Phone
+628114097029
Journal Mail Official
ojs_mk@uho.ac.id
Editorial Address
Kampus Hijau Bumi Tridharma, Jl. H.E.A. Mokodompit, Anduonohu, KENDARI 93232
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Media Konstruksi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : 25032712     DOI : http://dx.doi.org/10.33772/jmk.v7i2
Adapun bidang-bidang yang tercakup di dalam ruang lingkup Jurnal Media Konstruksi, namun tidak terbatas pada, antara lain: - Teknologi Informasi dan Komunikasi - Pemukiman dan Bencana - Bangunan Berorientasi Lingkungan - Transportasi - Teknologi Proses - Kelautan - Geoteknik - Struktur - Manajemen Konstruksi - Keairan
Articles 173 Documents
PENGUJIAN MATERIAL DESA AMBAIPUA KECAMATAN RANOMEETO, KABUPATEN KONAWE SELATAN SEBAGAI KONSTRUKSI JALAN Ibnu Ramadhan; Sulha Sulha; Wayan Mustika; Mursalim Ninoy La Ola
Media Konstruksi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 8, No 3 (2023)
Publisher : PRODI D3 TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jmk.v8i3.35304

Abstract

Soil is one of the construction materials that must be considered its role. Earthfill buildings, river embankments and highway embankments all use economical land as construction material however, as with other constructions land must be used after going through a quality control/testing process. One of them is by means of compaction in order to obtain a soil that is stable and of structural value. Good subgrade strength will support the strength of the structure above it, where strength can be obtained by compaction. The strength of the soil itself is influenced, among other things, by the characteristics of the soil itself, this is evidenced in cases where excessive compaction of the soil actually causes the soil structure to be damaged and does not reach the expected maximum density. Compaction effort is one of the ways to improve/strengthen soil stability, therefore the soil material used must meet the applicable requirements, if this does not meet the requirements then it is certain that the soil material cannot be used as material for road and building works. The material to be used was aggregate derived from natural aggregates (soil). The material used in this study was soil material from Ambaipua Village, Ranomeeto District, South Konawe Regency. Abstrak Tanah merupakan salah satu bahan konstruksi yang harus di perhatikan peranannya. Bangunan urugan, tanggul sungai, dan timbunan jalan raya, kesemuanya menggunakan tanah yang ekonomis sebagai bahan konstruksi walau demikian, sama halnya dengan konstruksi lainnya tanah harus dipakai setelah melalui proses pengendalian mutu/pengujian. Salah satunya adalah dengan cara melakukan pemadatan agar diperoleh tanah yang stabil dan bernilai structural. Kekuatan tanah dasar yang baik akan mendukung kekuatan struktur diatasnya, dimana kekuatannya dapat diperoleh dengan cara melakukan pemadatan. Kekuatan tanah itu sendiri dipengaruhi antara lain oleh karakteristik tanah itu sendiri, hal ini di buktikan pada kasus-kasus dimana pemadatan berlebihan pada tanah justru menyebabkan struktur tanah menjadi rusak dan tidak mencapai kepadatan maksimum yang diharapkan. Usaha pemadatan adalah salah satu cara yang dilakukan untuk memperbaiki/memperkuat stabilitas tanah, oleh karena itu material tanah yang dipakai harus nmemenuhi syarat-syarat yang berlaku, apabila hal ini tidak memenuhi syarat maka dapat dipastikan bahwa material tanah tersebut tidak dapat di jadikan sebagai bahan pada pekerjaan jalan maupun bangunan. Material yang akan digunakan adalah agregat yang berasal dari agregat alam (tanah). Material yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah material tanah yang berasal dari Desa Ambaipua, Kecamatan Ranomeeto Kabupaten Konawe Selatan.
IDENTIFIKASI KERUSAKAN JALAN MENGGUNAKAN METODESSURFACE DISTRESS INDEX (SDI) (STUDI KASUS: JALAN BELIMBING ANDUONOHU KECAMATAB POASIA KOTA KENDARI) Suratman Aldin; Try Sugiyarto Soeparyanto; La Ode Muhamad Nurrakhmad Arsyad
Media Konstruksi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 8, No 3 (2023)
Publisher : PRODI D3 TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jmk.v8i3.35702

Abstract

AbstractBelimbing Anduonohu Road, Poasia District, Kendari City is a local road with a total length of 1.5 km. The purpose of this research is to identify the type of road pavement damage using the SDI Method, determine the value of road surface conditions, provide solutions to road damage. This research method is using the Surface Distress Index (SDI) method and the length of the segment is 100m. The results of this study are that there are 4 elements of damage, namely the percentage of crack area, crack width, number of holes, depth of ruts. With the SDI value obtained, it has an average value of 51 which is included in the value range of 50 - 100 for moderate road conditions, with the worst level of damage found in segment II, with an SDI value of 245 severely damaged conditions, while the lowest value is in segment VII with an SDI value of 0 good conditions. So the way to handle it for moderate conditions is to immediately repair it with maintenance handling. While in severely damaged conditions it can be repaired with periodic maintenance and reconstruction.AbstrakJalan Belimbing Anduonohu Kecamatan Poasia Kota Kendari merupakan jalan lokal dengan panjang keseluruhan 1,5 km, Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis kerusakan pekerasan jalan dengan menggunakan Metode SDI, mengetahui nilai kondisi permukaan jalan, memberikan solusi pada kerusakan jalan. Metode Penelitian ini adalah menggunakan metode Surface Distress Indeks (SDI) dan Panjang persegmennya yaitu 100 m. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat 4 unsur kerusakan yaitu Persentase luas retak, lebar retak, jumlah lubang, kedalaman bekas roda. Dengan nilai SDI yang di dapatkan yaitu memiliki nilai rata – rata sebesar 51 dimana termasuk pada rentang nilai 50 – 100 untuk kondisi jalan sedang, dengan tingkat kerusakan terparah terdapat pada segmen II, dengan nilai SDI sebesar 245 kondisi rusak berat,  sedangkan nilai terendah terdapat pada segmen VII dengan nilai SDI 0 kondisi baik. Maka cara penangannya untuk kondisi sedang adalah segera diperbaiki dengan penanganan pemeliharaan. Sedangkan pada kondisi rusak berat dapat diperbaiki dengan pemeliharaan berkala dan rekontruksi.
Evaluasi Dimensi Dinding Penahan Tanah Kombinasi Cantilever Wall dan Bore Pile (Studi Kasus: Penanganan Longsor Ruas Jalan Batas Konawe-Konawe Utara) Minmahddun, Anafi
MEDIA KONSTRUKSI Vol 8, No 4 (2023)
Publisher : PRODI D3 TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jmk.v8i4.46643

Abstract

Hasil pelaksanaan pekerjaan bore pile yang tidak mampu memenuhi kedalaman rencana menyebabkan perlunya dilakukan evaluasi terhadap dimensi dinding penahan tanah sehingga tetap mampu mengatasi permasalahan longsor. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dimensi dinding penahan tanah dan bore pile berdasarkan kondisi aktual dilapangan untuk memastikan struktur dinding penahan tanah tetap aman meskipun ada perubahan kedalaman bore pile. Analisis topografi dilakukan untuk mengetahui variasi kemiringan lereng timbunan jalan disepanjang area longsor. Investigasi tanah menggunkan CPT dilakukan untuk mendapatkan gambaran kondisi bawah permukaan pada daerah fondasi DPT. Hasil analisis topografi menunjukkan terdapat tiga kemiringan lereng timbunan jalan yang dapat mewakili keseluruhan area longsoran yaitu 29o, 24 o dan 18 o. Hasil analisis faktor aman menunjukkan perubahan dimensi bore pile menjadi 5 m diperoleh stabilitas geser, stabilita guling, daya dukung tanah dan stabilitas global secara berturut-turut adalah 3,81, 2,28, 11,33 dan 1,65. Kedalaman bore pile 7 m memberikan nilai faktor aman yang sangat besar diatas standar yang ada sehingga dapat dilakukan optimasi menjadi 5 m menyesuaikan dengan kedalaman maksimum bore pile yang dapat dicapai dilapangan. Hasil analisis faktor aman pada kemiringan lereng timbunan jalan 24o dan 18o tanpa menggunakan bore pile diperoleh seluruh kriteria stabilitas memenuhi standar yang dipersyaratkan. Berdasarkan keseluruhan hasil analisis, tidak perlu dilakukan penyesuaian dimensi DPT akibat pengurangan kedalaman bore pile karena nilai faktor keamanan yang didapatkan masih memenuhi kriteria faktor aman minimum yang dipersyaratkan.
Tinjauan Tingkat Kerusakan Jalan Berdasarkan Metode Surface Distress Index (SDI) Studi Kasus: Ruas Jalan Brigjen Katamso Kota Kendari Nasar, Ahrun; Mursidi, Baso; Soeparyanto, Try Sugiyarto; Adityawan, Muh. Handy Dwi
MEDIA KONSTRUKSI Vol 8, No 4 (2023)
Publisher : PRODI D3 TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jmk.v8i4.42589

Abstract

Abstrak Jalan Brigjen Katamso is to identify the type of damage to the surface layer, assess the condition of the road surface, provide solutions to overcome it, and calculate the budget plan required for handling costs. The analytical method used is the Surface Distress Index (SDI) method and the segment length is 200 m. The results of this study are that there are 4 elements of damage, namely the percentage of crack area, the average crack width, the number of holes, and the average rutting depth of the ruts. With the SDI value obtained, it has an average value of 53 which is included in the value range of 50-100 for moderate road conditions, with the worst level of damage in segment 7, which has an SDI value of 133, while the lowest value is in segment 6 which has an SDI value of 0. The handling method for alligator cracks is additional layers, elongated cracks, namely crack repair based on the size and level of damage and holes, namely patching throughout the depth. As well as obtaining a budget plan needed for handling damage to the Brigadier General Katamso road, which is Rp. 135,400,000.00-. Abstrak Jalan Brigjen Katamso Kecamatan, Baruga Kota Kendari merupakan jalan 2 arah yaitu jalur kanan dan jalur kiri yang memiliki panjang keseluruhan yaitu 1,6 km, telah mengalami kerusakan yaitu mulai dari retak-retak, kerusakan pada permukaan perkerasan, dan berlubang.. Tujuan dari penelitian Jalan Brigjen Katamso adalah untuk mengidentifikasi jenis kerusakan lapis permukaan, menilai kondisi permukaan jalan, memberikan solusi penanggulangannya, dan menghitung rencana angara biaya yang di butuhkan untuk biaya penanganan. Metode analisis yang digunakan adalah metode Surface Distress Indeks (SDI) dan Panjang persegmennya yaitu 200 m persegmen. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat 4 unsur kerusakan yaitu persentase luas retak, rata - rata lebar retak, jumlah lubang, dan rata-rata kedalaman rutting bekas roda. Dengan niai SDI yang di dapatkan yaitu memiliki nilai rata – rata sebesar 53 dimana termasuk pada rentang nilai 50 – 100 untuk kondisi jalan sedang, dengan tingkat kerusakan terparah terdepat pada segmen 7, yang memiliki nilai SDI sebesar 133, sedangkan nilai terendah terdapat pada segmen 6 yang memiliki nilai SDI 0. Cara penangannya untuk retak buaya yaitu lapisan tambahan, retak memanjang, yaitu perbaikan retakan didasarkan pada ukuran dan tingkat kerusakan dan lubang yaitu penaambalan diseluruh kedalaman. Serta didapatkan rencana anggaran biaya yang dibutuhkan untuk penanganan kerusakan jalan Brigjen Katamso yaitu sebesar Rp. 145.4000.000,00-.
Analisis Tingkat Kerusakan Jalan Dengan Metode PCI Pada Ruas Jalan Konawe (Kelurahan Abeli, Kecamatan Abeli, Kota Kendari) Wahyu Permata Natasya, Wa Ode Aulia; Welendo, La; Ahmad, Siti Nurjanah; La Ola, Mursalim Ninoy
MEDIA KONSTRUKSI Vol 8, No 4 (2023)
Publisher : PRODI D3 TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jmk.v8i4.42532

Abstract

Kerusakan jalan yang terjadi di berbagai daerah merupakan permasalahan yang sangat kompleks. Kerusakan tersebut mengakibatkan kerugian, seperti waktu tempuh semakin lama, kemacetan, kecelakaan lalu-lintas dan lain-lain. Nilai kondisi jalan ini nantinya dijadikan acuan untuk menentukan jenis program evaluasi yang harus dilakukan, apakah itu program peningkatan pemeliharaan berkala atau pemeliharaan rutin. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah Untuk mengetahui kondisi dan jenis-jenis kerusakan apa saja yang terjadi pada ruas jalan Konawe (Kelurahan Abeli, Kecamatan Abeli, Kota Kendari), untuk mengetahui faktor-faktor penyebab terjadinya kerusakan permukaan jalan pada ruas jalan Konawe, Untuk mengetahui cara menanggulangi kerusakan permukaan jalan yang terjadi. Dari data yang diperoleh melalui penelitan dilapangan dan dianalisa menggunakan metode PCI (Pavement Condition Index) sehingga diperoleh kondisi kerusakan jalan dalam kondisi baik (good) dengan nilai PCI adalah 59,4. Pada ruas jalan Konawe yang mendominasi jenis kerusakan terbanyak adalah jenis kerusakan lubang, dimana dari hasil penelitian terdapat sebanyak 41 kerusakan lubang. Untuk menanggulangi kerusakan jalan dapat di lakukan dengan cara penambalan lubang (patch), melapis retakan (crack sealing), penutupan permukaan, lapisan tambahan, recycle, dan rekostruksi.
Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau Di Kawasan Perkotaan (Studi pada Taman Meohai Kel. Punggaloba Kec. Kendari Barat Kota Kendari) Amelia, Wa Ode Melinda; Putri, Tryantini Sundi; Tamburaka, Romy Suryaningrat Edwin; Rachman, Ranno Marlany
MEDIA KONSTRUKSI Vol 8, No 4 (2023)
Publisher : PRODI D3 TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jmk.v8i4.47196

Abstract

RTH Taman Meohai Merupakan taman yang berlokasi di kelurahan punggaloba, Dalam pemanfaatannya, Ruang Terbuka Hijau Taman Meohai di gunakan sebagai taman bermain anak dan juga tempat refleksi untuk sebagian masyarakat. Jika ruang terbuka hijau taman meohai tidak di perhatikan dan di atur dengan baik maka dapat menimbulkan hal-hal negatif sehingga perlu di butuhkan pengelolaan yang baik dari pemerintah terhadap keberadaan RTH taman meohai berdasarkan fungsi esktrinsiknya tentang fungsi terhadap sosial dan budaya, fungsi estetika, dan fungsi ekonomi, seperti yang tertera di pada Peraturan Menteri PU Nomor.05/PRT/M/2008. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan RTH taman meohai berdasarkan Permen PU No. 5/PRT/M/2008 serta mengetahui pengelolaan RTH taman meohai. Dalam penelitian ini memakai metode analisis campuran (kuantitatif dan kualitatif) dengan kuesioner, wawancara ke masyarakat, dan melakukan observasi langsung untuk mendapatkan data dan informasi yang menunjang tujuan penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa RTH Taman Meohai dapat dikatakan layak menurut Permen PU Nomor 5 Tahun 2008 dan di kategorikan sebagai taman kelurahan. RTH Taman Meohai memiliki Koefisien Daerah Hijau (KHD) sebesar 87% pihak yang terlibat dalam pengelolaan taman meohai diantaranya pemeritah kota kendari sebagai pengelola taman yaitu dinas pertamanan dan kebersihan.
Identifikasi Jenis Kerusakan Lapis Perkerasan Jalan Raya dan Upaya Penanganan Dengan Metode Pavement Condition Index (PCI) Studi Kasus Jl. Halu Oleo Kota Kendari Sulawesi Tenggara Rasi, Laode Mulia; Welendo, La; Soeparyanto, Try Sugiyarto; Sulha, Sulha
MEDIA KONSTRUKSI Vol 8, No 4 (2023)
Publisher : PRODI D3 TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jmk.v8i4.44145

Abstract

Road damage that occurs in various areas in Kendari City, especially in the Jalan Halu Oleo area, is currently a complex problem and the losses received are very large, especially for road drivers, such as accidents where drivers brake suddenly because there are potholes and accidents occur people who ask for repairs so that various damages can be quickly resolved¸ the aim of this research is. To identify the type of road damage that occurs on the pavement Surface of Jalan Halu Oleo, Kendari City using the PCI method.. This activity aims to obtain an actual picture of the road damage that occurred on the road on Jalan Halu Oleo, Kendari City. From the results of research and data analysis can be concluded as follows, the dominant damages occurred on the Halu Oleo road section, Kendari City, namely the type of patch damage, the type of crocodile skin crack damage, the type of perforated damage, the type of longitudinal crack damage, the type of joint crack damage, the type of edge crack damage, and the type of checkered crack damage. On the Halu Oleo road, Kendari City, the type of damage that dominates the most is the type of patch damage. Which in the results of the study the types of patch damage amounted to 19 damage that occurred on the Halu Oleo road, Kendari City. From the data obtained through research in the field, it was analyzed using the Pavement Condition Index (PCI) method so that the condition of road damage on the Halu Oleo road in Kendari City was in very good condition. Evaluation of damage on the Halu Oleo road in Kendari City, this is indicated by a PCI value of 66.1 meaning that the damage that occurred on the Halu Oleo road in Kendari City is still in good condition, but in certain segments it shows indications of damage. Determination of handling based on the standard method of the Director General of Highways 1995 used is asphalt sprinkling, patching, and leveling. Abstrak Kerusakan jalan yang terjadi diberbagai daerah di Kota Kendari terutama didaerah Jalan Halu Oleo, saat ini merupakan permasalahan yang kompleks dan kerugian yang diterima sungguh besar terutama bagi pengendara jalan, seperti kecelakaan pengendara mengerem mendadak karena ada lubang dan terjadi kecelakaan, bahkan seringkali muncul kritik dari masyarakat yang meminta untuk melakukan perbaikan agar berbagai kerusakan dapat cepat teratasi, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis kerusakan jalan yang terjadi pada permukaan perkerasan ruas Jalan Halu Oleo, Kota Kendari dengan menggunakan metode PCI. Kegiatan ini bertujuan untuk memperoleh gambaran aktual mengenai kerusakan jalan yang terjadi pada ruas jalan di Jalan Halu Oleo, Kota Kendari. Dari hasil penelitian dan analisa data dapat disimpulkan sebagai berikut, kerusakan-kerusakan yang dominan terjadi pada ruas jalan Halu Oleo Kota Kendari yaitu jenis kerusakan tambalan, jenis kerusakan retak kulit buaya, jenis kerusakan berlubang, jenis kerusakan retak memanjang, jenis kerusakan retak sambung, jenis kerusakan retak pinggir, dan jenis kerusakan retak kotak-kotak. Pada ruas jalan Halu Oleo Kota Kendari yang mendominasi jenis kerusakan terbanyak adalah jenis kerusakan tambalan. Yang dimana dalam hasil penelitian jenis kerusakan tambalan berjumlah 19 kerusakan yang terjadi diruas jalan Halu Oleo Kota Kendari. Dari data yang diperoleh melalui penelitian di lapangan dianalisa dengan menggunakan metode Pavement Condition Index (PCI) sehingga diperoleh kondisi kerusakan jalan pada ruas jalan Halu Oleo Kota Kendari dalam kondisi Sangat baik. Evaluasi kerusakan di ruas jalan Halu Oleo Kota Kendari, hal ini ditunjukkan dengan nilai PCI 66.1 berarti kerusakan yang terjadi diruas jalan Halu Oleo Kota Kendari masih dalam kondisi baik, namun pada beberapa segmen tertentu menunjukkan indikasi kerusakan. Penetuan penanganan berdasakan metode standar Dirjen Bina Marga 1995 yang digunakan ialah laburan aspal, penambalan, dan perataan.
Evaluasi Kapasitas Tampung Sungai Konto Menggunakan Software HEC-RAS Abidin, Zainal; Nugroho, Meriana Wahyu; Ramadhani, Rahma
MEDIA KONSTRUKSI Vol 8, No 4 (2023)
Publisher : PRODI D3 TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jmk.v8i4.47203

Abstract

The Konto River is an important river in East Java, Indonesia. It has its headwaters in the Argowayang-Anjasmoro Mountains in Malang District and flows northwest through Kediri District before emptying into the Brantas River in Jombang District. This river is a very important source of water, transportation, and agricultural land for the people of Jombang Regency and its surroundings. The purpose of this study is to determine the cross-sectional capacity of the downstream Konto River and reduce the impact of flooding on the surrounding community. The hydrological analysis used rainfall data from rain gauge stations STA Gudo, STA Bandar Kedungmulyo, and STA Perak to estimate the plan flood discharge. The results show that the Konto River embankment has an average area of 199.48 m² from STA 9+000 to 12+500, with a volume capacity of 718,138.00 m³.
Analisis Tingkat Layanan Jalan Dengan Strategi Quality Function Deployment (QFD) Pada Ruas Jalan Raya Papar, Kediri Azizah, Lutviana; Susilowati, Susilowati
MEDIA KONSTRUKSI Vol 8, No 4 (2023)
Publisher : PRODI D3 TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jmk.v8i4.43410

Abstract

Kemacetan aktivitas ada kalanya berlangsung di kota metropolis, lebih spesifiknya dalam penelitian ini di jalan raya Papar, Kediri. Penyebab kemacetan di jalan ini karena kehati-hatian pengguna jalan untuk mematuhi rambu-rambu aktivitas dan banyaknya kendaraan ukuran besar yang melewati jalan tersebut. Tujuan dari pertimbangan ini adalah untuk menentukan karakteristik jalan dan tingkat manfaat jalan. Strategi investigasinya adalah Quality Function Deployment (QFD). Hasil pemikiran karakteristik kegiatan Senin 2186,8 smp/jam, Minggu 2585,75 smp/jam. Tingkat manfaat jalan Senin 0,75 (D). Minggu 0,89 (E). Tiga ciri dengan skor tertinggi yang harus dikalahkan adalah kebutuhan kemajuan pelaksanaan, kedamaian berkendara 4,18, keselamatan berjeda di lampu merah 4,00 dan kedamaian jalan 3,94. Tiga kegiatan kebutuhan yang harus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan klein jalanan, khususnya perluasan jalur luar biasa untuk kendaraan roda dua 23,05, seimbang dengan pedoman kemajuan geometris jalan 21,11, perubahan biaya yang diambil sesuai dengan kebutuhan pengemudi 17,13
Analisis Stabilitas pada Bangunan Revetment Pantai Bungkutoko (Studi Kasus, Kelurahan Bungkutoko,Kecamatan Abeli,Kota Kendari) Saputra, Iksan Ade; Sarita, Umran; Muriadin, Muriadin; Rustan, Fathur Rahman
MEDIA KONSTRUKSI Vol 8, No 4 (2023)
Publisher : PRODI D3 TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jmk.v8i4.42746

Abstract

Abstract Shoreline change is a form of dynamization of the coastal area that occurs continuously. This change occurs in coastal areas in the form of erosion of coastal bodies. These processes occur as a result of the movement of sediments, currents, and waves that interact with the beach area directly. As happened on Bungkutoko Beach, there is a need for countermeasures. This study aims to determine slope countermeasures with revetment buildings. (Safety Factor, SF) and can find out the cost of slope countermeasures with revetment buildings on Bungkutoko beach. The method of collecting data in the field is using the field observation method, where soil testing is carried out, then topography measurements and sea tide measurements are carried out. The results of the stability analysis with Revetment reinforcement using Plaxis software at a slope height of 6.2 meters determined the value (SF) of the original slope, namely 1,183 < 1.25 and the slope with revetment, namely 1,795 > 1.25 after determining the value of the slope with the Revetment building (Safe). Cost to carry out the work slope management with Revetment namely Rp. 521.300.000.00,- (Five Hundred Twenty One Million Three Hundred Thousand Rupiah). Abstrak Perubahan garis pantai merupakan salah satu bentuk dinamisasi kawasan pantai yang terjadi secara terus menerus. Perubahan ini terjadi di kawasan pantai berupa pengikisan badan pantai (abrasi). Proses-proses tersebut terjadi sebagai akibat dari pergerakan sedimen, arus, dan gelombang yang berinteraksi dengan kawasan pantai secara langsung.seperti yang terjadi Di Pantai Bungkutoko dengan demikian perlunya adanya penanggulangan.Penelitian ini bertujuan Untuk Mengetahui penanggulangan lereng dengan bangunan revetment Pada Pantai Bungkutoko memenuhi (Safety Factor,SF) dan Dapat mengetahui biaya penanggulangan lereng dengan bangunan revetment pada pantai Bungkutoko. Metode pengumpulan data di lapangan yaitu menggunakan metode observasi lapangan, dimana dilakukan pengujian tanah, kemudian dilakukan pengukuran topografi dan pengukuran pasang surut air laut. Hasil analisis stabilitas dengan perkuatan Revetment menggunakan software Plaxis pada ketinggian lereng 6,2 meter ditentukan nilai (SF) lereng asli yaitu 1.183 < 1.25 dan lereng dengan revetment yaitu 1.795 > 1.25 setelah menentukan nilai lereng dengan bangunan Revetment (Aman). Biaya untuk melaksanakan pekerjan penanggulangan lereng dengan Revetment yakni Rp. 521.300.000.00,- (Lima Ratus Dua Puluh Satu Juta Tiga Ratus Ribuh Rupiah).