cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Politeknik Negeri Semarang, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Mesin
ISSN : 14116863     EISSN : 25407678     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Rekayasa Mesin(d/h MANDEGANI) diterbitkan sejak 1997, dengan frekuensi 3 kali setahun. Misi : media komunikasi bagi dosen, praktisi, dan ilmuwan tentang karya ilmiah (scientific article) hasil-hasil penelitian, survei, studi kasus dan telaah pustaka yang erat hubungannya dengan teknik mesin, meliputi topik/tema seperti perancangan mesin, instalasi, perawatan & perbaikan mesin, bahan konstruksi & komponen mesin, teknik pengerjaan logam, pembuatan komponen mesi n, pengujian bahan dan komponen mesin, teknik pengukuran & kontrol kualitas proses/produk industri manufaktur, manajemen & teknik produksi industri manufaktur, pembentukan dan pengembangan desain produk, aplikasi komputer dalam sistem kendali & operasi mesin, mesin-mesin kalor & fluida, sistem pembangkitan energi, mesin pendingin & pengkondisian udara, pembangkitan energi alternatif & terbarukan.
Arjuna Subject : -
Articles 478 Documents
Pengaruh Variasi Kecepatan Pengadukan dengan Penambahan Perlakuan Panas Lapisan Electroless Ni-P terhadap Laju Korosi dan Kekerasan Permukaan Baja Karbon Rendah ASTM A36 Saefuloh, Iman; Zakaria, Zakaria; Rohmat, Agus; Lusiani, Rina; Jannah, Miftahul; Sunardi, Sunardi; Setiawan, Ipick
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 16, No 2 (2021): Volume 16, Nomor 2, Agustus 2021
Publisher : Mechanical Engineering Department - Semarang State Polytechnic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/jrm.v16i2.2582

Abstract

Tujuan penelitian adalah menganalisa pengaruh kecepatan putar pengadukan dan treatment temperatur proses electroless pada baja karbon rendah ASTM A36 terhadap kualitas lapisan permukaan berdasarkan nilai ketahanan terhadap korosi dan nilai kekerasan serta morfologi permukaan. Penelitian dilakukan dengan memvariasikan. kecepatan pengadukan yang digunakan antara lain 250,300, dan 350 rpm, dan proses treatment temperatur 500 sengan waktu 120 menit. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa kenaikan kecepatan pengadukan menghasilkan ketahanan korosi yang kurang  baik dimana laju korosi tertinggi mencapai nilai 7.123 mm/year. namun nilai ketahanan terhadap korosi semakin membaik ketika diberi perlakuan panas. Nilai laju korosi terendah terdapat pada kecepatan 250  rpm yaitu 1.212 mil/year. Untuk nilai kekerasan dihasilkan hubungan semakin besar kecepatan putaran pengadukan  semakin meningkat nilai kekerasannya. Namun bila dibandingkan nilai kekerasan hasil proses perlakuan temperatur dan non perlakuan maka nilai kekerasan terbaik dimiliki oleh proses perlakuan temperatur
Penentuan Jenis Baja Scrap sebagai Bahan Baku Proses Pengecoran Logam di IKM dengan Metode Spark Testing Sukis, Muhamad; Rusnaldy, Rusnaldy; Paryanto, Paryanto; Guterres, Natalino Fonseca D.S.
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 16, No 2 (2021): Volume 16, Nomor 2, Agustus 2021
Publisher : Mechanical Engineering Department - Semarang State Polytechnic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/jrm.v16i2.2428

Abstract

Pengecoran logam di Indonesia sangat diperlukan di industri manufaktur, salah satu faktor yang sering terjadi adalah proses pemilihan material awal pada pengecoran, terutama mengetahuai unsur yang terkandung didalam baja scrap. Salah satu metode untuk mengetahui kandungan karbon pada baja scrap adalah metode spark testing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakterisasi spark pada proses gerinda melalui identifikasi jenis baja scrap berdasarkan panjang spark, sudut spark dan sudut kontak spark. Dimensi dari sampel meliputi 100x50x10 mm, sudut pemakanan adalah 75ᵒ dengan grit size batu gerinda yaitu 36, 60 dan 80. Penekanan menggunakan gaya gravitasi dari spesimen itu sendiri selama 30 detik. Perbedaan volume stream dan bentuk karakterisasi spark dipengaruhi oleh kandungan komposisi kimia baja dan grit batu gerinda. Dengan menggunakan metode ini dapat mempermudah identifikasi awal baja scrap sebelum dilakukan pengecoran logam, sehingga hasil yang didapat adalah material dengan kandungan karbon lebih tinggi menghasilkan sudut spark melebar, kemudian sudut kontak akan mengecil dan ukuran spark semakin pendek. Kandungan karbon 0,54%C telah menghasilkan pancaran burst lebih banyak. Menggunakan ukuran batu gerinda 80 grit (fine) telah menghasilkan jarak pada pancaran burts terjadi melebar di semua material.
Pengaruh Konsentrasi Pati dan Yeast pada Pembuatan Etanol dari Pati Sorgum Melalui Proses Simultaneous Saccharification and Fermentation (SSF) dan Separated Hydrolysis Fermentation (SHF) Haryani, Kristinah; Hargono, Hargono; Handayani, Noer Abyor; Harles, Hendra; Putri, Sheila Amanda
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 16, No 2 (2021): Volume 16, Nomor 2, Agustus 2021
Publisher : Mechanical Engineering Department - Semarang State Polytechnic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/jrm.v16i2.2186

Abstract

Bioetanol merupakan anhydrous alkohol yang dapat diproduksi dengan cara fermentasi pati. Sorgum mengandung pati yang cukup tinggi sebesar 74,63g / 100g bahan sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan etanol. Pembuatan etanol berbahan baku pati sorgum ada dua metode yaitu Separated Hydrolysis Fermentation (SHF) dan Simultaneous Saccharification and Fermentation (SSF). Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan proses yang tepat untuk memproduksi etanol dari pati sorgum dengan membandingkan metode fermentasi SSF dan SHF. Untuk masing masing proses digunakan variabel konsentrasi pati sebesar 10%, 20% (berat/volume) dan Saccharomyces Cereviciae sebagai yeast saat proses fermentasi sebesar 5%, 7%, 9% dari berat pati. Enzim StargenTM sebesar 1ml/100gram pati sorgum digunakan untuk membantu proses hidrolisis. Dari hasil fermentasi selama 72 jam menunjukkan bahwa sorgum yang difermentasi dengan metode SSF menghasilkan lebih banyak etanol sebesar 111,944 gram/liter dibandingkan metode SHF sebesar 108,645 gram/liter dengan konsentrasi pati sebesar 20% (berat/volume) dan yeast 9% w pati.
Tekstur dan Uji Tarik Ti~4% berat Al yang Dicanai Searah pada Suhu 1100 C Supriyanto, Adolf Asih; Syafrizal, Syafrizal; Tauvana, Ade Irvan
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 16, No 2 (2021): Volume 16, Nomor 2, Agustus 2021
Publisher : Mechanical Engineering Department - Semarang State Polytechnic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/jrm.v16i2.2505

Abstract

Saat ini masih jarang ditemukan penelitian menggunakan paduan Al-Ti dengan komposisi berat Al yang sangat kecil. Tidak banyak orang melakukan penelitian tekstur tentang bahan ini. Proses canai dan anil dapat mempengaruhi tekstur dan sifat mekanik bahan. Pada penelitian ini telah dilakukan proses canai dan anil terhadap bahan Ti-4%beratAl. Tujuan dari penelitan ini adalah untuk mengetahui anisotropi uji tarik bahan tersebut akibat proses canai dan anil. Bahan yang digunakan adalah 3 batang Ti-4%beratAl yang dicanai pada suhu 1100 oC dengan reduksi tebal 96%. Kemudian 1 batang Ti-4%beratAl dianil pada suhu 900 oC selama 3,5 jam dan 2 batang Ti-4%beratAl dianil pada suhu 850 oC masing-masing selama 1 dan 4 jam. Difraksi sinar-x dengan metode refleksi digunakan untuk menentukan tekstur yang dinyatakan dengan gambar kutub (11-20). Uji Tarik dilakukan terhadap bahan yang dianil pada suhu 850 oC selama 1 jam. Hasil menunjukan bahwa Ti-4%beratAl yang dianil pada 850oC selama 1 jam memiliki tekstur dengan bidang kutub (11-20) terpecah di daerah sekitar ±30o dari arah arah normal (AN) ke arah canai (AC). Hasil uji tarik menunjukkan bahwa nilai UTS untuk arah AC, 45 oC dan AL berturut-turut adalah 651MPa, 571MPa dan 632MPa.
Perancangan dan Analisis Body Wahana UAV 3 Medan AMPHI-FLY Evo 1.0 Sapto, Agung Dwi; Eka, Rivan Dia
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 16, No 2 (2021): Volume 16, Nomor 2, Agustus 2021
Publisher : Mechanical Engineering Department - Semarang State Polytechnic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/jrm.v16i2.2345

Abstract

Kendaraan Tanpa Awak (Unmanned Aerial Vehicle) dalam bidang kemanusiaan sudah banyak digunakan, khususnya dalam misi pencarian dan penyelamatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan prototipe kendaraan tanpa awak (UAV) yang berfungsi untuk membantu proses pencarian dan penyelamatan pada 3 medan (udara, darat, permukaan air). UAV AMPHI-FLY Evo 1.0 merupakan sebuah teknologi yang dirancang dan dikembangkan untuk memaksimalkan fungsi UAV, yang selama ini hanya memiliki fungsi terbatas pada 1 atau 2 medan dalam pengoperasiannya. Sehingga UAV AMPHI-FLY Evo 1.0 dapat beroperasi di 3 medan sekaligus, yaitu di udara, di darat, dan di permukaan air. Pengembangan teknologi pada UAV AMPHI-FLY Evo 1.0 merupakan solusi agar misi pencarian dan penyelamatan dengan menggunakan UAV lebih optimal dan dapat menjakau berbagai jenis medan yang sulit dan tidak memungkinkan untuk dijangkau manusia. Perancangan dilakukan untuk menentukan spesifikasi komponen wahana UAV AMPHI-FLY Evo 1.0. dilakukan dengan menggunakan software solidworks 2018. Komponen-komponen pada wahana UAV AMPHI-FLY Evo 1.0 secara umum di bagi menjadi 4 kelompok yaitu komponen body utama, komponen penggerak, komponen kelistrikan, komponen tambahan. Komponen wahana yang dirancang adalah Frame, body, lambung kapal (hull), motor penggerak, propeller, rudder, dan estimasi konsumsi baterai. Estimasi berat total wahana yang direncanakan adalah 2807 gr. Frame berfungsi untuk menahan berat wahana dan menunjang performa wahana dalam beroperasi, ukuran Frame yang dipilih adalah 560mm. Body pada wahana memiliki bentuk yang aerodinamis, memiliki nilai Cd=0,0198562. Sedangkan daya hambatan pada body (Pd) didapatkan sebesar 2,4058 watt.
Pemindaian 3D Telapak Kaki dan Cara Menghasilkan Koordinat Konturnya untuk Keperluan Perancangan Sepatu Ortotik Wibowo, Dwi Basuki; Haryadi, Gunawan Dwi; Saputra, Eko
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 16, No 2 (2021): Volume 16, Nomor 2, Agustus 2021
Publisher : Mechanical Engineering Department - Semarang State Polytechnic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/jrm.v16i2.2435

Abstract

Pemindaian 3D telah banyak diterapkan di berbagai bidang kedokteran, forensic, anthropology, anthropometry, topography, hingga reverse engineering. Penelitian ini mengkaji pemindaian 3D telapak kaki dan cara menghasilkan koordinat kontur xyz–nya. Alat pemindai yang digunakan adalah 3D scanner for foot orthotic buatan Vismach Technology China yang dilengkapi software untuk menghasilkan luaran berekstensi standard dxf/stl/wrl/obj/ply/asc. Koordinat kontur xyz diperoleh dari software AutoCAD dan MS Excel yang sudah terdapat coding khusus untuk membaca koordinat dari file AutoCAD. Struktur data koordinat xyz di MS Excel berbentuk baris pertama menyatakan ujung jari jempol dan baris terakhir menyatakan ujung tumit. Dari hasil koordinat ini evaluasi panjang dan lebar telapak kaki, menentukan ukuran sepatu, mendesain sepatu orthotic bagi penderita flat foot dan calcanea spur, dan pembagian area telapak kaki untuk pengukuran beban menjadi mudah dilakukan. Disamping itu luaran scanner berbentuk 3D mesh dan citra berekstensi stl bermanfaat dalam memodelkan kontak telapak kaki menggunakan MEH serta merancangbangun prototype sol sepatu dengan bantuan software SOLIDWORKS dan Rhinoceros.
Pengaruh Variasi Temperatur Quenching Dan Media Pendingin Terhadap Tingkat Kekerasan Baja AISI 1045 Haryadi, Gunawan Dwi; Utomo, Angelius Fredy; Ekaputra, I Made Wicaksana
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 16, No 2 (2021): Volume 16, Nomor 2, Agustus 2021
Publisher : Mechanical Engineering Department - Semarang State Polytechnic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/jrm.v16i2.2633

Abstract

Baja AISI 1045 merupakan baja yang memiliki kadar karbon sebesar 0,45%. Baja jenis ini banyak digunakan pada komponen kendaraan sepeda motor seperti: roda gigi, poros, dan bantalan. Pada penerapannya, baja sering mengalami keausan akibat dari gesekan dan tekanan. Untuk menjaga agar umur baja lebih tahan lama terhadap gesekan maka perlu dilakukan perlakuan panas quenching. Perlakuan panas quenching ini sangat berperan penting dalam upaya meningkatkan sifat mekanik yang terdapat pada baja AISI 1045. Perlakuan panas quenching yang digunakan pada penelitian ini yaitu 800oC, 850oC, dan 900oC holding time selama 25 menit dengan menggunakan media pendingin air dan oli SAE 20W-50. Hasil beberapa data pengujian selanjutnya diolah dan dibandingkan tingkat kekerasan pada setiap variasi temperatur. Data yang diperoleh dari pengujian kekerasan Vickers (HV) sangat bervariasi. Pada baja AISI 1045 tanpa perlakuan (raw material) didapat nilai rata-rata kekerasan sebesar 202,78 HV. Selanjutnya nilai rata-rata kekerasan dengan media pendingin air pada temperatur 800oC sebesar 398,48 HV, 850oC sebesar 457,02 HV, dan 900oC sebesar 496,42 HV. Berikutnya, nilai rata-rata kekerasan dengan media pendingin oli SAE 20W-50 pada temperatur 800oC sebesar 252,87 HV, 850oC sebesar 402,55 HV, dan 900oC sebesar 476,92 HV. Nilai kekerasan optimal pada baja AISI 1045 terdapat pada suhu 900oC dengan media pendingin jenis air sedangkan nilai kekerasan paling rendah terdapat pada baja tanpa perlakuan (raw material).
Desain Sel Elektrolisis untuk Memproduksi MgO dari Limbah Garam Rakyat Saefudin, Slamet; Sulistyo, Sulistyo; Sulardjaka, Sulardjaka; Arfiansyah, Ryan
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 16, No 2 (2021): Volume 16, Nomor 2, Agustus 2021
Publisher : Mechanical Engineering Department - Semarang State Polytechnic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/jrm.v16i2.2574

Abstract

Pemanfaatan magnesium oksida (MgO) di bidang rekayasa sangat beragam maka diperlukan eksplorasi sumber bahan baku yang tersedia di alam. Limbah garam (bittern) memiliki kandungan magnesium yang cukup tinggi sehingga dapat dijadikan sebagai alternatif bahan baku pembentukan MgO. Pembentukan MgO dari limbah garam dapat dilakukan  dengan proses elektrolisis. Tujuan dari penelitian ini adalah mendesain alat elektrolisis yang dapat digunakan untuk pembentukan MgO dari limbah bittern. Metodologi yang dilakukan meliputi merancang dan membuat alat elektrolisis 2 kompartemen dengan kapasitas total 0,75 liter. Proses elektrolisis dilakukan dengan variasi tegangan listrik  dan variasi waktu yang berasal dari output power supply. Elektrolisis bittern akan menghasilkan endapan magnesium hidroksida (Mg(OH)2) yang kemudian dikeringkan pada suhu 110 oC selama 2 jam. Serbuk hasil pengeringan pada suhu 110 oC dipanaskan kembali pada suhu 700 oC selama 2 jam. Serbuk hasil pemanasan 700 oC dikarakterisasi dengan X-Ray Diffraction (XRD). Analisa XRD menunjukkan bahwa puncak difraksi yang terbentuk pada sudut 2θ merupakan karakteristik dari puncak - puncak difraksi senyawa MgO. Hasil karakterisasi XRD membuktikan bahwa desain alat elektrolisis dapat berfungsi dengan baik.
Analisa Efek Otomatisasi Proses terhadap Kapasitas Produksi dengan Studi Kasus Mesin Selotip Semi Otomatis di Industri Pengemasan Putri, Farika Tono; Luthfiansyah, Galih; Indrawati, Ragil Tri; Prasetyo, Budhi; Priyoatmojo, Slamet
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 16, No 2 (2021): Volume 16, Nomor 2, Agustus 2021
Publisher : Mechanical Engineering Department - Semarang State Polytechnic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/jrm.v16i2.2865

Abstract

Industri kosmetik adalah industry yang bertumbuh dengan sangat pesat. Tumbuhnya industry kosmetik tersebut menjadikan industry lain yang berhubungan dengan kosmetik turut berkembang. Slah satunya yaitu industry pengemsan. Proses penempelan selotip pada layer karton yang masih manual dikerjakan oleh operator dengan alat potong berupa cutter mengakibatkan seuah industry tidak mampu memenuhi demand konsumen. Pada penelitian ini diekmbangkan sebuah mesin selotip semi otomatis dengan harga yang murah dna mudah dioperasikan. Tujuan dari penelitian ini adalah meningkatkan kapasistas produksi melalui penggantian metode produksi dari konvensional ke semi otomatis. Hasil penelitian menunjukkan efektifitas cycle time sebesar 72% dengan mesin selotip semi otomatis. Kapasitas produksi pun naik 118%.
Pengaruh Parameter Proses Milling pada Austempered Ductile Iron (ADI) Terhadap Kekasaran Permukaan Benda Kerja dan Chip Thickness Ratio Rusnaldy, Rusnaldy; Umardani, Yusuf; Putra, Diva Tsamara; Bernard, Jovian
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 16, No 2 (2021): Volume 16, Nomor 2, Agustus 2021
Publisher : Mechanical Engineering Department - Semarang State Polytechnic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/jrm.v16i2.2523

Abstract

Austempered ductile iron (ADI) is a difficult material for machining, even though ADI is believed to have several advantages such as strength, ductility, high toughness, fatigue resistance, good dynamic wear resistance, has a good strength-to-weight ratio, easy to manufacture  and easy to cast that causes it to be widely used in various applications.  This study investigates the effect of milling parameters on surface rougness and chip thickness ratio on milling of ADI. To produce ADI, ductile irons  were first austenitized in furnace at 900oC for 1 hour and then they were quenched in salt bath at 375oC for 1 hour. The work material was machined with uncoated carbide tool. The tool was 20 mm in diameter. The cutting experiments were carried out in the dry mode. The feed was varied from 0.05 to 0.1 mm/tooth for cutting speed ranging from 15 m/min to 25 mm/min and depth of cut ranging from 0.1 mm to 0.3 mm. The surface roughness was measured using the Mitutoyo SJ-201, surface roughness machine. The chip thickness was measured using software Image J from the photograph produced by digital microscope endoscope. The results show that connected and loose chips were produced. Long and continuous chips were not found in this study. The effects of cutting speeds, feeds and depth of cut on surface roughness and chip thickness ratio  are reported in this paper

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 20 No. 3 (2025): Volume 20, Nomor 3, Desember 2025 Vol. 20 No. 2 (2025): Volume 20, Nomor 2, Agustus 2025 Vol. 20 No. 1 (2025): Volume 20, Nomor 1, April 2025 Vol. 19 No. 3 (2024): Volume 19, Nomor 3, Desember 2024 Vol. 19 No. 2 (2024): Volume 19, Nomor 2, Agustus 2024 Vol. 19 No. 1 (2024): Volume 19, Nomor 1, April 2024 Vol. 18 No. 3 (2023): Volume 18, Nomor 3, Desember 2023 Vol 18, No 2 (2023): Volume 18, Nomor 2, Agustus 2023 Vol 18, No 1 (2023): Volume 18, Nomor 1, April 2023 Vol 17, No 3 (2022): Volume 17, Nomor 3, Desember 2022 Vol 17, No 2 (2022): Volume 17, Nomor 2, Agustus 2022 Vol 17, No 1 (2022): Volume 17, Nomor 1, April 2022 Vol 16, No 3 (2021): Volume 16, Nomor 3, Desember 2021 Vol 16, No 2 (2021): Volume 16, Nomor 2, Agustus 2021 Vol 16, No 1 (2021): Volume 16, Nomor 1, April 2021 Vol 15, No 3 (2020): Volume 15, Nomor 3, Desember 2020 Vol 15, No 2 (2020): Volume 15, Nomor 2, Agustus 2020 Vol 15, No 1 (2020): Volume 15, Nomor 1, April 2020 Vol 14, No 3 (2019): Volume 14, Nomor 3, Desember 2019 Vol 14, No 2 (2019): Volume 14, Nomor 2, Agustus 2019 Vol 14, No 1 (2019): Volume 14, Nomor 1, April 2019 Vol 13, No 3 (2018): Volume 13, Nomor 3, Desember 2018 Vol 13, No 2 (2018): Volume 13, Nomor 2, Agustus 2018 Vol 13, No 1 (2018): Volume 13, Nomor 1, April 2018 Vol 12, No 3 (2017): Volume 12, Nomor 3, Desember 2017 Vol 12, No 2 (2017): Volume 12, Nomor 2, Agustus 2017 Vol 12, No 1 (2017): Volume 12, Nomor 1, April 2017 Vol 12, No 2 (2017): Agustus 2017 Vol 11, No 3 (2016): Volume 11, Nomor 3, Desember 2016 Vol 11, No 2 (2016): Volume 11, Nomor 2, Agustus 2016 Vol 11, No 1 (2016): Volume 11, Nomor 1, April 2016 Vol 10, No 3 (2015): Volume 10, Nomor 3, Desember 2015 Vol 10, No 2 (2015): Volume 10, Nomor 2, Agustus 2015 Vol 10, No 1 (2015): Volume 10, Nomor 1, April 2015 Vol 10, No 1 (2015) Vol 9, No 3 (2014): Volume 9, Nomor 3, Desember 2014 Vol 9, No 2 (2014): Volume 9, Nomor 2, Agustus 2014 Vol 9, No 1 (2014): Volume 9, Nomor 1, April 2014 Vol 8, No 2 (2013): Volume 8, Nomor 2, Agustus 2013 Vol 8, No 1 (2013): Volume 8, Nomor 1, April 2013 Vol 7, No 3 (2012): Volume 7, Nomor 3, Desember 2012 More Issue