cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
fondasi@untirta.ac.id
Editorial Address
Jl. Jenderal Sudirman KM.3, Cilegon, 42435, Telephone (0254)395502 Ext. 19 Phone: (0254)395502 Ext.19
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Fondasi: Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 23024976     EISSN : 25031511     DOI : http://dx.doi.org/10.36055/jft.v9i1.7440
Core Subject : Engineering,
Terbitan berkala yang mempublikasikan hasil penelitian yang berkaitan dengan pengembangan sains dan teknologi dalam bidang teknik sipil (Struktur, Transportasi, Geoteknik, Sumber Daya Air dan Manajemen Konstruksi) sebagai bentuk kekayaan intelektual. Diterbitkan sebanyak 2 kali dalam satu tahun yakni pada Bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 1 (2020)" : 10 Documents clear
Analisis Potensi Kekeringan DAS Ciujung Provinsi Banten Restu Wigati; Soedarsono Soedarsono; Ahmad Faqih Irsyad; Sulastri Oktaviani; Rahmad Permadi
Jurnal Fondasi Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jft.v9i1.7632

Abstract

Letak geografis diantara dua benua dan dua samudra serta letak di sekitar garis khatulistiwa merupakan faktor klimatologis penyebab banjir dan kekeringan di Indonesia. Posisi geografis ini menyebabkan Indonesia berada pada belahan bumi dengan iklim monsoon tropis yang sangat sensitif terhadap anomali iklim El Nino Southern Oscillation (ENSO) penyebab terjadinya kekeringan. Kurangnya informasi mengenai awal, akhir dan besarnya kekeringan dijadikan dasar perkiraan terhadap dampak yang mungkin terjadi sehingga upaya mitigasi dapat dilakukan secepat mungkin jauh sebelum dampak terjadi. Luas Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciujung 1.987 km2 dengan Sungai Ciujung sebagai sungai terbesar di Provinsi Banten fungsi utamanya adalah sebagai daerah irigasi sangat erat kaitannya dengan kekeringan, karena dapat berpengaruh pada kestabilan ekonomi khususnya pada bidang pertanian. Untuk itu perlu dilakukan observasi dengan menganalisis kekeringan meteorologi yang merupakan besaran curah hujan yang terjadi dibawah kondisi normal pada suatu musim. Pada kajian penelitian ini metode Standardized Precipitation Index (SPI) digunakan untuk mengidentifikasi tingkat kekeringan untuk durasi 1; 3; 6 dan 12 bulan. Berdasarkan historis hujan tahun 1998-2014 menunjukan kekeringan terparah untuk SPI-1 terjadi pada September 2006 dengan indeks -3,79; SPI-3 terjadi pada November 2006 degan indeks -3,68; SPI-6 terjadi pada Juli 2003 dengan indeks -3,26 dan SPI-12 terjadi pada Juni 2003 dengan indeks -3,81.  Pola kekeringan terjadi pada pertengahan tahun di bulan Juni-September dengan jumlah defisit terbesar terjadi di bulan Juli – Agustus dengan tingkat kekeringan normal berdasarkan rata-rata bulanan.
Pemanfaatan Geopolimer Abu Terbang Sebagai Pozzolanic Tanah Lempung Untuk Material Tanah Dasar Perkerasan Soewignjo Agus Nugroho; Puspa Ningrum; Muhardi Muhardi
Jurnal Fondasi Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jft.v9i1.7366

Abstract

California Bearing Ratio (CBR) is one of a method for determining soil bearing capacity. Extraction of industrial disposal to be used as material for road pavement construction is still lacking. This research aims to determine changing CBR values due to the fly ash addition in clay under conditions with or without curing and soaked.  Samples curing for 28 days were done in two conditions firstly, curing in mold and wrapped with plastic. Secondly, wrapped with plastic off mold. Looking at the CBR test results, plasticity index, density and specific gravity (Gs) is decreased. The addition of fly ash rises the value of the optimum water content (OMC). CBR value increased due to the addition of fly ash, a significantly increase occurred in the fly ash addition by 15%. Curing method uses different CBR values, where curing using mold has a high CBR value. In soaked CBR test, the CBR value varies due to the characteristics of the fly ash and clay which absorbed water. Water absorption varies depend on the percentage of the mixture of fly ash content and clay. The width variance of moisture content with OMC, because water absorption, affect to value of CBR. Samples with moisture content is more close to  OMC the CBR value is more bigger
Pengaruh Pemicu Internal dan Pemicu Eksternal Strategi Supply Chain Management (SCM) Terhadap Perusahaan Precast Andi Madeppungeng; Dwi Novi Setiawati; Jefri Murtiadi
Jurnal Fondasi Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jft.v9i1.7844

Abstract

Supply chain management diperlukan dalam sebuah perusahaan karena bertujuan agar perusahaan tetap dapat bersaing dengan keunggulan yang kompetitif. Persaingan harus selalu diperhatikan oleh perusahaan, sehingga perusahaan harus memiliki strategi rantai pasok untuk memenangkan persaingan pasar. Daya saing perusahaan juga salah satu cara untuk mencapai tujuan kinerja yang diinginkan. Agar perusahaan dapat bertahan dan mampu bersaing serta memiliki kinerja perusahaan yang baik, maka bisa di dukung dengan penggunaan supply chain management dalam perusahaan.Tujuan penelitian ini untuk menganalisis strategi supply chain management terhadap perusahaan precast, menganalisis pengaruh pemicu internal supply chain management terhadap perusahaan dan menganalisis pengaruh pemicu eksternal supply chain management terhadap perusahaan. Data diperoleh dari hasil kuesioner terhadap perusahaan precast di Bojonegara dengan sampel sebanyak 100 responden dengan menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM) dan untuk analisa menggunakan  bantuan  program Smart PLS 3.2.8 (30 Day Trial).Hasil dari penelitian ini menunjukan pemicu internal dan eksternal memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Supply Chain Management yang ditunjukkan dengan nilai (0,37, 0,85, dan 0,62) dan  nilai p-value masing-masing bernilai ≤0,05. Hasil nilai R squared yang dihasilkan dalam penelitian juga sebesar 0,98 yang termasuk dalam kriteria model kuat (≤0,70).
Stabilisasi Tanah Menggunakan Semen Slag Serta Pengaruhnya Terhadap Nilai California Bearing Ratio (CBR) (Studi Kasus: Jl. Munjul, Kp. Ciherang, Desa Pasir Tenjo, Kecamatan Sindang Resmi, Kabupaten Pandeglang) Woelandari Fathonah; Enden Mina; Rama Indera Kusuma; Dwi Yanul Ihsan
Jurnal Fondasi Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jft.v9i1.7688

Abstract

Tanah dasar (subgrade) jenis tanah lempung adalah jenis tanah dengan karakter air pori yang sangat tinggi sehingga menyebabkan permasalahan tersendiri bagi struktur bangunan sipil (gedung maupun perkerasan jalan). Untuk mengatasi masalah tersebut perlu pengkajian sifat tanah agar kekuatan konstruksi jalan sesuai dan layak digunakan serta perlu adanya upaya perbaikan tanah melalui usaha stabilisasi tanah. Dalam penelitian ini penulis meninjau lokasi jalan Jalan Munjul – Sindang Resmi Kabupaten Pandeglang yang memiliki daya dukung tanah yang rendah dengan hasil uji Dynamic Cone Penetrometer lapangan kecil dari 3 % yaitu 2,4 %.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui klasifikasi dan jenis tanah berdasarkan sistem klasifikasi USCS dengan melakukan pengujian analisa besar butir, batas-batas atterberg, uji pemadatan, serta uji CBR Laboratorium yang bertujuan untuk mengetahui nilai CBR tanah sebelum dan sesudah di stabilisasi dengan penambahan Slag Semen dengan variasi persentase 0%, 10%, 20%, dan 30% dengan lama pemeraman 0 hari, 3 hari, dan 7 hari.Hasil dari penelitian diperoleh klasifikasi tanah menurut sistem klasifikasi USCS pada Jalan Munjul termasuk kedalam jenis OH yaitu tanah lempung organik dengan plastisitas tinggi, Nilai CBR optimum didapat dari penambahan Semen Slag ada pada kadar 10% dengan pemeraman 7 hari, yaitu 16 % yang termasuk kategoi fair yang bisa digunakan menjadi subbase.
Perancangan Manajemen Pemeliharaan Gedung Dekanat Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Merley Misriani; Riswandi Riswandi; Satwarnirat Satwarnirat; Rahmi Hidayati; Puti Bungsu Fauziah Akmal
Jurnal Fondasi Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jft.v9i1.7536

Abstract

Suatu gedung tidak akan lepas namanya dari pemeliharaan gedung. Perencanaan pemeSuatu gedung tidak akan lepas namanya dari pemeliharaan gedung. Perencanaan pemeliharaan seharusnya sudah ada sejak perancanaan gedung itu direncanakan untuk mempermudah proses pekerjaan pemeliharaan di masa akan datang. Pada Gedung Dekanat Fakultas Kedokteran Universitas Andalas belum memiliki sistem pemeliharaan gedung sendiri. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang sistem manajemen pemeliharaan Gedung Dekanat Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, merencanakan penjadwalan kegiatan pemeliharaan dan struktur organisasi. Tahap awal yang dilakukan dengan mendata komponen pemeliharaan arsitektur, struktur, mekanikal, eletrikal dan tata ruang luar. Jadwal pemeliharaan terbagi dari rutin harian, mingguan, bulanan, dan tahunan. Struktur organisasi pada Gedung Dekanat Fakultas Kedokteran Universitas Andalas terdiri dari Building Manager, Kepala Bagian Teknik, Kepala Bagian Tata Graha, dan Kepala Bagian Layanan  Pelanggan. Maka dari hasil penelitian bisa dijadikan acuan, masukan atau saran bagi pihak yang berkepentingan.liharaan seharusnya sudah ada sejak perancanaan gedung itu direncanakan untuk mempermudah proses pekerjaan pemeliharaan di masa akan datang. Pada Gedung Dekanat Fakultas Kedokteran Universitas Andalas belum memiliki sistem pemeliharaan gedung sendiri. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang sistem manajemen pemeliharaan Gedung Dekanat Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, merencanakan penjadwalan kegiatan pemeliharaan dan struktur organisasi. Tahap awal yang dilakukan dengan mendata komponen pemeliharaan arsitektur, struktur, mekanikal, eletrikal dan tata ruang luar. Jadwal pemeliharaan terbagi dari rutin harian, mingguan, bulanan, dan tahunan. Struktur organisasi pada Gedung Dekanat Fakultas Kedokteran Universitas Andalas terdiri dari Building Manager, Kepala Bagian Teknik, Kepala Bagian Tata Graha, dan Kepala Bagian Layanan  Pelanggan. Maka dari hasil penelitian bisa dijadikan acuan, masukan atau saran bagi pihak yang berkepentingan.
ANALISA PERKERASAN BANDAR UDARA MENGGUNAKAN METODE ACN-PCN DAN CBR (STUDI KASUS BANDAR UDARA INTERNASIONAL HUSEIN SASTRANEGARA BANDUNG) Muhammad Fakhruriza Pradana; Dwi Esti Intari; Faisal Ahmad Akbar
Jurnal Fondasi Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jft.v9i1.7296

Abstract

Bandara Husein Sastranegara merupakan salah satu pusat keluar dan masuknya turis asing maupun domestik. Dibutuhkannya moda transportasi udara yang mampu mengangkut penumpang dengan kapasitas yang lebih besar dari moda transportasi yang ada di Bandara Husein Sastranegara. Sehubungan dengan meningkatnya pelayanan pesawat untuk jarak jauh serta seiring optimalisasi dan pengembangan bandar udara Husein Sastranegara, diperlukan evaluasi sisi operasional kondisi perkerasan bandar udara tersebut, maka penelitian ini akan menganalisa nilai PCN bandar udara Husein Sastranegara dengan ACN relatif pada Boeing 787-9 dreamliner sebagai pesawat rencana, serta menganalisa ketebalan lapis perkerasan dengan metode california bearing ratio (CBR) menggunakan pesawat rencana Boeing 787-9 dreamliner.Penelitian ini bertujuan mengetahui kelayakan dan optimalitas operasional ACN pesawat Boeing 787-9 dreamliner terhadap PCN bandara Husein Sastranegara dan mengetahui kelayakan ketebalan perkerasan bandara Husein Sastranegara terhadap ketebalan perkerasan untuk pesawat Boeing 787-9 dreamliner. Penelitian ini menggunakan metode ACN-PCN dan CBR dengan pesawat rencana Boeing 787-9 dreamliner.Nilai ACN yang dihasilkan pada komputasi software COMFAA adalah 85,3/F/C/X dan nilai ACN dari tabel pesawat terbang adalah 87/F/C/X. Nilai PCN bandara Husein Sastranegara Bandung adalah 50/F/C/X/T. Bandar udara Husein Sastranegara Bandung belum layak menampung pesawat Boeing 787-9 dreamliner dan harus meningkatkan nilai PCN sebesar 87/F/C/X untuk dapat mengoptimalkan pesawat Boeing 787-9 dreamliner. Tebal perkerasan total yang dibutuhkan pesawat Boeing 787-9 dreamliner  adalah sebesar 127 cm. Tebal perkerasan eksisting yang ada di bandar udara Husein Sastranegara Bandung adalah 100 cm. Bandar udara Husein Sastranegara Bandung belum layak menampung pesawat Boeing 787-9 dreamliner dan harus overlay 27 cm untuk dapat menampung pesawat Boeing 787-9 dreamliner.
Analisis Faktor-Faktor Pemilihan Suplier Material pada Jasa Usaha Konstruksi dengan Metode Fuzzy AHP Nur Cholidah Fitriana; Budi Santosa
Jurnal Fondasi Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jft.v9i1.7440

Abstract

Salah satu faktor kesuksesan sebuah perusahaan konstruksi adalah pemilihan pemasok. Pemilihan pemasok yang tepat dapat menjamin ketersediaan bahan baku untuk menjaga lintasan produksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyusun prioritas faktor yang dapat digunakan oleh para kontraktor dalam memilih pemasok material sehingga pengusaha konstruksi dapat menentukan suplier mana yang dapat memberikan performa dari kriteria terbaik. Salah satu metode pemilihan supplier adalah dengan The analityc hierarchy process yang selanjutnya disebut AHP, adalah salah satu bentuk model pengambilan keputusan yang pada dasarnya berusaha menutupi semua kekurangan dari model-model sebelumnya. Penggunaan AHP dalam pengambilan keputusan dengan banyak kriteria bersifat subjektif. Selain itu para pengambil keputusan lebih yakin menentukan pilihannya terhadap tingkat kepentingan antar kriteria dengan memakai penilaian dalam interval dibandingkan penilaian dengan angka eksak. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka dikembangkan teknik memodifikasi dan teknik himpunan fuzzy dalam AHP yang disebut Fuzzy AHP. Berdasarkan hasil studi literatur penelitian ini mengidentifikasi 18 faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan supplier material. Faktor-faktor tersebut dikelompokkan dalam 4 kategori yaitu Struktur Umum dan Organisasi, Kemampuan produksi, Kualitas pelayanan, dan Harga. Kemudian melalui kuisioner penelitian ini mengumpulkan penilaian dari 15 narasumber terkait tingkat kepentingan dari masing-masing faktor. Pengolahan data kuisioner untuk menentukan bobot dilakukan dengan metode Fuzzy AHP. Hasil dari penellitian ini menunjukkan bahwa Kesesuaian material, Harga Bahan Baku, dan Kesesuaian tanggal pengiriman berada pada prioritas paling tinggi. KATA KUNCI: supplier material, fuzzy AHP
Risk Management Analysis of Building Construction Project in the Jakarta City Ahmad Waris Maulana; Budi Santosa
Jurnal Fondasi Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jft.v9i1.7199

Abstract

Building construction project is one of the projects that has a high risk based on the workload and the height of the building structure. Implementation of this construction takes a long and complex. Therefore, it can cause uncertainty of conditions in the field raises various risks in the implementation of the project. Risk management should apply at the initial phase for project development, risk management will be very useful in developing an understanding of project uncertainty. It is very important to understand the risk management concept before understanding the risks in building construction industry. This study aims to obtain the dominant most influential risk factors in a building construction project by using Relative Important Index (RII) Method. The RII method is used to look at the greatest risk factors. Primary data of the research were obtained by filling the risk factor questionnaire by 32 respondents with the positions of Consultans, Chief Expert, Project Manager, and Site Manager. The results showed that The events included in the high risk category are as follows; lack of detailed drawings, a change in design, the designs and drawings do not comply with the bill of quantity, the amount of labor is changing, lack of availability of workers, lack of control and coordination in the field, additional scope of work, inaccuracy and mismatch of detailed specifications on the design, lack of worker expertise and lack of qualified staff, error estimating costs and implementation time.
Analisis Motivasi Pekerja Bangunan pada Proyek Konstruksi Bangunan Apartemen Vincent Zetaria Panjaitan; Ida Ayu Ari Anggraeni
Jurnal Fondasi Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jft.v9i1.7232

Abstract

Dampak  dari  kualitas dan kuantitas  pekerja  bangunan sangat berpengaruh dalam keberhasilan proyek konstruksi, maka usaha-usaha untuk menjaga dan meningkatkan kualitas dan kuantitas  pada  pelaksanaan  proyek  konstruksi  sangat  diperlukan. Salah satu usaha dalam menjaga kualitas dan kuantitas pekerja bangunan adalah dengan adanya pemberian motivasi pada pekerja bangunan. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis motivasi pekerja bangunan proyek konstruksi apartemen. Adapun teori yang digunakan adalah Teori Maslow dan Teori Herzberg. Penelitian dilakukan pada lima bangunan apartemen dengan menggunakan kuisioner. Kuisioner di bagikan kepada 158 responden. Pengolahan data dengan mencari Relative Index, kemudian mewawancara Pakar. Hasil yang di dapatkan adalah tingkat kebutuhan pekerja bangunan adalah Physiological Needs (kebutuhan fisik), urutan pertama motivasi adalah ketepatan penerimaan gaji dengan Relative Index 0.948 , kedua adalah upah yang baik dengan Relative Index 0.918 dan ketiga adalah bonus dan upah tambahan dengan Relative Index 0.915. Alternatif yang dapat direkomendasikan adalah program keselamatan kerja yang baik dengan Relative Index 0.908, hubungan yang baik dengan sesama pekerja dengan Relative Index 0.872, dan tanggung jawab atas pekerjaan dengan Relative Index 0.867.
Pengaruh Variasi Model Ketidakberaturan Vertikal pada Gedung Bertingkat Tinggi terhadap Respons Seismik dengan Analisis Respons Spektrum Reki Karunia; Baehaki Baehaki; Woelandari Fathonah
Jurnal Fondasi Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jft.v9i1.7588

Abstract

Indonesia secara geografis terletak di kawasan cincin api pasifik, sehingga berpotensi terhadap ancaman gempa. Data BMKG menunjukkan adanya peningkatan aktivitas kegempaan dari 7000 kali (tahun 2017) menjadi 11920 kali (tahun 2018), 23 di antaranya menimbulkan kerusakan struktur. Kerusakan struktur dipengaruhi karakteristik gempa, salah satunya adalah frekuensi yang mampu merusak bangunan bertingkat tinggi. Konfigurasi ketidakberaturan pada bangunan bertingkat tinggi juga rentan terhadap kerusakan akibat gempa, terutama ketidakberaturan vertikal. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan respons seismik model-model ketidakberaturan vertikal pada bangunan bertingkat tinggi berdasarkan tinjauan base shear, displacement, dan drift.Penelitian ini membandingkan 4 variasi model ketidakberaturan vertikal berdasarkan SNI 1726-2012, yaitu model A (tipe 1, 5a), B (tipe 1, 2, 5a), C (tipe 1, 3, 5a), dan D (tipe 1, 4, 5a). Tinjauan-tinjauan respons seismik pada seluruh model dibandingkan terhadap model A. Analisis yang digunakan adalah metode respons spektrum SNI 1726-2012.Dihasilkan nilai base shear untuk arah x dan y sebesar 96,41% dan 96,47% pada model B, 129,45% dan 128,66% pada model C, serta 79,52% dan 80,15% pada model D. Nilai displacement untuk arah x dan y sebesar 99,89% dan 99,87% pada model B, 90,52% dan 90,78% pada model C, serta 91,36% dan 89,98% pada model D. Nilai drift maksimum untuk arah x dan y sebesar 100,73% dan 100,88% pada model B, 105,24% dan 94,80% pada model C, serta 96,77% dan 98,76% pada model D. Nilai-nilai drift tersebut mendekati kinerja batas layannya. Disimpulkan bahwa model D memiliki respons seismik terburuk dikarenakan menghasilkan base shear terkecil dan drift yang terjadi sangat besar.

Page 1 of 1 | Total Record : 10