cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 08532982     EISSN : 25492659     DOI : 10.5614/jts
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan berkala setiap tiga bulan, yaitu April, Agustus dan Desember. Jurnal Teknik Sipil diterbitkan untuk pertama kalinya pada tahun 1990 dengan membawa misi sebagai pelopor dalam penerbitan media informasi perkembangan ilmu Teknik Sipil di Indonesia. Sebagai media nasional, Jurnal Teknik Sipil diharapkan mampu mengakomodir kebutuhan akan sebuah media untuk menyebarluaskan informasi dan perkembangan terbaru bagi para peneliti dan praktisi Teknik Sipil di Indonesia. Dalam perkembangannya, Jurnal Teknik Sipil telah terakreditasi sebagai jurnal ilmiah nasional sejak tahun 1996 dan saat ini telah terakreditasi kembali (2012-2017). Dengan pencapaian ini maka Jurnal Teknik Sipil telah mengukuhkan diri sebagai media yang telah diakui kualitasnya. Hingga saat ini Jurnal Teknik Sipil tetap berusaha mempertahankan kualitasnya dengan menerbitkan hanya makalah-makalah terbaik dan hasil penelitian terbaru.
Arjuna Subject : -
Articles 974 Documents
Pengaruh Penambahan Tulangan Tekan Eksternal Terhadap Perilaku Struktur Beton Bertulang Nuroji Nuroji
Jurnal Teknik Sipil Vol 28 No 1 (2021): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2021.28.1.4

Abstract

Abstrak Daktilitas struktur merupakan syarat yang harus dipenuhi pada struktur tahan gempa dimana struktur mampu berdeformasi besar pasca leleh tanpa runtuh. Kondisi demikian hanya dapat terjadi jika struktur direncanakan berdasarkan kaidah strong column weak beam dimana ketika terjadi gempa kuat sendi plastis hanya boleh terjadi pada balok di muka kolom kecuali pada kolom lantai dasar. Empat benda uji balok 180 mm×250 mm×2400 mm ditumpu sendi rol dengan jarak antar tumpuan 2250 mm dikenakan pembebanan four point bending dengan dimana jarak  beban  ke  beban  630  mm.  Tipe  I  terdiri  dari  dua  benda  uji  dengan  kuat  tekan  fc¢=47,280  MPa  dan  rasio tulangan dan r=26,00 % rb dan dua lainnya adalah tipe II dengan fc¢=38,168 MPa dan r = 59,02 % rb. Masing- masing tipe satu balok untuk benda uji kontrol dan satu lainnya untuk benda uji dengan penambahan pelat baja dengan lebar 50 mm dan tebal 5 mm di permukaan beton tekan. Peningkatan kapasitas, kekakuan dan daktilitas untuk tipe I masing-masing sebesar 27,50 %; 32,02 % dan 103,67 %, sedangkan untuk tipe II peningkatannya masing-masing sebesar 16,30 %; 0,77 % dan 21,24 %. Semakin tinggi rasio luas pelat dan luas tulangan tarik Ap/ As semakin besar pengaruhnya dalam peningkatan kapasitas, kekakuan dan daktilitas penampang beton. Kata-kata Kunci: Pelat baja, Tulangan eksternal, Kapasitas, Kekakuan, dan Daktilitas. Abstract The ductility requirements of a structure are defined by the degree of deformation after steel yielding induced by the earthquake responses. Such a condition can only be achieved when the structure is designed based on the strong column weak beam philosophy, where the plastic hinges only form in the beam at the column face due to seismic force, except the first floor. Four 180 mm×250 mm×2400 mm beams supported by hinge and roll with 2250 mm span subjected to four-point bending, where load to load span is 630 mm. Type I consists of two specimens with concrete compressive strength fc¢=47.280 MPa and reinforcing steel ratio r=26,00 % rb, and two others are type II with concrete compressive  strength  fc¢=38.168  MPa,  and reinforcing steel ratio  r=59,02  %  rb.  Each types one beam is the controlling specimen, and the other one is the specimen that has to be attached steel plate with 50 mm width and 5 mm thickness on compression concrete fiber. Increased capacity, stiffness, and ductility of type I are 27.50 %, 32.02 %, and 103.67 % respectively, while the increase of type II is 16.30 %, 0.77 %, and 21.24 % respectively. The higher the ratio of the steel plate area and the tensile reinforcement area Ap/As, the greater the effect on the increasing capacity, stiffness, and ductility to the concrete section. Keywords: Steel plate, External bar, Capacity, Stiffness, and Ductility.
Kajian Investasi Pembangunan Jalan Tol Menggunakan Dana Haji (Studi Kasus: Jalan Tol Gempol - Pandaan) Achmad Dzulfiqar Alfiansyah; Rudy Hermawan Karsaman; Harun Al-Rasyid
Jurnal Teknik Sipil Vol 28 No 1 (2021): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2021.28.1.7

Abstract

Abstrak Pendanaan jalan tol di Indonesia dapat berasal dari dana pemerintah, swasta ataupun sumber lain. Salah satu alternatifnya adalah dengan sistem syariah yang didasarkan pada bagi hasil keuntungan dan resiko sesuai dengan presentase modal pinjaman yang diberikan. Pemerintah Indonesia telah berencana menggunakan dana haji sebagai modal investasi pembangunan infrastruktur, salah satunya pembangunan jalan tol. Namun hal ini menimbulkan protes dari masyarakat sebagai pemilik dana haji karena langkah tersebut dinilai berisiko tinggi. Sebagai hasil analisis kelayakan finansial diperoleh bahwa skema dana haji memiliki kelayakan investasi yang paling baik dibandingkan skema konvensional dan skema bank syariah berdasarkan parameter NPV, BCR, Payback Period, IRR, ROI, dan ROE dikarenakan tingkat suku bunga pada konvensional lebih tinggi dibandingkan skema syariah. Skema dana haji lebih baik dibandingkan skema bank syariah disebabkan cara menghitung bagi hasil skema dana haji menghasilkan nilai yang lebih kecil dibandingkan pinjaman bank syariah. Dana haji layak secara finansial dan dapat diterapkan pada pembiayaan jalan tol di Indonesia. Namun perlu adanya perundang- undangan yang jelas dan menjamin penggunaan dana haji aman dan bermanfaat bagi pemilik dana haji. Kata-kata Kunci: Jalan tol, dana haji, investasi, kelayakan finansial, tarif tol, optimasi. Abstract Toll road funding in Indonesia could come from the government, private sector or other sources. One of funding alternative is the sharia system, which based on profit and risk sharing according to the percentage of loan capital provided. The Indonesian government has planned to use Hajj fund as investment capital for construction of toll road. However, this plan caused protests from the society as an owner of the Hajj fund because it was considered as a high-risk investment. The result of this study, the Hajj fund scheme have the best investment feasibility more than conventional and sharia bank scheme based on NPV, BCR, Payback Period, IRR, ROI, and ROE due to higher conventional interest rate than the sharia scheme. The hajj fund scheme is better than the Islamic bank scheme because the method of calculating the profit share of the Hajj fund scheme produces smaller value than the Islamic bank scheme. Hajj fund scheme has lower investment risk than conventional and islamic bank loan. Hajj fund is financially feasible and thus is applicable to financing toll road in Indonesia.. However, it is imperative to establish a clear regulation that can guarantee for their owners that the Hajj fund is safe and beneficial. Keywords: Toll roads, hajj funds, investment, financial feasibility, toll rates, optimization.
Kajian Penyimpangan Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi yang menjadi Dakwaan Praktik Korupsi di Indonesia Eka Priska Kombong; Arief Setiawan Budi Nugroho; Richo Andi Wibowo
Jurnal Teknik Sipil Vol 28 No 2 (2021): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2021.28.2.11

Abstract

Abstrak Permasalahan konstruksi tidak jarang menjadi indikator adanya penyimpangan perilaku pihak-pihak yang terlibat dalam suatu proyek konstruksi termasuk penyimpangan tindak pidana korupsi. Tingginya kasus korupsi pada pengadaan dan pelaksanaan proyek konstruksi menjadi latar belakang dilakukannya penelitian ini. Telaah mendalam terhadap permasalahan dan penyimpangan yang menjadi dasar putusan hakim dalam memutuskan kasus konstruksi menjadi kasus korupsi merupakan tujuan dari penelitian ini. Data yang digunakan berupa putusan-putusan kasasi kasus korupsi diperoleh dari laman repositori Mahkamah Agung. Hasil kajian menunjukan bahwa umumnya permasalahan dan penyimpangan yang terjadi pada kasus korupsi proyek konstruksi adalah berupa hasil-hasil pekerjaan yang tidak sesuai dengan kontrak, baik secara kualitas maupun kuantitas, yang pada akhirnya penyimpangan tersebut diputuskan sebagai perbuatan melawan hukum oleh hakim. Pejabat pemerintah dan/atau penyedia jasa yang menangani proyek menjadi pihak yang dianggap lalai atas terjadinya penyimpangan yang mengakibatkan kerugian negara sehingga dinyatakan telah melakukan tindak pidana korupsi meskipun bentuk umum tindak pidana korupsi tidak selalu terdapat di dalamnya. Berdasarkan kajian terhadap 18 putusan kasus korupsi, hanya terdapat empat kasus yang mengadung tindak pidana korupsi berupa tindakan suap-menyuap, pemerasan dan benturan dalam kepentingan, serta 14 putusan lainnya secara umum berupa ketidaksesuaian pekerjaan dengan kontrak yang kemudian juga dikategorikan sebagai bentuk tindak pidana korupsi. Kata-kata kunci: Permasalahan konstruksi, penyimpangan proyek, kasus korupsi, putusan Mahkamah Agung, kerugian negara. Abstract Specifications unfulfillment frequently becomes an indicator of construction project deviations, including corruption. The high number of corruption cases in the procurement and implementation of construction projects is the background for this research. To dig in-depth knowledge of the circumstance, we carried out a study to find the issues and deviation in the implementation of construction projects which wew used as the basis for the judge’s decision. We obtained data on the corruption of construction projects from cassation decisions on the Mahkamah Agung repository page. The result shows that, in general, the deviation issues occurred due to the differences between implemented works and the contract, which the judges considered them as unlawful acts. The staff of government representatives who in charge of handling the project and or person in charge of the construction providers subsequently became a party deemed negligent of such deviations and state losses. They are declared to have committed a criminal act of corruption even though there is not always any direct evidence of general forms of corruption. Study of 18 supreme court decisions, we found that there were only four cases were proven to contain corruption in the chronology of the verdicts: an act of bribery, extortion, and conflicts of interest and 14 other were generally in the form of a work inconsistencies with the contract which was later also categorized as corruption. Keywords: Construction problems, project deviation, corruption cases, supreme court decisions, state losses.  
Studi Pelaksanaan Integrasi SMK3 dan SMKK Pada BUMN PT. XX (Persero) Desiderius Viby Indrayana; Krishna Suryanto Pribadi; Rizal Z. Tamin; Iris Mahani
Jurnal Teknik Sipil Vol 28 No 1 (2021): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2021.28.1.10

Abstract

Salah satu fenomena sektor industri konstruksi periode lima tahun terakhir (2015-2020) adalah fakta data kepemilikan sertifikat Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) perusahaan mengalami kenaikan mendekati 70% (2017) namun tingkat kecelakaan kerja tidak mengalami penurunan bahkan mengalami kenaikan mendekati 40% (2017) (data Kemenaker RI). Persentase terbesar dari kecelakaan kerja tersebut disumbang oleh sektor konstruksi yaitu 32%. Melalui Permen PUPR RI No. 21/PRT/M/2019 pasal.3 ditegaskan bahwa setiap penyedia jasa harus menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) dalam penyelenggaraan Jasa Konstruksi. PP No.50 tahun 2012 juga mewajibkan SMK3 bagi perusahaan yang memiliki potensi bahaya tinggi, yang salah satunya adalah perusahaan sektor konstruksi. Penerapan sistem tersebut secara terintegrasi dalam perusahaan konstruksi akan menimbulkan tantangan serta dampak, bagi perusahaan maupun proyek secara khusus. Makalah ini mencoba menyajikan hasil pengambilan informasi terkait tantangan dan dampak kondisi tdiatas melalui metode indepth interview online yang dilakukan oleh peneliti terhadap stakeholder PT. XX (persero). Informasi dan data yang didapat akan dibandingkan dan disinkronisasikan dengan beberapa hasil penelitian sebelumnya. Dan kesimpulan penelitiani ni adalah penerapan terintegrasi SMK3 dan SMKK dapat dilaksanakan oleh PT. XX (persero) dengan salah satu cara dengan memodifikasi form isian agar dapat digunakan secara bersamaan dalam audit SMK3, SMKK dan bahkan ISO 45001.
Kajian Harga Bahan pada Proyek Konstruksi dengan Analisa Dinamik Diah Sarasanty
Jurnal Teknik Sipil Vol 28 No 1 (2021): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2021.28.1.12

Abstract

Abstrak  Konstruksi merupakan salah satu industri yang memberikan kontribusi secara signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi suatu negara. Sebuah proyek konstruksi dikatakan berhasil apabila dalam pelaksanaannya memenuhi tiga komponen yakni biaya, waktu, dan mutu. Komponen biaya digunakan untuk studi kelayakan dan pemilihan desain yang optimal dalam sebuah proyek konstruksi. Ketidak akuratan dalam menganalisa biaya konstruksi dapat memberikan efek negatif pada seluruh proses konstruksi dan semua pihak yang terlibat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa dinamika harga bahan pada proyek konstruksi. Tahapan metode yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu dengan mengidentifikasi hubungan sebab akibat antar variabel dalam menganalisa harga bahan. Dari hasil simulasi diperoleh analisa secara grafis melalui keluaran model. Validasi model dilakukan dengan membandingkan base model dengan sebuah skenario. Hasil perhitungan analisa sensitivitas dari perbandingan memperoleh nilai mean comparison ≤ 5% dan variasi amplitudo error variance ≤ 30% yang mengindikasikan kevalidan model yang diusulkan. Dengan keakurasian tersebut diharapkan dapat mengakomodasi segala kemungkinan adanya penyimpangan yang akan terjadi dimasa depan termasuk faktor resiko, sehingga dapat menciptakan sistem yang sesuai dengan kinerja yang diinginkan dan sumber daya yang digunakan lebih efektif serta efisien dalam rangka mencapai sasaran proyek. Kata-kata Kunci: Harga bahan, dinamik, proyek konstruksi. Abstract  Construction is an industry that contributes significantly to a country's economic growth. A construction project is said to be successful if it fulfills three components, namely cost, time and quality. The cost component is used for a feasibility study and the optimal design selection in a construction project. Inaccuracy in analyzing construction costs can have a negative effect on the entire construction process and all parties involved. This study aims to analyze the dynamics of material prices in construction projects. The method used in this research is to identify the causal relationship between variables in analyzing the price of materials. From the simulation results obtained graphical analysis through the model output. Model validation is done by comparing the base model with a scenario. The results of the calculation of the sensitivity analysis from the comparison obtained a mean comparison value of ≤ 5% and the amplitude variation value of the variance error ≤ 30% which indicates the validity of the proposed model. With this accuracy it is expected to be able to accommodate all possible deviations that will occur in the future including risk factors, so as to create a system that is in accordance with the desired performance and the resources used more effectively and efficiently in order to achieve project goals. Keywords: Material cost, dynamic, construction project
Aplikasi Size Effect Law Pada Beton Marine dengan Pola Bukaan Tarik Fella Supazaein; Resmi Bestari Muin
Jurnal Teknik Sipil Vol 28 No 2 (2021): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2021.28.2.3

Abstract

Abstrak Beton marine harus menggunakan high performance concrete (HPC). Penggunaan HPC dapat mengoptimalkan komponen struktur. Saat ini, perencana struktur hanya menggunakan perspektif mekanika tegangan pada tahap desain. Padahal semestinya keruntuhan tidak hanya terjadi pada perspektif mekanika tegangan, akan tetapi bisa juga terjadi dari perspektif mekanika fraktur. Dengan kata lain, struktur juga harus didesain berdasarkan kriteria mekanika fraktur agar keruntuhan secara fraktur bisa di atasi. Penelitian ini mengkaji aplikasi size effect law pada benda uji balok HPC dengan berbagai ukuran yang sudah ditentukan (small, medium dan high) untuk memperoleh dua parameter fraktur, energi fraktur (Gf) dan angka kegetasan. Benda uji yang digunakan pada penelitian ini memiliki 2 variasi rasio takik terhadap tinggi benda uji. Benda uji set I menggunakan rasio takik terhadap tinggi benda uji sebesar 1/3 dan benda uji set 1I menggunakan rasio takik terhadap tinggi benda uji sebesar 1/6. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metoda pengujian tiga titik lentur (three point bend) sesuai pedoman pengujian RILEM. Hasil penelitian ini dapat berkontribusi dalam penerapan metode untuk mendapatkan nilai parameter dari kinerja fraktur. Hasil pengujian menunjukkan energi fraktur pada benda uji set II) lebih besar 8,4% dari benda uji set I. Hasil angka kegetasan nilai(β) pada penelitian ini berada pada range 0,1 < β < 10 yang menandakan material harus didesain dengan kriteria nonlinear fracture mechanic. Kata-kata Kunci: Beton marine, mekanika fraktur, nonlinier, size effect law, angka kegetasan. Abstrak Marine concrete must use high performance concrete (HPC). The use of HPC can optimize structural components. Nowadays, structural designers only use a stress mechanics perspective at the design stage. Whereas failure should not only occur from the perspective of stress mechanics, but can also occur from the perspective of fracture mechanics. In other words, the structure must also be designed according to the fracture mechanics criteria so that fracture failure can be controlled This study examines the application of size effect law to HPC concrete on beams with various predetermined sizes (small, medium and high) to obtain fracture parameters, namely fracture energy (Gf) and brittleness number. The specimens used in this study has 2 variations in the ratio of the notch to the height of specimens. Set 1 used a notch-to-height ratio of 1/3 and Set 1I used a notch-to-height ratio of 1/6. The research was conducted using the three point bend test method according to the RILEM test guidelines. The results of this study can contribute to the application of the method to obtain parameter values ​​of fracture performance. The test results shown that the fracture energy in set II specimens) is 8.4% greater than set I specimens. The value of brittleness number (β)  in this research is in the range of 0.1 < β < 10 which indicates that the material must be designed with the criteria of nonlinear fracture mechanic. Key words: Marine concrete, fracture mechanics,nonlinier, size effect law, brittleness number.
Analisis Dampak Perubahan Standar Perancangan Struktur Gedung Tahan Gempa Terhadap Harga Satuan Bangunan Gedung Negara Deyza Achrizt Arisintani; Khrisna Suryanto Pribadi
Jurnal Teknik Sipil Vol 28 No 2 (2021): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2021.28.2.12

Abstract

Abstrak Saat ini Indonesia telah membuat Harga Satuan Bangunan Gedung Negara (HSBGN) berdasarkan perbedaan harga satuan dan upah pekerja di berbagai kota di Indonesia. Namun, HSBGN ini belum memperhatikan kebutuhan struktur tahan gempa yang disesuaikan dengan lokasi bangunan dan standar perancangan struktur tahan gempa yang segera akan dirilis pembaharuannya. Maka dari itu, dari penelitian ini penulis membuat dan membandingan Model 1 (HSBGN 2018), Model 2 (HSBGN berdasarkan standar perancangan struktur yang berlaku saat ini), dan Model 3 (HSBGN berdasarkan pembaharuan standar perancangan struktur yang akan segera diluncurkan). Pada Model 2 dan Model 3 dikelompokan menjadi tiga daerah yaitu Daerah A (daerah dengan beban gempa tinggi), Daerah B (daerah dengan beban gempa sedang), dan Daerah C (daerah dengan beban gempa rendah). Hasil penelitian ini menunjukkan nilai HSBGN pada Model 2 dan Model 3 pada setiap daerah lebih tinggi dari Model 1 (HSBGN 2018) yang menunjukkan pembuatan Model 1 belum memperhitungkan pembebanan gempa dengan baik. Perbedaan nilai dari Daerah A, Daerah B, dan Daerah C juga menunjukkan kebutuhan struktur yang berbeda-beda di Indonesia sehingga tidak bisa disamaratakan volume pekerjaannya, terutama pada pekerjaan penulangan. Nilai pada Model 3 menunjukkan peningkatan dari Model 2 maka perubahan standar perancangan struktur membuat biaya meningkat dari standar sebelumnya. Kata-kata kunci: Bangunan tahan gempa, standar bangunan tahan gempa, gedung negara, harga satuan bangunan gedung negara (HSBGN), standar perancangan struktur. Abstract Currently Indonesia has made Unit Price Standard of State Building (HSBGN) based on differences in unit prices and workers' wages in various cities in Indonesia. However, it has not been adjusted to the needs of structures based on the location and structural design standards that will be released soon. Therefore, from this study the authors make and compare Model 1 (2018 HSBGN), Model 2 (HSBGN based on current structural design standards), and Model 3 (HSBGN based on renewal of structural design standards). In Model 2 and Model 3 grouped into three regions namely Region A (areas with high earthquake loads), Region B (areas with moderate earthquake loads), and Regions C (areas with low earthquake loads). The results of this study indicate that the HSBGN value in Model 2 and Model 3 in each area is higher than Model 1 (HSBGN 2018) which shows that the Model 1 has not taken into account earthquake loading properly. The difference in scores from Region A, Region B, and Region C also shows different structural needs in Indonesia so that the volume of work cannot be generalized, especially in the reinforcement work. The value in Model 3 shows an increase from Model 2, so changes to the structural design standards make costs increase from the previous standard. Keywords: Earthquake resistant building, earthquake resistant building standard, state building, structural design standard, unit price standard of state building.  
EFEK ANGKUTAN SEDIMEN BED-LOAD TERHADAP HAMBATAN ALIRAN DI SUNGAI BATURUSA PULAU BANGKA Miskar Maini; Mashuri Mashuri; Junita Eka Susanti
Jurnal Teknik Sipil Vol 28 No 1 (2021): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2021.28.1.5

Abstract

Abstrak Angkutan sedimen pada sungai alami tentunya memberikan dampak terhadap karakteristik pengalirannya. dampak adanya proses transpor sedimen tentu akan berpengaruh terhadap debit aliran yang terjadi di sungai. Debit aliran dipengaruhi terhadap parameter hidraulik, kemiringan dan nilai hambatan yaitu kekasaran dasar sungai. Adapun tujuan yang ingin dicapai dari studi ini adalah menganalisa efek material angkutan sedimen bed-load terhadap hambatan aliran atau koefisien kekasaran. Penelitian ini dilakukan di 10 (sepuluh) cross section pada Sungai Baturusa dengan pengambilan sampel bed-load di dasar sungai dan dilakukan pengujian gradasi ukuran butiran partikel sampel material bed-load sedangkan parameter kecepatan aliran diukur menggunakan Propeller Currentmeter dan diukur juga dengan metode pelampung dalam pengukuran kecepatan permukaan dengan faktor koreksi 0,85. Hasil analisis koefisien hambatan dengan angkutan sedimen (bed-load) menunjukkan nilai koefisien hambatan lebih besar dibandingkan tanpa angkutan sedimen (no bed-load), angkutan sedimen yang terjadi di Sungai Baturusa akan mempengaruhi nilai koefisien hambatan aliran. Sedangkan analisa debit aliran berdasarkan koefisien Manning yang digunakan beberapa metode semuanya memberikan selisih debit yang sangat besar terhadap debit terukur, penentuan nilai Manning memiliki pengaruh yang cukup besar dalam estimasi kecepatan aliran dan debit aliran., selain itu kecepatan aliran, pengaruh Fr dan U/U* juga memiliki pengaruh terhadap nilai koefisien kekasaran pada Sungai Baturusa. Kata-kata Kunci: Hambatan aliran, koefisien kekasaran, manning, sungai Baturusa Abstract  Sediment transport in natural rivers certainly has an impact on their flow characteristics. The impact of the sediment transport process will certainly affect the flow rate that occurs in the river. Discharge effected hydraulic parameters, slope and resistance coefficient, namely river bed roughness. The objective of this study is to analyze the effect of the bed-load on the flow resistance or roughness coefficient. This research was conducted in 10 (ten) cross sections on the Baturusa River by taking bed-load samples on the river bed and testing the grading of the particle size of the bed-load material samples while the velocity parameters were measured using the Propeller Currentmeter and also measured by the float method in measurement. surface velocity with a correction factor of 0.85. The results of the drag coefficient analysis with sediment transport (bed-load) show the value of the drag coefficient is greater than without sediment transport (no bed-load), sediment transport that occurs on the Baturusa River will affect the value of the flow resistance coefficient. While the flow analysis based on the Manning coefficient used several methods, all of which provide a very large difference in discharge to the measured discharge, the determination of the Manning value has a large enough influence on the estimation of velocity and flow rate, besides velocity, the effect of Fr and U/U* also has an influence on the roughness coefficient value on the Baturusa River. Keywords: Flow resistance, roughness coefficient, manning, Baturusa river
Analisis Tren Perubahan Intensitas Hujan (Studi Kasus: Jakarta dan Bogor) Tias Ravena Maitsa; Arno Adi Kuntoro; Deni Septiadi
Jurnal Teknik Sipil Vol 28 No 2 (2021): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2021.28.2.5

Abstract

Abstrak Penelitian ini mengkaji perbedaan Kurva Intensity-Duration-Frequency (IDF) di wilayah Jakarta dan Bogor yang dihitung berdasarkan data Stasiun Kemayoran dan Citeko, terhadap pendekatan Metode Alternating Block Method (ABM), Modified Mononobe, Standar Nasional Indonesia (SNI) Tata Cara Perhitungan Debit Banjir (SNI 2415-2016), dan SNI Tata Cara Perencanaan Drainase Permukaan Jalan (SNI 03-3424-1994). Hasil analisis menunjukkan bahwa curah hujan di wilayah kajian didominasi oleh kejadian ≤ 4 jam dengan rata-rata persentase volume hujan tertinggi pada dua jam pertama yakni 24,9% di Citeko dan 29,9% di Kemayoran. Rata-rata selisih besaran intensitas hujan berdasarkan data observasi dibandingkan dengan pendekatan Metode ABM serta Modified Mononobe mencapai >14%. Intensitas hujan yang dihitung berdasarkan SNI 03-3424-1994 memberikan hasil rata-rata yang lebih tinggi dibandingkan intensitas hujan observasi. Pada periode ulang 2, 5, dan 10 tahun, rata-rata perbedaan intensitas hujan berturut-turut sebesar 26,8 mm/jam, 17,6 mm/jam, dan 11,6 mm/jam di Citeko, serta 36,3 mm/jam, 24,7 mm/jam, dan 17,3 mm/jam di Kemayoran. Perhitungan yang sama menggunakan Modified Mononobe memberikan rata-rata intensitas yang lebih rendah yakni 17 mm/jam, 11,4 mm/jam, dan 8,9 mm/jam di Citeko, namun lebih tinggi sebesar 24,1 mm/jam, 47 mm/jam, dan 49,1 mm/jam di Kemayoran. Kajian ini menggarisbawahi perlunya pengembangan standar desain secara kontinu untuk menghadapi tantangan perubahan iklim. Kata-kata Kunci: Distribusi hujan, intensity-duration-frequency, intensitas hujan, alternating block method, modified mononobe. Abstract This study examines differences between Intensity Duration Curve (IDF) in Jakarta and Bogor Area, represented by Kemayoran and Citeko Rainfall Station, with the Alternating Block Method (ABM), Modified Mononobe, Indonesian National Standard (SNI) for Calculating Flood Discharge, and SNI for Road Surface Drainage Design. The results showed that the rainfall in Jakarta and Bogor mainly was less than 4 hours, with the highest percentage of rainfall volume at the first two hours, about 24.9% at Citeko and 29.9% at Kemayoran. The average bias of rainfall intensity calculated from observation data compared with ABM and Modified Mononobe was >14%. Average rainfall intensity, which was computed using SNI 03-3424-1994 was higher than rainfall intensity calculated from observation data. For the return period of 2, 5, and 10 years, the bias was about 26.8 mm/h, 17.6 mm/h, and 11.6 mm/h, respectively, at Citeko, and 36.3 mm/h, 24.7 mm/h, and 17.3 mm/h, respectively at Kemayoran. Same comparison using Modified Mononobe resulted in lower rainfall intensity about 17 mm/h, 11.4 mm/h, and 8.9 mm/h, respectively at Citeko, and 24.1 mm/h, 47 mm/h, and 49.1 mm/h, respective, at Kemayoran. This study underlined the importance of continuous development of design standards to cope with climate change. Keywords: Intensity-duration-frequency, rainfall distribution, rainfall intensity, alternating block method, modified mononobe.  
Kekuatan dan Permeabilitas Beton Abu Terbang Volume Tinggi I Made Alit Karyawan Salain
Jurnal Teknik Sipil Vol 28 No 2 (2021): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2021.28.2.2

Abstract

Abstrak Tulisan ini menyajikan hasil penelitian tentang properti dari beton abu terbang volume tinggi (ATVT) yang telah mengeras yang dibuat dengan mengganti sebagian semen Portland biasa (SPI) dengan abu terbang kelas C (ATC). Tujuan dari penelitian adalah untuk memeriksa perkembangan kekuatan dan permeabilitas beton ATVT terhadap waktu hidrasi. Tiga campuran beton ATVT, M1, M2, dan M3, dibuat dengan mengganti berturut-turut 40%, 50% dan 60% SPI dengan ATC, dalam perbandingan berat. Satu campuran kontrol, M0, dibuat dengan menggunakan 100% SPI. Proporsi campuran beton yaitu 1,0 perekat : 2,0 agregat halus : 3,0 agregat kasar dengan faktor air perekat sebesar 0,3. Pada setiap campuran ditambahkan 1,5% superplastisiser dari berat perekat. Uji yang dilaksanakan menyangkut kuat tekan, kuat tarik belah, dan permeabilitas pada umur 28, 56, dan 90 hari. Hasil uji menunjukkan bahwa kuat tekan, kuat tarik belah, dan impermeabilitas meningkat secara gradual dengan waktu hidrasi dan mampu mencapai yang dihasilkan oleh M0, terutama untuk campuran M1, setelah umur 90 hari. Mengacu pada hasil uji kuat tekan pada umur 28 hari, campuran beton ATVT tersebut dapat dipergunakan sebagai beton struktural. Kata-kata Kunci: Abu terbang kelas C, kuat tekan, kuat tarik belah, permeabilitas. Abstract This paper presents the result of research concerning the harden properties of high volume abu terbang (HVFA) concrete created by substituting ordinary Portland cement (OPC) with Class C fly ash (CFA). The goals of the research is to verify the strength and permeability evolution of the HVFA concrete with hydration time. Three HVFA concrete mixtures, M1, M2, and M3, were created by substituting OPC, by weight, with 40%, 50%, and 60% of CFA, successively. One control mixture, M0, was created by utilizing 100% OPC. The mix proportion of concrete was 1.0 binder : 2.0 fine aggregate : 3.0 coarse aggregate, and the water-binder ratio was 0.3. In each mixture, it was added 1.5% superplasticizer by binder weight. Tests conducted regarding compressive strength, splitting tensile strength and permeability at the age of 28, 56, and 90 days. The results show that the compressive strength, the splitting tensile strength and the impermeability of HVFA concrete improve gradually with hydration time and could reach those of M0, especially for M1 mixture, after 90 days of hydration. Based on the compressive strength test results at 28 days, the HVFA concrete mixtures could be used for structural concrete. Keywords: Class C fly ash, compressive strength, permeability, splitting tensile strength.

Filter by Year

2003 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 32 No 3 (2025): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Desember Vol 32 No 2 (2025): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Agustus Vol 32 No 1 (2025): Jurnal Teknik Sipil - Edisi April Vol 31 No 3 (2024): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Desember Vol 31 No 2 (2024): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Agustus Vol 31 No 1 (2024): Jurnal Teknik Sipil - Edisi April Vol 30 No 3 (2023): Jurnal Teknik Sipil Vol 30 No 2 (2023): Jurnal Teknik Sipil Vol 30 No 1 (2023): Jurnal Teknik Sipil Vol 29 No 3 (2022): Jurnal Teknik Sipil Vol 29 No 2 (2022): Jurnal Teknik Sipil Vol 29 No 1 (2022): Jurnal Teknik Sipil Vol 28 No 3 (2021): Jurnal Teknik Sipil Vol 28 No 2 (2021): Jurnal Teknik Sipil Vol 28 No 1 (2021): Jurnal Teknik Sipil Vol 27 No 3 (2020) Vol 27 No 2 (2020) Vol 27, No 1 (2020) Vol 27 No 1 (2020) Vol 26, No 3 (2019) Vol 26 No 3 (2019) Vol 26, No 2 (2019) Vol 26 No 2 (2019) Vol 26, No 1 (2019) Vol 26 No 1 (2019) Vol 26, No 1 (2019) Vol 25, No 3 (2018) Vol 25 No 3 (2018) Vol 25, No 3 (2018) Vol 25 No 2 (2018) Vol 25, No 2 (2018) Vol 25 No 1 (2018) Vol 25, No 1 (2018) Vol 24 No 3 (2017) Vol 24, No 3 (2017) Vol 24, No 2 (2017) Vol 24 No 2 (2017) Vol 24, No 2 (2017) Vol 24, No 1 (2017) Vol 24 No 1 (2017) Vol 23, No 3 (2016) Vol 23 No 3 (2016) Vol 23, No 2 (2016) Vol 23 No 2 (2016) Vol 23 No 1 (2016) Vol 23, No 1 (2016) Vol 22 No 3 (2015) Vol 22, No 3 (2015) Vol 22, No 2 (2015) Vol 22 No 2 (2015) Vol 22 No 1 (2015) Vol 22, No 1 (2015) Vol 21 No 3 (2014) Vol 21, No 3 (2014) Vol 21, No 2 (2014) Vol 21 No 2 (2014) Vol 21 No 1 (2014) Vol 21, No 1 (2014) Vol 20, No 3 (2013) Vol 20 No 3 (2013) Vol 20 No 2 (2013) Vol 20, No 2 (2013) Vol 20 No 1 (2013) Vol 20, No 1 (2013) Vol 19, No 3 (2012) Vol 19 No 3 (2012) Vol 19 No 2 (2012) Vol 19, No 2 (2012) Vol 19, No 1 (2012) Vol 19 No 1 (2012) Vol 18, No 3 (2011) Vol 18 No 3 (2011) Vol 18 No 2 (2011) Vol 18, No 2 (2011) Vol 18 No 1 (2011) Vol 18, No 1 (2011) Vol 17 No 3 (2010) Vol 17, No 3 (2010) Vol 17, No 2 (2010) Vol 17 No 2 (2010) Vol 17, No 1 (2010) Vol 17 No 1 (2010) Vol 16, No 3 (2009) Vol 16 No 3 (2009) Vol 16, No 2 (2009) Vol 16 No 2 (2009) Vol 16, No 1 (2009) Vol 16 No 1 (2009) Vol 15, No 3 (2008) Vol 15 No 3 (2008) Vol 15, No 2 (2008) Vol 15 No 2 (2008) Vol 15 No 1 (2008) Vol 15, No 1 (2008) Vol 14 No 4 (2007) Vol 14, No 4 (2007) Vol 14, No 3 (2007) Vol 14 No 3 (2007) Vol 14 No 2 (2007) Vol 14, No 2 (2007) Vol 14, No 1 (2007) Vol 14 No 1 (2007) Vol 13, No 4 (2006) Vol 13 No 4 (2006) Vol 13, No 3 (2006) Vol 13 No 3 (2006) Vol 13, No 2 (2006) Vol 13 No 2 (2006) Vol 13 No 1 (2006) Vol 13, No 1 (2006) Vol 12 No 4 (2005) Vol 12, No 4 (2005) Vol 12, No 3 (2005) Vol 12 No 3 (2005) Vol 12 No 2 (2005) Vol 12, No 2 (2005) Vol 12, No 1 (2005) Vol 12 No 1 (2005) Vol 11, No 4 (2004) Vol 11 No 4 (2004) Vol 11, No 3 (2004) Vol 11, No 3 (2004) Vol 11 No 3 (2004) Vol 11, No 2 (2004) Vol 11 No 2 (2004) Vol 11, No 1 (2004) Vol 11 No 1 (2004) Vol 10 No 4 (2003) Vol 10, No 4 (2003) Vol 10, No 3 (2003) Vol 10 No 3 (2003) Vol 10 No 2 (2003) Vol 10, No 2 (2003) Vol 10 No 1 (2003) Vol 10, No 1 (2003) More Issue