cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling
ISSN : 26150344     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini bertujuan untuk mempublikasikan karya-karya mahasiswa jurusan bimbingan dan konseling terutama hasil dari penelitian yang mereka lakukan. Jurnal berfokus pada semua aspek psikologis yang mempengaruhi pelajar dan semua teknik bantuan psikologis yang dapat diberikan untuk menolong mereka mencapai kesuksesan dalam belajar.
Arjuna Subject : -
Articles 206 Documents
SIKAP TOLERANSI SISWA DITINJAU DARI JENIS KELAMIN SERTA IMPLIKASINYA DALAM BIMBINGAN DAN KONSELING MUHAMAD WAHYU PRATAMA; M FERDIANSYAH; ERFAN RAMADHANI
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 6, No 1 (2021): Maret 2021
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah yang terjadi ditempat penelitian adalah siswa laki-laki dan perempuan yang cenderung bergaul dengan cara berkelompok, lebih senang berinteraksi dengan siswa yang status ekonominya tinggi, cenderung memaksakan pendapat. Metode penelitian ini menggunakan komparatif untuk menganalisis perbedaan data antara laki-laki dan perempuan. Jenis penelitian komparatif menggunakan uji Z yang mana menggunakan sampel besar lebih dari 20 sampel dengan teknik pengambilan sampel accidental sampling.Populasi penelitian melibatkan siswa kelas XI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan sikap toleransi siswa yang ditinjau dari jenis kelamin. Peneliti merasa perlu dilakukannya pengukuran tingkat sikap toleransi karena setiap siswa memiliki karakteristik yang berbeda. Hasil analisis data menunjukkan bahwaZhitung= -0,713, Ztabel =1,96, n=49, dan α= 0,05. Kriteria dalam hipotesis penelitian menunjukkan bahwaZhitung= -0,713 ≤ Ztabel = 1,96maka Ho diterima yang berarti ada tingkat perbedaan sikap toleransi antara siswa laki-laki dengan siswa perempuan. Pada data menunjukkan bahwa sum of rank yang diberikan laki-laki sebesar 465 dan untuk perempuan sebesar 760 dengan selisih mencapai 295 menunjukkan bahwa siswa perempuan lebih toleran dibandingkan siswa laki-laki. Implikasi pelayanan dalam penelitian ini adalah dengan memberikan layanan informasi untuk memenuhi kepentingan dan perkembangan yang siswa perlukan mengenai sikap toleransi, kemudian dengan memberikan layanan konten yang berupaya menjembatani kesenjangan antara seseorang dengan suasana ataupun objek-objek baru dalam lingkungannya untuk dipraktekkan diberbagai kesempatan secara konstruktif.
KECENDRUNGAN PERILAKU AGRESIF PADA SMP NEGERI 12 BANDA ACEH Salawati Salawati; Nurhasanah Nurhasanah; Martunis Martunis
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 5, No 4 (2020): Desember 2020
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul “Kecenderungan Perilaku Agresif pada Siswa SMP Negeri 12 Banda Aceh”. Perilaku agresif merupakan tindakan kekerasan yang ditujukan adanya keinginan untuk melakukan tindakan yang dapat menyakiti, melukai orang lain baik secara verbal (kata-kata) maupun non verbal (gerakan anggota tubuh). Hal ini dapat merugikan orang lain dalam hal ini siswa, jika tidak segera mendapat penanganan dan perhatian yang serius dari guru. Tujuan penelitian untuk mengetahui kecenderungan perilaku agresif verbal siswa dan untuk mengetahui kecenderungan perilaku agresif non verbal siswa pada SMP Negeri 12 Banda Aceh. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian berjumlah seluruh siswa SMP Negeri 12 Banda Aceh kelas 1, 2 dan 3 berjumlah 121 siswa. Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik random sampling berjumlah 92 siswa. Data tentang perilaku agresif dikumpulkan dengan menggunakan angket. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 2 bentuk perilaku agresif yang ditampilkan siswa SMP Negeri 12 Banda Aceh, yaitu ada bentuk verbal dan non verbal. Adapun bentuk-bentuk perilaku verbal meliputi berteriak-teriak 36,91%, berkata kasar 38,91%, dan mengancam 24,17%. Sedangkan bentuk perilaku non verbal meliputi mencubit 33,29%, mendorong 33,62%, dan memukul 33,62%. Dapat disimpulkan bahwa kecenderungan perilaku agresif pada siswa SMP Negeri 12 Banda Aceh masih berada dalam kategori kurang agresif.
PENGARUH GAME ONLINE FIRST PERSON SHOOTER (FPS) TERHADAP SIKAP AGRESI ANAK (Studi Kasus Permainan Game online Terhadap Sikap Agresifitas Anak Usia 8-15 Tahun Di Desa Lamtemen Timur) Sheidati Zakiah Uli Iman; Martunis Martunis; Nurbaity Bustamam
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 5, No 4 (2020): Desember 2020
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKAggressive behavior carried out by adolescents lately is increasingly widespread, which aggressive behavior has negative connotations that have an impact on the decline in ethics and morals of 'Millennial’. In the Electronic and Print Media often preaching various phenomena of violence committed by adolescents with different backgrounds. Of course this shows that there is an increase in the quality of aggression behavior.The purpose of this study: (1) To determine the effect of online games on the aggression behavior of children in the village of East Lamteumen. (2) To find out the condition of the family of children who are addicted to playing FPS type online games. This research uses a qualitative approach, using descriptive research. Data collection techniques are unstructured interview techniques. The subjects of this study were children in the village of East Lamteumen who entered their early teens with an age range of 8-15 years, amounting to 5 people. From the results of the study show: (1) The influence of Online Game First Person Shooter on the tendency of child aggression behavior in the village of East Lamteumen is that the type of violence game is more likely to influence aggressive behavior, but it is also influenced by the frequency of playing online games. Some of the symptoms of Aggression behavior that appear on research subjects include; (a) steal parents' money, (b) rebel if they can't play online games, (c) get angry easily when the game is inaccessible (d) throw harsh words and (e) Quite often also fight. (2) The condition of families of children who are addicted to playing online games of type First Person Shooterini is also motivated by parents who are busy working so that the lack of supervision and control of children in daily life, so that liberal parenting is created which is not very foster effective to apply. ABSTRAK  Perilaku Agresif yang dilakukan oleh remaja akhir-akhir ini kian marak, yang mana perilaku agresif ini berkonotasi negatif yang berdampak pada penurunannya etika serta moral remaja ‘Millenial’. Di Media Elektronika maupun cetak kerap memberitakan berbagai fenomena kekerasan yang dilakukan oleh remaja dengan latar belakang yang berbeda. Tentunya hal tersebut menunjukan bahwasanya terdapat peningkatan kualitas akan perilaku agresi. Tujuan penelitian ini: (1)Untuk mengetahui pengaruh game online terhadap perilaku agresi anak di desa Lamteumen Timur. (2) Untuk mengetahui kondisi keluarga anak yang kecanduan bermain game online berjenis FPS. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan menggunakan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data adalah teknik wawancara tidak terstruktur. Subjek penelitian ini adalah anak-anak di Desa Lamteumen Timur yang memasuki usia remaja awal dengan rentang usia 8-15 tahun yang berjumlah 5 orang. Dari hasil penelitian menunjukkan:  (1) Pengaruh Game online First Person Shooter terhadap kecenderungan perilaku agresi anak di desa Lamteumen Timur adalah game berjenis kekerasan lebih besar mempengaruhi perilaku agresif, selain itu juga dipengaruhi oleh frekuensi bermain game online. Beberapa gejala perilaku Agresi yang muncul pada subjek penelitian antara lain seperti; (a) mencuri uang orang tua, (b) memberontak jika tidak dapat bermain game online, (c) mudah marah saat game tidak dapat diakses (d) melontarkan kata-kata kasar dan (e) Tak jarang juga berkelahi. (2) Kondisi keluarga dari anak yang kecanduan bermain game online berjenis First Person Shooterini pun dilatarbelakangi oleh orang tua yang sibuk bekerja sehingga kurangnya pengawasan serta kontrol terhadap anak dalam kehidupan sehari-hari, sehingga pola asuh liberal pun tercipta yang mana pola asuh tersebut sangat tidak efektif untuk diterapkan. Kata kunci : Game online, first Person Shooter, Agresi
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT SISWA DALAM MENGIKUTI KEGIATAN EKSTRAKURIKULER (SUATU PENELITIAN KAJIAN LITERATUR) Wulan Juliani Putri; M. Husen; Nurhasanah Nurhasanah
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 6, No 1 (2021): Maret 2021
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu tujuan dalam kegiatan ekstrakurikuler adalah mengembangkan bakat dan minat siswa menuju tercapainya prestasi yang baik. Minat siswa yang sebagian besar minim mengikuti kegiatan ekstrakurikuler tidak bisa dilepaskan dari faktor dari  diri siswa itu sendiri maupun lingkungannya. Adapun tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi minat siswa dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian literatur yaitu satu metode pengumpulan data yang digunakan dalam metodelogi penelitian perpustaakaan untuk menelusuri data historis, yang berkenaan dengan metode pengumpulan data pustaka berupa buku-buku atau jurnal-jurnal terkait dengan judul penelitian yang akan diteliti, membaca dan mencatat serta mengolah bahan penelitian terkait. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa faktor yang bersumber dari dalam diri siswa yang didorong oleh insting dalam diri untuk memenuhi keinginan siswa seperti keinginan siswa memperoleh prestasi yang baik dalam berbagai bidang seperti olehraga, kesenian dan pengetahuan dibidang mata pelajaran. Dorongan dalam diri ini juga dikarenakan adanya rasa senang dan rasa gembira terhadap kegiatan yang diikutinya pada ekstrakurikuler. Faktor yang berumber dari luar diri siswa, yang dipengaruhi oleh tujuan dan manfaat dari pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler itu sendiri bagi siswa, keseriusan dalam pelaksaan ekstrakurikuler yang didukung oleh fasilitas yang cukup serta keuntungan yang akan diperoleh siswa setelah sukses dalam kegiatan ekstrakurikuler. Faktor luar diri siswa ini juga dipengaruhi lingkungan seperti kuatnya dukungan dan dorongan dari pihak orang tua siswa, guru dan teman bermain. Kesimpulan penelitian ini ialah faktor yang mempengaruhi minat siswa mengikuti ekstrakurikuler di sekolah dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor dari dalam diri siswa dan faktor dari luar diri siswa itu sendiri Kata Kunci : Ekstrakulikuler, Minat Siswa, Kajian Literatur.
KETERBUKAAN DIRI SISWA SMA TERHADAP ORANG TUA, GURU DAN TEMAN DI KOTA BANDA ACEH Siti Rahmah; Martunis Yahya; Nurbaity Bustamam
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 6, No 1 (2021): Maret 2021
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterbukaan diri merupakan reaksi atau tanggapan seseorang yang dengan senang hati menerima informasi dalam menghadapi hubungan pribadi, serta bersedia membagi perasaan dan informasi tentang diri secara akrab. Sampai tahapan tertentu keterbukaan diri sangat penting terutama bagi siswa SMA karena dalam hal-hal khusus mereka masih sangat membutuhkan bantuan orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran keterbukaan diri siswa SMA terhadap orang tua, guru dan teman di Banda Aceh. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan jenis penelitian survey. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMAN 4 Banda Aceh, SMAN 12 Banda Aceh dan SMAN 16 Banda Aceh yang berjumlah 613 siswa dengan menggunakan metode multistage random sampling, sedangkan sampel penelitian berjumlah 242 siswa yang perhitungannya dilakukan menggunakan rumus slovin dengan tingkat error 5%. Pengumpulan data menggunakan instrumen keterbukaan diri yang di adaptasi dari teori Jourard dengan meminta siswa menandai tingkat kesediaan mereka untuk terbuka terhadap masing-masing butir informasi kepada orang tua, guru dan teman. Hasil penelitian menunjukkan tingkat keterbukaan diri siswa terhadap orang tua berada pada kategori sedang (50,4%) dan tinggi (48,3%), terhadap guru pada umumnya berada pada kategori sedang (91%) dan terhadap teman dominan berada pada kategori tinggi (52,9%). Siswa paling terbuka pada orang tua menyangkut dengan aspek materi personal serta aspek pemikiran dan ide, pada guru mengenai aspek pekerjaan dan tugas dan pada teman sebaya mengenai aspek hubungan interpersonal, pernyataan emosi diri,  rasa dan permasalahan.
PELAKSANAAN LAYANAN INFORMASI OLEH GURU BK DI SMA NEGERI KOTA BANDA ACEH Afra Nabila; Nurbaity Bustamam; Jamilah Aini Nasution
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 6, No 1 (2021): Maret 2021
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Layanan informasi berfungsi memberikan pemahaman kepada seorang atau sekelompok peserta didik berkaitan dengan berbagai informasi yang dibutuhkan dalam bidang kehidupan pribadi, hubungan sosial, keterampilan belajar ataupun keputusan karir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pelaksanaan layanan informasi yang dilakukan oleh Guru BK di SMA Negeri Banda Aceh. Jenis penelitian adalah kualitatif, dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Subyek penelitian berjumlah 3 (tiga) orang Guru BK. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara. Hasil penelitian melalui wawancara menunjukkan bahwa (1) Guru BK melakukan perencanaan layanan informasi dengan cara mengidentifikasi kebutuhan peserta didik menggunakan asesmen yang berupa angket, (2) Keterlibatan personil sekolah dalam pelaksanaan layanan informasi sudah dapat dikatakan bagus, (3) Guru BK melakukan penilaian dengan memantau sikap atau respon peserta didik pada saat memberikan layanan, (4) Guru BK melakukan tindak lanjut dengan cara memberikan kembali bimbingan kepada peserta didik yang kurang memahami informasi yang telah diberikan. Rencana tindak lanjut di sampaikan kepada kepala sekolah. Laporan layanan informasi dibuat sekaligus dengan RPLBK. Sebaiknya di lakukan penelitian lebih lanjut dalam pelaksanaan layanan informasi. Kata kunci: Pelaksanaan Layanan Informasi oleh Guru BK