cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Politeknik Negeri Semarang, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Mesin
ISSN : 14116863     EISSN : 25407678     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Rekayasa Mesin(d/h MANDEGANI) diterbitkan sejak 1997, dengan frekuensi 3 kali setahun. Misi : media komunikasi bagi dosen, praktisi, dan ilmuwan tentang karya ilmiah (scientific article) hasil-hasil penelitian, survei, studi kasus dan telaah pustaka yang erat hubungannya dengan teknik mesin, meliputi topik/tema seperti perancangan mesin, instalasi, perawatan & perbaikan mesin, bahan konstruksi & komponen mesin, teknik pengerjaan logam, pembuatan komponen mesi n, pengujian bahan dan komponen mesin, teknik pengukuran & kontrol kualitas proses/produk industri manufaktur, manajemen & teknik produksi industri manufaktur, pembentukan dan pengembangan desain produk, aplikasi komputer dalam sistem kendali & operasi mesin, mesin-mesin kalor & fluida, sistem pembangkitan energi, mesin pendingin & pengkondisian udara, pembangkitan energi alternatif & terbarukan.
Arjuna Subject : -
Articles 478 Documents
Studi Modifikasi Geometri Sudu pada Turbin Air Propeller Menggunakan Metode Elemen Hingga Darsono, Febri Budi; Nurdin, Akhmad; Widodo, Rahmat Doni; Rusiyanto, Rusiyanto
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 16, No 3 (2021): Volume 16, Nomor 3, Desember 2021
Publisher : Mechanical Engineering Department - Semarang State Polytechnic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/jrm.v16i3.2498

Abstract

Desain kekuatan turbin air propeller berdasarkan ketahanan terhadap pembebanan gaya aksial dari air. Pembebanan gaya aksial pada turbin air propeller menyebabkan tegangan bending pada sudu dan berpotensi terjadi kegagalan sudu pada struktur turbin. Tujuan dari penelitian ini untuk membandingkan kekuatan modifikasi desain geometri turbin air propeller, yaitu penambahan fillet pada sisi hub sudu dan penambahan ketebalan sudu. Pengambilan data penelitian ini dengan Metode Elemen Hingga menggunakan Solid Works Simulation 2016 dan pembebanan pada sudu dengan tekanan statik. Hasil akhir penelitian ini menunjukkan bahwa modifikasi desain geometris dengan penambahan ketebalan sudu lebih meningkatkan faktor keamanan dibandingkan penambahan fillet pada sisi hub sudu.
Unjukkerja Electrolyzer tipe Dry Cell Terhadap Variasi Konsentrasi Elektrolit dan Arus Listrik pada Mesin PEM Fuel Cell Skala Kecil untuk Pembangkit Listrik Herlambang, Yusuf Dewantoro; Kurnianingsih, Kurnianingsih; Roihatin, Anis; Arifin, Fatahul
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 16, No 3 (2021): Volume 16, Nomor 3, Desember 2021
Publisher : Mechanical Engineering Department - Semarang State Polytechnic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/jrm.v16i3.3077

Abstract

Seiring peningkatan kebutuhan listrik di Indonesia serta menipisnya jumlah energi fosil dilakukan pengembangan energi baru terbarukan yang bebas polusi salah satunya yakni pemanfaatan energi hidrogen. Mesin fuel cell merupakan aplikasi pengembangan energi hidrogen yang dapat mengubah energi kimia menjadi energi listrik. Proton Exchange Membrane (PEM) fuel cell merupakan salah satu jenis fuel cell yang mampu beroperasi pada temperatur rendah dan menghasilkan efisiensi sekitar 40-60%. Pada penelitian sebelumnya kinerja dari mesin PEM fuel cell kurang maksimal, sehingga perlu dilakukan modifikasi pada bagian komponen HHO generator yakni dengan mengubah dari tipe wet cell menjadi dry cell. Pengubahan ini didasari kelemahan tipe wet cell dimana hasil debit gas hidrogen rentan tercampur dengan uap air akibat kenaikan temperatur pada larutan elektrolit sehingga menyebabkan terjadinya penguapan. Hasil dari modifikasi ini yakni debit gas hidrogen yang mana setelah dilakukan modifikasi pada arus masukan 20 A dan konsentrasi KOH 0,5 M terjadi peningkatan debit sebesar 0,306 mL/s, kemudian pada 1 M terjadi peningkatan debit sebesar 1,434 mL/s, serta pada 1,5 M meningkat sebesar 5,439 mL/s. Namun demikian meski debit HHO generator, yang mana daya masukan fuel cell, meningkat efisiensi dari fuel cell justru menurun karena maksimum tegangan keluaran fuel cell sesuai spesifikasi hanya mencapai 2,3 V - 3 V, sehingga daya input masukan fuel cell tinggi namun daya keluaran fuel cell tetap sesuai dengan spesifikasi yang tentunya mengakibatkan nilai efisiensi fuel cell menurun. Secara keseluruhan hasil tertinggi efisiensi dari HHO generator mencapai 85,86% sedangkan efisiensi fuel cell mencapai 4,6%.
Analisis Perbaikan Stern Tube Poros Propeller Single Screw pada Kapal General Cargo 4192 GT Sulaiman, Sulaiman; Sugeng, Sunarso; Ridwan, Mohammad
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 16, No 3 (2021): Volume 16, Nomor 3, Desember 2021
Publisher : Mechanical Engineering Department - Semarang State Polytechnic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/jrm.v16i3.2871

Abstract

Dalam proses perencanaan kapal, pada tahap pemasangan poros propulsi di kapal, tentu saja diperlukan penyelarasan yang benar. Kesalahan dapat menyebabkan distribusi beban yang tidak merata pada bantalan, akibatnya menyebabkan abrasi yang tidak normal, kondisi kelebihan beban, kelebihan beban dan kerusakan pada bagian bantalan tertentu, hal tersebut berlaku juga kepada struktur yang mendapat beban statis sebagai tumpuannya. perlunya uji numerik untuk proses analisa terjadinya beban berlebih dalam persiapan reparasi bantalan poros propeller sehingga menunjukan  karakter hidrodinamik dan beban yang terjadi ketika bantalan dan poros propeller mulai kontak. Tujuan penelitian ini,menganalisis desain bantalan poros propeller untuk direparasi dan untuk mendapatkan performa terbaik dari sistem kontak antara bantalan dengan poros propeller sehingga merepresentasikan perbandingan kinerja dari propeller sebelum dan sesudah perbaikan. Metode perhitungan dengan metode finite elemen berbasis persamaan matematik merepresentasikan tegangan yang terjadi sesuai karakter material bronze ( AlBr dan CuSn)  yang diaplikasikan pada performa bantalan proros propeller kapal tipe general cargo seberat 4192 GT. Hasil analisa menunjukan saat putaran propeller pada rpm mesin yang optimum, tegangan maksimum juga terjadi sesuai dengan hasil percobaan temperatur yang terjadi juga semakin tinggi. Pada beban rpm 525 maka shear stress untuk stern tube material AlBr bernilai 978 Mpa dan pada material SnCu bernilai 948 Mpa. Nilai deflect atau cleareance pada setiap posisi setelah dilakukan perbaikan mengalami peningkatan rata-rata sebesar 24,4 % dari pengukuran awal sebelum dilakukan reparasi. Proses reparasi menunjukan performa yang cukup baik, rata-rata temperatur kerja yang dihasilkan ketika dilakukan pengujian sea trial menurun dari sebelumnya sebesar 7,5%.
Peningkatan Kapasitas Produksi melalui Rancang Bangun Mesin Semi Otomatis Pemotong Adonan Kerupuk Indrawati, Ragil Tri; Putri, Farika Tono; Rochmatika, Rizkha Ajeng; Prawibowo, Hartanto
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 16, No 3 (2021): Volume 16, Nomor 3, Desember 2021
Publisher : Mechanical Engineering Department - Semarang State Polytechnic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/jrm.v16i3.3072

Abstract

Kerupuk merupakan makanan ringan yang banyak digemari oleh masyarakat. Pengolahan kerupuk yang dilakukan oleh UKM di Indonesia masih dilakukan secara konvensional, mulai dari pembuatan adonan hingga pemotongan adonan. Hal ini tentunya mengakibatkan produktivitas dan kapasitas produksi rendah. Untuk meningkatkan produktivitas perlu adanya penerapan teknologi tepat guna yang dapat digunakan dalam proses produksi. Tujuan penelitian ini untuk menghasilkan mesin pemotong kerupuk semi otomatis guna meningkatkan produktivitas dan kapasitas produksi melalui penerapan teknologi tepat guna. Metode penelitian yang digunakan ialah riset development yang terdiri dari: (1) Identifikasi kebutuhan terkait spesifikasi mesin yang akan dibuat, (2) Pembuatan alternatif desain dengan menggunakan bantuan software Computer Aided Design (CAD), (3) Pemilihan desain mesin yang akan dibuat, (4) Proses pembuatan mesin, dan (5) Pengujian mesin. Mesin pemotong kerupuk ini dirancang semi otomatis yang memiliki kapasitas output 60 kg/jam yang dapat memotong adonan kerupuk dengan dimensi panjang dan ketebalan sebesar 120 mm x 4 mm. Berdasarkan hasil pengujian, mesin tersebut dapat memotong kerupuk dengan baik dan sesuai dengan dimensi yang diinginkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kapasitas produksi sebesar 200%.
Pengaruh Setting Parameter pada Slicing Software terhadap Surface Roughness Objek 3D Printing menggunakan Metode Taguchi Hasdiansah, Hasdiansah; Sugiyarto, Sugiyarto
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 16, No 3 (2021): Volume 16, Nomor 3, Desember 2021
Publisher : Mechanical Engineering Department - Semarang State Polytechnic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/jrm.v16i3.2519

Abstract

Teknologi FDM (Fused Deposition Modelling) merupakan salah satu teknologi yang digunakan untuk membuat objek 3D. FDM sering disebut sebagai teknologi yang sudah mampu mengubah dunia manufaktur dewasa ini. Namun teknologi FDM memiliki kelemahan karena teknologi ini menggunakan proses building per layer membuat permukaan yang dihasilkan terlihat memiliki garis yang menunjukan batas antar layer sehingga mempengaruhi kekasaran pada permukaan produk cetak.  Penelitian ini menggunakan filamen Super Tough PLA (ST.PLA). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh parameter proses terhadap kekasaran permukaan objek cetak dan untuk mengetahui seting parameter proses yang menghasilkan kekasaran permukaan terbaik dari parameter proses yang digunakan. Penelitian ini menggunakan metode Taguchi dengan matriks ortogonal L25(56).  Parameter proses yang akan dipilih dan dianalisis dalam penelitian ini adalah layer thickness, printing speed, nozzle temperature, orientation, flowrate, cooling speed dan respon yang diamati adalah kekasaran permukaan objek cetak. Untuk mengatasi permasalahan noise (gangguan) maka dicetak masing-masing tiga kali replikasi  Selanjutnya parameter proses tersebut akan dianalisis menggunakan Analisis Varian (ANOVA). Berdasarkan data  hasil pengukuran kekasaran permukaaan objek cetak,  maka diperoleh parameter proses yang memberikan pengaruh paling besar terhadap kekasaran permukaan objek cetak dengan menggunakan filamen ST-PLA adalah layer thickness dengan nilai F hitung sebesar 129,96, flowrate dengan nilai F hitung sebesar 6 dan orientation dengan nilai F hitung sebesar 3,03. Seting parameter proses yang menghasilkan nilai kekasaran permukaan terbaik objek cetak adalah 0,10 mm yaitu pada eksperimen nomor lima (Exp. No. 5) dengan rata-rata  12,61 µm, dengan pengaturan layer thickness, 45 mm/s pada pengaturan printing speed, 210˚C pada nozzle temperature, 0˚ pada orientation, 110% pada pengaturan flowrate dan 40% pada pengaturan cooling speed. Seluruh parameter proses tersebut disetting pada slicing software ideamaker 3.6.1. dalam menghasilkan G-Code objek cetak.
Pengaruh kondisi parameter pengelasan MAG sambungan las baja tidak sejenis terhadap struktur mikro dan kekerasan daerah HAZ Kadir, Harlian; Riswanda, Riswanda; Alfauzi, Abdul Syukur; Sumiyarso, Bambang
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 16, No 3 (2021): Volume 16, Nomor 3, Desember 2021
Publisher : Mechanical Engineering Department - Semarang State Polytechnic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/jrm.v16i3.3080

Abstract

Makalah ini difokuskan pada pengaruh kondisi parameter pengelasan MAG (Metal Active Gas) terhadap sifat kekerasan daerah HAZ, dan struktur mikro sambungan las baja tidak sejenis. Dalam industri Fabrikasi dan disain difokuskan pada kebutuhan untuk menggabungkan logam yang tidak sejenis, karena kebutuhan atau prasyarat Teknik baru disain yang kreatif dan sifat rancangan khusus.  Baja karbon rendah Hypoeutektoid (AISI 1015) dan baja tahan karat austentik (304L SS) dipilih dalam penelitian ini. Arus las digunakan dengan tiga variasi yang berbeda pada 120A, 130A dan 140A. Pengelasan MAG menggunakan kawat elektroda padat ER70S6, dengan diameter 1,2 mm. Identifikasi struktur makro di daerah terpengaruh panas (HAZ) dan kekerasan mikro vickers dan pengujian tarik dilakukan untuk setiap spesimen hasil las. Struktur makro sambungan las yang berbeda menunjukkan hasil pada variasi arus las 120A, kualitas sambungan las dan penetrasi lebih baik, jika dibandingkan dengan yang menggunakan arus las 130A dan 140A yang memiliki penetrasi berlebihan. Hasil kekerasan mikro vickers pada logam las lebih tinggi jika dibandingkan dengan logam induk dan baja hypoeutektoid (AISI 1015) dan baja tahan karat austenitik  AISI 304L, dan kekerasan vickers pada logam las juga lebih tinggi karena pengaruh elektroda kawat padat ER70S6 yang digunakan. Haisl pengujian kekuatan tarik dan kekuatan luluh sambungan las MAG  meningkat pada 120A dan 140A, dan patahan terjadi ada pada baja hipo euctektoid (AISI 1015) dibatas antara daerah yang terpengaruh panas dan logam induk. Dari penelitian ini didapatkan bahwa sambungan las MAG dengan arus las 120A lebih baik digunakan untuk penyambungan logam tidak sejenis antara baja karbon rendah (AISI 1015) dan baja tahan karat austenitik (AISI 304L).
Kajian Awal Material Pembuat Toe Cap (Safety Shoes) menggunakan Metode Elemen Hingga Firmansyah, Hendrix Noviyanto; Anggoro, Ayub Budhi; Safriana, Eni
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 16, No 3 (2021): Volume 16, Nomor 3, Desember 2021
Publisher : Mechanical Engineering Department - Semarang State Polytechnic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/jrm.v16i3.2955

Abstract

Toe cap merupakan bagian utama dari safety shoes sebagai pelindung diri dari tertimpa benda saat bekerja. Beragam jenis material dapat digunakan dalam pembuatan toe cap asal memenuhi persyaratan salah satunya adalah mampu menahan beban tekan sebesar 15.000 N. Persyaratan yang lainnya adalah dapat menahan beban impak sebesar 200J. Pada penelitian ini dilakukan kajian mengenai jenis material apa saja yang cocok untuk dijadikan bahan pembuat toe cap. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan membuat model sederhana dalam perangkat lunak MSC Patran/nastran dan memasukkan material yang selanjutnya dilakukan analisa untuk mendapatkan parameter tegangan, masa dan defleksi toe cap. Material yang digunakan adalah steel, aluminum, carbon/epoxy, eglass epoxy, dan kevlar/epoxy. Analisa menunjukkan bahwa material steel memiliki kemampuan paling baik, namun memiliki berat yang paling besar juga. Selain steel kandidat yang  aman lainnya adalah aluminum dan carbon/epoxy. Sedangkan material eglass/epoxy dan kevlar/epoxy menurut kriteria Tsai Wu terjadi kegagalan pada layer 5 &1. Berdasarkan pada nilai keamaan, masa dan defleksi, maka carbon/epoxy adalah pilihan yang terbaik.
Efek Waktu Milling Silika Abu Sekam Padi sebagai Filler Aspal Pen 60/70 terhadap Sifat Fisis dan Sifat Termal Sari, Kartika; Sunardi, Sunardi; Umana, Maghfirotul; Nonima, Maretah Nawang; Toruan, Parmin Lumban
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 16, No 3 (2021): Volume 16, Nomor 3, Desember 2021
Publisher : Mechanical Engineering Department - Semarang State Polytechnic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/jrm.v16i3.3055

Abstract

Aspal merupakan salah  satu  material memiliki sifat termoplastis yaitu mudah  mencair  jika dipanaskan sampai suhu tertentu dan membeku jika temperatur turun. Untuk meningkatkan sifat termoplastis aspal maka ditambahkanlah  bahan lain seperti silika sebagai filler. Sintesis paduan silika abu sekam padi sebagai filler aspal pen60/70 dengan variasi waktu tanpa milling (S0) dan dengan milling sebesar 15 jam (S15) dilakukan dengan tujuan untuk menentukan porositas, daya serap air, kapasitas panas dan kalor jenis.  Silika padi disintesis dengan metode sol gel. Serbuk silika abu sekam padi kemudian dimilling selama 15 jam. Komposisi paduan aspal pen60/70 dengan filler S0 dan S15 dibuat dengan perbandingan sebesar 1:2. Sampel dibuat dalam bentuk pellet. Kemudian, sampel dilakukan pengujian kapasitas panas dan kalor jenis dan daya serap air menggunakan alat uji Differential Scanning Calorimetry (DSC). Sedangkan, pengujian porositas menggunakan metode Archimides. Hasil uji porositas untuk sampel S0 dan S15 sebesar 6,0% dan 10,7%.  Hasil pengujian daya serap air untuk S0 dan S15 sebesar 5,3% dan 10,2%.  Sedangkan, hasil uji termal meliputi kalor jenis dan kapasitas panas menunjukkan nilai kalor jenis S0 dan S15 sebesar 7 J/kgK dan 1 J/kgK dan kapasitas panas S0 dan S15 sebesar 151,2 × 10-5 J/K dan 23,4 × 10-5 J/K. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa silika abu sekam padi hasil milling atau dengan variasi waktu milling dapat diaplikasikan sebagai filler aspal penetrasi 60/70 untuk meningkatkan sifat fisik dan sifat termal.
Pengelasan pada Stainless Steel dengan Tipe yang Berbeda Menggunakan Resistance Spot Welding untuk Aplikasi Gerbong Kereta Al Amin, Mochammad Karim; Firiambodo, Suthoni Yoga; Purwanti, Endang Pudji; Widodo, Eriek Wahyu Restu; Anggara, Dika
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 16, No 3 (2021): Volume 16, Nomor 3, Desember 2021
Publisher : Mechanical Engineering Department - Semarang State Polytechnic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/jrm.v16i3.2855

Abstract

Salah satu jenis proses pengelasan yang banyak digunakan di dunia industri Kereta Api adalah proses resistance spot welding. Proses pengelasan ini mempunyai banyak keunggulan pada pengelasan pelat tipis dengan menggunakan sambungan tumpang yang diaplikasikan pada side wall kereta api. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh variasi parameter pengelasan yang meliputi current, weld time, dan pulsation terhadap shear strength, struktur mikro dan diameter nugget. Material yang digunakan adalah material SA-240 tipe 304 dan SA-240 tipe 201 dengan ketebalan 2 mm untuk material SA-240 tipe 304 dan tebal 3 mm untuk material SA-240 tipe 201. Pengujian shear strength diperoleh parameter resistance spot welding semakin tinggi, maka nilai shear strength juga semakin tinggi. Strukturmakro didapatkan semakin tinggi current, weld time, dan pulsation, maka nugget semakin lebar. Sedangkan pada hasil uji mikro pada daerah base metal struktur yang tebentuk adalah austenite, sedangkan pada daerah HAZ dan weld metal adalah struktur ferrit dan austenite. Ukuran butir pada daerah HAZ yang semakin mendekat ke daerah weld metal ukuran butirnya menjadi semakin besar. Struktur mikro yang terbentuk pada weld metal bentuknya memanjang (columnar grains) ke daerah yang mengalami pembekuan paling akhir.
Studi Eksperimen Karakteristik Kinerja Kincir Air sebagai Pembangkit Listrik Skala Mikrohidro Hermawan, Baktiyar Mei; Suwoto, Gatot; Bono, Bono; Suwarti, Suwarti; Herlambang, Yusuf Dewantoro; Mulyono, Mulyono; Adiba, Azka Fikral; Hartanto, Jimmy; Elhas, Rivan Ma’rivan; R, Rizky Amelia
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 16, No 3 (2021): Volume 16, Nomor 3, Desember 2021
Publisher : Mechanical Engineering Department - Semarang State Polytechnic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/jrm.v16i3.3088

Abstract

Masalah yang sering dijumpai di masyarakat dalam pemanfaatan sumber energi air pada saluran miring adalah masih sedikitnya jumlah ketersediaan kincir air yang bersekala mikro, karena untuk mendesain dan membuat kincir air ini perlu suatu kemampuan dan keahlian khusus. Pemanfaatan dan pengunaan kincir air pada saluran miring masih belum begitu optimal penggunaan dan pemakaiannya di Indonesia, hal tersebut dikarenakan masih minimnya  informasi tentang pemanfaatan dan pengaplikasian kincir air pada saluran miring dalam pemanfaatannya di lapangan. Penelitian ini memiliki suatu tujuan untuk mengetahui putaran kincir, daya listrik dan efisiensi sistem pada pembangkit listrik mikrohidro. Untuk mengetahui karakteristik kincir air pada saluran miring sebagai pembangkit listrik skala mikrohidro. Metode penelitian diawali dengan perancangan/ desain kincir air, kemudian dilanjutkan tahap pembuatan, tahap assembling dan installing, pengujian alat dan analisis, pengujian yang dilakukan meliputi uji karakteristik kincir air. Parameter penelitian yang diukur meliputi putaran generator, arus yang mengalir pada rangkaian, tegangan yang mengalir pada rangkaian, beban lampu yang diberikan, debit air yang mengenai sudu. Hasil Penelitian kincir air putaran kincir tertinggi pada ketinggian poros kincir 21 cm diatas bibir saluran adalah 40,3 rpm dengan beban lampu 20 Watt, sedangkan putaran kincir terendah pada ketinggian poros 29 cm diatas bibir saluran adalah 35,9 rpm dengan beban lampu 40 Watt. Daya listrik tertinggi pada ketinggian poros kincir 21 cm diatas bibir saluran adalah 4,68 Watt dengan beban lampu 20 Watt. Efisiensi sistem tertinggi pada ketinggian poros kincir 21 cm diatas bibir saluran adalah 0,284% dengan beban lampu 20 Watt.

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 20 No. 3 (2025): Volume 20, Nomor 3, Desember 2025 Vol. 20 No. 2 (2025): Volume 20, Nomor 2, Agustus 2025 Vol. 20 No. 1 (2025): Volume 20, Nomor 1, April 2025 Vol. 19 No. 3 (2024): Volume 19, Nomor 3, Desember 2024 Vol. 19 No. 2 (2024): Volume 19, Nomor 2, Agustus 2024 Vol. 19 No. 1 (2024): Volume 19, Nomor 1, April 2024 Vol. 18 No. 3 (2023): Volume 18, Nomor 3, Desember 2023 Vol 18, No 2 (2023): Volume 18, Nomor 2, Agustus 2023 Vol 18, No 1 (2023): Volume 18, Nomor 1, April 2023 Vol 17, No 3 (2022): Volume 17, Nomor 3, Desember 2022 Vol 17, No 2 (2022): Volume 17, Nomor 2, Agustus 2022 Vol 17, No 1 (2022): Volume 17, Nomor 1, April 2022 Vol 16, No 3 (2021): Volume 16, Nomor 3, Desember 2021 Vol 16, No 2 (2021): Volume 16, Nomor 2, Agustus 2021 Vol 16, No 1 (2021): Volume 16, Nomor 1, April 2021 Vol 15, No 3 (2020): Volume 15, Nomor 3, Desember 2020 Vol 15, No 2 (2020): Volume 15, Nomor 2, Agustus 2020 Vol 15, No 1 (2020): Volume 15, Nomor 1, April 2020 Vol 14, No 3 (2019): Volume 14, Nomor 3, Desember 2019 Vol 14, No 2 (2019): Volume 14, Nomor 2, Agustus 2019 Vol 14, No 1 (2019): Volume 14, Nomor 1, April 2019 Vol 13, No 3 (2018): Volume 13, Nomor 3, Desember 2018 Vol 13, No 2 (2018): Volume 13, Nomor 2, Agustus 2018 Vol 13, No 1 (2018): Volume 13, Nomor 1, April 2018 Vol 12, No 3 (2017): Volume 12, Nomor 3, Desember 2017 Vol 12, No 2 (2017): Volume 12, Nomor 2, Agustus 2017 Vol 12, No 1 (2017): Volume 12, Nomor 1, April 2017 Vol 12, No 2 (2017): Agustus 2017 Vol 11, No 3 (2016): Volume 11, Nomor 3, Desember 2016 Vol 11, No 2 (2016): Volume 11, Nomor 2, Agustus 2016 Vol 11, No 1 (2016): Volume 11, Nomor 1, April 2016 Vol 10, No 3 (2015): Volume 10, Nomor 3, Desember 2015 Vol 10, No 2 (2015): Volume 10, Nomor 2, Agustus 2015 Vol 10, No 1 (2015): Volume 10, Nomor 1, April 2015 Vol 10, No 1 (2015) Vol 9, No 3 (2014): Volume 9, Nomor 3, Desember 2014 Vol 9, No 2 (2014): Volume 9, Nomor 2, Agustus 2014 Vol 9, No 1 (2014): Volume 9, Nomor 1, April 2014 Vol 8, No 2 (2013): Volume 8, Nomor 2, Agustus 2013 Vol 8, No 1 (2013): Volume 8, Nomor 1, April 2013 Vol 7, No 3 (2012): Volume 7, Nomor 3, Desember 2012 More Issue