cover
Contact Name
Muhammad Ikhwan Rizki
Contact Email
ikhwanrizki@unlam.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jps@unlam.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Pharmascience
ISSN : 23555386     EISSN : 24609560     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Pharmascience memuat naskah hasil penelitian dan artikel review bidang kefarmasian. Naskah dapat berasal dari mahasiswa, dosen, peneliti, dan lembaga riset. Setiap naskah yang diterima redaksi Jurnal Pharmascience akan ditelaah oleh Mitra Bebestari dan Anggota Redaksi. Jurnal Pharmascience terbit 2 (dua) kali dalam setahun yaitu Februari dan Oktober. Redaksi menerima pemesanan Jurnal Pharmascience untuk berlangganan atau pembelian setiap terbitan.
Arjuna Subject : -
Articles 340 Documents
Uji Tanggap Rasa Pasta Gigi Kombinasi Triklosan-Ekstrak Etanol Daun Suji (Pleomele angustifolia N.E Brown) dengan Bahan Pengikat CMC-Na Elya Zulfa; Rima Andriani
Jurnal Pharmascience Vol 4, No 2 (2017): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v4i2.5767

Abstract

Daun suji biasa digunakan oleh masyarakat sebagai obat kumur untuk menghilangkan plak. Pasta gigi merupakan salah satu bentuk sediaan yang cocok untuk kesehatan mulut dengan bahan aktif triklosan, namun triklosan bersifat korosif, resisten terhadap bakteri, dan mempengaruhi sistem hormonal khusunya hormon reproduksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan variasi konsentrasi kombinasi triklosan-ekstrak etanol daun suji (T-EEDS) pada sediaan pasta gigi terhadap tanggap rasa dari masyarakat. Ekstrak etanol 70% daun suji diperoleh dengan metode maserasi, kemudian dilakukan pembuatan sediaan pasta gigi dengan variasi konsentrasi kombinasi T-EEDS yaitu FI (1:0), FII (0,5;0,5), FIII (0:1). Pasta gigi yang diperoleh dilakukan uji tanggap rasa. Hasil pengujian dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa semua formula yang dibuat berada pada rangking 2 yang berarti “dislike very much”. Kata Kunci : daun suji, triklosan, pasta gigi, tanggap rasa
Analisis Kualitatif Kandungan Ibuprofen Dalam Jamu Pegal Linu Yang Beredar di Pasar Baru Permai Banjarmasin Eka Kumalasari; Linda Fitria Wahyuni; Riza Alfian
Jurnal Pharmascience Vol 5, No 1 (2018): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v5i1.5783

Abstract

ABSTRAK Ibuprofen merupakan obat yang berkhasiat untuk menghilangkan nyeri, menurunkan demam, peradangan seperti rematik dan encok. Efek samping yang paling bahaya jika digunakan dalam jangka panjang atau dalam dosis tinggi dapat menyebabkan kerusakan permukaan saluran gastrointestinal dan pendarahan. Tujuan dilakukan penelitian ini untuk mengetahui ada atau tidaknya kandungan Ibuprofen pada jamu pegal linu yang beredar di pasar Baru Permai Banjarmasin. Jenis penelitian ini adalah penelitian bersifat deskriptif. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode analisis kualitatif dengan kromatografi lapis tipis. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Kimia Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin dari tanggal 15 – 19 Juni 2017. Teknik sampling yang digunakan yaitu sampling jenuh. Sampel di ambil dari toko obat di Pasar Baru Permai Banjarmasin, didapatkan 15 sampel jamu pegal linu dengan merek berbeda. Analisis KLT menggunakan eluen dari campuran etil asetat, metanol, dan ammonia dengan perbandingan 85:10:5 dan plat KLT silica gel GF254 dengan Rf Ibuprofen yaitu 0,87. Dari hasil penelitian didapatkan 14 dari 15 sampel atau 93,3% dari total sampel mengandung Ibuprofen. Kata Kunci : Ibuprofen, Jamu Pegal Linu, KLT ABSTRACT Ibuprofen is a medicine to relieve pain, fever, inflammation such as rheumatism and gout. The most dangerous side effects when used in the long term or in high doses can cause damage to the gastrointestinal tract and bleeding. The purpose of this research is to know the presence or absence of Ibuprofen content in jamu pegal linu which is circulating in market Baru Permai Banjarmasin. The type of research is descriptive. The method used is qualitative analysis with thin layer chromatography. The research was conducted at ISFI Banjarmasin Pharmacy Laboratory from 15-19 June 2017. The sampling technique used was saturated sampling. Samples are taken from pharmacies in the in pasar Baru Permai Banjarmasin. The researcher obtained 15 herbal samples with various brands. TLC analysis used eluent from mixture of ethyl acetate, methanol, and ammonia with ratio 85: 10: 5 and KLT silica gel plate GF254 with Rf Ibuprofen was 0.87. From the results obtained 14 of 15 samples or 93.3% of the total sample positively contained Ibuprofen Keywords: Ibuprofen, Pegal Linu Herbal Medicine, TLC
Analisis Toksisitas Akut Ekstrak Etanol Kulit Buah Cempedak pada Tikus Galur Wistar Ali Rakhman Hakim; Rina Saputri
Jurnal Pharmascience Vol 5, No 2 (2018): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v5i2.5799

Abstract

Kulit buah Cempedak yang digoreng (Manday) merupakan salah satu makanan yang umum dikonsumsi masyarakat di Kalimantan Selatan. Berdasarkan pengalaman dari beberapa masyarakat, keluhan yang sering terjadi adalah perut terasa perih dan kepala pusing. Evaluasi sifat toksik dari bagian tumbuhan yang dikonsumsi oleh masyarakat sangat penting untuk dilakukan dengan mempertimbangkan perlindungan kesehatan masyarakat karena paparan senyawa kimia dari bagian tumbuhan yang dapat menyebabkan efek yang tidak diinginkan pada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa kimia dan efek toksisitas akut dari ekstrak etanol kulit buah cempedak. Kulit buah cempedak dikeringkan dengan menggunakan oven. Ekstraksi kulit buah cempedak menggunakan cara maserasi dengan cairan penyari etanol. Tikus uji diberi larutan kontrol Na CMC dan ekstrak dengan dosis 300 mg/kgBB, 1000 mg/kgBB, 2000 mg/kgBB, dan 5000 mg/kgBB. Hasil identifikasi senyawa kimia didapatkan positif mengandung triterpenoid, flavonoid, tanin, dan senyawa fenolik. Tikus uji yang menerima ekstrak dengan dosis 1000 mg/kgBB, 2000 mg/kgBB, dan 5000 mg/kgBB terjadi perubahan pada tikus uji berdasarkan pengamatan fisik yaitu mengalami peningkatan detak jantung atau takikardi, pernapasan cepat, tremor, dan agresif. Kata kunci: Kulit buah cempedak, senyawa kimia, toksisitas akut Rind of Cempedak fruit (Manday) is one of the foods commonly consumed by people in South Kalimantan. Based on the experience of several communities, complaints that often occur are sore stomach and headache. Evaluation of the toxic properties of plant parts consumed by the community is very important to be done by considering public health protection due to exposure to chemical compounds from parts of plants that can cause undesirable effects on the community. This study aims to identify chemical compounds and acute toxicity effects of ethanol extract rind of cempedak fruit. Rind of Cempedak fruit has dried using an oven. Extraction of cempedak fruit skin using maceration method with ethanol. Test rats were given Na CMC as a control and extract with dose 300 mg / kgBB, 1000 mg / kgBB, 2000 mg / kgBB, and 5000 mg / kgBB. The results of the identification of chemical compounds were obtained positively containing triterpenoids, flavonoids, tannins, and phenolic compounds. The test rats that received extracts at a dose of 1000 mg / kgBW, 2000 mg / kgBB, and 5000 mg / kgBW were changed in the test rats based on physical observations that experienced an increase in heart rate or tachycardia, rapid breathing, tremor, and aggressive. Keywords: acute toxicity, chemistry compounds, rind of cempedak fruit
Kepatuhan Penggunaan Obat Antihipertensi di Puskesmas Pagesangan Mataram Wirawan Adikusuma; Nurul Qiyaam; Fita Yuliana
Jurnal Pharmascience Vol 2, No 2 (2015): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v2i2.5823

Abstract

ABSTRAK Keberhasilan suatu pengobatan tidak hanya dipengaruhi oleh kualitas pelayanan kesehatan, sikap, dan keterampilan petugasnya, tetapi juga dipengaruhi oleh kepatuhan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepatuhan penggunaan obat hipertensi dan beberapa variabel karakteristik pasien yang berpengaruh terhadap kepatuhan pasien hipertensi di Puskesmas Pagesangan, Mataram. Penelitian ini dilakukan dengan metode observasional crossectional dengan mengambil data secara prospektif selama periode Februari – Maret 2015. Pengukuran kepatuhan dilakukan dengan menggunakan kuesioner MMAS (Morisky Medication Adherence Scale) yang berisi 8 pertanyaan. Persentase tingkat kepatuhan berdasarkan kuesioner MMAS adalah kepatuhan tinggi 75 % dan kepatuhan rendah 25 %. Berdasarkan analisis Chi Square tidak ada karakteristik subyek penelitian yang berpengaruh terhadap kepatuhan (P>0,05).Kata kunci: Hipertensi, kepatuhan, MMAS ABSTRACTThe success of a treatment is not only influenced by the quality of health services, attitudes and skills of its health workes, but also influenced by patient adherence. This research is aimed to measure adherence to antihypertensive therapy in hypertensive patients at primary health center Mataram, and to investigate patient’s characteristic associated with such adherence. This research was carried out by observational cross-sectional design with prospective data collection during February – March  2015. The measurement of adherence is done by using a questionnaire MMAS (Morisky Medication Adherence Scale) which contains 8 questions. The percentage of the level of adherence by questionnaire MMAS is a high adherence 75% and 25% lower adherence. Based on the analysis of Chi-Square no characteristic of the study subjects that affect adherence (P>0,05).Key word : Hipertensive, Adherence, MMAS
Penentuan Kadar Flavonoid Total dan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Daun Kajajahi (Leucosyke capitellata Wedd.) Irvan Ipand; Liling Triyasmono; Budi Prayitno
Jurnal Pharmascience Vol 3, No 1 (2016): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v3i1.5839

Abstract

ABSTRAK  Tumbuhan kajajahi (Leucosyke capitellata Wedd.) merupakan tumbuhan yang berkhasiat sebagai obat tradisional seperti penurun panas dan anti diare. Tumbuhan kajajahi telah diketahui mengandung senyawa flavonoid dengan sifat sebagai penangkal radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar flavonoid total dan aktivitas antioksidan dari ekstrak etanol daun kajajahi. Penelitian ini bersifat eksperimental. Sampel yang digunakan adalah daun kajajahi yang berasal dari desa Hulu Banyu Kecamatan Loksado Kabupaten Hulu sungai Selatan. Penentuan kadar flavonoid total dilakukan secara spektrofotometri didasarkan pada kemampuan flavonoid membentuk kompleks dengan AlCl3 sedangkan Aktivitas antioksidan ditentukan menggunakan metode DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil). Hasil penelitian diperoleh kadar flavonoid total ekstrak etanol daun kajajahi sebesar 6,14 ± 0,193 mg/g kuersetin dan aktivitas antioksidan sebesar  IC50  455,570 ppm. Sehingga dapat digolongkan sebagai antioksidan lemah.Kata kunci : Leucosyke capitellata Wedd, Antioksidan, DPPH,Flavonoid Total ABSTRACT Kajajahi Plant (Leucosyke capitellata Wedd.) a potent plant that may act as a traditional medicine such as antifever and anti-diarrhea. Kajajahi plant known contain flavonoid compounds that have properties as free-radical scavengers. The Purpose of this study was to determine the total flavonoid content and antioxidant activity of kajajahi leaves ethanol extract. The design of this research is experimental. The sample were kajajahi leaves from Hulu Banyu, Loksado, Hulu sungai Selatan.  The determination of total flavonoids done by spectrophotometry based on the ability of flavonoids to form complexes with AlCl3 while The antioxidant activity determined using the DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) method. Results of this study showed the total flavonoid content of kajajahi leaves ethanol extract was 6.14  ± 0,193 mg/g of  quercetin and antioxidant of IC50 455.570 ppm. Which, may be classified as weak antioxidant. Keywords: Leucosyke capitellata Wedd, Antioxidant, DPPH, Total Flavonoids
Tanaman dengan Aktivitas Anti-Asma Muhammad Ikhwan Rizki; Lutfi Chabib; Akhmad Nabil; Baharudin Yusuf
Jurnal Pharmascience Vol 2, No 1 (2015): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v2i1.5807

Abstract

Abstrak            Asma merupakan gangguan inflamasi kronis pada saluran pernafasan ditandai episode berulang mengi, sesak nafas, sesak dada, dan batuk.  Berbagai sel inflamasi berperan terutama sel mast, eosinofil, sel limfosit T, makrofag, neutrofil dan sel epitel. Masyarakat di Indonesia turun temurun secara tradisional menggunakan bahan alam dalam mengatasi berbagai penyakit. Tanaman dapat menghasilkan metabolit sekunder yang memiliki banyak khasiat dalam mengatasi berbagai penyakit disebabkan adanya efek sinergisme antar senyawa metabolit sekunder dan polivalent activity, sehingga memungkinkan mengatasi berbagai penyakit. Berdasarkan hal tersebut, asma dapat diatasi dengan menggunakan bahan alam diantaranya Putri Malu (Mimosa pudica, Linn.), Kelor (Moringa oleifera), Jintan Hitam (Nigella sativa L.), Rumput Fatimah (Labisia pumila), Ciplukan (Physalis minima L), Senggugu (Clerodendrum  serratumat), Jeringau (Acorus gramineus), dan Sirih (Piper betle Linn.). Kata Kunci: Tanaman, Anti-Asma AbstractAsthma is a chronic inflammatory disorder of the airways characterized by recurrent episodes of wheezing, breathlessness, chest tightness, and coughing. Various inflammatory cells play a role, especially mast cells, eosinophils, T lymphocytes, macrophages, neutrophils and epithelial cells. Indonesia people used natural materials to overcome various diseases. Plants can produce secondary metabolites that have many benefits in addressing a variety of diseases caused by the synergism between the effects of secondary metabolites and polivalent activity, making it possible to overcome various diseases. Based on this, asthma can be overcome by using natural medicines including Putri Malu (Mimosa pudica, Linn.), Kelor (Moringa oleifera), Jintan Hitam (Nigella sativa L.), Rumput Fatimah (Labisia pumila), Ciplukan (Physalis minima L), Senggugu (Clerodendrum  serratumat), Jeringau (Acorus gramineus), Sirih (Piper betle Linn.) Keywords: Asthma, Plants
Optimasi Sistem GC-MS dalam Analisis Minyak Atsiri Daun Sirih Hijau (Piper betle L.) I M.A. G. Wirasuta; I.Y.J. Wage; C.I.T.R. Dewi; N.M.N.P. Dewi; N.K.A. Julianty; I G.L.B. Wirajaya; N.M.W. Astuti
Jurnal Pharmascience Vol 3, No 2 (2016): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v3i2.5746

Abstract

Minyak atsiri daun sirih (Piper betle L.) memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai bahan obat. Standarisasi mutu minyak atsiri daun sirih dapat dilakukan menggunakan metode kromatograi gas. Metode ini harus dapat menjamin pemisahan komponen yang ada pada sampel. Hasil studi literatur diperoleh 6 metode kromatograi gas dengan laju alir dan laju peningkatan suhu kolom yang berbeda. Hasil pemisahan minyak atsiri daun sirih dari ke-6 metode ini dibandingkan dengan melihat parameter kromatografinya. Faktor lain yang dibandingkan adalah identitas MS dari masing-masing puncak yang muncul pada setiap kromatogram. Hasil perbandingan menunjukkan bahwa metode 4 memberikan hasil pemisahan yang paling baik karena memberikan jumlah parameter kromatografi yang paling banyak memenuhi persyaratan pemisahan. Metode 4 juga mampu memberikan satu identitas senyawa untuk setiap puncaknya. Metode 4 ini dilakukan dengan laju alir 1 mL/menit dan suhu kolom 60C sistem 60°C ditahan 5 menit lalu dinaikkan 4°C/menit hingga 220°C ditahan 20 menit. Kata kunci : Minyak atsiri, Sirih (Piper betle L.), GC-MS, Optimasi
Penentuan Kadar Flavonoid Total dan Uji Antioksidan Ekstrak Etanol Daun Kasturi (Mangifera casturi Kosterm.) dengan Metode DPPH Alifni Adha Bakti; Liling Triyasmono; Muhammad Ikhwan Rizki
Jurnal Pharmascience Vol 4, No 1 (2017): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v4i1.5762

Abstract

ABSTRAK Bahan alam dapat dijadikan bahan obat baru karena mengadung metabolit sekunder. Di Indonesia terdapat lebih kurang 30.000 jenis tumbuh-tumbuhan yang mengandung metabolit sekunder, lebih kurang 7.500 jenis diantaranya termasuk tanaman berkhasiat obat. Salah satunya adalah tanaman kasturi (Mangifera casturi Kosterm.). Tanaman M. casturi merupakan tumbuhan khas Kalimantan Selatan yang hanya dimanfaatkan oleh masyarakat untuk dikonsumsi, tidak untuk pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar flavonoid total dan aktivitas antioksidan dari ekstrak etanol daun M. casturi. Penelitian ini bersifat non-eksperimental. Sampel yang digunakan adalah daun M. casturi yang berasal dari Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Penentuan Kadar flavonoid total dilakukan secara spektrofotometri UV-Vis dengan pereaksi kompleks AlCl3 sedangkan aktivitas antioksidan ditentukan dengan metode DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil). Hasil penelitian diperoleh kadar flavonoid total ekstrak etanol daun M. casturi sebesar 9,31 ± 0,08 %b/b dan aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 sebesar 34,558 ppm sehingga termasuk dalam kategori antioksidan yang sangat aktif. Kata kunci: Antioksidan, DPPH, Flavonoid Total, Mangifera casturi. ABSTRACT Natural resources can be used as the new medicine ingridients because it has second metabolite. In Indonesia, there are more than 30.000 kinds of plants that contain second metabolite, more or less than 7.500 kinds of those are medicinal plants. One of those plants is Kasturi (Mangifera casturi Kosterm.). M. casturi is a typical plant from South Kalimantan that be used as a food not as a medicine. The purpose of this research is to determine the total of flavonoid content and anti-oxidant activity from ethanol extract of M. casturi leaves. This study is a non-experimental research. Sample which used in this research is M. casturi Leaves from Banjar Region, South Kalimantan. The research for total Flavonoid content is done by UV-Vis spectrophotometric with AlCl3 reagent complex while the anti-oxidant activity is determined by DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil) method. The result of this research are extract of M. casturi leaves obtains 9,31 ± 0,08 %b/b of total flavonoid and the antioxidant activity result with IC50 value is 34,558 ppm, so it can be categorized as a very active anti-oxidant. Keywords: Antioxidant, DPPH, Total Flavonoid, Mangifera casturi.
Isolasi Dan Identifikasi Senyawa Antioksidan Dari Buah Kasturi (Mangifera casturi Kosterm.) Sutomo Sutomo; Hadi Azhari; Arnida Arnida; Fadlilaturrahmah Fadlilaturrahmah; Rahmat Yunus
Jurnal Pharmascience Vol 4, No 2 (2017): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v4i2.5778

Abstract

ABSTRAK Antioksidan berfungsi untuk menetralisir radikal bebas, sehingga dapat mencegah dan melindungi terjadinya kerusakan tubuh yang dapat menyebabkan timbulnya penyakit degeneratif. Salah satu tanaman endemik Kalimantan Selatan yang teridentifikasi mengandung antioksidan alami yaitu kasturi (Mangifera casturi Kosterm.). Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi senyawa antioksidan dari buah M. casturi. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi. Pemisahan dan pemurnian dilakukan dengan KLT , KCV, dan kromatografi kolom gravitasi. Identifikasi senyawa dengan spektrofotometri UV-Vis dan FTIR serta uji kualitatif antioksidan dan aktifitas kuantitatif antioksidan isolat. Ekstraksi 2500 gram serbuk buah M. casturi dengan metanol diperoleh 840,69 gram ekstrak kental berwarna coklat. Fraksinasi 60 gram ekstrak metanol dengan fraksi etil asetat menghasilkan 8,3 gram ekstrak kering. Fraksi etil asetat difraksinasi kembali menggunakan KCV dengan eluen n-heksana : etil asetat (9:1; 8:2; 7:3; 6:4; 5:5; 4:6; 3:7) v/v, etil asetat : metanol (5:5 v/v), 100% metanol diperoleh fraksi A, B, C, D, E, F, G, dan H. Fraksi H dipilih untuk di isolasi menggunakan kromatografi kolom gravitasi dengan eluen n-heksana : etil asetat : metanol (5:3:0,5; 5:4:1; 5:4:2; 5:6:2; 5:6:2,5) v/v dan 100% metanol. Uji kualitatif KLT menunjukkan isolat H-7 mengandung senyawa antioksidan dengan pereaksi DPPH. Aktivitas antioksidan isolat H-7 memiliki nilai IC50¬ sebesar 4,61±0,57 ppm. Analisis isolat H-7 dengan UV-Vis menghasilkan puncak pada λ 274,8 nm (pita I) dan λ 218 nm (Pita II). Analisis FTIR menunjukkan gugus fungsi dari isolat H-7 yaitu -OH, C-H aromatik, C-H alifatik, C=O, C=C aromatik, dan C-O. Kata Kunci : Antioksidan, buah M. casturi, DPPH, fraksi etil asetat, Isolasi
Kajian Farmakoekonomi Penggunaan Obat Antihipertensi pada Pasien Hipertensi yang Dirawat di RSUD Kota Tasikmalaya Ilham Alifiar; Keni Idacahyati
Jurnal Pharmascience Vol 5, No 2 (2018): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v5i2.5794

Abstract

Penyakit hipertensi merupakan penyakit menahun yang membutuhkan pengobatan jangka panjang, seringkali seumur hidup. Banyak pasien kemudian mengeluhkan mengenai biaya yang harus dikeluarkan untuk pembelian dan pengobatan penyakit ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengobatan yang paling cost minimal pada pasien hipertensi yang dirawat di RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya. Penelitian ini merupakan penelitian obsevasional dengan desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional dan pengambilan data dilakukan secara prospektif. Data dikumpulkan pada periode bulan April sampai dengan September, Data yang dihimpun kemudian dianalisa secara farmakoekonomi. Total jumlah pasien yang bersedia untuk mengikuti penelitian ini sebanyak 100 orang pasien, namun yang termasuk dalam criteria inklusi sebanyak 32 pasien. Hasil analisa cost effective analysis untuk obat golongan ACEI sebesar 1,320.397.5, untuk golongan CCB 435,230.5, untuk golongan ARB 1,113.380.5, dan untuk golongan B-Bloker sebesar 556,411.5. Oleh karena itu, pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa golongan obat Calcium Channel Blocker merupakan obat yang paling cost minimal terhadap golongan obat hipertensi yang lain. Kata kunci : Farmakoekonomi, Cost Minimalize Analysis, Obat Antihipertensi

Page 10 of 34 | Total Record : 340