cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil
Published by Universitas Udayana
ISSN : 14111292     EISSN : 25415484     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil (p-ISSN: 1411-1292; e-ISSN: 2541-5484) is an online periodical journal of science that is published twice a year, in January and July by Civil Engineering Department, Faculty of Engineering, Udayana University. Jurnal Ilmiah Teknik Sipil is a media to publish the results of scientific research students, academics, practitioners and observers in the field of civil engineering including structure, construction management, water resource management, transportation, geotechnical and environmental engineering.
Arjuna Subject : -
Articles 403 Documents
KAJIAN DURABILITAS CAMPURAN PERKERASAN ASPAL YANG TERENDAM AIR LAUT DAN AIR TAWAR I Nyoman Karnata Mataram; I Nyoman Arya Thanaya; Yemina Welimince
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 25 No 2 (2021): Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 25 No. 2, Juli 2021
Publisher : Department of Civil Engineering, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITS.2021.v25.i02.p05

Abstract

Jalan didaerah pesisir pantai bisa tergenang oleh air laut atau air tawar pada saat laut pasang atau pada saat musim hujan. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh air laut dan air tawar terhadap durabilitas perkerasan aspal khususnya campuran AC-WC. Penelitian ini diawali dengan pengujian agregat dan aspal yang digunakan, lalu pembuatan benda uji untuk menentukan Kadar Aspal Optimum (KAO) kemudian dilanjutkan dengan pembuatan benda uji tanpa rendaman yang dibandingkan hasil pengujiannya dengan perendaman yang dilakukan selama 24, 48, dan 72 jam. Hasil pengujian menunjukkan bahwa air laut lebih merusak daripada air tawar, dimana nilai tiap pengujian makin menurun seiring dengan lamanya durasi perendaman yang dilakukan. Diperoleh KAO 6,75%; stabilitas tanpa rendaman 2367,40 kg; untuk perendaman masing-masing 24 jam, 48 jam, dan 72 jam dalam air laut diperoleh stabilitas berturut-turut 2226,48 kg, 2163,36 kg, 2088,76 kg; dan stabilitas pada perendaman dengan air tawar 2272,38 kg, 2186,31 kg, dan 2157,62 kg. Untuk Pengujian Marshall sisa tanpa rendaman 93,08%, untuk perendaman pada air laut selama masing-masing 24 jam, 48 jam, dan 72 jam diperoleh 86,86%, 82,76%; dan 74,73% dan 89,14%, 86,33%, 84,13% pada air tawar. Untuk Pengujian Cantabro diperoleh nilai tanpa rendaman 1,37%, untuk perendaman pada air laut selama 24 jam, 48 jam, dan 72 jam diperoleh 2,16%, 3,16%, 6,20%; dan 1,73%, 2,59%, 3,25% pada air tawar. Untuk Pengujian Indirect Tensile Strength (ITS) diperoleh nilai tanpa rendaman 251,09 kPa; untuk perendaman pada air laut selama 24 jam, 48 jam, dan 72 jam diperoleh 195,85 kPa, 160,70 kPa, 115,50 kPa; dan 236,02 kPa, 180,78 kPa, 155,67 kPa pada air tawar
Kajian Eksperimental Dan Simulasi Numerik Penggunaan Fiberglass Sebagai Bahan Serat Pada Balok Beton Hadi Surya Wibawanto Sunarwadi; Deviany Kartika; Muhammad Erfan; Adi Susetyo Dermawan
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 27 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 27 No. 1, Maret 2023
Publisher : Department of Civil Engineering, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITS.2023.v27.i01.p05

Abstract

Construction of reinforced concrete beams requires resistant material with good deformability. Concrete is a material that is strong in compression but weak in tension. So, this research is to use fiberglass as a fiber in concrete to strengthen the tensile strength of the concrete. The results of the initial research found that the compressive strength capacity of concrete with the use of fiberglass increased to 27% compared to plain concrete without fiber. Meanwhile, if we look at the tensile capacity of concrete, it shows that there is an increase of 32% compared to plain concrete without fiber. Then from the numerical simulation results it was found that the use of fiberglass in the construction of flexible beams can minimize deflection by 12%, reduce the maximum compressive stress by 0.04%, and the maximum tensile stress by 0.71%.
ABRASI CAMPURAN ASPAL BETON DENGAN ALAT ROTATION ABRASION TEST Hery Awan Susanto
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 27 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 27 No. 1, Maret 2023
Publisher : Department of Civil Engineering, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITS.2023.v27.i01.p09

Abstract

Ravelling atau butiran lepas adalah salah satu jenis kerusakan jalan berupa disintegrasi permukaan perkerasan aspal yang disebabkan pelepasan partikel agregrat yang berkelanjutan, berawal dari permukaan perkerasan menuju ke bawah atau dari pinggir ke dalam. Ravelling dapat terjadi karena beberapa faktor, diantaranya adalah kadar aspal dan air void. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh air void sebanyak 2%, 4%, dan 7% dan kadar aspal sebanyak 4,5%, 5,5%, dan 6,5% terhadap ravelling pada campuran Hot Mix Asphalt. Pengujian yang dilakukan dengan alat modifikasi Wet Track Abrasion Test menunjukkan bahwa nilai uji ravelling dengan kondisi wet untuk masing-masing kadar air void 2%, 4%, dan 7% rata-rata sebesar 0,3; 0,2; dan 0,3 gr/cm2. Sedangkan nilai uji ravelling untuk masing-masing kadar aspal 4,5; 5,5; dan 6,5% rata-rata sebesar 0,39; 0,32; dan 0,29 gr/cm2. Sedangkan nilai uji ravelling dengan kondisi dry untuk kadar aspal 5,5% dan kadar air void 4% rata-rata sebesar 0,16 gr/cm2. Hasil dari uji ravelling pada kondisi dry lebih rendah daripada hasil uji ravelling pada kondisi wet
KARAKTERISTIK HRS-WC DENGAN AGREGAT HALUS DISUBSTITUSI PASIR PANTAI Raka Purbanto; I Nyoman Arya Thanaya; AA Istri Rara Anggita Saraswati
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 27 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 27 No. 1, Maret 2023
Publisher : Department of Civil Engineering, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITS.2023.v27.i01.p14

Abstract

Ketersediaan pasir alam semakin terbatas, sehingga pasir pantai dapat menjadi alternatif pengganti untuk campuran aspal, dimana aspal mengalami penuaan. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis karakteristik pasir pantai dan campuran HRS-WC disubstitusi pasir pantai pada Kadar Aspal Otimum (KAO). Penelitian diawali dengan pengujian material dan pembuatan benda uji untuk memperoleh KAO. Pada KAO dilaksanakan substitusi abu batu dengan 50% dan 100% pasir pantai berdasarkan volume pada agregat halus lolos 2,36mm tertahan 0,075mm. Diperoleh karakteristik pasir pantai secara umum tidak jauh berbeda dengan pasir alam, namun nilai angularitas pasir pantai tidak memenuhi karena permukaan pasir pantai sangat halus. Karakteristik HRS-WC dengan substitusi pasir pantai sebanyak 50% serta 100% pasir pantai diperoleh nilai stabilitas marshall 2269,757kg dan 2654,942kg; flow 1,062mm dan 2,777mm; MQ 2156,120kg/mmdan 957,308kg/mm; VIM 5,570% dan 4,898% (mendekati nilai minimum 4%); VMA 19,826%; 18,398%; VFB 71,908%; 73,375%. Karakteristik Marshall sampel dikondisikan STOA, LTOA 2 hari dan LTOA 5 hari memenuhi spesifikasi. Nilai pengujian uji cantabro pada kondisi normal, STOA, LTOA 2 hari dan LTOA 5 hari dengan nilai 50% pasir pantai: 4,284%, 3,942%, 1,977%, 1,451%, dan dengan 100% pasir pantai: 6,067%; 5,758%; 4,101%; dan 3,366% (< nilai rekomendasi 16%). Secara umum karakteristik campuran memenuhi spesifikasi, hanya campuran dengan 100% pasir laut, VIMnya mendekati minimum.
EVALUASI KINERJA SALURAN DRAINASE PADA KAWASAN PERMUKIMAN MEKAR JAYA, DESA PEMOGAN, DENPASAR SELATAN Putu Doddy Heka Ardana
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 27 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 27 No. 1, Maret 2023
Publisher : Department of Civil Engineering, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITS.2023.v27.i01.p04

Abstract

Housing in Banjar Mekar Jaya, Pemogan Village with an area of 66 hectares is a densely populated area. During the rainy season, floods or inundations on Mekar Jaya always recur because it is estimated that the existing drainage system is not performing well. This study uses a quantitative descriptive approach by applying hydrological and hydraulics analysis to determine the performance of the drainage channel as well as to be able to plan the optimal dimensions of the drainage channel in Mekar Jaya housing. The results showed that there is a deviation between the existing channel discharge and the design flood discharge where the existing channel discharge is smaller than the design flood discharge and the slope of the existing channel tends to be gentle, which is around 0,0002 meters which causes the existing channel to be unable to drain rainwater or community wastewater. Based on the results of the analysis, it was found that the nine drainage channel segments in Mekar Jaya (segments A – I) have less capacity for the planned discharge that will enter the channel, namely channels A – I where the total capacity can only accommodate a flow rate of 5,480 m3/s while the total planned debit on channel A - I is 5,870 m3/s so it is necessary to make dimensional corrections along the channel. Based on the analysis of improved drainage channel dimensions, it was found that the optimal cross-section of the drainage channel on the section on Mekar Jaya is with a channel width of 3,54 meters and a channel height of 1,77 meters which can receive an outlet discharge of 5,877 m3/s.
PENGARUH KOORDINASI KINERJA TERHADAP KEBERHASILAN PROYEK KONSTRUKSI DI JAWA TENGAH DAN DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Emeliano Maria Gusmao de Oliveira
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 27 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 27 No. 1, Maret 2023
Publisher : Department of Civil Engineering, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITS.2023.v27.i01.p10

Abstract

Perkembangan konstruksi di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta akhir-akhir ini sangat pesat seiring dengan banyaknya pembangunan di sektor properti, perumahan, jalan, dan sarana prasarana lainnya. Metode analisis yang digunakan adalah Structural Equation Modelling (SEM). Hasil analisis data perencanaan dan penjadwalan proyek berpengaruh sebesar 8,7%, manajemen sumber daya dan kontrak berpengaruh sebesar 21,2%, laporan dan dokumentasi berpengaruh sebesar 36,8%, kualitas dan rekayasa nilai berpengaruh pengaruh sebesar 54,9%, penyampaian informasi berpengaruh sebesar 25,1%, hubungan koordinasi berpengaruh sebesar 39,4%. Sedangkan pelaksanaan kontrak tidak mampu mempengaruhi koordinasi kinerja proyek konstruksi karena memiliki nilai t-statistik lebih kecil dari t-tabel (1,96) dan p-value di atas 0,05. Variabel dominan yang mempengaruhi koordinasi kinerja proyek konstruksi adalah kualitas dan rekayasa nilai dengan nilai estimasi terbesar yaitu 54,9%.
EVALUASI KINERJA STRUKTUR GEDUNG BERDASARKAN METODE SPEKTRUM KAPASITAS (ATC-40) DAN TARGET PERPINDAHAN MODIFIKASI (FEMA 440) I Ketut Diartama Kubon Tubuh; I Gede Gegiranang Wiryadi; I Putu Agus Putra Wirawan; Henri Meta Kondamay
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 27 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 27 No. 1, Maret 2023
Publisher : Department of Civil Engineering, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITS.2023.v27.i01.p01

Abstract

Analisis kinerja struktur merupakan metode analisis struktur pasca elastis yang mana bertujuan untuk mendapatkan besarnya gaya geser dasar dan perpindahan maksimum pada struktur bangunan. Pada paper ini ditampilkan hasil evaluasi kinerja struktur gedung yang telah dibangun dengan sistem rangka terbuka yang berfungsi sebagai rumah susun empat tingkat yang didesain berlokasi di Malang, Jawa Timur. Gedung ini didesain dengan beban gempa berdasarkan respon spektrum dari peta gempa Indonesia. Metode analisis kinerja struktur dilakukan berdasarkan metode Spektrum Kapasitas (ATC-40) dan metode Target Perpindahan Modifikasi (FEMA 440). Hasil analisis kinerja baik berdasarkan pendekatan Spektrum Kapasitas maupun Target Perpindahan Modifikasi menunjukkan tingkat atau level kinerja yang sama yaitu Immediate Occupancy (IO). Namun kondisi eksisting struktur pada performance point atau level kinerjanya terdapat beberapa elemen strutkur mengalami sendi plastis Collapse (C). Hal ini menunjukkan kinerja struktur belum memenuhi kriteria ATC-40 dan FEMA 440. Sehingga perlu dilakukan perbaikan terhadap elemen strutkur yang mengalami collapse (C) untuk mendapatkan level kinerja sesuai dengan metode ATC-40 dan FEMA 440.
EVALUASI KINERJA STRUKTUR RANGKA BETON BERTULANG BALOK LEBAR DENGAN DISTRIBUSI BEBAN PELAT SATU DAN DUA ARAH I Ketut Sudarsana; Gede Adi Susila; I Wayan Prima Widiantara; I Gede Gegiranang Wiryadi
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 27 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 27 No. 1, Maret 2023
Publisher : Department of Civil Engineering, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITS.2023.v27.i01.p15

Abstract

Sistem struktur rangka gedung beton berttulang menggunakan balok lebar menjadi solusi pada bangunan dengan keterbatasan ketinggian untuk mendapatkan jumlah tingkat yang lebih banyak, jarak antar tingkat lebih tinggi dan keleluasaan dalam instalasi elemen arsitektur dan MEP. Kajian analisis ini dilakukan untuk mengevaluasi perilaku dan kinerja struktur rangka terbuka dengan balok lebar untuk kondisi sistem pelat satu arah dan dua arah. Studi ini dilakukan dengan menerapkan analisis linier dan nonlinier menggunakan program analisis struktur terhadap empat buah model struktur lima tingkat dengan kolom persegi, yang bervariasi pada dimensi balok dan sistem pelatnya. Adapun variasi yang ditinjau adalah balok normal dengan sistem pelat satu arah (1wSN), balok normal dengan sistem pelat dua arah (2wSN), balok lebar dengan sistem pelat satu arah (1wSW), dan balok lebar dengan sistem pelat dua arah (2wSW). Semua elemen struktur didesain mengikuti dan memenuhi kriteria dari peraturan yang berlaku, kemudian dilanjutkan dengan analisis beban dorong statik non-linear untuk mendapatkan kinerja masing-masing model struktur. Hasil analisis menunjukkan bahwa struktur dengan balok lebar memiliki deformasi yang lebih besar dibandingkan struktur dengan balok normal dengan pencapaian kondisi runtuh lebih cepat sehingga daktilitas strukturnya juga menjadi lebih rendah. Hal ini disebabkan oleh kekakuan join balok-kolom struktur dengan balok lebar lebih rendah dari strutkur dengan balok normal. Penggunaan sistem pelat satu arah maupun dua arah pada strutkur dengan balok lebar tidak memberikan pengaruh yang signifikan.
KARAKTERISTIK PERILAKU KOLOM CONCRETE-FILLED TUBES (CFT) DENGAN BEBAN LATERAL SIKLIK EKSENTRIK MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA I Ketut Sudarsana; Ida Ayu Made Budiwati; Putu Ryan Priyatna
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 27 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 27 No. 1, Maret 2023
Publisher : Department of Civil Engineering, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITS.2023.v27.i01.p06

Abstract

Penggunaan material komposit dalam dunia konstruksi telah mengarah kepada penggunaan Concrete-Filled Tubes (CFT). Selain secara eksperimental, dengan meningkatnya perkembangan teknologi dan formulasi elemen hingga memungkinkan dilakukan penelitian secara analitik melalui aplikasi berbasis metode elemen hingga (FEM). ABAQUS dengan fitur Concrete Damage Plasticity, dapat digunakan untuk pemodelan keruntuhan beton yang mampu memprediksi perilaku inelastisnya. Dengan aplikasi ini, interaksi antar elemen dimodelkan dengan surface to surface contact dengan friction coeffition beton dan baja sebesar 0,2, sedangkan baja dan baja sebesar 0,1. Beban aksial diaplikasikan secara konstan pada bagian bebas yang diikuti dengan beban lateral siklik yang mengacu pada SNI 7834-2012. Studi pengaruh ketebalan baja dan eksentrisitas gaya lateral dilakukan dengan menggunakan true stress dan true strain sebagai input aplikasi. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa peningkatan ketebalan baja hingga 50% dapat meningkatkan kapasitas beban, kapasitas drift, dan daktilitas. Peningkatan ketebalan baja juga dapat memperkecil panjang sendi plastis dan distribusi tegangan maksimum pada kolom CFT. Sedangkan, hasil uji eksentrisitas gaya lateral hingga 400 mm menghasilkan kecenderungan terbalik dengan peningkatan ketebalan baja, tetapi distribusi tegangan maksimum juga terjadi pada kolom CFT. Dari hasil validasi analisis FEM memberikan prediksi yang baik dengan keakuratan diatas 95% dan pola keruntuhan yang menyerupai hasil uji eksperimental.
ANALISIS PENENTUAN LOKASI PEMBANGUNAN PASAR INDUK KABUPATEN BADUNG DARI ASPEK TRANSPORTASI I Wayan Gede Darma Yoga
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 27 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 27 No. 1, Maret 2023
Publisher : Department of Civil Engineering, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITS.2023.v27.i01.p11

Abstract

Saat ini hampir semua daerah mengalami inflasi setelah terjadinya pandemi selama 3 tahun. Hampir semua daerah mengalami inflasi termasuk di Kabupaten Badung. Dengan kondisi tersebut pemerintah Kabupaten Badung ingin membangun pasar induk untuk mengatasi inflasi. Dalam menentukan lokasi pasar induk aspek transportasi sangat memegang peranan penting. Metode yang digunakan ialah dengan menghitung dan memilih lokasi yang tingkat pelayanan lalu lintasnya berada pada kondisi yang lebih baik serta memperhatikan rencana pengembangan pembangunan jalan kedepan untuk mendukung pasar induk. Dari analisis kinerja ruas jalan pada kondisi existing kondisi tingkat pelayanan ruas jalan ruas Jalan pada kondisi eksisiting memiliki tingkat pelayanan yang lebih baik ialah jalan Denpasar-Singaraja dengan tingkat pelayanan B serta VC Ratio 0,38 sedangkan jalan Denpasar-Gilimanuk memiliki VC Ratio 0,58 dengan tingkat pelayanan C. Kinerja ruas jalan saat ditambahkan bangkitan perjalanan menuju pasar induk hasil analisis tingkat pelayanan kedua ruas jalan sama sama berada di level C namun jalan Denpasar-Singaraja memiliki VC ratio yang lebih rendah yaitu sebesar 0,49 sedangkan jalan Denpasar-Gilimanuk nilai VC ratio 0,67 atau sudah mendekati 0,7 atau tingkat pelayanan D. Dari sisi kinerja simpang diketahui bahwa Simpang Jalan Raya Denpasar Gilimanuk-Jalan Raya Mengwitani memiliki nilai tundaan 16,1 detik sehingga berada di kategori tingkat pelayanan C. Sedangkan Simpang Jalan Denpasar Singaraja- Jalan Wisnu, Banjar Denkayu Baleran Desa Werdi Bhuana, Kecamatan Mengwi memiliki nilai tundaan 11,48 detik sehingga berada di kategori tingkat pelayanan B. Dari hasil diatas maka dipilih lokasi Banjar Denkayu Baleran Desa Werdi Bhuana, Kecamatan Mengwi sebagai lokasi pembangunan karena memiliki kinerja lalu lintas yang lebih baik.

Filter by Year

2005 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 27 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 27 No. 1, Maret 20230 Vol 27 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 27 No. 2, September 2023 Vol 27 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 27 No. 1, Maret 2023 Vol 26 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 26 No. 2, Juli 2022 Vol 26 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 26 No. 1, Januari 2022 Vol 25 No 2 (2021): Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 25 No. 2, Juli 2021 Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 25, No. 1, Januari 2021 Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 24, No. 2, Juli 2020 Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 24, No. 1, Januari 2020 Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 23, No. 2, Juli 2019 Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 23, No. 1, Januari 2019 Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 22, No. 2, Juli 2018 Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 22, No. 1, Januari 2018 Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 21, No. 2, Juli 2017 Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 21, No. 1, Januari 2017 Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 20, No. 2, Juli 2016 Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 20, No. 1, Januari 2016 Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 19, No. 2, Juli 2015 Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 19, No. 1, Januari 2015 Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 18, No. 2, Juli 2014 Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 18, No. 1, Januari 2014 Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 17, No. 2, Juli 2013 Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 17, No. 1, Januari 2013 Vol. 16, No. 2 Juli 2012 Vol. 16, No. 1 Januari 2012 Vol. 15, No. 2 Juli 2011 Vol. 15, No. 1 Januari 2011 Vol. 14, No. 2 Juli 2010 Vol. 14, No. 1 Januari 2010 Vol. 13, No. 2 Juli 2009 Vol. 13, No. 1 Januari 2009 Vol. 12, No. 2 Juli 2008 Vol. 12, No. 1 Januari 2008 Vol. 11, No. 2 Juli 2007 Vol. 11, No. 1 Januari 2007 Vol. 10, No. 2 Juli 2006 Vol. 10, No. 1 Januari 2006 Vol. 9, No. 2 Juli 2005 Vol. 9, No. 1 Januari 2005 More Issue