cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 573 Documents
Pengembangan Lembar Kerja Siswa (LKS) Berbasis Inkuiri Terbimbing Dan Multimedia Pembelajaran IPA SMP Rifdatur Rahmi; sr Hartini; Mustika Wati
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 2, No 2 (2014): JUNI 2014
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v2i2.894

Abstract

Rendahnya keterampilan proses sains siswa diduga karena terbatasnya penggunaan LKS dan media yang dapat melatihkan keterampilan proses sains siswa. Oleh karena itu, dilakukan pengembangan LKS berbasis inkuiri terbimbing untuk melatihkan keterampilan proses sains siswa dan multimedia pembelajaran pada pokok bahasan kalor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) kelayakan LKS, (2) kelayakan multimedia pembelajaran, (3) keterampilan proses sains siswa ketika menggunakan LKS, (4) respon siswa terhadap LKS, dan (5) respon siswa terhadap multimedia pembelajaran. Penelitian ini menggunakan model pengembangan Front-end System Design oleh Bates. Instrumen yang digunakan adalah lembar validasi LKS dan media, lembar pengamatan keterampilan proses sains, dan angket respon. Analisis data menggunakan teknik deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan: (1) LKS berbasis inkuiri terbimbing sangat layak digunakan dengan rata-rata 3,88 dan reliabilitas 96,77%, (2) multimedia pembelajaran sangat layak digunakan dengan rata-rata 3,90 dan reliabilitas 98,22% pada aspek tampilan dan 3,87 dengan realibilitas 97,44% pada aspek pembelajaran, (3) keterampilan proses sains siswa dengan kategori terampil sebesar 77,98%, (4) respon siswa terhadap LKS dengan kategori sangat baik sebesar 85,90, dan (5) respon siswa terhadap media dengan kategori baik sebesar 83,88%. Diperoleh simpulan bahwa LKS dan multimedia pembelajaran yang dikembangkan efektif dapat melatihkan keterampilan proses sains siswa.  
Pengaruh Teknik Bertukar Pasangan Dalam Model Pembelajaran Kooperatif Terhadap Hasil Belajar Siswa SMA PGRI 6 Banjarmasin Rahmad Fauzi; Mustika Wati; Abdul Salam M
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 4, No 2 (2016): JUNI 2016
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v4i2.1037

Abstract

 Pembelajaran di SMA PGRI 6 Banjarmasin masih kurang maksimal dimana hasil belajar siswa tergolong rendah dilihat dari banyak siswa yang melakukan remedial. Teknik bertukar pasangan menuntut siswa untuk bekerja aktif secara berpasangan untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Oleh karena itu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk menganalisis apakah model pembelajaran kooperatif teknik bertukar pasangan memiliki pengaruh terhadap hasil belajar siswa. Penelitian ini termasuk penelitian kuasi eksperimen dengan pretest-posttest design. Data diperoleh melalui data hasil pengerjaan LKS dan tes hasil belajar. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil perhitungan menggunakan uji r diperoleh hasil  bahwa model pembelajaran kooperatif teknik bertukar pasangan memiliki pengaruh terhadap hasil belajar siswa dengan korelasi 0,98. Diperoleh simpulan bahwa model pembelajaran kooperatif teknik bertukar pasangan terdapat pengaruh positif terhadap hasil belajar siswa XI MIA di SMA PGRI 6 Banjarmasin.
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VIII E SMP Negeri 26 Banjarmasin Dengan Menggunakan Metode Pemecahan Masalah (Problem Solving) Dalam Setting Pengajaran Langsung Sally Ahliha; Mastuang Mastuang; Andi Ichsan Mahardika
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 5, No 1 (2017): FEBRUARI 2017
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v5i1.2894

Abstract

Kegiatan belajar mengajar cenderung menerapkan metode ceramah membuat siswa menjadi pasif, inilah yang menyebabkan hasil belajar siswa rendah serta kemampuan analisis matematis yang kurang juga menjadi salah satu sebab rendahnya hasil belajar siswa. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan (1) keterlaksanaan RPP, (2) hasil belajar siswa, dan (3) keterampilan pemecahan masalah siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah model penelitian tindakan kelas Kemmis dan Mc Taggart, dimana setiap siklus penelitian ini terdiri atas tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitiannya siswa kelas VIII E yang berjumlah 32 siswa. Data diperoleh dari tes hasil belajar dan lembar pengamatan. Teknik analisis data menggunakan skor rata-rata dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan metode pemecahan masalah (problem solving) dalam setting pengajaran langsung (1) keterlaksanaan RPP pada siklus I dan II berkategori baik, dan pada siklus III berkategori sangat baik,(2) ketuntasan hasil belajar siswa meningkat, secara berturut-turut persentase ketuntasan klasikal pada siklus I sebesar 62,5%, pada siklus II sebesar 75%, dan pada siklus III sebesar 93,75%, (3) keterampilan pemecahan masalah siswa meningkat, secara berturut-turut rata-rata nilainya yaitu siklus I sebesar 62 berkategori terampil, pada siklus II sebesar 72 berkategori terampil, dan pada siklus III sebesar 93 berkategori sangat terampil. Diperoleh simpulan bahwa untuk meningkatkan hasil belajar siswa dapat dilakukan dengan cara yaitu menggunakan metode pemecahan masalah (problem solving).The learning process of teaching and learning tend to implemented lecture method makes students become passive learner, the process of passive learner and lack of mathematical analysis cause lower result of learning. The aims of this study are (1) implementation of RPP, (2) result of study by students, and (3) students ability in problem solving. The method of this study is using classroom action research method Kemmis and Mc Taggart class, which every cycle consist of planning, action, observing, and reflection. The subject of this study is 32 students VII E grade. Data obtained from test of result study and observation sheets. The technique of collecting data is result of study test, observation sheet, and documentation. The result of the study show that using problem solving method in direct teaching setting (1) implementation of RPP on cycle I and II as good category, and on cycle III as a very-good category, (2) mastery learning result of students improve, respectively percentage of mastery classical on cycle I 62,5%, on cycle II 75%, and on cycle III 93,75%, (3) students ability in problem solving improve, respectively percentage mastery classical on cycle I 62 as ability category , on cycle II 72 as ability category, and on cycle III 93 as a very-ability category. We can conclude that improving the result of students study can be done using problem solving method. 
Hubungan Antara Minat dan Motivasi Dengan Hasil Belajar Fisika Siswa Kelas X SMAN 10 Banjarmasin Yurmina Ulfah; Syubhan An'nur; Andi Ichsan Mahardika
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 3, No 2 (2015): Juni 2015
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v3i2.755

Abstract

Factors that influence learning outcomes is interest in learning and motivation to learn. Low interest and motivation of students tend to produce a low learning outcomes. This research aims to : (1) to analyze whether there is a positive and significant relationship between interest in learning  with the learning outcomes, (2) to analyze whether there is a positive and significant relationship motivation to learn  with the learning outcomes, (3) to analyze whether there is a positive and significant relationship between interest in learning  with the motivation to learn, (4) to analyze whether there is a positive and significant relationship between interest and motivation to learn simultaneously with the learning outcomes. The study population was all students of class X SMAN 10 Banjarmasin and the sample amounted to 80 students drawn by random sampling technique. Methods of data collection using questionnaires and achievement test. This type of research is the correlation and the method of analysis used is the correlation-regression.The results rX1Y = 0,339, rX2Y = 0,399, r X1X2 = 0,513 dan rX1X2Y = 0,428.The result found (1) there is a positive and significant relationship between interest in learning with the learning outcomes, (2) there is a positive and significant relationship between motivation to learn with the learning outcomes, (3) there is a positive and significant relationship between interest in learning with the motivation to learn, and (4) there is a positive and significant relationship between interest and motivation to learn simultaneously with the learning outcomes in class X SMAN 10 Banjarmasin.   
Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Pada Pembelajaran Fisika Menggunakan Metode Percobaan Pada Siswa Kelas X MS 5 SMA Negeri 2 Banjarmasin Nurul Hidayah; Muhammad Arifuddin; Andi Ichsan Mahardika
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 5, No 2 (2017): JUNI 2017
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v5i2.2914

Abstract

During this time of learning in school are still conventional, so it causes the students’ sciences process kills. To that end made efforts to improve sciences process skills using the experiment methods that has a specific purpose describe; (1) the feasibility RPP through the experiment methods  (2) the students sciences process skills through the experiment methods and (3) student learning outcomes after the implementation the experiment methods. This type of research is a classroom action research using the Kemmis & Taggart model design. Data collection techniques such as observation, assessment, tests and documentation. Descriptive data analysis techniques such as qualitative and quantitative. results showed: (1) feasibility RPP reached done very well, (2) increased The students’ sciences process skills with good category, (3) improved student learning outcomes with classical completeness amounted to 86.21%. So it can  concluded that the experiment methods can improving students' sciences process skills class X MS 5 SMA Negeri 2 Banjarmasin.
Pengembangan Lembar Kegiatan Siswa (LKS) Dan Media Pembelajaran Inkuiri Berbasis Keterampilan Berpikir Kritis Ida Bagus Rini Jayanti; Suyidno Suyidno; Sri Hartini
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 2, No 1 (2014): Februari 2014
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v2i1.802

Abstract

LKS at schools still contained the materials and exercises without learning media have been caused the low ability of students in critical thinking skills. Therefore, carried out a research that aims to produce LKS and learning media of inquiry based on critical thinking skills of junior high school students on the subject of pressure effectively. The research spesific objectives are to describe the feasibility of LKS and learning media, critical thinking skills of students, and the response of students towards LKS and learning media. This research is ASSURE model development. The subjects were 30 students of class VIII-C SMP Negeri 1 Banjarmasin. The data were analyzed by descriptive quantitative and qualitative. Findings were obtained: (1) LKS which developed satisfied feasibility about approach content, presentation instruction, presentation of content, appropriateness of content, and performance of physic, (2) learning media which developed satisfied feasibility about benefits, presentation, and use of media props, (3) critical thinking skills of students categorized as good, (4) the students  response of interests and attitudes towards LKS categorized as good, (5) the students response of interests and attitudes towards learning media categorized as very good. Retrieved conclusion that LKS and learning media of inquiry based on critical thinking skills of students who produced effectively. 
Analisis Kesalahan Dalam Menyelesaikan Soal Penerapan Fisika Dengan Menggunakan Lembar Self-Diagnosis dan Self Efficacy Abidin Pasaribu; Nelly Andriani; Saparini Saparini
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 6, No 1 (2018): FEBRUARI 2018
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v6i1.4400

Abstract

Telah dilaksanakan penelitian yang bertujuan untuk me menganalisis kesalahan dalam menyelesaikan soal penerapan fisika dengan menggunakan lembar self-diagnosis dan self efficacy pada mahasiswa pendidikan fisika FKIP Universitas Sriwijaya. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif kualitatif. Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa program studi pendidikan fisika FKIP Universitas Sriwijaya dan sampel penelitian adalah mahasiswa semester V tahun akademik 2017/2018. Penelitian dilaksanakan semester gasal tahun akademik 2017/2018 di program studi pendidikan fisika FKIP Universitas Sriwijaya. Pengambilan data dilakukan dengan teknik tes dan angket. Tes yang diberikan berupa tes essay sejumlah dua item soal dan konsep fisika yang digunakan yaitu konsep usaha dan energi. Soal tes nomor 1 tentang konsep hukum kekekalan energi mekanik dan soal nomor 2 tentang konsep hukum kekekalan energi. Sedangkan angket berupa angket self diagnosis dan angket self efficacy. Analisis data angket self diagnosis dilakukan dengan teknik penskoran berdasarkan subkategori pada lembar self-diagnosis. Peneliti melakukan penskoran dengan tiga cara yaitu (1) Reasearcher diagnosis of student’s solution (RDS), dimana peneliti menskor hasil dari lembar jawaban mahasiswa; (2) Student’s self-diagnosis of solution (SDS), dimana mahasiswa mediagnosis kesalahan dalam peyelesaian soal; (3) Researcher’s assessment of student’s self-diagnosis (RSD), dimana peneliti menskor dari lembar self-diagnosis mahasiswa. Penilaian ini dilihat dari dua aspek yaitu aspek konsep fisika dan aspek presentasi penerapan konsep fisika. Hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa (1) hasil analisis lembar self diagnosis yang diperoleh baik untuk aspek konsep fisika maupun konsep presentasi masing-masing item soal menunjukkan bahwa mahasiswa sudah mampu menilai kesalahan yang dilakukan setelah mengerjakan soal penerapan konsep usaha dan energi yang diberikan karena hasil analisis self diagnosis yang telah dilakukan oleh mahasiswa sendiri dengan ahli. (2) Hasil analisis lembar self efficacy menunjukkan tingkat keyakinan mahasiswa dalam menyelesaikan persoalan penerapan konsep fisika mahasiswa masih tergolong sedang dan belum mencapai 75%. 
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Materi Bunyi Untuk Siswa SMP Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif siti saidah; M. Arifuddin Jamal; Abdul Salam M
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 3, No 3 (2015): Oktober 2015
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v3i3.841

Abstract

Perangkat pembelajaran yang digunakan di SMPN 27 Banjarmasin selama ini masih belum maksimal dan selalu menggunakan metode pembelajaran konvensional, sehingga siswa kurang berperan aktif dalam proses pembelajaran yang berdampak pada rendahnya hasil belajar siswa. Oleh karena itu dilakukan penelitian untuk mengembangkan perangkat pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif yang layak. Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) validitas perangkat pembelajaran materi bunyi, (2) kepraktisan perangkat pembelajaran materi bunyi dilihat dari keterlaksanaan RPP, (3) efektivitas perangkat pembelajaran materi bunyi dilihat dari tes hasil belajar kognitif. Penelitian ini termasuk penelitian pengembangan yang mengacu pada model pengembangan ADDIE. Data diperoleh melalui validasi perangkat pembelajaran, lembar pengamatan keterlaksanaan RPP, dan data hasil belajar. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan  bahwa: (1) perangkat pembelajaran yang dikembangkan dinyatakan valid berdasarkan hasil penilaian yang berada dalam kategori sangat baik menurut validator, (2) perangkat pembelajaran yang dikembangkan dinyatakan praktis dilihat dari keterlaksanaan RPP yang berkategori sangat baik, (3) perangkat pembelajaran yang dikembangkan dinyatakan efektif dilihat dari gain score hasil belajar yang berada dalam kategori sedang. Diperoleh simpulan bahwa perangkat pembelajaran materi bunyi untuk siswa SMP menggunakan model pembelajaran kooperatif dinyatakan layak digunakan karena memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif. Perangkat pembelajaran; pembelajaran kooperatif; bunyi
Implementasi Model Pembelajaran Kooperatif Conceptual Understanding Procedures (CUPs) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Laylatul Qadariyah; Zainuddin Zainuddin; Sri Hartini
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 3, No 2 (2015): Juni 2015
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v3i2.750

Abstract

Something cause the low learning result of students is a models and methods less variation .Learning inovatian become interesting can improved the learning result of student conducted research purpose at describes the effectiveness implementation of conceptual understanding procedures (CUPs) cooperative learning in improving student learning result on the subject of light reflection. Specifically this study purposed to describe: (1) enforceability LPA, (2) social skills, (3) learning result, (4) student response. This research uses a model of action research Kemmis and McTaggart consisting of III cycles. The subject is a student of class VIII-D SMPN 26 Banjarmasin, on the subject of light reflection. Data collection techniques using observations, questionnaires, testing, and documentation. The results showed that (1) the enforceability of the LPA cycle I (good), cycle II (very good), cycle III (very good), (2) social skills of students cycle I (active ), cycle II (active ), and cycle III (very active), (3) student completness of learning result in the classical cycle I arrive with cycle III experience increasing (4) response of students is about cooperative learning  CUPs by category is very good. Be concluded that the implementation cooperative learning model CUPs effective improved  learning result of students of class VIII-D SMPN 26 Banjarmasin on the subject of light reflection.  
Implementation Of Learning Cycle 5E Model Assisted With Computer Simulation To Increase Physical Learning Outcome In Student Class VII SMPN 1 Torue Ni Putu Wiyandari; Amiruddin Hatibe; Sahrul Saehana
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 5, No 2 (2017): JUNI 2017
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v5i2.3557

Abstract

This study aims to improve students' physics learning outcomes of class VII SMP Negeri 1 Torue by using learning cycle 5E model assisted with computer simulation. Design of this action research methods follows the model of Kemmis and Mc. Taggart and it was done in two cycles. Each cycle consists of four stages of planning, implementation of action, observation and reflection. The subjects of this study are students of class VIIE SMP Negeri 1 Torue which amounted to 24 students. They consist of 13 male and 11 female students. The research material for cycle I is “form of substance” and cycle II materil is “expansion”. In this study, data were collected through observation and student activity, test of action result and interviews. On the evaluation of cycle I, we obtained classical completeness about 65.21% and classical absorption was about 68.26%. Student activity is in “enough category” with percentage about 78,25%. Teacher activity is in “good category” with 85% percentage. In the second cycle, we obtained learning classical completeness about 86.96% and classical absorption about 81.96%. Student activity and teacher activity are in “very good categories” with percentages of 90% and 96.67%, respectively. It was concluded that the implementation of 5E learning cycle learning model assisted computer simulation can improve student learning result of VIIE grade SMP Negeri 1 Torue.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 1 (2025) Vol 12, No 3 (2024) Vol 12, No 2 (2024) Vol 12, No 1 (2024) Vol 11, No 3 (2023) Vol 11, No 2 (2023) Vol 11, No 1 (2023) Vol 10, No 3 (2022): OCTOBER 2022 Vol 10, No 2 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol 9, No 3 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 3 (2020): October 2020 Vol 8, No 2 (2020): JUNI 2020 Vol 8, No 1 (2020): FEBRUARI 2020 Vol 7, No 3 (2019): OKTOBER 2019 Vol 7, No 2 (2019): JUNI 2019 Vol 7, No 1 (2019): FEBRUARI 2019 Vol 6, No 3 (2018): OKTOBER 2018 Vol 6, No 2 (2018): JUNI 2018 Vol 6, No 2 (2018): JUNI 2018 Vol 6, No 1 (2018): FEBRUARI 2018 Vol 6, No 1 (2018): FEBRUARI 2018 Vol 5, No 3 (2017): OKTOBER 2017 Vol 5, No 3 (2017): OKTOBER 2017 Vol 5, No 2 (2017): JUNI 2017 Vol 5, No 2 (2017): JUNI 2017 Vol 5, No 1 (2017): FEBRUARI 2017 Vol 5, No 1 (2017): FEBRUARI 2017 Vol 4, No 3 (2016): OKTOBER 2016 Vol 4, No 3 (2016): OKTOBER 2016 Vol 4, No 2 (2016): JUNI 2016 Vol 4, No 2 (2016): JUNI 2016 Vol 4, No 1 (2016): Februari 2016 Vol 4, No 1 (2016): Februari 2016 Vol 3, No 3 (2015): Oktober 2015 Vol 3, No 3 (2015): Oktober 2015 Vol 3, No 2 (2015): Juni 2015 Vol 3, No 2 (2015): Juni 2015 Vol 3, No 1 (2015): Februari 2015 Vol 3, No 1 (2015): Februari 2015 Vol 2, No 3 (2014): Oktober 2014 Vol 2, No 3 (2014): Oktober 2014 Vol 2, No 2 (2014): JUNI 2014 Vol 2, No 2 (2014): JUNI 2014 Vol 2, No 1 (2014): Februari 2014 Vol 2, No 1 (2014): Februari 2014 Vol 1, No 3 (2013): Oktober 2013 Vol 1, No 3 (2013): Oktober 2013 Vol 1, No 2 (2013): Juni 2013 Vol 1, No 2 (2013): Juni 2013 Vol 1, No 1 (2013): Februari 2013 Vol 1, No 1 (2013): Februari 2013 More Issue