cover
Contact Name
Chairil Faif Pasani
Contact Email
chfaifp@ulm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
edu.mat@ulm.ac.id
Editorial Address
Ruang Prodi Pendidikan Matematika Gedung FKIP ULM Banjarmasin Jalan Brigjen H. Hasan Basri, Kayu Tangi, Banjarmasin, Kalimantan Selatan
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 23382759     EISSN : 25979051     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Core Subject : Education,
EDU-MAT adalah jurnal yang didirikan pada tahun 2013 di Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat. EDU-MAT merupakan kumpulan artikel hasil penelitian maupun kajian dosen, peneliti, guru, maupun mahasiswa di bidang pendidikan matematika yang belum pernah dimuat/diterbitkan di media lain. EDU-MAT diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat yang terbit 2 kali dalam setahun, yaitu pada bulan April dan Oktober
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 2 (2023)" : 15 Documents clear
ANALISIS KESALAHAN MAHASISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH SEGIEMPAT PADA MATA KULIAH GEOMETRI Amalia, Rizki
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 11, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v11i2.16113

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesalahan-kesalahan yang dilakukan mahasiswa program studi pendidikan matematika dalam menyelesaikan permasalahan tentang segiempat pada mata kuliah geometri. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Subjek penelitian sebanyak 40 mahasiswa yang mengikuti perkuliahanpada mata kuliah geometri. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes berbentuk soal uraian. Hasil analisis terhadap jawaban mahasiswa diperoleh bahwa terdapat 57,5% Mahasiswa yang melakukan kesalahan dalam menyelesaikan soal. Jenis-jenis kesalahan yang dilakukan mahasiswa kesalahan konsep (39,1%) dan kesalahan prosedural (60,1%). Kesalahan konsep yang dilakukan mahasiswa merupakan kesalahan konseptual yaitu kesalahan dalam menggunakan postulat yang digunakan. Kesalahan prosedural yang terjadi yaitu mahasiswa masih belum menguasai konsep seperti definisi, teorema maupun postulat.  Kesalahan ini membuat mahasiswa tidak mampu melanjutkan langkah-langkah penyelesaian masalah dengan benar. Kata kunci: Analisis Kesalahan, Segiempat, Geometri, Abstract: This study aims to identify errors made by students of mathematics education study program in solving problems about quadrilateral in geometry course. The research method used is descriptive qualitative method. The research subjects were 40 students who attended lectures in geometry courses. The research instrument used is a test in the form of description questions. The results of the analysis of student answers obtained that there are 57.5% of students who make mistakes in solving the problem. The types of errors made by students are conceptual errors (39.1%) and procedural errors (60.1%). Conceptual errors made by students are conceptual errors, namely errors in using the postulates used. Procedural errors that occur are students still not mastering concepts such as definitions, theorems and postulates.  This error makes students unable to continue the problem solving steps correctly. Keywords: Error Analysis, Quadrilaterals, Geometry
IMPLEMENTASI RME BERBASIS ETNOMATEMATIKA MELALUI ACARA GREBEG APEM UNTUK PEMAHAMAN KONSEP PERKALIAN Wijayanti, Rosa; Rahmawati, Ika
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 11, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v11i2.16430

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah dengan pendekatan RME  berbasis Etnomatematika melalui acara Grebeg Apem dapat membantu peserta didik kelas 2 Sekolah Dasar Negeri Lidah Wetan 4 dalam memahami konsep matematika yang berhubungan dengan kehidupan sehari hari pada  materi perkalian menggunakan masalah realistik yang terkait dengan budaya atau tradisi lokal sebagai awal pembelajaran. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti adalah dokumentasi, observasi dan Lembar Kerja Peserta Didik. Hasil yang didapatkan yaitu dengan pendekatan RME  berbasis Etnomatematika melalui acara Grebeg Apem  dapat membuat peserta didik bisa memahami konsep perkalian. Hal tersebut terbukti ketika peserta didik sudah mampu menjawab pertanyaan mengenai letak perkalian  selain itu peserta didik juga sudah mampu menyelesaikan  permasalahan yang berhubungan dengan perkalian yang ada di kehidupan sehari hari  dan menjawab dengan benar melalui pengerjaan Lembar Kerja Peserta Didik serta dapat membuat peserta didik antusias dalam mengikuti pembelajaran matematika.Kata kunci: pembelajaran matematika, etnomatematika, grebeg apem, RME. Abstract:  This study aims to determine whether the RME approach based on Ethnomathematics through the Grebeg Apem event can help grade 2 students of Lidah Wetan 4 State Elementary School in understanding mathematical concepts related to daily life on multiplication material using realistic problems related to local culture or tradition as the beginning of learning. This type of research is descriptive qualitative. Data collection techniques used by researchers are documentation, observation and Student Worksheets. The results obtained are that the RME approach based on Ethnomathematics through the Grebeg Apem event can make students understand the concept of multiplication. It is proven when students have been able to answer questions about the location of multiplication besides that students have also been able to solve problems related to multiplication in everyday life and answer correctly through working on the Student Worksheet and can make students enthusiastic in participating in math learning. Keywords: math learning, ethnomathematics, grebeg apem, RME.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBENTUK APLIKASI PADA MATERI PROGRAM LINEAR MENGGUNAKAN CANVA DAN WEB ANDROMO Umardiyah, Fitri; Febriana, Zayyana Fajar; Khotimah, Khusnul; Nasrulloh, M. Farid
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 11, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v11i2.17318

Abstract

Program linear merupakan salah satu materi matematika yang membutuhkan analisis dan prosedur pengerjaan yang memakan waktu. Pemanfaatan teknologi sangat diperlukan untuk menciptakan pembelajaran yang efektif, khususnya dalam menyelesaikan masalah program linear. Oleh karena itu, perlu media pembelajaran yang dapat membantu mengatasi permasalahan dalam pengerjaan soal program linier. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan media pembelajaran matematika dalam bentuk aplikasi ponsel menggunakan canva dan web andromo untuk materi program linear. Tujuan dari penelitian pengembangan ini  Hasilnya berupa aplikasi yang mudah dioperasikan dan tidak menghabiskan penyimpanan. Penelitian ini dilakukan di MA Balongrejo Sumobito Jombang kelas XI IPA. Model penelitian yang digunakan adalah RnD (Research and Development) dengan model pengembangan ADDIE. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) hasil uji kevalidan validator ahli media sebesar 87,7% termasuk kategori valid dan hasil validator ahli materi sebesar 80% dan 72% termasuk kategori valid. (2) hasil uji kepraktisan analisis angket respon siswa diperoleh rata-rata persentase sebesar 80,63% termasuk kategori sangat praktis. (3) hasil uji keefektivan analisis hasil nilai tes belajar siswa dengan metode pre-experiment jenis one-shot case study diperoleh persentase ketuntasan sebesar 100% diartikan bahwa media pembelajaran efektif. Oleh sebab itu media pembelajaran berbentuk aplikasi menggunakan canva dan web andromo yang dikembangkan valid, praktis dan efektif untuk digunakan oleh siswa. Kata kunci: media pembelajaran, aplikasi, program linear, canva, andromo Abstract: Linear programs are mathematical materials that require time-consuming analysis of working procedures. The use of technology is needed to create effective learning, especially in solving linear program problems. Therefore, learning media is needed that can help overcome problems in working on linear program questions. The purpose of this research is to develop mathematics learning media in the form of a mobile application using Canva and the Andromo web for linear programming material. The result is an application that is easy to operate and doesn't consume storage. The research was conducted at MA Balongrejo Sumobito Jombang class XI IPA. The research used is RnD (Research and Development) with the ADDIE model. Based on the results of the study (1) validity test media expert validator 87.7% including valid and material expert validator results 80% and 72% including valid. (2) practicality test of student response questionnaire analysis obtained an average percentage of 80.63% including very practical. (3) the effectiveness test analyzed the results of student learning test scores with the pre-experiment type one-shot case study method obtained a percentage of 100% completeness, which means that the learning media is effective. Therefore, the learning media in the form of applications using Canva and Andromo developed are valid, practical, and effective for students to use.  Keywords: learning media, applications, linear programs, canva, andromo
ANALISIS KESALAHAN SISWA PADA MATERI LUAS PERMUKAAN DAN VOLUME KERUCUT BERDASARKAN OBJEK MATEMATIKA Mayangsari, Aprilia Dwi; Sa'dijah, Cholis; Chandra, Tjang Daniel
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 11, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v11i2.16117

Abstract

Kesulitan yang terjadi pada siswa saat belajar matematika, dapat dideteksi apabila ditemukan kesalahan siswa saat mengerjakan masalah matematika. Kesalahan ini perlu diatasi agar tidak berdampak buruk bagi siswa. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui jenis kesalahan siswa dalam menyelesaikan masalah matematika pada materi luas permukaan dan volume kerucut dilihat dari kesalahan fakta, konsep, prinsip dan operasi. Metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif digunakan dalam penelitian ini. Teknik Miles dan Huberman digunakan dalam penelitian ini, yang dimulai dari reduksi data, penyajian data, dan konklusi. Observasi, tes masalah matematika dan wawancara digunakan sebagai pengumpulan data. Hasil dari studi ini ditemukan kesalahan fakta sebanyak 69 dari 118 kesalahan, kesalahan konsep sebanyak 12 dari 118 kesalahan, kesalahan prinsip sebanyak 13 dari 118 kesalahan dan kesalahan operasi sebanyak 24 dari 118 kesalahan. Hasil dari studi ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam meminimalisir kesalahan dan dapat memperbaiki kualitas pembelajaran matematika. Kata kunci: Kesalahan, Luas Permukaan dan Volume Kerucut, Objek Matematika. Abstract: Difficulties that occur to students when learning mathematics can be detected if various student errors are found when working on mathematical problems. This error needs to be addressed so as not to have a negative impact on students. This research was conducted to find out the types of student errors in solving mathematical problems on the material surface area and volume of a cone seen from errors in facts, concepts, principles and operations. A qualitative method with a descriptive approach is used in this study. Miles and Huberman's technique was used in this study, which started with data reduction, data presentation, and conclusions. Observations, math problem tests and interviews were used as data collection. The results of this study found 69 out of 118 fact errors, 12 out of 118 conceptual errors, 13 out of 118 principle errors and 24 out of 118 operation errors. The results of this study are expected to be a reference in minimizing errors and can improve the quality of learning mathematics.. Keywords: The Error, Surface Area and Volume of a Cone, Mathematical Objects.
KONSTRUKSI PENGETAHUAN PROGRAM LINEAR MAHASISWA PENDIDIKAN MATEMATIKA MELALUI PETA KONSEP Khair, Muhammad Sa'duddien; Budiono, Eddy
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 11, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v11i2.16964

Abstract

Mahasiswa Pendidikan matematika sebagai calon pengajar dituntut untuk menguasai pengetahuan materi pembelajaran matematika yang mereka dapat pada proses perkuliahan. Penguasaan materi yang baik dapat memudahkan mahasiswa menyusun bahan ajar berdasarkan pengetahuan yang dimilikinya. Sayangnya, dilihat dari hasil ujian mahasiswa, beberapa mahasiswa dinilai tidak mampu menguasai materi, dimana salah satunya adalah program linear. Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai hambatan apa yang dialami mahasiswa, sehingga untuk menelusurinya, peneliti menilai perlu melihat bagaimana mahasiswa mengkonstruksi pengetahuan pada materi tersebut. Salah satu bentuk konstruksi pengetahuan adalah melalui peta konsep. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana konstruksi pengetahuan materi program linear mahasiswa pendidikan matematika melalui peta konsep. Penelitian deskriptif kualitatif ini dianalisis dengan model Miles dan Hubberman. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa program studi matematika. Berdasarkan hasil tugas yang diberikan kepada seluruh mahasiswa, didapat 4 pola peta konsep yang menunjukkan konstruksi pengetahuan mahasiswa. Masing-masing pola peta konsep diambil 1 mahasiswa sebagai sampel. Berdasarkan keempat pola peta konsep didapat bahwa tidak ada subjek yang mampu memenuhi indikator (1) proposisi, (2) hierarki dan (3) kaitan silang dengan baik namun mahasiswa B mampu memenuhi indikator (4) contoh.   Kata kunci: Konstruksi Pengetahuan, Peta Konsep, Program Linear Abstract: Mathematics education students as prospective teachers are required to master the knowledge of mathematics learning material that they obtain in the lecture process. Good mastery of the material can make it easier for students to prepare teaching materials based on the knowledge they have. Unfortunately, judging from the results of student exams, several students were deemed unable to master the material, one of which was linear programming. This condition raises questions about what obstacles students experience, so to explore this, researchers consider it necessary to look at how students construct knowledge on the material. One form of knowledge construction is through mind maps. Therefore, this research aims to find out how mathematics education students' knowledge of linear program material is constructed through mind maps. This qualitative descriptive research was analyzed using the Miles and Hubberman model. The subjects of this research were students of the mathematics study program. Based on the results of the assignments given to all students, 4 concept map patterns were obtained that show students' knowledge construction. One student was taken as a sample for each concept map pattern. Based on the four concept map patterns, it was found that no subject was able to fulfill the (1) proposition, (2) hierarchy and (3) cross-link indicators well, but student B was able to fulfill the (4) example indicators. Keywords: Knowledge Construction, Mind Map, Linear Programming
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) BERBASIS CERITA BERGAMBAR DENGAN PENDEKATAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA MATERI SPLDV UNTUK SISWA KELAS VIII SMP Nurhalizah, Siti; Agustiani, Riza; Ramury, Feli
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 11, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v11i2.15267

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar berupa Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis cerita bergambar dengan pendekatan Problem Based Learning (PBL) pada materi SPLDV untuk siswa kelas VIII SMP yang valid dan praktis. Penelitian ini termasuk jenis penelitian Research and Development (R&D) dengan menggunakan prosedur penelitian menggunakan model pengembangan ADDIE yang meliputi lima tahapan (Analysis, Design, Development, Implementation and Evaluation). Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan angket. Uji validitas dilakukan oleh 2 validator yaitu validator ahli bahan ajar dan validator materi pembelajaran menggunakan lembar angket validitas untuk mengetahui tingkat kevalidan LKPD yang dikembangkan. Subjek penelitiannya yaitu peserta didik kelas VIII SMP Negeri 2 Merapi Barat. Ujicoba dalam penelitian ini sebanyak 3 kelas, yaitu ujicoba kelompok kecil 3 orang peserta didik pada kelas VIII.5, ujicoba kelompok kecil 6 orang peserta didik pada kelas VIII.4, dan ujicoba kelompok besar sebanyak 28 orang peserta didik pada kelas VIII.2 dengan menggunakan lembar angket praktikalitas untuk mengetahui tingkat kepraktisan LKPD yang dikembangkan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa LKPD yang valid dilihat berdasarkan penilaian lembar angket validasi dari validator bahan ajar dan validator materi pembelajaran. Sementara, LKPD yang praktis dilihat berdasarkan penilaian terhadap angket respon peserta didik. Kata kunci: Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), Cerita Bergambar, Problem Based Learning (PBL), SPLDV.  Abstract: This study aims to produce teaching materials in the form of student worksheets based on picture stories with a Problem Based Learning (PBL) approach on SPLDV material for class VIII students of junior high schools that are valid and practical. This research is a type of Research and Development (R&D) research using research procedures using the ADDIE development model which includes five stages (Analysis, Design, Development, Implementation and Evaluation). Data collection techniques in this study used a questionnaire. The validity test was carried out by 2 validators, namely the teaching material expert validator and the learning material validator using a validity questionnaire sheet to determine the validity level of the developed student worksheets. The research subjects were students of class VIII SMP Negeri 2 West Merapi. The trials in this study consisted of 3 classes, namely small group trials of 3 students in class VIII.5, small group trials of 6 students in class VIII.4, and large group trials of 28 students in class VIII.2 with using a practicality questionnaire sheet to determine the level of practicality of the developed student worksheets. The results of this study indicate that a valid student worksheets is seen based on the assessment of the validation questionnaire sheet from the teaching material validator and learning material validator. Temporary, a practical student worksheets is seen based on an assessment of the student's response questionnaire.Keywords: Student Worksheets, Picture Stories, Problem Based Learning (PBL), SPLDV.
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN REPRESENTASI VISUAL THINKING MATEMATIS SISWA DENGAN PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN KOLAWOLE’S PROBLEM SOLVING Anggraini, Hilwati Tias
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 11, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v11i2.17394

Abstract

Penelitian ini merupakan kuasi eksperimen dengan desain penelitian nonequivalent control group. Kelompok eksperimen diberi perlakuan berupa pembelajaran metode pembelajaran Kolawole’s Problem Solving (KPS), sedangkan kelompok kontrol dengan pembelajaran konvensional. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menelaah perbedaan peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis siswa dan kemampuan representasi visual thinking matematis siswa yang mendapat pembelajaran dengan penerapan metode pembelajaran Kolawole’s problem solving dan pembelajaran konvensional serta ditinjau dari kategori Kemampuan Awal Matematis (KAM) siswa. Selain itu penelitian ini juga bertujuan untuk menelaah interaksi antara pembelajaran (KPS dan konvensional) dan KAM terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis siswa dan kemampuan representasi visual thinking matematis siswa. Penelitian ini melibatkan siswa kelas X SMA di Jakarta. Analisis data dalam pengujian hipotesis digunakan uji Mann-Whitney U dan uji Kruskal Wallis. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis siswa dengan pembelajaran KPS lebih baik daripada siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional; (2) Peningkatan kemampuan representasi visual thinking matematis siswa dengan pembelajaran KPS lebih baik daripada siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional; (3) Peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelas yang diajarkan pembelajaran KPS secara signifikan lebih baik daripada siswa yang diajarkan pembelajaran konvensional berdasarkan kategori KAM rendah sedangkan secara signifikan tidak lebih baik berdasarkan kategori KAM tinggi dan sedang; (4) Peningkatan kemampuan representasi visual thinking matematis siswa kelas yang diajarkan pembelajaran KPS secara signifikan lebih baik daripada siswa yang diajarkan pembelajaran konvensional berdasarkan kategori KAM sedang sedangkan secara signifikan tidak lebih baik berdasarkan kategori KAM tinggi dan rendah; (5) Terdapat pengaruh interaksi metode pembelajaran dan KAM terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis siswa. (6) Tidak terdapat pengaruh interaksi metode pembelajaran dan KAM terhadap peningkatan kemampuan representasi visual thinking matematis siswa.    Kata kunci: Kolawole’s,  kritis, representasi visual thinking.   Abstract: This research is a quasi-experimental design with nonequivalent control group. The experimental group was treated in the implementation Kolawole’s Problem Solving learning method, whereas the control group was treated with conventional learning. This study aims to examine differences in the increase in students' mathematical critical thinking skills and visual thinking mathematical representation abilities of students who receive learning by applying the Kolawole's problem solving learning method and conventional learning and in terms of the students' Initial Mathematical Ability (KAM) category. In addition, this study also aims to examine the interaction between learning (KPS and conventional) and KAM towards improving students' mathematical critical thinking skills and students' mathematical visual thinking representation abilities. This study employed ten graders in one of Senior High Schools in Jakarta. To analyze data, this study used Mann Whitney U test and Kruskal Wallis test. The result revealed that: (1) Students’ improvement of critical thinking ability with KPS teaching method are better than those with conventional teaching method. (2) Students’ improvement of visual thinking of representation ability with KPS teaching method are better than those with conventional teaching method. (3) Students’ improvement of critical thinking ability with KPS teaching method are significantly better than those with conventional teaching method based on low KAM categories but are not significantly better than in conventional learning based on high and medium KAM categories. (4) Students’ improvement of visual thinking of representation ability with KPS teaching method are significantly better than those with conventional teaching method based on medium KAM categories but are not significantly better than those with conventional teaching method based on high and low KAM categories. (5) There is any significant interaction effect students’ teaching method and KAM categories toward the improvement of students’ mathematical critical thinking ability (6) There is no significant interaction effect students’ teaching method and KAM categories toward the improvement of students’ mathematical visual thinking of representation ability.Keywords: Kolawole’s, critical, visual thinking of representation ability.
ANALISIS BERPIKIR KRITIS SISWA BERKATEGORI TINGGI MENGGUNAKAN WATSON-GLASER CRITICAL THINKING APPRAISAL DITINJAU DARI JENIS KELAMIN Gunawan, Putri Andini; Ansori, Hidayah; Budiarti, Indah
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 11, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v11i2.16133

Abstract

Kemampuan berpikir kritis matematis merupakan kemampuan yang mengarahkan seseorang untuk mengambil keputusan terhadap kesimpulan yang tepat. Jenis kelamin merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi tingkat kemampuan seseorang. Pengukuran tingkat kemampuan berpikir kritis matematis dapat dilakukan menggunakan instrumen tes Watson-Glaser Critical Thinking Appraisal (WGCTA). Materi yang digunakan dalam mengukur kemampuan ini adalah persamaan dan fungsi kuadrat. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelas IX berkategori tinggi menggunakan Watson-Glaser Critical Thinking Appraisal (WGCTA) ditinjau dari jenis kelamin. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif dan jenis deskriptif. Subjek penelitian ini terdiri dari siswa laki-laki dan siswa perempuan yang memenuhi kategori tinggi pada nilai akademik matematika. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang dilakukan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan: (1) kemampuan berpikir kritis matematis siswa laki-laki berkategori tinggi mencapai kategori TBK 0 atau tidak kritis, (2) kemampuan berpikir kritis matematis siswa perempuan berkategori tinggi mencapai kategori TBK 1 atau kurang kritis, dan (3) kemampuan berpikir kritis matematis siswa laki-laki berkategori tinggi sedikit lebih rendah dibandingkan dengan siswa perempuan berkategori tinggi. Kata kunci: Berpikir kritis, persamaan dan fungsi kuadrat, WGCTA, jenis kelamin Abstract: Mathematical critical thinking skills is skills that directs someone make decisions to the right conclusions. Gender is one of the factors that can distinguish someone's level skills. Measuring the level of mathematical critical thinking skills can be done by using the Watson-Glaser Critical Thinking Appraisal (WGCTA) test instrument. One of the lessons that can be used to measure these skills is quadratic equations and functions. The purpose of this research is to describe the mathematical critical thinking skills of IX-grade students by using Watson-Glaser Critical Thinking Appraisal (WGCTA) in terms of gender. This research used a qualitative approach with the descriptive type of research. The subjects of this research consisted of male and female students who met the high category in mathematics academic scores. The data collecting techniques used were tests, interviews, and documentation. The data analysis techniques carried out were data reduction, data presentation, and conclusion. The results of the research show that: (1) the critical thinking skills of male students reach TBK category of 0 or not critical, (2) the critical thinking skills of female students reach TBK category 1 or less critical, and (3) the critical thinking skills of male students are slightly lower than female students. Keywords: Critical thinking, quadratic equations and functions, WGCTA, gender
GESTURE KOLABORATIF SISWA DALAM DISKUSI KELOMPOK MENYELESAIKAN MASALAH MATEMATIKA DITINJAU DARI TEORI PEMOSISIAN Elvierayani, Rivatul Ridho; Sustyorini, Emalia Nova; Hanifah, Ayu Ismi; Titin, Titin
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 11, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v11i2.16968

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gesture kolaboratif siswa selama menyelesaikan masalah secara kelompok ditinjau dari teori pemosisian siswa. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VI SDN, Tikung, Lamongan. Subjek penelitian adalah sekelompok siswa yang terdiri dari lima siswa dengan posisi sebagai ahli, fasilitator dan pemula. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitan desktriptif-eksploratif. Subjek penelitian ditentukan dengan membagi siswa kelas VI secara heterogen menjadi tiga kelompok yang beranggotakan lima siswa. Selanjutnya subjek terpilih adalah satu kelompok dengan produksi gesture yang digunakan bervariasi. Teori pemosisian menunjukkan bagaimana siswa menentukan posisi mereka selama diskusi menyelesaikan masalah matematika. Hasil penelitian diperoleh bahwa siswa pemula tidak banyak melakukan gesture kolaboratif. Siswa pemula hanya melakukan gesture kolaboratif berbentuk gesture bersama sebagai bagian dari apa yang mereka pahami dan sebagai keterlibatan mereka selama berinteraksi dalam kelompok. Sedangkan siswa ahli lebih banyak menggunakan gesture kolaboratif yang digunakan untuk mengungkapkan ide maupun rencana selesaian yang ada di pikirkan mereka kepada rekannya baik itu fasilitator maupun pemula. Siswa ahli memainkan peranan penting dalam diskusi kelompok untuk menarik siswa lain terlibat aktif dalam menyelesaikan masalah. Gesture siswa fasilitator dalam bentuk alternatif dan pengalihan pada penyelesaian masalah secara kelompok digunakan bagi siswa ahli saat terjadi kesalahan pemahaman di awal penyelesaian masalah, sehingga rencana penyelesaian masalah dapat dilakukan dengan tepat.  Kata kunci: gesture, gesture kolaboratif, diskusi kelompok, pemosisian siswa Abstract: This study aims to describe students' collaborative gestures while solving problems in groups in terms of student positioning theory. The subjects of this research were the sixth grade students of SDN, Tikung, Lamongan. The research subjects were a group of students consisting of five students with positions as experts, facilitators and beginners. The research method used is a qualitative research method with a descriptive-explorative research type. Research subjects were determined by heterogeneously dividing class VI students into three groups of five students. Furthermore, the selected subject is a group with varied gesture productionPositioning theory shows how students determine their position during discussions to solve math problems. The results of the study showed that novice students did not make many collaborative gestures. Beginner students only make collaborative gestures in the form of joint gestures as part of what they understand and as their involvement while interacting in groups. Meanwhile, expert students use more collaborative gestures to express ideas and plans for completion that they have in mind to their colleagues, both facilitators and beginners. Expert students play an important role in group discussions to attract other students to be actively involved in solving problems. Facilitator student gestures in alternative forms and diversions to group problem solving are used for expert students when an misunderstanding occurs at the beginning of problem solving, so that problem solving plans can be carried out appropriately. Keywords: gesture, collaborative gesture, group discussion, student positioning
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN DIGITAL BERBASIS DISCOVERY LEARNING PADA MATERI TRANSFORMASI GEOMETRI KELAS XI Laili, Zahratul; Sukmawati, R Ati; Kamaliyah, Kamaliyah
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 11, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v11i2.15828

Abstract

Ketersediaan komputer/laptop dan diijinkannya peserta didik menggunakan smarthphone di sekolah menengah atas (SMA) dapat dimanfaatkan guru untuk merancang pembelajaran yang menarik, melalui pembuatan perangkat pembelajaran digital. Menghasilkan perangkat pembelajaran digital berbasis discovery learning pada materi transformasi geometri yang valid, praktis, dan efektif menjadi target utama dari penelitian ini. Model four-D adalah model yang diterapkan untuk penelitian ini, dengan membatasi hanya 3 tahap, yaitu tahap define, design, dan develop. Subjek uji coba penelitian terdiri dari 35 peserta didik kelas XI MIPA 2 dan XI MIPA 3 SMA Negeri 3 Banjarmasin. Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar validasi, lembar angket respons peserta didik, dan lembar tes hasil belajar peserta didik. Hasil pengembangan berupa perangkat pembelajaran yang terdiri dari media pembelajaran, bahan ajar, lembar kerja peserta didik (LKPD), dan evaluasi. Secara keseluruhan perangkat pembelajaran dibuat menggunakan geogebra book. Untuk media pembelajaran digunakan tambahan aplikasi google slide. Hasil analisis menunjukkan perangkat pembelajaran digital berbasis discovery learning pada materi transformasi geometri untuk peserta didik kelas XI yang dikembangkan ini memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif. Hasil penelitian pengembangan ini menunjukkan produk layak digunakan untuk kegiatan belajar.  Kata Kunci: Pengembangan, perangkat pembelajaran digital, discovery learning, transformasi geometri Abstract: The availability of computers/laptops and the ability of students to use smartphones at senior high schools can be utilized by teachers to make learning interesting, through the creation of digital learning devices. Producing discovery learning-based digital devices on geometry transformation which are in valid, practice, and effective is the main target of the research. The four-D model is the applied for the research, by limiting only 3 phases, defined, designed, and developed. The research trial subjects are 35 students from grade XI MIPA 2 and XI MIPA 3 of State Senior High School 3 Banjarmasin. Data collection instruments used validation sheets, student response questionnaire sheets, and student learning outcomes test sheets. The results of the development consist of learning media, learning materials, the worksheets, and evaluations. Overall, learning devices are made using Geogebra book. For learning media used additional google slide applications. Analysis results show that discovery learning-based digital devices on geometry transformation for grade XI students that are developed meet current valid, practice, and effective criteria. Therefore, the results of this development research state that the products are feasible to use for learning activities. Keywords: Development, digital learning device, discovery learning, geometry transformation

Page 1 of 2 | Total Record : 15