cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Matematika
ISSN : -     EISSN : 26141078     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 3 (2021): Agustus 2021" : 8 Documents clear
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Materi Teorema Pythagoras Berbasis Daring melalui Model Pembelajaran CORE untuk Membangun Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Maulinda Maulinda; Cut Morina Zubainur; Mukhlis Hidayat
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Matematika Vol 6, No 3 (2021): Agustus 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Matematika merupakan mata pelajaran yang diajarkan secara daring dalam masa COVID-19. Salah satu kemampuan yang penting dimiliki oleh siswa yaitu kemampuan pemecahan masalah matematis agar mudah dalam menyelesaikan berbagai masalah matematika. Kemampuan tersebut dapat dilatih melalui pemberian permasalahan yang membutuhkan waktu bagi siswa untuk berpikir. Model pembelajaran CORE menjadi solusi, karena menitikberatkan siswa terlibat aktif dalam mengandalkan daya pikirnya dan memberdayakan pengetahuan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses dan hasil pengembangan perangkat pembelajaran pada materi Teorema Pythagoras melalui model pembelajaran CORE berbasis daring untuk membangun kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang valid. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan Model Plomp dengan tiga tahapan yaitu pengkajian awal, perancangan, dan penilaian. Sesuai dengan tujuan penelitian, maka penelitian ini hanya menjalankan dua dari tiga tahapan tersebut yaitu tahap pengkajian awal dan perancangan. Tahap pengkajian awal terdiri atas kegiatan analisis kurikulum, analisis materi Teorema Pythagoras, analisis model pembelajaran CORE, analisis peraturan pelaksanaan pembelajaran untuk masa darurat COVID-19, dan analisis kebutuhan perangkat. Tahap perancangan yaitu tahap pembuatan perangkat pembelajaran dan kegiatan validasi. Sumber data dalam penelitian ini yaitu validator yang merupakan ahli di bidang pendidikan matematika dan teman sejawat yang merupakan lulusan magister pendidikan matematika. Instrumen dalam penelitian ini berupa lembar analisis kurikulum, analisis materi Teorema Pythagoras, analisis model pembelajaran CORE, analisis peraturan pelaksanaan pembelajaran untuk masa darurat COVID-19 dan analisis kebutuhan perangkat serta lembar validasi lintasan belajar, RPP, LKPD, dan Tes Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis (TKPMM). Teknik analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini yaitu perangkat pembelajaran berupa lintasan belajar, RPP, LKPD dan TKPMM pada materi Teorema Pythagoras melalui model pembelajaran CORE untuk tiga kali pertemuan memenuhi kriteria valid dari aspek isi dan konstruk. Implikasi penelitian ini yaitu perangkat pembelajaran yang dihasilkan perlu diujicobakan untuk menguji kepraktisan serta diterapkan pada beberapa sekolah untuk mengukur efektivitas.Keywords:     Perangkat pembelajaran, Daring, CORE, Pemecahan masalah matematis.
Peningkatan Pemahaman Matematis Siswa melalui Model Pembelajaran Visualization Auditory Kinesthetic pada Materi Kubus dan Balok di SMPN 9 Karang Baru Lutfi Hafsari Ramadayani; M. Hasbi; Ellianti Ellianti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Matematika Vol 6, No 3 (2021): Agustus 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan pemahaman matematis siswa di SMPN 9 Karang Baru berada pada kategori rendah. Hal ini berdasarkan hasil observasi awal yang peneliti lakukan di sekolah tersebut, siswa tidak mampu mengaitkan materi baru dengan materi yang sebelumnya telah dipelajari. Hal ini juga ditunjukkan dengan rendahnya nilai ujian siswa kelas VIII yaitu dengan rata-rata di bawah nilai KKM. Diperlukan suatu alternatif untuk memilih model pembelajaran yang tepat, salah satunya adalah model pembelajaran Visual Auditory Kinesthetic (VAK). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya peningkatan pemahaman matematis siswa melalui model pembelajaran Visual Auditory Kinesthetic (VAK) pada materi kubus dan balok di SMPN 9 Karang Baru. Pendekatan penelitian yang digunakan ialah pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental dan jenis penelitian one group pretest-posttest. Sampel penelitian ditentukan dengan menggunakan teknik sampling jenuh yaitu semua populasi dijadikan sebagai anggota sampel. Populasi dan sampel pada penelitian ini adalah semua siswa kelas VIII di SMPN 9 Karang Baru yaitu berjumlah 16 orang siswa. Instrumen penelitian berupa pretest dan posttest yang didalamnya terdapat indikator-indikator pemahaman matematis. Tes yang digunakan berbentuk uraian dengan masing-masing terdiri dari 5 buah soal. Uji hipotesis penelitian menggunakan paired samples t-test pada aplikasi SPSS versi 26. Berdasarkan hasil uji hipotesis dengan taraf signifikansi  diperoleh Sig. (2-tailed)   0,05atau 0,00 0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima. Oleh sebab itu didapat bahwa ada peningkatan pada pemahaman matematis siswa setelah diterapkan model pembelajaran Visual Auditory Kinesthetic (VAK) pada materi kubus dan balok di SMPN 9 Karang Baru.Keywords: Pemahaman Matematis, Visualization Auditory Kinesthetic (VAK), Kubus dan Balok
Persepsi Siswa dengan Latar Belakang Pendidikan Tahfidzul Quran terhadap Matematika Cut Maisarah; M. Ikhsan; Khairul Umam
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Matematika Vol 6, No 3 (2021): Agustus 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Matematika itu penting dan bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari serta aplikasinya banyak digunakan dalam ilmu pengetahuan. Namun kenyataannya, sampai saat ini masih banyak siswa pada umumya memiliki persepsi negatif serta kurang tertarik terhadap matematika dan tidak sedikit pula yang mengasumsikan matematika menyeramkan, hingga sedapat mungkin untuk dihindari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana persepsi siswa MAN Aceh Barat Daya yang berlatar belakang pendidikan tahfidzul quran terhadap matematika. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis deskriptif. Subjek pada penelitian ini adalah siswa MAN Aceh Barat Daya yang berlatar belakang pendidikan tahfidzul quran. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara. Instrumen utama pada penelitian ini adalah peneliti sendiri, sedangkan instrumen pendukung berupa pedoman wawancara semi terstruktur. Data dianalisis dengan menggunakan prosedur yang dikemukakan oleh Miles and Huberman yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa MAN Aceh Barat Daya yang berlatar belakang pendidikan tahfidzul quran umumnya masih memiliki persepsi negatif terhadap matematika.Keywords: Persepsi Siswa, Pendidikan Tahfidzul Quran, Matematika.
Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa pada Materi Persamaan Garis Lurus di SMP Negeri 1 Banda Aceh Vera Yulia Ostika; Erni Maidiyah; Ellianti Ellianti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Matematika Vol 6, No 3 (2021): Agustus 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu keterampilan dalam belajar matematika ialah siswa harus mampu menguasai kecakapan mereka dalam pemecahan masalah karena hal itu melambangkan tujuan utama pengajaran matematika. Riset ini bertujuan untuk mengidentifikasi kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada materi persamaan garis lurus dan untuk mengidentifikasi kendala yang dihadapi siswa dalam memecahkan soal kemampuan pemecahan masalah di SMP Negeri 1 Banda Aceh. Dalam riset ini peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Subjek yang terlibat dalam riset ini ialah siswa kelas VIII-8 di SMP Negeri 1 Banda Aceh. Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti ialah tes dan wawancara. Tes tersebut diberikan kepada 16 siswa yaitu soal uraian sebanyak 5 butir. Wawancara dilakukan terhadap 5 orang siswa yang mewakili setiap kriteria perolehan skor. Hasil riset yang diperoleh dari tes kemampuan pemecahan masalah matematis siswa termuat di semua kriteria. Kriteria sangat baik diperoleh dengan persentase siswa 12,5%, kriteria baik 6,25%, kriteria cukup 12,5%, kriteria kurang 50% dan kriteria sangat kurang 18,25%. Sehubungan dengan wawancara terhadap 5 subjek dari masing-masing kriteria yang diperoleh bahwa siswa masih banyak mengalami hambatan dalam mengerjakan penyelesaian soal pemecahan masalah. Hambatan-hambatan tersebut didiskusikan dalam teks.Keywords: Kemampuan, pemecahan masalah matematis, persamaan garis lurus.
Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa Kelas VII pada Materi Segiempat di SMPN 1 Seunagan Cut Putri; R. M. Bambang S; Erni Maidiyah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Matematika Vol 6, No 3 (2021): Agustus 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan berpikir kreatif matematis perlu untuk dimiliki oleh setiap peserta didik mengingat kemampuan ini adalah salah satu hal yang membantu siswa untuk menyelesaikan atau menemukan solusi dari masalah matematika dengan cara beragam. Proses pembelajaran matematika yang berlangsung di kelas VII-1 SMPN 1 Seunagan menunjukkan bahwa belum adanya perhatian khusus yang ditunjukkan oleh guru terhadap kemampuan berpikir kreatif matematis, padahal penting bagi guru untuk menumbuhkan kemampuan ini agar dapat mengetahui potensi berpikir kreatif yang dikuasai siswa dan juga untuk menambah pengetahuan siswa. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui dan mendeskripsikan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa dalam menyelesaikan soal non rutin materi segiempat. Pendekatan kualitatif deskriptif dipakai untuk penelitian ini. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII-1 SMP Negeri 1 Seunagan yang berjumlah 29 siswa. Penelitian ini menggunakan instrumen yang berupa soal tes esai materi segiempat. Penelitian ini menginvestigasi tiga indikator kemampuan berpikir kreatif matematis yaitu kelancaran (fluency), keluwesan (flexibility), dan kebaruan (originality). Pengelompokan siswa untuk analisis tingkat berpikir kreatif matematis dibedakan menjadi tiga, yaitu kategori siswa tingkat kemampuan berpikir kreatif (TKBK) tinggi, siswa TKBK sedang, dan siswa TKBK rendah. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, peneliti menemukan bahwa 7% siswa berkemampuan berpikir kreatif tinggi, 48% siswa berkemampuan berpikir kreatif sedang, dan 45% siswa berkemampuan berpikir kreatif rendah.Keywords: Kemampuan berpikir kreatif matematis, soal non-rutin, segiempat.
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Materi Segiempat dengan Menggunakan Model Pembelajaran Rotating Trio Exchange (RTE) pada Siswa SMP Kelas VII Dara Shavira; R. M. Bambang S; Suhartati Suhartati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Matematika Vol 6, No 3 (2021): Agustus 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perangkat pembelajaran yang sudah ada belum maksimal untuk menciptakan pembelajaran yang interaktif dan masih perlu perbaikan karena tidak mengintegrasikan model pembelajaran yang baru dan terbatas pada Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Lembar Kegiatan Peserta Didik (LKPD) saja. Tujuan penelitian ini untuk memperoleh perangkat pembelajaran materi segiempat dengan model pembelajaran Rotating Trio Exchange (RTE) pada Siswa SMP kelas VII yang valid. Perangkat pembelajaran tersebut berupa RPP satu halaman, LKPD dan Tes Hasil Belajar (THB). Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan model Plomp, dengan tahapan investigasi awal, perancangan, dan penilaian. Namun pada penelitian ini dibatasi hingga dua tahapan saja yakni investigasi awal dan perancangan. Sumber data penelitian ini diperoleh dari tiga dosen ahli yang merupakan dosen Program Studi Matematika FKIP Universitas Syiah Kuala yang berperan sebagai validator. Instrumen dalam penelitian ini berupa lembar validasi. Penelitian ini menghasilkan perangkat pembelajaran pada materi segiempat yang terdiri dari persegi, persegi panjang dan jajargenjang dengan hasil analisis validasi berupa RPP satu halaman, LKPD dan THB memperoleh kriteria sangat valid. Skor rata-rata total untuk RPP pada setiap pertemuan yaitu 4,37, LKPD untuk setiap pertemuan yaitu 4,46, dan THB yaitu 4,65 yang ketiganya menunjukkan kriteria sangat valid. Harapannya, peneliti berikutnya dapat melakukan uji praktis dan efektif dari perangkat pembelajaran yang diperoleh.Keywords:     Pengembangan, Perangkat pembelajaran, Rotating trio exchange.
Pengaruh Media Sosial terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa di SMA Negeri 14 Iskandar Muda Banda Aceh Novira Shela Riska; Salasi Salasi; Anwar Anwar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Matematika Vol 6, No 3 (2021): Agustus 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran online mulai umum dilaksanakan karena pandemi Covid-19, yakni dengan menggunakan media sosial, salah satunya WhatsApp. WhatsApp telah digunakan oleh beberapa peneliti untuk melihat keefektifannya sebagai media penyampaian materi pembelajaran, pengaruhnya terhadap minat belajar, proses belajar, keaktifan siswa dalam pembelajaran online, waktu belajar, konsentrasi belajar dan perilaku menunda pekerjaan rumah. Namun penelitian yang dilakukan untuk mengetahui pengaruh WhatsApp terhadap hasil belajar matematika masih terbatas. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh media sosial yaitu WhatsApp terhadap hasil belajar matematika. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasi. Populasi dan sampel penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI-MIPA SMA Negeri 14 Iskandar Muda, Banda Aceh yang terdiri dari 21 orang. Penelitian ini termasuk penelitian nonparametrik karena menggunakan sampel penelitian kurang dari 30, data tidak berdistribusi normal, data media sosial berskala ordinal dan data hasil belajar berskala interval yang kemudian diubah ke skala ordinal. Data penelitian ini diperoleh dengan cara dokumentasi nilai ujian matematika Semester I Tahun Ajaran 2020/2021 dan angket penggunaan media sosial sebanyak 20 pertanyaan. Pengaruh antara media sosial dan hasil belajar dianalisis dengan menggunakan uji chi kuadrat dan dilanjutkan dengan uji koefisien kontigensi untuk mengetahui tingkat korelasi. Hasil penelitian diperoleh dan , sehingga , yang berarti tidak terdapat pengaruh antara penggunaan media sosial dan hasil belajar matematika. Implikasi dari penelitian ini adalah diharapkan untuk penelitian serupa sebaiknya memperbanyak sampel penelitian dengan menggunakan lokasi penelitian berbeda.Keywords:     Media sosial, WhatsApp, Hasil belajar matematika.
Analisis Miskonsepsi Siswa Kelas VIII MTsN 1 Bireuen Menggunakan Three Tier Test pada Materi Bangun Ruang Sisi Datar Aini Nurawwaluliza; Tuti Zubaidah; Mukhlis Hidayat
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Matematika Vol 6, No 3 (2021): Agustus 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Miskonsepsi merupakan suatu masalah yang harus diatasi, salah satunya dengan menggunakan tes diagnostik Three Tier Test. Three Tier Test merupakan tes yang tersusun dari tiga tingkatan yaitu tingkatan pertama berisi tentang pengetahuan siswa, tingkatan kedua berisi pilihan alasan, dan tingkatan ketiga berisi tentang tingkat keyakinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi miskonsepsi pada materi bangun ruang sisi datar menggunakan tes diagnostik Three Tier Test. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian deksriptif. Subjek penelitian berjumlah 30 siswa kelas VIII. Teknik pengumpulan data menggunakan tes diagnostik Three Tier Test dan pedoman wawancara. Data yang telah dikumpulkan dilakukan triangulasi sumber data. Data hasil Three Tier Test kemudian dikelompokkan sesuai dengan kriteria pemahaman yang ditetapkan dan disajikan dalam bentuk persen dan rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada siswa yang mengalami miskonsepsi (60%), tidak paham konsep (30%), dan yang memahami konsep (10%). Miskonsepsi terjadi pada setiap indikator materi bangun ruang sisi datar.Kata kunci: Three Tier Test, Miskonsepsi, Bangun Ruang Sisi Datar, Tes Diagnostik

Page 1 of 1 | Total Record : 8