cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Politeknik Negeri Semarang, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Mesin
ISSN : 14116863     EISSN : 25407678     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Rekayasa Mesin(d/h MANDEGANI) diterbitkan sejak 1997, dengan frekuensi 3 kali setahun. Misi : media komunikasi bagi dosen, praktisi, dan ilmuwan tentang karya ilmiah (scientific article) hasil-hasil penelitian, survei, studi kasus dan telaah pustaka yang erat hubungannya dengan teknik mesin, meliputi topik/tema seperti perancangan mesin, instalasi, perawatan & perbaikan mesin, bahan konstruksi & komponen mesin, teknik pengerjaan logam, pembuatan komponen mesi n, pengujian bahan dan komponen mesin, teknik pengukuran & kontrol kualitas proses/produk industri manufaktur, manajemen & teknik produksi industri manufaktur, pembentukan dan pengembangan desain produk, aplikasi komputer dalam sistem kendali & operasi mesin, mesin-mesin kalor & fluida, sistem pembangkitan energi, mesin pendingin & pengkondisian udara, pembangkitan energi alternatif & terbarukan.
Arjuna Subject : -
Articles 478 Documents
PENGARUH NATURAL AGING TERHADAP SIFAT MEKANIS ALUMINIUM PADUAN A356 SEBAGAI BAHAN PROPELER Suyanto, Suyanto
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 14, No 3 (2019): Volume 14, Nomor 3, Desember 2019
Publisher : Jurusan Teknik Mesin - Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.01 KB) | DOI: 10.32497/jrm.v14i3.1638

Abstract

Aluminium A356 sebagai bahan pengecoran propeler masih mempunyai kekuatan yang rendah dan bersifat getas. Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh natural aging pada temperatur ruang terhadap kekerasan dan kekuatan  aluminium paduan A356. Waktu aging pada temperatur ruang divariasikan mulai 1 hingga 20 hari. Pengujian yang dilakukan adalah uji komposisi, uji tarik, dan uji kekerasan.  Nilai kekuatan tarik optimum dicapai setelah natural aging 10 hari, dengan nilai 183,6 MP. Nilai keuletan material turun seiring dengan bertambahnya waktu natural aging. Nilai kekerasan meningkat seiring dengan bertambahnya waktu aging, dan mencapai kekerasan optimum setelah aging 6 hari dengan nilai kekerasan 94 BHN.
PENGARUH TITIK DIDIH SOLVENT TERHADAP NILAI TRANSFER EFFICIENCY (TE) PROSES PENGECATAN ATOMISASI Islahudin, Nur; Rahadian, Helmy; Arsiwi, Pramudi
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 15, No 1 (2020): Volume 15, Nomor 1, April 2020
Publisher : Jurusan Teknik Mesin - Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.449 KB) | DOI: 10.32497/jrm.v15i1.1723

Abstract

Paper ini ingin mengetahui pengaruh titik didih solvent dari komponen material cat terhadap nilai transfer efficiency (TE) proses pengecatan menggunakan spray atomisasi pada pengecatan produk berbahan plastik. Pemilihan jenis solvent saat ini masih berorientasi pada harga dan kemampuan melarutkan solvent terhadap material cat. Dalam aplikasi proses pengecatan selain membutuhkan daya larut, material cat harus dapat menghasilkan kualitas spray atau atomisasi yang baik saat proses pengecatan. Atomisasi pengecatan yang baik dapat dilihat dari jumlah overspray yang terjadi saat proses pengecatan. Overspray yang terjadi pada proses pengecatan akan mempengaruhi kualitas hasil dari proses pengecatan. Salah satu cara untuk menghitung overspray proses pengecatan dapat dilakukan dengan cara mengukur nilai transfer efisiensi dari proses pengecatan. Nilai TE merupakan cara untuk menghitung jumlah material cat yang melapisi permukaan produk dibandingkan dengan jumlah total material cat yang dibutuhkan untuk proses pengecatan sehingga jumlah overspray dapat diketahui dari hasil pengukuran nilai TE. Salah satu parameter dari solvent yang sangat erat hubungan nya dengan overspray adalah titik didih solvent. Dari hasil pengujian awal diperoleh bahwa solvent butyl acetate dan butyl cellocove mempunyai daya larut (solubility) baik terhadap jenis cat Nitrocellulose (NC). Hasil pengujian destilasi dua jenis solvent menunjukan bahwa butyl acetate mempunyai nilai titik didih rendah dan butyl cellosove mempunyai titik didih medium. Selanjutnya hasil perhitungan nilai TE kedua jenis solvent ini diperoleh hasil bahwa solvent butyl cellosove mempunyai nilai TE lebih baik (20,2%) dibandingkan nilai TE solvent butyl acetate (16,0%). Hal ini menunjukan bahwa solvent dengan titik didih medium mempunyai nilai TE yang lebih baik dari solvent dengan titik didih rendah.
ANALISIS PROSES PRODUKSI DUDUKAN KOMPRESOR MESIN PENDINGIN Saptono, Heru; Suwaibah, Siti; Tjahyono, Bambang
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 13, No 2 (2018): Volume 13, Nomor 2, Agustus 2018
Publisher : Jurusan Teknik Mesin - Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.113 KB) | DOI: 10.32497/rm.v13i2.1248

Abstract

Press tool merupakan suatu alat yang mempunyai prinsip kerja penekanan dengan melakukan pemotongan, pembentukan atau gabungan dari keduanya. Peralatan yang digunakan untuk membuat produk secara masal dengan output yang sama dalam waktu yang relatif singkat. Jenis press tool yang digunakan dalam analisa dudukan kompresor mesin pendingin ini adalah jenis compound tool. Dudukan kompresor mesin pendingin merupakan salah satu komponen pada mesin pendingin. Dudukan kompresor mesin pendingin dibentuk dengan press tool, ada 6 proses produksi yang mencakup proses blanking, pierching, deep drawing, bending, embossing. Gaya total yang terbesar terletak pada proses produksi 1 yaitu sebesar 509477,421 N yang membutuhkan mesin press kapasitas 60 ton. Dudukan kompresor mesin pendingin ini terbuat dari gulungan pelat dengan pengerjaan dingin (SPCC) dengan ketebalan 1 mm. Dalam produksi dudukan kompresor mesin pendingin ini diperkirakan terjadi kecacatan sebesar 3% dari total produksi perhari meliputi benda berkerut maupun sobek.
RANCANG BANGUN MESIN PEMIPIL JAGUNG METODE POROS HELIX KAPASITAS 600KG/JAM DENGAN PENGGERAK MOTOR LISTRIK S., Achmad; Aziz, Moch.; W., Prabowo Wahyu; S., Tri Waris; Haryanto, Haryanto; Slamet, Agus
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 14, No 2 (2019): Volume 14, Nomor 2, Agustus 2019
Publisher : Jurusan Teknik Mesin - Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.451 KB) | DOI: 10.32497/rm.v14i2.1514

Abstract

Jagung merupakan hasil pertanian yang menjadi pilihan mayoritas petani. Pada umumnya para petani jagung mengolah serta memipil jagung secara manual (tenaga manusia) tanpa menggunakan alat bantu mesin, sehingga memerlukan waktu yang lama. Mesin ini dirancang untuk mendesain ulang mesin pemipil jagung yang ada di Politeknik Negeri Semarang yang memiliki kapasitas produksi rendah. Tujuan penelitian  ini adalah memenuhi proses pengolahan panen jagung dimana dapat menambah produktifitas, kualitas hasil pipilan jagung. Metodologi yang digunakan adalah dari data yang diperoleh dari studi literatur, pembuatan alat, perakitan dan uji kemampuan. Proses pemipilan jagung adalah dengan cara memasukan 4 buah jagung sekaligus ke dalam dua poros pemipil dengan diameter 50 mm. Hasil yang dicapai dari pembuatan mesin ini yang dioperasikan selama 6 jam/hari adalah mampu memipil biji jagung dengan kapasitas produksi 600 kg/jam.               
BACK MATTER JURNAL REKAYASA MESIN VOL. 12 NO. 2 AGUSTUS 2017 Putri, Farika Tono
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 12, No 2 (2017): Volume 12, Nomor 2, Agustus 2017
Publisher : Jurusan Teknik Mesin - Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.252 KB) | DOI: 10.32497/jrm.v12i2.1630

Abstract

PENGARUH KECEPATAN PUTAR, GAYA GESEK DAN WAKTU GESEK TERHADAP STRUKTUR MIKRO DAN LAJU KOROSI HASIL PENGELASAN PROSES LAS GESEK MATERIAL BERBEDA BAJA SUH 3 DAN SUH 35 Sai'in, Ali; Muzaki, Mochamad
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 15, No 1 (2020): Volume 15, Nomor 1, April 2020
Publisher : Jurusan Teknik Mesin - Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.051 KB) | DOI: 10.32497/jrm.v15i1.1804

Abstract

Las gesek merupakan salah satu teknologi pengelasan yang digunakan untuk menyambung dua material tanpa menggunakan bahan pengisi. Penyambungan benda kerja dilakukan dengan memanfaatkan gesekan dan tekanan. Pengaturan parameter proses dalam las gesek ini seperti kecepatan putar, gaya gesek, waktu gesek, gaya tempa dan waktu tempa sangat menentukan keberhasilan proses pengelasan. Penelitian dilakukan untuk mengamati pengaruh parameter proses, diantaranya kecepatan putar, gaya gesek, dan waktu gesek terhadap struktur mikro dan laju korosi pada material yang dilas dengan menggunakan las gesek. Material yang digunakan merupakan material yang mempunyai komposisi kimia yang berbeda, yaitu baja SUH 3 dan SUH 35. Pengelasan dilakukan dengan mesin las gesek tipe FW10NC. Pengamatan struktur mikro dilakukan menggunakan mikroskop optik dan SEM (Scanning Electron Microscope)-EDX. Pengujian laju korosi dilakukan dengan alat uji laju korosi sel tiga elektroda dengan bantuan software NOVA 1.8. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada proses pengelasan baja SUH 3 dan SUH 35 terjadi perubahan struktur mikro dan perubahan komposisi kimia pada daerah sambungan. Persentase Cr pada kecepatan putar 2500 rpm sebesar 14.99% sedangkan pada kecepatan putar 4500 menjadi sebesar 15.82%. Perubahan parameter proses dapat mengubah laju korosi pada sambungan.
Computational Tahanan Kapal Untuk Menentukan Daya Mesin Utama Kapal Ikan 5 GT Sarwoko Sarwoko; Budhi Santoso
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 14, No 1 (2019): Volume 14, Nomor 1, April 2019
Publisher : Jurusan Teknik Mesin - Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (806.968 KB) | DOI: 10.32497/rm.v14i1.1450

Abstract

Variabel utama dalam menentukan daya mesin utama kapal adalah tahanan kapal yang dihasilkan oleh bentuk lambung kapal. perhitungan tahanan kapal dapat dilakukan dengan menggunakan perhitungan matematis. Penelitian ini bertujuan menentukan tahanan total kapal dan memperkiraan kebutuhan daya mesin kapal ikan 5 GT. Kapal 5 GT di redesain untuk mendapatkan sebuah model dengan menggunakan software naval Architecture. Model yang didapatkan berikutnya dilakukan perhitungan tahanan kapal dan kebutuhan daya kapal dilakukan. Metode perhitungan tahanan kapal menggunakan metode holtrop. Hasil analisa tahanan kapal dilihat dari beberapa variasi kecepatan untuk melihat bentuk aliran yang dihasilkan. Pada kecepatan dinas maksimal 15 knots menunjukan tahanan total kapal adalah 2.8 kN dan kebutuhan dayanya adalah 35,7 Hp.
Back Matter Jurnal Rekayasa Mesin Vol. 14 No. 1 April 2019 Eko Saputra
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 14, No 1 (2019): Volume 14, Nomor 1, April 2019
Publisher : Jurusan Teknik Mesin - Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.322 KB)

Abstract

DAYA DAN EMISI JELAGA DARI MESIN DIESEL BERBAHAN BAKAR SOLAR-JATROPA-BUTANOL Syarifudin Syarifudin; Syaiful Syaiful
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 14, No 3 (2019): Volume 14, Nomor 3, Desember 2019
Publisher : Jurusan Teknik Mesin - Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.514 KB) | DOI: 10.32497/jrm.v14i3.1503

Abstract

Peningkatan jumlah kendaraan bermotor membuat kebutuhan bahan bakar fosil dan emisi gas buang meningkat. Jatropa banyak diteliti untuk mengganti bahan bakar karena memiliki karakteritik yang mendekati solar. Selain jatropa, kandungan oksigen yang tinggi dan viskositas yang rendah dalam energi terbarukan butanol dianggap mampu menurunkan permasalahan mesin diesel. Penelitian ini mengobservasi penggunaan bahan bakar campuran solar-jatropa-butanol terhadap daya dan smoke opacity mesin diesel 4JB1. Pengujian dilakukan pada putaran konstant 2500 rpm. Persentase campuran bahan bakar sebesar 85/10/5, 80/10/10, 75/10/15, 75/20/5, 70/20/10, 65/20/15, 65/30/5, 60/30/10, 55/30/15 berbasis volume. Hasil pengujian memperlihatkan bahwa penggunaan bahan bakar campuran solar-jatropa-butanol menghasilkan daya dan smoke opacity yang lebih rendah dibandingkan solar.
Evaluasi Efesiensi Reaktor Urea (R-201) Pabrik Urea 1A PT. Pupuk Kalimantan Timur Kristinah Haryani; Mohammad Razak Scesario; M. Sugiarto; Suryanto Suryanto
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 13, No 3 (2018): Volume 13, Nomor 3, Desember 2018
Publisher : Jurusan Teknik Mesin - Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.777 KB) | DOI: 10.32497/rm.v13i3.1284

Abstract

Urea adalah senyawa organik yang tersusun dari unsur karbon, hidrogen, oksigen dan nitrogen dengan rumus CON2H4 atau (NH2)2CO. Pabrik Urea Kaltim-1A menggunakan proses Stamicarbon “total recycle CO2 stripping” dengan memanfaatkan Ammonia cair dan CO2 yang diproduksi oleh unit Ammonia Kaltim-1A. Unit sintesa ialah suatu unit yang penting dalam proses pembuatan urea. Dalam penelitian ini permasalahan yang diangkat ialah mengevaluasi efisiensi reaktor urea pada berbagai tingkatan level didalam reaktor dengan membandingkan hasil perhitungan teoritis dengan aktual yang ada di pabrik guna untuk melihat kondisi reaktor saat ini. Dari hasil pengamatan diperoleh bahwa semakin tinggi suhu reaktor maka konversi yang terbentuk semakin besar pula, konversi semakin besar seiring semakin tinggi posisi larutan di dalam reaktor, dan berdasarkan hasil simulasi didapat letak ketinggian indikator TI-204, TI-203, TI-202, TI-201 beserta konversi CO2nya.

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 20 No. 3 (2025): Volume 20, Nomor 3, Desember 2025 Vol. 20 No. 2 (2025): Volume 20, Nomor 2, Agustus 2025 Vol. 20 No. 1 (2025): Volume 20, Nomor 1, April 2025 Vol. 19 No. 3 (2024): Volume 19, Nomor 3, Desember 2024 Vol. 19 No. 2 (2024): Volume 19, Nomor 2, Agustus 2024 Vol. 19 No. 1 (2024): Volume 19, Nomor 1, April 2024 Vol. 18 No. 3 (2023): Volume 18, Nomor 3, Desember 2023 Vol 18, No 2 (2023): Volume 18, Nomor 2, Agustus 2023 Vol 18, No 1 (2023): Volume 18, Nomor 1, April 2023 Vol 17, No 3 (2022): Volume 17, Nomor 3, Desember 2022 Vol 17, No 2 (2022): Volume 17, Nomor 2, Agustus 2022 Vol 17, No 1 (2022): Volume 17, Nomor 1, April 2022 Vol 16, No 3 (2021): Volume 16, Nomor 3, Desember 2021 Vol 16, No 2 (2021): Volume 16, Nomor 2, Agustus 2021 Vol 16, No 1 (2021): Volume 16, Nomor 1, April 2021 Vol 15, No 3 (2020): Volume 15, Nomor 3, Desember 2020 Vol 15, No 2 (2020): Volume 15, Nomor 2, Agustus 2020 Vol 15, No 1 (2020): Volume 15, Nomor 1, April 2020 Vol 14, No 3 (2019): Volume 14, Nomor 3, Desember 2019 Vol 14, No 2 (2019): Volume 14, Nomor 2, Agustus 2019 Vol 14, No 1 (2019): Volume 14, Nomor 1, April 2019 Vol 13, No 3 (2018): Volume 13, Nomor 3, Desember 2018 Vol 13, No 2 (2018): Volume 13, Nomor 2, Agustus 2018 Vol 13, No 1 (2018): Volume 13, Nomor 1, April 2018 Vol 12, No 3 (2017): Volume 12, Nomor 3, Desember 2017 Vol 12, No 2 (2017): Volume 12, Nomor 2, Agustus 2017 Vol 12, No 1 (2017): Volume 12, Nomor 1, April 2017 Vol 12, No 2 (2017): Agustus 2017 Vol 11, No 3 (2016): Volume 11, Nomor 3, Desember 2016 Vol 11, No 2 (2016): Volume 11, Nomor 2, Agustus 2016 Vol 11, No 1 (2016): Volume 11, Nomor 1, April 2016 Vol 10, No 3 (2015): Volume 10, Nomor 3, Desember 2015 Vol 10, No 2 (2015): Volume 10, Nomor 2, Agustus 2015 Vol 10, No 1 (2015): Volume 10, Nomor 1, April 2015 Vol 10, No 1 (2015) Vol 9, No 3 (2014): Volume 9, Nomor 3, Desember 2014 Vol 9, No 2 (2014): Volume 9, Nomor 2, Agustus 2014 Vol 9, No 1 (2014): Volume 9, Nomor 1, April 2014 Vol 8, No 2 (2013): Volume 8, Nomor 2, Agustus 2013 Vol 8, No 1 (2013): Volume 8, Nomor 1, April 2013 Vol 7, No 3 (2012): Volume 7, Nomor 3, Desember 2012 More Issue