cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
konversi@ulm.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Konversi
ISSN : 23023686     EISSN : 25413481     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 247 Documents
THE UTILIZED OF ULIN WOOD WASTE (Eusideroxylon Zwageri T) AS ACTIVE CHARCOAL TO ADSORB IRON (Fe) AND MANGANESE (Mn) Agus Mirwan; Niska Nana Pratidina; Anna Permana Sari
Konversi Vol 7, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/k.v7i1.4871

Abstract

Abstract- A research on the utilization of ulin wood waste (Eusideroxylon Zwageri T) has been conducted as an active charcoal to adsorb Iron (Fe) and Manganese (Mn). The purpose of this research is to know and study the potential of activated charcoal from Ulin wood waste as adsorbent of Iron (Fe) and Manganese (Mn) in well water, knowing optimum time to adsorb Iron (Fe) and Manganese (Mn) and to know the concentration of Iron (Fe) and Manganese (Mn) after adsorbed by activated charcoal from Ulin wood waste. Charcoal is obtained from Ulin wood with burning for 9 hours, then activated chemically and physics. The parameters studied were pH, optimum time determination, Iron (Fe) and Manganese (Mn) concentration after adsorption. The results showed that the optimum time (toptimum) to adsorb Iron (Fe) and Manganese (Mn) was at minute 30 and obtained the optimum concentration of Iron (Fe) of 0,22 mg / L and Manganese (Mn)  concentration of 0,174 mg / L . Keywords: Ulin Wood, activated charcoal, Fe and Mn adsorption, filtration. 
PERFORMASI ORGANO SILICA MEMBRANE MENGGUNAKAN METODE SOL-GEL Muthia Elma; Dewi Rahmawati Suparsih; Syarifah Annahdliyah
Konversi Vol 8, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/k.v8i1.6513

Abstract

Abstrak-Air bersih adalah air sehat yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia sehari-hari. Namun pada saat ini ketersediaan air bersih di Kalimantan Selatan menjadi salah satu masalah. Kesulitan mendapatkan air bersih disebabkan kondisi air di kalimantan selatan yang sebagian besar berupa air gambut asin. Air gambut asin merupakan air yang terintrusi oleh air laut saat musim kemarau. Hal ini menyebabkan air gambut ini memiliki tingkat keasinan yang tinggi. Salah satu teknologi yang dapat digunakan untuk mengatasi krisis air bersih ini adalah dengan menggunakan teknologi membran. Membran adalah suatu media berpori, berbentuk film tipis yang berfungsi untuk memisahkan partikel dengan ukuran molekuler dalam suatu larutan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan performansi organo silica membrane dengan metode sol gel dengan suhu refluks 50 ⁰C. Penelitian ini menggunakan artificial brackish water (0,3% NaCl) sebagai air umpan. Membran yang digunakan ini dibuat menggunakan metode sol gel  akan di-dipcoating dan dilakukan kalsinasi pada suhu 200 oC dan 600 oC. Nilai flux membran dengan suhu kalsinasi 600 ⁰C sebesar 0,6212 kgm-2h-1 dan nilai salt rejection sebesar 99,37067 % sedangkan pada membran dengan suhu kalsinasi 200 ⁰C nilai flux sebesar 0,5950 kgm-2h-1  dan nilai salt rejection sebesar 99,45831 %. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pada saat  membran dengan suhu kalsinasi 600 ⁰C mempunyai performasi yang lebih baik dibandingkan dengan suhu 200 ⁰C yang disebabkan oleh ukuran pori-pori yang semakin besar terjadi pada membran yang dikalsinasi pada suhu 200 oC. Kata kunci: air gambut, membran, water flux, salt rejection
ANALISIS SPEKTROSKOPI INFRAMERAH TRANSFORMASI FOURIER (FTIR) DAN PERUBAHAN WARNA LIGNOSELULOSA ALANG-ALANG (Imperata cylindrica) SETELAH PRETREATMENT MENGGUNAKAN ASAM ENCER Asma Fauziah; Rodiansono Rodiansono; Sunardi Sunardi
Konversi Vol 8, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/k.v8i1.6506

Abstract

Abstrak. Alang-alang (Imperata cylindrica) mengandung sekitar 59% holoselulosa dan dapat digunakan sebagai bahan baku bioetanol. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pretreatment menggunakan asam encer terhadap karakteristik struktur kimia pada lignoselulosa alang-alang. Pretreatment dilakukan menggunakan asam encer dengan konsentrasi H2SO4 1%, 2%, 3% dan 4% pada suhu 210°C dalam autoclave selama 45 menit. Analisis perubahan struktur secara kimia setelah pretreatment dengan asam encer dilakukan menggunakan Spektroskopi Inframerah Transformasi Fourier (FTIR). Analisis perubahan warna dilakukan dengan metode CIELAB. Hasil yang diperoleh dari spektra FTIR mengindikasikan bahwa asam encer mendekontruksi strukur kimia dari alang-alang dengan melarutkan hemiselulosa selama proses pretreatment. Perubahan warna (ΔE) berkolerasi dengan modifikasi struktur kimia pada lignoselulosa alang-alang. Kata Abstrak. Alang-alang (Imperata cylindrica) mengandung sekitar 59% holoselulosa dan dapat digunakan sebagai bahan baku bioetanol. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pretreatment menggunakan asam encer terhadap karakteristik struktur kimia pada lignoselulosa alang-alang. Pretreatment dilakukan menggunakan asam encer dengan konsentrasi H2SO4 1%, 2%, 3% dan 4% pada suhu 210°C dalam autoclave selama 45 menit. Analisis perubahan struktur secara kimia setelah pretreatment dengan asam encer dilakukan menggunakan Spektroskopi Inframerah Transformasi Fourier (FTIR). Analisis perubahan warna dilakukan dengan metode CIELAB. Hasil yang diperoleh dari spektra FTIR mengindikasikan bahwa asam encer mendekontruksi strukur kimia dari alang-alang dengan melarutkan hemiselulosa selama proses pretreatment. Perubahan warna (ΔE) berkolerasi dengan modifikasi struktur kimia pada lignoselulosa alang-alang. Kata kunci: Imperata cylindrica, hidrotermal, asam encer, FTIR
FABRIKASI SILICA THIN FILM MENGGUNAKAN KATALIS ORGANIK SEBAGAI PELAPIS MEMBRAN ANORGANIK Muthia Elma; Aptar Eka Lestari; Sadidan Rabiah
Konversi Vol 7, No 2 (2018): Oktober 2018
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/k.v7i2.6499

Abstract

Abstrak: Silika thin film dihasilkan dengan menggunakan proses sol gel menjadi bahan keramik anorganik melalui hidrolisis dan reaksi kondensasi. Proses ini bertujuan untuk membentuk sol silika yang memberikan struktur jaringan yang kuat yang dapat diterapkan sebagai film tipis pada fabrikasi membran. Proses ini dilakukan dengan mencampur tetra etil ortosilikat (TEOS) sebagai prekursor utama, etanol dan H2O sebagai pelarut dan asam sitrat sebagai katalis. Konsentrasi asam sitrat yang digunakan yaitu 0,001 % dan 0,005 %. Proses ini dilakukan selama 3 jam  pada suhu 0 °C. Sols dikeringkan dalam oven dan dikalsinasi dalam berbagai suhu (200, 250 dan 400°C) untuk mengetahui rantai karbon dalam  matriks silika. Pengaruh karbon dalam struktur silika kemudian di analisis dengan FTIR dan TGA.Hasil panjang gelombang yang ditunjukan oleh Infra Red diketahui bahwa katalis yang optimum digunakan sebagai yaitu konsentrasi asam sitrat  0,001 %,  karena pada konsentrasi tersebut silanol yang dihasilkan tidak begitu besar jadi dapat menghasilkan ukuran mesopori pada matrik silika dan pH yang dihasilkan adalah 6 sehingga efektif diaplikasikan sebagai pelapis membran. Adapun hasil TGA menunjukkan bahwa suhu kalsinasi optimum yaitu pada 400°C karena terjadi stabilitas termal yang baik, selain itu ikatan karbon juga masih ada pada matriks silika.      Kata kunci: Silika thin film, sol gel, prekursor, kalsinasi, katalis.
CRUDE BIODIESEL SYNTHESIS FROM RUBBER SEED OIL Doni Rahmat Wicakso; Anniy Nurin Najma; Diah Ayu Retnowati
Konversi Vol 7, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/k.v7i1.4872

Abstract

Abstract-Biodiesel is a diesel engine fuel made from oil containing triglycerides as well as rubber seed oil. This research  aims to study how the extraction process of rubber seed oil, to know the effect of crude biodiesel manufacturing process by transesterification and esterification-transesterification and the addition of different catalysts on the transesterification process of crude biodiesel produced. Esterification process use H2SO4 catalyst and transesterification process use KOH and NaOH catalyst. The process of making crude biodiesel done by transesterification and can also by the merging of esterification-transesterification process. Based on this research, yield of crude biodiesel produced by transesterfication and esterification-transesterification by using NaOH catalyst is 38% and 75,6%, while yielded by KOH catalyst is 22,5% and 80%. While the acid number obtained from the transesterification process and esterification-transesterification using KOH catalyst is the same that is 1.33 and for the NaOH catalyst is 1,83 and 1,68. Saponification number obtained from both processes using KOH catalysts were 24,68 and 26,37 and for NaOH catalysts were 18,51 and 20,20.  Keywords: Rubber seed oil, crude biodiesel, acid number, saponification number. 
PEMANFAATAN PATI GEMBILI (Dioscorea esculenta) MENJADI GLUKOSA DENGAN METODE HIDROLISIS ASAM MENGGUNAKAN KATALIS HCl Piyantina Rukmini; Insap Santosa
Konversi Vol 8, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/k.v8i1.6514

Abstract

Abstrak- Konsumsi gula nasional semakin bertambah tiap tahunnya, selain karena pertumbuhan penduduk, pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan industri makanan dan minuman yang membutuhkan gula, juga karena semakin berkurangnya luas perkebunan tebu.  Hal ini menyebabkan alternatif pemenuhan gula dengan mencari sumber alam hayati lainnya. Gembili (Dioscorea esculenta) merupakan salah satu jenis umbi minor (jenis umbi yang pengembangan budidaya dan pemanfaatan hasilnya belum mendapat prioritas oleh pemerintah, populasinya belum  terbatas dan belum terancam kelestariannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu terhadap perolehan berat pati, pengaruh HCl dan suhu hidrolisis terhadap kadar glukosa yang diperoleh. Penelitian ini menggunakan metode hidrolisis asam menggunakan Erlenmeyer 250 mL sebanyak 6 buah. Pati disuspensikan ke dalam air dan HCl dengan volume total 100 mL di dalam Erlenmeyer. Suspensi di masukkan ke dalam autoclave, dibiarkan sampai pada suhu yang dikehendaki dan suhu dipertahankan dengan mengatur pemanas. Hasil penelitian menunjukkan pada perolehan pati sebanyak 57,58 g, kemudian melalui proses hidrolisis dengan pemanasan suhu 1200C dan konsentrasi HCl 0,25 N menghasilkan glukosa sebanyak 23,08 g/100mL. Kata kunci: Pati, gembili, hidrolisis, hidrolisis asam, glukosa  
KARAKTERISASI XEROGEL SILIKA-ORGANIK YANG BERASAL DARI GLUKOSA Muthia Elma; Dwi Rasy Mujiyanti; Mufidah Nur Amalia
Konversi Vol 8, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/k.v8i1.6507

Abstract

Abstrak- Telah dilakukan penelitian tentang karakterisasi xerogel silika-organik yang berasal dari glukosa sebagai templet. Tujuan dari penelitian ini untuk mempelajari karakter dan struktur dari xerogel silika-glukosa templet yang akan digunakan sebagai thin-film dalam pembuatan membran. Xerogel dibuat melalui proses sol-gel ini adalah dengan menggunakan TEOS (tetraetil ortosilikat); etanol; asam nitrat; ammonia; aquadest  dan glukosa sebagai template. Dengan perbandingan molar rationya adalah 1:38:0.0007:0.0003:5 dan 0.25%; 0,5%, 1% b/v glukosa sebagai templet. Sols yang dihasilkan dikeringkan di oven dan dikalsinasi pada temperatur kalsinasi sebesar 400oC (dalam bentuk xerogel). Xerogel ini selanjutnya dikarakterisasi dengan menggunakan FTIR untuk menentukan perubahan gugus fungsi dari masing-masing konsentrasi molar ratio dari glukosa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gugus Si-OH (Silanol) ditemui pada bilangan gelombang 950 cm-1 dan gugus Si-O-Si (Siloksan) pada bilangan gelombang 1070 cm-1 dan 1160 cm-1. Sementara itu, gugus Si-C bisa ditemui pada bilangan gelombang 760 cm-1. Dengan menggunakan metode dekonvuasi pada aplikasi fityk, dari ketiga konsentrasi glukosa templet dihasilkan jumlah silanol tertinggi berada pada konsentrasi glukosa 0.25% begitu juga dengan konsentrasi siloksan tertinggi dijumpai pada penambahan glukosa pada konsentrasi 0.25%. Ini menunjukan bahwa terlihat jelas struktur gabungan matriks silika-glukosa akan semakin besar dengan ditingkatkannya konsentrasi glukosa sebagai templet. Ikatan karbon ini membantu mengganti ikatan –OH pada silanol menjadi ikatan Si-C. Akibatnya struktur silika matriks akan semakin kuat dan sangat membantu mempertahankan struktur silika matriks jika diaplikasikan nantinya sebagai pelapis membran. Kata Kunci: xerogel silika-glukosa, proses sol-gel, dekonvulasi
DESALINASI AIR LIMBAH PABRIK TAHU MENGGUNAKAN MEMBRAN SILIKA DENGAN PREKURSOR TEOS (Tetraethyl orthosilicate) Muthia Elma; Nur Riskawati; Marhamah Marhamah
Konversi Vol 7, No 2 (2018): Oktober 2018
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/k.v7i2.6500

Abstract

Abstrak: Air limbah pabrik tahu jika dibuang langsung ke lingkungan menyebabkan pencemaran lingkungan yang akan merusak kualitas air, terutama air limbah tersebut dialirkan ke badan sungai. Oleh sebab itu, sangatlah diperlukan suatu teknologi yang efisien untuk pengolahan air limbah tahu ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh performansi membran silika pada proses desalinasi via pervaporasi. Penelitian ini dilakukan dengan menyiapkan silika sol yang dipersiapkan dari proses sol-gel menggunakan prekursor TEOS dalam larutan etanol. Selanjutnya adalah dengan menggunakan metode “2 step acid and base catalysts” dengan menggunakan HNO3 dan NH3 sebagai katalis. Silica thin film yang dihasilkan berupa sol di-dipcoating dan kemudian dilakukan proses kalsinasi pada suhu 600oC selama 1 jam menggunakan metode RTP (Rapid Thermal Process). Jumlah lapisan/layer dari membran silika tersebut adalah berdasarkan pengulangan proses dipcoating dan kalsinasi yang mana pada penelitian ini menggunakan variasi 3 layer. Performansi membran ini dilakukan dengan proses desalinasi via pervaporasi dengan menggunakan air limbah tahu yang bertujuan untuk memperoleh air bersih. Adapun nilai water flux membrane ini berkisar antara 1,74 – 1,48 kg m-2 h-1 dengan rejection berkisar antara 93,63 – 89.27 %. Hasil ini membuktikan bahwa membrane silika bisa mengolah air limbah tahu menjadi potable water walaupun nilai water flux perlu ditingkatkan. Sebagai tambahan analisis, uji karakteristik membran seperti uji FTIR dilakukan untuk mengetahui gugus fungsi dari membran silika dan uji morfologi menggunakan SEM untuk mengetahui ketebalan lapisan membran yang dihasilkan.       Keywords: limbah tahu, water flux, rejection, membran silika dan pervaporasi.      
MANUFACTURING OF BIOPLASTICS FROM CELLULOSE EMPTY FRUIT BUNCHES WASTE WITH ADDITION OF GLYCEROL AS PLASTICIZER Azahra Rizka Amalia; Rian Fasya Kumara; Novy Pralisa Putri
Konversi Vol 8, No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/k.v8i2.6839

Abstract

Abstrak- Produksi sampah plastik meningkat setiap hari dan dapat merusak lingkungan karena plastik sulit terurai. Oleh karena itu mengurangi penggunaan plastik atau mengganti bahan baku plastik adalah salah satu solusi untuk masalah lingkungan. Selulosa adalah salah satu bahan pembentuk plastik dan salah satu sumber selulosa adalah tandan kosong kelapa sawit. Selulosa diekstraksi dari limbah tandan buah kosong menggunakan metode delignifikasi dengan larutan NaOH 17,5% selama 3 jam pada suhu 90-95˚C. Sintesis bioplastik diproses dengan selulosa, pati dan gliserol. Metode sintesis yang digunakan adalah pemanasan selama 1 jam pada suhu 80-90˚C. Variabel yang dianalisis adalah variasi selulosa dan massa pati 0,4 g dan 0,8 g; 0,5 g dan 0,7 g; 0,6 g dan 0,6 g; 0,7 g dan 0,5 g; dan 0,8 g dan 0,4 g. Tes bioplastik yang dilakukan meliputi uji ketahanan air, uji kepadatan, dan uji biodegradasi. Hasil yang paling optimal dalam uji ketahanan air adalah 29,17%, uji kepadatan 0,7273 g mL, dan uji biodegradasi adalah 19,58%.  Keywords :  tandan kosong kelapa sawit, selulosa, delignifikasi, sintesa, bioplastik. 
ISOLATION OF MICROCRYSTALLINE CELLULOSE FROM MEDANG WOOD (Neolitsea latifolia) Sunardi Sunardi; Amelia Lestari; Ahmad Budi Junaidi; Wiwin Tyas Istikowati
Konversi Vol 8, No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/k.v8i2.6881

Abstract

Abstract - Research on the effect of the use of HCl concentrations in the hydrolysis process of cellulose from medang wood (Neolitsea latifolia) on the characteristics of microcrystalline cellulose has been studied. The purpose of this study was to determine the effect of HCl concentration on the characteristics of microcrystalline cellulose. The analysis carried out included yield, pH, color, functional group characterization using FTIR and crystallinity index using XRD. The hydrolysis process was carried out at 105 °C for 15 minutes with variations in HCl concentrations of 1.5 N, 2.5 N and 3.5 N. Based on the results of the research conducted, the results showed that the use of variations in the concentration of HCl in the hydrolysis process affected the yield, color, TCI (Total Crystallinity Index) value of FTIR data and crystallinity index of XRD data. The yield of microcrystalline cellulose produced from each variation of concentration was 64.41, 61.94 and 53.99. The color of microcrystalline cellulose is getting darker as the concentration of HCl is used. Based on FTIR data, the TCl value of microcrystalline cellulose from each variation of concentration was 0.861%, 0.907% and 0.976%. XRD data shows an increase in crystallinity index produced from each variation in concentration on microcrystalline cellulose amounted to 80.52%, 82.17% and 83.49%.

Page 9 of 25 | Total Record : 247