cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 573 Documents
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas X-1 SMA Negeri 12 Banjarmasin Melalui Penerapan Model Pengajaran Langsung Pada Pokok Bahasan Gerak Melingkar Norhasanah Norhasanah; M. Arifuddin Jamal; Suyidno Suyidno
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 1, No 2 (2013): Juni 2013
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v1i2.871

Abstract

Kurangnya peran aktif siswa selama proses pembelajaran berdampak pada rendahnya hasil belajar. Oleh karena itu, dilakukan penelitian tindakan kelas dengan model Hopkins. Tujuan khusus  mendeskripsikan keterlaksanaan RPP, hasil belajar, aktivitas, dan respon siswa terhadap proses pengajaran langsung. Hasil penelitian menunjukkan (1) kategori keterlaksanaan RPP pada siklus I 61% (baik), II 82% (sangat baik), dan III 89% (sangat baik), (2) peningkatan ketuntasan hasil belajar siswa secara klasikal pada siklus I 42% (belum tuntas), II 73% (belum tuntas), dan III 96% (tuntas), (3) aktivitas siswa mengalami peningkatan dengan kriteria baik, (4) respon siswa terhadap proses pengajaran langsung berkategori baik. Simpulan bahwa penerapan model pengajaran langsung pada materi pokok gerak melingkar di kelas X-1 SMAN 12 Banjarmasin dapat meningkatkan hasil belajar siswa.  
Kepraktisan Perangkat Pembelajaran Berbasis Model Generative Learning dengan Pendekatan Open-ended Problem Chichi Rahayu; Eliyarti Eliyarti; Festiyed Festiyed
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 7, No 3 (2019): OKTOBER 2019
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v7i3.6139

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini mendeskripsikan tingkat kepraktisan perangkat pembelajaran Fisika berbasis generative learning dengan pendekatan open-ended problem untuk menstimulus keterampilan berpikir kritis peserta didik. Penelitian dan pengembangan menggunakan model 4D terdiri dari tahap pendefinisian (define), perancangan (design), pengembangan (development), dan penyebaran (disseminate). Uji kepraktisan dilakukan setelah tahap pendefenisian dan tahap perancangan selesai. Instrumen penelitian ini lembar observasi keterlaksanaan RPP, angket respon guru, angket respon peserta didik, dan yang menjadi responden ialah guru dan peserta didik kelas X MIA disalah satu SMAN di Kota Padang. Metode yang digunakan adalah statistik deskriptif untuk mendapatkan nilai rata-rata dan persentase. Perangkat pembelajaran dikatakan praktis jika penilaian para praktisi menyatakan perangkat pembelajaran dapat diterapkan. Berdasarkan respon guru diperoleh persentase rata-rata 87,86% memenuhi kategori sangat praktis dan respon peserta didik 76, 91% memenuhi kategori praktis. Secara keseluruhan rata-rata persentase kepraktisan perangkat pembelajaran ini adalah 83,46% dengan kategori sangat praktis. Hal ini menunjukan perangkat pembelajaran ini mudah digunakan serta bermanfaat bagi guru dan peserta didik.Abstract: Learning material in this study is based on generative learning models with open-ended problem approaches to stimulate students' critical thinking skills. The purpose of this study is to know and measure the practical level of generative learning-based physics learning material with an open-ended problem approach to stimulate students' critical thinking skills. Practicality is the level of use of the use of learning material produced as development products. This type of research is 4D consisting of the stages of defining, designing, developing, and disseminating. Practical tests are carried out after the defining stage, and the design stage is complete. The instrument of this study was the observation plan of RPP implementation, the teacher response questionnaire and response questionnaire of students, and the respondents were teachers and students of class X MIA in one of the SMAN in the city of Padang.  The method used is descriptive statistics to get the average value and percentage. Learning material is said to be practical if practitioners' assessments state that learning tools can be applied. Based on the teacher's response, the average percentage of 87.86% meets the very practical category, and the percentage of the average response of students is 76.91% fulfilling the practical category. Overall the average percentage of the practicalities of this learning device is 83.46% with a very practical category. This shows that this learning device is easy to use and useful for teachers and students.
Meningkatkan Hard Skills Dan Soft Skills Siswa Melalui Model Pembelajaran Koooperatif Tipe STAD Muhammad Alfiansyah; M. Arifuddin Jamal; Syubhan An'nur
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 2, No 2 (2014): JUNI 2014
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v2i2.848

Abstract

Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mendeskripsikan keefektifan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dalam meningkatkan hard skills dan soft skills  siswa SMAN 8 Barabai pada pokok bahasan fluida statis. Secara khusus untuk mendeskripsikan keterlaksanaan RPP model kooperatif tipe STAD,  hard skills siswa, soft skills siswa dan respon siswa. Metode penelitian yang digunakan merupakan penelitian tindakan kelas model Kemmis dan Mc Taggart. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan hard skills dan soft skills siswa. Hasil observasi pada model pembelajaran kooperatif tipe STAD terlaksana dengan sangat baik. Berdasarkan angket yang disebar menunjukkan respon siswa  terhadap pembelajaran secara umum tergolong baik. Diperoleh simpulan bahwa keefektifan model pembelajaran kooperatif tipe STAD  dalam meningkatkan hard skills dan soft skills siswa SMAN 8 Barabai pada pokok bahasan fluida statis berkategori efektif.  
Pengaruh Model Problem Based Learning terhadap Higher Order Thinking Skills Peserta Didik Febry Royantoro; Mujasam Mujasam; Irfan Yusuf; Sri Wahyu Widyaningsih
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 6, No 3 (2018): OKTOBER 2018
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v6i3.5436

Abstract

Higher Order Thinking Skills (HOTS) sangat diperlukan oleh peserta didik guna meningkatkan kemampuannya dalam mengatasi masalah pembelajaran. Hasil observasi menunjukkan bahwa masih banyak peserta didik di SMA Negeri 1 Manokwari yang mengalami kesulitan dalam memahami konsep fisika yang menurut mereka rumit. Salah satu model pembelajaran yang dapat melatih kemampuan berpikir peserta didik atau HOTS melalui penyelesaian masalah yaitu Problem Based Learning (PBL). Tujuan penelitian ini adalah menganalisis apakah terdapat pengaruh yang signifikan HOTS peserta didik yang diajar menggunakan model PBL dengan yang diajar menggunakan model konvensional. Metode yang digunakan yaitu Quasi Eksperimental dengan Non Equivalent Control Group Design. Teknik purposive sampling digunakan dalam pemilihan sampel yaitu Kelas XI IPA 2 sebagai kelas eksperimen yang berjumlah 24 orang dan kelas XI IPA 5 sebagai kelas kontrol yang berjumlah 32 orang. Hasil analisis uji prasyarat diperoleh bahwa data nilai HOTS peserta didik tidak terdistribusi normal dan tidak homogen sehingga dilakukan uji non parametrik wilcoxon. Nilai rata-rata HOTS peserta didik pada kelas eksperimen dan kontrol ditinjau dari aspek kognitif menganalisis 35,6 dan 32,6, mengevaluasi 60,8 dan 63,3, serta mengkreasi 32,3 dan 16,9. Nilai signifikansi uji wilcoxon sebesar 0,000 (sig 2-tailed < 0,05) yang menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan HOTS peserta didik yang diajar menggunakan model PBL dengan yang diajar menggunakan model konvensional. Dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran PBL berpengaruh terhadap HOTS peserta didik. Higher Order Thinking Skills (HOTS) is needed by students to improve their ability to overcome learning problems. The results of the observation show that there were still many students in SMA Negeri 1 Manokwari who have difficulties in understanding the concept of physics which they think is complicated. One learning model that can train students' thinking skills or HOTS through problem solving is Problem Based Learning (PBL). The purpose of this study was to analyze whether there was a significant influence of HOTS students that were taught using PBL models with those taught using conventional models. The method used was Quasi-Experimental with Non-Equivalent Control Group Design. The purposive sampling technique was used in the selection of samples, namely Class XI Science 2 as an experimental class totalling 24 people and class XI IPA 5 as a control class totalling 32 people. The results of the prerequisite test analysis showed that the HOTS valuesof students were not normally distributed and were not homogeneous so that the non parametric test of Wilcoxon was carried out. The average score of HOTS of students in the experimental and control classes viewed from the cognitive aspect analyzed 35.6 and 32.6, evaluated 60.8 and 63.3, and created 32.3 and 16.9. Wilcoxon tested significance value was 0,000 (sig 2-tailed <0,05) which shows that there was a significant influence of HOTS students that were taught using PBL models with those taught using conventional models. It can be concluded that PBL learning models affect HOTS students.
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas XI IPA 1 SMA KORPRI Banjarmasin Melalui Penerapan Model Quantum Teaching Pada Materi Ajar Usaha-Energi Desi Dewi Pratama; M. Arifuddin jamal; Suyidno Suyidno
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 1, No 2 (2013): Juni 2013
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v1i2.866

Abstract

Rendahnya hasil belajar siswa pada pelajaran fisika dikarenakan siswa jarang terlibat dalam pembelajaran. Oleh karena itu dilakukan penelitian  yang bertujuan meningkatkan hasil belajar. Tujuan khusus dari penelitian ini adalah mendiskripsikan (1) keterlaksanaan RPP, (2) peningkatan hasil belajar, (3) aktivitas siswa, (4) respon siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) model Hopkins yang terdiri atas tiga siklus, di mana setiap siklus meliputi plan, action/observation, dan  reflective. Data diperoleh melalui  tes, observasi, angket, dan dokumentasi. Teknik analisis data secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) keterlaksanaan RPP model quantum teaching pada siklus I secara umum terlaksana sangat baik, siklus II dan siklus III terlaksana sangat baik, (2) aktivitas siswa terdiri dari membaca, mendengar penjelasan, bertanya, diskusi, dan menyampaikan pendapat, sehingga secara umum aktivitas siswa pada siklus I aktif, sedangkan pada siklus II dan III sangat aktif, (3) peningkatan ketuntasan hasil belajar siswa secara klasikal yaitu siklus I sebesar 80% (tidak tuntas), siklus II sebesar 88% (tuntas) dan siklus III sebesar 91% (tuntas), (4) respon siswa  pada aspek  attention, relevance,  confidence, dan satisfaction , dalam kategori baik. Simpulan bahwa hasil belajar siswa kelas XI IPA 1 SMA KORPRI Banjarmasin dapat ditingkatkan melalui penerapan model quantum teaching pada materi ajar usaha-energi. 
Increasing Students’ Activity and Learning Outcome Used Guided Discovery Model Assisted by PhET Siti Raihanah; Eko Susilowati; Abdul Salam
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 7, No 2 (2019): JUNI 2019
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v7i2.6406

Abstract

The purpose of this study is to increase student's activity and learning outcome using guided discovery assisted by PhET (Physics Education Technology). The specific purpose of this study is to describe: 1) the implementation of the lesson plan, 2) activity, and 3) learning outcomes. The type of study that used is a classroom action research by Kemmis and Mc Taggart model that consists of two cycles. The subject of this study is the 24 students of class XII one of the vocational schools in the Banjarmasin city. The data is obtained through observation and test. The results of study in cycles I and II show: 1) the average score of implementation of the lesson plan increased from good category to very good category, 2) the student’s activity has increased 3) the learning outcomes increased from 0% to 87.5% and has been declared complete in cycle II. It can be concluded that the used implementation of guided discovery with PhET can increase activity and learning outcomes.
Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Siswa Dengan Menerapkan Model Inquiry-Discovery Learning (IDL) Terbimbing Bahrudin Bahrudin; Zainuddin Zainuddin; Suyidno Suyidno
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 1, No 3 (2013): Oktober 2013
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v1i3.883

Abstract

Rendahnya keterampilan proses sains siswa disebabkan karena siswa jarang dilatih berdiskusi dalam mempelajari materi pelajaran ataupun praktikum. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan keefektifan model Inquiry-Discovery Learning (IDL) terbimbing dalam meningkatkan keterampilan proses sains siswa kelas X-1 SMA Negeri 10 Banjarmasin pada materi ajar optika geometri. Secara khusus bertujuan mendeskripsikan keterampilan proses sains siswa, hasil belajar produk siswa, keterlaksanaan RPP, dan respon siswa. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas model Hopkins meliputi identifikasi masalah, perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Data diperoleh melalui observasi, tes, angket dan dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif, kuantitatif, dan kualitatif. Hasil analisis data menunjukkan bahwa keterlaksaan RPP terlaksana sangat baik dengan reabilitas rata-rata 90%, hasil belajar produk siswa mengalami peningkatan pada siklus I sebesar 83% (belum tuntas), siklus II sebesar 97% (tuntas), dan pada siklus III sebesar 100% (tuntas), keterampilan proses sains siswa mengalami peningkatan dari silkus I, II, dan III dengan ketegori cukup terampil menjadi terampil, dan respon minat dan motivasi siswa secara umum baik. Simpulan penelitian adalah model Inquiry-Discovery Learning (IDL) terbimbing pada materi ajar optika geometri di kelas X-1 SMA Negeri 10 Banjarmasin efektif dalam meningkatkan keterampilan proses sains siswa.   
Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Dan Hasil Belajar Siswa Pada Pelajaran IPA Fisika Kelas VIII B SMPN 24 Banjarmasin Melalui Model Inkuiri Terbimbing Marisyah Marisyah; Zainuddin Zainuddin; Sri Hartini
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 4, No 1 (2016): Februari 2016
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v4i1.1044

Abstract

Proses belajar mengajar hanya bersumber pada guru, akibatnya siswa tidak terlatih untuk mengembangkan keterampilan proses sains dalam menyelesaikan suatu masalah atau gejala fisika dan berimbas pada rendahnya hasil belajar siswa. Tujuan yang ingin dicapai pada penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan cara meningkatkan keterampilan proses sains dan hasil belajar siswa. Tujuan khusus penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: (1) keterlaksanaan RPP, (2) keterampilan proses sains siswa, (3) pencapaian hasil belajar siswa. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan Mc Taggart yang terdiri dari 2 siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII B SMPN 24 Banjarmasin. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) keterlaksanaan RPP model pembelajaran inkuiri terbimbing pada siklus I dan II terlaksana dengan sangat baik, (2) keterampilan proses sains siswa dari siklus I sampai dengan siklus II mengalami peningkatan, (3) ketuntasan hasil belajar siswa secara klasikal dari siklus I sampai dengan siklus II mengalami peningkatan diperoleh simpulan bahwa penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing dapat meningkatkan keterampilan proses sains dan hasil belajar siswa kelas VIII B SMPN 24 Banjarmasin.
Pengembangan Perangkat Pembelajaran IPA Fisika Berorientasi Keterampilan Berkomunikasi Menggunakan Model Pembelajaran Diskusi Kelas Di SMP Negeri 13 Banjarmasin Pipit Puspita Mayangsari; Zainuddin Zainuddin; Andi Ichsan Mahardika
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 4, No 3 (2016): OKTOBER 2016
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v4i3.1018

Abstract

Perangkat pembelajaran IPA fisika yang digunakan di sekolah selama ini dianggap belum memfasilitasi siswa untuk terampil dalam berkomunikasi. Oleh karena itu, dilakukan pengembangan perangkat pembelajaran berorientasi keterampilan berkomunikasi dengan model pembelajaran diskusi kelas yang memiliki tujuan khusus: (1) Mendeskripsikan validitas perangkat pembelajaran, (2) Mendeskripsikan kepraktisan perangkat pembelajaran ditinjau dari keterlaksanaan RPP, (3) Mendeskripsikan efektivitas perangkat pembelajaran ditinjau dari hasil belajar kognitif siswa, dan (4) mendeskripsikan pencapaian keterampilan berkomunikasi. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan menggunakan model pengembangan ADDIE. Perangkat yang dikembangkan berupa RPP, LKS, THB dan Materi ajar. Teknik analisis data berupa validasi perangkat pembelajaran, pengamatan keterlaksanaan RPP, tes hasil belajar, dan pengamatan keterampilan berkomunikasi. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Perangkat pembelajaran dinyatakan valid dengan katagori sangat baik (2) Kepraktisan perangkat pembelajaran terlaksana sangat baik (3) Efektivitas perangkat pembelajaran termasuk pada kategori sedang, dan (4) pencapaian keterampilan berkomunikasi dalam kategori baik. Disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran IPA fisika berorientasi keterampilan berkomunikasi dengan model pembelajaran diskusi kelas yang dikembangkan layak digunakan dalam pembelajaran.
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berorientasi Lingkungan Sekitar Bantaran Sungai Barito Untuk Melatihkan Keterampilan Proses Sains Imam Nor Ihsan; Muhammad Arifuddin Jamal; Abdul Salam M.
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 5, No 1 (2017): FEBRUARI 2017
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v5i1.2224

Abstract

 Pada proses perangkat pembelajaran  di sekolah dinilai masih kurang layak. Hal ini berimplikasi pada keterampilan proses sains dan hasil belajar kognitif siswa yang rendah. Untuk itu dilakukan pengembangan perangkat pembelajaran  menggunakan model inkuiri terbimbing yang memiliki tujuan khusus: (1) mendeskripsikan validitas perangkat pembelajaran, (2) mendeskripsikan kepraktisan perangkat pembelajaran yang ditinjau dari keterlaksanaan RPP, (3) Mendeskripsikan efektivitas perangkat pembelajaran yang ditinjau dari hasil belajar kognitif siswa, dan (4) mendeskripsikan pencapaian keterampilan  proses sains siswa. Pada penelitian ini  model yang digunakan model Dick and Carey. Instrumen yang dikembangkan berupa RPP, LKS, THB dan Materi ajar. Teknik pengumpulan data berupa validasi perangkat pembelajaran, pengamatan keterlaksanaan RPP, pengamatan KPS siswa, dan tes hasil belajar.  Teknik analisis data berupa deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan: (1) validitas perangkat pembelajaran berkategori valid, (2) kepraktisan perangkat pembelajaran dinilai terlaksana sangat baik, (3) efektifitas perangkat pembelajaran dinilai efektif, dan (4) pencapaian keterampilan proses sains siswa dinilai sangat baik. Diperoleh simpulan bahwa perangkat pembelajaran menggunakan model inkuiri terbimbing yang dikembangkan layak digunakan dalam pembelajaran. Learning device used in the learning process in schools is still considered less worthy. This has implications for science process skills and cognitive learning outcomes of students is low. To that made the development of the learning device by using the model of guided inquiry which has specific objectives: (1) describe the validity of the study, (2) describe the practicality of the device learning in terms of enforceability of RPP, (3) Describe the effectiveness of the learning in terms of the cognitive learning students, and (4) describe the achievement of science process skills of students. This research is a development which refers to the development model of Dick and Carey. The instrument was developed in the form of lesson plans, worksheets, THB and teaching materials. Technique data collecting device validation study, observation keterlaksanaan RPP, observations KPS students, and the achievement test. Data analysis techniques in the form of qualitative and quantitative descriptive. The results showed: (1) the validity of the learning device category is valid, (2) the practicality of the learning device rated executed very well, (3) the effectiveness of the learning device is considered effective, and (4) the achievement of science process skills of students rated as excellent. Be concluded that the device is guided inquiry learning model developed eligible for use in learning. 

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 1 (2025) Vol 12, No 3 (2024) Vol 12, No 2 (2024) Vol 12, No 1 (2024) Vol 11, No 3 (2023) Vol 11, No 2 (2023) Vol 11, No 1 (2023) Vol 10, No 3 (2022): OCTOBER 2022 Vol 10, No 2 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol 9, No 3 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 3 (2020): October 2020 Vol 8, No 2 (2020): JUNI 2020 Vol 8, No 1 (2020): FEBRUARI 2020 Vol 7, No 3 (2019): OKTOBER 2019 Vol 7, No 2 (2019): JUNI 2019 Vol 7, No 1 (2019): FEBRUARI 2019 Vol 6, No 3 (2018): OKTOBER 2018 Vol 6, No 2 (2018): JUNI 2018 Vol 6, No 2 (2018): JUNI 2018 Vol 6, No 1 (2018): FEBRUARI 2018 Vol 6, No 1 (2018): FEBRUARI 2018 Vol 5, No 3 (2017): OKTOBER 2017 Vol 5, No 3 (2017): OKTOBER 2017 Vol 5, No 2 (2017): JUNI 2017 Vol 5, No 2 (2017): JUNI 2017 Vol 5, No 1 (2017): FEBRUARI 2017 Vol 5, No 1 (2017): FEBRUARI 2017 Vol 4, No 3 (2016): OKTOBER 2016 Vol 4, No 3 (2016): OKTOBER 2016 Vol 4, No 2 (2016): JUNI 2016 Vol 4, No 2 (2016): JUNI 2016 Vol 4, No 1 (2016): Februari 2016 Vol 4, No 1 (2016): Februari 2016 Vol 3, No 3 (2015): Oktober 2015 Vol 3, No 3 (2015): Oktober 2015 Vol 3, No 2 (2015): Juni 2015 Vol 3, No 2 (2015): Juni 2015 Vol 3, No 1 (2015): Februari 2015 Vol 3, No 1 (2015): Februari 2015 Vol 2, No 3 (2014): Oktober 2014 Vol 2, No 3 (2014): Oktober 2014 Vol 2, No 2 (2014): JUNI 2014 Vol 2, No 2 (2014): JUNI 2014 Vol 2, No 1 (2014): Februari 2014 Vol 2, No 1 (2014): Februari 2014 Vol 1, No 3 (2013): Oktober 2013 Vol 1, No 3 (2013): Oktober 2013 Vol 1, No 2 (2013): Juni 2013 Vol 1, No 2 (2013): Juni 2013 Vol 1, No 1 (2013): Februari 2013 Vol 1, No 1 (2013): Februari 2013 More Issue