cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling
ISSN : 26150344     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini bertujuan untuk mempublikasikan karya-karya mahasiswa jurusan bimbingan dan konseling terutama hasil dari penelitian yang mereka lakukan. Jurnal berfokus pada semua aspek psikologis yang mempengaruhi pelajar dan semua teknik bantuan psikologis yang dapat diberikan untuk menolong mereka mencapai kesuksesan dalam belajar.
Arjuna Subject : -
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 3 (2019): September 2019" : 20 Documents clear
Hubungan pelaksanaan layanan bimbingan kelompok dengan pemmahaman siswa tentang perubahan fisik Sarifuddin Sarifuddin; Syaiful Bahri; M. Husen,
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 3 (2019): September 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTTo deal with changes in adolescence, especially those related to issues of understanding about physical change, adolescents need to have a positive attitude towards relationships and norms that apply in society so that adolescents can avoid negative impacts environment and being a healthy teenager, and accepting her maturity responsibly.services  Group guidanceare one of the intervention techniques that can be done to provide understanding of information to group members.This study aims to look at the relationship between the implementation of group guidance services and students' understanding of physical change. This study uses quantitative research, statistical techniques used in correlation analysis in this study using correlation Pearson Product Moment. The population in this study were 177 eighth grade students of SMP Negeri 2 Banda Aceh. Sampling is done by random sampling through distributing questionnaires in the form of a Likert scale. In accordance with the sample size determined by Arikunto the researcher took a sample of 25% of the population, namely 80 people. The results showed that the picture of students' understanding of physical changes in the banda Aceh 2 Public Middle School was dominantly in the moderate category, namely the average number of all indicators with a percentage of 77.02% included in the medium criteria, which indicated that a counseling service was needed well and correctly, as well as the implementation of group counseling services at Banda Aceh 2 Public Middle School, it has also been good and appropriate as the implementation stage of group guidance services in general. Furthermore, there is a significant relationship between the implementation of group guidance services with self-understanding of physical change, analysis of Pearson Product Moment correlation shows the correlation coefficient of 0.815. Because the significance is 0.05. r table is 0.361, r count is greater than r table (0.815 0.361).The conclusion of this study is that there is a positive and significant relationship between the implementation of group guidance services and students' understanding of physical change.It is recommended for schools and counselors to be able to use group guidance services more intensely and many as alternative solutions in intervening with children who have self-understanding problems specifically related to understanding physical change.Keywords: Group Guidance, Student Understanding, Physical Change  ABSTRAKUntuk menghadapi perubahan pada masa remaja khususnya yang berkaitan dengan masalah pemahaman tentang perubahan fisik, remaja perlu memiliki sikap yang positif terhadap pergaulan dan norma-norma yang berlaku di masyarakat agar remaja dapat terhindar dari dampak negatif lingkungan dan menjadi remaja yang sehat, serta menerima kedewasaannya secara bertanggung jawab. Layanan  bimbingan kelompok merupakan salah satu teknik intervensi yang bisa dilakukan untuk memberikan pemahaman informasi kepada anggota kelompok. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan pelaksanaan layanan bimbingan kelompok dengan pemahaman siswa tentang perubahan fisik. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif, teknik statistik yang digunakan dalam analisa korelasi pada penelitian ini menggunakan korelasi Pearson Product Moment. Populasi dalam penelitian ini adalah 177 siswa/i kelas VIII SMP Negeri 2 Banda Aceh. Pengambilan sampel dilakukan dengan random sampling melalui meyebarkan angket dalam bentuk skala likert. Sesuai dengan ukuran sampel yang ditentukan Arikunto, peneliti mengambil sampel sebesar 25% dari populasi yaitu 80 siswa/i. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran pemahaman siswa tentang perubahan fisik di SMP Negeri 2 banda Aceh dominan berada pada kategori sedang yaitu jumlah rata-rata pada semua indikator dengan presentase 77,02 % yang masuk dalam kriteria sedang yang menunjukkan bahwa perlu dilaksanakan sebuah layanan bimbingan konseling secara baik dan benar, begitu juga dengan pelaksanaan layanan bimbingan kelompok di SMP Negeri 2 Banda Aceh. Selanjutnya terdapat hubungan yang signifikan antara pelaksanaan layanan bimbingan kelompok dengan pemahaman diri tentang perubahan fisik, analisa korelasi Pearson Product Moment menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0,815. Karena signifikansi 0,05. r tabel sebesar 0,361, r hitung lebih besar dari pada r tabel (0,815 0,361). Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara pelaksanaan layanan bimbingan kelompok dengan pemahaman siswa tentang perubahan fisik. Disarankan bagi sekolah dan konselor agar dapat menggunakan layanan bimbingan kelompok lebih intens dan banyak sebagai solusi alternatif dalam melakukan intervensi kepada anak yang memiliki masalah-masalah pemahaman diri khususnya terkait pemahaman perubahan fisik.Kata Kunci: Bimbingan Kelompok, Pemahaman Siswa, Perubahan Fisik
DUKUNGAN ORANG TUA TERHADAP PEMBINAAN REMAJA DI LAPAS (suatu penelitian di LPKA kelas II Banda Aceh) eliza Mayasari; Syaiful Bahri; Said Nurdin
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 3 (2019): September 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembinaan remaja di Lapas merupakan serangkaian proses pembinaan pada remaja yang berkonflik hukum untuk memperbaiki pribadi menjadi lebih baik dari sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana dukungan orang tua terhadap remaja yang sedang menjalani proses pembinaan di Lapas. Jenis penelitian yanag digunakan yaitu metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah 5 orang remaja andikpas (anak didik Lapas)  di LPKA kelas II Banda Aceh dan 3 orang tua andikpas yang tingaal di Banda Aceh/ Aceh Besar. Sedangkan objek penelitian ini adalah dukungan orang tua terhadap pembinaan remaja di Lapas. Pengumpulan data di lakukan melalui wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan orang tua memberikan dukungan terhadap pembinaan remaja selama di Lapas. Dukungan orang tua diberikan dalam bentuk Emotional Support, Esteem Support, Instrumental Support, Informational Support, Dan Network Support. Dukungan tersebut diwujudkan dengan penerimaan anak yang telah berkasus hukum dan berstatus narapidana, tetap peduli dan perhatian dengan anak selama pembinaan di Lapas, menelepon dan mengunjungi anak untuk mengetahui kondisi anak, memotivasi dan menguatkan agar semangat selama menjalani pembinaan, menasehati dan menegur anak jika berbuat salah, memenuhi kebutuhan-kebutuhan anak yang menunjang selama pembinaan, menumbuhkan rasa kebersamaan dengan berkunjung bersama keluarga di moment-moment tertentu. Dengan adanya dukungan orang tua terhadap remaja di Lapas akan memberikan semangat dalam menjalani pembinaan dan termotivasi berubah lebih baik sehingga dapat diterima di masyarakat di kemudian hari.
Efektifitas Layanan Bimbingan Klasikal Terhadap Persepsi Remaja Mengenai Pergaulan Bebas (Penelitian pada Siswa SMAN 2 Lhokseumawe) Shafira Munawarah; Said Nurdin; Nurbaity Bustamam
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 3 (2019): September 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pergaulan bebas adalah pergaulan yang tidak berlandaskan pada aturan dan norma yang berlaku. Maraknya terjadi pergaulan bebas ditakutkan akan berdampak buruk pada perkembangan diri remaja dan lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu diperlukan suatu layanan bimbingan dan konseling yaitu layanan bimbingan klasikal. Maka penelitian ini bertujuan untuk mengubah persepsi remaja mengenai pergaulan bebas melalui layanan bimbingan klasikal. Layanan bimbingan klasikal adalah suatu layanan bimbingan berupa informasi yang diberikan secara tatap muka langsung dengan siswa di dalam kelas, yang mana dengan layanan bimbingan klasikal ini diharapkan mampu merubah persepsi remaja mengenai pergaulan bebas. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif pre-eksperimental design dengan bentuk one group pre-test and post-test design. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 30 orang siswa. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan skala persepsi yang telah diuji dengan perolehan nilai reliabilitas yang tinggi yaitu sebesar 0,806. Teknik pengumpulan data menggunakan skala persepsi remaja, yaitu skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata pre-test 45,8 lebih tinggi daripada post-test (36,7) mengalami penurunan skor sebanyak 9,1. Hasil uji T diperoleh nilai thitung ttabel yaitu 15.642.05. Nilai signifikansi untuk uji beda pada sampel yang berpasangan (uji T) adalah 0.00. Nilai signifikansi uji beda menunjukkan probabilitas dibawah 0,05 yang artinya hipotesis alternatif (Ha) diterima dan hipotesis nihil (Ho) ditolak. Dengan demikian layanan bimbingan klasikal efektif dilakukan dalam merubah persepsi remaja mengenai pergaulan bebas di SMAN 2 Lhokseumawe.
UPAYA GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI SISWA PADA SMPN KOTA BANDA ACEH Riski Febriadi; Syaiful Bahri; Nurbaity Bustamam
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 3 (2019): September 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research raised the issue of how to efforts, obstacles and results from the efforts of teacher Guidance and Counseling in enhancing student communication skills. Answering the problem in this study used a descriptive qualitative narrative research approach, which explains and describes the results of research data on the efforts of guidance and counseling teachers in enhancing students' communication skills. The subjects in this study were BK teachers in SMPN 2 Banda Aceh, SMPN 4 Banda Aceh, and SMPN 8 Banda Aceh. Data collection techniques in this study used interviews in accordance with the indicators of the problem. The results showed that (1) the efforts of the Guidance and Counseling teacher in enhancing student communication skills were by providing group guidance services carried out by playing techniques, assertive training and communication exercises (2) Obstacles experienced by the Guidance and Counseling teacher in an effort to improve student communication skills, namely, first is the difference in student character that causes the implementation of services to be slightly hampered which takes more than the schedule determined, the second is the most common obstacle encountered is determining the schedule for doing services so as not to interfere with other lessons for students. (3) The results of the teacher's guidance and counseling efforts in enhancing student communication skills that not all students can receive and realize the guidance given by BK teachers properly. Some students after being guided by the BK teacher saw changes in students since the first meeting, if students did not change, the BK teacher conducted guidance to the next stage with a different method. Keywords: Efforts, Guidance and Counseling Teachers, Skills, Student Communication Abstrak: Penelitian ini mengangkat permasalahan tentang bagaimana upaya, hambatan dan hasil dari upaya guru Bimbingan dan Konseling dalam meningkatkan keterampilan komunikasi siswa. Untuk menjawab permasalahan dalam penelitian ini digunakan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif yang bersifat naratif, yaitu menjelaskan dan menguraikan data hasil penelitian tentang upaya guru bimbingan dan konseling dalam meningkatkan keterampilan komunikasi siswa. Subyek dalam penelitian ini yaitu guru BK di SMP Negeri 2 Banda Aceh, SMP Negeri 4 Banda Aceh, dan SMP Negeri 8 Banda Aceh. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara sesuai dengan indikator masalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) upaya guru Bimbingan dan Konseling dalam meningkatkan keterampilan komunikasi siswa yaitu dengan memberikan layanan bimbingan kelompok yang dilakukan dengan teknik bermain, latihan asertif dan latihan komunikasi.(2) Hambatan yang dialami guru Bimbingan dan Konseling dalam upaya meningkatkan keterampilan komunikasi siswa yaitu pertama adalah perbedaan karakter siswa yang menyebabkan pelaksanaan layanan sedikit terhambat yang memakan waktu lebih dari jadwal yang ditentukan, yang kedua adalah hambatan paling sering ditemui adalah penentuan jadwal untuk melakukan layanan agar tidak mengganggu pelajaran yang lain bagi siswa. (3) Hasil dari upaya guru bimbingan dan konseling dalam meningkatkan keterampilan komunikasi siswa yaitu tidak semua siswa dapat menerima dan merealisasikan bimbingan yang diberikan oleh guru BK dengan baik. Sebagian siswa setelah dibimbing oleh guru BK terlihat perubahan bagi diri siswa sejak pertemuan pertama, apabila siswa tidak ada perubahan, maka guru BK melakukan bimbingan ke tahap berikutnya dengan metode yang berbeda.Kata Kunci: Upaya, Guru Bimbingan dan Konseling, Keterampilan, Komunikasi Siswa
Dampak Kawin Lari Terhadap Keharmonisan Keluarga Kecamatan Blangkejeren Kabupaten Gayo Lues Morina Sabariah; M. Husen; Martunis Martunis
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 3 (2019): September 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul “Dampak Kawin Lari terhadap Keharmonisan Keluarga Kecamatan Blangkejeren Kabupaten Gayo Lues”.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang menyebabkan terjadinya kawin lari dan dampak kawin lari terhadap keharmonisan keluarga di Kecamatan Blangkejeren Kabupaten Gayo Lues. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dalam bentuk studi kasus. Adapun subjek dalam penelitian ini terdiri dari 9 pasangan keluarga kawin lari. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor yang menyebabkan terjadinya kawin lari di Kecamatan Blangkejeren Kabupaten Gayo Lues dikarenakan oleh beberapa hal, antara lain; (a) tidak adanya persetujuan wali diantara kedua belah pihak (b) pasangan atau sebagian masyarakat masih kurang memahami makna dari legalitas pernikahan ataupun perkawinan secara hukum Islam atau peraturan maupun undang-undang yang berlaku, sehingga masyarakat beranggapan surat nikah tidak terlalu penting (c) rendahnya pemahaman tentang ilmu agama, sehingga pasangan memilih untuk melakukan kawin lari (d) kurang memiliki kemampuan pihak mempelai laki-laki untuk membeli mahar, dan (e) sering diadakannya hiburan-hiburan malam, sehingga remaja-remaja memiliki kebebasan dalam bergaul. Adapun dampak kawin lari terhadap keharmonisan keluarga terdapat dua hal yaitu ada pasangan yang harmonis dan ada pasangan yang tidak harmonis.  Ada 7 pasangan yang harmonis, hal ini dilihat dari adanya nilai-nilai kegamaan dalam membina keluarga, penghasilan yang diperoleh, mencukupi kebutuhan keluarga dan dikaruniai keturunan yang menambah kebahagian keluarga. Selain itu, terdapat 2 pasangan yang tidak harmonis. Hal ini karena dalam keluarga tidak adanya keturunan, keharmonisan tidak ada, seperti kedua belah pihak tidak akur, perkawinan tidak diakui oleh hukum karena tidak tercatat, kurangnya ekonomi atau penghasilan, sehingga menyebabkan sering terjadinya perselisihan, serta masing-masing pasangan berpeluang untuk bercerai. Kata kunci:  Dampak Kawin Lari, Keharmonisan Keluarga
Korelasi intensitas bermain game online mobile legend dengan keterampilan sosial siswa MAN 3 Banda Aceh Erizka Hasibuan; Martunis Yahya; Abu Bakar
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 3 (2019): September 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The intensity of playing mobile legend online games is how often a person uses his time to play mobile legend online games.Whereas social skills are the ability of individuals to be oriented towards achieving goals, values and acceptance in their social environment. This study aims to determine the relationship between the intensity of playing Mobile Legend games with students' social skills. This research was conducted with a quantitative descriptive approach and used observation scale techniques. The subject of this study was selected using purposive sampling, namely sampling based on certain characteristics or characteristics. Thesubjects of this study were MAN 3 students in Banda Aceh City who played the mobile legend game. The results showed that the intensity of playing mobile legend online games  for MAN 3 students in Banda Aceh City was in the category, while the quality of students' social skills was also in the medium category. The data analysis technique used in this study to answer the formulation of problems 1 and 2 is descriptive analysis of percentages, while the formulation of problem number 3 uses thecorrelation test product moment. The results of the correlation analysis of this study obtained a value of rxy= -0.452 and a significance value of p = 0.00. This means that the hypothesis is accepted the truth, namely there is a significant negative correlation between the intensity of playing online games  mobile legend with student social skills. Thus it can be concluded that, the higher the intensity of playing mobile legend online games , the lower the social skills of MAN 3 students in Banda Aceh City.Keywords : The Intensity of Playing Mobile Legend Games, Social Skills Abstrak: Intensitas bermain game online mobile legend adalah seberapa sering seseorang menggunakan waktunya untuk melakukan aktifitas bermain game online mobile legend.Sedangkan keterampilan social adalah kemampuan individu dalam berorientasi untuk mencapai tujuan ,nilai dan penerimaan dilingkungan sosialnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara intensitas bermain game Mobile Legend dengan keterampilan sosial siswa. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif deskriptif serta menggunakan teknik observasi skala. Subjek penelitian ini dipilih menggunakan purposive sampling, yaitu pengambilan sampel berdasarkan ciri-ciri atau sifat-sifat tertentu. Subjek dari penelitian ini adalah siswa MAN 3 Kota Banda Aceh yang bermain game mobile legend. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas bermain game online mobile legend  pada siswa MAN 3 Kota Banda Aceh berada pada kategori, sementara kualitas keterampilan sosial siswa juga berada pada kategori sedang. Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam spenelitian ini untuk menjawab rumusan masalah 1 dan 2 adalah analisi deskriptif persentase, sedangkan untuk rumusan masalah nomor 3 menggunakan uji korelasi product moment. Hasil analisis korelasi penelitian ini didapatkan nilai rxy= -0,452 dan nilai signifikasi p=0,00. Artinya Hipotesis diterima kebenarannya, yaitu terdapat korelasi negatif yang signifikan antara Intensitas bermain game online mobile legend dengan keterampilan sosial siswa. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa, semakin tinggi intensitas bermain game online mobile legend maka akan semakin rendah keterampilan sosial siswa MAN 3 Kota Banda Aceh. Kata Kunci : Intensitas Bermain Game Mobile Legend, Keterampilan Sosial
PELAKSANAAN LAYANAN INFORMASI UNTUK MENDUKUNG KEPUTUSAN KARIR SISWA SMA NEGERI 10 FAJAR HARAPAN BANDA ACEH Mawaddah Waddah; Abu Bakar; Muhammad Husen
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 3 (2019): September 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang berjudul “Pelaksanaan Layanan Informasi Untuk Mendukung Keputusan Karir Siswa SMA Negeri 10 Fajar Harapan Banda Aceh” mengangkat permasalahan tentang bagaimana pelaksanaan program BK karir yang berlangsung di SMA Negeri 10 Fajar Harapan Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan program BK karir yang berlangsung di SMA Negeri 10 FajarHarapan Kota Banda Aceh. Subjek penelitian adalah Guru BK di SMA Negeri 10 Banda Aceh serta wakil kepala sekolah, guru bidang studi dan juga walikelas. Sedangkan Objek penelitian adalah pelaksanaan layanan informasi untuk mendukung keputusan karir siswa yang dilaksanakan di SMA Negeri 10 Fajar Harapan Kota Banda Aceh. Pengumpulan data dilakukan menggunakan metode wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program BK karir yang di lakukan oleh guru BK di sekolah tersebut sudah berjalan dengan baik, tetapi belum maksimal dikarenakan guru BK tidak memiliki jam masuk kelas.
Identifikasi Masalah Pribadi Sosial Yang Dialami Oleh Siswa Kelas Plus Dan Reguler Pada SMA Negeri 9 Banda Aceh Afzal Afzal
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 3 (2019): September 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di lingkungan sekolah, tentunya tidak terlepas dari ragam permasalahan yang di alami oleh siswa, baik itu masalah pribadi maupun sosial. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengidentifikasi masalah pribadi sosial yang dialami oleh siswa kelas Plus dan Reguler SMA Negeri 9 Banda Aceh. Penelitian ini termasuk jenis penelitian komperatif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa SMA Negeri 9 Banda Aceh yang berjumlah 575 orang, sedangkan sampel penelitian ini yaitu; (1) siswa kelas plus sebanyak 22 orang; dan (2)  siswa kelas reguler yang berjumlah 63 orang. Adapun tehnik pengumpulan data yang digunakan adalah DCM, sedangkan analisis data dilakukan sebanyak dua tahap yaitu; (1) tahap analisis butir dan; (2) analisis topik. masing-masing tahap analisis tersebut dilakukan sesuia dengan rumus deskriptif presentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa;  (1)Analisis butir pada kelas plus diperoleh hasil rata-rata yaitu 36% dengan predikat D (buruk); (2) Analisis butir pada kelas reguler diperoleh hasil rata-rata yaitu 23% dengan predikat C (cukup); (3) Analisis pertopik pada kelas plus diperoleh hasil rata-rata yaitu 86% dengan predikat E (sangat buruk); (4) Analisis pertopik pada kelas reguler diperoleh hasil rata-rata yaitu 80% dengan predikat E (sangat buruk); (5) Hasil perbandingan masalah pribadi sosial menunjukkan bahwa kelas reguler lebih baik dibandingkan dengan kelas plus.Kata Kunci : Masalah, Pribadi, Sosial, Siswa.
DUKUNGAN KEPALA SEKOLAH SMA NEGERI DALAM PENYELENGGARAAN BK DI KABUPATEN ACEH TENGAH Hendra Teguh Satriyawan; Martunis Yahya; M. Husen
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 3 (2019): September 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 The principal's support in supporting the successful implementation of BK is very important. The purpose of this study is to find out the form of support of public high school principals in the implementation of BK in Central Aceh District. Descriptive research method with qualitative approach. The subjects of this study were the school principals and Bk teachers in each school in Central Aceh District High School using data collection techniques used, namely interviews, observation, documentation. The results showed the principal in the Central Aceh District High School had not fully carried out his duties or his role as the person in charge in the field of guidance and counseling to the maximum, as for things that have not been carried out namely regulating and directing BK activities, completing BK facilities and infrastructure and assigning BK personnelKeywords: Principal support and organizing BK Abstrak: Dukungan kepala sekolah dalam menunjang keberhasilan penyelenggaraan BK sangat penting. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bentuk dukungan kepala sekolah SMA Negeri dalam penyelenggaraan BK di Kabupaten Aceh Tengah. Metode penelitian Deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah kepala sekolah dan guru Bk di masing-masing sekolah SMA Negeri Kabupaten Aceh Tengah dengan menggunakan teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan kepala sekolah di SMA Negeri Kabupaten Aceh Tengah belum secara sepenuhnya menjalankan tugas maupun perannya sebagai penanggungjawab dalam bidang bimbingan dan konseling secara maksimal, adapun hal yang belum dijalankan yaitu mengatur dan mengarahkan kegiatan BK, melengkapi sarana dan prasana BK serta penugasan personil BK.Kata Kunci: Dukungan Kepala Sekolah, Tingkat SMA, Layanan BK
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB SISWA MEMBOLOS SEKOLAH di SMP NEGERI 16 BANDA ACEH MASYITHAH MASYITHAH; Nurhasanah Nurhasanah; Said Nurdin
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 3 (2019): September 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku membolos merupakan salah satu tindakan yang melanggar disiplin atau tata tertib sekolah dengan berbagi alasan dan tanpa izin dari pihak sekolah yang dipengaruhi faktor internal dan eksternal siswa. Penelitian ini berjudul “Analisis faktor- faktor penyebab perilaku siswa membolos sekolah di SMP Negeri 16 Banda Aceh. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor- faktor penyebab perilaku siswa membolos sekolah di SMP Negeri 16 Banda Aceh. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif . Penelitian ini dilakukan  SMP Negeri 16 Banda Aceh. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan  wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor penyebab siswa membolos sekolah di SMP Negeri 16 Banda Aceh terdiri dari faktor intenal yang dimaksud adalah sakit perut, sakit kepala telat bangun tidur, tidak menyukai mata pelajaran. Selanjutnya faktor ekstenal  meliputi tidak menyukai cara guru mengajar, jarak sekolah dengan rumah yang telalu jauh, ikut teman untuk meninggalkan kelas pada saat mata pelajaran berlangsung, bosan mengikuti mata pelajar, susah mengerti ketika guru menjelasakan,tidak masuk sekolah karna acara keluarga, kecewa dengan nilai yang diberikan oleh guru. Kesimpulan dari penelitian ini  faktor –faktor penyebab siswa membolos terdapat dua yaitu faktor internal seperti kurang motivasi dan minat siswa dalam belajar  adapun faktor eksternal di pengaruhi oleh teman sebaya.Kata kunci: penyebab perilaku siswa membolos 

Page 2 of 2 | Total Record : 20