cover
Contact Name
Misbah
Contact Email
misbah_pfis@ulm.ac.id
Phone
+628975586104
Journal Mail Official
vidyakarya@ulm.ac.id
Editorial Address
Jl cemara raya no 28 banjarmasin Utara
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Vidya Karya
ISSN : 02159619     EISSN : 26147149     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Core Subject : Education,
Vidya Karya terbit dua kali setahun pada bulan April dan Oktober, berisi artikel hasil penelitian dan kajian analitis krtitis setara dengan hasil penelitian di bidang teori dan atau praktik kependidikan
Articles 276 Documents
IMPLEMENTASI MODEL STAD UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI SUHU DAN PEMUAIAN Rahmadi Rahmadi
Vidya Karya Vol 31, No 2 (2016): Oktober 2016
Publisher : FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.977 KB) | DOI: 10.20527/jvk.v31i2.3992

Abstract

preparation to learn natural science concepts. In fact, many students have difficulties in understanding the concepts, so that the average value of student achievement does not reach the standard. The purpose of this study was to improve students' learning and understanding, as well as evaluate the response of the 7th grade students of SMPN 1 Rantau towards temperature and expansion concepts using STAD method. The method used in this study was action research. Data collection applied in this study was tests and questionnaires techniques. The data was analyzed by using percentage. This research was conducted at SMPN 1 Rantau. There are 33 of seventh grade students involved as the subject in this study. The results showed that student learning outcomes in concepts of temperature and expansion improved by the use of STAD model, students and teachers activities in learning were running well. Students were also have positive response to the implementation of STAD model. Keywords: Temperature, Expansion, STAD model  Abstrak. Konsep suhu dan pemuaian merupakan konsep yang sangat penting untuk dikuasai siswa sebagai bekal mempelajari konsep-konsep IPA selanjutnya. Padahal, justru banyak siswa mengalami kesulitan dalam memahami konsep suhu dan pemuaian, sehingga nilai rata-rata prestasi siswa tidak mencapai standar yang telah ditetapkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan proses pembelajaran dan pemahaman siswa, serta mengetahui respon siswa kelas VII SMPN 1 Rantau terhadap pembelajaran konsep suhu dan pemuaian menggunakan metode STAD. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah action research. Pengumpulan data menggunakan teknik tes dan angket. Analisis data menggunakan teknik persentase. Penelitian ini dilaksanakan di  SMPN 1 Rantau  dengan subjek 33 orang siswa kelas VII A. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi suhu dan pemuaian, aktivitas belajar siswa dan mengajar guru berlangsung baik, serta respon siswa terhadap pembelajaran konsep suhu dan pemuaian menggunakan model kooperatif tipe STAD positif.  Kata Kunci: Suhu, Pemuaian, model STAD.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA BERBASIS MULTI INTELEGENSI PADA MATERI KELARUTAN DAN KESETIMBANGAN LARUTAN (Ksp) MELALUI MODEL INQUIRY TERBIMBING Syailani Syailani
Vidya Karya Vol 32, No 1 (2017): April 2017
Publisher : FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.754 KB) | DOI: 10.20527/jvk.v32i1.4148

Abstract

Abstract. There has been a research in regards to the application of ‘guided inquiry model’ on the multi-intelligence based learning of the solution solubility and equilibrium in the 11th grade students of science in SMA Negeri 1 Banjarmasin. The study aimed to identify student’s achievement and response toward guided inquiry model on the topic of solution solubility and equilibrium. The research was a class-action research conducted in 2 cycles. Each cycle consisted of planning; action,  observation and evaluation, analysis and reflection steps. The subject of the study are the 11th  grade students of Science in SMA Negeri 1 Banjarmasin consisting of 22 students. The data was collected  using test and observation. The result found that students’ achievement of chemistry especially on the solubility and equilibrium showed a significant improvement. The use of Guided Inquiry model improves students’ acvievement from 25% on the 1st cycle to 90% on the 2nd cycle.  Student’s activities score improves from  47 on the 1st cycle to 52 on the 2nd cycle which both score stand for ’very active’. Teacher’s activities score on the learning improves from 49 on the 1st cycle to 52 on the 2nd cycle and both also stand for ’very active’. Students give very good response to the model. The use of the model gave a better students’ understanding to the topic and fully involved on learning. Students’ responsibility of doing assignment grow better.  Students feel that the class was very pleasing, teacher was functioned as the facilitator or the advisor on learning. Keywords: guided inquiry, multi-intelligence, solubility and equilibrium  Abstrak. Telah dilakukan penelitian tentang penerapan model inkuiri terbimbing pada pembelajaran materi kelarutan dan kesetimbangan larutan berbasis multi intelegensi di kelas XI IPA 7  SMA Negeri 1 Banjarmasin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa pada materi kelarutan   dan Ksp, serta respon siswa pada pembelajaran menggunakan model inquiry  terbimbing. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Tiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan evaluasi,  serta analisis dan refleksi. Subjek penelitian adalah 22 siswa kelas XI IPA 7 SMA Negeri 1 Banjarmasin. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prestasi belajar kimia siswa pada materi kelarutan dan kesetimbangan larutan  menggunakan model inkuiri terbimbing meningkat secara signifikan. Penggunaan model inkuiri terbimbing meningkatkan ketuntasan hasil belajar kimia pada materi kelarutan dan kesetimbangan larutan dari siklus 1 sebesar  25 %,  menjadi lebih 90 % pada siklus II.  Skor aktivitas siswa meningkat dari 47 pada siklus I menjadi 52 pada siklus II dengan  kriteria sangat aktif. Aktivitas guru meningkat dari skor 49 pada siklus I menjadi 52 pada siklus II dengan kriteria sangat aktif. Penggunaan model membuat siswa merasa lebih mudah memahami materi, terlibat sepenuhnya dalam pembelajaran, dan menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap tugas yang diberikan. Pembelajaran sangat menyenangkan dimana guru berperan sebagai fasilitator pembelajaran.  Kata kunci: model Inquiri terbimbing, multi-intelegensi, Kelarutan dan Ksp
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA SMA PADA MATERI GERAK HARMONIK SEDERHANA Ince Raudhiah Zahra; Benyamin Matius; Abdul Hakim
Vidya Karya Vol 33, No 1 (2018): April 2018
Publisher : FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.338 KB) | DOI: 10.20527/jvk.v33i1.5389

Abstract

Abstract. This study aims to determine the improvement of student’s problem solving skill after applying the problem based learning model and determine it’s effectiveness. This is a quantitative research with one group pretest-posttest design. Cluster random sampling was used, and 28 samples were obtained from one of high schools in Samarinda. The result of the analysis with Wilcoxon Signed Rank Test. The result showed that there’s a significant difference between students’ problem solving skill before and after the treatment, with the ­p-value 0,00 with significance 0,05. Generally, students’ problem solving skill increased from 8.5 to 29.5, with N-Gain of 0,2, which is classified as a low category. The highest gain was found in the ability of understanding the problem, with the ­N-Gain of 0,4, which is classified as a middle category. Meanwhile the indicator of students’ skill on planning problems, solving problems, and doing the re-check, were classified as low increasing category with N-Gain of 0,2. Based on calculation of effect size (d), which is 1,96 that is classified as a big category, the implementation of the treatment had a high effectiveness.   Keywords : Problem Based Learning, Problem Solving Skill, Simple Harmonic MotionAbstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemecahan masalah siswa setelah diterapkan model problem based learning dan mengetahui tingkat efektifitas dari penerapan model tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain one group pretest-posttest. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah cluster random sampling, dengan sampel sebanyak 28 siswa dari salah satu sekolah SMA di Samarinda. Data dianalisis menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan pemecahan masalah siswa saat pretest dan posttest dengan perolehan p-value 0,00 dan signifikansi 0,05. Rata-rata kemampuan pemecahan masalah siswa mengalami kenaikan dari 8,5 menjadi 29,5 dengan N-Gain 0,2 yang termasuk dalam kategori rendah. Peningkatan tertinggi diperoleh indikator memahami masalah dengan N-Gain 0,4 yang termasuk dalam kategori sedang, sedangkan indikator kemampuan siswa merencanakan masalah, menyelesaikan masalah dan melakukan pengecekkan kembali termasuk dalam kategori rendah dengan N-Gain 0,2. Tingkat efektivitas yang diperoleh termasuk dalam kategori tinggi dengan nilai effect size (d) 1,96 yang termasuk dalam kategori besar.Kata Kunci : Problem Based Learning, Kemampuan Pemecahan Masalah, Gerak Harmonik Sederhana
STUDI PENDAHULUAN PENGEMBANGAN APLIKASI SMARTPHONE SEBAGAI ALTERNATIF MEDIA PEMBELAJARAN SEJARAH Muhammad Azmi; Hermanu Joebagio; Nunuk Suryani
Vidya Karya Vol 31, No 1 (2016): April 2016
Publisher : FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.687 KB) | DOI: 10.20527/jvk.v31i1.3974

Abstract

Abstract:  This study aimed at describing the usage of smartphone and internet in the community of college students which can be the basic on the development of an application. This qualitative-descriptive study was conducted through interviews with teacher staff and surveys with 54 students of History Education Study Program in the Teacher Training and Educational Sciences Faculty. The study result shows that: (1) 47 students (87%) owned Smartphone of their own, while the rest of the students as much as 7 persons (13%) do not have Smartphone, (2) 42 students (87%) stated that they  have Smartphone which connected to internet all the timet, while the rest of the students as much as 6 persons (13%) stated the vice versa, (3) Smartphone application which can be developed is the multi-platform semi-online application with  HTML5 base.   Key words: smartphone, history learning media, and multi-platform Abstrak:  Penelitian ini berusaha untuk menggambarkan tentang penggunaan smartphone dan internet di kalangan mahasiswa yang dapat dijadikan dasar dalam pengembangan sebuah aplikasi. Penelitian kualitatif-deskriptif ini dilakukan melalui wawancara dengan staf pengajar dan survei terhadap 54 orang mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat 47 orang (87%) telah memiliki smartphone pribadi, sedangkan sisanya sebanyak 7 orang (13%) tidak memiliki smartphone, (2) terdapat 42 orang (87%) menyatakan bahwa mereka memiliki smartphone yang selalu terhubung dengan internet setiap saat, sedangkan sisanya sebanyak 6 orang (13%) menyatakan tidak, (3) Aplikasi smartphone yang dapat dikembangkan adalah aplikasi multi-platform semi-online berbasis HTML5.   Kata kunci: smartphone, media pembelajaran sejarah, dan multi-platform
EXPLORATION STUDY COMPARING THE EFFECTIVENESS OF METHOD OF TALKS WITH TEAM-BASED LEARNING METHOD Sumiati Sumiati
Vidya Karya Vol 32, No 1 (2017): April 2017
Publisher : FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.553 KB) | DOI: 10.20527/jvk.v32i1.4155

Abstract

Abstract- The review was affected by fundamental issues about how to best convey the learning material of Sociology. Team-Based Learning is accepted as a method of learning that can develop critical thinking skills. Team-Based Learning emphasizes opportunities for students to develop the ability to cooperate because it gives greater weight to the discussion (peer discussion) compared to learning by lecture method. This study aimed to determine whether a lecture or Team Based Learning teaches the content material better, develops skills, such as critical thinking; and creates a learning environment that is fun in learning Sociology. Data collection techniques in this study were conducted thorugh the study of literature from books and the results of previous research. The results of this study concluded that Team Based Learning method can improve oral communication and critical thinking skills, and create a more pleasant learning environment than lecture method. Keywords: Effectiveness, Team-based learning, Sociology Abstrak. Kajian ini dipengaruhi oleh isu mendasar tentang bagaimana cara terbaik dalam menyampaikan materi pembelajaran Sosiologi. Team-Based Learning diterima sebagai metode pembelajaran yang dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Team-Based Learning menekankan pada kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan bekerja sama karena memberi bobot lebih besar pada kegiatan diskusi (peer discussion) dibandingkan pembelajaran dengan metode ceramah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dari dua metode yaitu ceramah atau Team Based Learning, metode mana yang lebih baik dalam mengajarkan materi, mengembangkan keterampilan, seperti berpikir kritis; dan menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan dalam belajar Sosiologi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui studi literatur hasil-hasil penelitian terdahulu. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa metode Team Based Learning dapat meningkatkan komunikasi lisan dan kemampuan berpikir kritis, serta menciptakan lingkungan belajar yang lebih menyenangkan daripada metode ceramah.  Kata Kunci: keefektifan, pembelajaran berbasis kelompok, sosiologi
MENINGKATKAN PEMAHAMAN TEKS DESKRIPTIF SISWA MELALUI MODEL MIND MAPPING DI SMP NEGERI 13 BANJARMASIN Irma Pusparini
Vidya Karya Vol 32, No 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.242 KB) | DOI: 10.20527/jvk.v32i2.5233

Abstract

Abstract. The research was intended to find out the increased reading comprehension of Students of SMP Negeri 13 Banjarmasin on descriptive text by applying mind-mapping model. There were 30 participants in the research. The research was conducted in two cycles. The data was collected through observation, learning test and students’ responds, then it is analysed descriptively and qualitatively. The result showed that the average of the students’ score in the observation was 58.81, and the average increased in Cycle I Action1 (61.81), in the cycle I action 2 was 67.98, and in the cycle 2 action 1 was 73.54. The students’ respond showed that 79% of the students agree that the application of mind mapping model help them to understand the material better, while 21% disagree of it.  Keywords: reading, descriptive text, mind mapping Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya peningkatan kemampuan pemahaman reading siswa SMP Negeri 13 Banjarmasin terhadap teks deskriptif dengan penerapan model pembelajaran mind mapping didalam kegiatan belajar mengajar didalam kelas. Penelitian dilakukan dengan melibatkan 30 siswa sebagai partisipan dan dilakukan dalam dua siklus. Data penelitian diperoleh dari observasi, tes hasil belajar dan respon siswa yang kemudian dianalisa secara deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian memperlihatkan adanya peningkatan kemampuan siswa yang ditunjukkan dengan hasil tes dari tahap observasi awal, yakni 58,81, setelah penerapan model mind mapping, hasil tes siswa naik menjadi 61,81 pada siklus 1 tindakan 1, sedangkan pada siklus 1 tindakan 2 naik menjadi 67,98, dan menjadi 73,54 pada siklus II tindakan 1. Respon siswa menunjukkan bahwa 79%  responden setuju dan 21% tidak setuju bahwa model min mapping membantu mereka memahami materi pelajaran lebih baik Kata Kunci: membaca, mind mapping, teks deskriptif
KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MELALUI PEMBELAJARAN PROCESS ORIENTED GUIDED INQUIRY LEARNING (POGIL) MAHASISWA PENDIDIKAN IPA FKIP ULM Ellyna Hafizah; Syubhan An'nur
Vidya Karya Vol 33, No 1 (2018): April 2018
Publisher : FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.621 KB) | DOI: 10.20527/jvk.v33i1.5395

Abstract

Abstract. This research aims to see the effectiveness of using Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL) toward problem solving ability of students. This research was conducted due to lack of information of students’ ability in solving the problem, especially students of Science Education Department (IPA) when they were given an innovative learning such POGIL. Problem solving ability is an ability that can be trained in learning process which is closely related to master the concept by students. Mix method is used in this research. The subject of this research is students of Science Education Department FKIP ULM batch 2015. To collect the data, it used quantitative data of pre-test and post-test of the ability of problem solving and qualitative data, observation and interview. The result of this research shows that the ability of students in solving the problem has been significantly increased by using POGIL.  Keywords: Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL), problem solving, science education  Abstrak. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL) terhadap kemampuan pemecahan masalah mahasiswa. Penelitian ini dilatarbelakangi karena belum diketahuinya bagaimana kemampuan pemecahan masalah mahasiswa pendidikan IPA ketika diberikan suatu pembelajaran inovatif salah satunya POGIL. Kemampuan pemecahan masalah merupakan kemampuan yang didapat dilatihkan dalam suatu proses pembelajaran yang erat kaitannya dengan penguasaan konsep mahasiswa. Jenis penelitian ini merupakan penelitian mix method. Subyek penelitian ini adalah mahasiswa Prodi Pendidikan IPA FKIP ULM angkatan 2015. Pengumpulan data dalam penelitian ini dengan menggunakan data kuantitatif pretest dan posttest kemampuan pemecahan masalah dan data kualitatif dengan lembar observasi dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan pemecahan masalah mahasiswa sebelum dan sesudah dilakukan pembelajaran POGIL mengalami peningkatan. Kata kunci: Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL), pemecahan masalah, pendidikan IPA
ABCD REQUIREMENTS OF LESSON OBJECTIVES MADE BY THE ENGLISH DEPARTMENT STUDENTS OF UNLAM FOR PRAKTEK PENGENALAN LAPANGAN (PPL) I COURSE Elvina Arapah
Vidya Karya Vol 31, No 2 (2016): Oktober 2016
Publisher : FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.137 KB) | DOI: 10.20527/jvk.v31i2.3985

Abstract

Abstract: Writing a lesson objective is still a challenging task for the English Department students of Lambung Mangkurat University when they do their micro teaching practice in Praktek Pengenalan Lapangan (PPL) I Course. The formulated lesson objectives have to include the ABCD elements -Audience/Actor, Behavior, Condition, Degree- which require distinct characteristics for each. The study examines the lesson objectives of the lesson plans made by the English Department students of Lambung Mangkurat University for PPL I Course in the Academic Year of 2010/2011. There are 91 lesson plans were collected, and there are 91 lesson objectives investigated. The findings discuss the formulation of ABCD requirements in the lesson objectives. It is recommended that the students’ English proficiency must be enhanced because the formulation of a good lesson objective is closely related with the ability to produce grammatically correct sentence. Key words: Lesson Objectives, Audience, Behavior, Condition, Degree Abstrak: Menulis tujuan pembelajaran masih merupakan tugas yang menantang bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Lambung Mangkurat ketika mereka melakukan praktek pembelajaran mikro dalam Mata Kuliah Praktek Pengenalan Lapangan (PPL) I. Tujuan pembelajaran yang dirumuskan harus mencakup unsur-unsur ABCD -Audiens/Aktor, Perilaku, Kondisi, Taraf- yang membutuhkan karakteristik berbeda untuk masing-masing unsur. Studi ini meneliti tujuan pembelajaran dari Rencana Pembelajaran (RP) yang dibuat oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Lambung Mangkurat untuk Mata Kuliah PPL I Course di Tahun Akademik 2010/2011. Ada 91 rencana pembelajaran dikumpulkan, dan ada 91 tujuan pembelajaran yang diteliti. Temuan membahas perumusan dari syarat ABCD di tujuan pembelajaran. Disarankan bahwa kemampuan bahasa Inggris siswa harus ditingkatkan karena perumusan tujuan pembelajaran yang baik terkait erat dengan kemampuan untuk menghasilkan kalimat dengan tata bahasa yang benar. Kata kunci: Tujuan Pembelajaran, Audiens/Aktor, Perilaku, Kondisi, Taraf
KOMBINASI PROJECT BASED LEARNING DAN METODE EKSPERIMEN UNTUK MELATIHKAN KEMAMPUAN 5M Sarah Miriam; Zainuddin Zainuddin
Vidya Karya Vol 32, No 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.358 KB) | DOI: 10.20527/jvk.v32i2.5228

Abstract

Abstract. The education curriculum addressed the science learning which involves learner in the scientific process in order to find a product by promoting the scientific attitude. This idea has encouraged the researcher team to design an instructional which combines the project based learning model and the experiment method to train the 5M skills for students. The research subjects are the 6th semester students of physics education study program of the teacher training and educational sciences faculty of Lambung Mangkurat University (FKIP ULM) in the academic year of 2016/2017. The research used posttest only control group design. Learning effectiveness was gained from students’ project evaluation and posttest. The research result showed that students’ project was in good category with the mean score of 4.09. The students’ achievement has reached the individual mastery as big as 100%. It can be concluded that the combination of project based learning model and experiment method is effective to train the students’ 5M skills for the physics experiment course. Keywords: Project based learning, experiment method, 5M skills. Abstrak. Kurikulum pendidikan menghendaki pembelajaran sains yang melibatkan peserta didik dalam proses ilmiah untuk menemukan sebuah produk dengan mengedepankan sikap ilmiah. Hal ini mendorong tim peneliti untuk merancang pembelajaran yang mengkombinasikan project based learning dan metode eksperimen yang diharapkan mampu melatihkan  kemampuan 5M bagi mahasiswa. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa semester 6 Pendidikan Fisika FKIP ULM pada tahun akademik 2016/2017. Desain penelitian menggunakan postest only control group design. Data efektivitas pembelajaran didapatkan dari evaluasi proyek mahasiswa dan postest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  proyek mahasiswa berkategori baik dengan skor rata-rata perolehan sebesar 4,09. Selanjutnya hasil belajar mahasiswa berhasil mencapai ketuntasan individu sebesar 100%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran yang mengkombinasikan project based learning dan metode eksperimen efektif untuk melatihkan kemampuan 5M mahasiswa pada perkuliahan Eksperimen Fisika. Kata Kunci: Project based learning, metode eksperimen, kemampuan 5M.
PENANAMAN NILAI-NILAI KEBANGSAAN DI PONDOK PESANTREN KHALAFIYAH (Studi Kasus di Pondok Pesantren Al Huda Doglo Candigatak Cepogo Boyolali Tahun 2016) Agus Prasetyo; Bambang Sumardjoko
Vidya Karya Vol 31, No 1 (2016): April 2016
Publisher : FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.49 KB) | DOI: 10.20527/jvk.v31i1.3969

Abstract

Abstract: this research aim to describe the cultivation of nation values which do teachers to students in pesantren Al Huda Doglo Candigatak Cepogo Boyolali. Data were collected by interview, observation and documentation. The validity of the data is done by triangulation of sources, techniques, and researchers. Analysis of the data used an interactive model. The results of this study conclude that efforts made in the boarding school teachers in instilling national values is to use the activities in formal institutions and religious activities. Activities in the formal institutions meant that inculcate national values through belonging to boarding school level in the form of kindergarten, Islamic Elementary School (equivalent to elementary school), MTs (equivalent of junior high school), and Madrasah Aliyah (the equivalent of high school). Religious activity is the discussion between teachers and students to assess national values contained in the Qur'an and Hadith. Keywords: value, nation, and pesantren Abstrak: tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penanaman nilai-nilai kebangsaan yang dilakukan pengajar kepada santri di pondok pesantren Al Huda Doglo Candigatak Cepogo Boyolali. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Validitas data dilakukan dengan triangulasi sumber, teknik, dan peneliti. Analisis data yang digunakan adalah model analisis interaktif. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa upaya yang dilakukan pengajar di pondok pesantren dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan adalah dengan memanfaatkan kegiatan di lembaga formal dan kegiatan keagamaan. Kegiatan di lembaga formal yang dimaksud yakni menanamkan nilai kebangsaan melalui jenjang sekolah milik pesantren berupa Taman Kanak-kanak, Madrasah Ibtidaiyah (setara sekolah dasar), Madrasah Tsanawiyah (setara sekolah menengah pertama), dan Madrasah Aliyah (setara sekolah menengah atas). Kegiatan keagamaan yang dimaksud yakni diskusi antara pengajar dan santri dengan mengkaji nilai-nilai kebangsaan yang terdapat di Al Qur’an serta Hadist. Kata kunci: nilai, kebangsaan, dan pondok pesantren