Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017"
:
10 Documents
clear
Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis melalui Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Teori Van Hiele di Kelas IX SMP Negeri 1 Banda Aceh
Muhammad Rizqi Musa;
M. Ikhsan;
Bintang Zaura
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Matematika Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (800.408 KB)
Matematika merupakan mata pelajaran yang hierarkis dimana untuk mempelajari materi baru diperlukan pemahaman materi sebelumnya. Kemampuan berpikir kritis adalah salah satu modal bagi siswa untuk menguasai matematika. Salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis adalah melalui penerapan model pembelajaran berbasis teori Van Hiele. Model pembelajaran berbasis teori Van Hiele merupakan salah satu model pembelajaran dalam bidang matematika khususnya dalam pembelajaran geometri. Melalui penerapan model pembelajaran berbasis teori Van Hiele diharapkan adanya peningkatan kemampuan berpikir kritis pada materi bangun ruang sisi lengkung yang diajarkan pada tingkat SMP. Penelitian ini mengangkat masalah apakah peningkatan kemampuan berpikir kritis melalui model berbasis teori Van Hiele lebih baik dibandingkan konvensional dan bertujuan untuk mengkaji peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah control group pre-test post-test melalui pendekatan kuantitatif dan didukung oleh data kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas IX SMP Negeri 1 Banda Aceh dan kelas IX-7 serta IX-8 sebagai sampel yang dipilih secara acak. Teknik pengumpulan data adalah tes kemampuan pemahaman geometri dan kemampuan berpikir kritis. Analisis kemampuan berpikir siswa dinilai berdasarkan tiga aspek diantaranya kemampuan mengidentifikasi, kemampuan menganalisis, dan kemampuan memecahkan masalah. Data hasil tes hasil belajar dianalisis dengan menggunakan uji-t pihak kanan dengan taraf siginifikan 0,05. Berdasarkan analisis data diperoleh milai thitung = 10,416 dan nilai ttabel = 1,67. Karena thitung ttabel maka H0 ditolak dan H1 diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran berbasis teori Van Hiele lebih baik dari siswa yang diajarkan dengan pembelajaran konvensional pada materi bangun ruang sisi lengkung di kelas IX SMP Negeri 1 Banda Aceh. Kata kunci: Model Pembelajaran, Teori Van Hiele, Berpikir Kritis.
Hasil Belajar Siswa dengan Menggunakan Pendekatan Saintifik pada Materi Pecahan di Kelas VII MTsN Model Banda Aceh Tahun Pelajaran 2016/2017
Deni Suryanda;
Suryawati Suryawati;
Erni Maidiyah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Matematika Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (309.293 KB)
Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang menduduki peranan penting dalam pendidikan. Pembelajaran matematika yang masih menggunakan pendekatan pembelajaran yang konvensional menyebabkan banyak siswa bersikap pasif karena kesulitan dalam memahami pelajaran, dan hasil belajar siswapun cenderung tidak memuaskan. Salah satu pendekatan pembelajaran yang diamanatkan oleh kurikulum 2013 dan dapat digunakan dalam proses belajar mengajar adalah pendekatan saintifik, pembelajaran saintifik merupakan pembelajaran yang lebih menekankan pada keterampilan proses yang meliputi mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi dan mengkomunikasikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ketuntasan belajar siswa melalui pendekatan saintifik pada materi pecahan di kelas VII MTsN Model Banda Aceh. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian ekperimen dengan desain one-shot case study, dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII MTsN Model Banda Aceh, sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah salah satu kelas yang dipilih secara random, tepatnya kelas VII-5 dengan jumlah siswa sebanyak 30 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes berbentuk uraian yang dilakukan setelah proses pembelajaran pada materi pecahan. Selanjutnya data tes hasil belajar diolah dengan menggunakan uji-t dan didapat thitung = 2,29. Hasil pengujian hipotesis pada taraf signifikan dan derajat kebebasan dk = 29, didapat ttabel = 1,70. Oleh karena thitung ttabel atau 2,29 1,70. Maka H0 ditolak dan H1 diterima . Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa mencapai ketuntasan pada materi pecahan melalui pendekatan saintifik di kelas VII MTsN Model Banda Aceh. Kata kunci: Hasil belajar, pendekatan saintifik, materi pecahan.
Kualitas Soal dan Ketuntasan Belajar Matematika Kelas VII Semester I SMP Negeri 6 Banda Aceh Tahun Pelajaran 2015/2016
Glisyando Glisyando;
Salasi Salasi;
Yuhasriati Yuhasriati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Matematika Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (807.6 KB)
Keberhasilan proses belajar mengajar dinilai melalui evaluasi. Evaluasi merupakan salah satu komponen pendidikan atau pengajaran dengan menggunakan tes sebagai alat ukurnya. Tes yang disusun juga harus memenuhi syarat atau ciri-ciri kualitas tes yang baik. Kualitas tes yang digunakan ditinjau dari validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, daya beda dan fungsi pengecoh. Penelitian ini menganalisis tentang kualitas soal ujian semester ganjil SMP Negeri 6 Banda Aceh tahun 2016 yang bertujuan untuk mengetahui kualitas soal matematika buatan guru dan ketuntasan belajar siswa. Peneliti menggunakan metode deskriptif yaitu dengan mengumpulkan lembaran jawaban siswa sebagai data. Selanjutnya data tersebut di analisis validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, daya pembeda dan fungsi pengecoh setiap butir soal. Data didapat dari jawaban siswa kelas VII sebanyak 84 siswa yang mewakili seluruh siswa kelas VII SMP N 6 Banda Aceh. Setelah melakukan analisis pada setiap butir soal sebanyak 40 soal, hasil analisis yang diperoleh bahwa 47,5% soal sudah termasuk dalam kualitas yang baik, sebanyak 40% soal direvisi dan 12,5% soal diganti. Secara klasikal siswa belum mencapai ketuntasan belajar, dengan persentase yang mencapai tuntas hanya sebesar 22% dari seluruh siswa yang tuntas secara individu. Peninjauan secara materi pelajaran didapatkan bahwa belum ada materi pelajaran yang dapat dikatagorikan tuntas dengan persentase tertinggi yaitu 48,81% pada materi oprasi bilangan bulat dan persentase terendah didapatkan pada materi skala yaitu 28,5% Kata kunci: Evaluasi Pembelajaran, Kualitas Soal, Ketuntasan Belajar
Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis melalui Pendekatan Resource based Learning di Kelas VIII MTsN Model Banda Aceh
Mauliza Rizsky;
Salasi Salasi;
M. Ikhsan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Matematika Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (324.999 KB)
Matematika merupakan mata pelajaran yang dipelajari siswa disemua jenjang pendidikan. Kemampuan berpikir kritis siswa merupakan modal bagi siswa untuk menguasai matematika. Salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa adalah melalui pendekaan Resource Based Learning. Resource Based Learning merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang menghadapkan siswa dengan sejumlah sumber belajar dimana siswa dapat memilih secara bebas sumber belajar yang sesuai dengan minat. Sumber belajar yang disediakan merupakan video, powerpoint, buku teks dan narasumber. Tujuan penelitian ini dilakukanuntuk mengkaji peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa melalui pendekatan Resource Based Learning. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian Control Grup Pre-test Post-test. Sampel dalam penelitian ini dipilih secara acak yaitu kelasVIII di MTsN Model Banda Aceh. Pengumpulan data dilakukan dengan cara pemberian tes kemampuan berpikir kritis. Analisis kemapuan berpikir kritis dinilai berdasarkan empat aspek yaitu kemampuan evaluasi, kemampuan identifikasi, kemampuan analisis dan kemampuan pemecahan masala.Data hasil tes belajar dianalisis menggunakan uji-t pihak kanan dengan taraf signifikan 0,05. Berdasarkan analisis data diperoleh nilai thitung = 20,93 dan nilai ttabel = 1,67 , data tersebut dapat disimpulkan H0 ditolak dan H1 diterima dikarenakan thitung ttabel yaitu 20,931,67. Dapat disimpulkan peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa melalui pendekatan Resource Based Learning lebih baik dibandingkan penggunaan metode konvensional pada materi sistem persamaan linier dua variabel di kelas VIII MTsN Model Banda Aceh. Kata kunci: Berpikir Kritis, Resource Based Learning.
Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah melalui Pendekatan Matematika Realistik pada Materi Perbandingan di Kelas VII SMP Negeri 6 Banda Aceh
Nur Dewi;
Rahmah Johar;
Tuti Zubaidah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Matematika Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (841.247 KB)
Matematika merupakan ilmu yang mendasari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, oleh karena itu matematika diajarkan dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Namun, pada kenyataannya tidak sedikit siswa beraggapan bahwa matematika itu sulit dipahami. Ketika siswa dihadapkan pada masalah berbentuk cerita dalam bentuk matematika dan sifatnya tidak rutin yang membutuhkan kemampuan pemecahan masalah siswa cenderung tidak dapat menyelesaikannya. Salah satu alternatif yang dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah yaitu dengan menerapkan pendekatan matematika realistik. Pendekatan matematika realistik adalah pendekatan yang proses belajarnya memanfaatkan masalah-masalah matematika yang nyata (real), siswa dapat terlibat dalam proses pembelajaran secara bermakna dan berhubungan dengan kehidupan sehari-hari sehingga dapat memudahkan dalam menyelesaikan masalah secara mandiri berdasarkan pengetahuan awal yang dimilikinya yang menjadi hal yang sangat mendasar dalam pengembangan permasalahan yang realistik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemecahan masalah siswa malalui pendekatan realistik pada materi perbandingan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian yaitu pre-experimental design, yaitu one-group pretest and posttest group. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 6 Banda Aceh sedangkan penentuan sampel dilakukan secara purposive sampling, dimana kelas yang dipilih adalah kelas VIII7 dengan jumlah siswa 28 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes yaitu pretest (tes awal) dan postest (tes akhir), sedangkan pengolahan data dilakukan dengan menggunakan uji-t. Simpulan penelitian ini adalah pendekatan matematika realistik dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa pada materi perbandingan di kelas VII SMP Negeri 6 Banda Aceh. Kata kunci: Pemecahan masalah, pendekatan matematika realistik, perbandingan
Kualitas Tes dan Penguasaan Materi Matematika Siswa pada Ujian Semester Ganjil Kelas X MAN Model Banda Aceh Tahun Ajaran 2016/2017
Sabar Ibnu Muarief;
Salasi Salasi;
Yuhasriati Yuhasriati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Matematika Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (354.146 KB)
Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui kualitas tes yang dibuat oleh guru matematika dalam mengukur penguasaan materi siswa berdasarkan soal ujian semester kelas X MAN Model Banda Aceh tahun ajaran 2016/2017. Kualitas tes yang baik mempunyai validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, daya beda, dan fungsi pengecoh. Subjek penelitian ini terdiri dari dua kelas yaitu kelas MIA.1 berjumlah 36 siswa dan kelas MIA.2 berjumlah 36 siswa dengan total siswa 72 siswa. Soal tes yang diujikan kepada siswa terdiri dari 35 butir soal pilihan ganda dan 5 butir soal essay. Data diambil berdasarkan lembar soal dan jawaban siswa pada ujian semester ganjil tahun ajaran 2016/2017. Hasil analisis data menunjukkan bahwa (1) validitas soal bentuk pilihan ganda tergolong rendah dan soal bentuk essay tergolong tinggi; (2) reliabilitas butir soal bentuk pilihan ganda tergolong tinggi dengan = 0,77 dan butir soal bentuk essay dengan = 0,81; (3) tingkat kesukatan butir soal pilihan ganda tergolong sukar dan butir soal essay tergolong sedang, (4) daya beda soal bentuk pilihan ganda tergolong jelek dan soal essay tergolong baik. Kualitas tes kurang memadai dalam mengukur penguasaan materi. Kata kunci: matematika, kualitas, pilihan ganda, essay
Hasil Belajar Siswa melalui Model Problem based Learning pada Materi Relasi dan Fungsi
Jumratul Aini;
Suryawati Suryawati;
Khairul Umam
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Matematika Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (492.233 KB)
Matematika perlu diajarkan pada setiap jenjang pendidikan, mulai dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi. Dengan belajar, manusia melakukan perubahan untuk memperoleh suatu hasil belajar. Pembelajaran berbasis masalah dikenal dengan Problem Based Learning (PBL) adalah strategi pembelajaran yang berpusat pada siswa dimana siswa mengkolaborasikan pemecahan masalah autentik dengan pengalaman sehari-hari. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Apakah siswa yang belajar dengan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dapat mencapai ketuntasan belajar pada materi Relasi dan fungsi di Kelas X SMA Negeri 10 Fajar Harapan Tahun Pelajaran 2016/2017”. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hasil belajar siswa melaui model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) pada materi relasi dan fungsi. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X-MIPA SMA Negeri 10 Fajar Harapan, sedangkan sampel diambil satu kelas yaitu kelas X-MIPA1 SMA Negeri 10 Fajar Harapan. Pengumpulan data dilakukan dengan tes hasil belajar, Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan uji-t dengan taraf signifikan dan derajat kebebasan , di peroleh t tabel = dan thitung = . Berdasarkan hasil pengolahan data dan pengujian hipotesis dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa kelas X SMA Negeri 10 Fajar Harapan melalui penerapan model pembelajaran problem based learning pada materi relasi dan fungsi dapat mencapai ketuntasan. Kata kunci: Hasil Belajar, Prablem Based Learning (PBL)
Analisis Kesalahan Siswa menurut Newman dalam Menyelesaikan Soal Cerita Matematika Materi Aljabar Kelas VIII SMPN 1 Banda Aceh
Putri Purnama Sari;
M. Hasbi;
Khairul Umam
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Matematika Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (168.414 KB)
Salah satu materi pada pelajaran matematika adalah operasi aljabar. Materi operasi aljabar menuntut siswa untuk menguasai konsep aljabar yang menjadi dasar untuk mempelajari materi selanjutnya. Akan tetapi, siswa masih melakukan kesalahan dalam menyelesaikan soal yang berkaitan dengan operasi aljabar. Termasuk pada soal pemecahan masalah bentuk soal cerita yang menambah kesulitan bagi siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kesalahan apa saja dan penyebab kesalahan yang dilakukan siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Banda Aceh dalam menyelesaikan soal cerita berdasarkan prosedur Newman. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian bersifat deskriptif. Pengumpulan data menggunakan tes dan wawancara. Penelitian ini melibatkan siswa VIII-1 yang berjumlah 27 siswa. Subjek penelitian wawancara diambil 3 dari 27 siswa kelas VIII-1, dengan kriteria siswa yang melakukan banyak kesalahan. Setiap subjek penelitian diwawancarai terkait hasil pekerjaannya pada soal cerita operasi aljabar. Uji keabsahan data dilakukan dengan triangulasi teknik. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa jenis kesalahan yang dilakukan oleh siswa kelas VIII-1 SMP Negeri 01 Banda Aceh dalam menyelesaikan soal cerita operasi aljabar adalah kesalahan memahami, kesalahan transformasi, kesalahan keterampilan proses, dan kesalahan penulisan jawaban akhir. Kesalahan memahami disebabkan siswa lupa dan terburu-buru dalam mengerjakan soal. Kesalahan transformasi disebabkan lemahnya kemampuan siswa dalam mengubah soal cerita menjadi bentuk aljabar dan salah dalam menggunakan pendekatan. Kesalahan keterampilan proses disebabkan salah dalam melakukan perhitungan operasi aljabar. Sedangkan kesalahan penulisan jawaban akhir disebabkan siswa tidak membuat kesimpulan dan tidak menuliskan hasil akhir dari penyelesaian. Impilkasi kajian ini adalah perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk mengurangi siswa dalam melakukan kesalahan yang sama. Penelitian lanjutan juga diperlukan terhadap usaha yang dapat dilakukan siswa untuk mengatasi kesalahan yang dilakukan siswa seperti dapatan pada kajian ini. Kata kunci: Kesalahan Siswa, Newman, Soal Cerita Aljabar.
Penerapan Model Pembelajaran Inquiry based Learning pada Materi Teorema Pythagoras di Kelas VIII SMP Negeri 2 Darul Imarah
Widia Merjia Rova;
Bintang Zaura;
Mukhlis Hidayat
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Matematika Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (684.661 KB)
Sistem pembelajaran di sekolah cenderung menoton dimana siswa hanya terpusat pada penjelasan yang diberikan oleh guru. Siswa menjadi pasif dalam proses pembelajaran. Hal ini berakibat kepada rendahnya pencapaian siswa terhadap tujuan pembelajaran. Salah satu model yang dapat digunakan dalam pembelajaran matematika untuk mengaktifkan siswa adalah model pembelajaran inquiry based learning (IBL). Model pembelajaran IBL merupakan rangkaian kegiatan model pembelajaran yang menekankan pada proses berpikir. Keadaan ini dapat membantu siswa mencapai tujuan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketuntasan belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran Inquiry Based Learning pada materi teorema pythagoras di kelas VIII SMP Negeri 2 Darul Imarah. Pendekatan dan jenis penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif serta jenis penelitian pre-experimental design jenis one shot case study. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMPN 2 Darul Imarah. Sampel penelitian ini adalah 29 siswa kelas VIII-A SMP Negeri 2 Darul Imarah yang dipilih secara acak. Pengumpulan data penelitian ini berupa data tentang instrumen tes hasil belajar siswa. Data hasil belajar siswa dianalisis dengan menggunakan uji-t pihak kanan dengan taraf signifikan 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Inquiry Based Learning dapat mencapai ketuntasan belajar pada materi teorema Pythagoras di kelas VIII SMP Negeri 2 Darul Imarah. Kata kunci: Model Inquiry Based Learning, Ketuntasan Belajar, Teorema Pythagoras.
Analisis Kemampuan Siswa Berpikir Kritis Matematika pada Materi Kubus dan Balok di Kelas VIII SMP Negeri 19 Percontohan Banda Aceh
Ismianti Ismianti;
Johan Yunus;
Khairul Umam
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Matematika Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (384.719 KB)
Berpikir kritis adalah suatu aktivitas mental yang dilakukan untuk mengevaluasi kebenaran sebuah pernyataan. Umumnya evaluasi berakhir dengan putusan untuk menerima, menyangkal, atau meragukan kebenaran pernyataan yang bersangkutan. Kemampuan siswa dalam menyelesaikan permasalahan yang berkenaan dengan matematika masih rendah. Hal tersebut disebabkan karena terbatasnya kemampuan penghafalan konsep atau prosedur untuk menyelesaikan soal sesuai dengan materi yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis matematika siswa pada materi kubus dan balok di kelas VIII SMP Negeri 19 Percontohan Banda Aceh. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Subjek penelitian yaitu kelas VIII-2 yang berjumlah 21 siswa. Sedangkan yang menjadi objek penelitian adalah kemampuan berpikir kritis matematika siswa pada materi kubus dan balok. Pengumpulan data dilakukan dengan cara melakukan tes kemampuan siswa menyelesaikan soal kubus dan balok. Soal yang diberikan berbentuk essay sebanyak 5 soal dan wawancara. Data penelitian bersumber dari hasil tes kemampuan siswa dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan siswa berpikir kritis matematika tergolong tinggi. Hal ini dikarenakan siswa telah memenuhi seluruh tahap berpikir kritis, mulai dari klasifikasi, assessment, inferensi, dan strategi dalam menyelesaikan soal yang diberikan. Siswa pada kelompok ini mengetahui apa saja informasi yang terdapat pada soal, mampu menjelaskan maksud dari soal, dapat menemukan langkah untuk menyelesaikan soal, dan bahkan dapat menemukan cara lain untuk menyelesaikan soal-soal tersebut. Hasil penelitian ini adalah kemampuan siswa berpikir kritis matematika pada materi kubus dan balok di kelas VIII SMP Negeri 19 Percontohan Banda Aceh adalah tinggi. dimana siswa mampu memenuhi keempat indikator berpikir ktitis yaitu klasifikasi, assessment, inferensi, dan strategi. Kata kunci: Berpikir Kritis Matematika, Kubus dan Balok.