cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat)
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : 2502731X     DOI : 10.37887/jimkesmas
Core Subject : Health,
FKM UHO dari berbagai disiplin ilmu kesmas, diantaranya epidemiologi, administrasi kebijakan kesehatan, kesehatan lingkungan, kesehatan kerja, promosi kesehatan, kesehatan reproduksi, biostatistika, dan lain-lain.
Arjuna Subject : -
Articles 550 Documents
DETERMINAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 12-59 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PUUWATU KOTA KENDARI TAHUN 2016 Palino, Inochi Lara; Majid, Ruslan; ainurafiq, ainurafiq
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 2, No 6 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.57 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v2i6.2870

Abstract

ABSTRAKStunting (pendek) berdasarkan umur adalah tinggi badan yang berada di bawah minus dua standardeviasi (<-2SD) dari tabel status gizi WHO child growth standard. Banyak faktor yang dapat memicu seorangbalita dapat menjadi stunting yaitu BBLR, tinggi badan ibu, jarak lahir dan paritas. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui faktor BBLR, tinggi badan ibu, jarak lahir dan paritas sebagai det erminan kejadian stuntingpada balita usia 12-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Puuwatu Kota Kendari 2016. Penelitian ini adalahpenelitian epidemiologi analitik observasional menggunakan desain case control dengan prosedur matching.Populasi dalam penelitian ini 2.186 balita dengan jumlah sampel sebanyak 65 kasus dan 65 kontrol.Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan pendekatan fixed disease pada sampelkasus maupun kontrol. Selanjutnya dilakukan analisis bivariat menggunakan McNemar dan multivariatmenggunakan uji Conditional Logistic Regression. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BBLR (OR=5,5;95%CI=1,200-51,065), tinggi ibu (OR=2,5; 95% CI=1,159-5,832) dan paritas (OR=3,25; 95% CI=1,428-8,305)merupakan determinan kejadian stunting. Jarak lahir (OR= 3; 95%CI= 0,536-30,393) bukan merupakandeterminan kejadian stunting. Pada analisis multivariat, determinan yang paling besar pengaruhnya terhadapkejadian stunting adalah tinggi badan ibu (OR=2,4; 95%CI=1,131-5,371).Kata kunci: stunting, BBLR, tinggi badan ibu, jarak lahir, paritas.
ANALISIS FAKTOR RISIKO KEJADIAN TB PARU BTA POSITIF PADA MASYARAKAT PESISIR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KADATUA KABUPATEN BUTON SELATAN TAHUN 2016 Rohayu, Nurliza; Yusran, Sartiah; Ibrahim, Karma
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 1, No 3 (2016): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.026 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v1i3.1257

Abstract

Tuberkulosis adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh kuman mycobacteriumTuberculosis. Penularan terjadi ketika pasien TB batuk atau bersin, kuman tersebar ke udara dalam bentukpercikan dahak (droplet nuclei). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko antara pengetahuan,kebiasaan merokok, riwayat kontak, kepadatan hunian dan pencahayaan dengan kejadian TB paru BTA positifdi wilayah kerja Puskesmas Kadatua Kabupaten Buton Selatan. Penelitian ini adalah penelitian analitikobservasional dengan metode pendekatan case control study dengan besar sampel 40 responden. Analisis datamenggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji MC Nemar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidakada faktor risiko pengetahuan dengan kejadian TB paru BTA positif (OR = 2,5; 95% CI = 0,815-7,645 (p value =0,18) > α), tidak ada faktor risiko merokok dengan kejadian TB paru BTA positif (OR = 1,33; 95%CI = 0,303 –5,92; p value (1,00) > α), ada faktor risiko antara riwayat kontak dengan kejadian TB paru BTA positif (p value(0,039) < α), (OR = 5;  95%CI = 1,27 – 19,32), ada faktor risiko antara kepadatan hunian dengan kejadian TBparu BTA positif (OR = 8; 95%CI = 1,39 – 46 (p value (0,039) < α), ada faktor risiko antara pencahayaan dengankejadian TB paru BTA positif (OR = 9; 95%CI = 1,64–14,58 (p value (0,021) < α. Rekomendasi dari penelitian inikepada pihak-pihak pengambil kebijakan dan tenaga kesehatan untuk bekerjasama dengan masyarakatsetempat dalam mewaspadai penyakit, dengan mengenali gejala awal, cara penularan hingga pencegahanpenyakit unutk menurunkan angka kejadian kasus TB paru dan terhindar dari risiko terkena penyakit TB paruBTA positif selanjutnya.Kata kunci : Pengetahuan, Rokok, Riwayat Kontak, Kepadatan Hunian, Pencahayaan, TB paru BTA positif
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN KECACINGAN PADA SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI 02 MAWASANGKA KABUPATEN BUTON TENGAH TAHUN 2017 Saif, Zakia; Tina, Lymbran; ainurafiq, ainurafiq
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 7 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (17.488 KB)

Abstract

Infeksi kecacingan digolongkan sebagai neglected diseases oleh World Health Organization (WHO) yaitusuatu penyakit infeksi yang kurang diperhatikan, bersifat kronis tanpa gejala klinis yang jelas, dandampaknya baru terlihat dalam jangka panjang seperti kurang gizi dan gangguan tumbuh kembang sertakognitif pada anak. Penelitian ini bertujan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengankejadian kecacingan pada siswa Sekolah Dasar Negeri 02 Mawasangka Kabupaten Buton Tengah.Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangancross sectional study. Populasi dalam penelitian ini anak kelas 1 sampai dengan kelas V sebanyak 224dengan jumlah sampel sebanyak 67 responden, pengambilan sampel menggunakan simple randomsampling. Data diperoleh dari kuisioner, hasil observasi dan pemeriksaan faces siswa di laboratorium.Berdasarkan data hasil observasi dan kuisioner ditemukan bahwa tidak ada hubungan yang signifikanantara pengetahuan ibu dengan kejadian kecacingan (p=0,725), ada hubungan yang signifikan antarapersonal hygiene dengan kejadian kecacingan (p= 0,032), tidak ada hubungan yang signifikan antarajenis lantai rumah denga kejadian kecacingan (p=0,110), tidak ada hubungan yang signifikan antarakepemilikan jamban keluarga dengan kejadian kecacingan (p=1,0), dan tidak ada hubungan yangsignifikan antara ketersediaan air bersih (p=0,394). Diharapkan Bagi siswa, perlu meningkatkanpengetahuan, memperbaiki personal hygiene tindakan pencegahan kecacingan dengan menjagakebersihan lingkungan dan kebersihan pribadi.Kata Kunci: Kecacingan, Pengetahuan Ibu, Personal Hygiene, Jenis Lantai Rumah. KepemilikanJamban Keluarga, Ketersediaan Air Bersih
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) PADA TENAGA TEKNISI PT PLN (PERSERO) WILAYAH SULSELRABAR SEKTOR PEMBANGKITAN KENDARI UNIT PLTD WUA-WUA KOTA KENDARI TAHUN 2017 Liambo, Indri Syafitri Dewi; Yasnani, Yasnani; Munandar, Sabril
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 2, No 6 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.812 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v2i6.2876

Abstract

Tenaga teknisi yang bertugas untuk melakukan pekerjaan perawatan, pengawasan mesin -mesin yang bertujuanmenghasilkan tenaga listrik untuk masyarakat Kota Kendari yang dapat berpotensi mengalami kecelakaan kerjaakibat perilaku penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) yang kurang baik. Tujuan penelitian untuk mengetahuiadakah hubungan antara sikap, ketersediaan fasilitas APD, pemberian hukuman dan penghargaan dengan perilakupenggunaan alat pelindung diri (APD) pada tenaga teknisi PT PLN (Persero) Wilayah SULSELRABAR SektorPembangkitan Kendari Unit PLTD Wua-Wua Kota Kendari Tahun 2017. Penelitian ini merupakan penelitianobservasional analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Penentuan sampel dalam penelitian inimenggunakan pendekatan exhaustive sampling dengan sampel 42 orang yakni tenaga teknisi. Hasil penelitianyang diperoleh yaitu ada hubungan antara sikap dengan perilaku penggunaan APD pada tenaga teknisi diperolehdengan nilai p-Value = 0,049. Ada hubungan antara ketersediaan fasilitas APD dengan perilaku penggunaan APDpada tenaga teknisi diperoleh dengan nilai p-Value = 0,019. Ada hubungan antara pemberian hukuman danpenghargaan dengan perilaku penggunaan APD pada tenaga teknisi di peroleh dengan nilai p-Value = 0,014. Bagitenaga teknisi untuk mematuhi aturan yang telah diterapkan oleh Unit PLTD Wua -Wua Kota Kendari, karena APDmerupakan upaya pengendalian kecelakaan kerja ditempat kerjaKata Kunci: Perilaku Penggunaan APD, Sikap, Ketersediaan Fasilitas APD, Hukuman dan Penghargaan.
GAMBARAN PENGELOLAAN PERSEDIAAN OBAT DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN MUNA TAHUN 2016 Hasratna, Hasratna; La Dupai, La Dupai; Nurzalmariah, Wa Ode Sitti
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 1, No 3 (2016): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.495 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v1i3.1315

Abstract

Pengelolaan obat merupakan suatu rangkaian kegiatan yang menyangkut aspek perencanaan kebutuhan obat, pengadaan, penyimpanan, pendistribusian pemusnahan obat dan administrasi yang dikelola secara optimaluntuk menjamin terpenuhinya kriteria tepat jenis, tepat jumlah, tepat waktu dan efisien. Pada pengelolaan obatdi Instalasi Farmasi Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Muna tingkat ketersediaan obat masih belum sesuaidengan kebutuhan pelayanan kesehatan karena masih terjadi kekosongan obat dan obat kadaluwarsa sehinggamenyebabkan pasien membeli obat diluar apotik Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Muna. Penelitian inibertujuan untuk mendapatkan informsi lebih mendalam tentang Gambaran Pengelolaan Persediaan Obat diInstalasi Farmasi Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Muna 2016. Ditinjau dari perencanaan kebutuhan obat,pengadaan, penyimpanan, pendistribusian,pemusnahan obat dan administarasi. Jenis penelitian yang digunakandalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan dalam penelitian ini berjumlah 5orang, yang terdiri dari 2 orang informan kunci dan 3 orang informan biasa. Hasil penelitian menunjukan bahwaperencanaan pengelolaan obat berdasarkan metode kombinasi, pengadaan obat menggunakan metode tender,tempat penyimpanan obat masih kurang memadai, pendistribusian obat yang dilakukan baik di Apotik RawatInap dan Rawat Jalan menggunakan sistem resep perorangan, serta belum diadakan pemusnahan obatsedangkan untuk administrasi belum menerapkan sepenuhnya sistem administrasi dimana di Instalasi Farmasibaru menerapkan sistem administarasi  untuk pencatatan dan pelaporan dan untuk pencatatan dan pelaporandilakukan setiap hari dan dilaporkan sekali dalam sebulan.Kata Kunci : Pengelolaan Logistik, Obat, Rumah Sakit
RISIKO FAKTOR ORIENTASI SEKSUAL TERHADAP KEJADIAN HIV/AIDS BERDASARKAN PERILAKU SEKSUAL, NARKOBA PARENTERAL, DAN RIWAYAT IMS DI KOTA KENDARI TAHUN 2017 Mardaniah, Mardaniah; Lestari, Hariati; Junaid, Junaid
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.378 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v3i2.3994

Abstract

HIV adalah singkatan dari “Human Immunodeficiency Virus”. HIV menyerang salah satu jenis dari sel-seldarah putih yang bertugas menangkal infeksi. AIDS adalah singkatan dari Acquired Immunodeficiency Syndromesuatu kumpulan gejala penyakit yang didapat akibat menurunnya sistem kekebalan t ubuh yang disebabkan olehvirus HIV. Indonesia merupakan salah satu negara yang mengalami peningkatan epidemi HIV/AIDS paling pesat didunia. Sulawesi tenggara merupakan provinsi dengan angka kejadian HIV/AIDS yang terus meningkat setiaptahunnya. Homoseksual dan heteroseksual merupakan dua kelompok yang berisiko terhadap kejadian HIV/AIDS.Tujuan penelitian adalah untuk melihat risiko faktor orientasi seksual terhadap kejadian HIV/AIDS berdasarkanperilaku seksual, narkoba parenteral, dan riwayat IMS di Kota Kendari. Penelitian ini menggunakan metodeobservasional analitik dengan pendekatan cross-sectional, dengan jumlah sampel 64 orang yanng telah melakukantes VCT. Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak ada perbedaan risiko faktor orientasi seksual terha dap kejadianHIV/AIDS berdasarkan perilaku seksual (p value homoseksual= 0,945, RP=0,950, CI(95%)=0,299-3,945) dan (p valueheteroseksual= 0,262, RP= 2,143 CI(95%)= 0,569-8,063), tidak ada perbedaan risiko faktor orientasi seksualterhadap kejadian HIV/AIDS berdasarkan narkoba parenteral (p value Homoseksual = 0,489, RP= Tidak dapatdihitung) dan (p value Heteroseksual = 1,000, RP= Tidak dapat dihitung), dan tidak ada perbedaan risiko faktororientasi seksual terhadap kejadian HIV/AIDS berdasarkan riwayat IMS (p value homoseksual= 0,081, RP=2,000,CI(95%)= 0,823-4,861) dan (p value heteroseksual= 0,271, RP=0,933, CI(95%)= 0,221- 3,943). Kelompokhomoseksual dan heteroseksual harusnya menghindari perilaku berisiko, dan mengenali parnert seks merekasebelum berhubungan seksual, serta rutin untuk memeriksakan kesehatan.Kata Kunci : HIV/AIDS, Orientasi Seksual, Perilaku Seksual, Narkoba Parenteral, dan Riwayat IMS.
GAMBARAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) PADA MASYARAKAT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WELALA KECAMATAN LADONGI KABUPATEN KOLAKA TIMUR TAHUN 2015 Miswanto, Miswanto; Yuniar, Nani; bahar, hartati
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 1, No 3 (2016): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.462 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v1i3.1321

Abstract

Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) adalah sekumpulan perilaku yang dipraktikkan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran, yang menjadikan seseorang, keluarga, kelompok ataumasyarakat mampu menolong dirinya sendiri (mandiri) di bidang kesehatan dan berperan aktif dalammewujudkan kesehatan masyarakat melalui pendekatan pimpinan (advokasi), bina suasana (social support)dan pemberdayaan masyarakat (empowerment). Mengetahui gambaran pengetahuan tentang PerilakuHidup Bersih dan Sehat (PHBS) Tatanan Rumah Tangga di Wilayah Kerja Puskesmas Welala KecamatanLadongi tahun 2015. Penelitian ini dilakukan pada bulan September-oktober 2015. Populasi penelitian iniadalah seluruh kepala keluarga di Wilayah Kerja Puskesmas Welala Kecamatan Ladongi yaitu 92 kk. Jumlahsampel adalah 92 Responden yang diambil dari populasi dengan simple random sampling. Metode :penelitian deskriptif dengan pendekatan survey. Hasil : responden terbanyak adalah responden yangdengan kategori tidak berPHBS sebanyak 33 orang (35,9), responden yang terbanyak memiliki pengetahuankurang tentang PHBS yaitu berjumlah 71 orang (77,2%), lebih banyak responden memiliki sikap buruktentang PHBS yaitu berjumlah 65 orang (70,7%) dan yang paling banyak memiliki tindakan buruk tentangPHBS yaitu berjumlah 60 orang (65,2%).Kata kunci : Pengetahuan, Sikap, Tindakan, PHBS
ANALISIS BIAYA SATUAN (UNIT COST) TINDAKAN SECTIO CAESAREA DENGAN METODE ACTIVITY BASED COSTING (ABC) SYSTEM DI RUMAH SAKIT UMUM DEWI SARTIKA KENDARI TAHUN 2017 Baikole, Ulfah Sarmila; sakka, ambo; Paridah, Paridah
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 2, No 7 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.306 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v2i7.3429

Abstract

Rumah Sakit Umum Dewi Sartika menentukan tarif pelayanan menggunakan sistem biaya tradisional yangpenentuan harga pokoknya tidak lagi mencerminkan aktivitas yang spesifik karena banyaknya kategori biaya yangbersifat tidak langsung dan cenderung fixed. Activity based costing (ABC) System adalah salah satu metode alternatifyang dapat digunakan rumah sakit untuk mencegah terjadinya distorsi biaya. Saat ini tindakan bedah caesar sedangmenjadi tren yang semakin meningkat dari tahun ke tahun. Persalinan dengan bedah caesar terus bertambahjumlahnya di berbagai negara, termasuk di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tarif tindakanoperasi sectio caesarea di RSU Dewi Sartika menggunakan ABC System. Metode yang digunakan dalam penelitian iniadalah metode deskriptif kuantitatif yang melibatkan seluruh data keuangan dari Januari 2016-Desember 2016 diRSU Dewi Sartika. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan antara tarif tindakan operasi sectio caesarea yangditetapkan RSU Dewi Sartika dengan tarif unit cost yang dihitung menggunakan metode ABC System. Tarif yangditetapkan rumah sakit sebesar Rp2,950,000 dan tarif unit cost yang dihitung menggunakan metode ABC Systemsebesar Rp1,171,223.Kata Kunci: ABC System, Sectio Caesarea, Tarif, Aktivitas.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN MOTIVASI KERJA PADA PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT JIWA PROVINSI SULAWESI TENGGARA TAHUN 2016 Fitriana, Fitriana; Asfian, Pitrah; Farzan, Amrin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 6 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (17.488 KB)

Abstract

ABSTRAKMotivasi adalah sebuah dorongan yang muncul dari dalam diri seseorang yang akan mengarahkan tindakanseseorang dengan tujuan mencapai suatu hasil yang diinginkannya. Variabel motivasi kerja ini secara operasionaldiukur dengan menggunakan beberapa indikator meliputi kebutuhan, keinginan/harapan, dan lingkungan kerja.Motivasi penting karena motivasi adalah hal yang menyebabkan, menyalurkan dan mendukung perilaku manusiasupaya mau bekerja giat dan antusias mencapai hasil yang optimal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahuihubungan status kepegawaian, masa kerja, rekan kerja, kondisi kerja dan gaji dengan motivasi kerja perawat diruang rawat inap Rumah Sakit Jiwa Provinsi Sulawesi Tenggara. Penelitian ini bersifat kuantitatif denganpendekatan cross sectional, jumlah sampel 45 responden yang berstatus PNS dan Non PNS yang diperoleh daripopulasi 116 dengan menggunakan teknik pengambilan sampel purposive. Data yang diperoleh dalam penelitianini adalah data primer dari kuesioner yang disebarkan kepada perawat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwasebanyak 34 responden (75,6% perawat) memiliki motivasi kerja tinggi dan 11 responden (24,4% perawat)memiliki motivasi kerja rendah. Dari analisis bivariat antar variabel ditemukan bahwa tidak ada yang memilikihubungan signifikan dengan motivasi kerja perawat terhadap status kepegawaian, masa kerja, rekan kerja, kondisikerja dan gaji. Saran bagi yang berwenang tinggi dalam Rumah Sakit Jiwa untuk memperhatikan perawat yangbekerja di setiap ruangan, tidak hanya terpaku pada satu ruangan saja dan berlaku PNS maupun Non PNSsehingga ketepatan waktu bekerja selalu terjaga.Kata Kunci: Motivasi Kerja, Perawat
ASPEK SOSIAL BUDAYA SUKU SASAK TENTANG PEMBERIAN MAKANAN PRELAKTEAL PADA BAYI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LAMBALE KABUPATEN BUTON UTARA TAHUN 2017 Hartinah, Sri Rahayu; La Dupai, La Dupai; Rezal, Farid
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.414 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v3i2.3999

Abstract

Pemberian Air Susu Ibu (ASI) ekskulsif pada bayi masih sangat rendah, hal ini salah satunya di sebabkan olehpemberian makanan prelakteal. Makanan prelakteal yaitu makanan yang diberikan selama 1-3 hari setelahkelahiran atau selama Ibu belum memiliki ASI. Tujuan penelitian ini yakni untuk mengetahui sosial budayamasyarakaat Suku Sasak terhadap pemberian makanan prelakteal pada bayi di salah satu wilayah kerja P uskemasLambale tahun 2017. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informanberjumlah 7 orang yang terdiri atas 3 informan biasa yaitu Ibu yang memiliki bayi kurang dari 6 bulan dan 4 orangsebagai informan kunci yaitu seorang tokoh adat, tokoh agama, belian atau dukun bayi, dan bidan yangmengetahui dengan jelas tentang sosial budaya masyarakat Suku Sasak di Desa tersebut. Hasil penelitian inimenunjukan perilaku sosial budaya masyarakat Suku Sasak di salah satu Wilayah kerja Puskesmas Lambale masihsangat sering dilakukan karena menganggap hal tersebut sudah menjadi warisan turun temurun dari nene kmoyang mereka terutama yang berkaitan dengan pemberian makanan prelakteal pada bayi yaitu berupa madu,kelapa muda dan nasi pakpak. Sosial budaya masyarakat Suku Sasak yang berkaitan dengan mengadakan upacaraperak api atau upacara pemberian nama pada bayi dengan cara mengayunkan bayi diatas bara api yangmelibatkan semua anggota keluarga dan. Diharapkan bagi petugas Kesehatan Mayarakat di Pskesmas Lambaleagar memberikan penyulahan tentang dampak pemberian makanan prelakteal pada bayi dan menekankan aga rmasyarakat di Wilayah Kerja Puskesmas lambale khususnya mayarakat Desa Soloy Agung agar tidak member ikanmakan prelakteal pada bayi.Kata Kunci : Makanan Prelakteal, ASI, Perak api, pakpak

Filter by Year

2016 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 2 (2024): Vol 9, No 1A (2024): Vol 8, No 4 (2023): Vol 8, No 3 (2023): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat) Vol 8, No 3 (2023): Vol 8, No 2 (2023): Vol 8, No 1 (2023): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat) Vol 8, No 1 (2023): Vol 7, No 4 (2022): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat) Vol 7, No 3 (2022): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat) Vol 7, No 1 (2022): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 6, No 4 (2021): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 6, No 3 (2021): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 6, No 2 (2021): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 6, No 1 (2021): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 5, No 4 (2020): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 5, No 3 (2020): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 5, No 2 (2020): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 5, No 1 (2020): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 4, No 4 (2019): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 4, No 3 (2019): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 4, No 2 (2019): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 4, No 1 (2019): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 4, No 1 (2019): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 3, No 4 (2018): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 3, No 4 (2018): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 3, No 3 (2018): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 3, No 2 (2018) Vol 3, No 2 (2018) Vol 3, No 1 (2018): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 3, No 1 (2018): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 8 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 7 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 7 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 6 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 6 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 5 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 5 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 1, No 4 (2016): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 1, No 3 (2016): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 1, No 2 (2016): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat More Issue