cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Pendidikan Kewarganegaraan
ISSN : 23032979.     EISSN : 25408712.     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 327 Documents
PENILAIAN UNJUK KERJA DALAM PENGEMBANGAN AGAMA DAN MORAL ANAK USIA DIN Darmiyati Darmiyati
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 10, No 1 (2020): PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
Publisher : Prodi PPKn ULM dan AP3KnI Kal-Sel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/kewarganegaraan.v10i1.8532

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aktivitas guru, aktivitas anak dan menganalisis hasil pengembangan nilai agama dan moral anak  dalam meniru gerakan beribadah (wudhu). Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini ialah kualitatif, dan jenis penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian ini guru dan anak usia 4-5 tahun PAUD Islam Al Zahra Martapura. Pengumpulan data menggunakan instrument teknik observasi aktivitas guru, aktivitas anak dan hasil perkembangan nilai agama dan moral anak. Kegiatan penelitian ini dilaksanakan tiga kali pertemuan. Hasilnya menunjukan terdapat peningkatan aktivitas guru dari pertemuan pertama sampai dengan ketiga mulai dari mendapat kreteria” baik” sampai menjadi “sangat baik”. Aktivitas siswa mulai pertemuan pertama sampai dengan ketiga adanya peningkatan dari” cukup aktif” menjadi sangat aktif. Demikian pula hasil pengembangan nilai Agama dan moral anak sudah terlihat ketuntasan secara individu dan klasikal mulai dari pertemuan pertama sampai dengan ketiga mengalami perkembangan mulai dari 58,8%, menjadi 82,3%,. Berdasarkan kesimpulan dari hasil penelitian, bahwa pengembangan aspek nilai agama dan moral menggunakan model Explicit Instruction, kombinasi Picture and Picture dan Talking Stick dapat berhasil dan berkembang pada anak kelompok A di PAUD Islam Al Zahrah Martapura Kata kunci: Nilai, Agama, moral, model, Explicit Instruction, Picture and Picture, Talking Stick
JEPANG, IDENTITAS BANGSA DAN AGAMA: MANIFESTASI NILAI TRADISI LOKAL DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT GLOBAL Muhammad Mona Adha; Yayuk Hidayah
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 10, No 1 (2020): PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
Publisher : Prodi PPKn ULM dan AP3KnI Kal-Sel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/kewarganegaraan.v10i1.8227

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi kekuatan akar budaya Jepang baik dari sudut pandang agama dan identitas nasional bangsa Jepang di era globalisasi saat ini. Metode penelitian menggunakan pendekatan studi literatur (kepustakaan) dengan berpedoman pada sumber utama kemudian melakukan pengumpulan berbagai sumber dokumentasi lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa empat konsep agama atau polytheistic yaitu Hinduisme, Budhisme, Confusianisme, dan Taoisme, dan dua agama monotheistic yaitu Islam dan Kristen merupakan bagian spiritual yang ada di komunitas masyarakat Jepang. Konsep agama di Jepang lebih mengarah kepada ritual yang disebut dengan kan-kon-so-sai, melaui ritual kan-kon-so-sai mereka dapat merasakan kehadiran arwah yang telah meninggal. Hal ini berbeda dengan negara-negara lain di Southeast Asia, bahwa apabila mereka telah menentukan agama yang dianut, maka secara permanen dan totalitas seseorang menjalankan agamanya. Nilai utama berikutnya bagi warga Jepang adalah konsep budaya yang memengaruhi cara berpikir orang Jepang khususnya pertanian. Orang Jepang adalah suatu kesatuan yang dilandasi oleh filosofi pertanian dan sistem kepercayaan ritual yang kuat dengan melihat bahwa ada “other world” dalam nilai ritual orang Jepang dan sangat berbeda dengan agama monotheistic. Implikasi penting dari penelitian ini bahwa Transformasi yang berkembang terkait dengan munculnya masyarakat modern namun terkadang mengganggu nilai-nilai kehidupan tradisional. Modernitas juga dipengaruhi secara seimbang oleh perubahan sosial dimana cara-cara tersebut menghasilkan interaksi yang relatif stabil untuk membentuk hubungan sosial.Kata kunci: Agama, Identitas Bangsa, Jepang, Nilai Tradisi Lokal, Globa
PENGINTEGRASIAN NILAI-NILAI KEWIRAUSAHAAN DALAM PEMBELAJARAN PKN PADA SISWA KELAS XII SMKN 3 BANJARMASIN Adi Sutrisno; Harpani Matnuh; Heru Puji Winarso
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 9, No 1 (2019): PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
Publisher : Prodi PPKn ULM dan AP3KnI Kal-Sel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/kewarganegaraan.v9i1.8519

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai-nilai kewirausahaan yang di integrasikan dalam pembelajaran PKn pada siswa, mengetahui pengintegrasian nilai-nilai kewirausahaan dalam pembelajaran PKn pada siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber data dipilih secara “purposive sampling”, dan pengumpulan data dilakukan dengan teknis observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis hasil penelitian yang dipakai adalah reduksi data, penyajian data, menarik kesimpulan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa : (1) Nilai-nilai kewirausahaan yang diintegrasikan dalam pembelajaran PKn yaitu pengintegrasian nilai kemandirian, nilai kreatif (kreativitas belajar), nilai percaya diri, nilai kerja sama, nilai kerja keras, dan nilai kedisiplinan. (2) Pengintegrasian nilai-nilai kewirausahaan dikelas dilakukan dengan cara mengaitkan materi PKn dengan nilai kewirausahaan dalam pembelajaran, memberi motivasi dan nasehat, menggunakan metode tanya jawab dan diskusi saat pembelajaran dan menggunakan model serta media pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian diatas, diharapkan agar guru PKn dapat meningkatkan model pembelajaran PKn berbasis nilai kewirausahaan dan karakter yang mampu membentuk atau sikap kreatif dan mandiri pada siswa saat pembelajaran PKn di dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) guru PKn. Kata Kunci: Integrasi, Nilai Kewirausaa, Pembelajaran PKn 
PERSEPSI GURU PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN TENTANG PENDEKATAN SAINTIFIK Harpani Matnuh; Rabiatul Adawiah
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 10, No 1 (2020): PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
Publisher : Prodi PPKn ULM dan AP3KnI Kal-Sel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/kewarganegaraan.v10i1.8530

Abstract

Penerapan pendekatan saintifik dalam pembelajaran akan berjalan dengan baik manakala guru memahami dengan baik tentang hal tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman guru PPKn tentang pendekatan saintifik dalam pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dan yang menjadi informan adalah guru PPKn di SMPN Kota Banjarmasin. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara. Guru PPKn SMP Negeri Kota Banjarmasin umumnya  mempunyai kesamaan pandangan  bahwa pendekatan saintifik merupakan pendekatan pembelajaran yang berpusat kepada siswa yang lebih menekankan bagaimana agar siswa aktif dalam pembelajaran, yang dalam prosesnya menekankan pada 5M yaitu mengamati, menanya, mencoba, menganalisis, dan mengkomunikasikan. Terdapat pemahaman yang berbeda tentang  penerapannya. Sebagian guru menyatakan bahwa  5M harus dilaksanakan semuanya dalam satu pertemuan pembelajaran  dan juga harus berurutan mulai dari  mengamati, menanya, mencoba, menganalisis, dan mengkomunikasikan. Namun sebagian guru lainnya memahami bahwa penerapan 5M tidak mesti dilaksanakan dalam satu pertemuan dan tidak mesti  harus berurutan.Kata kunci: pemahaman guru, pendekatan saintifik
HUBUNGAN ANTARA KEWARGANEGARAAN LINGKUNGAN TERHADAP PERILAKU LINGKUNGAN SISWA DI SEKOLAH ADIWIYATA Rusli Yusuf; Sanusi Sanusi; Maimun Maimun; Iwan Fajri; Irwan Putra
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 10, No 1 (2020): PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
Publisher : Prodi PPKn ULM dan AP3KnI Kal-Sel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/kewarganegaraan.v10i1.8215

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis korelasi antara kewarganegaraan lingkungan dengan perilaku lingkungan siswa di Sekolah Adiwiyata di Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Studi ini dilakukan di sekolah Madrasah Aliyah Darul Ulum dan Madrasah Aliyah Babun Najah Kota Banda Aceh dengan jumlah sampel penelitian 82 orang siswa dari 2 sekolah yang menjadi tempat penelitian. Data dikumpulkan dari 82 orang siswa di sekolah Darul Ulum dan Babun Najah dengan menggunakan kuesioner kewarganegaraan lingkungan dan perilaku lingkungan. Data kuantitatifa dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan korelasi Pearson dengan bantuan program aplikasi SPSS versi 22 untuk Windows.  Analisis statistik deskriptif penelitian menunjukkan bahwa terdapat 61 (74,4) Baik, 11 (13,4 %) sangat baik dan 10 (12, 2 %) cukup. Selanjutnya data di analisis korelasi mendapatkan hasil terdapat hubungan yang signifikan antara kewarganegaraan lingkungan terhadap perilaku lingkungan siswa.  Hal ini di buktikan dengan hasil dari analisis korelasi Pearson dengan aplikasi SPSS dengan nilai sebesar 0,438 > r tabel 0,217, sehingga dapat disimpulkan adanya korelasi antara variabel kewarganegaraan lingkungan dengan variabel perilaku lingkungan. Hasil temuan ini sangat berkaitan dengan kurikulum dan proses pembelajaran yang diajarkan di masing-masing sekolah. Setiap guru di sekolah  harus mengintegrasikan setiap mata pelajaran di sekolah yang berwawasan lingkungan untuk meningkatkan kesadaran dan perilaku dalam menjaga lingkungan.Kata Kunci : Kewarganegaraan Lingkungan, Perilaku Lingkungan, Sekolah Adiwiyata
PEMBINAAN KARAKTER ANAK PADA MASYARAKAT PERUMAHAMAN DI PINGGIRAN KOTA Muhamad Abdul Roziq Asrori
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 9, No 1 (2019): PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
Publisher : Prodi PPKn ULM dan AP3KnI Kal-Sel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/kewarganegaraan.v9i1.8522

Abstract

Penelitian ini bertujuan menjelaskan pembinaan karakter dan hambatan penyertanya dilihat dari teori role taking pada masyarakat “Griya Kota“ Tulungagung. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Informan penelitian ditentukan melalui purposive sampling dengan menentukan subjek dari keluarga yang memiliki permasalahan sesuai dengan tahapan perkembangan teori role taking. Data yang terkumpul diolah dan dianalisis dengan analisi data interaktif model Miles dan Haberman. Untuk validitas data digunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan Proses pembinaan karakter dan moral anak pada tahap persiapan awal dilakukan dengan mengenalkan nilai-nilai agama sejak dini. Media yang digunakan bisa audio maupun visual dengan konten religious. Detil tahap perkembangan dan kebutuhan kesehatan anak untuk kesiapan membangun karakter sangat diperhatikan. Pada tahap play stage lebih selektif dalam memilih tayangan media dan juga teman bermain bagi anak. Sementara di tahap gama stage, berupaya memberikan contoh baik terhadap anak dengan ucapan dan perilaku keseharian mereka serta menambah intensitas pengawasan meskipun tidak secara langsung untuk memastikan perkembangan anak. Pada tahap generalized others para orang tua lebih memberikan kepercayaan pada anak untuk mengembangkan kecakapan dengan dukungan fasilitas dan do’a. Minimalisasi hambatan dibangun melalui komunikasi yang baik pada semua pihak dengan mengedepankan keguyuban warga melalui berbagai media, sekaligus menjadi teladan yang inspiratif.Kata kunci:Karakter, Masyarakat marginal, Role-Taking,Warga Perumahan, Perkembangan Anak
PARADIGMA MENTALITAS GURU YANG BERKELIMPAHAN (PROFIL PENDIDIK DI MASA DEPAN) Yuhasnil Yuhasnil
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 10, No 1 (2020): PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
Publisher : Prodi PPKn ULM dan AP3KnI Kal-Sel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/kewarganegaraan.v10i1.8312

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana mentalitas guru di Indonesia dan juga melihat bagaimana profesi pendidik dimata guru itu sendiri. Metode penelitian ini menggunakan analisis deskriptif memberikan gambaran dan keterangan yang secara jelas, objektif, sistematis, analitis dan kritis mengenai mentalitas guru yang terdapat dalam karya Louis V.Gerstner, dkk dalam buku, Reinventing Education dan Harold W. Stevenson dan James W. Stigler, The Learning Gap (1992) . Hasil penelitian menunjukan bahwa Profesi guru tetap diagungkan, disanjung, dan dikagumi peran nya. Hanya saja, peran guru dimasa depan, menurut pakar pendidikan dari Amerika Louis V.Gerstner, dkk dalam buku, Reinventing Education (1995) atau Harold W. Stevenson dan James W. Stigler, The Learning Gap (1992) akan berubah , terutama menyangkut pola relasi antara guru dan lingkungan nya , dengan sesama guru, dengan murid, dengan orang tua, dengan kepala sekolah, dengan teknologi, dan dengan kariernya sendiri. Guru dimasa depan lebih tidak tampil sebagai pengajar (teacher); namun dalam bentuk pelatih , konselor, menager belajar, partisipan, pemimpin, pelajar, dan pengarang.Kata Kunci : Profesi Guru, Peran Guru di Masa Depan.  
KETELADADAN GURU DAN KONTRIBUSINYA TERHADAP KARAKTER KEBANGSAAN SISWA DI SMA NEGERI DI KOTA PADANG PANJANG Sudirman Sudirman
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 10, No 1 (2020): PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
Publisher : Prodi PPKn ULM dan AP3KnI Kal-Sel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/kewarganegaraan.v10i1.8314

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan; 1) Gambaran bagaimana Keteladanan Guru dan Karakter kebangsaan siswa pada SMA Negeri di Kota Padang Panjang. (2) Sejauhmana kontribusi Keteladanan guru terhadap karakter kebangsaan siswa SMA Negeri di Kota Padang Panjang. Metode penelitian yang digunakan adalah  metode survey dengan sampel sebanyak 190 siswa yang diperoleh dengan teknik stratified random sampling dan analisis data menggunakan regresi ganda. Hasil penelitian ini mendeskripsikan bahwa secara umum (1) Keteladanan yang dimiliki guru menurut penilaian siswa tergolong baik. Karakter kebangsaan siswa pada SMA Negeri di Kota Padang Panjang tergolong baik (2) Secara umum keteladanan guru berkontribusi positif terhadap karakter kebangsaan siswa pada SMA Negeri di kota Padang Panjang. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Keteladanan guru, dan Karakter kebangsaan siswa  pada SMA Negeri di Kota Padang Panjang masih termasuk cukup baik. Sedangkan kontribusi Keteladanan guru  terhadap Karakter kebangsaan siswa SMA Negeri di Kota Padang Panjang termasuk tinggi. Berdasarkan hasil ini, penulis merekomendasikan perlunya dilakukan; 1) perlu dirumuskan standar keteladanan yang harus dimiliki seorang guru, serta pemberian sanksi yang tegas terhadap guru yang melanggarnya 2) inovasi-inovasi materi, model dan sistim penilaian pembelajaran yang mengakomodir materi keteladanan.Kata kunci : keteladanan guru, karakter kebangsaan,  hasil belaja
INDOKTRINASI PARA FIGUR DALAM MENJAGA KEUTUHAN NKRI DI PROVINSI ACEH Wirduna Wirduna; Saifuddin Saifuddin; Sanusi Sanusi; Ramli Ramli
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 9, No 1 (2019): PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
Publisher : Prodi PPKn ULM dan AP3KnI Kal-Sel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/kewarganegaraan.v9i1.8523

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengakaji nasionalisme masyarakat Aceh berdasarkan pemikiran para tokoh masyarakat Aceh yang terdiri atas (1) tokoh perempuan, (2) tokoh ulama, (3) tokoh masyarakat adat, dan (4) tokoh pers. Data penelitian ini dikumpulkan dengan metode wawancara. Berdasarkan indikator nasionalisme yang terdiri atas (1) keinginan untuk mencapai kesatuan nasional yang terdiri atas kesatuan sosial, ekonomi, politik, agama, kebudayaan, komunikasi, dan solidaritas, (2) keinginan untuk mencapai kemerdekaan dan kebebasan nasional sepenuhnya, yaitu bebas dari dominasi dan campur tangan bangsa asing terhadap urusan dalam negerinya, (3) keinginan dalam kemandirian, keunggulan, individualisme, keaslian, atau kekhasan,  dan (4) keinginan untuk menonjol (unggul) di antara bangsa-bangsa dalam mengejar kehormatan, pengaruh, dan prestise masyarakat Aceh menujukkan masyarakat Aceh sejak prakemerdekaan hingga sekarang bersikap nasionalisme terhadap Indonesia dan memiliki nilai nasionalisme yang tinggi. Bentuk gerakan penyimpangan terhadap nasionalisme Indonesia hanya dilakukan oleh sekelompok oknum di Aceh yang mencoba memperjuangkan keadilan karena menganggap pemerintah pusat tidak proaktif terhadap kesejahteraan rakyat Aceh.Selanjutnya, Sikap patriotisme ditinjau dari indikator (1) kesetiaan terhadap NKRI (2) keberanian dalam mempertahankan NKRI, dan (3) kecintaan pada bangsa dan NKRI, masyarakat Aceh merupakan pejuang kemerdekaan sejak masa penjajahan. Oleh karena itu, sikap perjuangan masyarakat Aceh terhadap NKRI sangat kental. Kata Kunci: nasionalisme, patriotisme, indoktrinasi, NKRI, pemberotakkan Aceh
PENGUATAN KETERLIBATAN WARGA NEGARA DALAM PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN MELALUI PROGRAM KOPERASI SERBA USAHA Ludovikus Bomans Wadu; Iskandar Ladamay; Agata Jenia
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 10, No 1 (2020): PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
Publisher : Prodi PPKn ULM dan AP3KnI Kal-Sel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/kewarganegaraan.v10i1.8536

Abstract

Penelitian ini memberikan gambaran keterlibatan warga negara dalam pembangunan berkelanjutan melalui program Koperasi Serba Usaha Sampah Komodo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian Studi Kasus. Teknik penggumpulan data menggunakan obeservasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan keterlibatan warga negara dalam pembangunan berkelanjutan melalui Program Koperasi Serba Usaha Sampah Komodo dilakukan dengan mengatasi masalah sampah yang ada di Kota Labuan Bajo. Kegiatan ini dilakukan dengan memberikan sosialisasi, edukasi, dan workshop kepada masyarakat, dan sekolah-sekolah. Bentuk kegiatan yang dilakukan setelah mengadakan sosialisasi, edukasi, dan workshop adalah mengajak masyarakat untuk melakukan pemungutan sampah di pinggiran pantai dan di sekitaran lingkungan desa sebagai bentuk kerja bakti, dan mendaur ulang sampah. Kegiatan kegiatan seperti ini merupakan bentuk Pendidikan Kewarganegaraan yang dilakukan diluar sekolah dalam konteks citizenship education. Dengan kegiatan ini juga mendukung tujuan akhir dari Pendidikan Kewarganegaraan yaitu menjadikan warga negara yang baik dan cerdas dengan mengajak warga negara agar terlibat mewujudkan pembanguan berkelanjutan.

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 2 (2025): JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 14, No 2 (2024): JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 14, No 1 (2024): Pendidikan Kewarganegaraan Vol 13, No 2 (2023): JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 13, No 1 (2023): Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 12, No 01 (2022): Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 12, No 2 (2022): Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 11, No 01 (2021): Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 11, No 2 (2021): Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 10, No 2 (2020): Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 10, No 1 (2020): PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 9, No 2 (2019): Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 9, No 1 (2019): PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 8, No 2 (2018): PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 8, No 1 (2018): Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 7, No 1 (2017): Pendidikan Kewarganegaraan Vol 7, No 1 (2017): Pendidikan Kewarganegaraan Vol 6, No 11 (2016): Pendidikan Kewarganegaraan Vol 6, No 11 (2016): Pendidikan Kewarganegaraan Vol 6, No 2 (2016): Pendidikan Kewarganegaraan Vol 6, No 2 (2016): Pendidikan Kewarganegaraan Vol 5, No 10 (2015): Pendidikan Kewarganegaraan Vol 5, No 10 (2015): Pendidikan Kewarganegaraan Vol 5, No 9 (2015): Pendidikan Kewarganegaraan Vol 5, No 9 (2015): Pendidikan Kewarganegaraan Vol 4, No 8 (2014): Pendidikan Kewarganegaraan Vol 4, No 8 (2014): Pendidikan Kewarganegaraan Vol 4, No 7 (2014): Pendidikan Kewarganegaraan Vol 4, No 7 (2014): Pendidikan Kewarganegaraan More Issue