cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
fondasi@untirta.ac.id
Editorial Address
Jl. Jenderal Sudirman KM.3, Cilegon, 42435, Telephone (0254)395502 Ext. 19 Phone: (0254)395502 Ext.19
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Fondasi: Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 23024976     EISSN : 25031511     DOI : http://dx.doi.org/10.36055/jft.v9i1.7440
Core Subject : Engineering,
Terbitan berkala yang mempublikasikan hasil penelitian yang berkaitan dengan pengembangan sains dan teknologi dalam bidang teknik sipil (Struktur, Transportasi, Geoteknik, Sumber Daya Air dan Manajemen Konstruksi) sebagai bentuk kekayaan intelektual. Diterbitkan sebanyak 2 kali dalam satu tahun yakni pada Bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2019)" : 10 Documents clear
ANALISIS WAKTU BAKU KAPAL DI PELABUHAN PENYEBERANGAN MERAK ( Studi Kasus Dermaga 4 dan 5 ) Muhammad Fakhruriza Pradana; Rindu Twidi Bethary; Dewi Suharyanti
Jurnal Fondasi Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jft.v8i1.5400

Abstract

Pelabuhan penyeberangan Merak merupakan pintu gerbang lalu lintas Jawa-Sumatera yang terletak di Kota Cilegon. Pelabuhan Merak saat ini memiliki 5 dermaga yang beroperasi. Pelabuhan Merak kurang mengoptimalkan penggunaan dermaga 4 dan 5, dikarenakan dermaga 4 dan 5 belum memiliki trayek tetap untuk jadwal kapal bersandar. Pengelolaan pelabuhan Merak yang tidak efektif merupakan salah satu penyebab rendahnya pelayanan. Salah satu parameter yang perlu diperhatikan dalam upaya peningkatan pelayanan ada lahlamanya waktu operasional yang dibutuhkan kapal di pelabuhan.Data yang digunakan adalah data primer yang merupakan hasil dari wawancara berbagai sumber dan data hasil survey waktu bongkar muat dan manuver kapal. Data sekunder adalah jadwal keberangkat an kapal, jumlah dan kapasitas kapal.Waktu baku operasional merupakan jumlah dari waktu bongkar muat dan manuver dikalikan dengan kapasitas kapal. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Nilai waktu baku operasional kapal di Pelabuhan Merak rata-rata 62,124 menit/kapal. Dimana waktu baku dari masing-masing kapal sesuai dengan kapasitasnya adalah: kapal dengan kapasitas 20 kendaraan roda empat sebesar 54.273 menit, kapasitas 26 kendaraan roda empat sebesar 58.555 menit, kapasitas 30 kendaraan roda empat sebesar 61.410 menit, kapasitas 32 kendaraan roda empat sebesar 62.837menit, kapasitas 34 kendaraan roda empat sebesar 64.265 menit, kapasitas 35 kendaraan roda empat sebesar 64.978 menit, kapasitas 38 kendaraan roda empat sebesar 67.119 menit, kapasitas 40 kendaraan roda empat sebesar 68.547 menit. 2) Nilai rata-rata sebesar 62,124 menit/kapal menunjukkan operasional kapal di Pelabuhan Merak belum optimal karena lebih dari selang waktu keberangkatan yang ditetapkan di Pelabuhan Merak yaitu sebesar 60 menit.
PERBANDINGAN RESPONS STRUKTUR AKIBAT BEBAN GEMPA DAN PENGARUH ANGIN PADA GEDUNG BERTINGKAT TINGGI ( Studi Kasus: Gedung Menara Rektorat Kampus UNTIRTA Sindangsari ) Baehaki Baehaki; Zulmahdi Darwis; Hendrian Budi Bagus Kuncoro; Prastyani Prastyani
Jurnal Fondasi Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jft.v8i1.5405

Abstract

Gedung menara rektorat kampus UNTIRTA diklasifikasikan sebagai gedung bertingkat tinggi yang memiliki risiko beban lateral cukup besar, diantaranya beban angin dan beban gempa. Analisis beban angin pada struktur gedung dipengaruhi oleh ketinggian gedung, sedangkan analisis beban gempa dipengaruhi oleh massa gedung. Berdasarkan ketinggian serta lokasi yang rawan terhadap beban angin dan beban gempa, maka perlunya penelitian dalam merencanakan gedung menara rektorat kampus UNTIRTA yang mampu menahan beban tersebut untuk menjamin keandalan bangunan.Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan respons struktur akibat beban gempa dan pengaruh angin pada gedung bertingkat tinggi dimana respons struktur yang ditinjau yaitu story drift, displacement, dan story shear. Penelitian ini menggunakan metode pembebanan gempa dinamik respons spektrum berdasarkan SNI 1726-2012 dan pembebanan angin berdasarkan SNI 1727-2013.Hasil penelitian menunjukan bahwa pengaruh tekanan angin rencana pada gedung menara rektorat kampus UNTIRTA berdasarkan data BMKG yaitu 0,0135 kN/m2 tidak memenuhi persyaratan tekanan angin desain minimum berdasarkan SNI 1727-2013 sebesar 0,77 kN/m2. Tekanan angin rencana yang rendah dikarenakan gedung menara rektorat kampus UNTIRTA terletak jauh dari pantai namun memiliki risiko kegempaan cukup tinggi, sehingga pembebanan akibat beban gempa menghasilkan respons struktur yang lebih besar meliputi story drift, displacement, dan story shear secara berturut-turut yaitu sebesar 43,56%,76,62%, dan 64,98% terhadap beban angin.
PENGARUH SUPPLY CHAIN MANAGEMENT (SCM ) TERHADAP DAYA SAING DAN KINERJA PROYEK PADA KONSTRUKSI GEDUNG BERTINGKAT TINGGI ( Studi Kasus : Proyek Konstruksi Gedung Bertingkat Tinggi di DKI Jakarta dan Tangerang) Andi Maddeppungeng; Rifky Ujianto; Mariana Feronica Damanik
Jurnal Fondasi Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jft.v8i1.5394

Abstract

Penerapan supply chain management sangat diperlukan oleh industri konstruksi untuk meningkatkan daya saing yang berdampak pada kinerja perusahaan. Supply chain akan memberikan konstribusi terhadap efisiensi suatu pelaksanaan proyek, menurunkan biaya, dan memperbaiki penghantaran hasil akhir suatu produk atau jasa tepat waktu kepada pelanggan. Sehingga diharapkan dapat mempertahankan posisi bersaingnya dalam menghadapi kompetitor dan dapat meningkatkan kinerja perusahaan sesuai dengan target.Konsep penelitian ini, mengembangkan tiga dimensi supply chain management (aliran barang, uang,informasi), tiga dimensi daya saing (biaya, waktu, mutu) dan enam dimensi kinerja (biaya, waktu, kualitas,produktivitas, keselamatan kerja, lingkungan). Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner skala likert yang terdiri dari 44 indikator. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 202 responden. Data diolah menggunakan software LISREL 8.8 (15 Day Trial) yang dianalisis melalui confirmatory factor analysis.Hasil menunjukkan bahwa pengaruh supply chain management terhadap daya saing adalah sebesar 0,50 atau 50%. Serta pengaruh supply chain management terhadap kinerja adalah sebesar 0,68 atau sebesar 68%. Sedangkan supply chain management berpengaruh besar dan signifikan terhadap kinerja melalui daya saing sebesar 0,14 atau 14%.
ANALISIS KECELAKAAN LALU LINTAS DAN BIAYA KECELAKAN MATERIL PADA RUAS JALAN NASIONAL ( Study Kasus: Jl. Raya serang Km 23 Balaraja – Jl. Raya Serang Km 35 Jayanti Kabupaten Tangerang ) Dwi Esti Intari; Hendrian Budi Bagus Kuncoro; Riana Pangestika
Jurnal Fondasi Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jft.v8i1.5401

Abstract

Kabupaten Tangerang sebagai daerah yang cukup padat penduduk dengan berbagai macam profesi yang membutuhkan mobilitas dan akses yang serba cepat dengan lalu lintas padat dan banyak menyebabkan kecelakaan terjadi. Berdasarkan data kecelakaan dari Laka Lantas Polres Tangerang tingkat kecelakaan cukup tinggi sebanyak 1374 kali kejadian kecelakaan selama tahun 2015 - 2016, maka sangat penting untuk mengetahui faktor penyebab kecelakaan dan karakteristik serta daerah rawan kecelakaan yang dapat dilakukan cara penangannya.Penelitian ini menggunakan metode Angka Ekivalen Kecelakaan (AEK) untuk menghitung angka kecelakaan dan metode Upper Control Limit (UCL) untuk menentukan lokasi rawan kecelakaan. Data yang digunakan adalah data laporan Laka Lantas Porles Tangerang tahun 2015-2016 yang di kelompokan berdasarkan karakteristik.Hasil analisis penelitian ini menghasilkan segmen jalan Raya Serang Km 23 – Km 35 mempunyai daerah rawan kecelakaan yaitu segmen 4 tepatnya pada Km 32- Km 35. Karakteristik yang terjadi yaitu waktu kecelakaan didominasi pada waktu 18.01- 05.59 WIB 58%, tingkat kecelakaan yang terjadi luka berat 64%,faktor pengguna jalan roda dua 59%, berjenis kelamin laki-laki 72%, dengan usia 21-30 tahun dengan bentuk kecelakaan tabrak sisi 20%, yang di sebabkan tidak konsentrasi 26%. Untuk kerugian materil di daerah rawan kecelakaan yang terjadi dengan nilai kerugian sebesar Rp. 511.900.006,00.
ANALISIS STABILITAS DINDING PENAHAN TANAH UNTUK PERKUATAN TEBING BADAN JALAN SURADITA - KRANGGAN Enden Mina; Woelandari Fathonah; Fricha Desy Candra Sari
Jurnal Fondasi Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jft.v8i1.5397

Abstract

Fenomena jalan amblas kini tengah menjadi sorotan salah satunya disebabkan dengan kelongsoran tanah yang pada umumnya terjadi akibat dari rendahnya kuat geser tanah pembent uk lereng, peningkatan beban tambahan dan muka air tanah. Kelongsoran pada tebing badan jalan Suradita disebabkan oleh aliran air yang mengakibatkan tanah dibawah jalan bergeser. Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui cara penanggulangan kelongsoran lereng dengan menggunakan talud bronjong dengan pondasi bore pile dan turap beton.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis stabilitas lereng menggunakan metode Fellenius dan metode Bishop yang akan dibandingkan dengan aplikasi Rocscience Slide untuk mencari nilai keamanan lereng. Perhitungan tekanan tanah lateral menggunakan teori Rankine dan Coulomb. Pada kestabilan talud bronjong dengan pondasi bore pile dicek terhadap momen guling, gaya geser dan daya dukungnya. Dilakukan desain turap beton pada lereng apabila talud bronjong tidak aman sehingga lereng menjadi aman. Desain turap ditentukan berdasarkan nilai Mmax yang terjadi pada turap beton kemudian disesuaikan dengan dimensi turap beton yang ada di pasaran dan dianalisis menggunakan aplikasi Plaxis untuk mencari nilai deformasi yang terjadi.Dari hasil analisa diperoleh nilai faktor keamanan lereng menggunakan perhitungan manual metode Fellenius, Bishop berturut-turut sebesar 1,325; 1,331 dan nilai faktor keamanan lereng dengan menggunakan aplikasi Rocscience Slide metode Fellenius, Bishop berturut-turut sebesar 1,244; 1,292. Analisa perhitungan manual stabilitas talud bronjong dengan pondasi bore pile didapat nilai faktor keamanan stabilitas guling, geser dan daya dukung teori Rankine berturut-turut sebesar 3,380; 1,026; 4,669 sedangkan dengan teori Coulomb berturut-turut sebesar 3,618; 1,128; 4,669. Pada perencanaan turap beton diperoleh panjang turap 14m dengan Mmax sebesar 13,51 ton m sehingga digunakan tipe beton 50x22 cm tipe E. Nilai deformasi yang dihasilkan menggunakan aplikasi Plaxis sebesar 43,88 mm.
ANALISIS KINERJA SIMPANG TIGA TAK BERSINYAL ( Studi Kasus : Simpang Tiga Jalan Raya Serang Km 24 – Jalan Akses Tol Balaraja Barat, Balaraja, Kabupaten Tangerang, Banten ) Hendrian Budi Bagus Kuncoro; Dwi Esti Intari; Rahayu Rahmayanti
Jurnal Fondasi Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jft.v8i1.5402

Abstract

Perkembangan di Kabupaten Tangerang berdampak pada meningkatnya pergerakan manusia, barang, dan jasa yang membutuhkan sarana dan prasarana jalan yang memadai agar berjalan lancar. Dengan kata lain perkembangan wilayah berdampak pada sistem transportasi wilayah. Namun saat ini sarana prasarana jalan tidak mampu mengimbangi jumlah kendaraan, sehingga terjadi kemacetan. Penurunan kinerja menimbulkan kerugian pada pengguna jalan baik dari segi waktu, ekonomi, maupun kualitas lingkungan. Kemacetan pada simpang Balaraja Barat merupakan salah satu dampak dari pertumbuhan lalu lintas yang tinggi.Penelitian di simpang Balaraja Barat bertujuan untuk mengetahui kondisi simpang dan mengatasi permasalahan yang terjadi, mengenai kondisi operasional simpang yang ditunjukkan dengan nilai kapasitas, derajat kejenuhan, tundaan, dan peluang antrian. Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh dengan pengambilan data lalu lintas dan pengukuran geometrik simpang dan data sekunder yang digunakan yaitu data jumlah penduduk Kabupaten Tangerang diperoleh dari BPS tahun 2018. Analisis data dalam penelitian berdasar pada Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia 2014.Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa simpang mengalami kejenuhan dengan nilai derajat kejenuhan (Dj) sebesar 1,07. Simpang memiliki tundaan lalu lintas sebesar 15 det/skr, tundaan geometrik sebesar 4 det/skr dan tundaan total sebesar 56,66 det/skr. Peluang antrian yang terjadi pada simpang ini yaitu46,155% - 91,97% dan tingkat pelayanan simpang masuk kategori F. Untuk meningkatkan pelayanan simpang dapat dilakukan perbaikan dengan pemberian Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL), serta kombinasi antara perubahan geometrik dan pemberian APILL.Berdasarkan hasil perhitungan dapat dipilih alternatif kedua yaitu kombinasi perubahan geometrik jalan dan pemberian APILL dengan Dj pada lengan A sebesar 0,51 pada lengan B sebesar 0,69 dan pada lengan C sebesar 0,69.
ANALISIS DEFORMASI LATERAL DIAPHRAGM WALL DAN DEWATERING PADA KONSTRUKSI BASEMENT (Studi kasus: Proyek The Ayoma Apartment, Serpong, Tangerang Selatan) Rama Indera Kusuma; Enden Mina; Weby Rizka Amala
Jurnal Fondasi Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jft.v8i1.5398

Abstract

Pekerjaan galian tanah akan menimbulkan deformasi lateral, proses dewatering akan menimbulkan perbedaan elevasi muka air tanah antara area galian dan area luar galian sehingga perlu dilakukan analisis deformasi lateral dan dewatering pada pekerjaan basement.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui deformasi lateral diaphragm wall dan nilai safety factor akibat pekerjaan galian dengan menggunakan prorgam Plaxis 2D dengan model mohr couloumb dan hasilnya dibandingkan dengan pembacaan inclinometer, mengetahui debit air pada area galian, jumlah sumur dewatering dan sumpit, besar gaya uplift pada dasar area galian, dan nilai rembesan pada dasar dinding penahan tanah menggunakan program SEEP/W. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa deformasi lateral diaphragm wall akibat pekerjaan galian dengan menggunakan program Plaxis 2D yaitu 16,44 mm dan hasil pembacaan inclinometer yaitu 16,34 mm, dari dua hasil tersebut didapat persentase error sebesar 0,7%. Nilai safety factor pekerjaan galian dengan Plaxis 2D dan perhitungan manual berturut-turut sebesar 2,89; 2,9 untuk tahap pertama, 2,08; 2,23 untuk tahap kedua, dan 1,69; 1,9 untuk tahap ketiga. Pada analisis dewatering didapatkan debit total pada area galian yang harus dipompa yaitu 720 lt/menit dengan jumlah sumur dewatering 5 buah, dan debit sumpit yaitu 456 lt/menit dengan jumlah sumur sumpit 5 buah. Gaya uplift yang terjadi pada bangunan sebesar 35167,9 ton.Hasil analisis seepage dengan menggunakan program SEEP/W didapatkan debit rembesan sebesar 0,00034 m/sec dan hasil analisis dengan perhitungan manual didapatkan debit rembesan sebesar 0,00035 m/sec, dari dua hasil tersebut didapatkan presentase error sebesar 2,8% debit rembesan dari program SEEP/W.
ANALISIS KINERJA INDEKS KEKUATAN SISA (IKS ) CAMPURAN ASPHALT CONCRETE WEARING COURSE (AC-WC) DENGAN CANGKANG SAWIT SEBAGAI SUBSITUSI AGREGAT HALUS Mukhlis Mukhlis; Lusyana Lusyana; Enita Suardi; Fauna Adibroto
Jurnal Fondasi Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jft.v8i1.5403

Abstract

Agregat pada campuran AC-WC ini terdiri dari bahan batuan alam yang dipecah. Untuk daerah tertentu ketersediaannya terbatas sehingga harus didatangkan dari daerah lain, mengakibatkan relatif tingginya harga campuran beraspal. Untuk mengatasi masalah tersebut diupayakan mengunakan bahan alternatifpenganti agregat. Pengolahan minyak kelapa sawit menghasilkan limbah berupa cangkang sawit. Agar pemanfaatan limbah cangkang sawit dapat dilakukan semaksimal mungkin, maka salah satunya adalah digunakan sebagai subsitusi agregat halus dalam suatu campuran AC-WC.Benda uji yang digunakan adalah campuran AC-WC dengan mengunakan cakang sawit sebagai subsitusi agergat halus (#2,36 dan #1,18). Penentuan Kadar Aspal Optimum (KAO) campuran dilakukan dengan memvariasikan kadar cakang sawit (CS-0%, CS-5%, CS-10%, CS-15%, CS-20% dan CS-25%). Pengujian Durabilitas campuran dilakukan setelah mendapatkan nilai kadar aspal optimum (KAO) dari pengujian Marshall.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja durabilitas campuran AC-WC dengan cakang sawit subtitusi agregat halus dengan waktu perendaman 24 jam pada suhu 60 oc. Untuk melihat kinerja durabilitas campuran digunakan Indeks Kekuatan Sisa (IKS).Dari hasil penelitian diperoleh hasil Indeks Kekuatan Sisa (IKS)akibat perendaman Marshall masih berada di atas 75%. Nilai IKS tiap variasi cangkang sawit yaitu 80,12%, 79,78%, 79,11%, 76,25%. Secara keseluruhan campuran dengan cangkang awet terhadap perendaman kecuali campuran CS-20% dan CS-25%.
Site Response Analysis Gedung Asrama LPMP Sumbar dari Input Motion Conditional Mean Spectrum (CMS) Menggunakan Software NERA Merley Misriani
Jurnal Fondasi Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jft.v8i1.5399

Abstract

In the design of earthquake resistant building structures, site response analysis is performed for the proposed dormitory building of LPMP Sumbar. In this research, earthquake wave propagation analysis from bedrock to surface layer (Site Response Analysis/ SRA) was conducted. SRA is based on probabilistic seismic hazard analysis (PSHA) previously conducted and refers to the uniform hazard spectra for 10% probabilisty of exceedence in 50 years (475 years return period) or 2% probabilisty of exceedence in 50 years (2475 years return period). The prediction of the structure response is determined by selecting the ground motion that matches several spectral targets and the ground motion is then used as input in dynamic analysis. The required data are soil stratification and shear wave velocity parameters obtained from empirical correlation to drilling result data and N-SPT test. Ground motion synthetic bedrock used for earthquake wave propagation is obtained from previous research that adopted the Conditional Mean Spectrum (CMS)statistical approach so that the ground motion produced on the surface matches the prediction of actual structural response problem. SRA is based on the theory of single-dimensional wave propagation in time domain using Non-linear Earthquake Response Analysis/NERA program. The results of this analysis are shown in the form of historical time acceleration graph, peak base acceleration (PBA), amplification factor and response spectra on the surface for the return period of 475 years and 2475 years. These data are used as inputs for the determination of earthquake load on buildings in dynamic structure analysis.
PENGARUH LETAK SHEAR WALL PADA GEDUNG TIDAK BERATURAN TERHADAP NILAI SIMPANGAN DENGAN ANALISA RESPONS SPEKTRUM ( Studi Kasus : Apartemen di Cimanggis, Depok ) Baehaki Baehaki; Hendrian Budi Bagus Kuncoro; Puspa Dahlia
Jurnal Fondasi Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jft.v8i1.5404

Abstract

Struktur gedung bertingkat tinggi memiliki risiko fleksibilitas yang cukup besar. Gedung dengan flesibilitas yang besar memerlukan elemen pengaku seperti shear wall. Namun, harus diperhatikan posisi yang tepat untuk meletakkan shear wall agar dapat memberikan kinerja gedung yang optimal. Sehingga, perludilakukan studi untuk mengetahui letak shear wall yang efektif.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perilaku strtuktur berupa simpangan dan gaya geser dasar gempa dengan posisi shear wall yang bervariasi. Terdapat empat model posisi shear wall yaitu Model A (gedung eksisting), Model B (proporsi shear wall 50% arah X dan 50% arah Y), Model C (proporsi 60% arah X dan 40% arah Y), dan Model D (proporsi 70% arah X dan 30% arah Y). Model B, C dan D dibandingkan dengan Model A sehingga dapat diketahui model dengan efektifitas tertinggi. Analisa yang digunakan adalah analisa respon spektrum pada apartemen 24 lantai di Cimanggis, Depok dengan ukuran gedung sebesar 110,56 m x 59,9 m. Perhitungan mengacu pada peraturan SNI-1726-2012 dan FEMA 451 dengan bantuan analisa software ETABS v.9.7.Hasil analisa menunjukkan bahwa pada setiap model menghasilkan mode shape 1, 2 dan 3 berturut-turut adalah translasi, translasi dan rotasi. Gedung dengan tingkat efektivitas ter tinggi adalah gedung Model D karena simpangan yang dihasilkan tereduksi sebesar 37,25% arah X dan 12,65% arah Y, sedangkan gaya geser terjadi peningkatan sebesar 4,17% terhadap gedung eksisting.

Page 1 of 1 | Total Record : 10