cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Pendidikan Kewarganegaraan
ISSN : 23032979.     EISSN : 25408712.     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 327 Documents
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI KARAKTER UTAMA DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DI SDN NEGERI KOTA BANJARMASIN Mahutma Gandhi; Jamilah Jamilah
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 8, No 2 (2018): PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
Publisher : Prodi PPKn ULM dan AP3KnI Kal-Sel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/kewarganegaraan.v8i2.4939

Abstract

Implementasi nilai-nilai utama dalam pembelajaran PKn sedikit banyak memperlihatkan belum dilaksanakan ke dalam tahapan-tahapan pembelajaran. Tujuan penelitian adalah mengeksplorasi dan menganalisis implementasi nilai-nilai karakter utama dalam pembelajaran di SDN Banjarmasin. Penelitian dilakukan secara kualitatif, dengan metode wawancara, observasi  dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru mampu mengidentifikasi nilai-nilai karakter bervariasi dari tidak, sedikit, sebagian bahkan semua mampu diidentifikasi. Implementasi dalam perencanaan, dari sebagian kecil telah memuat seluruh nilai, dan sebagian besar memuat beberapa nilai. Implemementasi dalam kegiatan pembelajaran, tidak semua terlaksana, karena beberapa kendala, seperti waktu yang tidak cukup, kesesuaian dengan isi materi, belum tahu cara mengintegrasikan ke dalam materi dan penilaian. Implementasi penilaian cukup bervariatif, masing-masing sekolah memiliki cara dalam bentuk tes tertulis dan lisan, presentasi atau project maupun penilaian terhadap perilaku,tetapi yang paling banyak dilakukan adalah melalui penilaian sikap (disposition). Kata-kata kunci: implementasi, nilai-nilai karakter utama, PKn, pembelajaran, penilaian
IDENTIFIKASI NILAI DAN ATURAN-ATURAN SOSIAL PADA MASYARAKAT SUNGAI JINGAH KELURAHAN SURGI MUFTI KOTA BANJARMASIN Muhammad Roim
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 8, No 1 (2018): Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : Prodi PPKn ULM dan AP3KnI Kal-Sel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/kewarganegaraan.v8i1.4513

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi aturan-aturan sosial yang ada pada masyarakat Sungai Jingah serta aturan-aturan yang dipatuhi oleh masyarakat Sungai Jingah sampai saat ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Metode analisis data dalam penelitian ini melalui tiga tahapan, yakni reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan-kesimpulan tentang penelitian. Pengujian keabsahan data dalam penelitian ini meliputi perpanjangan pengamatan, meningkatkan ketekunan, dan triangulasi.Hasil penelitian di lapangan menemukan beberapa nilai dan aturan sosial pada masyarakat Sungai Jingah antara lain : Kegiatan sehari-hari masyarakat suka bergotong royong, percakapan sehari-hari selalu menyebut ulun dan pian kepada yang lebih tua, kesepakatan jual beli harus memakai akad tukar lawan jual dalam berbelanja di warung atau kios setempat dan dihimbau untuk tidak mengebut di jalan Sungai Jingah untuk kenyamanan bersama dan keadaan jalan yang kecil. Nilai dan aturan sosial masyarakat yang ada dan berlaku di masyarakat Sungai Jingah saat ini masih ditaati dan dilaksanakan oleh warga dan masyarakat sekitar.
HUBUNGAN PEMAHAMAN POLITIK DENGAN TINGKAT KESADARAN POLITIK MAHASISWA PRODI PPKN FKIP UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT Dahlia Dahlia; Rabiatul Adawiah
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 8, No 2 (2018): PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
Publisher : Prodi PPKn ULM dan AP3KnI Kal-Sel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/kewarganegaraan.v8i2.8340

Abstract

Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui: 1) Pemahaman politik mahasiswa Prodi PPKn FKIP Universitas Lambung Mangkurat, 2) Kesadaran politik mahasiswa Prodi PPKn FKIP Universitas Lambung Mangkurat, 3) Hubungan pemahaman politik dengan tingkat kesadaran politik mahasiswa Prodi PPKn FKIP Universitas Lambung Mangkurat. Metode penelitian ini menggunakan korelasi dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, kuesioner, dokumentasi, dan studi pustaka. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa angkatan 2013, 2014 dan 2015 yang namanya terdaftar sebagai pemilik hak suara pada PEMILUMA BEM periode 2016/2017 berjumlah 143 menjadi 103 orang. Teknik penarikan sampel yang digunakan adalah teknik acak berstrata proporsional. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis korelasi Product Moment dengan taraf signifikan 0.05.Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil uji statistik menggunakan korelasi Product Moment diperoleh nilai korelasi antara variabel X (Pemahaman Politik) dan variabel Y (Kesadaran Politik) sebesar 0.315 setelah itu disesuaikan dengan tabel interpretasi nilai r  maka besarnya nilai 0.315 ini masuk kategori interval pada 0.20 – 0.399, nilai tersebut termasuk dalam hubungan korelasi yang rendah. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan kepada mahasiswa lebih meningkatkan pemahaman politik mereka dengan cara mempelajari secara sungguh-sungguh, memperhatikan saat dosen menjelaskan, dan secara aktif membaca dan mencari informasi tentang politik baik secara online maupun dengan buku-buku yang mendukung untuk menambah wawasan dan pemahaman politik, serta meningkatkan kesadaran politik dengan aktif berpartisipasi dalam kegiatan maupun sosialisasi politik. Kata Kunci: Kesadaran Politik Mahasiswa, Pemahaman P
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DALAM MENYIKAPI KEBERAGAMAN DI SEKOLAH INKLUSI primandha sukma nur wardhani
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 8, No 1 (2018): Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : Prodi PPKn ULM dan AP3KnI Kal-Sel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/kewarganegaraan.v8i1.4313

Abstract

IMPLEMENTASI PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DALAM MENYIKAPI KEBERAGAMAN DI SEKOLAH INKLUSI                                       Primandha Sukma Nur WardhaniMahasiswa Pendidikan Pancasila dan KewarganegaraanProgram Pascasarjana Universitas Negeri YogyakartaPrimandhas@gmail.com AbstrakSekolah Inklusi merupakan sekolah regular (biasa) yang menerima anak berkebutuhan khusus dan menyediakan sistem layanan pendidikan yang disesuaikan dengan kebutuhan anak tanpa kebutuhan khusus (ATBK) dan anak berkebutuhan khusus melalui adaptasi kurikulum, pembelajaran, penilaian, dan sarana prasarananya. Sekolah inklusi memiliki siswa heterogen dengan menempatkan siswa berkebutuhan khusus dengan siswa normal dalam satu lingkungan. Heterogenitas dalam sekolah inklusi terdiri dari perbedaan ras, suku, agama, bahasa, bahasa, kondisi fisik dan mental. Kondisi tersebut menjadikan toleransi penting ditanamkan di sekolah inklusi untuk menanamkan sikap saling menghormati dan menghargai perbedaan antarsiswa. Salah satu alternatif untuk menjembatani permasalahan tersebut adalah melalui pembelajaran berbasis multikultural. Di Indonesia, pendidikan multikultural terintegrasi dalam mata pelajaran lain terutama Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Tujuan artikel ini, mendeskripsikan implementasi pendidikan multikultural dalam menyikapi keberagaman di sekolah inklusi. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka.Kata Kunci: pendidikan multikultural, keberagaman, sekolah inklusi. 
PENINGKATAN KETERLIBATAN SISWA DALAM MEMANFAATKAN SAMPAH PLASTIK MELALUI PROGRAM GREEN SCHOOL FESTIVAL Engelbertus Kukuh Widijatmoko; Didik Iswahyudi; Sirilus Sakti Nera
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 8, No 2 (2018): PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
Publisher : Prodi PPKn ULM dan AP3KnI Kal-Sel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/kewarganegaraan.v8i2.8341

Abstract

Peningkatan  keterlibatan  siswa  dalam  memanfaatkan  sampah  plastik  di  Sekolah Menengah  Pertama  (SMP).  Artikel  ini  bertujuan  untuk  mengetahui  keterlibatan siswa-siswi dalam mengumpulkan, memilah, mengolah dan memanfaatkan sampah melalui program Green School Festival (GSF). Green School atau sekolah hijau merupakan salah satu produk program pemerintah yang diupayakan mampu  memiliki pemahaman,  kesadaran  akan  nilai-nilai  lingkungan  hidup  pada  seluruh  warga sekolah. Adapun siswa-siswi menggunakan sampah baik organik maupun anorganik untuk didaurulang supaya lebih bermaanfaat. Tentunya hal ini tidak terlepas dari peran pendidik  atau  calon  pendidik  yang  mengarahkan,  memotivasi  serta  mempraktek secara langsung bagaimana mengolah dan memanfaatkan sampah. Pendekatan penelitian kualitatf menjadi pilihan penelitian ini dengan menggunakan wawancara, observasi, dokumentasi serta menggunakan teknik triangulasi  untuk  mendapat  keabsahan  data  yang  mana  tujuannya  itu  untuk mendalami suatu peristiwa nyata di tempat penelitian. Dari hasil penelitian tentang Peningkatan  Keterlibatan  Siswa  Dalam  Memanfaatkan  Sampah  Plastik  Melalui Program  Green  School  Festival  diterima  positif  serta  antusias  dari  siswa  untuk terlibat bersama dalam mengumpul, memilah, mengolah dan memanfaatkan sampah. Kata kunci: Keterlibatan Warga Negara, Pendidikan Kewarganegaraan, Green School Festival
PERANAN GURU PPKN DALAM MEMBENTUK SIKAP PARTISIPATIF SISWA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS Mutiara Nurmanita
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 8, No 1 (2018): Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : Prodi PPKn ULM dan AP3KnI Kal-Sel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/kewarganegaraan.v8i1.4285

Abstract

Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk menggambarkan peranan guru PPKn dalam pembentukan sikap partisipasi siswa di sekolah menengah atas. Hal ini latarbelakangi oleh kurangnya partisipasi siswa sekolah menengah atas di kelas sehingga banyak siswa yang terlihat pasif. Tidak dapat dipungkiri jika hal tersebut dipengaruhi oleh peranan guru di kelas. Guru tidak hanya sekedar mengajar dan mendidik akan tetapi memberi contoh dan teladan kepada siswa agar siswa dapat aktif dan terlibat dalam kegiatan di kelas. Metode yang digunakan yaitu studi kepustakaan dengan cara mengumpulkan data dari berbagai sumber untuk dianalisis, disajikan, dan ditarik kesimpulan. Hasil kajian menunjukkan bahwa bentukkan sikap partisipatif siswa seperti pengalaman yang dimiliki siswa dalam bertanya, pengaruh dari perilaku orang lain, pengaruh kebudayaan atau pembiasaan yang dilakukan siswa dalam mengemukakan pendapat, media massa yang berpengaruh dalam cara berbicara siswa terhadap orang lain, lembaga pendidikan dan lembaga agama, dan pengendalian sikap emosional ketika siswa lain yang berbeda pendapat. Semua hal tersebut dapat dilakukan oleh guru PPKn dalam membentuk sikap partisipatif siswa di sekolah menengah atas.
ANALISIS KEMUTAKHIRAN PENGETAHUAN HUKUM PADA BUKU TEKS PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN SMA/SMK/MA KELAS X TERBITAN KEMENDIKBUD EDISI REVISI TAHUN 2017 Harpani Matnuh
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 8, No 2 (2018): PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
Publisher : Prodi PPKn ULM dan AP3KnI Kal-Sel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/kewarganegaraan.v8i2.8437

Abstract

Keberadaan buku teks sangat diperlukan dalam proses pembelajaran. Selain sebagai bahan yang berisi materi pelajaran, buku teks umumnya juga digunakan sebagai acuan dalam mencapai tujuan belajar.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemutakhiran pengetahuan hukum pada buku teks Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan SMA/SMK/MA kelas X yang diterbitkan oleh  Kemendikbud edisi revisi tahun 2017. Penelitian ini  menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis konten. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi, dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat ketidakmutakhiran pengetahuan hukum dalam materi buku teks yang analisis.  Ketidakmutakhiran tersebut terdapat pada BAB III, IV dan V. Pada BAB III halaman 15 sd 18 tentang penjelasan organisasi kementerian negara yang masih menggunakan PP RI No.7 Tahun 2015;  halaman 81 yang menyebutkan UU Nomor 42 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD; halaman  82 tentang dasar hukum kewenangan MPR yang  masih menggunakan UU Nomor 22 Tahun 2003; halaman 85 tentang Pengaturan DPD yang masih menggunakan UU Nomor 22 Tahun 2003; dan  halaman 93 tentang Pengaturan Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) yang masih menggunakan UU Nomor 8 Tahun 2015 tentang Perubahan Atas UU Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2014. Pada  BAB IV terdapat di halaman 134 tentang Pedoman Organisasi Perangkat Daerah yang masih menggunakan PP No. 84 Tahun 2000. Pada BAB V terdapat di halaman 165-166 tentang hukum dasar bela negara yang juga masih menggunakan UU yang sudah tidak berlaku lagi yaitu UU RI Nomor 29 tahun 1954 , UU Nomor 20 tahun 1982 yang kemudian diubah dengan UU Nomor 1 Tahun 1988.  Kata kunci : Kemutakhiran, pengetahuan hukum, buku teks, pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 
Konsolidasi Strategi Pendidikan Lalu Lintas melalui Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) Weka Indriani
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 8, No 2 (2018): PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
Publisher : Prodi PPKn ULM dan AP3KnI Kal-Sel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/kewarganegaraan.v8i2.4282

Abstract

KONSOLIDASI STRATEGI PENDIDIKAN LALU LINTAS MELALUI PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN (PKn)Weka IndrianiPascasarjana PPKn UNYwekaindriany@gmail.comAbstrakTujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan konsolidasi strategi pendidikan lalu lintas melalui PKn. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Pengumpulan data menggunakan studi pustaka/literatur. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa konsolidasi strategi pendidikan lalu lintas dapat dilakukan melalui strategi pembelajaran PKn dan budaya disiplin berlalu lintas di sekolah. Salah satu kegiatan dalam strategi pembelajaran PKn yang harus diperhatikan yaitu kegiatan latihan. Pendekatan yang sesuai dengan latihan ini yaitu dengan mentransformasikan pembelajaran yang lebih interaktif melalui pengalaman lapangan. Selain itu, untuk menyeimbangkan antara penguasaan materi dengan praktek pembiasaan perilaku dapat dilakukan dengan strategi budaya disiplin berlalu lintas di sekolah. Strategi budaya disiplin berlalu lintas di sekolah sangat bergantung kepada kepemimpinan kepala sekolah. Kepala sekolah dapat melarang peserta didik untuk membawa kendaraan bermotor ke sekolah jika belum mempunyai SIM (Surat Izin Mengemudi) dimana dalam implementasinya, kepala sekolah harus bersinergi dengan pihak lain seperti orang tua, masyarakat dan pihak kepolisian. Kata Kunci: konsolidasi strategi, pendidikan lalu lintas, PKn
PERWUJUDAN INTEGRASI NASIONAL PADA MASYARAKAT KOTA PALEMBANG Edwin Nurdiansyah; Aulia Novemy Dhita
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 10, No 1 (2020): PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
Publisher : Prodi PPKn ULM dan AP3KnI Kal-Sel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/kewarganegaraan.v10i1.7165

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan wujud integrasi nasional pada masyarakat Kota Palembang yang terbentuk dari berbagai proses akulturasi dan asimilasi dari berbagai kebudayaan mulai dari zaman sriwijaya sampai kepada masa kesultanan darussalam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan beberapa tahapan yaitu pengumpulan data, pengujian data, analisis data dan laporan penulisan penelitian. Pengumpulan data penelitian ini meliputi studi kepustakaan yang berhubungan dengan Integrasi Nasional,. Perwujudan integritas nasional, salah satunya dapat dilihat dari situasi sosiologis dan psikologis Kota Palembang, yaitu Bukit Siguntang, Motif Songket, Masjid Agung, Kampung Arab Al Munawar, dan  Kampung Kapiten. Perpaduan antara kebudayaan tersebut disebut assimilation incorporation atau cultural autonomy, yang menghasilkan kebudayaan yang harmoni sebagai ciri khas kelokalitasan. Ciri khas tersebut merupakan identitas nasional Bangsa Indonesia, sebagai bentuk Bhineka Tunggal Ika. Maka sudah seharusnya setiap komponen masyarakat kota Palembang untuk selalu menghormati keberagaman dalam menjaga utuhnya integrasi nasional. Kata kunci: Integrasi Nasional, Masyarakat, Kota Palembang
HAK DAN KEWAJIBAN PEREMPUAN DAYAK WARUKIN Siti Fatimah; Sarbaini Sarbaini; Heru Puji Winarso
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 9, No 1 (2019): PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
Publisher : Prodi PPKn ULM dan AP3KnI Kal-Sel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/kewarganegaraan.v9i1.8520

Abstract

Indonesia memiliki beragam suku, agama, bahasa dan kebudayaan. Salah satu suku yang terdapat di Indonesia adalah suku Dayak yang merupakan suku asli pulau Kalimantan. Suku Dayak tersebar diseluruh provinsi di Kalimantan salah satunya adalah Kalimantan Selatan. Terdapat beberapa sub suku Dayak yang ada di Kalimantan Selatan yakni Dayak Maanyan, Deyah, Bakumpai, Meratus dan lainnya. Suku Dayak Maanyan banyak bermukim dibagian utara Kalimantan Selatan salah satunya di kabupaten Tabalong. Masyarakat Dayak Maanyan di Tabalong dalam kehidupannya masih sangat menjunjung tinggi nilai-nilai keadatan Maanyan, seperti yang terjadi di desa Warukin Kecamatan Tanta atau yang sering disebut dengan Dayak Warukin. Dalam kesehariannya masyarakat Dayak Warukin memiliki kekhasan yakni mengenai hak dan kewajiban bagi perempuan Dayak Warukin baik dalam rumah tangga maupun di masyarakat adat. Hasil penelitian menunjukan bahwa hak perempuan Dayak Warukin dalam rumah tangga yakni hak untuk diberi nafkah, mengatur keuangan dalam rumah tangga, serta berhak mengatur segala hal dalam rumah tangga. Sedangkan kewajibannya yakni wajib patuh terhadap suami, menjaga nama baik suami dan keluarga, wajib mengasuh dan mendidik anak, wajib meringankan beban suami dalam mencari nafkah, serta wajib mengurus keperluan anak dan suami. Selain itu hak perempuan Dayak Warukin di masyarakat yakni meliputi hak untuk dilibatkan dalam setiap kegiatan dimasyarkat seperti upacara adat, berhak memimpin ritual, serta berhak untuk berpartisipasi dalam pemerintah desa. Sedangkan kewajibannya ialah wajib untuk saling tolong menolong, wajib menjaga dan melestarikan budaya adat Dayak Warukin, wajib menyiapkan konsumsi dalam setiap upacara adat, dan wajib untuk turut serta bergotong royong. Kata Kunci: Hak, Kewajiban dan Perempuan Dayak

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 2 (2025): JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 14, No 2 (2024): JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 14, No 1 (2024): Pendidikan Kewarganegaraan Vol 13, No 2 (2023): JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 13, No 1 (2023): Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 12, No 01 (2022): Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 12, No 2 (2022): Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 11, No 01 (2021): Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 11, No 2 (2021): Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 10, No 2 (2020): Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 10, No 1 (2020): PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 9, No 2 (2019): Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 9, No 1 (2019): PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 8, No 2 (2018): PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 8, No 1 (2018): Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 7, No 1 (2017): Pendidikan Kewarganegaraan Vol 7, No 1 (2017): Pendidikan Kewarganegaraan Vol 6, No 11 (2016): Pendidikan Kewarganegaraan Vol 6, No 11 (2016): Pendidikan Kewarganegaraan Vol 6, No 2 (2016): Pendidikan Kewarganegaraan Vol 6, No 2 (2016): Pendidikan Kewarganegaraan Vol 5, No 10 (2015): Pendidikan Kewarganegaraan Vol 5, No 10 (2015): Pendidikan Kewarganegaraan Vol 5, No 9 (2015): Pendidikan Kewarganegaraan Vol 5, No 9 (2015): Pendidikan Kewarganegaraan Vol 4, No 8 (2014): Pendidikan Kewarganegaraan Vol 4, No 8 (2014): Pendidikan Kewarganegaraan Vol 4, No 7 (2014): Pendidikan Kewarganegaraan Vol 4, No 7 (2014): Pendidikan Kewarganegaraan More Issue