cover
Contact Name
La Rudi
Contact Email
jpkim@uho.ac.id
Phone
+6282367771976
Journal Mail Official
jpkim@uho.ac.id
Editorial Address
Jurusan Pendidikan Kimia FKIP Universitas Halu Oleo
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Kimia FKIP Universitas Halu Oleo
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : 25034480     EISSN : 27212963     DOI : http://dx.doi.org/10.36709/jpkim%20uho
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Pendidikan Kimia FKIP Univertsitas Halu Oleo terbit 3 kali setahun yaitu April, Agustus dan Desember setiap tahunnya, dengan menerbitkan artikel ilmiah hasil-hasil penelitian Pendidikan Kimia dan juga Kimia Terapan. Artikel yang akan dimuat dalam pendidikan Kimia FKIP Universitas Halu Oleo harus yang original dan belum pernah dipublikasi di jurnal manapun prosiding dan bebas dari aktivitas plagiarisme. Artikel akan dimuat setelah melalui tahapan review dari reviewer dan dinyatakan bebas dari aktivitas plagiarisme. Focus dan Scope Jurnal Pendidikan Kimia FKIP Universitas Halu Oleo adalah Artikel hasil penelitian pendidikan kimia mencakup: Efektifitas Penerapan model-model pembelajaran Kimia, Penelitian Tindakan kelas, Analisis kesulitan belajar
Articles 80 Documents
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN LITERASI SAINS KIMIA SISWA KELAS XI PADA MATERI POKOK KOLOID Desimah, Desimah; Rafiuddin, Rafiuddin; Dali, Arniah
Jurnal Pendidikan Kimia FKIP Universitas Halu Oleo Vol 4, No 3 (2019): Edisi Desember
Publisher : Jurusan Pendidikan Kimia Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (830.322 KB) | DOI: 10.36709/jpkim.v4i3.11716

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk : (1) karakteristik konsep, (2) profil penguasaan literasi sains siswa,(3) peningkatan literasi sains siswa, (4) perbedaan penguasaan literasi sains siswa antar kelompok kemampuan, (5) perbedaan persepsi sains siswa antar kelompok kemampuan. Berdasarkan hasil analisis ditemukan data: (1) Terdapat 16 label konsep pada materi pokok Koloid, terdiri dari 62,5% konsep yang menyatakan proses, 12,5% konsep yang menyatakan abstrak, dan 25% konsep yang menyatakan prinsip. (2) Skor rata-rata pretest siswa 27,94 lebih rendah dibandingkan skor rata-rata posttest siswa yakni 71,42 (3) Peningkatan literasi sains siswa berdasarkan skor pretest dan posttest dari 19 siswa terdapat 2 orang siswa dalam kategori rendah yaitu 10,52 %, 11 orang dalam kategori sedang yaitu 57,89 % dan 6 orang dalam kategori tinggi 31,57 %, secara keseluruhan rerata N-gain siswa adalah 0,59 termasuk kategori sedang. (4) Tidak terdapat perbedaan penguasaan literasi sains antar siswa kelompok kemampuan tinggi dan sedang dengan t’hitung 0,369< t’tabel 1,77. Terdapat perbedaan penguasaan literasi sains antar siswa kemampuan tinggi dan rendah dengan t’hitung 5,135> t’tabel 2,015, serta siswa kelompok kemampuan sedang dan rendah dengan t’hitung 3,955> t’tabel 1,761 (5) Terdapat perbedaan persepsi siswa pada materi pokok Koloid antar kelompok kemampuan tinggi dan sedang dengan t’hitung 3,454> t’tabel 1,78, serta siswa kelompok kemampuan tinggi dan rendah dengan t’hitung 5,610 > t’tabel 2,015. Tidak terdapat perbedaan persepsi siswa pada materi pokok koloid antar kelompok kemampuan sedang dan rendah dengan t’hitung 1,729< t’tabel 1,77.
PENGARUH HIDROLISIS DAN pH SUBTRAT TERHADAP RENDEMEN DESTILAT HASIL FERMENTASI BUAH SEMU JAMBU METE MENGGUNAKAN RAGI ROTI DAN RAGI TAPE Santiani, Olma; Rahmanpiu, Rahmanpiu; Abraham, Abraham
Jurnal Pendidikan Kimia FKIP Universitas Halu Oleo Vol 4, No 3 (2019): Edisi Desember
Publisher : Jurusan Pendidikan Kimia Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (588.097 KB) | DOI: 10.36709/jpkim.v4i3.11742

Abstract

Pengaruh Hidrolisis Dan pH Subtrat Terhadap Rendemen Destilat Hasil Fermentasi Buah Semu Jambu Mete Menggunakan Ragi Roti Dan Ragi Tape”, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Konsentrasi HCl dalam proses hidrolisis dan pH optimum subtrat yang menghasilkan rendemen destilat tertinggi pada fermentasi buah semu jambu mete menggunakan ragi roti dan ragi tape. Metode yang digunakan adalah eksperimen, diawali hidrolisis buah semu jambu mete dengan konsentrasi HCl 0,05N, 0,1N 0,2N dan pH subtrat 4, 5, dan 6, kemudian dilanjutkan dengan fermentasi secara anaerob selama 60 jam menggunakan ragi roti dan ragi tape. Volume destilat hasil fermentasi diukur dan dihitung rendemennya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada hidrolisis dengan konsentrasi HCl 0.2N dan pH subtrat 5 diperoleh rendemen destilat yang tertinggi baik menggunakan ragi roti (3,92%) maupun ragi tape (3,08%)
PENGARUH VARIASI MASSA KAYU SECANG (Caesalpinia sappan L.) PADA AIR MINUM TERHADAP SIFAT FISIKOKIMIA Azmi, Muh Ulul; Rahmanpiu, Rahmanpiu; Harimu, La
Jurnal Pendidikan Kimia FKIP Universitas Halu Oleo Vol 4, No 2 (2019): Edisi Agustus
Publisher : Jurusan Pendidikan Kimia Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.501 KB) | DOI: 10.36709/jpkim.v4i2.11315

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh massa kayu secang (C. sappan L.) dalam minuman secang terhadap sifat fisikokimia yang sesuai SNI dan untuk mengetahui organoleptik minuman secang. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode eksperimen dengan variasi massa kayu secang (C. sappan L.) sebanyak 1, 2, 3, 4, 6, 8, dan 10 gram dalam 1 liter air. Pengukuran Total Dissolved Solid (TDS) menggunakan alat TDS meter, pengukuran bau, rasa, dan warna diuji secara organoleptik menggunakan 15 orang panelis, dan pengukuran pH menggunakan alat pH meter. Berdasarkan hasil penelitian dan tingkat kesukaan panelis diperoleh perlakuan terbaik yaitu 1 gram dalam 1 liter air dengan nilai Total Dissolved Solid (TDS) 188 mg/L, rata-rata tertinggi tingkat kesukaan panelis terhadap aroma 3,082, terhadap rasa 3,007, dan terhadap warna 2,716 serta nilai pH 6,8.
PENERAPAN PENDEKATAN SAINTIFIK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA SISWA KELAS X MIA SMAN 1 LAMBANDIA MATERI POKOK LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT Kadir, Elfira; Marhadi, Alim; Maysara, Maysara
Jurnal Pendidikan Kimia FKIP Universitas Halu Oleo Vol 4, No 2 (2019): Edisi Agustus
Publisher : Jurusan Pendidikan Kimia Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (620.137 KB) | DOI: 10.36709/jpkim.v4i2.11372

Abstract

Telah dilakukan penelitian dengan judul Penerapan Pendekatan Saintifik untuk Meningkatkan Hasil Belajar pada Siswa Kelas X MIA SMAN 1 Lambandia Materi Pokok Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit.penelitian ini  bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh penerapan pendekatan saintifik dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas X MIA SMAN 1 Lambandia pada materi Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit. Desain penelitin menggunakan Nonequivalent control group design dan teknik pengambilan sampel menggunakan Random Sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X MIA1 sebagai kelas eksperimen yang diberi perlakuan menggunakan pendekatan saintifik dan kelas X MIA2 sebagai kelas kontrol yang diberi perlakuan model pembelajaran langsung. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan pemberian instrumen penelitian berupa soal pilihan ganda berjumlah 20 butir soal, dan lembar observasi. Berdasarkan analisis data diperoleh kesimpulan: (1)Hasil  belajar Kimia siswa yang diajar dengan menggunakan penerapan pendekatan saintifik diperoleh nilai rata-rata 33.54 untuk pre-test dan 81.61 untuk post-test. Sedangkan hasil belajar siswa yang diajar dengan model pembelajaran langsung rata-rata pre-test30.16 dan nilai rata–rata  post-test64.66.(2) Peningkatan hasil belajar siswa setelah pembelajaran dengan menggunakan pendekatan saintifik sebesar  0,72  (kategori tinggi) lebih besar dibandingkan dengan peningkatan hasil belajar siswa pada pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran langsung sebesar 0,47 (kategori sedang). (3) Terdapat perbedaan peningkatan yang signifikan hasil belajar siswa antara pembelajaran yang menggunakan pendekatan saintifik dibandingkan hasil belajar siswa yang diajar dengan menggunakan  model pembelajaran langsung pada materi larutan elektrolit dan non elektrolit
PENGARUH KECEPATAN PENGADUKAN DAN WAKTU ADSORPSI TERHADAP MUTU MINYAK GORENG BEKAS MENGGUNAKAN ADSORBEN ARANG AKTIF AMPAS SAGU (Metroxylon sago sp.) Hardianti, Dian; Ratna, Ratna; Harimu, La
Jurnal Pendidikan Kimia FKIP Universitas Halu Oleo Vol 4, No 3 (2019): Edisi Desember
Publisher : Jurusan Pendidikan Kimia Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (598.711 KB) | DOI: 10.36709/jpkim.v4i3.11717

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kecepatan pengadukan dan  waktu adsorpsi terhadap mutu minyak goreng dengan adsorben arang ampas sagu (metroxylon sago sp.). Metode penelitian ini meliputi pembuatan arang aktif dari ampas sagu, analisis kualitasarang aktif ampas sagu, pemurnian minyak goreng bekas, analisis kualitas minyak goreng hasil pemurnian. Padapenelitian ini akan diamati beberapa variabel yang berpengaruh terhadap proses adsorpsi yaitu   pengaruh kecepatan dan waktu adsorpsi minyak goreng bekasdengan adsorben   arang aktif ampas sagu. Karakteristik permukaan adsorben ampas sagu dianalisis dengan XRF dan BET. Hasil analisis XRF terhadap arang aktif ampas sagu menunjukkan kandungan senyawa oksida terbesar yaitu SiO2 sebesar 8,31% dan analisis BET menunjukkan luas permukaan sebesar 174,81 m2/g. Proses pemurnian minyak goreng bekas menggunakan arang aktif ampas sagu      dipengaruhi oleh kecepatan dan waktu kontak minyak dengan adsorben. Kecepatan pengadukaan dan waktu optimum yang diperoleh untuk menurunkan tingkat kekeruhan, kadar air dan bilangan asam yaitu pada skala 5 dan waktu kontak 60 menit, dengan tingkat kekeruhan sebesar 2,43 NTU, kadar air 0,12% dan bilangan asam 1,16 mg KOH/g.
PROFIL PENGUASAAN LITERASI SAINS DAN PERSEPSI SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING (PjBL) PADA MATERI POKOK REAKSI REDOKS Manginsi, Ranti Sri Juniati; Rafiuddin, Rafiuddin; Abraham, Abraham
Jurnal Pendidikan Kimia FKIP Universitas Halu Oleo Vol 4, No 3 (2019): Edisi Desember
Publisher : Jurusan Pendidikan Kimia Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (791.264 KB) | DOI: 10.36709/jpkim.v4i3.11743

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui karakteristik konsep materi reaksi redoks; (2) Mengetahui profil literasi sains siswa pada materi pokok reaksi redoks; (3) Mengettahui persepsi siswa pada materi pokok reaksi redoks setelah diajarkan dengan model pembelajaran PjBL; (4) Mengetahui apakah terdapat perbedaan penguasaan literasi sains siswa antar kelompok kemampuan yang diajarkan dengan model pembelejaran PjBL pada materi pokok reaksi redoks: (5) Mengetahui apakah terdapat perbedaan persepsi sains siswa antar kelompok kemampuan yang diajarkan dengan model pembelejaran PjBL pada materi pokok reaksi redoks. Berdasarkan hasil analisis ditemukan data: (1) Terdapat 19 label konsep pada materi pokok reaksi redoks, terdiri dari 44,4% yang menyatakan prinsip 44,4% yang menyatakan proses dan 11,1% yang menyatakan sifat dan ukuran atribut; (2) persentase skor posttest tertinggi pada label konsep tata nama senyawa sebesar 30,3% dan persentase skor posstest terendah pada label konsep penentuan oksidator sebesar26,2%; (3) Persentase skor angket tertinggi untuk seluruh kelompok kemampuan sebesar 58%, kelompok kemampuan tinggi 57%, kelompok kemampuan sedang 53% serta kelompok kemampuan rendah 80%. Masing-masing berada pada kategori cukup. Sedangkan presentase terendah sebesar 0% masing-masing berada pada kategori kurang sekali dan sangat baik; (4)Terdapat perbedaan penguasaan literasi sains dengan taraf signifikan 5% antar siswa berkemampuan tinggi dan sedang denganthit 3.887 > ttab 1.70. Serta siswa berkemampuan tinggi dan rendah dengan thit 4.843 > ttab 1,81. Sedangan pada siswa berkemampuan sedang dan rendah tidak berbeda dengan thit  0.603 < ttab 1,72;(5)   Tidak terdapat perbedaan persepsi siswa yang signifikan terkait materi reaksi redoks antara siswa berkemampuan tinggi dan sedang dengan thit-0.507 < ttab 1.70, tinggi dengan rendah  dengan thit-0.693 < ttab 1,81 serta sedang dan rendah dengan thit 0.380 < ttab 1,72
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR DAN PEMAHAMAN SISWA PADA KONSEP LARUTAN PENYANGGA Mustamin, Riska Angriani; Fahyuddin, Fahyuddin; Rahmanpiu, Rahmanpiu
Jurnal Pendidikan Kimia FKIP Universitas Halu Oleo Vol 4, No 2 (2019): Edisi Agustus
Publisher : Jurusan Pendidikan Kimia Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (736.782 KB) | DOI: 10.36709/jpkim.v4i2.11316

Abstract

Telah dilakukan Penerapan Model Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Aktivitas Belajar dan Pemahaman Siswa pada Konsep Larutan Penyangga. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Model Problem Based Learning berpengaruh pada aktivitas belajar siswa, ditandai dengan meningkatnya aktivitas belajar siswa ditiap pertemuan dan termasuk dalam kategori baik. Dimana pada pertemuan pertama aktivitas belajar siswa mencapai 81,6%, pertemuan kedua 85,4% dan pertemuan ketiga 85,7% (2) Penerapan model Problem Based Learning dapat meningkatkan pemahaman siswa pada konsep larutan penyangga, yang terbukti pada kelas eksperimen memiliki nilai rata-rata N-Gain lebih tinggi dari kelas kontrol yaitu sebesar 0,65 (Kategori Sedang) sedangkan kelas kontrol hanya memiliki nilai rata-rata N-Gain 0,34 (Kategori sedang) (3) Aktivitas belajar siswa dengan menggunakan model Problem Based Learning lebih baik secara signifikan dibanding dengan aktivitas belajar siswa menggunakan model pembelajaran langsung dengan p value 0,05  antar siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan t’hitung 8,59>t’tabel 1,685 (4) Pemahaman siswa pada konsep larutan penyangga yang diajar dengan menggunakan model Problem Based Learning lebih baik secara signifikan dibandingkan dengan model pembelajaran langsung, dengan p value 0,05  antar siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan t’hitung 6,735>t’tabel 1,678.
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING BERSTRATEGI REACT DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KIMIA SISWA KELAS X SMAN 2 KENDARI PADA MATERI KONSEP REDOKS Sarianti, Sarianti; Maysara, Maysara; Musta, Rustam
Jurnal Pendidikan Kimia FKIP Universitas Halu Oleo Vol 4, No 2 (2019): Edisi Agustus
Publisher : Jurusan Pendidikan Kimia Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.945 KB) | DOI: 10.36709/jpkim.v4i2.11373

Abstract

Telah dilakukan penelitian Efektivitas Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Berstrategi REACT dalam Meningkatkan Hasil Belajar Kimia Siswa Kelas X SMAN 2 Kendari pada Materi Konsep Redoks. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Hasil belajar kimia siswa SMA kelas X IPA 7 setelah diajar dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing berstrategi REACT pada materi konsep reduksi oksidasi. (2) Keefektifan penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing berstrategi REACT terhadap hasil belajar kimia siswa SMA kelas X IPA 7 pada materi konsep reduksi oksidasi. (3) Respon siswa terhadap penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing berstrategi REACT pada materi konsep reduksi oksidasi. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X IPA 7 sebanyak 28 orang di SMA Negeri 2 Kendari. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan pemberian pretest dan posttest dengan instrumen penelitian berupa soal pilihan ganda berjumlah 20 butir soal, lembar observasi aktivitas siswa, lembar observasi aktivitas guru,  serta lembar respon atau minat siswa terhadap proses pembelajaran. Dari teknik analisis data diperoleh kesimpulan: (1) Hasil belajar kimia siswa yang diajar dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing berstrategi REACT pada materi konsep reduksi oksidasi siswa kelas X IPA 7 SMA  Negeri 2 Kendari Tahun Ajaran 2018/2019 mencapai nilai rata-rata 76,25 atau kategori sedang. (2) Model pembelajaran inkuiri terbimbing berstrategi REACT cukup efektif digunakan dalam pembelajaran kimia siswa kelas X IPA 7 SMA Negeri 7 Kendari pada materi konsep reduksi oksidasi dengan N-gain sebesar 0,69 atau kategori sedang. (3) Siswa memberikan respon yang sangat positif terhadap penggunaan model pembelajaran inkuiri terbimbing berstrategi REACT dengan skor respon sebesar 76% atau berada dalam kategori sangat baik.
KARAKTERISASI SELULOSA DARI LIMBAH KULIT BUAH KAKAO (Theobroma cacao L.) DENGAN VARIASI WAKTU PEMANASAN Iqbal, La Ode Muhammad; Haeruddin, Haeruddin; Haetami, Aceng
Jurnal Pendidikan Kimia FKIP Universitas Halu Oleo Vol 4, No 3 (2019): Edisi Desember
Publisher : Jurusan Pendidikan Kimia Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.901 KB) | DOI: 10.36709/jpkim.v4i3.11732

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu pemanasan terhadap karakteristik selulosa kulit buah kakao yang dihasilkan dan untuk mengetahui persen rendemen ekstraksi selulosa kulit buah kakao. Penelitian ini menggunakan metode delignifikasi menggunakan pelarut NaOH 12%. Adapun uji yang dilakukan seperti uji Organoleptik dengan hasil yang diperoleh selulosa kulit buah kakao yang putih dan tidak berasa. Sampel s1 dengan lama pemanasan 2 jam diperoleh rendemen selulosa sebesar 20,23 %, sampel s2 dengan lama pemanasan 3 jam diperoleh rendemen sebesar 19,27 % dan sampel s3 dengan lama pemanasan 4 jam diperoleh rendemen sebesar 18,02 %. Uji bilangan gelombang menggunakan FTIR diperoleh hasil ketiga sampel memiliki gugus yang terdapat pada selulosa yaitu vibrasi ulur OH (3200- 3500), ulur CH(2850-3000) & ulur C=O (1650-1780). Nilai pH sampel s1, s2 & s3 berturut-turut yaitu 6,22 ; 6,21 & 6,07. Ketiga sampel telah memenuhi kriteria pH yang ditentukan olehUnited State Pharmacopeia(USP). Uji susut pengeringan untuk sampel s1, s2, s3 berturut-turut dipeoleh hasil 13,94 (%), 2,34 (%) & 1,28 (%). Sampel s2 dan s3 memenuhi kriteria USP yaitu selulosa dengan susut pengeringan <7 (%). Hasil uji kadar abu untuk sampel s1, s2 & s3 berturut-turut yaitu 2,1; 1,42; & 1,1. Ketiga sampel belum memenuhi standar USP yang menetapkan kadar abu<0,1 % karena pelarutan mineral oleh NaOH belum maksimal. Uji kelarutan untuk sampel s1, s2, & s3 diperoleh hasil 2,62; 1,02 & 0,2 %. Hanya sampel s3 yang memenuhi kriteria USP. Sehingga dapat disimpulkan bahwa lama pemanasan 4 jam merupakan waktu terbaik untuk mengesktraksi selulosa limbah kulit kakao
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI IPA 1 SMAN 10 KENDARI PADA MATERI ASAM BASA Nur, Rizki Amalia; Haeruddin, Haeruddin; Tewa, Yuniati
Jurnal Pendidikan Kimia FKIP Universitas Halu Oleo Vol 4, No 2 (2019): Edisi Agustus
Publisher : Jurnal Pendidikan Kimia FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (28.446 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian dengan judul ?Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas XI IPA 1 SMAN 10 Kendari pada Materi Asam Basa?. Penelitian ini bertujuan : (1) untuk mengetahui hasil belajar siswa kelas XI IPA 1 SMAN 10 Kendari yang diajar dengan model pembelajaran berbasis masalah pada materi asam basa; (2) untuk mengetahui aktivitas belajar siswa kelas XI IPA 1 SMAN 10 Kendari dan mengajar guru dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah di SMAN 10 Kendari; (3) untuk mengetahui respon siswa kelas XI IPA 1 SMAN 10 Kendari terhadap model pembelajaran berbasis masalah pada materi asam basa; (4) untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran berbasis masalah pada siswa siswa kelas XI IPA 1 SMAN 10 Kendari pada materi asam basa. Jenis penelitian ini yaitu penelitian eksperimen dengan desain penelitian yaitu one group pretest posttest design. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas kelas XI IPA 1 SMAN 10 Kendari yang berjumlah 20 siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar siswa mengalami peningkatan setelah diajar dengan model pembelajaran berbasis masalah yaitu 73,50. N-gain yang diperoleh sebesar 0,65 dengan kategori keefektifan tinggi, sehingga model pembelajaran berbasis masalah dapat dikatakan efektif diajarkan pada siswa kelas XI IPA 1  pada materi asam basa. Terdapat pengaruh yang signifikan model pembelajaran berbasis masalah terhadap hasil belajar siswa SMAN 10 Kendari pada materi asam basa.