cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 573 Documents
Pengembangan LKS Dengan Model IDL Untuk Melatihkan Keterampilan Proses Sains Pada Pokok Bahasan Listrik Dinamis Di SMAN 5 Banjarmasin Merry Sasanti; Sri Hartini; Andi Ichsan Mahardika
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 5, No 1 (2017): FEBRUARI 2017
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v5i1.2815

Abstract

Learning physics is one of the problems frequently encountered in learning activities in school, especially at the high school level. The students are not trained to develop the skills process of science in solving a problem or symptom of physics. In addition, LKS often met at school only a summary of the subject matter, and it is exercise which consists of questions. LKS of this type does not train students to do the investigation process. The study aims to determine the feasibility of LKS with the model IDL to train skills the process of science students, in order to particularly describe (1) validity of LKS are developed, (2) practicalities LKS are developed, and (3) effectiveness of LKS, which was developed. The research method is research and development with model of developmen Dick and Carey. Data obtained through a validation LKS, feasibility RPP, observation skills the process of science and students test score. The results showed that (1) validation LKS which was developed according to validator is very good, (2) practicality of learning which is based on the feasibility RPP is very good, (3) effectiveness of learning based on test (THB) and establishment of skills the process of science students to LKS which was developed quiete good. Conclusion is obtained based on research which is LKS with model IDL to train skills the process of science in the dearth of power dynamic in SMAN 5 Banjarmasin unfit for use
Pengembangan Media Pembelajaran Playing Cards dan Handout Dalam Model Pembelajaran Make A Match Untuk Melatih Keaktifan Siswa Fauriza Choirun Nisa; Mustika Wati; Sri Hartini
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 3, No 1 (2015): Februari 2015
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v3i1.765

Abstract

Low activity of students during the learning is caused by lack of instructional media. It is necessary to develop an insctructional media which is fun to make students active and motivated. The purpose of this research is to produce playing cards and handout which are proper for learning model type make a match to train students activity during the learning. This study is a research and development that used ADDIE (analysis, design, develop, implement, evaluate) as a development model. The subject of this research is students at seventh grade of SMPN 24 Banjarmasin. The instrument of collecting data are the sheet of validity media, activity assessment instrument, and questionnaire responses. The result of this research shows that (1) the playing cards developed is valid used as instructional media for learning model type make a match by a little revision, (2) handout which is developed is valid used as instructional media by a little revision, (3) the average of students activity in every meeting include visual, verbal, motor and emotional aspect give activity level of very active, (4) students give excellent response to the quality aspects of media, the influences of media and studying acting and also a good respons to the material.  
Penggunaan Instrumen Ordered Multiple Choice (OMC) Untuk Menilai Pemahaman Konsep Usaha Dan Energi Dengan Model Pembelajaran Discovery Di SMAN 1 Long Kali Nurjamilah Nurjamilah; Nurul Fitriyah Sulaeman; Laili Komariyah
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 5, No 3 (2017): OKTOBER 2017
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v5i3.3936

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan instrumen OMC yang dikembangkan oleh peneliti dan pemahaman konsep peserta didik serta perbedaan antara nilai pre-test dan post-test pada materi usaha dan energi yang diukur dengan OMC setelah diterapkannya model pembelajaran Discovery. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas X SMAN 1 Long Kali Tahun Ajaran 2016/2017. Sampel yang digunakan adalah kelas X MIA-2 sebanyak 31 peserta didik dan subyek untuk uji empiris sebanyak 142 peserta didik. Dari uji coba instrumen diperoleh 24 butir soal yang layak digunakan dengan reliabilitas instrumen 0,81. Berdasarkan analisis pemahaman konsep dengan OMC diketahui bahwa 6% peserta didik masih berada pada level naive concept, 29% peserta didik berada pada level hybrid concept, 45% peserta didik berada pada level simple concept, dan 35% peserta didik berada pada level different concept, serta berdasarkan standar ketuntasan belajar pemahaman konsep peserta didik memperoleh rata-rata nilai post-test 78 dan sebanyak 94% peserta didik mendapatkan nilai di atas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Hasil uji T berpasangan, menunjukkan nilai thitung= 10,803 lebih besar dari ttabel= 1,697. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara rata-rata nilai post-test dan pre-test peserta didik, dimana rata-rata nilai post-test (78) lebih besar dari rata-rata nilai pre-test (63). 
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Fisika Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Pada Materi Suhu Dan Kalor Di SMK Farmasi ISFI Banjarmasin Rusiati Rusiati; Zainuddin Zainuddin; Abdul Salam M
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 3, No 3 (2015): Oktober 2015
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v3i3.818

Abstract

Terbatasnya perangkat pembelajaran fisika yang digunakan dalam proses pembelajaran dan tidak pernahnya dilakukan percobaan fisika di sekolah berimbas pada hasil belajar yang belum optimal. Oleh karena itu dilakukan penelitian untuk mengembangkan perangkat pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif yang bertujuan untuk mengetahui kelayakan perangkat pembelajaran yang dikembangkan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif pada materi suhu dan kalor. Jenis penelitian tergolong penelitian pengembangan yang mengacu pada model pengembangan Dick & Carey. Subjek uji coba siswa kelas Xb SMK Farmasi ISFI Banjarmasin. Teknik pengumpulan data menggunakan validasi, observasi, dan tes. Teknik analisis data berupa analisi deskriptif dan kualitatif. Hasil analisis data terhadap objek-objek penelitian ini menunjukkan:  (1) hasil validasi perangkat pembelajaran yang meliputi RPP, LKS, THB, dan Materi Ajar berkategori sangat baik dan memiliki reliabilitas sangat tinggi. (2) keterlaksanaan RPP pada setiap fase di ketiga pertemuan minimal telah berkategori baik. (3) hasil belajar kognitif siswa memiliki gain skor sebesar 0,49 dengan kategori sedang. Simpulan yang diperoleh adalah perangkat pembelajaran pada materi suhu dan kalor dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif yang dikembangkan layak (valid, praktis, dan efektif) untuk digunakan atau diimplementasikan dalam proses pembelajaran. 
Peningkatan Hasil Belajar IPA Fisika Siswa Kelas VIII G SMP Negeri 13 Banjarmasin Dengan Model Pembelajaran 5E Mir'atun Nisa; M Arifuddin; Sarah Miriam
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 6, No 2 (2018): JUNI 2018
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v6i2.4933

Abstract

Hasil belajar IPA fisika siswa kelas VIII G SMP Negeri 13 Banjarmasin rendah. Oleh karena itu, peneliti melakukan penelitian untuk meningkatkan hasil belajar IPA fisika siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) keterlaksanaan RPP model pembelajaran 5E, (2) hasil belajar sikap spiritual, (3) sikap sosial, (4) keterampilan, dan (5) pengetahuan. Jenis penelitian menggunakan penelitian tindakan kelas model Kemmis dan Mc. Taggart yang terdiri dari 2 siklus. Subjek penelitian adalah 29 siswa kelas VIII G SMP Negeri 13 Banjarmasin. Data diperoleh melalui observasi, angket, dan tes. Temuan penelitian dari siklus I ke siklus II yaitu: (1) Keterlaksanaan RPP secara keseluruhan meningkat dari 69,5% menjadi 84,1%, (2) Sikap spiritual meningkat dari 66,8% menjadi 72,0%, (3) Sikap sosial siswa meningkat dari 53,75% menjadi 86,25%, (4) kompetensi keterampilan meningkat dari 63,25% menjadi 92,75%, dan (5) hasil belajar pengetahuan meningkat dari 44,4% menjadi 78,6%. Kesimpulan yang diperoleh adalah model pembelajaran 5E dapat meningkatkan hasil belajar IPA fisika siswa kelas VIII G SMP Negeri 13 Banjarmasin. The learning outcomes of physics subject in students grade VIII G SMP Negeri 13 Banjarmasin on the competence of attitudes, skills, and knowledge are low. Therefore, the researcher conducted the study to improve the learning outcomes of natural sciences physics subject to students toward those three competencies. This study aimed to describe : (1) the implementation of the lesson plan (RPP) for learning model 5E, (2) students learning outcomes. The type of research used Classroom Action Research (PTK) of Kemmis and Mc. Taggart which consist of two cycles. The data obtained from observation, questionnaires, and test. The result of the study from cycle I to cycle II, namely: (1) the implementation of the lesson plan (RPP) overall increases from 69,5% to 84,1%, (2) spiritual attitudes increase from 66,8% to 72,0%, (3) social attitudes of the students increase from 53,75% to 86,25%, (3) skills competence increases from 63,25% to 92,75%, and the knowledge of learning outcomes increase from 44,4% to 78,6%. The conclusion is the learning model of 5E can improve the learning outcomes of physics subject in students grade VIII G SMP Negeri 13 Banjarmasin.
Analisis Respon Peserta Didik dalam Implementasi Lembar Kerja Berorientasi Pemecahan Masalah Muhammad Syahrul Kahar; Muhamad Ruslan Layn
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 6, No 3 (2018): OKTOBER 2018
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v6i3.5054

Abstract

Proses pembelajaran di kelas masih banyak dilakukan secara konvensional, hal ini berdampak pada aktivitas dan respon peserta didik dalam pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru lebih membosankan yang mengakibatkan peserta didik kurang aktif, kurang termotivasi dalam pembelajaran. Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengindentifikasi respon peserta didik dalam implementasi lembar kerja yang berorientasi pemecahan masalah. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif, data yang dikumpulkan berupa lembar respon peserta didik dan wawancara. Populasi sekaligus sampel yang digunakan yakni peserta didik kelas XI MIA SMA Muhammadiyah Al Amin Sorong yang berjumlah 18 peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata persentase respon peserta didik terhadap implementasi Lembar kerja peserta didik adalah 77,78 %, persentase tersebut sudah termasuk dalam kategori  setuju yang lebih dominan, artinya kriteria tersebut termasuk dalam kategori positif. Dari rata-rata perolehan itu, 22,22 % atau sebanyak 4 peserta didik menjawab sangat setuju terhadap implementasi Lembar kerja tersebut Temuan ini memperjelas bahwa persepsi akan respon peserta didik terhadap pelaksanaan pembelajaran menggunakan Lembar kerja peserta didik berorientasi pemecahan sangat positif dan juga memicu peningkatan kemampuan peserta didik dalam mengikuti pembelajaran. The process of learning in the classroom is still mostly done conventionally; this has an impact on the activities and responses from learners in the lessons learned by the teacher is more over and over which resulted in less active students, less motivated in learning. The purpose of this research is to identify the perceptions of the learners' responses to the implementation of the problem-oriented learner workbook. The research method using the quantitative approach, the data collected in the form of responders letters and interviews. Population, as well as samples used, are students of class XI MIA SMA Muhammadiyah Al Amin Sorong which amounted to 18 students. The results showed that the average percentage of learners' response to the implementation of the learner's worksheet is 77.78%, the percentage is already included in the agreement on category more dominant, meaning the criteria were included in the positive category. From the average of the acquisition, 22.22% or as many as four students answered strongly agree on the implementation of the Worksheet. This finding make clear that the perceptions of the learners' response to the implementation of learning to use the worksheet oriented solving very positive and also trigger an increase in ability learners in following the lesson.
Pengembangan Lembar Kerja Siswa (LKS) Berbasis Inkuiri Terbimbing dan Media Interaktif IPA SMP Untuk Mengaktifkan Keterampilan Berpikir Kritis Elfa Ma’rifah; Mustika Wati; Sri Hartini
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 2, No 2 (2014): JUNI 2014
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v2i2.861

Abstract

Kurikulum 2013 mengharapkan IPA sebagai pendidikan berorientasi kemampuan berpikir, namun pada kenyataannya hasil penelitian TIMSS 2012 menunjukkan kemampuan siswa Indonesia dibidang IPA menempati urutan ke-40 dari 42 negara yang mengindikasikan keterampilan berpikir siswa masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan LKS berbasis inkuiri terbimbing dan media interaktif IPA SMP yang efektif mengaktifkan keterampilan berpikir kritis siswa. Tujuan khusus penelitian ini adalah mendeskripsikan kelayakan LKS dan media,  keterampilan berpikir kritis, serta respon terhadap LKS dan media interaktif. Subjek penelitian adalah 22 siswa SMP Negeri 1 Aluh-Aluh. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan model ADDIE (Analysis, Design, Developmment, Implementation, Evaluation). Data validasi LKS dan media diperoleh melalui lembar validasi, data keterampilan berpikir kritis siswa diperoleh melalui lembar penilaian, sedangkan data respon siswa diperoleh melalui angket. Teknik analisis data secara deskriptif kualitatif. Temuan hasil penelitian: (1) kelayakan LKS rata-rata 3,83 dan media interaktif rata-rata 3,67 yang secara umum berkategori sangat layak, (2) keterampilan berpikir kritis siswa berkategori baik dengan nilai 67,74%, (3) respon siswa terhadap LKS dan media pada aspek sikap dan minat berkategori baik. Diperoleh kesimpulan bahwa LKS berbasis inkuiri terbimbing dan media interaktif IPA yang dihasilkan efektif untuk mengaktifkan keterampilan berpikir kritis siswa. 
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dengan Menerapkan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament Hadiyanti Ulfah; M. Arifuddin Jamal; Mustika Wati
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 1, No 3 (2013): Oktober 2013
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v1i3.878

Abstract

Hopkins Model Classroom Action Research as much as 3 cycles are done to improve student learning outcomes. This study describes (1) lesson plan, (2) learning outcomes, (3) social skills, (4) student responses. The results showed (1) lesson plan cycle I 80.00% (good), cycle II 85.00% (very good), and cycle III 91.99% (very good), (2) students' mastery first cycle 62.50%, 75.76% second cycle and third cycle of 87.88%, (3) the student's social skills first cycle 67.18% (good), cycle II 81.77% (very good), and cycle III 97.91% (very good), (4) the response of students in the learning using TGT type of cooperatif learning in good categori too. Retrieved conclusion that cooperative learning model type TGT can improve student learning outcomes.  
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Menggunakan Model Pembelajaran Penemuan Terbimbing Pada Materi Gerak Di SMP Negeri 27 Banjarmasin Mauizatil Rusjiah; M. Arifuddin Jamal; Andi Ichsan M
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 4, No 1 (2016): Februari 2016
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v4i1.1026

Abstract

Perangkat pembelajaran yang digunakan dalam proses pembelajaran disekolah dinilai masih kurang layak. Selain itu kurang aktifnya siswa dalam proses pembelajaran juga menyebabkan kurang maksimalnya proses pembelajaran yang berlangsung. Untuk mengatasi hal demikian maka dilakukan penelitian pengembangan perangkat pembelajaran menggunakan model pembelajaran penemuan terbimbing dengan tujuan sebagai berikut: (1) Mendeskripsikan validitas perangkat pembelajaran yang dikembangkan, (2) Mendeskripsikan kepraktisan perangkat pembelajaran yang dikembangkan ditinjau dari keterlaksanaan RPP, dan (3) Mendeskripsikan efektivitas  perangkat pembelajaran yang dikembangkan ditinjau dari hasil belajar kognitif produk siswa. Pengembangan perangkat pembelajaran ini mengacu pada model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implement, and Evaluate). Teknik analisis data berupa deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan: (1) validitas perangkat pembelajaran yang dikembangkan dinyatakan valid dengan revisi kecil, (2) kepraktisan perangkat pembelajaran dinilai terlaksana sangat baik, dan (3) efektivitas perangkat pembelajaran dinilai efektif. Diperoleh simpulan bahwa perangkat pembelajaran menggunakan model pembelajaran penemuan terbimbing yang dikembangkan layak digunakan dalam pembelajaran.  
Meningkatkan Motivasi Belajar Fisika Siswa Kelas X MS 6 DI SMA Negeri 2 Banjarmasin Melalui Strategi ARCS Dalam Setting Pengajaran Langsung Rena Mahardika MS; Muhammad Arifuddin Jamal; Abdul Salam M.
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 4, No 2 (2016): JUNI 2016
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v4i2.1046

Abstract

Tidak tuntasnya pelaksanaan model pembelajaran di kelas X MS 6 SMAN 2 Banjarmasin menyebabkan rendahnya motivasi belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) keterlaksanaan RPP, (2) aktivitas siswa, (3) hasil belajar kognitif siswa, dan (4) motivasi belajar siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah model penelitian tindakan kelas Kurt Lewin, dimana setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 32 siswa. Teknik pengumpulan data berupa tes hasil belajar, lembar pengamatan, angket, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menerapkan strategi ARCS dalam setting pengajaran langsung (1) keterlaksanaan RPP pada siklus I dan II berkategori sangat baik, (2) aktivitas siswa mengalami peningkatan pada setiap aspeknya dengan kategori baik, kecuali aspek menyampaikan pendapat dan mengajukan pertanyaan pada siklus I berkategori cukup baik, (3) ketuntasan hasil belajar siswa meningkat, secara berturut-turut persentase ketuntasan individual pada siklus I dan II sebesar 81,48% dan 92,59%, (4) motivasi belajar siswa pada aspek ARCS mengalami peningkatan berkategori baik. Diperoleh simpulan bahwa untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dapat dilakukan dengan salah satu caranya yaitu menampilkan video yang berbeda-beda untuk setiap pokok bahasan baru.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 1 (2025) Vol 12, No 3 (2024) Vol 12, No 2 (2024) Vol 12, No 1 (2024) Vol 11, No 3 (2023) Vol 11, No 2 (2023) Vol 11, No 1 (2023) Vol 10, No 3 (2022): OCTOBER 2022 Vol 10, No 2 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol 9, No 3 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 3 (2020): October 2020 Vol 8, No 2 (2020): JUNI 2020 Vol 8, No 1 (2020): FEBRUARI 2020 Vol 7, No 3 (2019): OKTOBER 2019 Vol 7, No 2 (2019): JUNI 2019 Vol 7, No 1 (2019): FEBRUARI 2019 Vol 6, No 3 (2018): OKTOBER 2018 Vol 6, No 2 (2018): JUNI 2018 Vol 6, No 2 (2018): JUNI 2018 Vol 6, No 1 (2018): FEBRUARI 2018 Vol 6, No 1 (2018): FEBRUARI 2018 Vol 5, No 3 (2017): OKTOBER 2017 Vol 5, No 3 (2017): OKTOBER 2017 Vol 5, No 2 (2017): JUNI 2017 Vol 5, No 2 (2017): JUNI 2017 Vol 5, No 1 (2017): FEBRUARI 2017 Vol 5, No 1 (2017): FEBRUARI 2017 Vol 4, No 3 (2016): OKTOBER 2016 Vol 4, No 3 (2016): OKTOBER 2016 Vol 4, No 2 (2016): JUNI 2016 Vol 4, No 2 (2016): JUNI 2016 Vol 4, No 1 (2016): Februari 2016 Vol 4, No 1 (2016): Februari 2016 Vol 3, No 3 (2015): Oktober 2015 Vol 3, No 3 (2015): Oktober 2015 Vol 3, No 2 (2015): Juni 2015 Vol 3, No 2 (2015): Juni 2015 Vol 3, No 1 (2015): Februari 2015 Vol 3, No 1 (2015): Februari 2015 Vol 2, No 3 (2014): Oktober 2014 Vol 2, No 3 (2014): Oktober 2014 Vol 2, No 2 (2014): JUNI 2014 Vol 2, No 2 (2014): JUNI 2014 Vol 2, No 1 (2014): Februari 2014 Vol 2, No 1 (2014): Februari 2014 Vol 1, No 3 (2013): Oktober 2013 Vol 1, No 3 (2013): Oktober 2013 Vol 1, No 2 (2013): Juni 2013 Vol 1, No 2 (2013): Juni 2013 Vol 1, No 1 (2013): Februari 2013 Vol 1, No 1 (2013): Februari 2013 More Issue