cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Terapan Abdimas
ISSN : 25022806     EISSN : 25022784     DOI : https://doi.org/10.25273
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2019)" : 16 Documents clear
PENGEMBANGAN USAHA LAMPU HIAS RUMAH UKIR BAMBU DI KABUPATEN BANGKALAN Hasan, Buaddin; Chairuddin, Chairuddin
Jurnal Terapan Abdimas Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (788.791 KB) | DOI: 10.25273/jta.v4i2.4805

Abstract

Abstract. Although the decorative lighting business is relatively new, handicrafts with the main bamboo material and various motifs are very popular with the community because of its unique and natural shape. In general, these decorative lights are made of materials such as glass, crystals from plastic, or stainless steel. In order to overcome the problems faced by partners, the implementation team collaborated with partners to provide various training and assistance in business development by utilizing science and technology. This community service program is carried out by the community education method, which is to provide training and mentoring to develop various designs of carving motifs using computer assistance, besides training in immersion techniques and paint finishing and drying techniques using an oven system. While the second method is the substitution of science and technology, which provides an overview of how to market products to partners in order to be able to utilize social media as a marketing tool, social media used between Blogger, IG, Facebook and WA. The results obtained in the implementation of this community partnership program were an increase in the income of bamboo carving businesses reaching 50% of the before. This happens because of the marketing system that has used social media, an increase in the production of decorative lights as much as 60% of the original production. The development of variations in carving motifs that are adjusted to the order and certain momentsAbstrak. Meski usaha lampu hias tergolong baru, kerajinan tangan dengan bahan utama bambu dan berbagai motif tersebut sangat diminati oleh masyarakat karena bentuknya yang cukup unik dan alami. Pada umumnya lampu hias ini terbuat dari bahan-bahan seperti kaca, kristal dari plastik, ataupun stainless steel. Dalam rangka mengatasi permasalahan yang dihadapi mitra, tim pelaksana bekerjasama dengan mitra memberikan berbagai pelatihan dan pendampingan dalam pengembangan usaha dengan memanfaatkan IPTEK. Program pengabdian ini dilakukan metode pendidikan masyarakat yaitu memberikan pelatihan dan pendampingan mengebangkan berbagai desain motif ukir menggunakan bantuan komputer, selain itu pelatihan teknik perendaman dan teknik finishing cat dan pengeringan menggunakan sistem oven. Sedangkan metode yang kedua adalah substitusi IPTEK yaitu memberikan gambaran cara memasarkan produk kepada mitra agar mampu memanfaatkan media sosial sebagai sarana pemasaran, media sosial yang digunakan antara Blogger, IG, Facebook dan WA. Hasil yang diperoleh dalam pelaksanaan program kemitraan masyarakat ini adalah adanya peningkatan pendapatan usaha rumah ukir bambu mencapai 50% dari semula. Hal ini terjadi karena sistem pemasaran yang sudah menggunakan media sosial, adanya peningkatan hasil produksi lampu hias sebeasar 60% dari produksi semula. Adanya pengembangan variasi motif ukir yang disesuaikan dnegan pesanan dan moment tertentu. 
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PENYANDANG DISABILITAS DESA SIMBATAN, KECAMATAN NGUNTORONADI KABUPATEN MAGETAN Mulyati, Tatik; Rohmatiah, Ahadiati; Amadi, Dwi Nor
Jurnal Terapan Abdimas Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.729 KB) | DOI: 10.25273/jta.v4i2.4844

Abstract

Abstract. Based on data collected by the Government of Simbatan Village, Nguntoronadi Subdistrict, Magetan Regency in 2017, there are 39 people with disabilities in the village and 32 productive potential people were dominated by persons with intellectual disabilities. The purpose of this community service’s activity is to help people with intellectual disabilities and other disabilities in improving their skills and welfare. The steps of the activities are: 1. Facilitating the availability of materials, equipment and facilities needed for business capital of persons with disabilities; 2. Provide skills training and production of goods that can be made by persons with disabilities; 3. Ensure the sustainability of the business that has been initiated and developed; 4. Creating employment and data collection for persons with disabilities; and 5. Increasing business welfare and independence for persons with disabilities.The development of service activities is carried out by pioneering and making various types of skills / businesses that are artistic, economical and market oriented that can help provide employment opportunities for persons with disabilities through various business / production of goods, thus gaining income to meet their daily needs. Productive economic activities carried out by persons with disabilities are: 1. Making batik spattered (batik ciprat); 2. Making various handicrafts from various used plastic containers and patchworks; 3. Training in skills and other businesses according to market needs that can be done by persons with disabilities. Abstrak. Berdasarkan data yang dikumpulkan oleh Pemerintah Desa Simbatan, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Magetan pada tahun 2017, ada 39 orang penyandang cacat di desa tersebut dan 32 orang berpotensi produktif didominasi oleh orang-orang dengan cacat intelektual. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk membantu orang-orang dengan cacat intelektual dan cacat lainnya dalam meningkatkan keterampilan dan kesejahteraan mereka. Langkah-langkah kegiatannya adalah: 1. Memfasilitasi ketersediaan bahan, peralatan, dan fasilitas yang dibutuhkan untuk modal bisnis para penyandang cacat; 2. Memberikan pelatihan keterampilan dan produksi barang yang dapat dibuat oleh para penyandang cacat; 3. Memastikan keberlanjutan bisnis yang telah dimulai dan dikembangkan; 4. Menciptakan lapangan kerja dan pengumpulan data untuk para penyandang cacat; dan 5. Meningkatkan kesejahteraan bisnis dan kemandirian bagi para penyandang cacat. Pengembangan kegiatan layanan dilakukan dengan memelopori dan membuat berbagai jenis keterampilan / bisnis yang berorientasi artistik, ekonomis dan berorientasi pasar yang dapat membantu menyediakan peluang kerja bagi para penyandang cacat melalui berbagai bisnis / produksi barang, sehingga memperoleh penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka. Kegiatan ekonomi produktif yang dilakukan oleh para penyandang cacat adalah: 1. Membuat batik ciprat (batik ciprat); 2. Membuat berbagai kerajinan dari berbagai wadah plastik bekas dan tambal sulam; 3. Pelatihan keterampilan dan bisnis lain sesuai dengan kebutuhan pasar yang dapat dilakukan oleh para penyandang cacat.
PENERAPAN E-LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN GURU BK DALAM MEMBERIKAN LAYANAN PENDIDIKAN SEKS TERHADAP SISWA Rahayu, Dwi Sri; Susilaningsih, Chaterina Yeni; Indrawati, Chatarina Dian
Jurnal Terapan Abdimas Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (797.456 KB) | DOI: 10.25273/jta.v4i2.4800

Abstract

Abstract. A gadget product that seems to be a mandatory equipment for students is a smartphone. Such conditions present positive and negative impacts. The freedom of students to access everything from their smartphone triggers free sex. Students feel awkward and embarrassed to ask questions or just share about their sex lives. So they tend to look for answers by accessing information needed on the internet through their smartphone. This is the driving factor for promiscuity. The aim of this PKM-S is that BK teachers have the skills to provide sex education to their students by utilizing technological sophistication. PKM-S is held at St. Vocational School. Bonaventura 1 Madiun. The method used in the implementation of the PKM-S is socialization, training, and mentoring. The results achieved are 1) students begin to dare to talk about their sex life with counselors, 2) students know the adverse effects of free sex behavior, 3) students are able to filter information about sex, 4) BK teachers provide e-learning based sex education services, 5) enhancing BK service innovation. Partners feel very helpful to provide prevention to St. Vocational School students. Bonaventure 1 Madiun in order to keep away from free sex. Because in the implementation of the PKM-S it produces products in the form of e-material which contains information about sex education, including one of them is the impact caused by free sex. Abstrak.Produk gadget yang seolah menjadi peralatan wajib bagi siswa adalah smartphone. Kondisi demikian menghadirkan dampak positif dan negatif. Kebebasan siswa mengakses semua hal dari smartphonenya  memicu terjadinya perilaku seks bebas. Siswa merasa canggung dan malu untuk bertanya atau sekedar sharing tentang kehidupan seks mereka. Sehingga mereka cenderung mencari jawaban dengan mengakses informasi yang dibutuhkan di internet melalui smartphonenya. Hal ini yang menjadi faktor pendorong terjadinya pergaulan bebas. Tujuan PKM-S ini adalah agar Guru BK memiliki keterampilan untuk memberikan pendidikan seks kepada siswanya dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi. PKM-S dilaksanakan di SMK St. Bonaventura 1 Madiun. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan PKM-S ini adalah sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan. Hasil yang dicapai adalah 1) siswa mulai berani untuk membicarakan kehidupan seksnya dengan guru BK, 2) siswa mengetahui dampak  buruk dari perilaku seks bebas, 3) siswa mampu memfilter informasi tentang seks, 4) Guru BK memberikan layanan pendidikan seks berbasis e-learning, 5) peningkatan inovasi layanan BK.  Mitra merasa sangat terbantu untuk memberikan pencegahan kepada siswa SMK St. Bonaventura 1 Madiun agar bisa menjauhkan diri dari perilaku seks bebas. Karena di dalam pelaksanaan PKM-S ini menghasilkan produk berupa e-material yang memuat informasi seputar pendidikan seks, termasuk salah satunya adalah dampak yang diakibatkan oleh perilaku seks bebas.
PENTINGNYA P-IRT DAN IDENTIFIKASI KANDUNGAN AIR DI PANTI ASUHAN SANTA MARIA PASANG SURUT Soejono, Fransiska; Kurniawan, Ian; Sunarni, Theresia; Pratama, Yohanes Dicka; Bendi, R. Kristoforus Jawa; Pitoyo, Urbanus Dwi Adi; Efila, Maria Rosari; Wiguna, V.C. Gracia Putri
Jurnal Terapan Abdimas Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.231 KB) | DOI: 10.25273/jta.v4i2.4839

Abstract

 Abstract. The Santa Maria Orphanage seeks to be financially independent by making a food business. The business has been running for two years. The problem is that the manager does not yet understand the importance of Home Industry Food (P-IRT) and the unavailability of clean water at the Santa Maria Orphanage. The main sources of water used in the Orphanage are two rainwater and well water. Well water is only used for bathing and washing purposes because it is thought to have high acid levels. The activities carried out were intended to motivate business owners both the Business Manager of Santa Maria Orphanage (SanMa Business) and their two partners to seek P-IRT certificates and identify the water content used at the Santa Maria Orphanage. Based on the results of the activity feedback it is known that there is an increased understanding of the PIRT. While the results of laboratory analysis show that there are several parameters that exceed the permissible levels, namely smell, taste, color, turbidity and some metal elements. Abstrak. Panti Asuhan Santa Maria berupaya untuk mandiri secara finansial dengan membuat usaha makanan. Usaha tersebut sudah berjalan dua tahun. Permasalahannya adalah bahwa pengelola belum memahami pentingnya Pangan Industri Rumah Tangga (P-IRT) dan belum tersedianya air bersih di Panti Asuhan Santa Maria. Sumber utama air yang digunakan di Panti Asuhan ada dua yaitu air hujan dan air sumur. Air sumur hanya digunakan untuk keperluan mandi dan mencuci saja karena diduga memiliki kadar asam yang tinggi. Kegiatan yang dilakukan ditujukan untuk memotivasi para pemilik usaha baik Pengelola Usaha Panti Asuhan Santa Maria (Usaha SanMa) maupun dua mitra mereka untuk mengupayakan sertifikat P-IRT dan mengidentifikasi kandungan air yang digunakan di Panti Asuhan Santa Maria. Berdasarkan hasil umpan balik kegiatan diketahui ada peningkatan pemahaman mengenai PIRT. Sedangkan hasil analisis laboratorium menunjukkan bahwa terdapat beberapa parameter yang melebihi kadar yang diperbolehkan yaitu bau, rasa, warna, kekeruhan dan beberapa unsur logam.Kata Kunci : Panti Asuhan, P-IRT, Identifikasi Air, Air Bersih
PEMBINAAN LOMBA PENELITIAN SISWA NASIONAL (LPSN) SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) TAHUN 2017 BAGI SISWA DI KOTA YOGYAKARTA Wardani, Dewi Kusuma
Jurnal Terapan Abdimas Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.713 KB) | DOI: 10.25273/jta.v4i2.4845

Abstract

Abstract. DI Yogyakarta (DIY) as a city of students is required to maintain the champion in 2017 National Junior High School LPSN because DIY has become the champion in 2016. The six medals won by DIY, Yogyakarta contributed 50% of the medals. One of the strategies taken by Yogyakarta is guiding for junior high school students.This guidance aims to (1) increase students 'knowledge of good research methods, (2) improve students' ability to conduct scientific research, (3) improve students' ability to write research reports, and (4) improve students' ability to present research results . The number of participants is 100 students, consisting of three classes. This program is specifically in the fields of social sciences, humanity and art. The activities carried out are mentoring so that participants need active participation. The evaluation results show the participants’ benefit from the assistance provided.   Abstrak. Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebagai kota pelajar dituntut untuk mempertahankan juara umum dalam LPSN SMP tingkat Nasional 2017 karena DIY telah menjadi juara umum di tahun 2016. Dari keenam medali yang diraih oleh DIY, Kota Yogyakarta menyumbang 50% medali. Besarnya kontribusi Kota Yogyakarta atas peraihan medali yang diraih oleh DIY dalam mencapai juara umum LPSN SMP tingkat nasional 2016 ini menyebabkan tantangan bagi Kota Yogyakarta untuk mempertahankan diri sebagai penyumbang terbanyak bagi kontingen DIY. Salah satu strategi yang diambil oleh Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta untuk mempertahankanmya adalah melakukan pembinaan bagi siswa SMP.Pembinaan ini bertujuan untuk (1) meningkatkan pengetahuan siswa mengenai metoda penelitian yang baik, (2) meningkatkan kemampuan siswa dalam melakukan penelitian ilmiah, (3) meningkatkan kemampuan siswa dalam menuliskan laporan hasil penelitian, dan (4) meningkatkan kemampuan siswa dalam mempresentasikan hasil penelitian. Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada siswa-siswa perwakilan dari seluruh SMP/MTs/sederajat Kota Yogyakarta. Jumlah peserta adalah 100 siswa, yang terdiri atas tiga kelas. Pengabdian masyarakat ini khusus pada bidang ilmu pengetahuan sosial, kemanusiaan, dan seni. Kegiatan yang dilakukan bersifat pendampingan sehingga memerlukan partisipasi aktif peserta. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa siswa-siswi SMP/MTs/sederajat Kota Yogyakarta yang menjadi peserta mendapatkan manfaat dari pendampingan yang diberikan.
IMPLEMENTASI SEBARAN INFORMASI PROFIL DESA PETUNG SEWU Wicaksono, Soetam Rizky; Broto, Felik Sad Windu Wisnu; Irawan, Paulus Lucky Tirma
Jurnal Terapan Abdimas Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (768.769 KB) | DOI: 10.25273/jta.v4i2.4801

Abstract

Abstract. Information dissemination in village is an obligation which must be done from its local government to society. Demographic data and village profile should be written well to make people being able optimizing village market potential and beyond its environment. That phenomenon also happened in Petung Sewu Village, which is locate in Kecamatan Dau, Kabupaten Malang near by Universitas Ma Chung. This village approximately located 8 km from university. Thus, in this community service activity already done analyzing and data collection process until its accompaniment and installation of the system. Eventhough the result of aplication being built is far from perfect, however, all of the target from prior proposal already reached out. Abstrak. Sebaran informasi di lingkup desa merupakan sebuah kewajiban yang harus dilakukan oleh pihak perangkat desa ke masyarakat. Sebaran data demografi dan profil desa seharusnya mampu menjadikan masyarakat yang akan membuka usaha dapat memahami pasar dari lingkungan sekitarnya. Fenomena tersebut juga terjadi di desa Petung Sewu kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Desa Petung Sewu yang berlokasi kurang lebih hanya 8 km dari Universitas Ma Chung. Karenanya dalam aktifitas ini dilakukan analisis dan pengumpulan data untuk sistem informasi profil desa, dan pendampingan berupa instalasi hingga pelatihan setelah sistem selesai dibuat. Meski aplikasi belum mendekati ambang sempurna, namun target dari pelaksanaan aktifitas pengabdian telah tercapai sesuai dengan proposal yang ditetapkan 
PENINGKATAN PENDAPATAN UKM PADA HACORD GALLERY DENGAN APLIKASI WEB MARKETPLACE E-COMMERCE Sunarti, Sunarti; Rachmawati, Susan; Handayanna, Frisma
Jurnal Terapan Abdimas Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.614 KB) | DOI: 10.25273/jta.v4i2.4840

Abstract

Abstract. Hacord Gallery is a central shop for souvenirs in Depok. The product that is marketed is the production of the Small and Medium Enterprises (UKM) of Depok city, already has permits, proper packaging, and the best quality products. More than 50 SMEs market their products such as types of fashion, crafts, souvenirs, craft, frozen food, food, beverages, and herbal medicines. The problem is marketing activities using conventional systems. By recording, both sales and purchase transactions in a book, promotion using brochures, financial management using a calculator and the quality of human resources is still low in education. Limited access to information and low competitiveness due to lack of information technology support and expensive internet access. Solutions to deal with problems are built by e-commerce marketplace applications. E-Commerce a website makes Hacord Gallery a center for souvenirs in the city of Depok and known by the public. The method in this service is a learning by doing method, starting from field surveys to evaluating training results. The training was conducted by giving information on the use of e-commerce applications to increase sales and income, mentoring was carried out using the application process while discussions were carried out by the service team and partners. The results of this activity in the form of e-commerce marketplace applications provide goods buying and selling services so as to create business opportunities for SMEs in marketing their products. To ensure the success of this program, an evaluation will be carried out at each stage of program development. Abstrak.Hacord Gallery merupakan toko pusat oleh-oleh kota Depok. Produk yang dipasarkan adalah produksi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) kota Depok, sudah memiliki izin, kemasan layak dan kualitas produk terbaik. Lebih dari 50 UKM memasarkan produknya seperti jenis fashion, kerajinan, souvenir, craft, frozen food, makanan, minuman, dan jamu herbal. Permasalahannya adalah kegiatan pemasaran menggunakan sistem konvensional. Dengan melakukan pencatatan, baik transaksi penjualan ataupun pembelian ke dalam sebuah buku, promosi menggunakan brosur, pengelolaan keuangan menggunakan kalkulator dan kualitas sumber daya manusia masih rendah pendidikannya. Terbatasnya akses informasi dan rendahnya daya saing disebabkan kurangnya dukungan teknologi informasi dan mahal akses internet. Solusi untuk menangani permasalahan maka dibangun aplikasi marketplace e-commerce. E-Commerce sebuah website menjadikan Hacord Gallery sebagai pusat oleh-oleh dikota Depok dan dikenal masyarakat. Metode dalam pengabdian ini adalah metode learning by doing, di mulai dari survei lapangan sampai pada evaluasi hasil pelatihan. Pelatihan dilakukan dengan memberi informasi penggunaan aplikasi e-commerce untuk meningkatkan penjualan dan pendapatan, pendampingan dilakukan proses penggunaan aplikasi sedangkan diskusi dilakukan tim pengabdian dan mitra. Hasil kegiatan ini berupa aplikasi marketplace e-commerce menyediakan layanan jual beli barang sehingga menciptakan peluang bisnis para UKM dalam memasarkan produknya. Untuk menjamin keberhasilan program ini maka akan dilakukan evaluasi pada setiap tahapan perkembangan program.
MENINGKATKAN MINAT BELAJAR FISIKA SMP DAN SMK NUSA BHAKTI SAWANGAN DEPOK MELALUI TEKNOLOGI MEDIA ROBOTIK Setia Asih, Dwi Aprillia; Okyranida, Indica Yona; Aqil, Deden Ibnu
Jurnal Terapan Abdimas Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (773.055 KB) | DOI: 10.25273/jta.v4i2.4797

Abstract

Abstract. In order to increase the interest in learning physics in SMP and SMK Nusa Bhakti Sawangan Depok through robtik media, an introduction was made to the making of robotic media using line follower and robot soccer robots. The method used is to provide information in making robotic media line follower and robot soccer robots. The material provided during the workshop included the creation, management and utilization of learning media in the form of robotic media. After the activity was finished the students were given a questionnaire to determine the response of students' interest in the learning media used. From the results of this activity the results of student responses to learning media used in good categories are seen from the total score of all students, namely 1098 from the total score of 1500, in other words the interest in learning physics increases when learning activities use line follower robots and robot soccer as learning media . Then the students were enthusiastic during the activity, listening and paying attention to the explanation of the community service team and being active and happy during the process of the experimental activities. And teachers can also use robotic media to be an alternative learning media.Abstrak. Dalam rangka meningkatkan minat belajar fisika SMP dan SMK Nusa Bhakti Sawangan Depok melalui media robtik, dilakukan kegiatan pengenalan  pembuatan media robotik menggunakan robot line follower dan robot soccer. Metode yang digunakan adalah memberikan informasi dalam membuat media robotik robot line follower dan robot soccer. Materi yang diberikan saat workshop memuat pembuatan, pengelolaan, dan pemanfaatan media pembelajaran  dalam bentuk media robotik. Setelah kegiatan selesai siswa diberikan angket untuk mengetahui respon minat siswa terhadap media pembelajaran yang digunakan. Dari hasil kegiatan ini didapatkan hasil respon siswa terhadap media pembelajaran yang digunakan dalam kategori baik dilihat dari jumlah skor seluruh siswa yaitu 1098 dari jumlah skor maksimm 1500, dengan kata lain minat belajar fisika meningkat saat kegiatan pembelajaran menggunakan robot line follower dan robot soccer sebagai media pembelajaran. Kemudian Siswa antusias selama kegiatan berlangsung, mendengarkan dan memperhatikan penjelasan tim pengabdian masyarakat serta aktif dan gembira selama proses kegiatan eksperimen. Dan guru juga dapat menggunakan media robotik menjadi salah satu alternatif media pembelajaran.
PENDAMPINGAN TATA KELOLA DAN MANAJEMEN PADA KEGIATAN ABDIMAS MASJID Sriyono, Sriyono; Sari, Dewi Komala; Febriansah, Rizky Eka; Prapanca, Detak
Jurnal Terapan Abdimas Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.785 KB) | DOI: 10.25273/jta.v4i2.4846

Abstract

Abstract. The objective in this Abdimas is to provide governance assistance and the implementation of management functions at each mosque activity. The implementation method is to choose partners who have problems with the management and implementation of mosque management, being our initial partner is the Salahuddin mosque which is in the Puri Suryajaya residential complex area of Sidoarjo, while the second partner of this abimas is the Sido Nur An Nur mosque. This partner was chosen because the Salahudin mosque and An Nur Sidoarjo mosque had problems both in the governance of the mosque and in its financial management. In addition, the two mosques are quite active in organizing religious activities and relatively large amounts of funds are collected, but the difficulties in managing them. We strive to overcome the problem by offering several solutions as follows: (1) Developing professional organizational structures and clear Job Disks in the mosque organization. (2) Making a strategic plan for activities for mosques in the future (3) Making SOPs for each type of activity. Output targets for this activity are (1) Creation of good mosque governance and organizational structure and Job Desk (2) Creation of clear SOP activities (3) Creation of Strategic Plan for mosque activities within the next 5 years. In the next stage the workshop or training followed by 10 mosques was attended by the chairman of takmir and treasurer of the mosque. Providing assistance and guidance in the field until the partners are truly able to carry out administrative and financial reporting activities.Abstrak. Tujuan dalam Abdimas ini adalah melakukan pendampingan Tata Kelola dan pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen pada setiap kegiatan masjid. Metode pelaksanaanya adalah memilih mitra yang mempunyai masalah terhadap tata kelola dan pelaksanaan manajemen masjid, menjadi mitra awal kami adalah masjid Salahuddin yang berada di kawasan komplek perumahan Puri Suryajaya Sidoarjo, sedangkan mitra ke-2 dari abimas ini adalah masjid An Nur Sidoarjo. Dipilihnya mitra ini karena masjid Salahudin dan masjid An Nur Sidoarjo mempunyai masalah baik dalam tata kelola masjidnya maupun dalam pengelolaan keuangannya. Selain itu kedua masjid ini cukup aktif dalam menyelenggarakan kegiatan keagamaan dan dari kegiatan tersebut terhimpun dana yang relatif besar, namun kesulitan dalam pengelolaannya. Kami berusaha untuk mengatasi permasalahan dengan menawarkan beberapa solusi sebagai berikut: (1) Menyusun Struktur Organisasi yang professional serta Job Disk yang jelas pada organisasi masjid tersebut. (2) Membuatkan Rencana Strategis kegiatan untuk masjid di masa depan (3) Membuatkan SOP untuk setiap jenis kegiatan. Target luaran kegiatan ini adalah (1)Terciptanya tata kelola masjid yang baik beserta struktur organisasi dan Job Desk (2)Terciptanya SOP kegiatan yang jelas (3) Terciptanya Renstra kegiatan Masjid dalam waktu 5 tahun ke depan. Pada tahap berikutnya workshop atau pelatihan yang diikuti oleh 10 masjid masing-masing dihadiri oleh ketua takmir dan bendahara masjid. Melakukan pendampingan serta pembinaan dilapangan sampai mitra benar-benar mampu melaksanakan kegiatan administrasi dan pelaporan keuangan. 
PELATIHAN REGULASI EMOSI UNTUK REMAJA HARAPAN MULYA KEMAYORAN Putra, Johan Satria; Nursanti, Ade; Karimulloh, Karimulloh
Jurnal Terapan Abdimas Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (780.05 KB) | DOI: 10.25273/jta.v4i2.4802

Abstract

Abstract. One of the common social problems in Jakarta is a people chaos and brawl between societies. Some cases that often occured in the Central Jakarta area, most of the motives of residents who participated in the brawl were not certain, and also from which communities or regions they came from. Most of the brawlers are teenagers. Teenagers are in a period of an unstable emotional conditions so that easily provoked to follow brawls without knowing the root of the problem and its consequences. Brawl is a form of mass aggression. One of the factors of drives aggression is the regulation of emotions which are not good and right. Therefore, the intervention model that will be applied to adolescents in community service is group emotional regulation training. This training program is carried out for a full day, including induction and release of negative emotions, sharing knowledge about emotions and regulation, and stimulating positive emotions. The training was given to 17 teenagers from the Harapan Mulya village neighborhood, especially from Forum Remaja (Local Youth Forum). Measurement of emotional changes and the level of aggressiveness is examined by giving pre and post-test before and after training, using the scale of Aggression and VAS. The results of statistical analysis show that the average score of aggressiveness decreased after being given training. It means that the emotion regulation training was effectively reduce the aggressiveness of the adolescence.  Abstrak. Salah satu permasalahan sosial yang jamak terjadi di daerah Jakarta adalah tawuran antar warga. Seperti kasus yang sering muncul di daerah Jakarta Pusat, kebanyakan dari warga yang mengikuti tawuran tersebut tidak diketahui secara pasti motifnya dan dari kelompok atau wilayah mana yang bersangkutan berasal. Sebagian besar pelaku tawuran tersebut adalah remaja. Remaja berada pada masa kondisi emosi yang labil sehingga  mudah terprovokasi untuk mengikuti tawuran tanpa mengetahui akar masalah dan konsekuensinya. Tawuran merupakan bentuk agresi massa, di mana salah satu faktor yang mendorong agresi adalah regulasi emosi yang kurang baik dan tepat. Oleh karena itu, model intervensi yang akan diterapkan pada para remaja dalam pengabdian pada masyarakat ini adalah pelatihan regulasi emosi kelompok. Program pelatihan ini dilaksanakan selama sehari penuh, meliputi induksi dan pelepasan emosi negatif, pemberian materi tentang emosi dan regulasinya, serta stimulasi emosi positif. Pelatihan diberikan kepada 17 orang remaja dari lingkugan kelurahan Harapan Mulya, khususnya Forum Remaja setempat. Pengukuran perubahan emosi dan tingkat agresivitas dilakukan dengan memberikan pre dan post-test sebelum dan sesudah pelatihan, menggunakan skala Agresi dan VAS. Hasil analisis statistik dengan melihat perubahan rata-rata skor antara pre dan post-test menunjukkan penurunan tingkat agresivitas setelah diberikan pelatihan.

Page 1 of 2 | Total Record : 16