cover
Contact Name
Sulha
Contact Email
ojs_mk@uho.ac.id
Phone
+628114097029
Journal Mail Official
ojs_mk@uho.ac.id
Editorial Address
Kampus Hijau Bumi Tridharma, Jl. H.E.A. Mokodompit, Anduonohu, KENDARI 93232
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Media Konstruksi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : 25032712     DOI : http://dx.doi.org/10.33772/jmk.v7i2
Adapun bidang-bidang yang tercakup di dalam ruang lingkup Jurnal Media Konstruksi, namun tidak terbatas pada, antara lain: - Teknologi Informasi dan Komunikasi - Pemukiman dan Bencana - Bangunan Berorientasi Lingkungan - Transportasi - Teknologi Proses - Kelautan - Geoteknik - Struktur - Manajemen Konstruksi - Keairan
Articles 173 Documents
Metode Pelaksanaan Pekerjaan Bore Pile Jembatan Teluk Kendari Tryagum Tryagum; Sulha Sulha; Wayan Mustika
Media Konstruksi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : PRODI D3 TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jmk.v8i2.28767

Abstract

AbstractThe government continues to promote infrastructure development outside Java as an effort to equalize development, including Kendari City. This study aims to determine the implementation method, requirements and standards of bore pile work in the Kendari Bay Bridge project. The results of the research on the method of carrying out bore pile work on the Kendari Bay Bridge project include a series of preparations for casing bore pile erection, mobilization of bore pile steel casing, erection of bore pile steel casing, connection of bore pile steel casing, setting of RCD tools then drill bore pile points to the desired depth. specified on the plans, rebar installation, bore pile casting. Material requirements and standards used in bore piles for concrete use high-strength SCC (Self Compacting Concrete) concrete with a quality of fc 30 Mpa, by adding Retarder RD, Super Plastic SP and Fly Ash.AbstrakPengembangan infrastruktur di luar pulau Jawa terus digenjot pemerintah sebagai upaya pemerataan pembangunan, termasuk Kota Kendari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode pelaksanaan, syarat dan standar pekerjaan bore pile di proyek Jembatan teluk Kendari. Hasil penelitian metode pelaksanaan pekerjaan bore pile pada proyek Jembatan Teluk Kendari antara lain rangkaian persiapan pemancangan casing bore pile, mobilisasi casing baja bore pile, pemancangan casing baja bore pile, penyambungan casing baja bore pile, setting alat RCD kemudian bor titik bore pile sampai kedalaman yang telah ditentukan pada gambar rencana, instalasi rebar, pengecoran bore pile. Syarat dan standar material yang dipakai pada bore pile untuk beton menggunakan beton mutu tinggi SCC (Self Compacting Concrete)  dengan mutu fc 30 Mpa, dengan menambahkan Retarder RD, Super Plasitis SP dan Fly Ash.
Analisis Perbandingan Penggunaan Quarry Abeli Dan Quarry Simbo Berdasarkan Waktu Dan Biaya (Studi Kasus : Proyek Pembuatan Jalan Inspeksi Bandar Udara Haluoelo) Abdul Rajab; Sulha Sulha; Fitriah Fitriah
Media Konstruksi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : PRODI D3 TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jmk.v8i2.32659

Abstract

Optimization of construction projects is very important because many projects have had their work schedule stopped due to funding problems and soaring material prices. One type of project that is of concern in terms of cost optimization is a road pavement project. This huge cost is inseparable from the procurement of the materials needed for road construction, what's more, quarry materials are not available around the project site and to bring in these materials is increasingly expensive. The purpose of this study is to analyze how to compare costs and compare the duration of time required between the use of the Abeli Quarry and the Simbo Quarry. Based on the calculation results, the time needed to replace subgrade using simbo quarry is done by 1 person the foreman, 10 units of dump trucks and 1 unit of excavator is 14 days while for abeli quarry with the same number of workers and equipment it can be done in 28 days. Based on the results of the calculation of the budget plan, the cost required for subgrade replacement work using quarry simbo is Rp. 538,102,160.00 while for the abeli quarry it is Rp. 1,048,254,320.00 with a difference of Rp. 510,152,160.00. The duration of time needed for subgrade replacement work using abeli quarry is 28 days while for simbo quarry is 14 days. Where the difference in time is 14 days with a comparison percentage of 50%.Optimalisasi pada proyek konstruksi menjadi sangat penting karena banyak proyek yang jadwal pekerjaannya dihentikan karena masalah dana dan harga material yang melonjak. Salah satu jenis proyek yang menjadi perhatian dalam hal pengoptimalisasian biaya adalah proyek perkerasan jalan (pavement). Biaya yang besar ini tidak terlepas dari pengadaan material yang dibutuhkan untuk pembangunan jalan apa lagi quarry material tidak tersedia disekitar lokasi proyek dan untuk mendatangkan material-material itu semakin mahal. Adapun tujuan penelitian ini, yaitu Untuk menganalisa Bagaimana perbandingan biaya dan perbandingan durasi waktu yang dibutuhkan antara quarry abeli dan quarry simbo. Berdasarkan hasil perhitungan, waktu yang dibutuhkan Pada penggantian tanah dasar dengan mengunakan quarry simbo yang dikerjakan oleh 1 orang mandor, 10 unit dump truck dan 1 unit excavator adalah 14 hari sedangkan untuk quarry abeli dengan jumlah pekerja dan peralatan yang sama dapat dikerjakan dalam waktu 28 hari. Berdasarkan hasil perhitungan rencana anggaran biaya, biaya yang dibutuhkan perkerjaan penggantian tanah dasar dengan menggunakan quarry simbo adalah Rp. 538.102.160,00 sedangkan untuk quarry abeli adalah Rp.1.048.254.320,00 dengan selisih sebesar Rp.510.152.160,00. Durasi waktu yang dibutuhkan untuk pekerjaan penggantian tanah dasar menggunakan quarry abeli yakni 28 hari sedangkan untuk quarry simbo yakni 14 hari. Dimana selisih waktunya yakni 14 hari dengan persentase perbandingan 50%.
Tinjauan Mutu Agregat Lapis Pondasi Kelas A Pada Pekerjaan Peningkatan Kapasitas Struktur Jalan Asphalt Hot Mix Ac-Bc (Studi Kasus Quarry Desa Amesiu Kecamatan Pondidaha Kabupaten Konawe) Ikhsar Ikhsar; Umran Sarita; Wayan Mustika; Anafi Minmahddun
Media Konstruksi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : PRODI D3 TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jmk.v8i2.29279

Abstract

Road is a transportation infrastructure that functions to support human activities and needs in terms of mobility to achieve economic and non-economic goals. The purpose of this research was  to find out class A aggregate material quality usedwith refers to the general specifications of Bina Marga in 2018. Theresearch carried out by surveying the locations stock pile, this method was needed to obtain primary and secondary data. The results of testing the characteristics of the aggregate, the results obtained  Sieve analysis tests have met the specifications for class A aggregate, specific gravity of coarse aggregate is 3.20, specific gravity of fine aggregate is 2.81, density of loose coarse aggregate is 1.58 and dense is 1.82, density of loose fine aggregate is 1.81 and dense 1.90, aggregate wear 24.22%, maximum dry density 2.689 gram/ cm3, optimum moisture content 3.80%, CBR 100% γd maximum 142%, CBR 95% γd maximum 108%.conclusionIn Class A aggregate material used Fulfill General Specifications for Highways 2018 (Division 5). Jalan merupakan suatu prasarana transportasi yang berfungsi mendukung aktivitas dan kebutuhan manusia dalam hal  mobilitas untuk mencapai tujuan ekonomi dan non ekonomi. Tujuan  penelitian ini untuk mengetahui mutu material agregat kelas A yang digunakan dengan mengacu pada spesifikasi umum Bina Marga tahun 2018. Metode penelitian dilakukan  dengan melakukan survey pada lokasi stock pile, metode ini  dibutuhkan untuk mendapatkan data primer dan  sekunder. Hasil pengujian karakteristik agregat , diperoleh  hasil  pengujian analisa saringan telah memenuhi spesifikasi agregat kelas A,  berat jenis agregat kasar 3,20  , berat jenis agregat halus 2,81 , berat isi agregat kasar lepas 1,58 dan padat 1,82, berat isi agregat halus lepas 1,81 dan padat 1,90, keausan agregat 24,22%, kepadatan kering maksimum 2,689 gram/ cm3, kadar air optimum 3,80%, nilai CBR 100% γd maksimum 142%, CBR 95% γd maksimum 108%. Kesimpulannya material agregat kelas a yang digunakan memenuhi Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 (Divisi 5).
Pengujian Kelayaksan Material Gunung Bente Desa Madampi Kecamatan Lawa Kabupaten Muna Barat Sebagai Lapis Pondasi Kelas A Muhamad Nasrul; Muhamad Handy Dwi Adityawan; Wayan Mustika
Media Konstruksi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : PRODI D3 TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jmk.v8i2.29913

Abstract

"This research aims to determine the feasibility of Mount Bente Material in Madampi Village as a Class Foundation Layer. From the results of research in the laboratory that based on existing tests, the characteristics of the material for Mount Bente in Madampi Village are not suitable for use as a class A road pavement layer because they do not meet the General Highways 2018 specifications (Devision 5). In testing the aggregate sieving analysis of Mount Bente in Madampi Village does not meet General Specifications for Bina Marga 2018 Revision 2 (Division 5) on sieve numbers 1”, 40, and 200 For Class A foundation layer, For laboratory CBR testing of class A aggregates, Mount Bente material, Madampi Village, Lawa District, Muna Barat Regency, 66% also do not meet the Standards specifications implied is 90%.”“Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan Material Gunung Bente Desa Madampi Sebagai Lapis Pondasi Kelas. Dari hasil penelitian dilaboratorium bahwa berdasarkan pengujian yang ada, karakteristik dari material Gunung Bente Desa Madampi tidak layak digunakan sebagai lapis perkerasan jalan kelas A karena tidak memenuhi spesifikasi Umum Bina Marga 2018 (Devisi 5).Pada pengujian analisa saringan agregat Gunung Bente Desa Madampi tidak memenuhi Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 Revisi 2 (Divisi 5) pada saringan nomor 1”, 40, dan 200 Untuk lapis Pondasi Kelas A, Untuk pengujian CBR laboratorium agregat kelas A material Gunung Bente Desa Madampi Kecamtan Lawa Kabupaten Muna Barat 66 % juga tidak memenuhi Standar spesisifikasi yang diisyaratkan yaitu 90%.”
Analisa Faktor Kerusakan Jalan Pada Perkerasan Ruas Jalan Poros Walengkabola Kabupaten Muna Abdul Rajab; Siti Nurjanah Ahmad; Anafi Minmahddun
Media Konstruksi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : PRODI D3 TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jmk.v8i2.29945

Abstract

The increase in traffic volume on the Walengkabola road section resulted in a lot of damage at several points such as cracks, damage to the pavement surface, and potholes. This study aims to analyze the level of road damage at one point along 1 km and provide recommendations for handling that can be used. Analysis of the level of road damage using the Surface Distress Index (SDI) method. The results of the analysis obtained good road conditions 60%, moderate 30% and 10% slightly damaged. The recommended treatment for this section is sealing the cracks, filling the cracks and patching the entire hole.Peningkatan volume lalu lintas pada ruas jalan Walengkabola mengakibatkan banyak kerusakan di beberapa titik seperti retak, rusaknya permukaan perkerasan jalan, dan berlubang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kerusakan jalan pada satu titik sepanjang 1 km dan memberikan rekomendasi penanganan yang dapat digunakan. Analisis tingkat kerusakan jalan menggunakan metode Surface Distress Index (SDI). Hasil analisis diperoleh kondisi jalan baik 60%, sedang 30% dan rusak ringan 10%. Perawatan yang disarankan untuk bagian ini adalah menyegel retakan, mengisi retakan dan menambal seluruh lubang.
RENCANA ANGGARAN BIAYA REKONSTRUKSI JALAN LAMBALE-EREKE KAB.BUTON UTARA SEGEMEN 2 Angela Olyvia; Anafi Minmahddun; Sitti Nurjanah Ahmad
Media Konstruksi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 8, No 3 (2023)
Publisher : PRODI D3 TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jmk.v8i3.42743

Abstract

Rencana Anggaran Biaya (RAB) adalah perkiraan nilai uang dari suatu kegiatan (proyek) yang telah memperhitungkan gambar-gambar bestek serta rencana kerja, daftar upah, daftar harga bahan, buku analisis, daftar susunan rencana biaya, serta daftar jumlah tiap jenis pekerjaan. Tujuan dari penelitian ini yaitu Untuk mengetahui total Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang dibutuhkan pada pekerjaan Penyiapan Badan Jalan yang terdiri dari pekerjaan lapis pondasi agregat kelas A, pekerjaan AC-BC, pekerjaan AC-WC, dan pekerjaan Bahu Jalan dengan Perkerasan Beton pada rekonstruksi Jalan Lambale – Ereke Kab.Buton Utara segmen 2. Metode pada penelitian ini yang saya gunakan dalam penelitian ini ialah Metode AHSP dan Menggunakan Aplikasi Excel 2010. Hasil penelitian di dapatkan jumlah biaya untuk pekerjaan item Lapis Pondasi Atas Rp 1.306.106.106 , item pekerjaan Bahu jalan perkerasan beton Rp 594.018.036,25, item pekerjaan AC-BC dan Prime Coat Rp 961.018.885,dan item pekerjaan AC-WC dan Tack Coat Rp 638.271.137. dan total keseluruhan untuk rencana anggaran biaya yang terdiri dari pekerjaan Lapis pondasi atas (LPA),pekerjaan Bahu jalan dengan perkerasan beton, Pekerjaan AC-BC dan pekerjaan AC-WC. Berdasarkan analisis dan pembahasan yang telah diuraikan, maka dapat saya simpulkan bahwa Jumlah anggaran biaya yang diperlukan pada Rekonstruksi Jalan Lambale – Ereke Kab. Buton Utara Segmen 2 dengan panjang jalan 2050 m yang dimulai dari STA 26+375 sampai dengan STA 28+425 yang mencakup perhitungan anggaran biaya untuk pekerjaan Lapis pondasi atas (LPA), AC-BC,AC-WC Dan pekerjaan bahu jalan dengan perkerasan beton yaitu Rp 4.024.330.000,00 (terbilang: Empat Miliar Dua Puluh Empat Juta Tiga Ratus Tiga Puluh ribu rupiah). Budget Plan is an estimate of the monetary value of an activity (project) that has taken into account bestek drawings and work plans, wage lists, material price lists, analysis books, list of cost plan arrangements, and a list of the amount of each type of work. The purpose of this study is to find out the total Budget Plan required for the Road Body Preparation work which consists of class A aggregate foundation layer work, AC-BC work, AC-WC work, and Road Shoulder work with Concrete Pavement in reconstruction. Lambale – Ereke street North Buton district segment 2. The method in the study that I used was AHSP Method and Using the Excel 2010 Application. The results of the study obtained the total cost for the work of the Upper Foundation Layer item Rp. 1,306,106,106, the Shoulder work item concrete pavement Rp. 594.018.036,25, AC-BC and Prime Coat work items Rp. 961,018,885, and AC-WC and Tack Coat work items Rp. 638,271,137. and the overall total for the budget plan which consists of the top layer work , road shoulder work with concrete pavement, AC-BC work and AC-WC work. Based on the analysis and discussion that has been described, I can conclude that the total budget required for the Lambale – Ereke street Reconstruction, North Buton Segment 2 with a road length of 2050 m starting from STA 26+375 to STA 28+425 which includes the calculation of the budget for the work of the top foundation layer, AC-BC, AC-WC and road shoulder work with concrete pavement namely Rp. 4.024.330.000,00 (in words: Four Billion Twenty Four Million Three Hundred Thirty thousand rupiah ).
TINJAUAN FAKTOR KETERLAMBATAN PEKERJAAN STUDI KASUS DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN PROVINSI SULAWESI TENGGARA Tajri Tajri; Baso Mursidi; Fitriah Fitriah; Fathur Rahman Rustan
Media Konstruksi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 8, No 3 (2023)
Publisher : PRODI D3 TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jmk.v8i3.35552

Abstract

Penelitian ini memuat tinjauan akan faktor-faktor keterlambatan pekerjaan konstruksi dengan menggunakan metode House of Risk untuk menganalisis faktor dan penyebab keterlambatan Pembangunan Gedung Induk Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara, maka terdapat 12 (dua belas) poin penyebab keterlambat yang teridentifikasi yaitu kesalahan dalam menentukan kebutuhan tenaga kerja, tenaga kerja yang tidak menetap, kurangnya tenaga kerja manusia yang terampil, kurangnya kehadiran tenaga kerja, materi dan bahan didatangkan dari tempat jauh, minimnya pengaan material yang ada dilapangan, pengiriman bahan dan material yang terlambat, pemantauan dan pengontrolan tidak maksimal, terdapat konflik dan kesalahpahaman, koordinasi yang lemah, prosedur yang tidak tepat, serta pandemic covid-19, yang kemudian dikelompokkan menjadi 3 (tiga) faktor utama keterlambatan yaitu kurangnya tenaga kerja, keterlambatan pengantaran material, dan kurangnya koordinasi dilapangan.
ANALISIS KINERJA SIMPANG BERSINYAL PADA SIMPANG SABILILLAH BLIMBING – KOTA MALANG Candra Prasetyo; Titin Sundari; Rahma Ramadhani; Meriana Wahyu Nugroho
Media Konstruksi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 8, No 3 (2023)
Publisher : PRODI D3 TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jmk.v8i3.42498

Abstract

Dijaman yang semakin modern seperti ini perkembangan teknologi serta ditambah dengan pertumbuhan masyarakat yang semakin menikat membuat pertumbuhan kendaraan juga semakin menikat pesat khususnya dikota Malang. Maka dari itu peneliti melakukan penelitian jalan raya tentang persimpangan terutama di Jl. A. Yani dan Borobudur, dengan lokasi penelitian di persimpangan sabilillah blimbing kota malang. Peneliti ingin memberikan solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan dan meningkatkan kinerja persimpangan, sehingga mencapai kinerja yang lebih baik. Metode dalam penelitian ini yaitu menganalisis data yang diperoleh dengan metode ManualKapasitasJalanIndonesia (MKJI)1997 serta Analisa kinerja Alat PemberiIsyarat LaluLintas (APILL). Berdasarkan hasil penelitian ini, nilai total tundaan masing-masing 42,76 detik dipuncak pagi, 39,7 detik di puncak siang, dan 406,76 detik dipuncak sore hari. Tingkat pelayanan adalah E untuk jam puncak pagi serta siang, dan F untuk puncak sore hari. Analisis kinerja simpang Jl. A. Yani - Jl. Borobudur Blimbing menggunakan resetting multi program dengan 7 siklus, terjadi penurunan nilai tundaan. Pada rentang waktu 06.00 - 18.00, simpang ini mencapai tingkat pelayanan E. Kata kunci: Persimpangan, Fase sinyal, Tundaan, ManualKapasitas JalanIndonesia(MKJI)1997, Alat Pemberi Isyarat LaluLintas (APILL), resetting multiprogram dengan 7 sirklus,
ANALISIS PENGENDALIAN BIAYA DAN WAKTU PADA PROYEK PEMBANGUNAN PASAR ANDOOLO UTAMA KEC. BUKE KAB. KONAWE SELATAN Uchi Musdalifah; Tryantini Sundi Putri; Rini Sriyani; Muh. Handy Dwi Adityawan
Media Konstruksi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 8, No 3 (2023)
Publisher : PRODI D3 TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jmk.v8i3.42946

Abstract

Abstract Project success is influenced by several factors, namely cost, quality, and time. Therefore, an integrated cost and schedule control system is needed so that the monitored parameters can show the exact condition of the project. Eraned Value Method is a method that compares the work that has been completed with the budget provided so that it is known if there is a deviation. This study aims to determine whether the implementation of the project deviates in terms of cost or time. This research uses the Eraned Value Method. The data obtained in this study are RAB, time schedule, and weekly progress reports. This control uses 3 indicators, namely BCWS, BCWP, and ACWP, then analyzes the variant assessment and performance index and estimates the final completion of the project on cost and time. The results of the Earned Value Method analysis obtained until the last week the value of BCWP < BCWS and ACWP = BCWP. For the last week's value CV= Rp.0 and CPI= 1,000 and SV= –Rp.602,802,280.76 and SPI= 0.933. The estimated cost for the remaining work (ETC) is Rp.0 and the estimated project completion time (EAS) is 29 weeks. This cost on the project is within the planned budget but has a deviation on the planned schedule which is for 1 week from the planned time of 28 weeks. Abstrak Keberhasilan proyek dipengaruhi beberapa faktor yakni biaya, mutu, dan waktu. Karena itu diperlukan sistem pengendalian biaya dan jadwal terpadu agar parameter yang dipantau dapat menunjukkan dengan tepat kondisi proyek. Eraned Value Method merupakan metode yang membandingkan pekerjaan yang telah diselesaikan dengan anggaran yang disediakan sehingga diketahui bila terjadi penyimpangan. Peneleitian ini bertujuan mengetahui apakah pelaksanaan proyek terjadi penyimpangan baik dari segi biaya atau waktu. Penelitian ini menggunakan Eraned Value Method. Data-data yang diperoleh dalam penelitian ini RAB, time schedule, dan laporan progress mingguan. Pengendalian ini menggunakan 3 indikator yakni BCWS, BCWP, dan ACWP kemudian dianalisis penilaian varian dan indeks kinerja serta perkiraan penyelesaian akhir proyek pada biaya dan waktu. Hasil analisis Earned Value Method diperoleh hingga minggu terakhir nilai BCWP < BCWS dan ACWP = BCWP. Untuk nilai minggu terakhir CV= Rp.0 serta CPI= 1,000 dan SV= –Rp.602.802.280,76 serta SPI= 0,933. Perkiraan biaya untuk pekerjaan tersisa (ETC) sebesar Rp.0 dan perkiraan waktu penyelesaian akhir proyek (EAS) adalah 29 minggu. Hal ini biaya pada proyek sesuai anggaran yang direncanakan namun mengalami penyimpangan pada jadwal yang direncanakan yakni selama 1 minggu dari waktu yang direncanakan 28 minggu.
PENINGKATAN JALAN MENGGUNAKAN PERKERASAN KAKU (RIGID PAVEMENT) PADA RUAS JALAN NGLAJER BERBEK KABUPATEN NGANJUK Heri Prawoto; Meriana Wahyu Nugroho; Titin Sundari; Rahma Ramadhani
Media Konstruksi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 8, No 3 (2023)
Publisher : PRODI D3 TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jmk.v8i3.43117

Abstract

Rencana teknis pengamanan badan jalan yang dirancang untuk meningkatkan keamanan dan kelancaran lalu lintas jalan di Kabupaten Nganjuk. Melalui identifikasi potensi risiko dan masalah di badan jalan tikungan berbahaya, daerah rawan kecelakaan, atau kelainan geometri lainnya. Tujuan dari penelitian adalah mengetahui tebal perkerasan kaku (rigid pavement) yang dihasilkan oleh Metode AASHTO (1993) dan menentukan hasil perhitungan mencapai tebal perkerasan yang efisien dan ekonomis. Metode nya adalah AASHTO tahun 1993. Hasil dari penelitian adalah perkerasan kaku, tebalnya 32 cm, selain itu, terdapat lapisan lain dalam perkerasan yaitu lean concrete dengan tebal 15 cm, serta base A dengan tebal 15 cm. Metode perencanaan perkerasan AASHTO menunjukkan tebal pelat perkerasan akan meningkat seiring dengan pertumbuhan lalu lintas ekivalen pada masa pakai rencana tersebut. Namun, tebal pelat berkurang jika volume lalu lintas ekivalen menurun. Metode AASHTO 1993 dapat digunakan dalam perencanaan perkerasan jalan di Indonesia karena perhitungannya sudah sesuai atau mendekati kondisi di Indonesia.