cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
konversi@ulm.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Konversi
ISSN : 23023686     EISSN : 25413481     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 263 Documents
EFFECTS OF TEMPERATURE-pH ON LIQUID PHASE MASS TRANSFER AND DIFFUSION COEFFICIENTS AT LEACHATE TREATMENT IN ANAEROBIC BIOREACTOR Abdul Kahar; IDAA Warmadewanthi; Joni Hermana
Konversi Vol 7, No 2 (2018): Oktober 2018
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/k.v7i2.6501

Abstract

Abstract - Leachate contains complex dissolved organic and inorganic substrates that are biodegradable and non-biodegradable. Principally, anaerobic treatment utilizes anaerobic bacteria to degrade the dissolved organic matters. Anaerobic treatment is very sensitive towards the change of temperature and pH. This research used an anaerobic bioreactor with volume of 160L, with a ratio of leachate:biogas was 70:30. Seeding, acclimatization and leachate treatment were executed at temperature 35°C; pH ambient, temperature 45°C; pH ambient, temperature 35°C; pH 7.2 and temperature 45°C; pH 8.0. Based on this research, that there is dependency on mass of solutes organic substrate (COD) in the leachate, at all operating conditions of leachate treatment in anaerobic bioreactor. Hence, the organic substrate concentration (COD) will affect the VFA, the liquid phase mass transfer and diffusion of solute organic. Consequently, the higher the temperature-pH, the higher the liquid-phase mass transfer, but lower diffusion coefficients is. Keywords: anaerobic bioreactor, diffusion, leachate, liquid-phase mass transfer 
STUDI KINETIKA PIROLISIS SEKAM PADI: PERBANDINGAN MODEL KINETIKA Rinny Jelita; Hesti Wijayanti; Jefriadi Jefriadi
Konversi Vol 7, No 2 (2018): Oktober 2018
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/k.v7i2.6496

Abstract

Abstrak: Peningkatan populasi dunia menuntut penambahan kebutuhan energi yang kian langka sehingga dibutuhkan sumber energi alternatif seperti bio oil. Sekam padi yang berupa limbah dapat diolah menghasilkan bio oil melalui proses pirolisis yang sederhana dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan mempelajari reaksi dekomposisi sekam padi pada proses pirolisis dan mendapatkan parameter kinetika yang terlibat dalam reaksi pirolisis sekam padi. Sekam padi dihaluskan dan diayak hingga berukuran 0,25-1 mm, dikeringkan menggunakan oven dengan suhu 80˚C selama 180 menit dan dimasukkan ke dalam reaktor pirolisis sebanyak 500 gram. Proses pirolisis berlangsung sejak suhu kamar hingga 1 jam setelah suhu tercapai, yaitu pada suhu 550oC. Asap yang terbentuk dikondensasikan, ditampung sebagai bio oil dan dicatat setiap 10 menit sejak tetesan pertama keluar hingga waktu pirolisis selesai. Berat bio oil  yang dihasilkan digunakan untuk mensimulasikan perubahan massa sekam padi selama pirolisis berlangsung. Penentuan parameter kinetika dilakukan dengan membandingkan tiga model kinetika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pirolisis sekam padi berlangsung mengikuti mekanisme reaksi orde satu dengan parameter kinetika pre-exponensial faktor (A) 0,0347 s-1 dan energi aktivasi (E) 27,9517 kJ/mol. Parameter kinetika yang menghubungkan harga konstanta laju reaksi dengan suhu mengikuti persamaan Arhenius. Kata kunci: dekomposisi, kinetika, pirolisis, sekam padi 
TOTAL VOLUMETRIC MASS TRANSFER COEFFICIENT AT CO2 GAS ABSORPTION USING K2CO3 BY MSG PROMOTER Erlinda Ningsih; Abas Sato; Mochammad Alfan Nafiuddin; Wisnu Setyo Putranto
Konversi Vol 7, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/k.v7i1.4844

Abstract

Abstract- One of the most widely used processes for CO2 gas removal is Absorption. Carbon dioxide is the result of the fuel combustion process which of the hazardous gases. The aim of this research is to determine the total mass transfer coefficient and analyze the effect of the absorbent flow rate of the absorbent solution with the promoter and the gas flow rate to the total mass transfer coefficient value. The variables consisted of liquid flow rate: 1, 2, 3, 4, 5 liter/min, gas flow rate: 15, 25, 30, 40, 50 liter/min and MSG concentration: 0%, 1%, 3% and 5% by weight. The solution of Pottasium Carbonate as absorbent with MSG promoter is flowed through top column and CO2 gas flowed from bottom packed column. Liquids were analyzed by titration and the gas output was analyzed by GC. From this research, it is found that the flow rate of gas and the liquid flow rate is directly proportional to the value of KGa. The liquid flow rate variable 5 liters / minute, gas flow rate 15 l / min obtained value of KGa 11,1102 at concentration of MSG 5%. Keywords:  Absorption, CO2,  K2CO3, MSG. 
PIROLISIS MINYAK GORENG BEKAS DENGAN KATALIS ZEOLIT TERAKTIVASI NaOH Abdullah Abdullah; Yudha Adi Pratama Putra; Azidi Irwan
Konversi Vol 8, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/k.v8i1.6511

Abstract

Abstrak-Minyak goreng bekas dapat digunakan sebagai bahan baku sumber energi alternatif. Minyak goreng bekas mempunyai rantai hidrokarbon panjang yang dapat dipecah untuk menghasilkan senyawa alkana dan alkena melalui proses pirolisis. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan pirolisat sebagai bahan bakar alternatif berupa bio-oil dengan katalis yang telah teraktivasi larutan NaOH. Selain itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan bio-oil yang dihasilkan dan dibandingkan dengan minyak tanah sebagai bahan bakar kompor. Pirolisis minyak goreng bekas telah dilakukan dengan zeolit yang diaktivasi menggunakan larutan NaOH (1, 2, 3, 4, dan 5M). Konsentrasi optimum aktivasi terjadi pada proses karakterisasi zeolit dengan uji daya serap terhadap larutan methylene blue dan uji keasaman dengan metode adsorpsi desorpsi amonia yang menghasilkan larutan NaOH 4M sebagai konsentrasi optimum. Pirolisis dilakukan dengan variasi jumlah zeolit (0, 5, 10, 15, dan 20%) terhadap minyak goreng bekas dengan parameter pengamatan pada proses pirolisis berupa data mengenai yield, lama pirolisis, dan perubahan massa katalis pergram. Hasil optimum pirolisat diperoleh pada proses pirolisis menggunakan katalis sebanyak 20%. Analisis komponen kimia penyusun pirolisat dengan GC-MS menunjukkan kandungan hidrokarbon sebesar 81,93%. Pirolisat hasil pirolisis minyak goreng bekas berpotensi sebagai bahan bakar alternatif pengganti minyak bahan bakar kompor. Kata kunci: Pirolisis, minyak goreng bekas, zeolit, aktivasi katalis, GC-MS 
PEMURNIAN BIOETHANOL DENGAN METODE DISTILASI AZEOTROP Tun Sriana
Konversi Vol 8, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/k.v8i1.6504

Abstract

Abstrak- Bioethanol merupakan salah satu sumber energi alternatif yang sangat berpeluang untuk dikembangkan di Indonesia. Selain sebagai bahan baku alam yang dapat diperbaharui dan bersifat ramah lingkungan, bioethanol juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar substitutif maupun aditif pada bahan bakar fosil. Namun kenyataannya bioethanol hasil fermentasi hanya mempunyai kadar ethanol sebesar 10-15%, sedangkan untuk dapat digunakan sebagai bahan bakar atau bahan substitusi bioethanol harus mempunyai kemurnian mencapai 99,5%.  Dalam proses pemurniannya, air yang terdapat pada bioethanol akan membuat campuran azeotrop sehingga sulit dipisahkan dengan proses distilasi biasa. Salah satu metode pemisahan untuk memisahkan campuran azeotrop adalah dengan menggunakan metode distilasi azeotrop. Pada distilas ini akan ditambahkan entrainer yaitu zat yang berperan mengubah volatilitas relatif komponen kunci. Untuk menaikan kadar bioethanol dan mengetahui pengaruh entrainer pada distilasi azeotrop digunakan dua jenis entrainer yaitu benzene dan n-heptane. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa benzene yang mempunyai gugus aromatik dapat menaikan kadar ethanol lebih baik dibadingkan dengan n-heptane dan cyclohexane.        Keywords: bioethanol, distilasi azeotrop, entrainer, benzene, n-heptane
TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT SEBAGAI BAHAN BAKU KERTAS KEMASAN Lies Indriati; Nina Elyani
Konversi Vol 7, No 2 (2018): Oktober 2018
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/k.v7i2.6497

Abstract

Abstrak: Dengan semakin terbatasnya ketersediaan kayu sebagai bahan baku kertas maka penggunaan bahan baku non kayu sebagai alternatif semakin menarik perhatian. Salah satu bahan baku non kayu yang cukup potensial adalah tandan kosong kelapas awit (TKKS) yang merupakan limbah biomasa dari proses produksi CPO (Crude Palm Oil). Penelitian pembutan pulp TKKS untuk kertas telah banyak dilakukan, baik dengan proses kimia maupun proses mekanis semi-kimia. Proses pulping kimia untuk TKKS umumnya menggunakan proses basa dengan penambahan NaOH 10-20% dari berat kering serat TKKS dengan rendeman berkisar 45-50%. Kualitas pulp yang dihasilkan lebih baik dibandingkan dengan proses mekanis semi-kimia. Kelemahan lembaran kertas tulis-cetak yang dibuat dari pulp kimia TKKS adalah masih mengandung ekstraktif yang berpotensi menimbulkan masalah pada proses pembuatan kertas di mesin kertas serta menyebabkan cacat hole (lubang halus) pada lembaran kertas yang dihasilkan. Penggunaan proses pulping mekanis semi-kimia, ditinjau dari sisi lingkungan memiliki kelebihan dikarenakan penggunaan bahan kimia yang lebih rendah, yaitu NaOH 1-5% namun dibarengi dengan penggunaan energi yang intensif untuk membantu penguraian serat secara mekanis. Kualitas kertas yang dihasilkan dari proses pulping mekanis semi-kimia ini cukup bersaing dengan pulp hasil daur ulang kotak karton bekas (OCC atau Old Corrugated Container). Serat hasil proses daur ulang OCC umumnya digunakan sebagai bahan baku kertas kemasan untuk pembuatan kotak karton gelombang (KKG). Dengan ketersediaan TKKS yang melimpah, penggunaan TKKS sebagai sumber serat dalam industri kertas kemasan merupakan salah satu alternatif potensial untuk memenuhi kebutuhan industri akan kemasan yang terbuat dari kertas / karton. Kata kunci: TKKS, pulp, kertas, karton, kemasan
EXTRACTION OF KETAPANG SEEDS (TERMINALIA CATAPPA LINN) AS RAW MATERIAL OF BIODIESEL Novy Pralisa Putri; Muhammad Affandhy Muslim; Joel Gerystra Sitorus; Dicky Luhangga Putra; Marjenah Marjenah
Konversi Vol 7, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/k.v7i1.4870

Abstract

Abstract- Terminalia catappa Linn. (ketapang) is a coastal tree with a widespread area. Its derived from the tropics of India, and spread to Southeast Asia, Northern Australia and Polynesia in the Pacific Ocean. This study aims to determine the effect of maceration time on the density of the species, yield, and % FFA from oil of ketapang. The research procedure is done by soaking ketapang seed powder wrapped with filter paper into a chemical glass containing 500 mL of n-Hexane solvent. Then the solvent which has been mixed with oil, separated by distillation. Variables used in this research is the variation of immersion time in the unit of day. The results of the research are 25-31 mL of oil volume, yield percentage of 0.44-0.52, density of 0.84-0.88 g / mL, 28-35% percentage of FFA. Ketapang oil obtained a lot of fatty acids that can be used as raw materials for making biodiesel but it needs to be pre-esterification first to reduce levels of FFA up to 2%. Keywords:      FFA, Ketapang Oil, Maseration, Yield
POTENSI ASAP CAIR PADA PRODUKSI ARANG KAYU MODEL DESA RANGGANG TANAH LAUT Ahmad Budi Budi Junaidi; Abdullah Abdullah; Uripto Trisno Santoso
Konversi Vol 8, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/k.v8i1.6512

Abstract

Abstrak- Desa ranggang merupakan sentra produksi arang kayu di Kalimantan Selatan. Arang kayu diproduksi dalam tungku dari tanah liat berbentuk kubah dengan diameter sekitar 4 meter dan tinggi 3-4 meter. Di Desa Ranggang ini terdapat lebih dari 500 buah tungku dengan kapasitas produksi arang kayu sekitar 2-3 ton arang/tungku untuk tiap kali produksi. Asap yang keluar dari tungku arang pada proses produksi arang jumlahnya sangat besar selama ini terlepas ke lingkungan yang berpotensi menimbulkan polusi udara dan mengganggu pengrajin arang tersebut.. Penelitian tentang potensi asap cair sebagai produk samping pembuatan arang kayu desa ranggang tersebut dilakukan dengan memodifikasi model tungku arang desa Ranggang berupa penambahan instalasi kondensasi asap pada bagian knalpot tungku. Tungku arang percontohan telah dibuat dengan kapasitas produksi 3 ton arang setiap kali produksi. Bahan baku yang digunakan adalah limbah kayu ulin (Eusideroxylon zwageri Teijsm. & Binn.). Asap cair yang diperoleh dari tungku tersebut sejumlah 47 liter untuk setiap kali produksi. Asap cair yang dihasilkan didominasi fraksi suhu 95-105 0C, yaitu sebanyak 81%, memiliki kadar  asam (dihitung sebagai asam asetat) 0,825 molar dengan pH berkisar. 2,91-3,08. Kata kunci: asap cair, produk samping, produksi arang, kondensasi asap dan tungku arang Ranggang
PRODUKSI BAHAN BAKAR PADAT DARI TEMPURUNG KELAPA DENGAN METODE HYDROTHERMAL TREATMENT Muhammad Irsan; Ahmad Tawfiequrrahman Yuliansyah; Suryo Purwono
Konversi Vol 8, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/k.v8i1.6505

Abstract

Abstrak- Hidrotermal treatment merupakan salah satu proses konversi biomassa menggunakan air sebagai media sekaligus reaktan dalam prosesnya. Pada penelitian ini, dilakukan proses hidrotermal terhadap tempurung kelapa, yang merupakan salah satu sumber biomassa yang jumlahnya cukup besar di Indonesia. Eksperimen dilakukan dengan menggunakan autoklaf yang beroperasi secara batch dan  dilengkapi dengan pengaduk, sensor temperatur dan tekanan. Dalam penelitian ini digunakan variasi berupa perbandingan Biomass Water (B/W ratio) 1:20 dan suhu 240, 270, 300, 330 0C. Tempurung kelapa yang sudah dihaluskan (berukuran -32+48 mesh) sebanyak 7,5 gram dicampur dengan 150 ml air. Kemudian dimasukkan dalam autoklaf yang kemudian ditutup rapat. Sebelum dimulai ekperimen, udara yang ada di dalam autoklaf di-purge menggunakan gas N2 sebanyak tiga kali, kemudian tekanan di dalam autoklaf dinaikkan menjadi 10 bar juga dengan memasukkan gas N2. Setelah itu, pemanas dinyalakan untuk mencapai suhu yang diharapkan, dan dipertahankan selama 30 menit, dan kemudian pemanas dimatikan. Setelah autoklaf dingin, campuran dikeluarkan dari dalam autoklaf dan kemudian disaring dengan bantuan pompa vacuum. Padatan yang tersaring kemudian dihitung yield-nya dan dianalisis dengan proximate dan ultimate analysis. Dari hasil penelitian tersebut diperoleh hasil bahwa semakin tinggi suhu yang digunakan maka semakin rendah yield produk arang yang dihasilkan. Yield yang diperoleh yaitu 50,60% (240 0C) dan 32,44% (330 0C). Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa kandungan carbon dalam padatan naik, diiringi dengan penurunan kandungan oksigen yang menyebabkan naiknya nilai kalor produk padatan. Nilai kalor tertinggi dicapai pada suhu 330 0C yakni sebesar 6.282 cal/g. Kata kunci: hidrotermal, biomassa, yield, nilai kalor.
PENGARUH PENAMBAHAN DUAL KATALIS PADA SILICA-CARBON XEROGEL SEBAGAI MATERIAL PELAPIS ORGANO SILICA MEMBRANES Muthia Elma; Adhe Paramita; Anna Sumardi
Konversi Vol 7, No 2 (2018): Oktober 2018
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/k.v7i2.6498

Abstract

Abstrak- Proses sol-gel adalah proses polimerisasi senyawa kimia (precursor) melalui reaksi hidrolisis dan kondensasi dalam larutan pada suhu rendah. Nlai pH mempengaruhi daya larut precursor dan rasio konfigurasi ion yang dapat larut dan mengendap. Secara fundamental larutan sol yang memiliki pH > 7 akan memiliki morfologi  makroskopik sedangkan pH < 7 memiliki morfologi mikroskopik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan kondisi optimum dari thin film yang dihasilkan dari proses sol-gel yang nantinya bisa diaplikasikan sebagai pelapis pada membrane organo-silica untuk proses desalinasi air asin. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah sol-gel menggunakan dua katalis (basa dan asam organik), dengan perbandingan 1:38:X:5:Y (molar rasio). Dimana X:Y adalah asam sitrat (C6H8O7):ammonia (NH3). Perbandingan molar rasio katalis asam sitrat:ammonia yaitu 0.01 : (0.01; 0.0015; 0.001)  dan 0.001 : (0.01; 0.0015; 0.001) dengan suhu proses 0OC. Hasilnya dikarakterisasi menggunakan uji FTIR. Hasil penelitian ini menunjukkan semakin rendah katalis molar rasio asam sitrat maka pH yang didapatkan semakin tinggi dan ukuran pori-pori semakin besar. Sampel menghasilkan pH berkisar 5,32-8,56. Pada pH asam menghasilkan silanol (2.0) dan siloxane (7.4) sedangkan pada pH basa menghasilkan silanol (1.7) dan dan siloxane (6.2). Jadi, sols optimum sebagai thin film yang dihasilkan adalah pada pH 6.0 yang memiliki silanol (1.0) dan siloxane (4.7) dengan kalsinasi xerogel yang optimum terdapat pada suhu kaslinasi 175OC, karena adanya kandungan ikatan karbon yaitu struktur C=C-H (alkena) pada peak 3750cm-1. Ikatan karbon pada membran dapat membuat membran stabil.  Kata kunci: ammonia, citrit acid, silica-carbon thin film, xerogel 

Page 8 of 27 | Total Record : 263