cover
Contact Name
Misbah
Contact Email
misbah_pfis@ulm.ac.id
Phone
+628975586104
Journal Mail Official
vidyakarya@ulm.ac.id
Editorial Address
Jl cemara raya no 28 banjarmasin Utara
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Vidya Karya
ISSN : 02159619     EISSN : 26147149     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Core Subject : Education,
Vidya Karya terbit dua kali setahun pada bulan April dan Oktober, berisi artikel hasil penelitian dan kajian analitis krtitis setara dengan hasil penelitian di bidang teori dan atau praktik kependidikan
Articles 276 Documents
STUDENTS’ RESPONSES TOWARD INDIRECT FEEDBACK THROUGH ASYNCHRONOUS ONLINE MEDIA Fahmi Hidayat
Vidya Karya Vol 33, No 1 (2018): April 2018
Publisher : FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.564 KB) | DOI: 10.20527/jvk.v33i1.5415

Abstract

Abstract. This study investigated students’ responses toward indirect feedback in asynchronous online media. The study aimed to provide evidence that the students gained more interest and confidence after getting indirect feedback from teacher and writing by using technology. The study used qualitative approach. The study involved 20 students whereas students have to write a paragraph. The data were collected by using three types of instruments including writing test, assessment format, and questionnaire. The study resulted in the following findings; students in this study were successful in correcting their errors and improving their writings after the teacher gave indirect feedbacks for their paragraph. However, the students’ writing requires improvement since the same problems and even the new problems were still found in students’ after getting indirect feedback. Students need to enrich their vocabulary to describe their thought. Students rarely use the punctuation in their sentences. Keywords: writing, indirect feedback, asynchronous online.
INTEGRATING HIDE AND SEEK GAME ON TBL (TASK-BASED LEARNING) CLASSROOM Yulieda Hermanier; Yasyir Fahmi Mubaraq
Vidya Karya Vol 31, No 1 (2016): April 2016
Publisher : FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.456 KB) | DOI: 10.20527/jvk.v31i1.3977

Abstract

Abstract: The teaching of speaking is emphasized as an important skill due to the large number of students who want to study English in order to use English for communicative purposes. The TBL approach is said to be appropriate way to develop communicative purposes. By using Hide and seek game, the students are willing to communicate with a joyful learning. The game also provides integrated skills in English learning. This study uses qualitative approach by describing the classroom situation and the application of game in the teaching. The data collected through observation in the classroom by using observation sheet as the main instrument. The researchers also took photos and videos as secondary data. This study reveals the strength of Hide and Seek game and how it is applied in the EFL classroom. Key words: Hide and Seek game, Language game, TBL, Communicative Purpose, and EFLAbstrak: Pengajaran speaking ditekankan sebagai salah satu keterampilan penting dikarenakan sejumlah besar siswa yang ingin belajar bahasa Inggris dan menggunakan bahasa Inggris untuk tujuan komunikatif. Pendekatan TBL merupakan  salah satu cara yang tepat untuk mengembangkan tujuan komunikatif. Dengan menggunakan permainan petak umpet, siswa bersedia untuk berkomunikasi melalui pembelajaran yang menyenangkan. Permainan ini juga memberikan keterampilan yang terintegrasi dalam pembelajaran bahasa Inggris. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggambarkan situasi kelas dan aplikasi game dalam pengajaran. Data dikumpulkan melalui observasi di kelas dengan menggunakan lembar observasi sebagai instrumen utama. Para peneliti juga mengambil foto dan video sebagai data sekunder. Penelitian ini mengungkap kelebihan permainan petak umpet dan bagaimana permainan ini diterapkan di kelas EFL.Kata Kunci: Permainan Petak Umpet, Permainan Bahasa, TBL, Tujuan Komunikatif, dan EFL
STUDENTS’ RESPONSE TOWARD THE DEVELOPMENT OF STUDENT WORKSHEET WITH PROBLEM BASED LEARNING IN COMPARISON MATERIAL AT CLASS VII-1 OF SMP NEGERI 1 KUANTAN MUDIK Syarifah Nur Siregar; Syofni Syofni; Metti Sukri; Titi Solfitri
Vidya Karya Vol 32, No 1 (2017): April 2017
Publisher : FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.655 KB) | DOI: 10.20527/jvk.v32i1.4146

Abstract

Abstract— This study aimed to determine students' responses toward the development of student worksheet with problem based learning model in the comparison material. This study used 4-D model of development that consisted of four stages, namely the definition, design, development, and disseminate. Data collection instruments were sheets of validation and questionnaire of students’ responses. The questionnaire of students’ responses used Guttman scale consisting of 20 items of positive and negative statements. Grain statement was based on the aspects of accuracy, conformity with learning models, as well as the fulfillment of the terms of didactic, construction, and technical. Before tested to students, the student worksheet has been validated by three experts on mathematics education with very valid results (3.73). The student worksheet trial conducted to 32 students of class VII-1 SMPN 1 Kuantan Mudik, Kuantan Singingi, Riau Province during the second semester of the academic year 2016/2017. After carrying out learning by using worksheets, students were given the response questionnaire. Overall, students gave a positive response to the student worksheet which amounted to 94.37% categorized as very practical. Although the student worksheet already using Indonesian referring to Spelling Enhanced, there are some students who think that they find the unknown word or term on student worksheet. However, this is not a significant obstacle in learning because the student worksheet was developed for group learning so students can discuss things they did not understand with their group members.  Keywords: problem based learning, students’ response, students’ worksheet Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon siswa terhadap Lembar Kerja Siswa berbasis Problem Based Learning yang dikembangkan. Pengembangan menggunakan model 4-D  yang terdiri dari 4 tahap yaitu Definition, Design, Development, dan Disseminate. Pengumpulan data menggunakan lembar validasi dan angket respon siswa.  Angket respon siswa menggunakan skala Guttman yang terdiri atas 20 item berisi pernyataan positif dan negative. Item pernyataan didasarkan pada aspek akurasi, kesesuaian dengan model pembelajaran, serta pemenuhan syarat didaktik, konstruksi, dan teknis. Sebelum diuji kepada siswa, lembar kerja siswa divalidasi oleh tiga ahli pendidikan matematika dengan hasil yang sangat valid (3,73). Uji coba lembar kerja siswa dilakukan kepada 32 siswa kelas VII-1 SMPN 1 Kuantan Mudik, Kuantan Singingi, Provinsi Riau pada semester II tahun akademik 2016/2017. Setelah melakukan pembelajaran dengan menggunakan lembar kerja, siswa diberi angket respon. Secara keseluruhan, siswa memberikan respon positif terhadap lembar kerja siswa yang berjumlah 94,37% tergolong sangat praktis. Meskipun lembar kerja siswa sudah menggunakan bahasa Indonesia yang mengacu pada Ejaan yang Disempurnakan, ada beberapa siswa yang menemukan kata atau istilah yang tidak diketahui pada lembar kerja siswa. Namun, ini bukan masalah karena lembar kerja siswa dikembangkan untuk pembelajaran kelompok sehingga siswa dapat mendiskusikan hal-hal yang tidak mereka mengerti dengan anggota kelompok mereka. Keywords: problem based learning, students’ response, students’ worksheet
PENERAPAN MODEL BIMBINGAN BERBASIS LEMBAR KERJA DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU MENYUSUN INSTRUMEN PENILAIAN BENTUK TES TERTULIS Abdul Hamid
Vidya Karya Vol 32, No 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.211 KB) | DOI: 10.20527/jvk.v32i2.5236

Abstract

Abstract.  This school action research was intended to find out the  information about the application of the worksheet based guidance to increase  the teachers' ability in arranging the paper and pencil test instrument. The subjects of this research consisted of 24 teachers. This research was conducted in two cycles with the four steps: planning, acting, observing and reflecting. The data of  the competence achieved  by the teachers was collected by scoring their answers/works.. The result of this study showed that the application of the worksheet based  guidance was able to increase the teachers'ability in arranging  the paper and pencil test instrument at SMP Negeri 7 Banjarmasin. Keywords:Teachers’ability,  test instrument, the worksheet Abstrak. Penelitian tindakan sekolah ini bertujuan untuk  mendapatkan informasi tentang penerapan model bimbingan berbasis lembar kerja dalam meningkatkan kemampuan guru menyusun instrumen penilaian bentuk tes tertulis. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 7 Banjarmasin dengan subjek penelitian sebanyak 24 orang guru. Penelitian ini dilaksanakan dengan 2 siklus dengan tahapan kegiatan mulai perencanaan, pelaksanaan, pengamatan/observasi dan refleksi. Data berupa  kompetensi yang dicapai guru dalam menyusun tes bentuk tertulis diperoleh dengan melakukan penskoran terhadap hasil jawaban. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Bimbingan Berbasis Lembar Kerja (LK) dapat meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun instrumen penilaian bentuk tes tertulis di SMP Negeri 7 Banjarmasin. Kata kunci: Kemampuan guru, instrumen penilaian, lembar kerja
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PERMAINAN KARTU UNO PADA MATERI SENYAWA HIDROKARBON TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA Yunita Sari; Gusti Hadiatus Solehah; Mohan Taufiq Mashuri
Vidya Karya Vol 33, No 1 (2018): April 2018
Publisher : FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.206 KB) | DOI: 10.20527/jvk.v33i1.5391

Abstract

learning outcomes in hydrocarbon material. The research subjects were 40 tenth grade students from  X 2 and X 4 class of SMA KORPRI Banjarmasin. This study used a quasi-experimental design by implementing nonequivalent control group design. Experimental class was taught by using UNO card game media, while control class used direct instruction without applying media. The data were collected using multiple-choice test and statistically analyzed using the t- test. The results showed that there were differences in the learning outcomes of the experimental and control group students. Students who are taught using the UNO card game media obtain better learning outcomes than students who are taught by direct learning. Keywords: UNO card media, learning outcome, hydrocarbon. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media permainan kartu UNO terhadap hasil belajar siswa pada materi hidrokarbon. Subjek penelitian adalah 40 orang siswa kelas X 2 dan X 4 SMA KORPRI Banjarmasin . Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen berupa nonequivalent control group design. Kelas eksperimen diajarkan menggunakan permainan kartu media UNO, sedangkan kelas kontrol menggunakan pengajaran langsung tanpa menggunakabn media.  Data dikumpulkan menggunakan tes pilihan ganda dan dianalisis statistik menggunakan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar siswa kelompok eksperimen dan kontrol. Siswa yang dibelajarkan menggunakan media permainan kartu UNO memperoleh hasil belajar yang lebih baik dibanding siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran langsung. Kata kunci: media permainan kartu UNO, hasil belajar, hidrokarbon
PERAMPASAN HAK PENDIDIKAN PEREMPUAN DALAM IKATAN PERKAWINAN USIA ANAK DI PROVINSI KALIMANTAN SELATAN (Analisis Data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia Tahun 2012) Norma Yuni Kartika; Muhajir Darwin; Sukamdi Sukamdi
Vidya Karya Vol 31, No 2 (2016): Oktober 2016
Publisher : FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.103 KB) | DOI: 10.20527/jvk.v31i2.3988

Abstract

Abstract. This study aimed to find out the deprivation of women's education right in the bond of child age marriage in the province of South Kalimantan. The design of the study was cross-sectional study using data Indonesia Demographic and Health Survey (IDHS) in 2012. The right of women education in this study is the educational attainment and achievement of nine-year compulsory education of 15-49 years old women. The age of first marriage is divided into three categories, namely under 18 years, 18-20 years and above 20 years. The population of this study in accordance with the population on the IDHS 2012 in South Kalimantan. Analysis of the data using the percentage distribution and Chi Square test. The highest percentage of women at first marriage age under 18 years, 18-20 years and over 20 years in a row namely ungraduated of primary school (38.81%), ungraduated of junior high school (30.32%) and graduate of junior high school (33.86 %). The highest percentage of first marriage age under 18 years old and 18-20 years old at is similar, namely not achieving the nine years compulsory (93.84% and 71.48%), while the highest percentage age of first marriage of women over 20-year is achieving the nine year cumpolsary (56.65%). Keywords: deprivation, women's education right, marriage age Abstrak. Tulisan ini bertujuan mengetahui perampasan hak pendidikan perempuan dalam ikatan perkawinan usia anak di Provinsi Kalimantan Selatan. Rancangan penelitian cross sectional dengan menggunakan data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) Tahun 2012. Hak pendidikan perempuan dalam penelitian ini yaitu pencapaian pendidikan dan pencapaian wajib belajar sembilan tahun perempuan 15-49 tahun. Usia perkawinan pertama dibagi tiga kategori, yaitu di bawah 18 tahun, 18-20 tahun dan di atas 20 tahun. Populasi tulisan ini sesuai dengan populasi pada SDKI 2012 di Provinsi Kalimantan Selatan.  Analisis data menggunakan distribusi prosentase dan  uji Chi Square. Prosentase tertinggi usia perkawinan pertama perempuan di bawah 18 tahun, 18-20 tahun dan di atas 20 tahun berturut-turut yaitu tidak tamat SD (38,81 %), tidak tamat SMP (30,32 %) dan Tamat SMP (33,86 %). Usia perkawinan pertama di bawah 18 tahun dan 18-20 tahun prosentase tertingginya sama, yaitu tidak tercapainya wajib belajar sembilan tahun (93,84 % dan 71,48 %), sedangkan usia perkawinan pertama perempuan di atas 20 tahun tertinggi pada tercapainya wajib belajar sembilan tahun (56,65 %). Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa perkawinan usia anak perempuan mayoritas tidak mencapai wajib belajar sembilan tahun. Artinya ikatan perkawinan usia anak telah merampas hak pendidikan perempuan di Kalimantan Selatan.  Kata kunci: perampasan, hak pendidikan perempuan, perkawinan usia anak 
PENERAPAN MODEL EXPLICIT INSTRUCTION DIKOMBINASIKAN DENGAN MODEL PROBING PROMPTING DAN MEDIA REALITA PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SEKOLAH DASAR Darmiyati Darmiyati; Riwi Noor Hasanah
Vidya Karya Vol 32, No 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.146 KB) | DOI: 10.20527/jvk.v32i2.5231

Abstract

Abstract. The reaearch aims to know the activities of teachers, student activities, and student learning outcomes on solving the simple fractional materials by applying Explicit Instruction model combined with Probing Prompting model and Reality media. The research was carried out in grade III elementary school of 4 Sungai Ulin Banjarbaru by using 26 students as the research subject . The research use qualitative and the type of the research is classroom action research (CAR). This research was conducted by collaborators who are following the steps  of planning, implementation, observatin, and reflection. The  study was conducted in 2 cycles and each cycle consisted of 2 meetings. The data were collected through interviews, and tests. The data analysis used in this research is qualitative and quantitative. The results showed that student learning outcomes increased after each topic was given by administering testsand non test by observing teacher and students in learning mathematics. Keywords: student learning outcome, explicit instruction, probing prompting, realita media, simple fractional,.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas guru, aktivitas siswa, dan hasil belajar siswa pada materi memecahkan soal pecahan sederhana dengan menerapkan model Explicit Instruction dikombinasikan dengan model Probing Prompting dan media Realita. Penelitian ini dilaksanakan di kelas III SDN 4 Sungai Ulin Banjarbaru dengan jumlah siswa 26 orang. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dibantu oleh kolaborator yang mengikuti langkah-langkah perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dengan 2 siklus dan tiap siklus terdiri dari 2 kali pertemuan. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan tes. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa meningkat setelah setiap topik pembelajaran diberikan perbaikan dalam bentuk pemberian tes dan non tes berupa observasi guru dalam melaksanakan pembelajaran dan observasi siswa dalam mengikuti pembelajaran Matematika. Kata Kunci: hasil belajar, explicit instruction, probing prompting, media realita, pecahan sederhana.
ANALISIS WACANA IKLAN RADIO GEMA FM BANJARMASIN Fithratun Nisa
Vidya Karya Vol 31, No 1 (2016): April 2016
Publisher : FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.925 KB) | DOI: 10.20527/jvk.v31i1.3972

Abstract

Abstract: This study aimed to describe the discourse structure of Gema FM radio ad in Banjarmasin, including: (1) The headline, (2) body and (3) close. This research is a qualitative descriptive method. The result showed that the Gema FM radio ad Banjarmasin has three discourse structures, namely: the main item, advertising agencies, and cover advertising. (1) The main point of the ad is divided into five types, namely: (a) the proposition that emphasizes profit potential consumers, such IM3 murahnya menemani tiap hari, (b) the proposition that arouse the curiosity of potential consumers, such as Kalau mau mengecat ulang pagar halaman rumah, tembok, dan dinding pakai cat Dana Paint aja!, (c) proposition in the form of questions that require more attention, such as Mau gratis nelpon ke sesama Telkomsel plus 100 sms ke semua operator?, (d) proposition who gave the command or commands to prospective customers such as Antangin !, and (e) proposition that makes consumers particularly interested, like Mom, there is an info for you !. (2) The advertising agency is divided into three types, namely: (a) the body part that proposition it contains subjective reasons, such as Ultra-Flu Extra !, Bujur-bujur harat (b) the body part that the proposition contains objective reasons, as we could get 5000 SMS to all operators every day for free !, and (c) the body part that the proposition contains a mix of objective and subjective reasons, such as Buat loe yang pengen gaya and tambah gaul kudu pakai Quick Silver, Roxy, and DG! Ray Surf big sale, diskon sampai 80%, loh!. (3) closing ad is divided into four types, namely: (a) the development of the hard and soft techniques, such as Ayo, nikmati murahnya IM3 seharian! Murah itu IM3!, (b) software development techniques, such as Kualitas terbaik hanya satu, beras JDR!, (c) development with a mix of software engineering and passive items, like Untuk informasi, hubungi Mila di 0511-7505044. Pesona Cipta Balon untuk acara yang meriah dan berkesan! and (d) development with a mix of hard engineering and passive items, such as Ayo, buruan belanja fashion ke Ray Surf  Duta Mall lantai 3 blok b12 d15!. Keywords: discourse structure ads, and radio ads Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur wacana iklan di radio Gema FM Banjarmasin, meliputi: (1) butir utama (headline), (2) badan (body), dan (3) penutup (close). Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif  dengan metode deskriptif. Hasil analisis data menunjukkan bahwa iklan radio Gema FM Banjarmasin memiliki tiga struktur wacana, yaitu: butir utama, badan iklan, dan penutup iklan. (1) Butir utama iklan terbagi menjadi 5 jenis, yaitu: (a) proposisi yang menekankan keuntungan calon konsumen, seperti IM3 murahnya menemani tiap hari,        (b) proposisi yang membangkitkan rasa ingin tahu calon konsumen, seperti Kalau mau mengecat ulang pagar halaman rumah, tembok, dan dinding pakai cat Dana Paint aja!,      (c) proposisi berupa pertanyaan yang menuntut perhatian lebih, seperti Mau gratis nelpon ke sesama Telkomsel plus 100 sms ke semua operator?, (d) Proposisi yang memberi komando atau perintah kepada calon konsumen, seperti Dapatkan obat batuk herbal Antangin!, dan   (e) Proposisi yang membuat konsumen khusus tertarik, seperti Bu, ada info untuk Anda!.    (2) Badan iklan terbagi menjadi 3 jenis, yaitu: (a) bagian badan yang proposisinya berisi alasan subjektif, seperti Ultra Flu Ekstra bujur-bujur harat!, (b) bagian badan yang proposisinya berisi alasan objektif, seperti kita bisa dapat gratis 5000 sms setiap hari ke semua operator!, dan (c) bagian badan yang proposisinya berisi campuran alasan objektif dan subjektif, seperti Buat loe yang pengen gaya and tambah gaul kudu pakai Quick Silver, Roxy, and DG! Ray Surf big sale, diskon sampai 80%, loh!. (3) Penutup iklan terbagi menjadi 4 jenis, yaitu: (a) pengembangan dengan teknik keras dan lunak, seperti Ayo, nikmati murahnya IM3 seharian! Murah itu IM3!, (b) pengembangan dengan teknik lunak, seperti Kualitas terbaik hanya satu, beras JDR!, (c) pengembangan dengan campuran teknik lunak dan butir-butir pasif, seperti Untuk informasi, hubungi Mila di 0511-7505044. Pesona Cipta Balon untuk acara yang meriah dan berkesan!, dan (d) Pengembangan dengan campuran teknik keras dan butir-butir pasif, seperti Ayo, buruan belanja fashion ke Ray Surf  Duta Mall lantai 3 blok b12 d15!. Kata kunci: struktur wacana iklan, dan iklan radio
PEMBELAJARAN IPA (FISIKA) HARATI BERORIENTASI PADA PENDEKATAN ILMIAH DAN NILAI MORAL Theo Jhoni Hartanto
Vidya Karya Vol 31, No 2 (2016): Oktober 2016
Publisher : FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.05 KB) | DOI: 10.20527/jvk.v31i2.3983

Abstract

Abstract: There are two findings found by the author from the observation related to science (physics) learning activities in several Junior High Schools (SMP) at Palangka Raya city. The first one, science learning tends to be more focused to the teachers, so that most students thought that science (physics) as the subject which is hard to understand. The second one, science (physics) teachers have not completely done their duty yet to plant  some moral values inside the students’ mind. Generally, the learning activities only focused to the cognitive aspect. Based on those two findings, science instruction which is interested from product, process, and attitude, need to be applied. Therefore, this article was presented to describe the harati instruction which try to balance between the “thingking” and the “feeling” aspect in science (physics) learning practice in Junior High School (SMP)Key Words: moral value, harati instruction Abstrak: Ada dua hasil observasi yang ditemukan penulis berkaitan dengan kegiatan pembelajaran IPA (fisika) di sekolah menengah pertama (SMP) di Kota Palangka Raya. Pertama pembelajaran IPA cenderung lebih berpusat pada guru sehingga sebagian besar siswa menganggap mata pelajaran IPA (fisika) sebagai mata pelajaran yang sulit dipahami. Hal ini berefek pada hasil belajar siswa yang tidak sesuai dengan harapan. Kedua, guru IPA (fisika) belum sepenuhnya melaksanakan tugasnya sebagai pendidik yang bertanggung jawab untuk menanamkan nilai moral dalam diri siswa. Umumnya pembelajaran hanya fokus kepada aspek kognitif. Berdasarkan dua hal tersebut, pembelajaran IPA yang sesuai dengan hakikatnya sebagai produk, proses, dan sikap yang terintegrasi perlu untuk dilakukan. Oleh sebab itu, artikel ini hadir untuk memaparkan pembelajaran harati, yaitu pembelajaran yang mengupayakan keseimbangan  antara  aspek  “pikir”  dengan “hati” dalam praktik pembelajaran IPA (fisika) di SMP.Kata Kunci: nilai moral, pembelajaran harati
MENINGKATKAN KEMAMPUAN ANALISIS DAN SIKAP ILMIAH SISWA MELALUI MODEL EXPLICIT INSTRUCTION DENGAN METODE PRAKTIKUM PADA MATERI AJAR LISTRIK DINAMIS Ariyanti Maulida Putri; Muhammad Arifuddin; Misbah Misbah
Vidya Karya Vol 32, No 1 (2017): April 2017
Publisher : FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.531 KB) | DOI: 10.20527/jvk.v32i1.4900

Abstract

Abstract: The lowness of students’ analysis skill and scientific attitude in the class of X-1 of SMA PGRI 6 Banjarmasin in physics learning became the background of this study. Therefore, this study proposed the solution by implementing Explicit Instruction model together with Practicum method. Using the Hopskin model, the type of the study is a class action research study that comprise of two cycles. Every cycle has the stages of make plan, action/observe, and reflection. The data were collected through test, observation, questionaire, and documentation. The data were analyzed in the way of descriptive-qualitative and quantitative. The study result showed that: (1) the implementation of Lesson Plan (RPP) was improved from good category in cycle I to very good category in cycle II. (2) students’ study result has improved according to classical mastery, from not fullfilled in cycle I (individual mastery was only 40%) to mastered in cycle II (individual mastery was 89%), (3) students’ analysis skill has improved from 40% in cycle I to 89% in cycle II, (4) students’ scientific attitude was also improved from 87.1% in cycle I to 94% in cycle II. Therefore, it can be concluded that the analysis skill and scientific attitude of students in the class of X-1 SMA PGRI 6 Banjarmasin in dynamic electric topic can be improved through the Explicit Instruction model together with practicum model.  Keywords: Analysis skill, scientific attitude, explicit instruction, prakticum, dynamic electric. Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya kemampuan analisis dan sikap ilmiah siswa kelas X-1 SMA PGRI 6 Banjarmasin pada pembelajaran fisika. Oleh karena itu peneliti mengajukan solusi permasalahan dengan  mengimplementasikan model explicit instruction dengan metode praktikum. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas model Hopskin yang terdiri dari 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari tahapan perencanaan, tindakan/observasi, dan refleksi. Data diperoleh melalui tes, observasi,  angket, dan dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Keterlaksanaan RPP meningkat dari kategori baik pada siklus I menjadi berkategori sangat baik pada siklus II, (2) Hasil belajar siswa meningkat berdasarkan ketuntasan klasikal dari tidak tuntas pada siklus I (ketuntasan individu hanya 40%) menjadi tuntas secara klasikal pada siklus II  (ketuntasan individu sebesar 89%), (3) Kemampuan analisis siswa meningkat dari  40% pada siklus I menjadi 89% pada siklus II,  (4) Sikap ilmiah siswa juga mengalami peningkatan dari  87,1% pada siklus I menjadi  94% pada siklus II. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kemampuan analisis dan sikap ilmiah siswa kelas X-1 SMA PGRI 6 Banjarmasin pada materi ajar listrik dinamis dapat ditingkatkan melalui model explicit instruction metode praktikum. Katakunci: Kemampuan analisis, sikap ilmiah, explicit instruction,  praktikum, listrik dinamis

Page 11 of 28 | Total Record : 276