cover
Contact Name
Muhammad Ikhwan Rizki
Contact Email
ikhwanrizki@unlam.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jps@unlam.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Pharmascience
ISSN : 23555386     EISSN : 24609560     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Pharmascience memuat naskah hasil penelitian dan artikel review bidang kefarmasian. Naskah dapat berasal dari mahasiswa, dosen, peneliti, dan lembaga riset. Setiap naskah yang diterima redaksi Jurnal Pharmascience akan ditelaah oleh Mitra Bebestari dan Anggota Redaksi. Jurnal Pharmascience terbit 2 (dua) kali dalam setahun yaitu Februari dan Oktober. Redaksi menerima pemesanan Jurnal Pharmascience untuk berlangganan atau pembelian setiap terbitan.
Arjuna Subject : -
Articles 340 Documents
Review: Aktivitas Farmakologi Dan Perkembangan Produk Dari Lidah Buaya (Aloe vera L.) Dian Kurnia; Prima Happy Ratnapuri
Jurnal Pharmascience Vol 6, No 1 (2019): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v6i1.6073

Abstract

ABSTRAK      Lidah buaya (Aloe vera L.) diketahui mengandung banyak senyawa kimia alami, seperti antrakuinon, asam amino, acemannan, aloesin, glukomanan yang bertanggungjawab memberikan efek teraupetik yang bermanfaat dalam dunia farmasi. Review ini bertujuan untuk memberikan informasi terkait aktivitas farmakologi dan perkembangan produk dari lidah buaya dalam bidang farmasi. Pada Review artikel ini data yang disajikan diperoleh dari literatur online berupa jurnal dan artikel ilmiah publikasi lokal maupun internasional dan literatur offline berupa buku dan ­e-book. Diketahui bahwa lidah buaya memiliki berbagai aktivitas farmakologi yaitu sebagai antiinflamasi, berperan dalam penyembuhan luka, antibakteri, antifungi, antivirus, antioksidan, antikanker, antitumor, antikolesterol, dan antiulcer. Penggunaan lidah buaya dalam produk farmasi juga telah mengalami perkembangan diantaranya yaitu sediaan nano partikel, tablet, suppositoria, gel dan krim.  Kata Kunci— Aloe vera L., Aktivitas farmakologi, Perkembangan produk  ABSTRACT Aloe vera L. contains many natural chemical compounds, such as anthraquinone, amino acids, acemannan, aloesin, glucomannan which are responsible for providing therapeutic effects that are useful in pharmaceutical. The aims of this review is to provide information about pharmacological activities and products development of Aloe vera. In this article review, online and offline literatures were used. Online literature such us journals and articles obtained from local and international, while the offline literature such us books and e-books. It is known that aloe vera has a variety of pharmacological activities, that act as antiinflammatory, wound healing, antibacterial, antifungal, antiviral, antioxidant, anticancer, antitumor, anticholesterol, and antiulcer. Pharmaceutical products of Aloe vera also have been developed such us nanoparticles products, tablets, suppositories, gels and creams.  Keywords— Aloe vera L., Pharmacological activities, Products development
Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Kulit Buah Mundar (Garcinia forbesii King.) Menggunakan Metode DPPH (2,2-Diphenyl-1-Picrylhydrazil) Rahmi Muthia; Revita Saputri; Sulastri Azistina Verawati
Jurnal Pharmascience Vol 6, No 1 (2019): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v6i1.6079

Abstract

ABSTRAK             Kulit buah Mundar (G. forbesii King.) merupakan tanaman endemik yang berasal dari Kalimantan Selatan yang berpotensi memiliki aktivitas antioksidan. Penelitian ini dilakukan untuk menguji aktivitas antioksidan ekstrak etanol 30% dan 70% kulit buah Mundar (G. forbesii King.) yang diperoleh dengan metode ekstraksi sokhletasi. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH (2,2-Diphenyl-1-Picrylhydrazil) secara kualititatif dan kuantitatif dengan kuersetin sebagai kontrol positif. Hasil uji aktivitas antioksidan ekstrak etanol 30% dan 70% kulit buah Mundar (G. forbesii King.) secara kualitatif menunjukkan adanya aktivitas antioksidan yang ditandai dengan noda kuning pada plat kromatografi lapis tipis (KLT) setelah disemprot dengan larutan DPPH 0,1mM. Hasil uji aktivitas antioksidan secara kuantitatif menghasilkan nilai IC50 (Inhibitory Concentration) secara berturut-turut dari ekstrak etanol 30% kulit buah Mundar (G. forbesii King.); ekstrak etanol 70% kulit buah Mundar (G. forbesii King.); dan kuersetin adalah 717,01 ppm; 534,69 ppm; dan 2,04 ppm.  Ekstrak etanol 70% kulit buah Mundar (G. forbesii King.) memiliki aktivitas antioksidan yang lebih baik dibandingkan ekstrak etanol 30% kulit buah Mundar (G. forbesii King.).  Kata kunci: Kulit buah Mundar (G. forbesii King.), antioksidan, DPPH, kromatografi lapis tipis (KLT), IC50  ABSTRACT Antioxidants are compounds that can counteract free radicals. Mundar rind (Garcinia forbesii King.) is endemic plants from South Kalimantan that has the potential antioxidant activity. This research was conducted antioxidant activity test of ethanolic extract 30% and 70% of Mundar rind (G. forbesii King.) obtained by soxhlet extraction method. Antioxidant activity test of Mundar rind (G. forbesii King.) used the DPPH (2,2-Diphenyl-1-Picrylhydrazil) method qualitatively and quantitatively with quercetin as a positive control. The results of the antioxidant activity test qualitatively of ethanolic extract 30% and 70% of Mundar rind (G. forbesii King.) showed antioxidant activity marked with a yellow spot with purple background on kromatogram after sprayed with DPPH solution 0,1mM. The results of the antioxidant activity test quantitatively obtained IC50(Inhibitory Concentration)  value respectively of ethanolic extract 30%; ethanolic extract 70%; and quercetin were 717,01 ppm; 534,69 ppm; and 2,04 ppm. The ethanolic extract 70% of Mundar rind (G. forbesii King.) had better antioxidant activity than the ethanolic extract 30% of Mundar rind (G. forbesii King.) Keywords: Mundar rind (G. Forbesii King.), antioxidant, DPPH, thin layer chromatography (TLC), IC50
Aktivitas Tabir Surya Sediaan Krim dan Lotion Ekstrak Etanol Kulit Buah Nanas (Ananas comosus L.Merr) Elya Zulfa; M. Fatchurrohman
Jurnal Pharmascience Vol 6, No 1 (2019): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v6i1.6074

Abstract

ABSTRAK             Kulit buah nanas mengandung flavonoid dan terbukti memiliki aktivitas tabir surya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas tabir surya krim dan lotion ekstrak etanol kulit buah nanas (EEKBN) dengan menilai SPF sediaan. Krim dan lotion dibuat dalam 3 formula berdasarkan variasi konsentrasi ekstrak FI (15,0 %), FII (17,5 %), FIII (20,0 %), kontrol basis, dan kontrol positif digunakan sediaan tabir surya yang ada dipasaran. Krim yang diperoleh dilakukan pengujian aktivitas tabir surya dengan melihat nilai SPF. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nilai SPF ketiga formula krim berturut-turut 20,97, 24,32 dan 25,75, sedangkan pada sediaan lotion berturut-turut memiliki nilai SPF sebesar 9,796, 11,589 16,268. Jika dibandingkan dengan kontrol (+) ketiga formula krim dan lotion memiliki nilai SPF yang tidak setara (Sig<0,05). Kata Kunci: krim, lotion, kulit buah nanas, flavonoid, SPF  ABSTRACT Pineapple skin contains flavonoids and is proven to have sunscreen activity. This study aims to determine the activity of cream sunscreen and pineapple peel (EEKBN) ethanol extract lotion by assessing the preparation of SPF. Creams and lotions were made in 3 formulas based on variations in FI extract concentrations (15.0%), FII (17.5%), FIII (20.0%), base control, and positive control used in the market. The cream obtained was tested for sunscreen activity by looking at the SPF value. The data obtained were analyzed using ANOVA 95% confidence level. The results showed that the SPF values of the three cream formulas were 20.97, 24.32 and 25.75 respectively, while in the lotion preparations respectively had an SPF value of 9,796, 11,589 16,268. When compared to the control (+) the three cream and lotion formulas had unequal SPF values (Sig <0.05). Keywords: cream, lotion, pineapple skin, flavonoid, SPF
Efektivitas Edukasi Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Terhadap Pengetahuan dan Kontrol Glikemik Rawat Jalan di RS Anwar Medika Khurin In Wahyuni; Antonius Adji Prayitno; Yosi Irawati Wibowo
Jurnal Pharmascience Vol 6, No 1 (2019): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v6i1.6069

Abstract

ABSTRAK Diabetes Mellitus (DM) merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin , kerja insulin atau kedua-duanya. Semakin majunya teknologi dan ilmu pengetahuan pada dekade terakhir di bidang DM maka edukasi dianggap sebagai cara yang terpenting dalam perawatan pasien DM. Edukasi merupakan salah satu pilar pengelolaan DM yang bertujuan memberikan pengetahuan mengenai penyakit, pencegahan, penyulit dan penatalaksanaan diabetes kepada pasien dan keluarga. Farmasis merupakan salah satu tenaga kesehatan yang turut memiliki tanggung jawab dalam meningkatkan pengetahuan pasien terhadap pengobatan salah satunya melalui pemberian edukasi. Penelitian ini menggunakan One – Group Pre test-Post test Design. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas edukasi dari perbedaan nilai pengetahuan dan glikemik kontrol sebelum dan sesudah pemberian edukasi pada pasien rawat jalan RS Anwar Medika dari Januari-Maret 2018 dengan sampel 117 pasien Pengukuran peningkatan skor pengetahuan diukur dengan kuesioner pengetahuan, glikemik kontrol diukur dengan penurunan nilai GDA. Analisis kuantitatif dilakukan dengan menggunakan uji Wilcoxon signed rank menunjukkan terdapat perbedaan nilai pengetahuan dan glikemik kontrol dengan signifikansi sebesar 0.000 (p<0,005) sehingga dalam hal ini edukasi dapat berperan penting dalam peningktan pengetahuan dan glikemik kontrol Kata kunci: Diabetes Mellitus, Edukasi, Pengetahuan, Glikemik kontrol, Pasien Rawat Jalan   ABSTRACT Diabetes mellitus (DM) is a group of metabolic diseases with characteristics of hyperglycemia that occur due to abnormal insulin secretion, insulin action or both. The more dvanced technology and science in the last decade in the field of DM, education is considered as the most important way in the care of DM patients. Education is one of the pillars of DM management which aims to provide knowledge about disease,prevention,complication and management of diabetes to patients and families. Pharmacist is one of the health workers who has responsibility in increasing the patient’s knowledge of treatment, one of which is through the provision of education. This research uses One – Group Pre Test Post Test Design. This study aims to determine the effectiveness of education from differences in the value of knowledge and glycemic control before and after giving education to outpatients in Anwar Medika Hospital from January to March 2018 with a sample of 117 patients. With a decrease in GDA value. Quantitative analysis carried out using the Wilcoxon signed rank test showed there were differences in the value of knowledge and glycemic control with a significance of 0.000 (p < 0.005) so that in this case education could play an important role in increasing knowledge and glycemic control. Keywords: Diabetes Mellitus, Education, Knowledge, Glycemic control, Outpatient 
Pengembangan Formula Solid Lipid Nanoparticles (SLN) Hidrokortison Asetat Garnadi Jafar; Eriska Agustin; Deny Puryani
Jurnal Pharmascience Vol 6, No 1 (2019): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v6i1.6080

Abstract

ABSTRAK             Dermatitis Atopik (DA) adalah penyakit inflamasi kulit kronis dan kambuhan, terutama pada anak-anak. Pengobatan DA salah satunya menggunakan hidrokortison. Sifat lipofil dari hidrokortison asetat (HA) akan berpengaruh terhadap penetrasinya kedalam kulit jika diberikan secara topikal. SLN (Solid Lipid Nanoparticle) merupakan sistem penghantaran obat baru yang terdiri dari matriks lipid padat dan surfaktan yang terdispersi dalam air dengan ukuran partikel 10-1000nm untuk meningkatkan solubility, stability, dan loading capacity. Metode: SLN dibuat dengan homogenisasi panas menggunakan magnetic stirrer selama 10 menit suhu 600C, dilanjutkan dengan ultraturax 5000rpm selama 10 menit dan ultrasonikasi dengan sonikator probe dengan amplitudo 55% selama 15 menit, mode pulse on-off 10 detik. Optimasi basis SLN dilakukan pada beberapa jenis lipid (GMS Cutina dan Apifil) dan surfaktan (Pluracare, Tegocare, Plantacare, dan Cremofor RH 40). Basis SLN yang terpilih adalah GMS Cutina sebagai lipid padat dengan kosentrasi 4%,5%, dan 6% dan surfaktan Pluracare 3% berdasarkan ukuran partikel terkecil, FTIR, dan DSC yang menunjukkan kompatibilitas dengan HA. Hasil: Formula SLN hidrokortison asetat yang digunakan adalah lipid padat GMS Cutina 4%-6% dan surfaktan Pluracare 3% menghasilkan ukuran partikel 806nm ± 124,67nm - 958nm ± 91,28nm, nilai PI masing-masing 0,874±0,07 - 0,943±0,15, dan nilai efisiensi penjerapan (EE) 12,5%, - 83,3%. Kata Kunci : Hidrokortison Asetat, Homogenisasi Panas, SLN (Solid Lipid Nanoparticle), Ultrasonikasi ABSTRACT Atopic dermatitis (DA) is a recurrent chronic inflammatory skin disease. Treatment of DA used one of them is hydrocortisone acetate. The lipophilic properties of hydrocortisone acetate (HA) will affect its penetration into the skin when administered topically. SLN (Solid Lipid Nanoparticle) is a new drug delivery system consisting of a solid lipid matrix and a water dispersed surfactant with a particle size of 10-1000nm to improve solubility, stability, and loading capacity. Method: SLN used hot homogenization using magnetic stirrer for 10 minutes temperature 600C, followed by ultraturax 5000rpm for 10 minutes and ultrasound with probe sonicator with 55% amplitude for 15 minutes, 10 second pulse on-off mode. Optimization of the SLN base was performed on several types of lipids (GMS Cutina and Apifil) and surfactants (Pluracare, Tegocare, Plantacare, and Cremofor RH 40). The preferred SLN base is GMS Cutina as a solid lipid with a concentration of 4%, 5%, and 6% and a 3% Pluracare as a surfactant based on the smallest particle size, FTIR, and DSC showing compatibility with HA. Result: The formula of SLN hydrocortisone acetate used GMS Cutina 4% -6% as a solid lipid and Pluracare 3% as a surfactant resulted a particle size of 806nm ± 124.67nm - 958nm ± 91.28nm, PI value of 0.874 ± 0.07 - 0.943 ± 0.15 , and the efficiency entrapment (EE) 12.5%, - 83.3%. Keywords : Hydrocortisone Acetate, Hot Homogenization, SLN (Solid Lipid Nanoparticle), Ultrasound
Potensi Antioksidan Vitex pinnata Linn Secara In Vivo Fatmaria Fatmaria; Angeline Novia Toemon; Trilianty Lestarisa; Dian Mutiasari; Dian Tri Yeni
Jurnal Pharmascience Vol 6, No 1 (2019): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v6i1.6075

Abstract

ABSTRAK Stres oksidatif merupakan suatu kondisi ketidakseimbangan antara produksi radikal bebas dengan antioksidan dimana kadar radikal bebas lebih tinggi dibandingkan antioksidan. Di dalam tubuh, radikal bebas bersifat toksik dan dapat menimbulkan kerusakan sel. Senyawa yang memiliki aktivitas antioksidan diperlukan untuk menangkal radikal bebas. Kulit batang laban (Vitex pinnata Linn) mengandung flavonoid dan berpotensi sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan potensi antioksidan kulit batang laban dalam menurunkan kadar malondialdehida (MDA) dan meningkatkan aktivitas superoksida dismutase (SOD). Metode penelitian sebagai berikut tikus wistar dibagi menjadi 5 kelompok antara lain kelompok normal, kelompok negatif (DMBA 20mg/kg BB), kelompok uji I (DMBA 20mg/kg BB dan ekstrak kulit batang laban 150mg/kg BB), kelompok uji II (DMBA 20 mg/kg BB dan ekstrak kulit batang laban 300mg/kg BB), kelompok uji III (DMBA 20mg/kg BB dan ekstrak kulit batang laban 600mg/kg BB). Pengukuran kadar MDA serum dan aktivitas SOD dilakukan setelah 30 hari pemberian perlakuan. Hasil yang diperoleh ekstrak kulit batang laban dosis 150mg/kg BB, 300mg/kg BB dan 600mg/kg BB secara signifikan dapat menurunkan kadar MDA sebesar 13,30%, 21,26%, 29,53%. Ekstrak kulit batang laban dosis 150mg/kg BB, 300mg/kg BB dan 600mg/kg BB secara signifikan dapat meningkatkan aktivitas SOD sebesar 64%, 72,31%, 77,50%. Hal ini menunjukkan ekstrak kulit batang laban memiliki aktivitas sebagai antioksidan karena mengandung senyawa flavonoid yang dapat mendonorkan atom hidrogen ke radikal bebas yang bersifat reaktif karena memiliki satu elektron tidak berpasangan sehingga mengurangi pembentukan radikal bebas seperti MDA dan meningkatkan aktivitas SOD. Kata kunci: Vitex pinnata, superoksida dismutase, malondialdehida, antioksidan, DMBA ABSTRACT Oxidative stress is a condition of an imbalance between the production of free radicals and demand of antioxidant. Free radicals are toxic and can cause cell damage. Antioxidant are compounds that can scavenging free radicals. Vitex pinnata Linn contain flavonoid compounds as antioxidant. The objective of research is proved antioxidant activity of Vitex pinnata Linn in decrease malondialdehyde (MDA) and increase activity of superoxide dismutase (SOD). The method as follows: Wistar rats were divided into 5 groups including normal group, negative group (DMBA dose of 20mg/kg body weight), group I test (DMBA dose of 20mg/kg body weight and extract Vitex pinnata dose of 150mg/kg body weight), group II test (DMBA dose of 20mg/kg body weight and extract Vitex pinnata dose of 300mg/kg body weight), group III test (DMBA dose of 20mg/kg body weight and extract Vitex pinnata dose of 600mg/kg body weight). The results obtained extract Vitex pinnata dose of 150mg/kg body weight, 300mg/kg body weight, 600mg/kg body weight significantly decreased MDA levels by 13,30%, 21,26%, 29,53%. Extract Vitex pinnata dose of 150mg/kg body weight, 300mg/kg body weight, 600mg/kg body weight significantly increased SOD activity by 64%, 72,31%, 77,50%. This shows that extract Vitex pinnata has an antioxidant activity because contain flavonoid compounds that can donate hydrogen atoms to free radicals which have one unpaired electron thus decreasing the production of MDA and increasing SOD activity. Keywords: Vitex pinnata, superoxide dismutase, malondialdehyde, antioxidant, DMBA
Formulasi Pasta Gigi Ekstrak Kulit Jeruk (Citrus sp.) dan Daun Mint (Mentha piperita L.) Serta Aktivitas Terhadap Bakteri Streptococcus mutans Widyastuti Widyastuti; Hanifah Rifnola Fantari; Vevia Risa Putri; Intania Pertiwi
Jurnal Pharmascience Vol 6, No 2 (2019): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v6i2.7357

Abstract

ABSTRAK Kulit jeruk merupakan limbah yang terbuang yang kurang dimanfaatkan, tetapi mempunyai aktivitas sebagai antibakteri. Minyak yang berasal dari daun mint banyak digunakan sebagai penyegar mulut. Kombinasi kedua tanaman ini belum banyak diformulasi dalam bentuk sediaan pasta gigi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan formula pasta gigi yang mengandung ekstrak kulit jeruk dan ekstrak daun mint yang mempunyai aktivitas menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans sebagai penyebab plak pada gigi. Metode ekstraksi dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Ekstrak yang diperoleh dilakukan skrining fitokimia dan selanjutnya di formulasi dalam bentuk pasta gigi dengan membandingkan jumlah kedua ekstrak dengan basis yang sama. Aktivitas antibakteri sediaan pasta gigi menggunakan metode difusi dengan cara cetak lobang. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak kulit jeruk mempunyai rendemen sebesar 8,27% dan mengandung metabolit sekunder senyawa fenolik dan flavonoid sedangkan ekstrak daun mint memiliki rendemen sebesar 4,53% dan mengandung metabolit sekunder senyawa fenolik dan flavonoid. Kedua ekstrak dapat di formulasi dalam bentuk sediaan pasta gigi dan stabil dalam penyimpanan. Semua formula memiliki daya hambat terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans dan menunjukkan perbedaan yang signifikan pada p<0,05. Formula pasta gigi yang memberikan daya hambat terbesar terdapat pada FII yang mengandung ekstrak daun mint 10%. Kata kunci: kulit jeruk, daun mint, formulasi, pasta gigi, Streptococcus mutans  ABSTRACT Orange peels are wasted waste that is underutilized, but has antibacterial activity. Oil derived from mint leaves is widely used as a mouth freshener. The combination of these two plants has not been much formulated in the form of toothpaste preparations. The purpose of this study was to obtain a toothpaste formula containing extracts of orange peel and mint leaves extract which has the activity of inhibiting the growth of Streptococcus mutans bacteria as a cause of plaque on teeth. Extraction method by maceration using 96% ethanol solvent. The extract obtained was subjected to phytochemical screening and then formulated in the form of toothpaste by comparing the amount of both extracts on the same basis. Antibacterial activity of toothpaste preparations using the diffusion method in print hole. The results showed that orange peel extract had a yield of 8.27% and contained secondary metabolites of phenolic compounds and flavonoids while mint leaves extract had a yield of 4.53% and contained secondary metabolites of phenolic compounds and flavonoids. Both extracts can be formulated in toothpaste dosage forms and are stable in storage. All formulas had a inhibitory effect on the growth of Streptococcus mutans and showed a significant difference at p <0.05. Toothpaste formula that provides the higher inhibition is found in FII which contains 10% mint leaf extract. Keyword: orange peels, mint leaves, formulation, toothpaste, Streptococcus mutan
Formulasi Masker Peel Off Ekstrak Etanol Batang Saluang Belum Sebagai Antioksidan Rezqi Handayani; Nurul Qamariah
Jurnal Pharmascience Vol 6, No 2 (2019): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v6i2.7352

Abstract

ABSTRAK Salah satu tumbuhan yang mempunyai manfaat yang besar terutama sebagai antikosidan adalah Saluang Belum.Tumbuhan ini merupakan Tumbuhan Hutan Berkhasiat Obat (THBO) asal Kalimantan Tengah yang secara empiris digunakan oleh masyarakat Dayak terutama pada daerah Kabupaten Katingan sebagai obat awet muda. Hasil uji identifikasi simpisia Batang Saluang Belum menunjukkan hasil positif pada uji senyawa kimia tanin dan saponin. Berdasarkan hal tersebut, maka peneliti bermaksud untuk mengembangkan produk masker peel off dari ekstrak etanol batang saluang belum yang dapat meningkatkan nilai ekonomi dari THBO. Terdapat 4 (empat) formulasi masker peel off ekstrak etanol batang saluang belum yang berbeda konsentrasi, mulai dari 0%; 1%; 5%; dan 15%. Dari keempat formula masker peel off ekstrak etanol batang Saluang belum yang dihasilkan, formula 1 merupakan formulasi terbaik berdasarkan hasil uji fisik yang dilakukan.  Kata Kunci : Antioksidan, Masker peel off, Saluang Belum  ABSTRACT One of the plants that has great benefits as antioxidant is Saluang Belum. This plant is Medicinal Forest Plants from Central Kalimantan which used by Dayak community, especially in the Katingan Regency area as a youthful medicine. The results of the chemical compound identification test of Batang Saluang Belum have shown positive results on the test of tannin and saponin. Based on this, the research conducted to develop skin mask products from ethanol extracts of Saluang Belum stems which can increase the economic value of medicinal forest plants. There are 4 (four) peel off mask formulations of ethanol extracts of saluang stem which have different concentrations, starting from 0%; 1%; 5%; and 15%. Of the four peel off mask formulas of ethanol extract of Saluang stem that have not been produced, formula 1 is the best formulation based on the results of physical tests conducted. Keywords: Antioxidants, Peel Masks, Saluang Belum
Perbandingan Pemberian Madu Lokal Bunga Cengkeh (Syzygium aromaticum) dan Madu Impor Bunga Manuka (Leptospermum scoparium) Secara Topikal Terhadap Penyembuhan Luka Sayat Pada Mencit Putih (Mus musculus) Nikita Tenritojang Mustafa; Dini Kurnia Ikliptikawati; Abdul Wahid Jamaluddin
Jurnal Pharmascience Vol 6, No 2 (2019): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v6i2.7347

Abstract

ABSTRAK Luka merupakan trauma fisik mengakibatkan kulit terbuka. Luka merupakan jalur masuk bagi mikroorganisme dari luar penyebab infeksi. Dahulu madu dimanfaatkan untuk mengobati luka bakar dan luka sayat. Madu memiliki keunggulan yakni memiliki hidrogen peroksida, eugenol dan methylglyoxal yang merupakan antibiotik yang unggul. Penelitian ini dilakukan dengan uji ekperimental. Hewan coba dibagi dalam 4 kelompok. Setiap kelompok diberikan perlakukan antara lain: dengan pemberian madu lokal, madu impor, dan salep povidone iodine (kontrol positif), dan kelompok kontrol negatif tanpa perlakuan. Dilanjutkan pemantauan dan pencatatan untuk proses penyembuhan tiap kelompok. Hal ini diukur dengan indikator antara lain: luas luka, kelembaban luka, warna, serta perubahan keropeng. Pada penelitian ini ditemukan bahwa dengan pemberian madu mempercepat proses penyembuhan luka dibandingkan dengan pemberian air dan povidone iodine (p<0,05). Selain itu ditemukan madu lokal memberikan efek penyembuhan luka yang lebih cepat dibandingkan madu impor. Pemberian madu memberikan efek yang lebih baik terhadap penyembuhan luka. Dibandingkan dengan pemberian salep Povidone iodine dan tanpa perlakuan.Kata kunci : Madu Bunga Cengkeh, Madu Bunga Manuka, Waktu penyebuhan, Warna Luka, Kelembaban. ABSTRACT Wound is a physical trauma causes discontinuity, Leads physiological dysfunction. Wound is an entry point for microorganisms from outside as source of infection. In the past, honey was used to treat burns and cuts. Honey is a natural ingredient as a moist wound-dressings. Besides that, honey contain hydrogen peroxide, eugenol, and methylglyoxal which is a superior antibiotic. This research was carried out by experimental test. The experimental animals were divided into 4 groups, each group consisted of 6 animals. Each group is treated, among others; by giving local honey, imported honey, povidone iodine (positive control), and negative control group without a treatment. Continued monitoring and recording for the healing process of each group. Statistical analysis is performed by calculation of frequency distribution and Independent-t, Anova, and regression analysis to determine the relationship between each variable. Statistical test results are significant if the value of p <0.05. This research found that addition of honeyaccelerated the wound healing process compared to the administration of water and povidone iodine (p <0.05). This is measured by indicators including; wide wounds, moisture wounds, colour change, and scab changes. By giving honey the perfect wound healing process begins on the 11th day until the 13th day. Besides that, local honey is found to provide healing effects that are faster than imported honey. Giving honey provides a better effect on wound healing. compared with Povidone iodine and without a treatment Keywords: Clove Flower Honey, Manuka Flower Honey, Time of Wasting, Colour of Wound, Moisture
Gambaran Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Obat Generik di Kelurahan Keraton Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar Rahmayanti Fitriah; Mahriani Mahriani; Ika Maulida Nurrahma
Jurnal Pharmascience Vol 6, No 2 (2019): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v6i2.7358

Abstract

ABSTRAK Obat generik adalah obat yang penamaannya didasarkan pada kandungan zat aktif tertentu dalam suatu obat dan tidak menggunakan merk dagang. Persepsi pasien terhadap obat generik di masa penerapan JKN ini dinilai oleh banyak pengamat masih buruk, salah satunya yang menyatakan bahwa masih ada persepsi yang salah tentang obat generik, yaitu obat generik dianggap sebagai obat murah sehingga mutunya diragukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan masyarakat terhadap obat generik di Kelurahan Keraton Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif menggunakan desain cross sectional. Pengambilan data dilakukan melalui lembar kuesioner, dengan sampel yang dipilih menggunakan metode Stratified Random Sampling. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan melalui uji kuesioner kepada 100 responden untuk menilai gambaran tingkat pengetahuan masyarakat tentang obat generik. Dari total sampel dijumpai bahwa 45 orang (45%) responden memiliki tingkat pengetahuan dengan katagori “sedang”. Kepada para pembuat kebijakan kesehatan diharapkan terus meningkatkan sosialisasi obat generik. Kepada pelayanan kesehatan, agar dapat meningkatkan kinerja dalam penyuluhan program promosi obat generik di daerah. Kata Kunci :  Obat Generik, Masyarakat, Tingkat Pengetahuanl  ABSTRACT             Generic drugs are drugs that are named after the activecontained, and not using a trademark. The community’s perception of generic drugs during the JKN application was deemed unsavory by many observers, generic drugs are considered as cheap medicine with doubtable quality. This study aims to determine the level of public knowledge about generic drugs in Kelurahan Keraton Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar South Borneo Indonesia. This research is a descriptive researchusing a cross sectional design. The data were collected through a questionnaire, with the sampled selection using Stratified Random Sampling method. Based on the results of the research conducted by the questioning 100 respondents to obtain the level of public knowledge about generic drugs. Of the total sample found, (45%) respondents (45%) has a knowledge level with the category "medium". To health policy makers to continue to increase the socialization of generic drugs. To health services, to improve education programs in the promotion of generic programs in the region. Keywords : Generic Drugs, Society, Level of Knowledge