cover
Contact Name
Chairil Faif Pasani
Contact Email
chfaifp@ulm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
edu.mat@ulm.ac.id
Editorial Address
Ruang Prodi Pendidikan Matematika Gedung FKIP ULM Banjarmasin Jalan Brigjen H. Hasan Basri, Kayu Tangi, Banjarmasin, Kalimantan Selatan
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 23382759     EISSN : 25979051     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Core Subject : Education,
EDU-MAT adalah jurnal yang didirikan pada tahun 2013 di Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat. EDU-MAT merupakan kumpulan artikel hasil penelitian maupun kajian dosen, peneliti, guru, maupun mahasiswa di bidang pendidikan matematika yang belum pernah dimuat/diterbitkan di media lain. EDU-MAT diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat yang terbit 2 kali dalam setahun, yaitu pada bulan April dan Oktober
Arjuna Subject : -
Articles 421 Documents
PENGEMBANGAN MODUL AJAR OPERASI HITUNG PECAHAN BERKONTEKS RESEP WADAI BANJAR DENGAN PENDEKATAN TARL UNTUK SISWA SD/MI Ardi Rahmawan; Iskandar Zulkarnain; Taufiq Hidayanto
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 13, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v13i1.21973

Abstract

Abstrak: Hasil observasi dan temuan dari beberapa penelitian yang relevan menunjukkan bahwa beberapa siswa sekolah dasar mengalami kesulitan dalam memahami dan mengerjakan operasi hitung pecahan. Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan ini adalah dengan menyediakan modul ajar yang disesuaikan dengan kemampuan siswa dalam memahami konsep operasi hitung pecahan. Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan modul ajar operasi hitung pecahan berkonteks resep wadai Banjar dengan pendekatan Teaching at the Right Level (TaRL) untuk siswa SD/MI. Peneliti ini menggunakan metode penelitian pengembangan (R&D) dengan model pengembangan 4D (Define, Design, Develop, Disseminate). Subjek implementasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri Kelayan Tengah 4, Banjarmasin. Instrumen penelitian terdiri dari lembar validasi, angket respons, tes diagnostik, dan tes formatif. Hasil validasi dari dua orang validator rata-ratanya adalah 4,16 yang termasuk kategori valid. Hasil analisis dari angket respons guru dan siswa masing-masing memperoleh skor 86,2% dan 81% dengan kategori praktis. Sedangkan hasil analisis uji keefektifan memperoleh skor N-Gain sebesar 0,57 yang termasuk dalam kategori efektif. Dengan demikian modul ajar yang dikembangkan telah memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif.  Hasil penelitian ini berkontribusi pada penyediaan alternatif modul ajar dengan pendekatan TaRL yang sesuai dengan kemampuan siswa dalam pembelajaran materi operasi hitung pecahan jenjang sekolah dasar. Kata kunci: Modul Ajar, Resep Wadai Banjar, TaRL, Operasi Hitung Pecahan Abstract: Observational results and findings from several relevant studies indicate that several elementary school students struggle to understand and perform operations involving fractions. One effort to address this issue is the provision of teaching modules tailored to students’ abilities to comprehend the concepts of fraction operations. This study aimed to develop a teaching module on fraction operations using the context of Wadai Banjar recipes, based on the Teaching at the Right Level (TaRL) approach for elementary students. This research employs a Research and Development (R&D) method using the 4D model (Define, Design, Develop, Disseminate). The implementation subjects in this study were fifth-grade students at SD Negeri Kelayan Tengah 4, Banjarmasin. The research instruments included validation sheets, response questionnaires, diagnostic tests, and formative tests. The validation result from two validators yielded an average score of 4.16, which was categorized as valid. The analysis of teacher and student response questionnaires resulted in scores of 86.2% and 81%, respectively, bothcategorized as practical. Furthermore, the effectiveness test analysis produced an N-Gain score of 0,57, which was classified as effective. Thus, the developed teaching module meets the valid, practical, and effective criteria. The findings of this study contribute to providing an alternative teaching module using the TaRL approach that aligns with students’ abilities in learning fraction operations at the elementary school level. Keywords: Teaching Module, Wadai Banjar Recipe, TaRL, Fraction Operations
HUBUNGAN KONSENTRASI BELAJAR DAN RESILIENSI MATEMATIS DENGAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS XI MAN KOTA PALANGKA RAYA Desti Haryani; Demitra Demitra; Dimas Dede Priana
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 13, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v13i1.20442

Abstract

Abstrak: Rendahnya konsentrasi dan resiliensi dalam belajar matematika mempengaruh keberhasilan siswa memecahkan masalah matematika. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan korelasi antara konsentrasi dan resiliensi belajar dengan kemampuan pemecahan masalah matematika, baik secara parsial maupun bersama. Metode penelitian yang digunakan metode deskriptif kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Populasi penelitian berjumlah 172, dan untuk sampel berjumlah 134 siswa yang dipilih dengan teknik cluster random sampling. Instrumen penelitian berupa angket konsentrasi belajar (r11 = 0,92), angket resiliensi matematis (r11 = 0,90), dan tes kemampuan pemecahan masalah matematika yang ditelaah oleh tiga orang penilai dengan hasil telaah, semua butir soal dapat digunakan. Teknik analisis data mencakup analisis statistika deskriptif, uji asumsi normalitas dengan uji Kolmogorov-Smirnov, dan uji hipotesis menggunakan analisis korelasi product moment dan korelasi ganda. Hasil penelitian menunjukkan ada korelasi positif antara (1) konsentrasi belajar dan kemampuan pemecahan masalah matematika, (2) resiliensi matematis dengan kemampuan pemecahan masalah matematika, dan (3) secara bersama konsentrasi belajar dan relisiensi matematis dengan kemampuan pemecahan masalah matematika, pada taraf signifikan ∝ = 0,05. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan agar guru mengajak siswa berkonsentrasi dan memperkuat resiliensi dengan teknik-teknik ice breaking, saat menjelaskan materi tahap demi tahap dan memberikan motivasi pada saat yang tepat.   Kata kunci: Konsentrasi Belajar; Resiliensi Matematis; Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Abstract: Low concentration and resilience in mathematics learning affect students' mathematical problem-solving success. This study aims to describe the correlation between concentration and learning resilience with mathematical problem-solving abilities, both partially and together. The research method used is a quantitative descriptive method with a correlational research type. The study population was 172, and the sample was 134 students selected using the cluster random sampling technique. The research instruments were a learning concentration questionnaire (r11 = 0.92), a mathematical resilience questionnaire (r11 = 0.90), and a mathematical problem-solving ability test reviewed by three assessors, with the results of the review, all questions can be used. Data analysis techniques include descriptive statistical analysis, normality assumption tests with the Kolmogorov-Smirnov test, and hypothesis testing using product-moment correlation analysis and multiple correlations. The results of the study showed that there was a positive correlation between (1) learning concentration and mathematical problem-solving ability, (2) mathematical resilience with mathematical problem-solving ability, and (3) learning concentration and mathematical resilience with mathematical problem-solving ability at a significant level of ∝ = 0.05. Based on the results of this study, it is recommended that teachers encourage students to concentrate and strengthen resilience with ice-breaking techniques, when explaining the material step by step, and providing motivation at the right time. Keywords: Learning Concentration; Mathematical Resilience; Mathematical Problem-Solving Ability  
PENGARUH PENDEKATAN PMR TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP OPERASI HITUNG BILANGAN BULAT DI SMP Shaulatiya Futri; Kamaliyah Kamaliyah; Yuni Suryaningsih
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 13, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v13i2.22328

Abstract

Pendekatan PMR dikembangkan untuk membantu siswa memahami konsep matematika dengan mengaitkannya pada konteks nyata yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Kurangnya pemahaman konsep dalam pembelajaran matematika dapat memengaruhi hasil belajar siswa, terutama pada materi operasi hitung bilangan bulat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendekatan PMR terhadap pemahaman konsep operasi hitung bilangan bulat pada siswa kelas VII di SMPN 1 Tanah Siang. Metode yang digunakan adalah quasi-eksperimen dengan desain one-group pretest-posttest. Sampel penelitian terdiri dari 22 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan uji validitas, observasi, dan tes. Kemudian data dianalisis berdasarkan keterlaksanaan pembelajaran dengan pendekatan PMR, kemampuan pemahaman konsep siswa dalam pendekatan PMR, serta uji N-Gain, uji normalitas, dan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan keterlaksanaan pembelajaran dengan pendekatan PMR ini sangat baik, dengan persentase keterlaksanaan 93,85%. Skor rata-rata posttest siswa meningkat menjadi 58,27, tergolong cukup baik. Terdapat perbedaan yang signifikan antara kondisi sebelum dan setelah diterapkannya pendekatan PMR berdasarkan uji wilcoxon, sedangkan peningkatan pemahaman konsep berada pada kategori sedang berdasarkan analisis N-Gain sebesar 0,315. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan PMR memiliki pengaruh terhadap kemampuan siswa dalam memahami konsep operasi hitung bilangan bulat di kelas VII SMPN 1 Tanah Siang, Kabupaten Murung Raya.   Kata kunci: Pendekatan PMR, pemahaman konsep, operasi hitung bilangan bulat Abstract: The RME approach was developed to help students understand mathematical concepts by linking them to real contexts that are relevant to everyday life. Lack of understanding of concepts in learning mathematics can affect student learning outcomes, especially in the material of integer counting operations. This study aims to analyze the effect of the RME approach on understanding the concept of integer arithmetic operations among seventh grade students at SMPN 1 Tanah Siang. The method used was quasi-experiment with one-group pretest-posttest design. The research sample consisted of 22 students. Data collection techniques were carried out with validity tests, observations, and tests. Then the data were analyzed based on the implementation of learning with the RME approach, the ability to understand students' concepts in the RME approach, as well as the N-Gain test, normality test, and Wilcoxon test. The results showed that the implementation of learning with the RME approach was very good, with a percentage of implementation of 93.85%. The average score of students' posttest increased to 58.27, classified as quite good. There is a significant difference between the conditions before and after the application of the RME approach based on the Wilcoxon test, while the increase in concept understanding is in the moderate category based on the N-Gain analysis of 0.315. This shows that the RMEapproach has influence on students' ability to understand the concept of integer arithmetic operations in class VII of SMPN 1 Tanah Siang, Murung Raya Regency. Keywords: Realistic Mathematics Education Approach, conceptual understanding, integer arithmetic operations
ANALISIS INSTRUMEN TES KEMAMPUAN NUMERASI DAN ANGKET SELF-EFFICACY SISWA SMP PADA MATERI RASIO Fauziyyah Fauziyyah; Elly Arliani; Eminugroho Ratna Sari
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 13, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v13i2.23006

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas butir tes kemampuan numerasi dan angket self-efficacy siswa SMP pada materi rasio. Instrumen yang digunakan difokuskan pada materi rasio pada 32 siswa kelas VII di salah satu sekolah menengah pertama di Yogyakarta. Instrumen terdiri atas soal pilihan ganda, esai, dan angket, yang telah divalidasi oleh ahli. Data dianalisis untuk mengevaluasi daya pembeda, tingkat kesukaran, dan reliabilitas setiap soal. Hasilnya menunjukkan bahwa butir soal tes kemampuan numerasi memiliki reliabilitas tinggi (r-11=0,834) pada soal pilihan ganda dan (r-11=0,886)  pada soal esai, sedangkan angket self-efficacymenunjukkan relianilitas sangat tinggi (r-11=0,915). Selain itu, daya pembeda dan tingkat kesukaran berada pada kategori cukup baik hingga baik. Temuan ini mengindikasikan bahwa instrumen yang dikembangkan layak digunakan dalam evaluasi pembelajaran matematika, khususnya pada materi rasio. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan instrumen evaluasi yang valid dan reliabel, serta memperkuat pentingnya analisis butir sebagai langkah kritis dalam menjaga mutu asesmen pendidikan. Kata kunci: Analisis Butir, Numerasi, Self-Efficacy, Rasio Abstract: This study aims to analyse the quality of numeracy test items and student self-efficacy questionnaires on ratio material. The instruments used focused on ratio material for 32 seventh-grade students at a junior high school in Yogyakarta. The instruments consisted of multiple-choice questions, essays, and questionnaires, which had been validated by experts. The data was analysed to evaluate the discriminating power, difficulty level, and reliability of each question. The results indicated that the numeracy test items had high reliability (r-11=0,834) for multiple-choice questions and (r-11=0,886) for essay questions, while the self-efficacy questionnaire showed very high reliability (r-11=0,915). In addition, the discrimination power and difficulty level were in the fair to satisfactory category. These findings indicate that the developed instruments are suitable for use in mathematics learning evaluation, especially in ratio material. This study contributes to the development of valid and reliable evaluation instruments and reinforces the importance of item analysis as a critical step in maintaining the quality of educational assessment. Keywords: Item Analysis, Numeracy, Self-Efficacy, Ratio
PENERAPAN PENDEKATAN TEACHING AT THE RIGHT LEVEL (TARL) UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA SMK PADA MATERI STATISTIKA Latifah Nur Chandra Laila Aji; Restu Lusiana; Sri Wahyu Utami
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 13, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v13i1.21002

Abstract

Abstrak: Pemahaman konsep adalah aspek penting dalam proses pembelajaran. Dengan memahami konsep, siswa dapat mengembangkan kemampuannya dalam setiap materi pelajaran. Pemahaman konsep matematis sangat penting untuk belajar matematika dengan cara yang bermakna. Berdasarkan asesmen awal yang telah dilakukan pada pembelajaran matematika kelas XI ditemukan terdapat 23 dari 31 siswa memiliki kemampuan memahami konsep yang kurang. Penelitian ini bertujuan meningkatkan pemahaman konsep matematika siswa SMK pada materi statistika melalui pendekatan Teaching at the Right Level (TaRL). Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subjek siswa kelas XI BD 1 sejumlah 31 siswa. Penelitian dilakukan dengan beberapa tahapan yakni perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Pemahaman konsep matematika siswa pada tahap pra siklus berada pada rata-rata 44,4%, termasuk dalam kategori “sangat kurang”. Setelah diterapkan pendekatan TaRL rata-rata pemahanan konsep matematika siswa pada siklus 1 meningkat menjadi 61,8% yang masuk kategori ”kurang”. Dan pada siklus 2 pemahaman konsep matematika siswa meningkat menjadi 80,8% yang masuk dalam kategori “cukup”. Indikator pemahaman konsep berupa kemampuan mengelompokkan item sesuai dengan kriteria ide mengalami peningkatan terbesar. Berdasarkan hasil wawancara dengan siswa menunjukkan bahwa pendekatan TaRL memberikan manfaat positif bagi peningkatan pemahaan konsep matematika siswa, sementara beberapa siswa mengalami kesulitan dalam menyesuaikan diri dengan pendekatan TaRL yang lebih reflektif dan interaktif. Pendekatan TaRL secara keseluruhan berjalan dengan baik dan dapat meningkatkan pemahaman konsep matematika siswa SMK, tetapi diperlukan lebih banyak penyesuaian untuk membantu siswa yang masih mengalami mengalami kesulitan. Kata kunci: Pendekatan Pembelajaran, Teaching at the Right Level, Pemahaman Konsep, Statistika. Abstract:  Conceptual understanding is an essential aspect of the learning process. Students can develop their abilities in each subject matter by understanding the concept. Understanding mathematical concepts is very important for learning mathematics in a meaningful way. Based on the initial assessment carried out in mathematics learning for grade XI, it was found that 23 out of 31 students had poor conceptual understanding. This study aimed to improve students' mathematicalconceptual understanding of SMK in statistics material by teaching at the right level (TARL) approach. This study was conducted using a Classroom Action Research (CAR) design with 31 students as subjects in grade XI BD 1. The study was conducted in several stages: planning, action, observation, and reflection. Students' mathematical conceptual understanding at the pre-cycle stage was at an average of 44.4%, included in the "inferior" category. After applying the TaRL approach, the average understanding of students' mathematical concepts in cycle 1 increased to 61.8%, which was included in the "poor" category. In cycle 2, students' mathematical conceptual understanding increased to 80.8%, which was included in the "sufficient" category. The indicator of conceptual understanding in the ability to group items according to idea criteria experienced the greatest increase. The interviews with students show that the TaRL approach provides positive benefits for improving students' understanding of mathematical concepts, while some students have difficulty adjusting to the more reflective and interactive TaRL approach. The TaRL approach works well and can improve students' understanding of mathematical concepts in vocational high schools. However, more adjustments are needed to help students who are still experiencing difficulties.  Keywords: Teaching at the Right Level, TaRL, Understanding Concepts, Understanding Mathematical Concepts.
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK BERBASIS CULTURALLY RESPONSIVE TEACHING PADA MATERI BANGUN DATAR Nur Fauziyah; Ainul Anam; Adelia Kusuma Wardani; Dhea Aldila Putri; Fera Yuana
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 13, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v13i1.21141

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan lembar kerja peserta didik (LKPD) berbasis culturally responsive teaching pada materi bangun datar yang valid, praktis dan efektif untuk meningkatkan pemahaman peserta didik. Model pengembangan yang digunakan yaitu ADDIE yang terdiri dari analysis, design, development, implementation and evaluation. Validasi produk yang telah dikembangkan melibatkan dosen ahli media dan materi. Uji kelayakan produk melibatkan guru matematika dan peserta didik. Uji keefektivan menggunakan uji N-Gain. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 1 Gresik yang melibatkan 32 siswa subjek uji coba kemampuan beragam dengan objek penelitiannya berupa LKPD berbasis culturally responsive teaching. LKPD ini mengintegrasikan budaya yang ada disekitar siswa dengan materi bangun datar. Hasil validasi media diperoleh nilai 92,5% dan materi diperoleh nilai 91,7% dengan kategori sangat valid. Hasil kepraktisan media dari guru matematika diperoleh nilai 95,6% dan peserta didik diperoleh nilai 82,03% dengan kategori sangat praktis. Hasil uji keefektifan menunjukkan kriteria efek sedang dengan nilai 0,5572. Dengan hasil tersebut, maka pengembangan lembar kerja peserta didik berbasis culturally responsive teaching memberikan hasil bahwa lembar kerja peserta didik yang dikembangkan telah valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan pemahaman peserta didik dalam memahami materi bangun datar.  Hal ini memberikan manfaat kedepannya bagi pembelajaran matematika yang lebih baik. Kata kunci: Bangun Datar, Culturally Responsive Teaching, LKPD Abstract: This research aimed to develop a student worksheet based on culturally responsive teaching on flat shapes material that is valid, practical, and effective in improving students' understanding. The development model used is ADDIE, which consists of analysis, design, development, implementation, and evaluation. Validation of products that have been developed involves media and material expert lecturers. Product feasibility testing involves mathematics teachers and students. Test effectiveness using the N-Gain test. This research was conducted at SMP Negeri 1 Gresik involving 32 students as test subjects with various abilities, with the object of the study being student worksheets based on culturally responsive teaching. This student worksheet integrates the culture around students with flat shape material. The media validation results obtained a score of 92.5%, and the material received a score of 91.7%, which was a very valid category. The results of media practicality from mathematics teachers obtained a score of 95.6%, and students received a score of 82.03% in the convenience category. The effectiveness test results show moderate effect criteria with a value of 0.5572. With these results, developing student worksheets based on culturally responsive teaching provides results that the student worksheets are valid, practical, and effective in increasing students' understanding of shape material. This offers future benefits for better mathematics learning. Keywords: Flat Shapes, Culturally Responsive Teaching, Student Worksheet
PENGEMBANGAN MODUL ELEKTRONIK BERBASIS GEOGEBRA BOOK PADA MATERI PERSAMAAN GARIS LURUS UNTUK MELATIH LITERASI DIGITAL SISWA Dhanar Dwi Hary Jatmiko; Nurcholif Diah Sri Lestari
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 13, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v13i2.23193

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan modul elektronik berbasis GeoGebra Book pada topik persamaan garis lurus yang berfungsi untuk melatih literasi digital siswa yang terkategori valid dan praktis. Penelitian ini tergolong sebagai penelitian pengembangan (R&D) menggunakan model 4-D, namun terbatas sampai tahap pengembangan (develop) karena kendala waktu. Uji coba dilakukan pada siswa kelas VII pada SMPN 1 Panti dan MTs At Taqwa Bondowoso yang masing-masing diambil 1 kelas. Instrumen penelitian mencakup lembar validasi dari ahli media dan ahli materi, serta angket respon siswa. Hasil analisis menunjukkan bahwa pengembangan modul elektronik berbasis GeoGebra Book pada materi persamaan garis lurus memiliki tingkat validitas sangat valid dengan prosentase 95% dan tingkat kepraktisan sangat praktis dengan prosentase sebesar 90,91%. Berdasarkan hasil temuan tersebut, maka modul layak diuji lebih lanjut untuk menilai efektivitasnya dalam meningkatkan kemampuan literasi digital siswa.   Kata kunci: Modul Elektronik, GeoGebra Book,Persamaan Garis Lurus, Literasi Digital. Abstract: The purpose of this study is to develop an electronic module based on GeoGebra Book on the topic of linear equations to train students’ digital literacy skills, categorized as valid and practical. This research is a development study using the 4-D model, but it was limited to the development (develop) stage. The trial subjects were seventh-grade students from SMPN 1 Panti and MTs At-Taqwa Bondowoso, with one class selected from each school. The research instruments consisted of validation sheets for media and material experts, as well as student response questionnaires. The results of the data analysis showed that the electronic module based on GeoGebra Book on the topic of linear equations was categorized as very valid with an average score of 3.87 and very practical with an average student response score of 4.56. Based on these results, the module can be tested further to determine its effectiveness in improving students’ digital literacy skills. Keywords: Electronic Module, GeoGebra Book, Linear Equations, Digital Literacy
PENGEMBANGAN HANDOUT GEOMETRI EUCLID UNTUK MENUMBUHKAN KOMUNIKASI MATEMATIS MAHASISWA BERBASIS PROYEK Alfiani Athma Putri Rosyadi; Baiduri Baiduri; Arif Hidayatul Khusna; Elli Kusumawati
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 13, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v13i1.21614

Abstract

Abstrak: Komunikasi matematis merupakan keterampilan yang sangat penting bagi mahasiswa matematika. Namun, banyak mahasiswa masih mengalami kesulitan dalam mengkomunikasikan ide-ide matematis mereka secara efektif. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa salah satu faktor yang menyebabkan kesulitan ini adalah kurangnya pengalaman dalam menerapkan konsep-konsep matematika dalam konteks yang nyata. Geometri Euclid, sebagai salah satu cabang matematika yang fundamental, seringkali diajarkan secara abstrak dan kurang menarik bagi mahasiswa. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan HandOut geometri Euclid yang berbasis proyek dengan harapan dapat meningkatkan kemampuan komunikasi matematis mahasiswa. Metode yang digunakan adalah Research and Development dengan menggunakan model ADDIE. Instrumen yang digunakan adalah tes dan wawancara. Subjek pada penelitian ini adalah mahasiswa semester tiga jurusan pendidikan matematika Universitas Muhammadiyah Malang. Pengembangan HandOut geometri Euclid untuk menumbuhkan komunikasi matematis mahasiswa berbasis proyek dilakukan melalui tahapan analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi. Secara umum, hasil pengembangan HandOut ini memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif. Hasil yang diperoleh yaitu kejelasan penyampaian, kelengkapan penyelesaian, dan interpretasi hasil mendapatkan hasil baik. Sedangkan untuk penggunaan model dan representasi ide pada kategori cukup. Posisi penelitian  ini berada dalam tren pengembangan bahan ajar matematika yang inovatif, khususnya HandOut, yang tidak hanya menyajikan materi tetapi juga dirancang untuk meningkatkan komunikasi matematis mahasiswa.  Kata kunci: HandOut, komunikasi matematis, geometri Euclid, berbasis proyek Abstract: Mathematical communication is an essential skill for mathematics students. However, many students still experience difficulties in communicating their mathematical ideas effectively. Previous research has shown that one of the factors causing this difficulty is the lack of experience in applying mathematical concepts in a real context. Euclid geometry, one of the fundamental branches of mathematics, is often taught abstractly and less appealing to students. Therefore, this study aims to develop a project-based Euclid geometry HandOut to improve students' mathematical communication skills. The method used is Research and Development using the ADDIE model. The instruments used are tests and interviews. The subjects in this study were third-semester students majoring in mathematics education at Muhammadiyah University of Malang. The development of Euclid geometry HandOuts to foster project-based student mathematical communication through the stages of analysis, design, development, implementation, and evaluation. The results of developing this HandOut meet the validity, practicality, and effectiveness criteria. The results obtained are clarity of delivery, completeness of completion, and interpretation of results, which get good results for using models and representing ideas in the sufficient category. The position of this research is in the trend of developing innovative mathematics teaching materials, especially HandOuts, which not only present material but are also designed to improve students' mathematical communication.  Keywords: HandOut, mathematical communication, Euclid geometry, project-based
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MATEMATIKA BERBASIS GEOGEBRA SERTA DAMPAKNYA TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP PADA MATERI FUNGSI Wilda Purnama Sari; Jahring Jahring; Chairuddin Chairuddin; Nasruddin Nasruddin; Sufri Mashuri; Irajuana Haidar
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 13, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v13i1.21235

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menghasilkan bahan ajar matematika berbasis GeoGebra yang memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif, serta menganalisis dampak penggunaan bahan ajar terhadap kemampuan pemahaman konsep siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (Research & Development/R&D) dengan model Tessmer tipe evaluasi formatif. Subjek dalam penelitian ini terdiri atas 22 siswa kelas VIII A SMP Negeri 2 Latambaga. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, angket, tes (soal), dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase validitas bahan ajar menurut ahli materi dan ahli media mencapai 87,17%. Sementara itu, tingkat praktikalitas berdasarkan penilaian kelompok one-to-one adalah 84,29%, dan dari kelompok small group sebesar 87,62%. Sebanyak 81,82% siswa mencapai ketuntasan dengan KKM 70, dan rata-rata nilai post-test siswa adalah 74,75, yang menunjukkan respons positif terhadap bahan ajar. Simpulan penelitian ini adalah bahan ajar matematika berbasis GeoGebra yang dikembangkan telah memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif, serta memberikan dampak positif terhadap peningkatan kemampuan pemahaman konsep fungsi siswa. Kata kunci: bahan ajar, GeoGebra, pemahaman konsep Abstract: This research aimed to develop and produce GeoGebra-based mathematics teaching materials that meet the criteria of validity, practicality, and effectiveness, as well as analyze the impact of using these teaching materials on students' conceptual understanding abilities. The research method used is research and development (Research & Development/R&D) with the Tessmer model formative evaluation type. The subjects in this study consisted of 22 students of class VIII A of SMP 2 Latambaga. Data collection techniques include observation, interviews, questionnaires, tests (questions), and documentation, while the data analysis technique used is qualitative descriptive analysis. The study results showed that the percentage of validity of open teaching materials according to material experts and media expertsreached 87.17%. Meanwhile, the level of practicality based on one-on-one group assessment was 84.29%, and it was 87.62% from small groups. 81.82% of students achieved completion with a Minimum Mastery Criteria (MMC) of 70 and an average student posttest score of 74.75 which showed a positive response to the teaching materials. This study concludes that the GeoGebra-based mathematics teaching materials developed have met the criteria of being valid, practical, and effective, and positively impacting students' abilities in understanding the concept of functions. Keywords: teaching materials, GeoGebra, conceptual understanding
OPTIMALISASI HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING BERBASIS STEM DENGAN MEDIA DIGITAL SNAKE AND LADDER Wahyuni Suryaningtyas; Sandha Soemantri; Maila Rosidatus Sayyidah
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 13, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v13i2.22675

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan model pembelajaran Problem solving berbasis STEM dengan media Digital Snake and Ladder dalam meningkatkan hasil belajar matematika peserta didik kelas VIIA SMP Muhammadiyah 10 Surabaya. Penelitian menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus, dengan tujuan untuk memperbaiki hasil belajar peserta didik melalui penerapan model ini. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, dokumentasi, tes, dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model ini berhasil meningkatkan hasil belajar matematika, dengan nilai rata-rata meningkat dari 62,42 pada pra-siklus menjadi 63,14 pada siklus I, dan 80,14 pada siklus II. Selain itu, kemampuan pemecahan masalah peserta didik juga mengalami peningkatan signifikan pada setiap langkah pemecahan masalah. Aktivitas siswa selama pembelajaran juga meningkat, dengan kolaborasi dalam berdiskusi menjadi indikator dengan nilai tertinggi pada kedua siklus. Respon peserta didik terhadap model pembelajaran ini sangat positif, dengan skor tertinggi pada indikator motivasi belajar matematika. Penelitian ini menyarankan penerapan model serupa di mata pelajaran lain untuk meningkatkan pemahaman dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Kata kunci: Problem solving, STEM, Digital Snake and Ladder, hasil belajar, keterlibatan siswa.   Abstract: This study aims to examine the application of the Problem solving model based on STEM with the Digital Snake and Ladder media in improving the mathematics learning outcomes of seventh-grade students at SMP Muhammadiyah 10 Surabaya. The research uses a Classroom Action Research (CAR) approach consisting of two cycles, aiming to improve students' learning outcomes through the implementation of this model. Data collection techniques include observation, documentation, tests, and questionnaires. The results show that the application of this model successfully improved mathematics learning outcomes, with the average score increasing from 62.42 in the pre-cycle to 63.14 in cycle I, and 80.14 in cycle II. Additionally, students' problem-solving skills showed significant improvement in each step of the problem-solving process. Students' activity during the learning process also improved, with collaboration in discussions being the highest indicator in both cycles. Students’ responses to the model were highly positive, with the highest score for motivation in learning mathematics. This study recommends applying similar models in other subjects to enhance students' understanding and engagement in learning. Keywords: Problem solving, STEM, Digital Snake and Ladder, learning outcomes, student engagement.