cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Terapan Abdimas
ISSN : 25022806     EISSN : 25022784     DOI : https://doi.org/10.25273
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 19 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2023)" : 19 Documents clear
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PASCA PANEN KOPI GONDOWIDO NGEBEL PONOROGO Sari, Mila Diana; Dewai, Susantriana; Parwi, Parwi
Jurnal Terapan Abdimas Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v8i1.13993

Abstract

Abstract. Partner in the Community Partnership Program is farmer groups in Wonorejo Jaya forest, Gondowido Village, Ngebel Ponorogo, which have potential in developing coffee products. There are several problems experienced by partners, they are the lack of knowledge and skills of partners about roasting, milling and packaging. Roasting is still done in a simple way, it has using a firebox and a clay roasting pan. Milling is done using a manual tool that is pounded on a hollow of wood or stone, it’s not perfect for hygiene. Packing is not attractive, the color design is bad, it seems less modern. The method of this activity includes the preparation of the place and time, preparation of the implementation, and the evaluation of the activity. The result of the PKM is there is an increase of knowledge and skills of partners, which can be seen from the results of the post-test given after the coffee roasting training by 80%. Coffee milling assistance can motivate farmer groups to buy milling machines with a faster target time. Coffee packaging assistance results in attractive and hygienic packaging.  Abstrak. Mitra dalam kegiatan Program Kemitraan Masyarakat adalah kelompok tani hutan Wonorejo Jaya Desa Gondowido Kecamatan Ngebel Ponorogo yang memiliki potensi dalam pengembangan produk kopi. Terdapat beberapa permasalahan yang dialami oleh mitra yaitu kurangnya pengetahuan dan ketrampilan mitra tentang roasting, penggilingan dan pengemasan. Roasting masih dilakukan dengan cara sederhana yaitu menggunakan tungku api dan wajan penyangrai berbahan tanah liat. Penggilingan dilakukan dengan menggunakan alat manual yaitu ditumbuk diatas cekungan dari kayu atau batu, sehingga higienitas kurang sempurna. Packing dilakukan dengan desain warna yang kurang menarik sehingga terkesan kurang modern. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi persiapan tempat dan waktu kegiatan, persiapan pelaksanaan kegiatan, dan evaluasi kegiatan. Hasil dari kegiatan PKM adalah terdapat peningkatan pengetahuan dan ketrampilan mitra yang terlihat dari hasil post tes yang diberikan setelah pelatihan roasting kopi sebesar 80 %. Pendampingan penggilingan kopi dapat memotivasi kelompok tani untuk membeli mesin penggilingan dengan target waktu lebih cepat. Pendampingan pengemasan kopi menghasilkan kemasan yang menarik dan higienis.  
PELATIHAN GURU PROFESIONAL”MERDEKA BELAJAR” MELALUI COLLABORATIVE LEARNING BAGI GURU SEKOLAH MENENGAH DI KOTA PAGARALAM Putri, Ratu Ilma Indra; Zulkardi, Zulkardi; Inderawati, Rita; Kurniadi, Elika; Lisnani, Lisnani; Rawani, Dewi; Gustiningsi, Tria; Malalina, Malalina; Herlina, Rini; Rahayu, Chika; Sari, Arika; Septimiranti, Delia
Jurnal Terapan Abdimas Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v8i1.13317

Abstract

Abstract.Integrated Community Service (PKM) is a form of service that accommodates a series of activities as a whole. Assistance in making RPP independent learning in a cultural context on geometry material for teachers of SMP, SMA and SMK in Pagar Alam. The purpose of this service activity is to assist teachers in designing appropriate independent learning lesson plans through the use of cultural contexts, especially on geometry material. The participants of the integrated PKM activity consisted of 49 people but at the time of mentoring it was only attended by 28 participants. The service activity was carried out for 2 days, on October 5-6, 2021. The methods used during this mentoring activity were the method of presentation, discussion, interactive question and answer, and recitation. The data collection technique used a questionnaire/questionnaire given through a google form consisting of an activity evaluation questionnaire and a participant satisfaction questionnaire for all integrated PKM activities. The results of this service activity showed that 73.48% of the participants had understood the material presented by the resource person. In addition, participants stated that this activity was useful for them, especially in making RPP independent in learning to use certain contexts.  Abstrak.Guru professional ‘Merdeka Belajar’ diharapkan dapat mengembangan kemampuan professional guru yang saling membelajarkan bagi guru-guru Sekolah Menengah melalui komunitas belajar yang dilakukan secara berkolaborasi. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah mengetahui kemampuan guru Sekolah Menengah dari pelatihan program guru profesional ‘Merdeka Belajar’ melalui Collaborative Learning bagi guru Sekolah Menengah melalui MGMP Kota Pagar Alam. Peserta kegiatan PKM terintegrasi terdiri dari 66 orang guru mata pelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Pada Tanggal 5-6 Oktober 2021 dilakukan pelatihan dengan metode yang digunakan selama kegiatan adalah penyuluhan, tanya jawab intyeraktif, dan pembimbingan. Dengan menggunakan tes dan angket kepuasan melalui google form adalah teknik pengumpulan data yang diberikan kepada seluruh kegiatan PKM terintegrasi. Hasil dari pelatihan yang telah diberikan menunjukkan dari hasil tes 73% peserta telah dapat memahami semua materi yang telah diberikan dan dari hasil angket, menunjukkan sangat puas terhadap kegiatan pelatihan yang telah diberikan. Hal ini menunjukkanbahwa kegiatan pelatihan yang telah diberikan dapat meningkatkan kemampuan professional guru yang saling membelajarkan bagi guru-guru Sekolah Menengah.  activities as a whole. Assistance in making RPP independent learning in a cultural context on geometry material for teachers of SMP, SMA and SMK in Pagar Alam. The purpose of this service activity is to assist teachers in designing appropriate independent learning lesson plans through the use of cultural contexts, especially on geometry material. The participants of the integrated PKM activity consisted of 49 people but at the time of mentoring it was only attended by 28 participants. The service activity was carried out for 2 days, on October 5-6, 2021. The methods used during this mentoring activity were the method of presentation, discussion, interactive question and answer, and recitation. The data collection technique used a questionnaire/questionnaire given through a google form consisting of an activity evaluation questionnaire and a participant satisfaction questionnaire for all integrated PKM activities. The results of this service activity showed that 73.48% of the participants had understood the material presented by the resource person. In addition, participants stated that this activity was useful for them, especially in making RPP independent in learning to use certain contexts.Keywords: Integrated Community Service, Learning Implementation Plan, Freedom of Learning, Cultural Context Abstrak.Guru professional ‘Merdeka Belajar’ diharapkan dapat mengembangan kemampuan professional guru yang saling membelajarkan bagi guru-guru Sekolah Menengah melalui komunitas belajar yang dilakukan secara berkolaborasi. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah mengetahui kemampuan guru Sekolah Menengah dari pelatihan program guru profesional ‘Merdeka Belajar’ melalui Collaborative Learning bagi guru Sekolah Menengah melalui MGMP Kota Pagar Alam. Peserta kegiatan PKM terintegrasi terdiri dari 66 orang guru mata pelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Pada Tanggal 5-6 Oktober 2021 dilakukan pelatihan dengan metode yang digunakan selama kegiatan adalah penyuluhan, tanya jawab intyeraktif, dan pembimbingan. Dengan menggunakan tes dan angket kepuasan melalui google form adalah teknik pengumpulan data yang diberikan kepada seluruh kegiatan PKM terintegrasi. Hasil dari pelatihan yang telah diberikan menunjukkan dari hasil tes 73% peserta telah dapat memahami semua materi yang telah diberikan dan dari hasil angket, menunjukkan sangat puas terhadap kegiatan pelatihan yang telah diberikan. Hal ini menunjukkanbahwa kegiatan pelatihan yang telah diberikan dapat meningkatkan kemampuan professional guru yang saling membelajarkan bagi guru-guru Sekolah Menengah. Kata kunci : Merdeka Belajar, Komunitas Belajar, Pengabdian Kepada Masyarakat, MGMP
SOSIALISASI PENYORTIRAN JAHE BANTUAN PEMERINTAH TAHUN KEDUA DENGAN KELOMPOK TANI INOVASI NAGARI SUNGAI TALANG, KECAMATAN GUGUAK, KABUPATEN LIMAPULUH KOTA Yanti, Yulmira; Hamid, Hasmiandy; Suhendra, Dede; Juniarti, Juniarti; Hermeria, Noveriza
Jurnal Terapan Abdimas Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v8i1.13928

Abstract

Abstract. Nagari Sungai Talang is one of the villages in Payakumbuh District, Lima Puluh Kota Regency which seeks to cultivate ginger plants. Ginger (Zingiber officinale Rosc.) is a spice plant native to Indonesia. Ginger has long been cultivated and consumed by the community. The part of the ginger plant that is consumed is the rhizome. One of the problems in ginger cultivation in Indonesia is the low productivity and quality of ginger. Ginger seeds in the form of rhizomes must be processed and stored as well as possible so that their quality can be maintained longer by inhibiting the rate of seedling decline. The purpose of this service activity is to invite farmers, especially the Innovation farmer group in order to sort ginger seeds with government assistance (selection of good and healthy ginger seeds) so that the production of ginger plants can increase even better than the previous cultivation. The method of implementing this service is Community Education. Community education in this activity by carrying out socialization and counseling aimed at increasing knowledge and understanding of the community, especially ginger farmers about good and healthy ginger to be used as seeds for the implementation of further cultivation in the field. The results obtained from this empowerment activity are that the farmer group understands the type of rhizome that is chosen to be used as the next seed. The selection of the type of rhizome can be seen from the number of good buds, uniform shoot height, age of rhizome, and appearance of ginger rhizome. Abstrak. Nagari Sungai Talang merupakan salah satu nagari di Kecamatan Payakumbuh, Kabupaten Lima Puluh Kota yang mengupayakan budidaya tanaman jahe. Jahe (Zingiber officinale Rosc.) merupakan salah satu tanaman rempah asli Indonesia. Jahe sudah lama dibudidayakan dan dikonsumsi oleh masyarakat. Bagian tanaman jahe yang dikonsumsi adalah bagian rimpangnya. Salah satu permasalahan dalam budidaya jahe di Indonesia adalah masih rendahnya produktivitas dan mutu jahe. Bibit jahe berupa rimpang harus diproses dan disimpan sebaik mungkin agar mutunya dapat dipertahankan lebih lama dengan menghambat laju kemunduran bibit. Tujuan kegiatan pengabdian ini yaitu untuk mengajak para petani khususnya kelompok tani Inovasi dalam rangka penyortiran bibit jahe bantuan pemerintah (pemilihan bibit jahe yang baik dan sehat) sehingga hasil produksi dari tanaman jahe dapat meningkat lebih baik lagi dari budidaya sebelumnya. Metode pelaksanaan pengabdian ini adalah Pendidikan Masyarakat. Pendidikan masyarakat dalam kegiatan ini dengan melaksanakan sosialisasi dan penyuluhan yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat khususnya petani jahe tentang jahe yang bagus dan sehat yang baik untuk dijadikan sebagai bibit untuk pelaksanaan budidaya selanjutnya dilapangan. Hasil yang diperoleh dari kegiatan pemberdayaan ini adalah kelompok tani memahami jenis rimpang yang dipilih untuk dijadikan bakal benih selanjutnya. Pemilihan jenis rimpang dapat dilihat dari jumlah bakal mata tunas yang baik, tinggi tunas yang seragam, umur rimpang, serta penampilan rimpang jahe.   
PSYCHOLOGICAL FIRST AID TRAINING UNTUK MENINGKATKAN MENTAL HEALTH AWARENESS PADA REMAJA DI ERA PANDEMI COVID-19 Edmawati, Mahmuddah Dewi; Susanto, Bambang; Maulana, Muhammad Arief; Kumalasari, Rita
Jurnal Terapan Abdimas Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v8i1.12362

Abstract

Abstract. Growing up in a recession, Gen Z is given more protection, so they are often easily anxious when things don't go the way they want. For this reason, Gen Z needs to have good mental awareness in order to be able to avoid stress and depression in facing life's challenges. This community service aims to increase mental health awareness in adolescents in the era of the covid-19 pandemic. Psychological First Aid (PFA) training participants are youth youth in Kalikatir Hamlet RT 01/ RW 06, Nambangan, Selogiri, Wonogiri. The trainees are Gen Z teenagers, born in 1995-2010. Through Psychological First Aid Training, it is one solution to increase mental health awareness in Gen Z youth in the era of the COVID-19 pandemic. Psychological First Aid (PFA) is a method to help someone in distress so that they feel calm and supported, in order to better cope with their challenges or problems. PFA itself is done by means of peer tutors or peer counselors. The training participants are given the basics of PFA which they will then practice to be able to become good and skilled helpers when helping friends, family or communities who are facing psychological problems. The basis of PFA is caring for someone in distress by showing empathy. PFA has 3 main principles, namely Look, Listen, and Link. Based on the results of the Wilcoxon test, the Z count result is -1.814 with a significance of 0.036. The significance value of Asymp.sig (2-tailed) 0.036 is smaller than 0.05, which means that there is a difference in the average mental health awareness score between before and after being given Psychological First Aid Training so that Psychological First Aid Training is effective for increasing mental health awareness among adolescents in the era of the covid-19 pandemic. Abstrak. Tumbuh di era resesi, membuat Gen Z diberikan perlindungan lebih, sehingga mereka seringkali mudah merasa cemas bila keadaan tidak berjalan sesuai yang mereka inginkan. Untuk itulah gen Z ini perlu memiliki kesadaran mental yang baik agar mampu menghindari stress maupun depresi dalam menghadapi tantangan kehidupannya. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatan mental health awarness pada remaja di era pandemi covid-19. Peserta pelatihan Psychological First Aid (PFA) adalah remaja karangtaruna di Dusun Kalikatir RT 01/ RW 06, Nambangan, Selogiri, Wonogiri. Peserta pelatihan adalah remaja gen Z yaitu kelahiran 1995-2010. Melalui Psychological First Aid Training merupakan salah satu solusi untuk meningkatkan mental health awareness pada remaja gen Z di era pandemi covid-19. Psychological First Aid (PFA) adalah sebuah metode untuk membantu seseorang dalam kondisi distres agar mereka merasa tenang dan didukung, guna mengatasi tantangan atau permasalahan mereka dengan lebih baik. PFA sendiri dilakukan dengan cara tutor teman sebaya atau konselor teman sebaya. Peserta pelatihan diberikan dasar PFA yang kemudian akan mereka praktikkan untuk bisa menjadi penolong yang baik dan terampil ketika membantu teman, keluarga atau masyarakat yang menghadapi permasalahan psikologis. Dasar dari PFA adalah kepedulian terhadap sesorang dalam kondisi distres dengan menunjukkan empati. PFA memiliki 3 prinsip utama yaitu Look (Lihat), Listen (Dengarkan), dan Link (Hubungkan). Berdasarkan hasil pengujian wilcoxon diperoleh hasil Z hitung sebesar sebesar -1,814 dengan signifikansi sebesar 0,036. Nilai signifikansi Asymp.sig (2-tailed) 0,036 lebih kecil dari 0,05 berarti ada perbedaan rata-rata skor mental health awareness antara sebelum dan sesudah diberikan Pelatihan Psychological First Aid sehingga Pelatihan Psychological First Aid efektif untuk meningkatkan mental health awareness pada remaja di era pandemi covid-19.  
PELATIHAN PEMANFAATAN MEDIA DIGITAL (GOOGLE MEET) SEBAGAI PENUNJANG PEMBELAJARAN DAN KUALITAS PENYELENGGARAAN SEKOLAH DI SDN I SUKOREJO SARADAN MADIUN Kurniadi, Erawan; Mayasari, Tantri; Handhika, Jeffry; Huriawati, Farida
Jurnal Terapan Abdimas Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v8i1.13817

Abstract

Abstract. SDN I Sukorejo has done online learning but is still limited to using the WhatsApp application program. On the other hand, the free Google Meet application program allows active interaction between teachers and students that SDN has never used I Sukorejo teachers. This happens because these teachers have never practised/trained. Therefore, the lecturer of the UNIPMA physics education study program conducted training on the use of Google Meet for the teachers of SDN I Sukorejo for learning purposes and brave meetings. This Google Meet utnnnnnnnnn training is to support learning and improve the quality of school administration. After the training, the teachers of SDN I Sukorejo are ready to carry out lessons and meetings using Google Meet. Teachers are assisted by KKN students for two weeks, To ensure the success of the training. The impact of the training results will be measured at the following collaboration forum. Abstrak. SDN I Sukorejo telah melaksanakan pembelajaran daring, namun masih terbatas memanfaatkan program aplikasi WhatsApp. Program aplikasi gratis Google Meet yang memungkinkan terjadinya interaksi aktif antara guru dengan siswa belum pernah digunakan oleh guru SDN I Sukorejo. Ini terjadi karena guru-guru tersebut belum pernah berlatih/dilatih. Oleh karena itu, dosen program studi pendidikan fisika UNIPMA melakukan pelatihan pemanfaatan Google Meet pada guru-guru SDN I Sukorejo untuk keperluan pembelajaran dan pertemuan daring. Pelatihan pemanfaatan Google Meet ini ditujukan sebagai penunjang pembelajaran dan peningkatan kualitas penyelenggaraan sekolah. Setelah pelatihan, guru-guru SDN I Sukorejo telah siap melaksanakan pembelajaran maupun pertemuan daring menggunakan Google Meet. Untuk menjamin keberhasilan pelatihan, guru-guru didampingi oleh mahasiswa KKN selama 2 minggu. Dampak dari hasil pelatihan akan diukur pada forum kerjasama berikutnya.  
IMPLEMENTASI SISTEM REKOMENDASI BIDANG STUDI DAN PEKERJAAN BERBASIS RIASEC TEST DI SMK IHYA ULUMUDDIN BANYUWANGI Prasetyo, Junaedi Adi; Wibowo, Galih Hendra; Al Haris, Muhammad Fuad; Suwardiyanto, Devit Suwardiyanto; Febrian, Ayu Wanda
Jurnal Terapan Abdimas Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v8i1.13417

Abstract

Abstract. RIASEC is a psychological test method to map a person's personality into 6 criteria. In the implementation of the personality test at SMK Ihya Ulumuddin, currently it is still manual, namely by using a written test on paper media. Of course, this is less efficient because it takes a long time to process the results. In the implementation of this activity, we digitized from what was previously still using paper to be converted into a web-based RIASEC Test system that can be accessed by students anywhere so that they can study and take this test not having to be at school. For the implementation of this activity, at the beginning we discussed and surveyed with partners in making the system to be made. We then realized the results of this survey to create a RIASEC test web and after that we implemented it on partners. After the implementation is complete, we conduct trials and socialize the use of the application with partners and students. From the results of this activity, it was found that previously it took 7 days for the correction results, now the implementation only takes less than 1 hour and almost 100 percent of students like this latest test system. After this series of service activities, it is hoped that the costs incurred by the SMK for the test will decrease and can be optimized for other activities. Abstrak. RIASEC adalah salah satu metode tes psikologi untuk memetakan kepribadian seseorang menjadi 6 kriteria. Dalam pelaksanaan tes kepribadian di SMK Ihya Ulumuddin, saat ini masih manual yaitu dengan menggunakan tes tulis pada media kertas. Tentunya hal ini kurang efisien kerena memakan waktu yang cukup lama dalam proses pengolahan hasilnya. Pada pelaksanaan kegiatan ini, Kami melakukan digitalisasi dari yang sebelumnya masih menggunakan kertas untuk diubah menjadi sistem RIASEC Test berbasis web yang dapat diakses oleh siswa dimana saja sehingga mereka dapat mempelajari dan mengikuti test ini tidak harus ketika di sekolah.  Untuk pelaksanaan kegiatan ini, di awal kami berdiskusi dan survey dengan mitra dalam mebuat sistem yang akan dibuat. Hasil survey ini kmeudian kami realisasikan untuk membuat web RIASEC test dan setelah itu kami implementasikan pada mitra. Setelah implementasi selesai, Kami melakukan ujicoba dan sosialiasi penggunaan aplikasi dengan mitra dan siswa. Dari hasil kegiatan ini, didapatkan hasil bahwa sebelumnya menbutuhkan 7 hari untuk hasil koreksi, sekarang pelaksanaannya hanya membutuhkan waktu kurang dari 1 jam dan hamper 100 persen siswa menyukai sistem test terbaru ini. Setelah rangkaian kegiatan pengabdian ini, harapanya biaya yang dikeluarkan pihak SMK untuk test akan menurun dan dapat dioptimalkan untuk kegiatan lainnya.  
PENINGKATAN SKALA USAHA LEMBAGA KEUANGAN MILIK BUMDES TURI BERKEMBANG DESA TURI PONOROGO MELALUI PENDAMPINGAN MANAJEMEN BERBASIS SYARIAH Setiawan, Fery; Lailatizzahro, Nisa’u; Ayuningtyas, Angelica Beatris; Trisna, Anita Xtisani; Salsabila, Aghnia Salma
Jurnal Terapan Abdimas Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v8i1.13860

Abstract

Abstract. The potential of BUMDES Turi is developing well enough to continue to be developed. Organized organization and active participation of the community is the key. One of the BUMDES business units is a Financial Institution whose main activities are savings and services. The research program emphasizes organizational improvement through the development of a sharia-based business scale. The activities are in the form of training, technical guidance and assistance related to the management of financial institutions that run sharia savings and loan businesses. The results obtained are that village financial institution managers have received material on managerial and technical management of Islamic financial institutions, as well as revamping the digital accounting system used. HR has understood the management of financial institutions with the sharia system Abstrak. Potensi BUMDES Turi Berkembang cukup baik untuk terus dikembangkan. Tertatanya organisasi serta peran serta aktif dari masyarakat menjadi kunci. Salah satu unit usaha BUMDES adalah Lembaga Keuangan yang kegiatan utamanya adalah tabungan dan jasa.  Pada program Scale Up BUMDES ini tim peneliti melakukan penelitian dengan menekankan pada peningkatan organisasi melalui pengembangan skala usaha berbasis system syariah. Adapun kegiatan berupa pelatihan, bimbingan teknis dan pendampingan terkait pengelolaan Lembaga keuangan yang menjalankan usaha simpan pinjam syariah. Hasil yang didapatkan adalah Pengelola Lembaga keuangan desa telah mendapatkan materi tentang pengelolaan manajerial dan teknis Lembaga keuangan syariah, serta pembenahan system akuntansi digital yang digunakan. SDM telah memahami pengelolaan Lembaga keuangan dengan system syariah.  
PENINGKATAN KUALITAS PRODUK UMKM MELALUI DIGITAL MARKETING DAN LEGALITAS PRODUK DI DESA CERME Ulum, Achmad Saiful; Theressa, Thea Diva; Firmansyah, Ade; Rohman, Fathur
Jurnal Terapan Abdimas Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v8i1.13173

Abstract

Abstract. The Covid-19 pandemic has hit Indonesia, so it has had a lot of impact on the community's economy, especially MSME actors. The impact is a decrease in sales turnover, a decrease in product sales, and difficulties in financing loan installments. Around 47, 13% of businesses were able to survive in August 2020, around 72.02% of businesses would close in November 2020, and around 85.42% could last a maximum of one year during the Covid-19 Pandemic era. The impact of the Covid-19 pandemic was also felt by Micro MSME actors in Cerme Village, Nganjuk Regency who are partners in this community service program. The number of MSMEs in Cerme Village is 15 Micro Business actors. The types of businesses that are run are Food, Beverage, Natural Stone, Bonsai, and Plantation. The purpose of this community service program is to help MSME actors, especially in Cerme Village, Nganjuk Regency in overcoming the problem of decreasing sales turnover in the Covid-19 pandemic era. The implementation method for this community service activity is carried out in a Hybrid manner, namely a combination of offline and online. Meanwhile, this community service method consists of 3 stages, namely the metric exposure method, practice and mentoring. The results of community service that have been carried out include: Increased knowledge of MSMEs, especially in Cerme Village in mapping marketing strategies and Digital Marketing, Being able to determine the Promotional Mix, and product packaging, Increasing public knowledge in the use of marketing technology that aims to expand product marketing, Increasing public interest in legalizing this type of business.Abstrak. Pandemi Covid-19 telah melanda di Indonesia, sehingga banyak menimbulkan dampak pada ekonomi masyarakat khususnya pelaku UMKM. Dampak yang ditimbulkan yaitu penuruann omset penjualan, menurunnya penjualan produk, dan kesulitan dalam membiayai angsuran pinjaman. Sekitar 47, 13% usaha mampu bertahan di Bulan Agustsus 2020, sekitar 72,02% usaha akan tutup di Bulan November 2020, dan sekitar 85,42% dapat bertahan paling lama satu tahun pada era Pandemi Covid-19. Dampak pandemi Covid-19 juga dirasakan oleh Pelaku UMKM Mikro di Desa Cerme, Kabupaten Nganjuk yang merupakan Mitra dalam program pengabdian Masyarakat ini. Jumlah UMKM yang berada di Desa Cerme sebanyak 15 pelaku Usaha Mikro. Jenis usaha yang dijalankan yaitu Makanan, Minuman, Batu Alam, Bonsai, dan Perkebunan. Tujuan Program pengabdian masysrakat ini yaitu untuk membantu para pelaku UMKM khususnya di Desa Cerme Kabupaten Nganjuk dalam mengatasi permasalahan penurunan omset penjualan di era pandemic Covid-19. Metode pelaksanaan pada kegiatan Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan secara Hybrid yaitu kombinasi antara Luring dan daring. Sedangkan metode pengabdian Masyarakat ini terdiri dari 3 Tahapan yaitu Metode Pemaparan metri, Praktika dan Pendampingan. Adapun hasil dari pengabdian masyarakat yang telah dilakukan diantaranya yaitu : Meningkatnya pengetahuan UMKM khususnya di Desa Cerme dalam memetakan strategi pemasaran dan Digital Marketing, Mampu menentukan Bauran Promosi, dan kemasan produk, Meningkatnya pengetahuan masyarakan dalam pemanfaatan teknologi pemasaran yang bertujuan untuk memperluas pemasaran produk, Meningkatnya minat masyarakat dalam melegalitaskan jenis usahanya.
PEMBERDAYAAN PENYANDANG DISABILITAS MELALUIPROGRAM KETRAMPILAN HANDYCRAFT UNTUKMENDORONG KEMANDIRIAN EKONOMIDI PAGUYUPAN DISABILITAS KRIDA KARYA MANDIRI Faujianto, Samsu Anhari; Rohmatiah, Ahadiati; Iswati, Retno; Lukito, Martin
Jurnal Terapan Abdimas Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v8i1.13894

Abstract

Abstract. This community service program aims to improve performance at the production, management, and product marketing stages independently and sustainably. The method used is through dissemination and counseling on product ideas by looking at market demand conditions but also taking into account the capabilities of existing resources. The development of productive economic activities needs to be carried out by developing various types of market-oriented business skills. Through identifying the potential and resources of the participants, both human, institutional, financial, and facilities and infrastructure that can be utilized, then training by utilizing e-commerce for product marketing and providing assistance in implementing skills guidance, as well as developing productive economic activities are carried out by developing various types of business skills that are economically valuable and market-oriented. After providing assistance and knowledge transfer, there were several positive impacts, including a change in the mindset of persons with disabilities to be more empowered and independent by exploring their potential, product opportunities were more widely explored, to increase branding, thereby increasing income, and diversity of livelihoods that can be an alternative for the community to carry out their lives. In the end, the community service activities felt by the Krida Karya Mandiri Association were that participants were able to make and sell useful, interesting, and artistic crafts by utilizing technological developments. In the economic field, persons with disabilities are empowered through the utilization of natural potential and human resources. And in the social field, empowered to always be optimistic and independent. Abstrak. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatan kinerja di tahap produksi, manajemen, hingga pemasaran produk secara mandiri dan keberlanjutan. Metode yang digunakan melalui sosialisasi dan penyuluhan gagasan produk dengan melihat kondisi permintaan pasar namun juga memperhatikan kemampuan sumber daya yang ada. Pengembangan kegiatan ekonomi produktif perlu dilaksanakan dengan mengembangkan berbagai jenis ketrampilan usaha yang berorientasi pada pasar. Melalui identifikasi potensi dan sumber daya peserta baik sumber daya manusia, kelembagan, finansial maupun sarana dan prasarana yang dapat dimanfaatkan, kemudian pelatihan dengan memanfaatkan e-commerce untuk pemasaran produk dan melakukan pendampingan dalam pelaksanaan bimbingan ketrampilan, serta pengembangan kegiatan ekonomi produktif dilaksanakan dengan mengembangkan berbagai jenis ketrampilan usaha yang bernilai ekonomis dan berorientasi pada pasar. Setelah melakukan pendampingan dan transfer ilmu pengetahuan, terdapat beberapa dampak positif antara lain adanya perubahan mindset dari penyandang disabilitas untuk lebih berdaya dan mandiri dengan menggali potensi yang dimilikinya, peluang produk lebih tereksplor secara luas, sehingga dapat meningkatkan branding, dengan begitu akan meningkatkan pendapatan, serta keragaman mata pencaharian yang dapat menjadi alternatif masyarakat untuk melangsungkan kehidupannya. Pada akhirnya, kegiatan pengabdian masyarakat yang dirasakan oleh Paguyupan Disabilitas Krida Karya Mandiri adalah peserta telah mampu membuat dan menjual kerajinan yang bermanfat, menarik dan memiliki nilai seni dengan memanfaatkan perkembangan teknologi. Dalam bidang ekonomi, penyandang disabilitas diberdayakan melalui pemanfaatan potensi alam maupun sumber daya manusia. Dan dalam bidang sosial, diberdayakan untuk selalu bersikap optimis dan mandiri. 
MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBAHASA YANG BAIK DAN BENAR DALAM PENULISAN SURAT RESMI Septiani, Eka; Sari, Nur Indah
Jurnal Terapan Abdimas Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v8i1.10430

Abstract

Abstract. Advances in science and technology are currently developing rapidly. All activities tend to be digital, especially in conveying messages to the public. All the old habits left behind included writing a letter to convey an important and official message. In fact, there are not many people who underestimate writing letters. In fact, providing examples of good and correct language in writing letters is very important. Not only that, good and correct language can help the message we want to convey so that it can be accepted by the community. If you have ever had difficullty capturing the message coveyed in a letter, it is because of an error in using language. Whether the message conveyed in a letter is accepted or not can be seen from the use of good and correct language. The Purpose of this activity is to provide solutions in providing counseling in making good and correct letter. The scope of this outreach and community service program, it will focus on the (Ruku Tetangga (RT) Management. RT is second social sphere after family in creating good and correct use of Indonesian, especially in conveying an important message to the community. RT administrators are given prior views on the development of speaking and the use of good and correct language, especialy in writing outgoing letters. They are given an illustration of how the influence of using good and correct language in society and the environment. Furthermore, the instructor will provide materials related to how to make the correct outgoing letter. The results obtained from this activity are that there are several language errors so that the RT management can correct errors in writing letters. Abstrak. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini begitu berkembang pesat. Semua kegiatan lebih cenderung beralih ke digital, terlebih dalam menyampaikan pesan kepada masyarakat. Semua kebiasaan lama ditinggalkan termasuk dalam membuat surat untuk menyampaikan sebuah pesan penting dan resmi. Bahkan tak banyak pula orang yang menganggap remeh dalam membuat surat. Padahal, memberikan contoh berbahasa yang baik dan benar dalam membuat surat adalah hal yang sangat penting. Tak hanya itu, berbahasa yang baik dan benar dapat membantu pesan yang ingin kita sampaikan sehingga dapat diterima oleh masyarakat. Jika Anda pernah mengalami kesulitan dalam menangkap pesan yang disampaikan dalam sebuah surat, hal ini disebabkan karena adanya kesalahan dalam menggunakan bahasa. Diterima atau tidaknya pesan yang disampaikan dalam sebuah surat itu dapat dilihat dari penggunaan bahasa yang baik dan benar. Tujuan dalam kegiatan ini adalah memberikan solusi dalam memberikan penyuluhan membuat surat yang baik dan benar. Lingkup pada program penyuluhan dan pengabdian masyarakat ini, akan berfokus pada Pengurus Rukun Tetangga (RT). RT merupakan lingkup sosial kedua setelah keluarga dalam menciptakan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar terutama dalam menyampaikan sebuah pesan penting kepada masyarakat. Adapun metode pelaksanaan kegiatan ini yaitu pengurus RT diberikan pandangan terlebih dahulu mengenai perkembangan Berbahasa dan penggunaan bahasa yang baik dan benar terutama dalam membuat surat keluar. Mereka diberikan gambaran bagaimana pengaruh menggunakan bahasa yang baik dan benar dalam masyarakat dan lingkungan. Selanjutnya penyuluh akan memberikan materi terkait bagaimana membuat surat keluar yang benar. Hasil yang didapat dari kegiatan ini adalah terdapat beberapa kesalahan berbahasa sehungga pengurus RT dapat memperbaiki kesalahan dalam menulis surat. 

Page 1 of 2 | Total Record : 19