cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 573 Documents
Meningkatkan Hasil Belajar Melalui Model Pengajaran Langsung Dengan Metode Problem Solving Pada Pembelajaran Fisika Di Kelas XII IPA 1 SMAN 10 Banjarmasin Annisa Orrahmah; Syubhan An'nur; Abdul Salam M.
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 4, No 2 (2016): JUNI 2016
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v4i2.1271

Abstract

Hasil belajar siswa masih rendah dikarenakan pembelajaran masih bersifat konvensional dengan metode ceramah dan kurang menekankan pemecahan masalah yang sistematis. Oleh karena itu dilakukan penelitian tentang meningkatkan hasil belajar siswa melalui model pengajaran langsung dengan metode problem solving. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) keterlaksanaan RPP, (2) keterampilan prosedural, (3) hasil belajar. Penelitian ini merupakan penelitian PTK model Suharsimi Arikunto. Subyek penelitian adalah siswa kelas XII IPA 1 SMAN 10 Banjarmasin. Teknik pengumpulan data menggunakan pengamatan dan tes. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kuntitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menujukkan bahwa (1) Keterlaksanaan RPP siklus I diperoleh skor 3,52 dan siklus II diperoleh skor 3,84 dan berada pada kategori sangat baik, (2) keterampilan prosedural siswa mengalami peningkatan dari siklus I sebesar 50,00% (tidak tuntas) menjadi 93,33% (tuntas) pada siklus II, (3) hasil belajar siswa mengalami peningkatan sebesar 76,67% (tidak tuntas) pada siklus I menjadi 86,67% (tuntas) pada siklus II. Jadi dapat disimpulkan bahwa keterlaksanaan RPP berkategori sangat baik, keterampilan prosedural mencapai ketuntasan klasikal dan hasil belajar mencapai ketutasan klasikal.  
Pengembangan Perangkat Pembelajaran IPA Fisika Berorientasi Kemampuan Pemecahan Masalah Menggunakan Model Pengajaran Langsung Pada Pokok Bahasan Tekanan Di SMP Negeri 11 Banjarmasin Muhamad Habibi; Zainuddin Zainuddin; Misbah Misbah
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 5, No 1 (2017): FEBRUARI 2017
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v5i1.2234

Abstract

Perangkat pembelajaran pada pada awal semester II menggunakan model kooperatif, hasilnya terlihat siswa cenderung kurang menguasai kemampuan pemecahan masalah dalam mengerjakan soal. Berdasarkan hal tersebut dilakukan pengembangan perangkat pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Fisika berorientasi kemampuan pemecahan masalah  menggunakan model pengajaran langsung  memiliki tujuan khusus: (1) mendeskripsikan validitas perangkat pembelajaran, (2) mendeskripsikan kepraktisan perangkat pembelajaran yang ditinjau dari keterlaksanaan rencana pelaksanaan pembelajaran, (3) mendeskripsikan efektivitas perangkat pembelajaran yang ditinjau dari hasil belajar kognitif siswa, (4) mendeskripsikan pencapaian kemampuan pemecahan masalah yang ditinjau dari tes hasil belajar siswa. Pengembangan perangkat pembelajaran ini menggunakan desain model pengembangan Dick and Carey. Teknik pengumpulan data berupa validasi perangkat pembelajaran, pengamatan keterlaksanaan RPP, tes hasil belajar, dan penilaian kemampuan pemecahan masalah. Teknik analisis data bersifat deskriptif kuantitatif.  Hasil penelitian menunjukkan: (1) validitas perangkat pembelajaran berkategori sangat baik, (2) kepraktisan perangkat pembelajaran berkategori sangat baik, (3) efektifitas perangkat pembelajaran berkategori g-tinggi, (4) pencapaian kemampuan pemecahan masalah berkategori sangat baik. Diperoleh simpulan bahwa perangkat pembelajaran IPA Fisika berorientasi kemampuan pemecahan masalah  menggunakan model pengajaran langsung yang dikembangkan layak digunakan dalam proses pembelajaran.
Pengembangan Bahan Ajar Pada Materi Zat dan Wujudnya Berbasis Kemampuan Berfikir Kreatif Tingkat SMP Ahmad Juan Anidom; Sri Hartini; Mustika Wati
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 3, No 1 (2015): Februari 2015
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v3i1.762

Abstract

The reason of activities about the development of teaching material about substance and its form’s lesson with the principle of creative thinking ability for junior high school at class VII-A SMPN 15 Banjarmasin because creative thinking ability of students is to lack and the students are less able to understand the book package. The aims of this research are (1) describe the validity of the developed teaching material, (2) describes the creative thinking ability of students after they use developed teaching material, (3) describe the response of students to developed teaching material. The method of research activities is the research and development with ADDIE model development (Analysis, Design, Develop, Implement, and Evaluate). Techniques for collecting the data is used validation sheet, observation sheets, and questionnaires. Analysis data techniques are used validity of theoretical (logic), and calculation of average percentage based on predefined category. The results of activities showed that (1) developed teaching material in category very valid and can be used as learning media of substance and its form’s lesson, (2) creative thinking ability of students after they use the developed teaching material in category very good, (3) response of students to developed teaching material in category very good.  
Penerapan Pendekatan Keterampilan Proses Pada Materi Getaran Dan Gelombang Terhadap Hasil Belajar Mahasiswa Pendidikan Fisika IKIP PGRI Pontianak Lia Angraeni; Eka Trisianawati
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 5, No 3 (2017): OKTOBER 2017
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v5i3.3828

Abstract

The purpose of this study was to determine: 1) the average student results given experimental class learning approach process skills; 2) the average student results given control class learning to use the conventional approach 3) whether there is a difference in student learning outcomes after a given learning approach and process skills using conventional approaches. This study design is quasi-experimental design. Data collection techniques used is a measurement technique .. Based on data analysis that uses the learning process skills approach to the learning outcomes of students on the material vibrations and waves both categories. Thus the detailed conclusions are as follows; 1) average student results given experimental class learning with good process skills approach; 2) Average grade student results are given learning control using conventional approaches is sufficient; 3) There are significant differences anatara student results after a given learning approach and process skills given student learning using the conventional approach. 
Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas VIII-A MTS Alhamid Banjarmasin Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TAI Widha Nur Hasnah; M. Arifuddin Jamal; Sri Hartini
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 3, No 3 (2015): Oktober 2015
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v3i3.816

Abstract

The low of student learning outcomes because students are less active during learning, that’s why the need conduct research that aims to improve student learning outcomes. This study describes (1) lesson plan, (2) learning outcomes, (3) social skills. This research is classroom action research hopkins model that includes planning, implementation, observation and reflection as much as 3 cycles. Data collection techniques such as observation, testing, and documents. Data analysis of quantitative and qualitative descriptive. The results showed that (1) the percentage of first cycle lesson plan (RPP) implementation is 80,00%, 91,33% in second cycle and third cycle is 97,33%, (2) mastery learning outcomes of students has increased from first cycle 51,61% , 77,43% in the second cycle, and to 87.04% in the third cycle, (3) the student's social skills in the first cycle of 96,97% with very good category, II 97,86% with very good category, and 97,86% in the third cycle with very good category, Retrieved conclusion that cooperative learning  model TAI type can improve student learning outcomes with focusing in drill to students can increase creavity and students social skill with give a motivation and guidance to student which has a problem on study class.  
Meningkatkan Aktivitas Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPA Dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation Ulul Azmi Purnamasari; Muhammad Arifuddin; Sri hartini
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 6, No 1 (2018): FEBRUARI 2018
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v6i1.4471

Abstract

Kurangnya antusias siswa dalam menyimak, menyampaikan pendapat, dan rendahnya hasil belajar pada mata pelajaran IPA melatarbelakangi dilakukannya penelitian ini. Tujuan umum penelitian ini untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa melalui model pembelajaran kooperatif tipe group investigation pada materi cahaya dan alat optik. Tujuan khusus penelitian adalah mendeskripsikan: (1) keterlaksanaan RPP, (2) aktivitas belajar, dan (3) hasil belajar. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan model Hopkins, terdiri atas dua siklus dengan masing-masing siklus dua pertemuan. Perangkat dan instrumen penelitian yang digunakan adalah silabus, RPP, hand out, LKPD, lembar pengamatan keterlaksanaan pembelajaran dan lembar pengamatan aktivitas siswa. Data diperoleh melalui tes dan pengamatan, dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Temuan penelitian yaitu: (1) keterlaksanaan RPP yaitu 77,98% (baik) pada siklus I 95,45% (sangat baik) pada siklus II; (2) aktivitas belajar siswa pada siklus I berkategori aktif, dan pada siklus II berkategori sangat aktif; (3) hasil belajar siswa pada siklus I yaitu 75% (tuntas) pada siklus II 91% (tuntas). Diperoleh simpulan bahwa aktivitas belajar siswa VIII G SMP Negeri 1 Banjarmasin pada materi cahaya dan alat optik meningkat saat diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe group investigation (GI). Kata kunci: Kooperatif tipe group investigation, PTK, cahaya dan alat optik, aktivitas belajar, dan hasil belajar. Abstract: The lack of students’ enthusiasm in listening, giving opinion, and the low learning outcomes in the science subjects underlid this research which aimed to improve.  The general object of this research is to imptove students’ learning activity through cooperative learning model of group investigation type on the teaching material of light and optical instrument. Specific objectives of the study were to describe: (1) the implementation of RPP, (2) the learning activities, and (3) the learning outcomes. This study was a classroom action research with Hopkins model, consisting of two cycles with two meetings of each. The research equipments and instruments used were a syllabus, RPP, hand out, LKPD, observation sheets of learning activity and student activity. The data obtained through the test and observation was analysed qualitative and quantitative descriptively. The research findings were: (1) the implementation of RPP was 77,98% (good) in the cycle I and 95,45% (very good) in the cycle II; (2) the students’ learning activity in the cycle I was categorized as active and in the cycle II was categorized as very active; (3) students’ learning outcomes in the cycle I was 75% (complete) and in the cycle II was 91% (thorough). The conclusion was that VIII G students’ learning activity of State Junior High School 1 of Banjarmasin on the material of light and optical instruments increased when cooperative learning model of group investigation (GI) was applied.  
Identifikasi Kendala Siswa dalam Proses Pembelajaran Bounded Inquiry Lab pada Konsep Difraksi Cahaya Ahmad Syarkowi; Sari Malinda
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 6, No 3 (2018): OKTOBER 2018
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v6i3.5058

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja kendala siswa dalam pembelajaran menggunakan model pembelajaran bounded inquiry lab pada konsep difraksi cahaya oleh kisi. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif studi kasus dengan sampel penelitian sebanyak 5 orang siswa yang mengalami kendala dalam pembelajaran di salah satu SMA di kota Jambi. Instrumen penelitian berupa lembar observasi guru dan siswa, serta lembar wawancara. Kendala yang ditemukan dalam penerapan model pembelajaran ini diantaranya: 1). Siswa kesulitan menjawab pertanyaan variabel. 2). Siswa kesulitan dalam menentukan alat dan bahan untuk eksperimen, 3). Siswa kesulitan menentukan desain eksperimen, 4). Siswa kesulitan membuat grafik. Sehingga, ini akan berdampak pada jarak garis terang ke-n ke pusat terang (y) d, 5). Siswa kesulitan dalam merumuskan konsep secara sistematis. Dari hasil penelitian ini peneliti menyarankan untuk melakukan kegiatan pendahuluan sebelum kegiatan inkuiri serta pembiasaan kegiatan belajar yang melatihkan bernalar di kelas sehingga dapat meminimalisir kendala siswa dalam belajar. This study aimed to identify what is the troubles of students in learning to use the bounded inquiry lab learning model on the concept of light diffraction by the grating. This study used a case study designed with a sample of 5 students that experienced problems in learning with one of the high schools in the city of Jambi. The research instrument was a teacher and student observation sheet, as well as an interview sheet. Troubles found in the implementation of this learning model such 1). Students had difficulty answering variable questions. 2). Students had difficulty in determining the tools and materials for experiments, 3). Students had difficulty determining the experimental design, 4). Students had difficulty draw graphs. Thus, this would have an impact on the bright nth distance from the center of light (y) d, 5). Students had difficulty in formulating the concept systematically. From the results of this study, researchers suggest conducting preliminary activities before inquiry activities and to familiarize learning activities that train reasoning ability in the classroom so as to minimize students' obstacles in learning. 
Penerapan Model Pembelajaran Auditory Intelectually Repetition (AIR) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Mita Syahliani; M. Arifuddin Jamal; Syubhan An'nur
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 2, No 3 (2014): Oktober 2014
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v2i3.859

Abstract

Rendahnya hasil belajar siswa yang diduga disebabkan oleh penerapan model pembelajaran konvensional pada proses pembelajaran  mendorong peneliti untuk melakukan penelitian mengenai bagaimana keefektifan penerapan model pembelajaran AIR untuk meningkatkan hasil belajar siswa yang secara khusus bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) keterlaksanaan RPP, (2) aktivitas siswa selama proses pembelajaran, (3) hasil belajar siswa, dan (4) respon siswa terhadap model pembelajaran AIR. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan sebanyak 3 siklus dengan subjek penelitian siswa kelas VIII-E SMP Negeri 7 Banjarmasin. Pengumpulan data penelitian menggunakan teknik observasi, tes hasil belajar, dan angket sedangkan  analisis data penelitian menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terjadi peningkatan pada persentase keterlaksanaan RPP model pembelajaran AIR yang dikategorikan baik pada siklus I menjadi sangat baik pada siklus II dan siklus III (2) terjadi peningkatan pada persentase aktivitas siswa yang mana pada siklus I dan siklus II dikategorikan aktif menjadi sangat aktif pada siklus III, (3) terjadi peningkatan pada persentase ketuntasan klasikal hasil belajar siswa yaitu 48%; 66,7%; dan 86,7%, dan (4) Respon siswa terhadap model pembelajaran AIR secara keseluruhan berkategori baik ditinjau dari aspek minat siswa. Diperoleh kesimpulan bahwa keefektifan penerapan model pembelajaran AIR di kelas VIII-E SMP Negeri 7 Banjarmasin dikategorikan efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa. 
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VII A Di SMP Negeri 31 Banjarmasin Pada Materi Ajar Zat dan Wujudnya Melalui Penerapan Model Explict Instruction Suci Puspa Melati; M. Arifuddin Jamal; Suyidno Suyidno
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 1, No 2 (2013): Juni 2013
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v1i2.875

Abstract

Rendahnya hasil belajar siswa dengan cara guru mengajar melalui metode ceramah melatar belakangi peneliti yang bertujuan meningkatkan hasil belajar siswa melalui penerapan model explicit instruction. Tujuan khusus penelitian untuk mendeskripsikan: Keterlaksanaan RPP, keterampilan sosial siswa, hasil belajar dan respon siswa. Jenis penelitian menggunakan penelitian tindakan kelas model Hopkins yang terdiri dari 3 siklus, setiap siklus meliputi plan, action/observation, dan reflective. Data diperoleh melalui tes, observasi,  angket, dan dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Analisis hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keterlaksanaan RPP pada siklus I, II, dan III meningkat dengan kategori sangat baik, ketuntasan hasil belajar siswa secara klasikal pada siklus I 71,05% (tuntas), pada siklus II 78,95% (tuntas) dan siklus III 94,74% (tuntas), keterampilan sosial siswa pada tiap siklus secara umum dengan kriteria baik dan sangat baik, respon minat dan motivasi proses pembelajaran secara umum baik.  
Guided Inquiry Learning Model, Simple Practicum Tool, Creative Thinking Skills Muhammad Zaky
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 7, No 3 (2019): OKTOBER 2019
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v7i3.6625

Abstract

The main objective of this research is to produce junior high school Physics teaching materials oriented to a simple practical tool that can be used to foster junior high school students 'creative thinking skills, with the specific aim of knowing the indicators of junior high school students' creative thinking skills that can be grown through the use of a guided inquiry learning model assisted by a simple practicum tool. This type of research is a quasi-experimental research with the design of Equivalent Pretest-Posttest Design (Design of Prates-Pascates Equivalent). This research was conducted at the Labschool Junior High School of Tadulako University where  the class VIII students being the research subjects. The research instrument used was an essay test and observation sheet. The data analysis technique used was quantitative data analyzed by inferential statistics, calculating the significance of the differences in the average of both groups of samples and qualitative data analyzed by using the stages of data reduction, data presentation and conclusion. The results showed that a guided inquiry learning model assisted by a simple practicum tool could foster the creative thinking skills of the students of Labschool UNTAD Junior High School in the indicators of flexible thinking, fluent thinking and originality.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 1 (2025) Vol 12, No 3 (2024) Vol 12, No 2 (2024) Vol 12, No 1 (2024) Vol 11, No 3 (2023) Vol 11, No 2 (2023) Vol 11, No 1 (2023) Vol 10, No 3 (2022): OCTOBER 2022 Vol 10, No 2 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol 9, No 3 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 3 (2020): October 2020 Vol 8, No 2 (2020): JUNI 2020 Vol 8, No 1 (2020): FEBRUARI 2020 Vol 7, No 3 (2019): OKTOBER 2019 Vol 7, No 2 (2019): JUNI 2019 Vol 7, No 1 (2019): FEBRUARI 2019 Vol 6, No 3 (2018): OKTOBER 2018 Vol 6, No 2 (2018): JUNI 2018 Vol 6, No 2 (2018): JUNI 2018 Vol 6, No 1 (2018): FEBRUARI 2018 Vol 6, No 1 (2018): FEBRUARI 2018 Vol 5, No 3 (2017): OKTOBER 2017 Vol 5, No 3 (2017): OKTOBER 2017 Vol 5, No 2 (2017): JUNI 2017 Vol 5, No 2 (2017): JUNI 2017 Vol 5, No 1 (2017): FEBRUARI 2017 Vol 5, No 1 (2017): FEBRUARI 2017 Vol 4, No 3 (2016): OKTOBER 2016 Vol 4, No 3 (2016): OKTOBER 2016 Vol 4, No 2 (2016): JUNI 2016 Vol 4, No 2 (2016): JUNI 2016 Vol 4, No 1 (2016): Februari 2016 Vol 4, No 1 (2016): Februari 2016 Vol 3, No 3 (2015): Oktober 2015 Vol 3, No 3 (2015): Oktober 2015 Vol 3, No 2 (2015): Juni 2015 Vol 3, No 2 (2015): Juni 2015 Vol 3, No 1 (2015): Februari 2015 Vol 3, No 1 (2015): Februari 2015 Vol 2, No 3 (2014): Oktober 2014 Vol 2, No 3 (2014): Oktober 2014 Vol 2, No 2 (2014): JUNI 2014 Vol 2, No 2 (2014): JUNI 2014 Vol 2, No 1 (2014): Februari 2014 Vol 2, No 1 (2014): Februari 2014 Vol 1, No 3 (2013): Oktober 2013 Vol 1, No 3 (2013): Oktober 2013 Vol 1, No 2 (2013): Juni 2013 Vol 1, No 2 (2013): Juni 2013 Vol 1, No 1 (2013): Februari 2013 Vol 1, No 1 (2013): Februari 2013 More Issue