cover
Contact Name
Misbah
Contact Email
misbah_pfis@ulm.ac.id
Phone
+628975586104
Journal Mail Official
vidyakarya@ulm.ac.id
Editorial Address
Jl cemara raya no 28 banjarmasin Utara
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Vidya Karya
ISSN : 02159619     EISSN : 26147149     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Core Subject : Education,
Vidya Karya terbit dua kali setahun pada bulan April dan Oktober, berisi artikel hasil penelitian dan kajian analitis krtitis setara dengan hasil penelitian di bidang teori dan atau praktik kependidikan
Articles 276 Documents
BENTUK TINDAK TUTUR DIREKTIF DALAM ACARA MARIO TEGUH GOLDEN WAYS Arifin, Johan
Vidya Karya Vol 31, No 2 (2016)
Publisher : Vidya Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This research deals with directive speech in the Mario Teguh Golden Ways. This study uses a qualitative approach. That is, data that has been found later identified, analyzed and classified through a qualitative analysis. In line with the approach, the method used is descriptive method. From the results of the study, it is showed that the speech act in Mario Teguh Golden Ways is a directive speech act, which is seen from the number of words used by Mario in giving advice. This can be seen in terms of understanding that researcher found. Directive speech acts (directives) illocutionary aim to produce an effect of an act committed by the addressees; this illocutionary is for example, ordering, commanding, pleading, demanding, and giving advice. Keywords: Discourse, Directives Speech Acts, Mario Teguh Golden Ways Abstrak: Penelitian ini berkenaan dengan bentuk tidak tutur direktif dalam acara Mario Teguh Golden Ways. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Artinya, data yang telah ditemukan kemudian diidentifikasi, dianalisis dan diklasifikasikan melalui analisis secara kualitatif. Sejalan dengan pendekatannya, metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindak tutur yang banyak terdapat pada acara Mario Teguh Golden Ways adalah tindak tutur direktif yang dapat diamati dari banyaknya kalimat yang digunakan oleh Mario Teguh dalam berbicara memberi saran dan nasihat. Hal ini bisa dilihat dari segi pengertian yang telah peneliti dapatkan. Tindak tutur direktif (directives) ilokusi ini bertujuan menghasilkan suatu efek berupa tindakan yang dilakukan oleh petutur; ilokusi ini misalnya, memesan, memerintah, memohon, menuntut, memberi nasihat.Kata kunci : Wacana, Tindak Tutur Direktif, Acara Mario Teguh Golden Ways
KAPASITAS VITAL PARU-PARU, PANJANG TUNGKAI, KEKUATAN OTOT TUNGKAI DAN PRESTASI LARI 800 METER Basuki, Sunarno
Vidya Karya Vol 31, No 1 (2016)
Publisher : Vidya Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. This study intends to study the relationship between the vital lung capacity, leg length, and leg muscle strength to describe the 800m run achievement of SMP 2 Banjarbaru South Kalimantan students.  The purpose of this study was to determine: 1) The relationship between the vital capacity of the lungs and the run achievement of 800m. 2) The relationship between the leg length and the run achievements of 800m. 3) The relationship between leg muscle strength and the run achievements of 800m. 4) The relationship between leg muscle strength, leg length,  together with vital lung capacity and the run achievement of 800m. The method used in this study is correlational while the data collected by using tests and measurements. The population in this study were 8th grade students of SMP Negeri 2 Banjarbaru consisting of 315 students. Of 32 students were selected being the samples determined by purposive. Data analysis was conducted by using product moment correlation technique. The study showed that: 1) There is no relationship between the vital capacity of the lungs and the run achievement of 800m. 2) There is no relationship between the length of the leg and the run achievements of 800m. 3) There is a relationship between leg muscle strength and the run achievements of 800m. 4) There is a relationship between the vital lung capacity, leg length together with leg muscle strength and the run achievements of 800m. Keywords:  relationship, vital lung capacity, the lengths of the leg,  leg muscle strength, the run achievements of 800m. Abstrak. Penelitian ini bermaksud mempelajari hubungan antara faktor kapasitas vital paru-paru, panjang tungkai, dan kekuatan otot tungkai untuk menggambarkan prestasi lari 800 meter siswa SMP Negeri 2 Banjarbaru Kalimantan Selatan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui: 1) hubungan antara kapasitas vital paru-paru dengan prestasi lari 800 meter, 2) hubungan antara panjang tungkai dengan prestasi lari 800 meter, 3)   hubungan antara kekuatan otot tungkai dengan prestasi lari 800 meter, 4) hubungan antara kekuatan otot tungkai, panjang tungkai dan kapasitas vital paru-paru dengan prestasi lari 800 meter. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode korelasional dengan teknik pengambilan data melalui tes dan pengukuran. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik SMP Negeri 2 Banjarbaru kelas 8 berjumlah 315 orang dengan sampel penelitian berjumlah sampel 32 orang yang ditetapkan secara purposive. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik  korelasi produk moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Tidak ada hubungan antara kapasitas vital paru-paru  dengan prestasi lari 800 meter. 2) Tidak ada hubungan antara panjang tungkai  dengan prestasi lari 800 meter. 3) Ada hubungan antara kekuatan otot tungkai  dengan prestasi lari 800 meter. 4) Ada hubungan antara kapasitas vital paru-paru, panjang tungkai dan kekuatan otot tungkai  dengan prestasi lari 800 meter. Kata kunci:  Hubungan, kapasitas vital paru, panjang tungkai, kekuatan otot tungkai, prestasi lari 800 meter
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU DALAM MENYUSUN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) IPA DENGAN METODE PEMODELAN (School Action Research Di SMPN 1 Bakarangan Kabupaten Tapin) Rahmadi, Rahmadi
Vidya Karya Vol 32, No 1 (2017)
Publisher : Vidya Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. This school action research aims to motivate teachers and be active in making the lesson plan, so the students motivation and achievement in science improve. The study was conducted for 3 (three) months in 3 cycles of action centered on evaluation sessions. Teacher activities data were generally obtained through observation and field notes, while teacher achievement was obtained through questionnaires and tests. The data were analyzed and interpretated qualitatively. The result showed that by using the modeling method, there was a change of teacher activeness in the effort of making the lesson plan, with activity level before the action below 65% increased to 85% on achievement aspect of teacher effort. There was also an increase in teacher effort with a grade point average before action below 6.5, increasing to 8.25 at the end of the action. From the research results can be concluded that the modeling method improves the teachers’’ ability in making the lesson plan. Keywords: lesson plan, modeling method. Abstrak. Penelitian tindakan sekolah ini bertujuan agar guru termotivasi dan aktif dalam membuat RPP IPA sehingga dapat meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa pada pelajaran IPA. Penelitian dilaksanakan selama 3 (tiga) bulan dalam 3 siklus tindakan yang dipusatkan pada sesi evaluasi.  Data kegiatan guru  secara umum diperoleh melalui observasi dan  catatan lapangan, sedangkan prestasi guru diperoleh melalui hasil angket dan tes. Analisis dan interpretasi data dilakukan secara kualitatif. Hasil penilaian menunjukan bahwa dengan menggunakan metode pemodelan terjadi perubahan keaktifan guru dalam upaya pembuatan RPP IPA, dengan tingkat keaktifan sebelum tindakan di bawah 65 % meningkat menjadi 85% pada aspek prestasi upaya guru. Terdapat pula peningkatan upaya guru dengan nilai rata-rata kelas sebelum tindakan di bawah 6,5 ,meningkat menjadi 8,25 pada akhir tindakan. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa metode Pemodelan mampu meningkatkan kemampuan guru dalam membuat RPP IPA. Kata Kunci: Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, Metode Pemodelan.
DEVELOPMENT OF BLENDED LEARNING MODEL USING WORDPRESS Adini, Muhammad Hifdzi; Purba, Harja Santana; Sukmawati, R. Ati
Vidya Karya Vol 32, No 1 (2017)
Publisher : Vidya Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. In general, the learning process is implemented by using face-to-face model, meaning that participants and teachers are in one place and one time. With this model, usually communication between participants and teachers can be easily implemented. But there are some obstacles that may be faced, such as the lack of time to discuss and the limited space that can be used. To overcome these problems, a model is needed that provides a medium for meeting participants and teachers without limited space and time. The model is known as blended learning. The blended learning model allows participants and teachers to discuss, share material and practice questions on a virtual classroom. The research undertaken is to develop a blended learning model using an analysis of the blended learning implementation framework and the use of Content Management System (CMS) WordPress technology. With this model is expected to be an additional media used to support teaching and learning process. Keywords: blended learning; virtual class; wordpress. Abstrak. Secara umum, proses pembelajaran dilaksanakan dengan menggunakan model tatap muka, artinya peserta dan guru berada di satu tempat dan satu waktu. Dengan model ini, biasanya komunikasi antar peserta dan guru dapat dengan mudah diimplementasikan. Tapi ada beberapa kendala yang mungkin dihadapi, seperti kurangnya waktu untuk berdiskusi dan keterbatasan ruang yang bisa digunakan. Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan sebuah model yang menyediakan media untuk bertemu peserta dan guru tanpa ruang dan waktu yang terbatas. Modelnya dikenal sebagai blended learning. Model blended learning memungkinkan peserta dan guru mendiskusikan, berbagi materi dan mempraktikkan pertanyaan di kelas virtual. Penelitian yang dilakukan adalah mengembangkan model blended learning menggunakan analisis kerangka kerja implementasi blended dan penggunaan teknologi WordPress Content Management System (CMS). Dengan model ini diharapkan bisa menjadi media tambahan yang digunakan untuk menunjang proses belajar mengajar. Kata kunci: blended learning; kelas virtual; wordpress.
IMPLEMENTASI PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN BERBASIS LESSON STUDY MAHASISWA PENDIDIKAN MATEMATIKA FKIP UNLAM Kusumawati, Elli
Vidya Karya Vol 31, No 2 (2016)
Publisher : Vidya Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. Teaching practice (PPL) is one of the compulsory subjects weighing four credits held for three months at school. In the last two years, mathematics education department of FKIP ULM implement Lesson Study based PPL in six Junior High Schools in Banjarmasin. At this moment, Lesson Study is implemented in schools by teachers in order to foster and develop educator profession. The purpose of implementation of Lesson study based PPL Study is to give student teachers teaching skills and applying them in the classroom. The research method used is descriptive qualitative approach. Data collection used observation, interviews and Forum Group Discusssion. The research sample consisted of 4 mathematics education department students which are taking PPL program . The study was classified as action research-based Lesson Study. Data analysis refers to analysis of notes including lesson plans, observation and reflection. The results showed that the implementation of Lesson Study of four students started from Plan namely planning of lesson plans), Do namely implementation of lesson plan, observations results taking place during learning activities and the results of the reflection which was completed with suggestions for improvement of learning. Keywords: Lesson Study, PPL, plan-do-see Abstrak. Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) adalah salah satu mata kuliah wajib berbobot empat sks yang dilaksanakan selama tiga bulan di sekolah. Pada dua tahun terakhir program studi pendidikan matematika melaksanakan PPL berbasis Lesson Study di enam SMP Negeri di Banjarmasin. Selama ini Lesson Study dilaksanakan di sekolah oleh guru dalam rangka membina dan mengembangkan profesi pendidik. Tujuan diterapkannya PPL berbasis lesson Study salah satunya membekali mahasiswa sebagai calon guru untuk berlatih menerapkannya di kelas. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengambilan data berupa pengamatan, wawancara dan Forum Group Discusssion. Sampel penelitian terdiri atas 4 orang mahasiswa Prodi Pendidikan Matematika yang sedang melaksanakan PPL.  Ditinjau dari pelaksanaan penelitian, maka penelitian ini digolongkan dalam penelitian tindakan berbasis Lesson Study. Teknik analisis data penelitian kualitatif mengacu pada hasil catatan lapangan meliputi RPP dan catatan hasil observasi dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan Lesson Studi empat orang mahasiswa mulai dari Plan yaitu perencanaan membuat RPP, Do yaitu pelaksanaan pembelajaran berupa hasil observasi di kelas selama pembelajaran berlangsung (tahap pembelajaran yaitu kegiatan awal, inti dan kegiatan akhir) dan hasil refleksi dilengkapi dengan saran perbaikan pembelajaran.  Kata Kunci: Lesson Study, PPL, plan-do-see
IMPLEMENTASI TEACHING FACTORY DI SMKN 2 GEDANGSARI GUNUNGKIDUL Yunanto, Dwi
Vidya Karya Vol 31, No 1 (2016)
Publisher : Vidya Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. Evaluation of ‘teaching factory’ implementation in SMKN2 Gedangsari Gunung Kidul Yogyakarta aimed to determine the implementation of ‘teaching factory’ in Boutiqe Fashion skill program of SMKN 2 Gedangsari Gunung Kidul. ‘Teaching factory’ method is given by the vocational school to graduated students in order to prepare them to become more independent. This research was a descriptive study using seven parameters approach based on SED-TVET instruments. The population consisted of students, productive teachers, vice principal of curriculum affairs, and principals who run schools teaching factory. The data analyzed by using percentages. The results showed that overall SMKN 2 Gedangsari haven’t implemented teaching factory in productive subject with the percentation of 41.93%, teaching factory implementation management as much as 26.67%, workshop or laboratory management as much as 64%, training learning pattern as much as 42.86%, teaching factory marketing as much as 24.00%, products and services as much as 68%, human resources in the management of teaching factory as much as 48% and industrial relations as much as 20%. Keywords: Teaching factory, seven parameters, vocational school Abstrak . Evaluasi  pelaksanaan pembelajaran teaching factory  di SMKN 2 Gedangsari Gunung Kidul Yogyakarta bertujuan untuk mengetahui proses pelaksanaan teaching factory di program keahlian Tata Busana Butik di SMKN 2 Gedangsari Gunung Kidul. Pembelajaran teaching factory diberikan oleh sekolah kejuruan pada siswa yang telah lulus agar mereka siap untuk mandiri. Penelitian ini merupakan penelitian  deskriptif  dengan mengunakan pendekatan tujuh parameter yang bersumber pada instrumen SED-TVET. Populasi penelitian adalah peserta didik, guru produktif, wakil kepala sekolah bidang kurikulum dan kepala sekolah yang menjalankan teaching factory di sekolah tersebut. Data dianalisis dengan menggunakan teknik persentase. Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa  secara keseluruhan SMKN 2 Gedangsari belum menerapkan proses pembelajaran teaching factory dalam mata pelajaran produktif, dengan persentasi sebesar 41,93%., kegiatan managemen pelaksanaan  teaching  factory  sebesar 26.67%, pengelolaan bengkel atau laboratorium sebesar 64%,  pola pembelajaran training  sebesar 42,86%, pemasaran teaching factory sebesar 24%, produk dan jasa sebesar 68%, sumber daya manusia dalam pengelolaan teaching factory  sebesae 48% serta hubungan industri sebesar 20%. Kata kunci: Teaching factory, tujuh parameter, sekolah kejuruan
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF DAN SELF EFFICACY SISWA MENGGUNAKAN MODEL CREATIVE PROBLEM SOLVING PADA MATERI SISTEM KOLOID Wahyu, Wahyu; Rusmansyah, Rusmansyah; Sholahuddin, Arif
Vidya Karya Vol 32, No 1 (2017)
Publisher : Vidya Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. This study aims to improve teacher and students activities, creative thinking ability, self efficacy, and student learning outcomes in Colloid system material using creative problem solving model. The subjects were 36 students of grade XI IPA SMA PGRI 4 Banjarmasin. This classroom action research was conducted in 2 cycles through the stages of planning, action, evaluation and observation, and reflection. The data were collected using observation instruments, creative thinking skills tests, student achievement test, and questionnaires. Analysis of the data used qualitative and quantitative analysis techniques. The results of the cycle I and cycle 2 showed: (1) there was an increase in teacher and student activities from good to very good, (2) students creative thinking ability increased from moderate to high, (3) self efficacy of students increased from moderate to high, (4) students learning outcomes on the attitude aspects improved from good (score 71,53) to be very good (score 86.34), the skill aspects improved from good enough to good, and the percentage of students mastery increased from 52.78% in the first cycle to 83.33% in te second cycle.                  Keywords: Creative problem solving, creative thinking ability, self efficacy, colloid system. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas guru dan aktivitas siswa, kemampuan berpikir kreatif, self efficacy, dan hasil belajar siswa pada materi sistem Koloid menggunakan model pembelajaran creative problem solving. Subjek penelitian adalah 36 orang siswa kelas XI IPA SMA PGRI 4 Banjarmasin. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dalam 2 siklus melalui tahap-tahap perencanaan, tindakan, evaluasi dan observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan menggunakan instrumen observasi, tes kemampuan berpikir kreatif, tes hasil belajar, dan angket. Analisis data menggunakan teknik analisis kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian siklus I dan siklus 2 menunjukkan: (1) terjadi peningkatan aktivitas guru dan aktivitas siswa dari baik menjadi sangat baik, (2) kemampuan berpikir kreatif siswa meningkat dari sedang menjadi tinggi, (3) self efficacy siswa menigkat dari sedang menjadi tinggi, (4) hasil belajar siswa pada aspek sikap meningkat dari baik (skor 71,53) menjadi sangat baik (skor 86,34),  aspek keterampilan meningkat dari cukup baik menjadi baik, dan persentase ketuntasan pengetahuan siswa meningkat dari 52,78% pada siklus I menjadi 83,33% di siklus II.Kata kunci: creative problem solving, kemampuan berpikir kreatif, self efikasi, sistem koloid.
ABCD REQUIREMENTS OF LESSON OBJECTIVES MADE BY THE ENGLISH DEPARTMENT STUDENTS OF UNLAM FOR PRAKTEK PENGENALAN LAPANGAN (PPL) I COURSE Arapah, Elvina
Vidya Karya Vol 31, No 2 (2016)
Publisher : Vidya Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Writing a lesson objective is still a challenging task for the English Department students of Lambung Mangkurat University when they do their micro teaching practice in Praktek Pengenalan Lapangan (PPL) I Course. The formulated lesson objectives have to include the ABCD elements -Audience/Actor, Behavior, Condition, Degree- which require distinct characteristics for each. The study examines the lesson objectives of the lesson plans made by the English Department students of Lambung Mangkurat University for PPL I Course in the Academic Year of 2010/2011. There are 91 lesson plans were collected, and there are 91 lesson objectives investigated. The findings discuss the formulation of ABCD requirements in the lesson objectives. It is recommended that the students’ English proficiency must be enhanced because the formulation of a good lesson objective is closely related with the ability to produce grammatically correct sentence. Key words: Lesson Objectives, Audience, Behavior, Condition, Degree Abstrak: Menulis tujuan pembelajaran masih merupakan tugas yang menantang bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Lambung Mangkurat ketika mereka melakukan praktek pembelajaran mikro dalam Mata Kuliah Praktek Pengenalan Lapangan (PPL) I. Tujuan pembelajaran yang dirumuskan harus mencakup unsur-unsur ABCD -Audiens/Aktor, Perilaku, Kondisi, Taraf- yang membutuhkan karakteristik berbeda untuk masing-masing unsur. Studi ini meneliti tujuan pembelajaran dari Rencana Pembelajaran (RP) yang dibuat oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Lambung Mangkurat untuk Mata Kuliah PPL I Course di Tahun Akademik 2010/2011. Ada 91 rencana pembelajaran dikumpulkan, dan ada 91 tujuan pembelajaran yang diteliti. Temuan membahas perumusan dari syarat ABCD di tujuan pembelajaran. Disarankan bahwa kemampuan bahasa Inggris siswa harus ditingkatkan karena perumusan tujuan pembelajaran yang baik terkait erat dengan kemampuan untuk menghasilkan kalimat dengan tata bahasa yang benar. Kata kunci: Tujuan Pembelajaran, Audiens/Aktor, Perilaku, Kondisi, Taraf
VALIDITAS MODEL PEMBELAJARAN GROUP SCIENCE LEARNING; PEMBELAJARAN INOVATIF DI INDONESIA Prahani, Binar Kurnia; Nur, Mohammad; Yuanita, Leny; Limatahu, Iqbal
Vidya Karya Vol 31, No 1 (2016)
Publisher : Vidya Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Result of a preliminary study showed that in general the collaborative problem solving skills, science process skills, and confidence of students of SMA Negeri 19 Surabaya, SMAN 1 Tegaldlimo, MA Roudlotun Nasyin Mojokerto are still low. Therefore, researchers developed a model instructional group science learning to enhance collaborative problem solving skills, science process skills, and confidence. The purpose of this research is to get validity of Group Science Learning (GSL) developed to improve collaborative problem solving skills, science process skills, and confidence. Methods of data collection validation using Focus Group Discussion (FGD). Group science learning model developed needs to be validated by experts through Focus Group Discussion (FGD). Group science learning model assessed the validity of the learning model based on content validity and construct validity. Results of the validation by experts through focus group discussions indicate that group science learning model to improve the collaborative problem solving skills, science process skills, and confidence in this study are included in the category of very valid. This group science learning model can be implemented in learning to improve the collaborative problem solving skills, science process skills, and confidence. Keywords:  content validity, construct validity,  and group science learning model  Abstrak: Hasil studi awal menunjukkan bahwa secara umum keterampilan pemecahan masalah kolaboratif, keterampilan proses sains, dan kepercayaan diri siswa SMA Negeri 19 Surabaya, SMA Negeri 1 Tegaldlimo, MA Roudlotun Nasyin Mojokerto masih rendah. Oleh karena itu peneliti bermaksud mengembangkan model group science learning. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan validitas model Group Science Learning  yang dikembangkan untuk meningkatkan keterampilan pemecahan masalah kolaboratif, keterampilan proses sains, dan kepercayaan diri. Metode pengumpulan data validasi menggunakan Focus Group Discussion (FGD). Validitas model pembelajaran Group Science Learning dinilai berdasarkan validitas isi dan validitas konstruk. Hasil validasi oleh pakar melalui FGD menunjukkan bahwa model Group Science Learning untuk meningkatkan keterampilan pemecahan masalah kolaboratif, keterampilan proses sains, dan kepercayaan diri dalam penelitian ini termasuk dalam kategori sangat valid. Model Group Science Learning dapat diimplementasikan dalam pembelajaran untuk meningkatkan keterampilan pemecahan masalah kolaboratif, keterampilan proses sains, dan kepercayaan diri.Kata Kunci: Validitas isi, validitas konstruk,  dan group science learning model
MENINGKATKAN KEMAMPUAN ANALISIS DAN SIKAP ILMIAH SISWA MELALUI MODEL EXPLICIT INSTRUCTION DENGAN METODE PRAKTIKUM PADA MATERI AJAR LISTRIK DINAMIS Putri, Ariyanti Maulida; Arifuddin, Muhammad; Misbah, Misbah
Vidya Karya Vol 32, No 1 (2017)
Publisher : Vidya Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The lowness of students’ analysis skill and scientific attitude in the class of X-1 of SMA PGRI 6 Banjarmasin in physics learning became the background of this study. Therefore, this study proposed the solution by implementing Explicit Instruction model together with Practicum method. Using the Hopskin model, the type of the study is a class action research study that comprise of two cycles. Every cycle has the stages of make plan, action/observe, and reflection. The data were collected through test, observation, questionaire, and documentation. The data were analyzed in the way of descriptive-qualitative and quantitative. The study result showed that: (1) the implementation of Lesson Plan (RPP) was improved from good category in cycle I to very good category in cycle II. (2) students’ study result has improved according to classical mastery, from not fullfilled in cycle I (individual mastery was only 40%) to mastered in cycle II (individual mastery was 89%), (3) students’ analysis skill has improved from 40% in cycle I to 89% in cycle II, (4) students’ scientific attitude was also improved from 87.1% in cycle I to 94% in cycle II. Therefore, it can be concluded that the analysis skill and scientific attitude of students in the class of X-1 SMA PGRI 6 Banjarmasin in dynamic electric topic can be improved through the Explicit Instruction model together with practicum model.  Keywords: Analysis skill, scientific attitude, explicit instruction, prakticum, dynamic electric. Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya kemampuan analisis dan sikap ilmiah siswa kelas X-1 SMA PGRI 6 Banjarmasin pada pembelajaran fisika. Oleh karena itu peneliti mengajukan solusi permasalahan dengan  mengimplementasikan model explicit instruction dengan metode praktikum. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas model Hopskin yang terdiri dari 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari tahapan perencanaan, tindakan/observasi, dan refleksi. Data diperoleh melalui tes, observasi,  angket, dan dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Keterlaksanaan RPP meningkat dari kategori baik pada siklus I menjadi berkategori sangat baik pada siklus II, (2) Hasil belajar siswa meningkat berdasarkan ketuntasan klasikal dari tidak tuntas pada siklus I (ketuntasan individu hanya 40%) menjadi tuntas secara klasikal pada siklus II  (ketuntasan individu sebesar 89%), (3) Kemampuan analisis siswa meningkat dari  40% pada siklus I menjadi 89% pada siklus II,  (4) Sikap ilmiah siswa juga mengalami peningkatan dari  87,1% pada siklus I menjadi  94% pada siklus II. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kemampuan analisis dan sikap ilmiah siswa kelas X-1 SMA PGRI 6 Banjarmasin pada materi ajar listrik dinamis dapat ditingkatkan melalui model explicit instruction metode praktikum. Katakunci: Kemampuan analisis, sikap ilmiah, explicit instruction,  praktikum, listrik dinamis

Page 9 of 28 | Total Record : 276