cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2023)" : 9 Documents clear
Estetika Budaya Melayu dalam Tari Zapin Riau Rinto Widyarto; Yulinis Yulinis
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpks.v8i1.19203

Abstract

Tari Zapin Melayu Riau merupakan tari tradisi yang masih eksis di tengah masyarakat Riau. Tari Zapin juga dimiliki oleh Melayu lain di Nusantara. Kajian ini untuk mengetahui bagaimana Melayu sebagai daerah kebudayaan yang sangat luas di Wilayah Indonesia dan negara tetangga (Brunei Darusalam, Malaysia dan Singapura). Luasnya daerah Melayu menjadikannya sebagai induk dari kebudayaan Melayu kecil yang bertebaran. Hal ini diketahui dari penyebutan Melayu Minangkabau, Melayu Riau, dan Melayu Jambi.Metode penelitian terfokus pada kebudayaan yaitu suatu etnis yang dipengaruhi kebudayaan asing yang lambat laun diakomodasi serta diintegrasi, terjadi saling berinteraksi tanpa kehilangan kepribadian dengan teori akulturasi. Terdapat lima kasus menarik yaitu, metode mengobservasi, proses akulturasi; psikologi proses akulturasi; timbulnya inovasi; dan usaha menolak proses akulturasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tari Zapin Melayu Riau merupakan tari yang muncul akibat interaksi antar dua kebudayaan (budaya Melayu dan Arab), dapat dikatakan juga sebagai kesenian produk kebudayaan agama Islam. Awalnya dibawa pedagang Arab di kawasan Selat Malaka awal abad XVI. Kemudian tarian ini mengalami akulturasi dengan budaya lokal Melayu hingga dijadikan budaya baru. Perpanduan dua budaya melahirkan estetika baru yang berbeda dengan estetika Melayu masa lalu dan estetika Arab yang datang ke Riau. Secara estetis, Tari Zapin Melayu Riau menitikberatkan pola mengalun memperlihatkan keindahan gerak kaki dan tangan. Dalam kaidah/estetika Islam, penari tidak bergerak bertentangan nilai dalam agama Islam. Tidak ada gerakan erotis (mengundang nafsu syahwat). Gerakan tari Zapin terinspirasi kegiatan manusia dengan alam (lingkungan). Masing-masing gerakan mengandung makna dan secara berirama serta terpola. Musik pengiringinya ala musik Islami dengan instrumen Marwas dan Gambus
Pendidikan Seni dalam Seni Bela Diri Dwiyana Habsary; Indra Bulan; Nabilla Kurnia Adzan; Afrizal Yudha Setiawan
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpks.v8i1.18795

Abstract

Abstract: This article discusses martial arts that can be used as learning material in schools. This paper examines what are the values contained in martial arts that can be taught to students. This research is a qualitative research, which describes what are the values contained in each form of martial arts. The data collection technique used is literature study. The literature study carried out in this study used the thesis of Unila Dance Education study program students who wrote about martial arts including Khakot, Sung-sung, and Kuttau. All of these objects are studied using the concepts of cultural values and education. The results of this study indicate that this self-defense material can be used as an option to be taught to students. This material provides several benefits to students, namely (1) providing a good movement experience for physical health, (2) providing aesthetic experience, sound and shape, (3) providing insight into values about responsibility and discipline. Keywords: Art Education, Martial Arts, Dance  Abstrak: Artikel ini membahas tentang seni bela diri yang dapat dijadikan materi pembelajaran di sekolah. Tulisan ini mengkaji apa saja nilai-nilai yang terkandung dalam seni bela diri yang dapat diajarkan pada peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, yang memaparkan apa saja nilai-nilai yang terkandung dalam setiap bentuk seni bela diri. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu studi pustaka. Studi pustaka yang dilakukan pada penelitian ini menggunakan skripsi mahasiswa program studi Pendidikan Tari Unila yang menulis tentang seni bela diri diantaranya adalah Khakot,  Sung-sung, dan Kuttau. Seluruh objek tersebut dikaji dengan menggunakan konsep nilai budaya, dan pendidikan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa materi bela diri ini dapat dijadikan salah satu pilihan untuk diajarkan pada peserta didik. Materi ini memberikan beberapa manfaat pada peserta didik yaitu (1) memberikan pengalaman gerak yang baik untuk kesehatan fisik, (2) memberikan pengalaman estetis, suara dan bentuk, (3) memberikan wawasan nilai-nilai tentang tanggung jawab dan kedisiplinan. Kata kunci: Pendidikan Seni, Seni Bela Diri, Seni Tari
ILUSI OPTIS KARYA SENI LUKIS AT SITOMPUL DI YOGYAKARTA Raden Angga Bagus Kusnanto; Dedy Firduansyah; Willy Lontoh
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpks.v8i1.19273

Abstract

Penelitian ini berfokus pada kecenderungan seniman At. Sitompul memilih ilusi optik (Op Art) dalam berkarya, perkembangan teknik karya At. Sitompul serta karakteristik karya lukis seniman At. Sitompul. Jenis penelitian ini merupakan kualitatif dengan teknik pengumpulan datat meliputi observasi, InDepth Interview dan dokumentasi. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: Pertama, daya pukaunya yang optis dimana dinamis visualnya. Kedua, Perkembangan teknik diantaranya Psikovisual, Ekspresif, Bordes, Alfabetis dan Ketiga, karakteristik yang terkandung pada lukisan At. Sitompul adalah tema yang diangkat berawal dari buah pemikiran apa yang sedang dirasakan, menggunakan tekstur semu dan nyata pada karyanya, warna yang fleksibel yang dapat menyesuaikan dengan apa yang ingin dicapai dalam karyanya, bentuk geometris yang acapkali hadir pada karyanya serta gaya ilusi optis yang hampir ditampilkan pada seluruh karyanya.
KARAKTERISTIK MATERI PEMBELAJARAN TARI UNTUK MAHASISWA ASING Lesa Paranti; Utami Arsih; Indrawan Nur Cahyono; Ani Nur Auliyatun Latifah
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpks.v8i1.19274

Abstract

The internationalization carried out by Indonesian universities has become a trend favored by students both from within and outside the country. The internationalization program offered to foreign students at Universitas Negeri Semarang is precisely the dance class, because through dance they learn about Indonesian arts and culture. This study aimed to examine the dance learning program for foreign students at Universitas Negeri Semarang and find the concept of dance learning materials that are suitable for the needs and characteristics of foreign students. The method used in this study is a qualitative method. Collecting data using interviews, observation, and documentation. Data analysis techniques include data reduction, data presentation, and verification. The data validity technique uses triangulation of sources, methods, and theories. The results showed that the purpose of learning dance for foreign students is that students are able to get to know Indonesian culture through the practice of local dance arts. There are long-term and short-term dance learning programs. This affects the determination of the dance material being studied. The characteristic of dance material for foreign students includes: 1) the theme according to the local wisdom of the local area; 2) dance moves are sourced from local traditional dances but need to be adapted to the abilities and characteristics of the culture where students come from; 3) thick musical accompaniment with nuances and characteristics of local arts; 4) the duration of the dance is not too long, ideally 3-5 minutes. This concept is the basis for the preparation of dance scripts. The dance concepts and scripts that have been compiled can be used as guidelines for creating dance materials that are in accordance with the characteristics and learning programs for foreign students at Universitas Negeri Semarang
Front Matter (Cover, Editorial Boards, Kata Pengantar, Daftar isi)
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Pendidikan Seni Pertunjukan, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpks.v8i1.19750

Abstract

Perancangan E-Modul Interaktif Berbasis Flipbook Pada Mata Kuliah Kajian Instrumen Kendang Tri Suhatmini Rokhayatun; Setya Rahdiyatmi Kurnia Jatilinuar; Ipuk Widyastuti; Farid Azzani Prasanaya
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpks.v8i1.19316

Abstract

ABSTRAKPembatasan kapasitas belajar pada pembelajaran luring pasca pandemi Covid-19 atau era new normal berdampak pada perubahan metode pembelajaran mata kuliah praktek menjadi blended learning, termasuk pada mata kuliah Kajian Instrumen Kendang. Belum tersedianya materi dan media pembelajaran blended learning yang variatif bagi mata kuliah praktek di Jurusan Karawitan ISI Yogyakarta menjadi faktor pendukung pentingnya penelitian ini dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah merancang e-modul interaktif berbasis flipbook pada mata kuliah Kajian Intrumen Kendang. Penelitian ini menggunakan teori sistem simbol, e-learning, dan klasifikasi media pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian Research and Development (R&D) karena model yang dipakai dalam penelitian ini menggunakan prinsip ADDIE, yaitu Analysis (Analisis), Design (Desain), Development or Production (Pengembangan), Implementation or Delivery (Implementasi), dan Evaluate (Evaluasi). Pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka dan diskografi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan pendekatan kuantitatif dan penyajiannya dideskripsikan melalui pendekatan kualitatif.  Hasil dari penelitian ini berupa laporan, jurnal, dan e-modul interaktif berbasis flipbook. Tingkat Kesiapan Teknologi (TKT) penelitian ini diharapkan mampu mencapai level 6 dengan produk e-modul interaktif mata kuliah Kajian Instrumen Kendang.Kata kunci:E-modul, flipbook, media pembelajaran.
Kajian Fenomenologis: Pemanfaatan Alat Musik dari Sampah Sebagai Model Pembelajaran PBL dan ADDIE Zakarias Aria Widyatama Putra
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpks.v8i1.19186

Abstract

Kajian fenomenologi mencoba menelaah pemanfaatan alat musik dari sampah yang digunakan dalam model pembelajaran Problem Based Learning dan ADDIE. Tujuan dari kajian ini adalah mengungkap berdasarkan pengalaman fenomena sampah yang terjadi di Indonesia dengan peningkatannya dapat diatasi dengan salah satunya produk alat musik dari botol kaca bekas sehingga terbentuk alat musik saron. Metode penelitian yang digunakan adalah fenomenologi dengan konstruk kualitatif dan pendekatan deskriptif serta kajian literasi. Subyek penelitian menggunakan fenomena sampah di Indonesia dengan target jenjang pendidikan SMP dan kurikulum KTSP 2006. Pengambilan data menggunakan teknik observasi dan pemotretan dengan mengamati serta menelaah fenomena sampah yang ada di Indonesia serta dokumentasi dalam bentuk artikel model pembelajaran. Analisis data menggunakan kerangka pengambilan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil kajian fenomenlogis bahwasanya karakteristik model pembelajaran Problem Based Learning dan ADDIE membentuk kerangka solutif atas permasalahan fenomena sampah sehingga dimaanfatkan dalam produk alat musik dari botol kaca bekas yang membentuk replika alat musiksaron . Selain itu, kondisi model pembelajaran ADDIE sebagai konstruk produk pembelajaran dapat menghasilkan kualitas dan kuantitas alat musik botol kaca bekas menjadi lebih optimal dalam penggunaannya. Produk ini juga dapat menjadi penignkatan keterampilan sosial maupun musik yang dimiliki oleh peserta didik serta membentuk daya kritis dan kreativitas pendidik dalam proses pembelajaran.
STRATEGI PEMBELAJARAN GITAR KLASIK DALAM PERLOMBAN FLS2N TINGKAT KOTA SERANG DI PROVINSI BANTEN Syamsul Rizal; Vivi Ervina Dewi
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpks.v8i1.17230

Abstract

Abstract: Learning classical guitar has its own level of difficulty when it comes to playing a song. Starting from right-handed or left-handed playing techniques, such as tirando, apoyando, arpeggio, scale, slur, and slide techniques. So that a teacher must have a strategy in delivering learning material to his students. So, to achieve maximum results in a classical guitar learning, a teacher must have a special strategy in achieving learning objectives. This article aims to analyze the classical guitar learning strategies used by Dandi Musa in providing material to his students. This study uses a qualitative method with a phenomenological approach. The subjects of this research are Dandi Musa as a classical guitar teacher and Aida Mulya L. and Raissa Bamban as students. Data collection through in-depth interviews, observation, and documentation. Data analysis using data reduction, data presentation, and conclusions. The results of this study state that the strategy in classical guitar learning used by Dandi Musa is structured. Namely through introduction strategies, core learning strategies, and learning evaluation strategies. so that through this strategy the learning outcomes are maximized.
Front Matter (Cover, Editorial Boards, Kata Pengantar, Daftar isi) Syamsul Rizal
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpks.v8i1.19655

Abstract

Page 1 of 1 | Total Record : 9