cover
Contact Name
Chairil Faif Pasani
Contact Email
chfaifp@ulm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
edu.mat@ulm.ac.id
Editorial Address
Ruang Prodi Pendidikan Matematika Gedung FKIP ULM Banjarmasin Jalan Brigjen H. Hasan Basri, Kayu Tangi, Banjarmasin, Kalimantan Selatan
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 23382759     EISSN : 25979051     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Core Subject : Education,
EDU-MAT adalah jurnal yang didirikan pada tahun 2013 di Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat. EDU-MAT merupakan kumpulan artikel hasil penelitian maupun kajian dosen, peneliti, guru, maupun mahasiswa di bidang pendidikan matematika yang belum pernah dimuat/diterbitkan di media lain. EDU-MAT diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat yang terbit 2 kali dalam setahun, yaitu pada bulan April dan Oktober
Arjuna Subject : -
Articles 421 Documents
PEMAHAMAN KONSEP SISWA BERDASARKAN TAHAPAN APOS PADA MATERI SISTEM PERSAMAAN LINIER DUA VARIABEL DI SMP NEGERI 2 KALAWAT Denis Joshua Tamba; Anetha L. F. Tilaar; Vivian E. Regar
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 13, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v13i2.22049

Abstract

Pemahaman konsep matematika merupakan komponen penting dalam pembelajaran Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) karena berperan dalam kemampuan siswa memecahkan masalah kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman konsep siswa berdasarkan teori APOS (Action, Process, Object, Schema) yang menguraikan tahapan berpikir matematis siswa. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui tes diagnostik dan wawancara mendalam terhadap tiga siswa yang mewakili kategori kemampuan tinggi, sedang, dan rendah dari total 28 siswa yang mengikuti tes. Hasil menunjukkan bahwa siswa berkemampuan tinggi mampu menyelesaikan soal SPLDV secara hampir menyeluruh berdasarkan tahapan APOS, meskipun terdapat kekurangan dalam representasi tertulis. Siswa berkemampuan sedang menunjukkan pemahaman terbatas, khususnya dalam menentukan metode penyelesaian dan menarik kesimpulan. Sementara itu, siswa berkemampuan rendah hanya menunjukkan pemahaman semu, karena jawaban diperoleh dari sumber eksternal tanpa melalui proses konstruksi pengetahuan. Temuan ini menegaskan efektivitas teori APOS sebagai kerangka analisis untuk mengidentifikasi kesulitan belajar matematika secara komprehensif. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan strategi pembelajaran berbasis tahapan kognitif siswa dan menyarankan eksplorasi lanjutan dengan integrasi pendekatan teknologi. Kata kunci: pemahaman konsep matematika; teori APOS; SPLDV; pembelajaran kontekstual; kemampuan berpikir matematis Abstract: Conceptual understanding in mathematics is a critical component in learning Systems of Linear Equations in Two Variables (SPLDV), as it plays a significant role in students’ ability to solve contextual problems. This study aims to analyze students' conceptual understanding based on the APOS theory (Action, Process, Object, Schema), which outlines the stages of mathematical thinking. A qualitative approach was employed, involving diagnostic tests and in-depth interviews with three students representing high, moderate, and low ability levels, selectsed from a total of 28 students who participated in the test. The results revealed that the high-ability student was able to complete the SPLDV problems across nearly all APOS stages, although with some limitations in written representation. The moderate-ability student demonstrated partial understanding, especially in selecting problem-solving methods and drawing conclusions. Meanwhile, the low-ability student showed only surface-level understanding, as responses were obtained from external sources without internal knowledge construction. These findings affirm the effectiveness of the APOS theory as an analytical framework to identify learning difficulties in mathematics comprehensively. This research contributes to the development of instructional strategies based on students’ cognitive stages and suggests further exploration of the integration of technological approaches. Keywords: mathematics conceptual understanding; APOS theory; systems of linear equations; contextual learning; mathematical thinking skills
MENELUSURI KESULITAN MAHASISWA DALAM PEMBUKTIAN MATEMATIS PADA PERKULIAHAN PENGANTAR ANALISIS REAL Dewi Murni; Yerizon Yerizon; Ahmad Fauzan; Elita Zusti Jamaan; I Made Arnawa; Helma Helma
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 13, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v13i2.22776

Abstract

Pembuktian matematis merupakan elemen kunci dalam pendidikan matematika tingkat lanjut dan menjadi fokus utama dalam perkuliahan Pengantar Analisis Real. Namun, banyak mahasiswa mengalami kesulitan dalam memahami konsep dasar, menghubungkan definisi dengan teorema, serta menyusun pembuktian secara runtut, sehingga memengaruhi penguasaan mereka terhadap mata kuliah ini. Penelitian ini bertujuan menelusuri kesulitan mahasiswa dalam memahami soal pembuktian, melaksanakan proses pembuktian, dan menarik kesimpulan dari hasil pembuktian. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode campuran (mixed methods), yang menggabungkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Subjek penelitian adalah satu kelas mahasiswa Jurusan Matematika, Program Studi Pendidikan Matematika, FMIPA, Universitas Negeri Padang yang menempuh mata kuliah Pengantar Analisis Real pada semester Januari–Juni 2024, dengan jumlah 35 mahasiswa. Dari jumlah tersebut, enam orang mahasiswa dipilih sebagai responden wawancara. Instrumen yang digunakan adalah tes soal pembuktian dan lembar wawancara. Data tes (rentang 1-100) dikategorikan dengan nilai 1 sampai dengan 4 berdasarkan rubrik penilaian yang terdapat dalam standar operasional prosedur penilaian UNP. Data wawancara dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada proses pembuktian diperoleh kesulitan mahasiswa: dalam memahami soal pembuktian sebanyak 44,83%, dalam melaksanakan pembuktian sebanyak 52,49%, dan dalam membuat kesimpulan hasil pembuktian sebanyak 65,52%. Analisis jawaban mahasiswa menunjukkan bahwa kesulitan utama terletak pada: kesalahan memahami premis soal, penggunaan definisi irisan yang tidak benar, penyusunan argumen pembuktian yang tidak sistematis, serta penarikan kesimpulan yang tidak didasarkan pada langkah-langkah yang benar. Kata kunci: pembuktian matematis, analisis real, kesulitan mahasiswa. Abstract: Mathematical proof is a key element in advanced mathematics education and is the main focus of the Introduction to Real Analysis course. However, many students experience difficulties in understanding basic concepts, connecting definitions to theorems, and constructing proofs coherently, thus affecting their mastery of this course. This study aims to explore students' difficulties in understanding proof problems, carrying out the proof process, and drawing conclusions from the proof results. The type of research used is a mixed methods study, combining quantitative and qualitative approaches. The subjects were a class of 35 students from the Mathematics Department, Mathematics Education Study Program, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Padang State University, who took the Introduction to Real Analysis course in the January–June 2024 semester. Of these, six students were selected as interview respondents. The instruments used were a proof test and an interview sheet. Test data (range 1–100) were categorized with a score of 1 to 4 based on the assessment rubric contained in the UNP assessment standard operating procedures. Interview data were analyzed using descriptive analysis. The results of the study showed that in the proof process, students found difficulties: in understanding the proof questions as much as 44.83%, in carrying out the proof as much as 52.49%, and in drawing conclusions from the proof results as much as 65.52%. Analysis of student answers showed that the main difficulties lay in: misunderstanding the question premise, using incorrect intersection definitions, compiling unsystematic proof arguments, and drawing conclusions that were not based on correct steps. Keywords: mathematical proff; real analysis; student struggles; proof construction
PENERAPAN PENDEKATAN CULTURALLY RESPONSIVE TEACHING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII SMPN 15 PALU PADA MATERI FAKTORISASI PRIMA Sutji Rochaminah; Mirnawati Mirnawati; Zahariati Zahariati
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 13, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v13i1.21763

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan memperoleh deskripsi penerapan pendekatan Culturally Responsive Teaching untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII SMPN 15 Palu pada materi Faktorisasi Prima. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII B SMPN 15 Palu yang berjumlah 31 orang. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas yang mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart. Data dikumpulkan melalui observasi, angket suku-budaya siswa, dan tes tertulis. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus dengan menerapkan pendekatan CRT yang mengikuti sintaks model PBL. Pada fase 1, siswa diperkenalkan dengan masalah kontekstual yang terintegrasi dengan makanan tradisional kue Tetu dan tarian tradisional Pamonte dan Pontanu. Sedangkan pada fase 2, siswa dikelompokkan secara heterogen berdasarkan suku budaya. Hasil analisis data diperoleh persentase ketuntasan hasil belajar siswa pada prasiklus sebesar 45%, siklus I sebesar 61%, dan siklus II sebesar 87%. Hasil ini menunjukkan bahwa penerapan pendekatan Culturally Responsive Teaching dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII SMPN 15 Palu pada materi Faktorisasi Prima.  Kata kunci: Culturally Responsive Teaching, Hasil Belajar, Faktorisasi Prima Abstract: This research aimed to obtain a description of the application of the Culturally Responsive Teaching approach to improving the learning outcomes of class VII students at SMPN 15 Palu on Prime Factorization material. The subjects of this research were 31 students of class VII B at SMPN 15 Palu. This research is Classroom Action Research, which refers to the research design of Kemmis and Mc. Taggart. Data was collected through observation, student ethno-cultural questionnaires, and written tests. This research was carried out in two cycles by applying the CRT approach, which follows the syntax of the PBL model. In the first phase, students are introduced to contextual problems integrated with the traditional food Tetu cake and traditional Pamonte and Pontanu dances. Meanwhile, in the second phase, students collaborate heterogeneously based on ethnicity and culture. The results of data analysis showed that the percentage of completeness of student learning outcomes in the pre-cycle was 45%, the first cycle was 61%, and the second cycle was 87%. These results indicate that applying the Culturally Responsive Teaching approach can improve the learning outcomes of class VII students at SMPN 15 Palu on Prime Factorization material. Keywords: Culturally Responsive Teaching, Learning Outcomes, Prime Factorization
ETNOMATEMATIKA: EKSPLORASI DALAM KEPERCAYAAN PENENTUAN HARI BAIK MASYARAKAT MELAYU PULAU JALOH KEPULAUAN RIAU Fitri Qoriaturrosyidah; Friska Yanti Simanjuntak; Putri Annisa AlWahab; Ros Maliah Ahmad; Asmaul Husna; Siti Nur Sakira
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 13, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v13i2.22511

Abstract

Etnomatematika adalah suatu ilmu matematika yang mempelajari tentang budaya. Salah satu aktivitas budaya yang mengandung konsep matematika yaitu perhitungan hari baik suku melayu pulau jaloh, Kepulauan Riau. Seperti penentuan hari baik untuk nelayan mencari ikan ke laut, menentukan waktu pernikahan dan perlombaan yang akan diadakan masyarakat. Tujuan Penelitian ini adalah melestarikan budaya suku melayu dan mengeksplorasi etnomatematika pada kepercayaan penentuan hari baik di Pulau Jaloh. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Penelitian ini berlokasi di Pulau Jaloh, Kepulauan Riau. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara langsung kepada narasumber penelitian yang lebih mengetahui dan memahami secara mendalam mengenai penentuan hari baik di Pulau Jaloh. Hasil penelitian menunjukkan masyarakat Pulau Jaloh menggunakan konsep matematika berupa konsep pola bilangan atau barisan bilangan dalam penentuan hari baik untuk nelayan mencari ikan ke laut, menentukan waktu pernikahan dan perlombaan yang akan diadakan masyarakat. Hasil ini dapat disosialisasikan dan dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran kontekstual.   Kata kunci: Eksplorasi, Etnomatematika, Kepercayaan Hari Baik, Pulau Jaloh Abstract: Ethnomathematics is a mathematical science that studies culture. One of the cultural activities that contains mathematical concepts is calculating the good days of the Malay tribe on Jaloh Island, Riau Islands. Such as determining good days for fishermen to fish in the sea, determining the time of weddings and competitions that will be held by the community. The aim of this research is to preserve the culture of the Malay tribe and to explore ethnomathematics in beliefs about determining good days on Jaloh Island. The method used in this research is a qualitative method with an ethnographic approach. The location of this research is on Jaloh Island, Riau Islands. The data collection techniques used were direct observation and interviews with research sources who knew and understood more deeply about determining a good day on Jaloh Island. The results of the research show that the people of Jaloh Island use mathematical concepts in the form of number patterns or number sequences in determining good days for fishermen to fish in the sea, determining the time of weddings and competitions that will be held by the community. These results can be dissocialized and used as a contextual source of learning. Keywords: Exploration, Ethnomatematics, Good Day Beliefs, Jaloh Island
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK ELEKTRONIK BERBASIS LITERASI MATEMATIS DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING KELAS XI DI SMA Muflihatul Azkiyah; Vita Istihapsari
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 13, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v13i1.21965

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Lembar Kerja Peserta Didik Elektronik (E-LKPD) berbasis literasi matematis dengan model Problem-Based Learning (PBL) pada materi lingkaran dan garis singgung kelas XI. E-LKPD tersebut dikembangkan dengan alat bantu Canva dan Live Worksheet. Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE serta mengumpulkan data menggunakan instrumen lembar validasi dan angket respons peserta didik. Subjek penelitian adalah peserta didik SMAN 1 Cawas, dengan uji coba yang melibatkan 32 peserta didik, untuk menilai kevalidan serta kepraktisan E-LKPD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa validasi oleh ahli materi mencapai skor 65 (81,25%) dan ahli media mencapai skor 55 (78,57%), keduanya dalam kategori valid, sedangkan skor respons peserta didik memperoleh 73,5, yang dikategorikan praktis. Dengan demikian, E-LKPD dinyatakan valid dan praktis untuk digunakan dalam proses pembelajaran. E-LKPD yang dikembangkan ini dapat menjadi rujukan para guru dalam membelajarkan materi lingkaran dan garis singgung dengan memanfaatkan sumber belajar online, serta menginspirasi guru untuk mengembangkan E-LKPD pada materi lainnya. Kata kunci: E-LKPD, Literasi Matematis, PBL, Lingkaran dan Garis Singgung Abstract: This study aimed to develop an Electronic Student Worksheet (E-Worksheet) based on mathematical literacy with the Problem-Based Learning (PBL) model on the material of circles and tangents for grade XI students. The E-Worksheet was developed using Canva and the Live Worksheet platform. This study used the ADDIE development model and collected data using the validation sheet and student response questionnaire. The subjects of the study were students of SMA N 1 Cawas, with a trial involving 32 students to assess the validity and practicality of the E-Worksheet. The results showed that validation by content experts reached 65 (81.25%) and media experts 55 (78.57%), both in the valid category, while the student responses obtained 73.5, which was categorized as practical. Thus, the developed E-Worksheet is declared valid and practical for learning. The E-Worksheet can be a good reference for teachers to teach circle and tangent by utilizing online learning resources. It also inspires them to develop the E-Worksheet for the other materials using the same platform. Keywords: E-Worksheet, Mathematical Literacy, PBL, Circles and Tangents
KEMAMPUAN BERPIKIR ALJABAR SISWA SMA DALAM MODEL DISCOVERY LEARNING Rivani Adistia Dewi; Nanang Priatna; Turmudi Turmudi
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 13, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v13i1.21119

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir aljabar siswa SMA dengan model discovery learning. Indikator kemampuan berpikir aljabar yang digunakan yaitu generalisasi, abstraksi, berpikir dinamis, berpikir analitik, pengorganisasian, dan pemodelan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari 17 kelas X-2 SMA Plus Ulumul Quran Al Mustofa yang telah mengikuti pembelajaran dengan model discovery learning dan mengerjakan tes kemampuan berpikir aljabar. Dari 17 siswa, dipilih satu siswa dengan perolehan nilai tertinggi, satu siswa dengan perolehan nilai di sekitar rata-rata, dan satu siswa dengan perolehan nilai terendah. Data penelitian diperoleh dari hasil tes dan wawancara yang dianalisis dengan teknik kategorisasi, reduksi, penyajian, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan perolehan nilai tertinggi memenuhi hampir semua indikator kemampuan berpikir aljabar, kecuali berpikir analitik. Siswa dengan perolehan nilai di sekitar rata-rata memenuhi indikator generalisasi dan berpikir dinamis dalam kemampuan berpikir aljabar. Sedangkan siswa dengan perolehan nilai terendah hanya memenuhi indikator generalisasi dalam kemampuan berpikir aljabar. Temuan ini menunjukkan bahwa proses pembelajaran berpengaruh terhadap kemampuan berpikir aljabar siswa, sehingga guru disarankan untuk bisa menerapkan model pembelajaran yang tepat untuk melatih dan mengembangkan kemampuan berpikir aljabar siswa. Kata kunci: berpikir aljabar, discovery learning, generalisasi Abstract: This study aimed to analyze the algebraic thinking ability of high school students by implementing the discovery learning model. The indicators used to assess algebraic thinking ability include generalization, abstraction, dynamic thinking, analytical thinking, organizing, and modeling. The study employed a descriptive method with a qualitative approach. The subjects were 17 students from class X-2 at SMA Plus Ulumul Quran Al Mustofa who had undergone learning using a discovery learning model and completed a test on algebraic thinking ability. Three students were selected: one student with the highest score, one with a score around the average, and one with the lowest score. The data were collected through tests and interviews and then analyzed using categorization, reduction, presentation, interpretation, and conclusion-drawing techniques. The results showed that the student with the highest score can implement almost all indicators of algebraic thinking ability except analytical thinking. Students with scores around the average are able to implement generalization and dynamic thinking indicators in algebraic thinking ability. Students with the lowest scores are able to implement generalization indicators in algebraic thinking ability. These findings suggest that the learning process significantly influences students' algebraic thinking ability, so teachers should apply the right learning model to develop students' algebraic thinking ability. Keywords: algebraic thinking, discovery learning, generalization
PEDAGOGICAL CONTENT KNOWLEDGE (PCK) CALON GURU MATEMATIKA SEKOLAH DASAR : ANALISIS BERDASARKAN VIGNETTE Annisa Andika Karisa; Subanji Subanji; Susiswo Susiswo
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 13, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v13i2.22320

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pedagogical Content Knowledge (PCK) yang dimiliki oleh calon guru matematika sekolah dasar berdasarkan dari instrumen Vignette. Vignettemerupakan instrumen berbentuk skenario, yang berisikan miskonsepsi dan kebingungan siswa. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah kuliatatif deskriptif. Subjek penelitian adalah calon guru (pre-service teacher) yang merupakan mahasiswa PGSD semester akhir. Pemilihan subjek dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Komponen yang terdapat pada penelitian ini ada tiga, yaitu pengetahuan tentang siswa, pengetahuan mengajar, dan pengetahuan konten. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat PCK (Pedagogical Content Knowledge) secara signifikan memengaruhi kemampuan subjek dalam mengatasi miskonsepsi siswa. Subjek dengan PCK tinggi mampu menguasai ketiga komponen PCK dengan sangat baik, subjek dengan jelas mengidentifikasi miskonsepsi siswa, dan memberikan solusi yang tepat untuk memperbaikinya. Sebaliknya, subjek dengan PCK sedang menunjukkan ketidakseimbangan antara kemampuan konten dan pedagogik; meskipun mereka mampu memberikan solusi untuk menghadapi miskonsepsi siswa, sesekali mereka mengalami miskonsepsi serupa karena ketidaktelitian. Sementara itu, subjek dengan PCK rendah tidak mampu meluruskan miskonsepsi siswa, bahkan cenderung mengalami miskonsepsi yang sama dengan siswa. Penelitian ini berkontribusi dalam pemahaman PCK calon guru matematika sekolah dasar melalui instrumen Vignette, memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana berbagai tingkat PCK memengaruhi kemampuan mereka dalam mengatasi miskonsepsi siswa. Hasilnya dapat menjadi dasar bagi pengembangan program pendidikan guru yang lebih efektif, khususnya dalam peningkatan kemampuan pedagogik dan konten untuk mempersiapkan calon guru menghadapi tantangan di kelas. Kata Kunci:  Pedagogical Konten Knowledge, Vignette, Calon Guru Matematika Abstract: This study aims to determine the Pedagogical Content Knowledge (PCK) possessed by pre-service mathematics teacher primary school based on the vignette instrument. Vignette is an instrument in the form of a scenario, which contains students' misconceptions and confusion. The method used in this research is descriptive qualitative. The subject of the research is a pre-service teacher who is a final semester PGSD student. Subject selection was done by using purposive sampling technique. There are three components in this study, namely knowledge of students, knowledge of teaching, and knowledge of content. Findings indicate that the level of PCK significantly influences subjects' ability to address student misconceptions. Subjects with high PCK demonstrated excellent mastery of all three PCK components, accurately identifying student misconceptions and providing appropriate solutions for their remediation. Conversely, subjects with moderate PCK exhibited an imbalance between their content and pedagogical knowledge; while capable of offering solutions to student misconceptions, they occasionally experienced similar misconceptions due to oversight. Meanwhile, subjects with low PCK were unable to rectify student misconceptions and often shared the same misconceptions as their students. This research contributes to a deeper understanding of PCK among prospective elementary mathematics teachers through the innovative use of vignettes, offering profound insights into how varying PCK levels impact their effectiveness in addressing student learning difficulties. The findings can serve as a foundation for developing more effective teacher education programs, particularly in enhancing pedagogical and content capabilities to better prepare future educators for classroom challenges. Keywords:  Pedagogical Konten Knowledge, Vignette, Pre-Service Mathematics Teacher
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERUPA TEKA-TEKI SILANG (TTS) BERKONTEKS LINGKUNGAN LAHAN BASAH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA SD/MI Rahimah Rahimah; Asdini Sari; Rahmita Noorbaiti
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 13, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v13i2.22384

Abstract

Berdasarkan hasil observasi, diketahui bahwa media pembelajaran yang dipakai guru masih kurang bervariasi, sehingga membuat siswa kurang tertarik dan mengalami kesulitan dalam memahami materi. Hal ini mendorong perlunya media pembelajaran yang lebih inovatif dan relevan dengan konteks kehidupan siswa agar proses pembelajaran lebih efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berupa Teka-Teki Silang (TTS) berkonteks lingkungan lahan basah untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa SD/MI. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model 4D (Define, Design, Develop, Disseminate). Subjek uji coba penelitian adalah siswa kelas V SD Negeri Melayu 11 Banjarmasin. Media yang dikembangkan berfokus pada materi operasi bilangan cacah dengan melibatkan unsur kearifan lokal di Kalimantan Selatan, seperti makanan khas, kerajinan, dan tempat wisata. Hasil uji validasi dari 3 validator menunjukkan media ini sangat valid dengan skor kevalidan 83,69%. Uji kepraktisan memperoleh hasil sebesar 97,07% (siswa) dan 97,22% (guru), yang keduanya pada kategori sangat praktis. Hasil uji keefektifan menunjukkan persentase sebesar 87% atau pada kriteria efektif dalam meningkatkan hasil belajar matematika siswa. Dengan demikian, dihasilkan media pembelajaran berupa teka-teki silang (TTS) berkonteks lingkungan lahan basah untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa SD/MI yang sangat valid, sangat praktis, dan efektif.   Kata kunci: Teka-Teki Silang, Konteks Lingkungan Lahan Basah, Hasil Belajar Matematika Abstract: Based on observations, the learning media used by teachers is still lacking in variety, causing students to lose interest and struggle to understand the material. This indicates the need for more innovative and contextually relevant media to enhance learning effectiveness. This study aims to develop a crossword puzzle-based learning medium with a wetland environment context to improve elementary students’ mathematics learning outcomes. The research employed the Research and Development (R&D) with the 4D model (Define, Design, Develop, Disseminate). The trial subjects were fifth grade students of SD Negeri Melayu 11 Banjarmasin. The media focused on whole number operations, incorporating elements of South Kalimantan’s local wisdom such as traditional foods, crafts, and tourist sites. Validation test results from 3 validators showed that this media was very valid with a validity score of 83.69%. Practicality tests resulted in 97.07% (students) and 97.22% (teachers), both in the very practical category. Effectiveness test results showed a percentage of 87% or in the effective criteria in improving students' math learning outcomes. Thus, the resulting learning media in the form of crossword puzzles with a wetland environment context to improve mathematics learning outcomes of elementary students are very valid, very practical, and effective. Keywords Crossword Puzzles, Wetland Environment Context, Math Learning Outcome
PENGEMBANGAN SOAL PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA BERBASIS COMPUTATIONAL THINKING DENGAN KONTEKS ETNOMATEMATIKA Nazhira Yuliana; Hidayah Ansori; Juhairiah Juhairiah
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 13, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v13i1.20250

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini menghasilkan soal pemecahan masalah matematika berbasis Computational Thinking dengan konteks etnomatematika yang valid, reliabel dan praktis. Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan, dengan model Tessmer tipe formative research yang terdiri atas preliminary dan formative evaluation. Subjek penelitian adalah siswa kelas IX C SMP Negeri 14 Banjarmasin. Instrumen yang digunakan yaitu lembar validasi, angket dan lembar soal tes. Analisis data menggunakan teknik uji validitas, uji reliabilitas, serta analisis kepraktisan soal. Tahap Preliminary, peneliti peneliti melakukan pengkajian mengenai soal pemecahan masalah berbasis computional thinking, pembuatan kisi-kisi soal berdasarkan karakteristik siswa sebagai subjek penelitian, dan pendesainan produk sebanyak 5 buah soal. Kemudian, pada tahap formative evaluation, dilakukan tahapan Self-evaluation yaitu penilaian produk oleh peneliti dengan bantuan pembimbing, kemudian dilanjutkan dengan tahapan expert review yaitu validasi soal oleh 3 orang ahli, kemudian dilakukan uji coba soal kepada 6 orang siswa, dilanjutkan dengan uji coba ke siswa pada satu kelas. Hasil Validasi oleh validator diperoleh bahwa produk yang dikembangkan memperoleh skor validitas logis 3,47 yang masuk dalam kategori valid. Adapun berdasarkan uji coba soal ke siswa diperoleh bahwa soal juga terkategori valid secara empiris. Soal yang dikembangkan memiliki nilai reliabel 0,722 yang terkategori tinggi. Hasil angket respon siswa menunjukkan nilai kepraktisan 4,50 yang masuk dalam kategori praktis. Penelitian ini menghasilkan 5 soal pemecahan masalah matematika berbasis Computational Thinking dengan konteks etnomatematika berbentuk uraian yang valid, reliabel dan praktis. Kata kunci: Pemecahan masalah, Computational Thinking, etnomatematika Abstract: This study aimed to develop valid, reliable, and practical mathematics problem-solving questions based on Computational Thinking within the context of ethnomathematics. The method employed is research and development, utilizing the Tessmer model of formative research, which consists of the preliminary and formative evaluation stages. The research subjects were students of Class IX C at SMP Negeri 14 Banjarmasin. The instruments used included validation sheets, questionnaires, and test question sheets. Data analysis involved validity testing, reliability testing, and practical questions analysis. In the preliminary stage, the researcher reviewed problem-solving questions based on Computational Thinking, developed a question grid based on the characteristics of the research subjects, and designed five test items. During the formative evaluation stage, the researcher first conducted a self-evaluation with assistance from a supervisor. This was followed by an expert review involving validation by three experts. Subsequently, a limited trial was conducted with six students, followed by a class-wide trial. Validation results showed that the developed product achieved a logical validity score of 3.47, which is categorized as valid. Based on empirical testing with students, the questions were also found to be empirically valid. The reliability coefficient of the developed questions was 0.722, which falls into the high category. Student response questionnaires indicated a practicality score of 4.50, which is categorized as practical. This study produced five essay-type mathematics problem-solving questions based on Computational Thinking and situated in an ethnomathematics context that are valid, reliable, and practical. Keywords: Problem-solving, Computational Thinking, Ethnomathematics
ANALISIS KLASTER KARAKTERISTIK MAHASISWA PENDIDIKAN MATEMATIKA UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT Dadang Juandi; Rizki Amalia; Siti Nur Asmah; Yuni Suryaningsih
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 13, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v13i2.22555

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan tujuan untuk mengetahui profil karakteristik mahasiswa S1 Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Lambung Mangkurat berdasarkan karakteristik belajarnya. Data dikumpulkan melalui instrumen angket karakteristik mahasiswa, kemudian dianalisis menggunakan metode analisis klaster nonhierarki K-Means. Sebanyak 96 mahasiswa menjadi subjek penelitian dengan 12 variabel yang distandardisasi dalam bentuk z-score meliputi jenis kelamin, usia, semester, IPK, waktu belajar per minggu, waktu belajar kelompok per minggu, frekuensi bertanya di kelas per minggu, minat terhadap matematika, gaya belajar, konsistensi dalam membuat jadwal belajar, percaya diri dalam menghadapi ujian, dan kecemasan dalam ujian matematika. Hasil analisis menunjukkan terbentuknya tiga klaster dengan karakteristik berbeda. Klaster pertama terdiri dari mahasiswa semester awal yang aktif dan memiliki intensitas belajar tinggi. Klaster kedua mencakup mahasiswa tingkat akhir dengan keterlibatan belajar rendah dan kecemasan tinggi. Klaster ketiga terdiri dari mahasiswa yang konsisten, aktif bertanya, dan memiliki minat tinggi terhadap matematika. Temuan ini menunjukkan pentingnya pendekatan pembelajaran yang disesuaikan dengan profil karakteristik mahasiswa. Kata kunci: analisis klaster, karakteristik mahasiswa, pendidikan matematika Abstract:  This study is a quantitative descriptive study to determine the profile characteristics of undergraduate students in the Mathematics Education Study Program at Lambung Mangkurat University based on their learning characteristics. Data were collected through a student characteristics questionnaire instrument, then analyzed using the K-Means non-hierarchical cluster analysis method. A total of 96 students became research subjects with 12 variables standardised in the form of z-scores including gender, age, semester, GPA, study time per week, group study time per week, frequency of asking questions in class per week, interest in mathematics, learning style, consistency in making a study schedule, confidence in facing exams, and anxiety in mathematics exams. The analysis showed the formation of three clusters with different characteristics. The first cluster consists of early-semester students who are active and have high learning intensity. The second cluster includes final year students with low learning engagement and high anxiety. The third cluster consists of students who are consistent, active in asking questions, and highly interested in mathematics. This finding shows the importance of customised learning approaches that fit the profile of student characteristics.Keywords: cluster analysis, student characteristics, mathematics education